Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




ALKITAB DAN PARA PENGKHIANAT JEMAAT LOKAL

THE BIBLE AND TRAITORS TO A LOCAL CHURCH
(Indonesian)

Khotbah ini ditulis oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
dan dikhotbahkan oleh Rev. John Samuel Cagan
di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 4 November 2018
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto
A sermon written by Dr. R. L. Hymers, Jr.
and preached by Rev. John Samuel Cagan
at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Lord’s Day Morning, November 4, 2018

“Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita” (I Yohanes 2:19).


Albert Camus dan Jean-Paul Sartre adalah dua filsuf yang mempopulerkan eksistensialisme. Filosofi mereka mendasari pemikiran kebanyakan orang hari ini, meskipun mereka mungkin tidak menyadarinya. Dr. R. C. Sproul mengatakan, “Kita menemukan pengaruh eksistensialisme hampir setiap hari dalam kehidupan kita dan di hampir setiap lingkup budaya kita... kita hidup di bawah pengaruhnya setiap hari” (Dr. R. C. Sproul, Lifeviews, Fleming H. Revell, 1986, hal. 49).

Tema dasar eksistensialisme Camus dan Sartre menekankan “kesepian mendasar manusia dalam dunia yang tanpa Tuhan” (Dr. John Blanchard, Does God Believe in Atheists?, Evangelical Press, 2000, hal. 138).

Apakah R. C. Sproul benar ketika dia mengatakan bahwa kita hidup “di bawah pengaruh” filsafat ini “setiap hari”? Ya, saya pikir begitu. Itulah sebabnya tema kesepian memiliki daya tarik yang mendalam, terutama bagi orang-orang muda. Tanpa menyadari dari mana filosofi itu berasal, atau siapa yang mengatakannya, Anda masih merasakannya - “kesepian mendasar manusia dalam dunia yang tanpa Tuhan.” Frasa itu memiliki kebenaran untuk itu. Setiap orang muda telah merasakannya - “kesepian mendasar manusia dalam dunia yang tanpa Tuhan.”

Dan Anda bisa merasa kesepian di ruangan yang penuh sesak. Anda bisa berada di tengah-tengah keramaian, atau di mall yang ramai, namun masih merasa kesepian. Seorang remaja memberi tahu pendeta kami, Dr. Hymers, “Saya sangat kesepian, saya tidak tahu harus berbuat apa.” Beberapa minggu kemudian dia bunuh diri. Dan kebanyakan anak muda benar-benar tersiksa oleh perasaan kesepian saat ini. Ini adalah produk dari eksistensialisme yang telah meresap ke dalam “setiap bidang budaya kita.”

Kesepian adalah masalahnya, tapi apakah penawarnya? Apa obatnya? Obatnya adalah mengenal Yesus Kristus secara pribadi - dan menjadi bagian dari keluarga Allah di gereja lokal. Kami memberikan jawaban terhadap kengerian eksistensialisme ketika kami berkata, “Mengapa membiarkan diri kesepian? Pulanglah - ke gereja! Mengapa membiarkan diri terhilang? Pulanglah - kepada Yesus Kristus, Anak Allah! ”Kami menjawab Camus, dan Sartre, dan eksistensialisme secara umum ketika kami mengatakan itu! Kami menjawab kesenpian yang menyakitkan, kesendirian, dan terisolasi dari dunia modern ketika kami mengatakan itu! Teriakkan! Bisikkan itu! Katakan kepada semua orang! Mengapa membiarkan diri kesepian? Pulanglah - ke gereja! Mengapa membiarkan diri terhilang? Pulanglah - kepada Yesus Kristus, Anak Allah!

Tetapi ada beberapa orang yang menginginkan yang satu, namun tanpa menginginkan yang lain. Mereka menginginkan persahabatan di gereja local, namun tanpa menginginkan pertobatan kepada Yesus Kristus. Tetapi pada akhirnya itu tidak akan berhasil. Mereka harus memiliki keduanya. Begitulah Kekristenan – membangun persahabatan di gereja dan mengalami pertobatan di dalam Kristus harus berjalan seiring bersama. Anda tidak dapat memiliki yang satu tanpa memiliki yang lain!

Inilah yang terjadi jika Anda mencoba untuk memiliki persekutuan, namun tanpa menginginkan pertobatan. Pada akhirnya persekutuan itu akan hancur. Cepat atau lambat itu tidak akan berfungsi lagi. Itulah yang dibicarakan oleh teks kita.

“Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita” (I Yohanes 2:19).

Dr. W. A. Criswell berkata, “Beberapa orang telah pergi dari gereja… Kepergian mereka sebenarnya untuk menunjukkan bahwa iman yang menyelamatkan itu tidak ada, dan karenanya, persekutuan yang nyata juga tidak ada” (The Criswell Study Bible, catatan pada I Yohanes 2:19). Berikut adalah terjemahan modern dari I Yohanes 2:19

“Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita” (I Yohanes 2:19).

