Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




MENEKANKAN HAL-HAL UTAMA

(HAMMERING AWAY AT COMMONPLACE THINGS)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Pagi, 13 Maret 2011

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat”
(Kisah Rasul 16:31).


Dr. Martyn Lloyd-Jones berbicara tentang “penyesatan yang mengerikan yang telah terus meningkat mengkharakteristik Gereja selama seratus tahun terakhir ini [sekarang 152 tahun, karena Dr. Lloyd-Jones mengatakan ini mulai tahun 1959]... Hanya satu kebangunan rohani utama yang pernah terjadi sejak tahun 1859… Kita telah melewati salah satu periode yang paling tandus dalam sepanjang sejarah Gereja” (D. Martyn Lloyd-Jones, M.D., Revival, Crossway Books, 1992 edition, hlm. 55, 129).

Tidak ada pertanyaan dalam pikiran saya bahwa kesesatan hari ini di gereja-gereja ini memiliki tiga akar. Ini bersemi sebagian dari kritik tekstual awal Johann Semler (1725-1791), yang mana akhirnya memimpin banyak aliran teologi utama menyerang ketanpa-salahan (inerrancy) Alkitab. Ini sebagian bersemi dari teori evolusi Charles Darwin (1809-1882), yang menggantikan catatan sejarah sebenarnya dari penciptaan manusia dalam Kitab Kejadian dengan buku fiksi sainsnya, The Descent of Man atau Asal-Usul Manusia (1871). Namun, akar yang paling besar dari semuanya, kesesatan hari ini memiliki akarnya dalam perubahan dari penginjilan “Sekolah Lama” (Old School) kepada penginjilan “Sekolah Baru” (New School), yang dipimpin oleh C. G. Finney (1792-1875). Jadi, saya mempertimbangkan tiga orang ini yang menjadi sumber, atau penyebab, kesesatan hari ini. Kritik tekstual dari Alkitab, teori Darwin tentang “asal-usul manusia,” dan “decisionisme” Finney adalah tiga cabang tombak garbu Setan, yang dengannya ia telah menikam gereja-gereja ini dan menyempurnakan “penyesatan yang mengerikan yang telah terus meningkat mengkharakteristik Gereja selama seratus [150] tahun terakhir ini,” seperti yang telah dikatakan oleh Dr. Lloyd-Jones.

Hari ini denominasi-denominasi utama telah dibunuh oleh ahli waris Semler dan Darwin. Cabang yang paling berbahaya dari tombak garbu Setan bagi mereka yang masih “evangelicals” adalah “decisionisme.”

Decisionisme adalah kepercayaan bahwa seseorang diselamatkan dengan cara maju ke depan, angkat tangan, berdoa menerima Yesus Kristus, memegang doktrin yang benar, membuat komitmen menjadikan Yesus Tuhan, atau beberapa tindakan eksternal atau manusia lainnya, yang disejajarkan, menjadi bukti dari pertobatan batiniah; ini juga percaya bahwa seseorang diselamatkan dengan cara menunjukkan pengambilan keputusan secara eksternal; percaya bahwa tindakan demikian menunjukkan bahwa ia sudah diselamatkan.

Pertobatan (conversion) adalah hasil dari pekerjaan Roh Kudus yang telah menarik orang berdosa kepada Yesus Kristus untuk dibenarkan dan dilahirbarukan, dan mengubah posisi orang berdosa di hadapan Allah dari orang terhilang menjadi orang yang telah diselamatkan, impartasi kehidupan illahi untuk jiwa yang telah rusak, yang selanjutnya menghasilkan kehidupan baru dari pertobatan. Sisi obyektif keselamatan adalah pembenaran. Sisi subyektif keselamatan adalah kelahiran baru. Hasilnya adalah pertobatan.
       (R. L. Hymers, Jr. and Christopher Cagan, Today’s Apostasy: How Decisionism is Destroying Our Churches, Hearthstone Publishing, 2001 edition, hlm. 17).

Oleh sebab itu, pertobatan sejati adalah supranatural – sementara decisionisme murni manusiawi. Pertobatan adalah dari Allah. Decisionism adalah dari manusia. Dalam decisionisme seseorang melakukan sesuatu untuk memperoleh keselamatan dalam Yesus Kristus, namun sesungguhnya, sama sekali tidak.

