Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




METODE “BARU” MEMENANGKAN JIWA!

(A “NEW” METHOD OF SOUL WINNING!)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 24 Juli 2011

“Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil” (I Korintus 1:21).

“Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?” (Roma 10:14).


Saya telah mencoba hampir setiap metode memenangkan jiwa selama 53 tahun dalam pelayanan saya. Saya pernah berkhotbah ratusan kali di pojok-pojok jalan di San Francisco, West Los Angeles, dan Pershing Square di pusat kota Los Angeles namun tanpa melihat satu jiwapun masuk ke geraja dan bertahan di sana! Saya telah membagi-bagikan ratusan traktat namun tanpa hasil yang nampak. Jemaat kami telah membagi-bagikan hampir satu juta traktat tanpa menambahkan satu petobatpun yang ditambahkan bagi jemaat kami. Kami telah melakukan kunjungan dari satu pintu ke pintu lainnya untuk memberikan selebaran ringkasan dari rencana keselamatan dan berdoa bersama dengan orang-orang itu, di seluruh Los Angeles, namun tanpa memproleh lebih dari tiga atau empat jiwa untuk dibawa masuk ke dalam gereja menjadi orang Kristen yang kuat. Saya telah berkhotbah di radio lebih dari setahun tanpa menambahkan satu pun petobat bagi jemaat kami. Bertahun-tahun yang lalu, di Sacramento, California saya pernah mengajar kelompok besar anak-anak muda pada acara “Ledakan Penginjilan” (“The Evangelism Explosion”). Kami menyebutnya demikian secara praktis, namun kami tidak melihat buahnya. Tidak seorangpun datang dan bergabung menjadi anggota jemaat lokal dan bertahan di sana. Kami memiliki pelayanan penjemputan (bus ministry) selama beberapa tahun namun, lagi, tidak ada buah kekal yang datang darinya.

Saya tidak berkata bahwa semua metode itu salah. Saya hanya ingin berkata bahwa semua itu tidak bekerja. Paling tidak semua metode itu tidak bekerja di Los Angeles, San Francisco, atau Sacramento, di mana saya mencoba menerapkannya selama beberapa tahun. Mungkin metode-metode tersebut menghasilkan banyak buah di area-area pedesaan, atau komunitas-komunitas kecil, namun saya tahu bahwa semua metode tersebut tidak menghasilkan banyak orang Kristen di kota-kota besar Amerika.

Pada akhirnya kami menemukan cara untuk memenangkan jiwa orang-orang berdosa yang belum diselamatkan bagi Kristus. Saya mengacu pada cara baru ini sebagai “penginjilan yang berpusat pada jemaat lokal.” Apa yang kami maksudkan adalah – dari pada mengajak orang untuk “berdoa singkat” dan kemudian “mem-follow up” mereka, kami justru melakukan cara lain yang sebaliknya. Kami mem-follow up mereka terlebih dahulu, sebelum kami memberitakan Injil kepada mereka. Jadi, pertama-tama kami membawa mereka ke gereja, dan kemudian mereka mendengar Injil yang kami beritakan.

