Print Sermon

Tujuan dari situs ini adalah untuk menyediakan manuskrip dan video khotbah gratis kepada para pendeta dan misionaris di seluruh dunia, terutama Dunia Ketiga, di mana hanya ada sedikit sekolah seminari teologi atau sekolah Alkitab.

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 43 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net. .



Pujian Sebelum Khotbah: “Higher Ground”
                (oleh Johnson Oatman, Jr., 1856-1926).


AKANKAH VIRUS CORONA MENGHENTIKAN KITA?

SHALL THE CORONAVIRUS STOP US?
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.,
Pendeta Emeritus

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Sore, 10 Mei 2020
A sermon preached at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Lord’s Day Afternoon, May 10, 2020


Mari membuka Lukas 21:8-11.

“Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera. Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit” (Lukas 21:8-11).

Selanjutnya bukalah Matius 24:4-8.

“Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru” (Matius 24:4-8).

Saya ingin Anda memperhatikan satu kata dalam perikop tersebut - “penyakit sampar.” Kemudian perhatikan Matius 24: 8, “Semuanya itu barulah permulaan penderitaan.”

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

SEKARANG KHOTBAH-KHOTBAH KAMI DAPAT DIAKSES DENGAN TELEPON SELULER ANDA.
KUNJUNGI WWW.SERMONSFORTHEWORLD.COM.
KLIK TOMBOL WARNA HIJAU DENGAN KATA “APPLIKASI”.
IKUTI INSTRUKSI SELANJUTNYA

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Sekarang kata “penyakit sampar” itu penting, itu adalah loimoi (jamak) dalam bahasa Yunani. Unger's Bible Commentary mengatakan bahwa kata itu “diterapkan untuk... suatu wabah.” Yesus menubuatkan wabah AIDS. Kata itu juga berbicara tentang pandemi virus corona. Perhatikan apa yang dikatakan Kristus tentang penyakit sampar ini, dalam ayat 8, “Semuanya itu barulah permulaan penderitaan.” Kata Yunaninya berarti “awal dari sakit bersalin” (MacArthur).

Berbicara tentang zaman kita, J. N. Darby berkata, “Akan ada gereja palsu: Akan ada kelaparan, penyakit sampar, gempa bumi.” Vine's Expository Dictionary mendefinisikan wabah penyakit sampar sebagai “penyakit menular yang paling mematikan, yang digunakan dalam bentuk jamak dalam Lukas 21:11.”

Sekarang pertimbangkan bagaimana orang akan “menjalankan gereja” setelah wabah penyakit Covid. Sebuah laporan di onenewsnow.com (24 April 2020) berjudul, “How will people ‘do church’ after the Covid crisis?” [“Bagaimana orang ‘menjalankan gereja’ setelah krisis Covid?”] Dikatakan bahwa banyak orang “menghadiri kebaktian online.” Dikatakan bahwa “kehidupan gereja setelah pandemi bisa terlihat sangat berbeda dari sebelumnya.” “42% mengatakan bahwa persembahan lebih buruk daripada sebelum pandemi.” “Suatu tingkat kecemasan ditemukan di antara para pemimpin gereja yang takut dengan apa yang akan mereka hadapi begitu pembatasan berskala besar (lockdown) selesai.” “Dengan sebagian besar pengunjung gereja menghadiri gereja besar, ada tingkat kekhawatiran di antara para pemimpin gereja di seluruh Amerika.” “Sebagai ilmuwan tentang perilaku, kami percaya skenario ‘menggantikan’ adalah skenario yang paling mungkin - dan itu menjadi perhatian banyak pendeta.” “Budaya telah mengajarkan orang untuk mengharapkan sesuatu ... tersedia sesuai permintaan.”

Setelah menghabiskan 62 tahun terakhir dalam pelayanan, saya percaya bahwa ketakutan ini beralasan. Saya pikir ini bisa menjadi bagian dari nubuatan akhir zaman yang dibicarakan dalam II Tesalonika 2: 3, “Janganlah ada orang yang menyesatkan kamu dengan cara apa pun: karena hari itu tidak akan datang kecuali kemurtadan datang lebih dulu” (Hē apostasia” - kemurtadan). Dr. Merrill F. Unger berkata, “Sebagian kemurtadan memberi jalan untuk sepenuhnya bagi kemurtadan sempurna - pengabaian iman oleh banyak orang Kristen” (Biblical Demonology, hlm. 207). Bisakah kita menjadi orang Kristen sejati jika kita gagal menaati ayat Alkitab yang penting ini?

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” (Ibrani 10:25).

Dr. W. A. Criswell mengatakan tentang ayat ini, “Penulis Ibrani menegaskan bahwa praktik berkumpul bersama harus meningkat... ketika hari Kristus mendekat... pentingnya gereja lokal, dan kebutuhan mendesak setiap orang Kristen untuk setia. kepada komunitas orang-orang kudus setempat” (The Criswell Study Bible; catatan untuk Ibrani 10:25).