Setelah 150 tahun decisionisme, pengajaran-pengajaran utama dari penginjilan jarang dikhotbahkan sebagai khotbah-khotbah yang utuh di kebanyakan mimbar kita. Hari ini banyak pendeta berpikir bahwa yang mereka butuhkan untuk dilakukan adalah dengan membuat orang-orang mengangkat tangan mereka dan memanjatkan “doa terima Yesus” (“sinner’s prayer”) dengan cepat – kemudian membaptiskan mereka sesegera mungkin – karena itu kebanyakan mereka tidak akan terlihat di gereja lagi!

Namun saya yakin bahwa cara lama dari Spurgeon adalah cara yang benar. Ia berkata kepada para pengkhotbah muda di Sekolah Alkitab-nya,

Kita harus pergi kepada orang-orang berdosa ini dan kita harus berbicara kepada mereka tentang hal-hal utama seperti dosa, dan kematian, dan penghakiman, dan neraka, dan sorga, dan Kristus, dan darah-Nya. Ya, darah itu. Kita harus melakukan itu… Kita harus menekankan ini: kita harus memelihara hal-hal utama ini, dan menekankannya disetiap khotbah… terutama arahkan kepada pertobatan orang-orang berdosa (C. H. Spurgeon, Speeches, p. 120; quoted in Iain H. Murray, Heroes, The Banner of Truth Trust, 2009, p. 279).

Saya akan membahas daftar dari “hal-hal yang utama ini” satu per satu, karena semua itu tidak lagi menjadi hal-hal yang utama, namun perlu dikhotbahkan secara terus menerus. Kami tidak berani berasumsi bahwa jemaat kita memahami hal-hal ini. Spurgeon berkata, “Kita harus menekankan hal-hal ini.”

I. Pertama, kita harus menekankan tentang dosa.

Mari membuka Roma 5:12. Mari kita berdiri dan membaca ayat ini dengan lantang.

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” (Roma 5:12).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Oleh satu orang, Adam, dosa telah masuk ke dalam dunia. “Oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa” (Roma 5:19) – dan “pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai” (Efesus 2:3).

Kita harus menekankan tentang fakta bahwa Anda adalah orang berdosa “menurut naturnya.” Sebagai keturunan Adam Anda telah lahir sebagai orang berdosa.” Sebagai bayi Anda menjerit, seperti yang seorang penulis katakan, “seperti penjahat kecil.” Saya tahu tidak ada bayi binatang yang menjerit-jerit sepanjang malam. Namun bayi-bayi manusia melakukannya, seperti yang dirasakan oleh setiap ibu baru. Kita datang ke dalam dunia ini sambil menjerit dan mengamuk. Setelah berumur dua atau tiga tahun kita tahu bagaimana mencuri dan berbohong. Kita tidak perlu diajar untuk melakukan dosa-dosa ini – kita melakukannya secara alami, karena kita “pada dasarnya adalah orang-orang yang harus dimurkai” (Efesus 2:3). Dan begitulah. Sepanjang hidup Anda, Anda telah melakukan dari satu dosa ke dosa yang lainnya – karena Anda adalah orang berdosa menurut naturnya, seorang berdosa dari hati, dan seorang berdosa dari mulanya!

Tidak ada seorang pun yang dapat mengubah hati Anda yang penuh dosa namun hanya Yesus Kristus yang dapat melakukannya. Allah telah mengutus Yesus untuk mati di kayu Salib, dan bangkit dari antara orang mati, agar hati Anda dapat diubahkan oleh kelahiran baru, karena “siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru” (II Korintus 5:17). “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” dari penghukuman dosa Anda.

II. Kedua, kita harus menekankan tentang kematian.

Allah telah memberitahukan kepada nenek moyang kita, Adam bahwa ia akan mati “pada hari” ia melakukan dosa manusia pertamanya (Kejadian 2:17). Ia telah mati “pada hari” ia berdosa. Gerakan-gerakan kematiannya mulai di dalam tubuhnya. Namun, yang lebih buruk dari itu, ia mati secara rohani pada hari itu juga. Ia langsung terpisah dari Allah, dan kematian memerintah atas jiwanya. Ia menjadi mati di hadapan Allah sama seperti para penyembah berhala. Ia “mati dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa” (Efesus 2:1). Ia “jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam [diaa] dan karena kedegilan hati[nya] mereka” (Efesus 4:18).