Hampir setiap anggota jemaat kami telah dimenangkan bagi Kristus dengan menggunakan metode “baru” ini. Saya memberikan tanda kutip pada istilah “baru” ini karena ini sesungguhnya adalah metode yang sangat tua. Saya tahu ada beberapa peristiwa di dalam Kitab Kisah Rasul di mana seseorang memberitakan Injil kepada orang lain dan mendapatkan mereka diselamatkan, misalnya Filipus dengan sida-sida dari Etiopia, Paulus dengan kepala penjara Filipi, dan Petrus dengan Kornelius. Namun juga harus diingat bahwa Filipus adalah seorang diaken yang ditahbiskan (Kis. 6:5-6) dan Petrus serta Paulus adalah Rasul. Filipus (Kis. 8:5), Petrus dan Paulus adalah para pengkhotbah, bukan orang-orang Kristen biasa. Filipus dipanggil “penginjil” dalam Kisah Rasul 21:8. Ia adalah seorang diaken yang ditahbiskan dan seorang penginjil. Sementara ada beberapa peristiwa di mana para Rasul dan penginjil yang dipanggil Allah untuk memimpin individu-individu kepada Kristus, namun jauh lebih banyak ribuan orang yang diselamatkan sebagaimana dicatat dalam Kitab Kisah Rasul dipertobatkan melalui mendengar khotbah – termasuk tiga ribu orang yang bertobat di bawah khotbah para Rasul (Kisah Rasul 4:4), kumpulan orang banyak yang dipertobatkan di bawah khotbah Filipus sang penginjil itu di Samaria (Kis. 8:5, 8), dan banyak orang non Yahudi dipertobatkan melalui khotbah Injil di Antiokhia Pisidia (Kis. 13:44, 48). Semua dari ribuan orang yang dipertobatkan melalui khotbah ini membentuk jemat-jemaat lokal, “dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan” (Acts 2:47). Jadi, yang nampak bagi saya bahwa ini adalah metode lama, bukan metode baru sama sekali!

Selidikilah buku-buku sejarah Kekristenan dan Anda akan menemukan bahwa ini adalah metode yang telah diterapkan jauh lebih banyak dalam penginjilan lintas abad: yaitu membawa orang-orang berdosa yang terhilang ke dalam jemaat terlebih dahulu, baru setelah itu mengkhotbahkan Injil kepada mereka. Pada abad ke tujuh belas seorang pendeta sekaligus penginjil yang bernama Richard Baxter berkata,

Ketika Allah memberikan anugerah yang menyelamatkan kepada orang-orang, Ia biasanya memberikannya melalui alat anugerah… satu alat khusus dari pertobatan adalah, mendengar Firman yang dikhotbahkan oleh para hamba Kristus dalam kebaktian umum [gereja]. “Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?”... Selidikilah Kitab Suci, dan lihatlah apakah cara umum dari pertobatan bukan oleh mendengar firman Allah yang dikhotbahkan ? (Richard Baxter, 1657, A Treatise on Conversion, The American Tract Society, hlm. 320, 321, 325).

“Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil” (I Korintus 1:21).

“Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?” (Roma 10:14).

Gagasan bahwa setiap orang Kristen harus memberitakan Injil dan “berdoa singkat” dengan orang yang terhilang di depan pintu mereka – dan kemudian mencoba untuk mem-“follow up” mereka – datang dari “decisionisme” Finney baru sekitar 170 tahun yang lalu. Moody mengikui Finney yang percaya bahwa seseorang dapat diselamatkan kapan saja, jadi orang Kristen dipaksa memimpin jiwa kepada Kristus dengan penyajian singkat Injil dan berdoa singkat. Namun waktu dan pengalaman telah mengajar kami bahwa metode ini jarang bekerja. Itulah sebabnya mengapa banyak gereja hari ini menyerah untuk menggunakan metode ini dan kembali ke bentuk hyper-Calvinisme, di mana orang-orang Kristen tidak diharapkan melakukan apapun untuk menjangkau orang-orang berdosa yang terhilang. Mereka hanya datang ke gereja untuk belajar Alkitab! Klik di sini untuk membaca khotbah saya yang berjudul, “Penginjilan pada Jemaat Mula-Mula – Suatu Model untuk Hari ini.” Anda akan belajar lagi tentang perbedaan antara lima poin Calvinisme dan hyper-Calvinisme dalam khotbah itu.