Saya percaya kata-kata ini memiliki makna yang lebih besar hari ini, karena kita melihat kedatangan Kristus yang kedua mendekat. Injili baru tidak mematuhi ayat ini. Itu akan semakin ditolak ketika kita makin mendekat menuju Kesengsaraan Besar. Setan tahu dia harus memisahkan orang-orang Kristen sejati dari gereja-gereja lokal mereka untuk lebih melemahkan mereka, sehingga akhirnya mereka akan tunduk kepada Antikristus.

Saya sangat sedih karena orang-orang seperti David Jeremiah tidak lebih menekankan kehadiran di gereja lokal mereka. Dr. Jeremiah gagal memberi tahu para pendengarnya bagaimana bersiap untuk Kesengsaraan Besar.

Sekarang bukalah Matius 24: 6-8.

“Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru” (Matius 24:6, 7, 8).

“Tetapi itu belum kesudahannya” (24:6).

“Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru” (Matius 24:7, 8).

“Semuanya itu barulah permulaan penderitaan” (24:8).

Sekarang saya setuju dengan Dr. J. Vernon McGee bahwa pasal 24: 9 adalah awal dari Kesusahan Besar. A. W. Tozer berkata,

“Tentunya hari-hari itu adalah jahat dan zaman sudah semakin larut (bertumbuh), tetapi orang Kristen sejati tidak terperangkap tanpa disadari. Dia telah diperingatkan tentang saat-saat seperti ini dan telah menantikannya” (“Of God and Men,” hal. 131).

Mari kita berdiri sementara saya membaca Matius 24:7-14, hal. 1033.

“Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya” (Matius 24:7-14).

Sekarang saya harus memberi tahu Anda bahwa saya tidak lagi percaya pada pengangkatan sebelum kesusahan besar (pretribulation rapture). Saya menjadi percaya bahwa pengangkatan itu terjadi sebelum murka Allah dicurahkan. Jadi, secara umum, saya percaya pada Pengangkatan gereja pra-murka, seperti yang Marvin Rosenthal bicarakan dalam bukunya The Pre-Wrath Rapture of the Church (Thomas Nelson Publications, 1990). Tolong jangan menghakimi buku Rosenthal sebelum Anda membacanya terlebih dahulu.

Marvin J. Rosenthal, seperti saya, adalah orang yang pernah sangat percaya pada pengangkatan gereja sebelum masa Tribulasi. Tn. Rosenthal mengajarkan, dalam bukunya, bahwa pengangkatan tidak akan datang sampai sebelum Cawab Penghakiman dari Wahyu 16. Jadi, saya percaya pada pengangkatan, tetapi saya tidak percaya itu akan terjadi sebelum tepat sebelum Cawan Penghakiman dalam Wahyu 16. Ini bukan bidat, tetapi persis seperti yang diprediksi Alkitab. Penginjil besar Cina, John Sung, meyakini hal ini. Dr. Timothy Lin, mentor dan pendeta saya selama 24 tahun. Christopher L. Cagan juga percaya ini.

Apakah Rosenthal benar? Saya pikir dia sangat dekat untuk menjadi benar. Sebelum Anda menolak Rosenthal, Anda harus membaca dan mempelajari bab keenam belas dari bukunya, “The Coming and the End.”

Tujuan saya dalam khotbah ini adalah untuk menunjukkan bahwa jika kita “orang Kristen” tidak dapat berdiri di bawah pandemi “penyakit sampar” pada hari-hari sebelum Kesengsaraan Besar, bagaimana mereka dapat berdiri selama Kesengsaraan Besar itu sendiri?

“Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat” (Matius 24:21, 22).

Ayat-ayat ini menunjukkan “Kesengsaraan Besar.” J. Vernon McGee berkata, “Kita membaca dalam Kitab Wahyu bahwa selama Masa Kesusahan Besar sepertiga dari populasi bumi akan dibinasakan… selama periode itu akan dibinasakan. Ada saat ketika ini tampaknya berlebihan. Namun, sekarang beberapa negara di dunia memiliki bom atom, yang dapat membinasakan populasi dunia, tampaknya tidak lagi dibesar-besarkan” (Thru the Bible; catatan untuk Matius 24:22).

Yesus berkata, “Ketika kamu melihat pembinasa keji, yang dibicarakan oleh nabi Daniel, berdirilah di tempat suci, (siapa yang membaca, biarkan dia mengerti:)” (Matius 24:15). McGee berkata, “Tuhan kita tidak diragukan lagi merujuk pada... gambar Antikristus (lihat Daniel 12:11) yang akan membangun kembali Bait Suci.”

“Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat” (Matius 24:21, 22).