Dan jiwanya yang mati diturunkan kepada Anda. Ya, kami adalah tradusianis. Dr. Henry C. Thiessen berkata bahwa tradusianisme “beranggapan bahwa seluruh umat manusia telah diciptakan di dalam Adam, baik tubuh maupun jiwanya, dan bahwa keduanya itu diturunkan dari dia kepada kita semua keturunannya… ‘Dalam dosa aku dikandung ibuku’ (Mazmur 51:7), hanya dapat berarti bahwa Daud mewarisi jiwa yang berdosa dari ibunya [yang pada gilirannya mewarisi kematian, jiwa yang rusak dari Adam]” (Henry C. Thiessen, Ph.D., Introductory Lectures in Systematic Theology, Eerdmans, 1971 edition, hlm. 233-234). Bagaimana jiwa Anda yang mati dapat dihidupkan? Hanya oleh Tuhan Yesus Kristus! Allah membangkitkan Kristus dari antara orang mati untuk memberikan hidup kepada jiwa Anda yang mati, melalui kelahiran kembali, menjadi “hidup bagi Allah dalam Kristus Yesusd” (Roma 6:11). “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” dari kematian rohani – dan dari kematian jasmani pada hari kebangkitan.

III. Ketiga, kita harus menekankan tentang penghakiman dan Neraka.

“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27).

Anda akan mati secara jasmani. Sungguh aneh, banyak orang telah mengeluarkan kata kematian dari pikiran mereka. Mereka juga cenderung berpikir tidak akan ada penghakiman atas dosa setelah mereka mati. Dalam keadaan alami mereka yang telah rusak, orang-orang itu menipu diri mereka sendiri dengan berpikir tidak akan ada penghakiman yang akan datang, dan tidak ada Neraka yang sedang menunggu mereka. “Rasa takut kepada Allah tidak ada pada” hati orang yang belum bertobat (Roma 3:18). Namun ketika mereka mati mereka akan terkejut menemukan diri mereka sendiri dalam nyala api yang kekal.

“Orang-orang yang berdosa terkejut di Sion orang-orang murtad diliputi kegentaran. Mereka berkata: "Siapakah di antara kita yang dapat tinggal dalam api yang menghabiskan ini? Siapakah di antara kita yang dapat tinggal di perapian yang abadi ini?” (Yesaya 33:14).

Bagaimana Anda dapat lari dari Pengahakiman dan Neraka? Anda harus memberikan dosa-dosa Anda dibersihkan dari Kitab Penghakiman Allah (Wahyu 20:12). Anda tidak dapat melakukan itu sendiri. Hanya “darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” (I Yohanes 1:7). “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” dari pengukuman atas dosa-dosa Anda.

IV. Keempat, kita harus menekankan tentang Sorga.

Sebagaimana Neraka itu nyata untuk dihindari, demikian juga ada Sorga yang nyata untuk diperoleh. Rasul Petrus berkata tentang “suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu” (I Petrus 1:4).

Ketika saya studi di seminari Baptis Selatan yang liberal, saya sering mendengar para professor yang menolak Alkitab berkata, “Beberapa orang pikirannya begitu dipenuhi hal-hal sorgawi tidak melihat ada hal yang baik di dunia ini.” Namun saya tidak pernah menjumpai orang seperti itu. Pernahkah Anda? Tidak, lihatlah sekeliling – manusia dalam naturnya, keadaannya yang telah rusak “pikirannya begitu dipenuhi hal-hal duniawi sehingga ia tidak melihat ada yang baik tentang sorga.” Jika Anda pernah berjumpa dengan seseorang yang berpikir banyak tentang Sorga Anda akan mengetahui bahwa ia adalah orang suci. Pastor Richard Wurmbrand adalah orang seperti itu. Demikian juga dengan mantan pendeta saya Dr. Timothy Lin. Ia selalu memikirkan tentang Kerajaan yang akan datang.

Bagaimana seseorang memperoleh Sorga? Allah mengutus Yesus untuk melayani Anda dari dosa-dosa Anda, dan membawa Anda ke Sorga. Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” untuk selama-lamanya di Sorga!

V. Kelima, kita harus menekankan tentang Kristus dan Darah-Nya.

Spurgeon berkata, “Kita harus pergi kepada orang-orang berdosa ini dan kita harus berbicara kepada mereka tentang hal-hal utama seperti dosa, dan kematian, dan penghakiman, dan neraka, dan sorga, dan Kristus, dan darah-Nya. Ya, darah itu. Kita harus melakukan itu… Kita harus menekankan ini: kita harus memelihara hal-hal utama ini...” (Spurgeon, ibid.).