Hyper-Calvinism adalah apa yang dihadapi oleh William Carey ketika ia mengajukan proposal kepada komite para pendeta bahwa ia merasakan panggilan untuk pergi ke India sebagai seorang misionaris. Seorang pendeta Baptis hyper-Calvinis dalam komite itu berdiri dan berkata, “Duduklah anak muda. Ketika Allah memilih untuk menyelamatkan para penyembah berhala Ia akan melakukannya sendiri tanpa bantuan Anda atau saya.” Ini adalah sikap dari hyper-Calvinisme. Walaupun hari ini mereka mengirim para misionaris ke luar negeri, saya takut bahwa banyak pendeta Reformed memiliki sikap hyper-Calvinistik terhadap komunitas mereka sendiri yang masih terhilang.

Rev. Iain H. Murray, sendiri yang menganut lima pokok Calvinis, berkata, “… akan nampak bahwa prioritas memenangkan jiwa yang dimiliki dalam pelayanan Spurgeon tidak nampak umum menjadi prioritas kita. Kebangunan doktrin [Reformed] telah hampir ditandingi dengan kebangunan penginjilan. Ketika tidak menerima ajaran hyper-Calvinisme mungkin baik bahwa kita belum cukup diperingatkan akan bahaya membiarkan konsistensi doktrin yang diharapkan untuk mengesampingkan prioritas Alkitabiah tentang semangat memenangkan jiwa bagi Kristus. Doktrin tanpa fungsi tidak ada harganya” (Iain H. Murray, Spurgeon v. Hyper-Calvinism, The Banner of Truth Trust, 1995, hlm. xiv).

Saya sedang berkata bahwa kita perlu menekankan penginjilan dari setiap anggota gereja dalam cara yang berbeda ¬¬ -- bahwa setiap orang diutus untuk mengundang orang-orang yang terhilang ke gereja, untuk mendengar Injil dikhotbahkan karena,

“Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil” (I Korintus 1:21).

“Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?” (Roma 10:14).

Metode ini direkomendasikan oleh Spurgeon, yang berkata,

Apa yang dapat Anda lakukan untuk memenangkan jiwa? Ijinkan saya memberikan nasehat… bawalah orang lain untuk mendengar Firman. Itu adalah tugas yang banyak dilalaikan… mengajak [orang] untuk datang ke tempat ibadah; mempertahankan mereka setelah itu… memikat mereka, membuat mereka tertarik… Bawa mereka untuk mendengar Firman, dan siapa yang mengetahui apa yang mungkin dihasilkan? Oh betapa berkat akan dilimpahkan kepada Anda jika… apa yang Anda tidak dapat lakukan, karena Anda tidak pandai berbicara tentang Kristus, seperti yang dapat dilakukan oleh pendeta Anda, dengan kuasa Roh Kudus, melalui pengaruh Anda seseorang datang dalam suara tembakan Injil (C. H. Spurgeon, “Soul Winning,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1976, volume XV, hlm. 32-33).

Melalui metode Spurgeon ini lihatlah jemaatnya yang membawa orang-orang terhilang di gerejanya untuk mendengar Injil. Ya, untuk mendengar dia mengkhotbahkan Injil! Pendeta ini termotivasi untuk mengkhotbah seluruh khotbahnya yang berpusat pada Injil Kristus ketika ia melihat jemaatnya membawa orang-orang terhilang. Banyak orang telah terkejut mengetahui bahwa saya mengkhotbahkan Injil setiap Minggu. Saya tergerak untuk melakukan itu oleh kenyataan bahwa jemaat kami membawa orang-orang terhilang ke dalam gereja ini, dan ada orang-orang yang masih terhilang dalam setiap ibadah.