Dr. McGee berkata, “Tuhan tidak akan membiarkan manusia melakukan bunuh diri. Itulah alasan bahwa ini akan menjadi periode yang singkat” (McGee, ibid., Catatan untuk Matius 24:22). Perhatikan juga bahwa orang-orang Kristen “pilihan” akan tetap ada di sini, seperti yang dikatakan Marvin J. Rosenthal dalam bukunya, The Pre-Wrath Rapture of the Church.

Sekarang mari membuka II Tesalonika 2:3.

“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa” (II Tesalonika 2:3).

“Haruslah datang dahulu murtad” (terjemahan modern).

Pada zaman kemurtadan ini banyak pengkhotbah, seperti Kreighton dan Waldrip, melupakan peringatan yang diberikan dalam I Timotius 4: 1, 2. Mari kita beralih ke I Timotius 4: 1, 2.

“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka” (I Timothy 4:1,2).

Karena mereka melupakan semua tentang nubuat ini, mereka “mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.” Itulah sebabnya orang-orang seperti memecah belah gereja. Mengapa? Karena mereka secara membabi buta “mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan,” itulah sebabnya!

Berikut adalah beberapa karakteristik “pemimpin” yang memecah belah gereja. Ini diberikan oleh Dr. Roy Branson, dalam bukunya, Church Split (hal. 29-31).


1. Mereka orang-orang egois. Mereka tidak mau mengakui siapa pun, bahkan pendeta, yang mungkin lebih bijaksana daripada mereka.

2. Mereka mementingkan diri sendiri. Mereka menginginkan cara mereka sendiri, tidak peduli siapa atau apa ada pihak yang menderita sebagai akibatnya.

3. Mereka tidak akan mengakuinya ketika mereka salah. Tanda lain dari seorang egois.

4. Mereka haus akan pengakuan dan kemuliaan pribadi.

5. Mereka tidak patuh. Tidak ada pengajaran Alkitab yang lebih jelas dari otoritas pendeta dan peringatan untuk menaati dan mengikutinya. Mereka mengatakan bahwa mereka setia kepada Kristus. Mereka mengatakan bahwa pendeta adalah tiran yang kejam.

6. Mereka menipu. Mereka pura-pura peduli pada gereja. Tetapi mereka benar-benar peduli dengan dominasi dan posisi mereka sendiri.

7. Mereka menyalahgunakan kata-kata, “Saya suka pendeta, tapi...” Kemudian mereka menyerang pendeta.

8. Mereka salah mengutip pendeta, atau menerapkan motif yang salah pada kata-katanya.

9. Mereka menerapkan motif yang salah pada segala hal yang dilakukan pendeta.

10. Mereka tidak akan menerima pengajaran. Mereka ”mengabaikan” apa yang dikatakan Alkitab.

11. Mereka berusaha membuat orang lain melakukan keluhan terhadap pendeta. Dengan demikian, mereka merekrut sekutu untuk perpecahan gereja yang akan datang.


Semua karakteristik ini muncul selama perpecahan yang disebabkan oleh Kreighton/Waldrip.

Saya tidak bisa lagi berdiri ketika saya berkhotbah. Kreighton yang berani ini. Dia adalah orang yang agak pemalu, tetapi dia marah kepada saya karena tidak membiarkan dia menjadi pengkhotbah utama. Dia berulang kali mengatakan bahwa dia tidak kesal. Dia bahkan menulis kepada Dr. Cagan bahwa dia tidak perlu berkhotbah untuk “untuk menjadi puas.” Saya tidak membiarkan dia berkhotbah karena dia tidak memiliki karunia untuk melakukannya. Dia mengatakan bahwa dia setuju dengan saya. Tapi dia berbohong ketika mengatakan itu. Seperti banyak pria muda seusianya, dia memiliki hubungan yang buruk dengan ayahnya sendiri. Jadi, ketika saya sakit, dia melakukan pemberontakan terhadap ayahnya pada saya. Tapi dia melakukan ini secara diam-diam. Alih-alih berbicara dengan saya, ia mulai mengadakan pertemuan rahasia dengan pengkhotbah lain, John Waldrip. Pertemuannya dengan Waldrip tidak saya ketahui. Waldrip menjadi sekutunya dalam pertemuan “rahasia” ini.

Kemudian Kreighton mulai memberi tahu orang lain di gereja bahwa dia tidak setuju dengan saya. Tapi dia tidak pernah sekalipun memberitahu saya tentang ketidaksetujuannya. Pada saat saya mengetahui tentang pemberontakan Kreighton sudah terlambat. Dia mengambil dua pertiga dari kaum muda kita dan memulai “gerejanya” sendiri bersama mereka. Kami hanya memiliki sekitar 35 orang yang setia.