Saya membaca satu khotbah Spurgeon hampir setiap minggu. Menurut saya, ia telah melakukan apa yang ia sendiri nasehatkan! Minggu demi minggu ia berkhotbah tentang Kristus; tidak begitu banyak pengajaran terntang Kristus, atau tentang teladan Kristus, namun secara terus menerus berkhotbah tentang Yesus Kristus itu sendiri” (Efesus 2:10).

Orang berdosa, Anda harus memiliki Yesus Kristus itu Sendiri dan diselamatkan. Itu adalah Pribadi Kedua dari Trinitas Kudus. Itu adalah Yesus Kristus Sendiri yang diutus Allah turun dari Sorga ke dalam rahim Perawan Maria. Itu adalah Yesus Kristus Sendiri yang menghidupi kehidupan tanpa dosa di dunia ini. Itu adalah Yesus Kristus Sendiri yang menanggung dosa-dosa kita atas-Nya dan berpeluhkan bagai “titik-titik besar darah” di Getsemani (Lukas 22:44). Itu adalah Yesus Kristus Sendiri yang menanggung dosa-dosa kita “di dalam tubuh-Nya sendiri” di kayu Salib (I Petrus 2:24). Itu adalah Yesus Kristus Sendiri yang mencurahkan Darah-Nya yang mahal untuk menyucikan kita “dari segala dosa kita” (I Yohanes 1:7). Itu adalah Yesus Kristus Sendiri yang telah bangkit secara jasmani dari antara orang mati dalam tubuh dan tulang-Nya sendiri (Lukas 24:39). Itu adalah Yesus Kristus Sendiri yang “terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah” (Markus 16:19). Itu adalah Yesus Kristus Sendiri yang terus menerus berdoa bagi kita di Sorga, “sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara” kita (Ibrani 7:25). Dan itu adalah Yesus Kristus Sendiri yang “akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (I Tesalonika 4:16-17). Amin! Haleluya!

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Kisah Rasul 16:31).

Jangan percaya hal-hal tentang Dia. Itu tidak akan memberikan kebaikan bagi Anda. “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus…” (Kisah Rasuls 16:31). Kata Yunani “eis” – ini berarti “kepada.” Percayalah kepada Kristus. Hempaskanlah dirimua sendiri ke atas Dia. Kiranya Anda dipersatukan dengan Yesus Kristus Sendiri! Mari kita berdiri dan menyanyikan lagu nomer 7, “Not What These Hands Have Done.”

Bukan apa yang tangan ini telah lakukan
Yang dapat menyelamatkan jiwa berdosa ini;
Bukan apa yang daging ini telah kerjakan
Yang dapat membuat jiwaku utuh

Bukan apa yang aku rasakan atau lakukan
Yang dapat memberikanku damai dengan Allah
Bukan karena semua doa, ketaatan dan air mataku
Yang dapat menanggung beban beratku

Hanya oleh pekerjaan-Mu, Oh Kristus,
Yang dapat menghilangkan beban dosa ini;
Hanya oleh Darah-Mu, Oh Anak Domba Allah,
Yang dapat memberikan damai di dalamku
   (“Not What These Hands Have Done” by Horatius Bonar, 1808-1889).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here)
or you may write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015.
Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr Kreighton L. Chan: Kisah Rasul 16:22-31.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr Benjamin Kincaid Griffith:
“Oh, What a Fountain!” (by Dr. John R. Rice, 1895-1980).


GARIS BESAR KHOTBAH

MENEKANKAN HAL-HAL UTAMA

(HAMMERING AWAY AT COMMONPLACE THINGS)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan
selamat” (Kisah Rasul 16:31).

I.   Pertama, kita harus menekankan tentang dosa, Romans 5:12, 19;
Efesus 2:3; II Korintus 5:17.

II.   Kedua, kita harus menekankan tentang kematian, Genesis 2:17;
Efesus 2:1; Efesus 4:18; Mazmur 51:5; Roma 6:11.

III. Ketiga, kita harus menekankan tentang penghakiman dan Neraka, Ibrani
9:27; Roma 3:18; Yesaya 33:14; Wahyu 20:12; I Yohanes 1:7.

IV. Keempat, kita harus menekankan tentang Sorga, I Petrus 1:4;
Yohanes 14:6.

V.  Kelima, kita harus menekankan tentang Kristus dan Darah-Nya,
Efesus 2:20; Lukas 22:44; I Petrus 2:24; I Yohanes 1:7; Lukas
24:39; Markus 16:19; Ibrani 7:25; I Tesalonika 4:16-17.