Seseorang mungkin berpikir bahwa begitu banyak khotbah penginjilan, pemberitaan Injil kepada orang-orang terhilang, akan membuat orang-orang Kristen menjadi lemah, sehingga pengajaran di Sekolah Minggu dan pengajaran Alkitab setelah kebaktian doa belumlah cukup, sehingga mereka juga harus memberikan pelajaran Alkitab lagi pada khotbah kebaktian Minggu pagi untuk orang-orang yang telah diselamatkan, agar ini akan membuat orang-orang yang telah diselamatkan menjadi kuat. Namun saya pikir ini adalah gagasan yang salah. Beberapa orang Kristen terkuat yang saya pernah kenal adalah orang-orang di jemaat kami yang mendengarkan Injil dikhotbahkan setiap Minggu pagi, tahun demi tahun. Dan beberapa orang terlemah yang pernah saya kenal datang dari gereja-gereja di mana mereka duduk untuk mendengarkan studi Alkitab ayat per ayat setiap Minggu, dan tidak pernah mendengar khotbah-khotbah tentang Injil Kristus.

Lebih seratus tahun setelah kematiannya, khotbah-khotbah Spurgeon masih dicetak, dan dibaca ribuan orang. Namun kebanyakan dari khotbah Spurgeon adalah khotbah-khotbah penginjilan, khotbah-khotbah Injil. Spurgeon telah mengkhotbahkan khotbah-khotbah itu dengan semangat luar biasa, bahkan ketika ia sakit menjelang akhir dari pelayanannya. Dr. John R. Rice berkata, “Spurgeon adalah seorang pendeta sepenuhnya pada zamannya dan tidak pernah menyebut dirinya sendiri sebagai seorang penginjil. Namun ribuan orang diselamatkan di bawah pelayanannya, dan Metropolitan Tabernacle [gerejanya] dikenal sebagai ‘perangkap jiwa’” – karena begitu banyak orang bertobat ketika mendengar khotbahnya (John R. Rice, D.D., Why Our Churches Do Not Win Souls, Sword of the Lord Publishers, 1966, hlm. 68).

Oh, marilah kita mengikuti teladan para Rasul, Richard Baxter, Spurgeon, dan para pendeta besar yang mengkhotbahkan Injil pada masa lalu. Kiranya Tuhan menolong saya untuk mengkhotbahkan Kristus sampai akhir hidup saya! Sebagaimana Rasul Paulus berkata,

“Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan”
       (I Korintus 2:2).

“Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil” (I Korintus 1:21).

“Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?” (Roma 10:14).

Dan kiranya Anda, saudara dan saudari terkasih, bekerja bersama saya dengan melakukan segala yang dapat Anda lakukan untuk membawa orang-orang terhilang ke dalam gereja kita untuk mendengarkan Injil dikhotbahkan! Mari kita nyanyikan paduan suara dari “Bring Them In” sambil kita berdiri bersama.

Antarkan, masukkan,
   Dari dunia yang penuh dosa;
Antarkan, masukkan,
   Bagi Yesus Tuhan kita.
(“Bring Them In” by Alexcenah Thomas, 19th century/
   Terjemahan Nyanyian Pujian No. 292).

Dan sekarang, sahabatku, jika Anda belum bertobat, kami mendorong Anda untuk datang kepada Yesus. Ia telah mati di kayu Salib untuk menebus dosa-dosa Anda. Ia telah mencurahkan Darah-Nya yang mahal untuk menyucikan dosa-dosa Anda. Ia telah bangkit dari antara orang mati untuk memberikan hidup kepada Anda. Ia berdoa untuk Anda di Sorga, di sebelah kanan Allah. Datanglah kepada Yesus dan Ia akan menyelamatkan Anda, Ia akan menyelamatkan Anda sekarang!

Jika Anda belum diselamatkan, atau jika Anda memiliki pertanyaan berhubungan dengan keselamatan Anda, para diaken dan saya akan dengan senang hati berbicara dengan Anda selama beberapa menit. Silahkan pergi ke belakang ruangan ini sekarang dan Dr. Cagan akan memimpin Anda dalam ruangan yang tenang di mana Anda dapat berbicara. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here)
or you may write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015.
Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr Kreighton L. Chan: Roma 10:14-17.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr Benjamin Kincaid Griffith:
“Here Am I” (by Dr. John R. Rice, 1895-1980).