Pada saat perpecahan, saya hampir berusia 80 tahun, dan saya sedang sakit. Setelah melalui hal-hal seperti ini sebelumnya, saya tahu bahwa Tuhan akan tetap bersama saya, jadi saya tidak terlalu khawatir tentang itu.

Salah satu diakon berusaha menyerang saya. Diakon lain menaruh foto-foto porno dirinya dan seorang wanita di situs webnya. Seorang pemimpin lain mengatakan saya fanatik terhadap orang-orang kulit hitam di gereja kami. Pemimpin lain mengeluh bahwa saya menghentikan khotbah di jalan karena serangan oleh orang-orang LGBTQS, yang bagaimanapun juga tidak ada yang bantu sama sekali.

Ketika semua hal ini terjadi, saya mengundurkan diri sebagai pendeta dan Dr. Cagan diangkat sebagai pendeta. Putranya sendiri, yang saya siapkan untuk menjadi pendeta berikutnya, pergi, meskipun saya menganggapnya sebagai teman dekat.

Dan kemudian virus corona! Jadi kami pindah dari gedung gereja lama dan memulai pertemuan di rumah-rumah, bersama saya, sebagai Pastor Emeritus, memberikan khotbah setiap hari Minggu di TV di rumah-rumah.

Kami telah membeli gedung gereja baru di pinggiran Los Angeles. Saya akan membimbing seorang pemuda Tionghoa untuk mengambil alih ketika saya tidak bisa lagi berkotbah.

Saya telah dikritik karena berkhotbah tentang iblis dan perpecahan gereja, tetapi saya memiliki banyak pendengar di “dunia ketiga” yang membaca khotbah saya dalam 43 bahasa di seluruh dunia ketiga. Karena perpecahan gereja sekarang terjadi di “dunia ketiga” dan juga di Amerika, saya merasa bahwa khotbah-khotbah ini akan menjadi bantuan bagi mereka juga bagi kita. Saya merasa bahwa Tuhan ingin saya berbicara mengenai hal ini ketika kami memulai sebuah gereja Tionghoa baru.

Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan memanggil saya untuk menjadi misionaris bagi orang-orang Tionghoa ketika saya berusia 19 tahun. Lebih dari 60 tahun kemudian saya masih melakukan apa yang Tuhan panggil saya lakukan bertahun-tahun yang lalu. Saya masih seorang misionaris karena anugerah Allah. Dahulu kala saya menyerah untuk menjadi yang lain! Ini adalah sebuah puisi kecil yang dikutip dari Jurnal John Wesley,

Kemegahan kecil, sedikit goyangan,
Sinar matahari di hari musim dingin,
Apakah semua yang hebat dan perkasa miliki
Antara buaian dan kuburan!

Saya telah memulai beberapa gereja “dari nol” selama 62 tahun berkhotbah. Saya yakin bahwa Tuhan akan membantu Dr. Cagan dan saya untuk memulai lagi.

Itu tidak akan mudah. Kami, atas karunia Tuhan, akan memulai gereja baru ini di tengah-tengah Antinomianisme injili baru di hari-hari terakhir. Anda harus menjadi fundamentalis yang tangguh. Ini akan mengharuskan Anda untuk menjadi sangat tangguh sehingga hal kecil seperti virus corona tidak akan menghentikan Anda dari menjadi yang terbaik bagi Yesus Kristus, seperti Dr. Timothy Lin dan Pastor Richard Wurmbrand. Ingat, “kita harus melalui banyak kesusahan untuk masuk ke dalam kerajaan Allah” (Kisah Para Rasul 14:22).

Kutempuh jalan meninggi, Makin dekat tempat suci; Kunaikkan doa tiap waktu: "Tuhan, tetapkan jiwaku!"
Tuhan, angkatlah jiwaku, Lebih dekat kepadaMu; Tegakkan hidupku kini, Di tempat yang lebih tinggi.

Meski dunia bergemar, Di lembah ragu dan gentar; Namun tujuan hidupku, Ke tempat yang tinggi itu.
Tuhan, angkatlah jiwaku, Lebih dekat kepadaMu; Tegakkan hidupku kini, Di tempat yang lebih tinggi.

Akan kutinggalkan dosa, Serta usaha yang hampa; Dengan penuh percayaku, Tempat yang tinggi kutuju.
Tuhan, angkatlah jiwaku, Lebih dekat kepadaMu; Tegakkan hidupku kini, Di tempat yang lebih tinggi.

Menuju puncak tertinggi, Kupandang cah'ya berseri; Tuhan, pimpinlah jiwaku, Ke tempat yang tinggi itu.
Tuhan, angkatlah jiwaku, Lebih dekat kepadaMu; Tegakkan hidupku kini, Di tempat yang lebih tinggi.
(“Higher Ground” by Johnson Oatman, Jr., 1856-1926, Nyanyian Pujian No. 212).


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.