Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




BAB IV
MENINGKATNYA PENYESATAN ZAMAN INI

(The Great Falling Away Today)

Oleh: Dr. R.L. Hymers, Jr., Th.D., Litt.D.
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto, Ph.D.

“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa.” (II Tesalonika 2:3)


Dalam bukunya The Vanishing Ministry Woodrow Kroll menekankan bahwa setiap tahunnya ada 3,500 sampai 4,000 gereja-gereja di USA tutup untuk selama-lamanya. Denominasi-denominasi arus utama kehilangan ribuan anggota gerejanya secara terus menerus. Dan George Barna menjelaskan bahwa, “banyak orang Kristen lahir baru meragukan iman.” (Baptist Bible Tribune, 15 April, 1996, hal. 28). Saya percaya ini adalah tanda-tanda bahwa kita sekarang hidup di hari-hari akhir.

Penyesatan pada saat ini tidak datang secara tiba-tiba. Ini telah dimulai dan terus bertumbuh dalam sepanjang sejarah yang akan menghantar kepada kesesatan gereja pada saat kesusahan besar.

Tenggelam dalam Kesesatan

Saya tegaskan bahwa kita sekarang, pada saat ini, hidup pada zaman kesesatan yang dikatakan dalam II Tesalonika 2:3. Kesesatan dimulai dengan pelayanan Charles G. Finney pada tahun 1820-an. Kesesatan ini bertumbuh terus dalam tujuh dekade ke dalam kondisi yang dahsyat seperti yang kita lihat pada gereja-gereja hari ini.

Saya membahas subyek ini panjang lebar dalam kedua buku saya yang berjudul “Preaching to a Daying Nation” dan “Today’s Apostasy: How “Decisionism” is Destroying Our Churches”. Anda dapat menelepon saya di (818)352-0452 untuk memesan buku-buku ini. Buku-buku tersebut harus dibaca oleh setiap orang yang mau memiliki pengetahuan subyek ini lebih konprehensif.

yang Dihasilkan oleh Kesesatan?

Pertama, kesesatan menghasilkan banyak orang Kristen KTP yang tidak benar-benar bertobat. Judul perikop II Timotius 3:1-7 pada Scofield Study Bible adalah “The Apostasy Predicted” (Nubuatan tentang Kesesatan).

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak mau mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah mengenal kebenaran.”

Orang-Orang yang Belum Lahir Baru ke dalam Gereja-Gereja

Kedua, kesesatan menghasilkan banyak orang yang belum diselamatkan di gereja-gereja yang tidak memegang doktrin yang benar. Itulah sebabnya mereka tidak akan mau mendengar khotbah-khotbah yang menentang dosa; mereka tidak mau mendengar khotbah-khotbah yang menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuhan dan mendidik orang dalam kebenaran:

“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpul-kan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” (II Tim. 4:2-4)

Alkitab berkata, “Beritakanlah firman... nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran” (II Timotius 4:2). Ayat berikutnya memberikan kepada kita peringatan nubuat ini, “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan-nya telinganya” (II Tim. 4:3).

Babilonia - “Gereja” Sesat Besar di Akhir Zaman

Ketiga, kesesatan mempersiapkan jalan bagi Misteri Babilonia - pelacur besar - yaitu “gereja” palsu atau sesat yang besar di akhir zaman.

“Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: BABEL BESAR, IBU DARI WANITA-WANITA PELACUR DAN DARI KEKEJIAN BUMI.” (Wahyu 17:5)

“Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci.” (Wahyu 18:2)

Catatan Scofield dalam Wahyu 18:2 menjelaskan, “Babel adalah pengulangan yang digunakan oleh para nabi dalam pengertian simbolik… Ada dua Babel di bedakan dalam Kitab Wahyu: [pertama] Babel untuk menggambarkan gereja, yaitu kesesatan dalam kekristenan… Babel dalam pengertian gereja adalah “pelacur besar” (Wahyu 17:1).” Saya tegaskan bahwa formasi kesesatan kekristenan ini sudah mulai sekarang. Wahyu 18:2 mengatakan bahwa gereja-gereja palsu ini “menjadi habitat iblis, dan berdiamnya roh-roh najis.” Ini adalah gambaran di sejumlah gereja arus utama, entah itu Injili, Karismatik dan bahkan gereja-gereja Konservatif zaman ini, sejak begitu banyak anggota jemaat yang belum sungguh-sungguh diselamatkan ada di dalam gereja.

Keempat, ajaran sesat menciptakan kekristenan palsu yang membuat susah orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh sudah diselamatkan:

“Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan kerena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Dan Injil kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya. (Matius 24:9-12).

Kelima, kesesatan menghasilkan orang-orang Kristen KTP yang hanya tertarik pada hal-hal materi:

“Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” (Matius 24:37-39).

Saya tidak tahu seberapa banyak jumlah orang-orang Kristen yang benar-benar sudah lahir baru, tetapi kelihatannya jumlahnya sangat sedikit:

“Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan kepada kita sedikit yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora.” (Yesaya 1:9).

Yesus berkata:

“Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak kedatangan Anak Manusia.” (Matius 24:37).

Ada Penyesatan?

Seperti pada zaman Nuh, banyak orang zaman ini yang memanggil nama Tuhan tanpa pertobatan yang sungguh-sungguh. Dalam Kejadian 4:26 kita melihat:

“Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN. (Kejadian 4:26).

Tetapi walaupun mereka memanggil nama TUHAN, mereka tidak sungguh-sungguh diselamatkan:

“Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” (Kejadian 6:3)

“Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala mahkluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.” (Kejadian 6:11-13)

Seberapa banyak jumlah orang yang benar-benar masuk ke dalam bahtera dan diselamatkan? Hanya delapan orang (II Petrus 2:5a) dan selebihnya “orang-orang fasik” masuk neraka (II Petrus 2:5b). Mereka mengalami penghukuman kekal walaupun mereka memanggil nama TUHAN (Kejadian 4:26). Tidak ada gunanya jika orang berdoa atau “percaya” tanpa masuk Bahtera, yang menggambarkan Kristus. Pada zaman ini banyak “doa orang berdosa”, percaya pada doktrin yang benar tanpa masuk ke dalam bahtera! Mereka telah mengalami “decisionism” daripada “conversion”.

Berikut ini definisi dari dua terminologi di atas, yaitu “decisionism” dan “ conversion”.

Decisionism adalah kepercayaan bahwa orang yang diselamatkan dengan cara maju ke depan, angkat tangan, berdoa menerima Yesus Kristus, memegang doktrin yang benar, membuat komitmen menjadikan Yesus Tuhan, atau beberapa tindakan eksternal atau manusia lainnya, yang disejajarkan, menjadi bukti dari pertobatan batiniah; ini juga percaya bahwa seseorang diselamatkan dengan cara menunjukkan pengambilan keputusan secara eksternal; percaya bahwa tindakan demikian menunjukkan bahwa ia sudah diselamatkan.

Conversion adalah hasil dari pekerjaan Roh Kudus yang telah menarik orang berdosa kepada Yesus Kristus untuk dibenarkan dan dilahirbarukan, dan mengubah posisi orang berdosa di hadapan Allah dari orang terhilang menjadi orang yang telah diselamatkan, impartasi kehidupan illahi untuk jiwa yang telah rusak, yang selanjutnya menghasilkan kehidupan baru dari pertobatan. Sisi obyektif keselamatan adalah pembenaran. Sisi subyek-tif keselamatan adalah kelahiran baru. Hasilnya adalah pertobatan.

Conversion telah digantikan dengan “decisionisme” melalui pelayanan dan tulisan-tulisan Charles G. Finney. Yang mana pandangan-pandangannya telah ditelan mentah-mentah oleh gereja-gereja evangelikal di Amerika, dan kemudian, di abad dua puluh satu ini merembes kebanyak gereja di kepulauan Inggris.

Bukan Penyebab Kesesatan

Decisionisme Finney pertama meruntuhkan Congregationalis, selanjutnya Methodist, Preby-terian dan berbagai kelompok Baptis. Liberalisme tidak menghasilkan penyesatan dalam gereja-gereja ini - decisionisme-lah yang telah menyebabkannya. Barulah Decesionisme menghasilkan liberalisme. Setiap professor liberal dari salah satu seminari yang pernah menjadi tempat saya belajar teologi mengajarkan supaya mereka mengambil keputusan atau decision. Namun decisions ini tidak mempertobatkan mereka - sehingga mereka masuk ke dalam liberalisme pada saat belajar di sana. Decisionisme menghasilkan liberalisme karena orang yang belum sungguh-sungguh bertobat, walaupun ia telah membuat keputusan menerima Kristus, secara sederhana mereka tidak dapat memahami berita rohani dari Alkitab (band. 1 Korintus 2:14). Yesus suatu kali berkata kepada seorang pengajar Alkitab yang terkenal, “Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: kamu harus dilahirkan kembali.” (Yohanes 3:7).

Tidak peduli siapa anda, apa yang telah anda pelajari, berapa banyak anda membuat “decisions” atau “redecisions”, atau berapa banyak anda mencoba untuk menjadikan Kristus sebagai Tuhanmu, engkau tetap harus mengalami pertobatan atau anda akan pergi ke Neraka (Matius 18:3).

Pastikan bahwa anda bukan orang yang terhilang ketika hari pengangkatan tiba. Jangan berlambat-lambat masuk ke dalam Bahtera, seperti orang-orang pada zaman Nuh.

Pada saat-saat seperti ini, engkau perlu Juruselamat,
Pada saat-saat seperti ini, engkau perlu sauh
Pastikan, pastikanlah
Sauhmu tersangkut pada Batu Karang yang teguh

Batu Karang itu ialah Yesus, ya, Dialah Orangnya
Batu Karang itu ialah Yesus, Dialah satu-satunya
Pastikan, pastikanlah,
Sauhmu tersangkut pada Batu Karang yang teguh
   (“In Times Like These” by Ruth Caye Jones, 1944)


Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.rlhymersjr.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com