Mari kita pikirkan teks ini lebih mendalam.

I. Pertama, apa yang mereka lakukan.

Dr. Criswell berkata, “Beberapa orang telah pergi dari gereja.” Mereka pasti datang ke gereja karena mereka hanya ingin menikmati persekutuan. Gereja-gereja mula-mula adalah tempat membangun persaudaraan yang mendalam dalam masyarakat atau dunia Romawi yang begitu dingin dan dan tidak memiliki hati. Orang-orang menyukai kehangatan dan persahabatan yang mereka temukan di gereja,

“Sambil memuji Allah… mereka disukai semua orang” (Kisah Rasul 2:47).

Tetapi mereka segera menemukan bahwa kehidupan Kristen tidak selalu mudah. Beberapa dari mereka kemudian pergi ketika mereka tidak tahan dengan kehidupan Kristen. Rasul berkata,

“Karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. Hanya Lukas yang tinggal dengan aku ” (II Timotius 4:10-11).

Demas, Kreskes, dan Titus pergi ketika masalah datang.

Apakah itu terjadi hari ini? Ya, benar. Orang-orang datang ke gereja untuk sementara waktu. Mereka menikmati persahabatan yang mereka buat di gereja. Semuanya terasa menyenangkan. Tetapi kemudian sesuatu yang lain muncul. Saya mendengar tentang satu orang yang pergi ke Las Vegas pada hari Minggu pagi. Orang itu pernah suka datang ke gereja, tetapi Las Vegas terdengar lebih menyenangkan! Yang lain menemukan bahwa banyak pesta memberi isyarat kepada mereka selama Natal dan Tahun Baru. Mereka tergoda oleh pesta dan perayaan dunia - sehingga mereka meninggalkan gereja. “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita” (I Yohanes 2:19).

II. Kedua, mengapa mereka melakukannya.

Ayat kita mengatakan, “mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita” (I Yohanes 2: 9). Mengomentari I Yohanes 2:19, Dr. J. Vernon McGee berkata

Cara Anda dapat menjelaskan anak Allah yang sejati adalah bahwa pada akhirnya seseorang akan menunjukkan warna aslinya dan meninggalkan persekutuan dengan Allah jika ia bukan anak Allah. Dia akan menarik diri dari orang-orang Kristen, persekutuan orang percaya, dan dia akan pergi... kembali ke dunia... Ada banyak orang yang menjadikan orang Kristen KTP, tetapi mereka bukan benar-benar orang Kristen (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, volume V, hal. 777).

Saya akan memberikan kata-kata Albert Barnes tanpa komentar, dalam tafsiran Alkitab klasiknya,

Jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. Jika mereka adalah orang Kristen yang tulus dan sejati. Niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita... Jika mereka adalah orang Kristen sejati, mereka tidak akan pernah meninggalkan gereja. Dia membuat pernyataan begitu umum sehingga dapat dianggap sebagai kebenaran universal, bahwa Jika mereka sungguh-sungguh ‘termasuk pada kita’, yaitu, jika mereka adalah orang Kristen sejati, mereka akan terus berada di gereja, atau tidak akan pernah murtad. Pernyataan tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga mengajarkan bahwa jika ada yang murtad dari gereja, faktanya adalah bukti penuh bahwa mereka tidak pernah memiliki iman, karena jika mereka memilikinya, mereka akan tetap teguh di gereja (Albert Barnes, Notes on the New Testament, Baker Book House, 1983 edisi cetak ulang tahun 1884-85, tafsiran untuk I Yohanes 2:19).

Yesus berkata,

“Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad” (Lukas 8:13).

III. Ketiga, bagaimana cara memperbaikinya.

“Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita” (I Yohanes 2:19).

Matthew Henry berkata,

Secara batiniah mereka tidak sama seperti kita; Tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; mereka tidak mentaati kebenaran yang disampaikan kepada mereka dengan hati mereka; mereka bukan berasal dari persatuan kita dengan Kristus sebagai kepala (Matthew Henry’s Commentary on the Whole Bible, Hendrickson, 1996 reprint, volume 6, hal. 863).

Mereka tidak bergabung dengan Kristus. Mereka bukan sungguh-sungguh “termasuk pada kita.” Dr. McGee berkata tentang ayat ini,

Yohanes membuat pernyataan yang sangat mendalam dan serius di sini, dan dia membuat pernyataan ini untuk kita hari ini. Tuhan Yesus berkata kepada seorang pria yang sangat religius, Nikodemus, bahwa ia harus dilahirkan kembali. Dia berkata kepadanya ... “sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3: 3). Yohanes berkata di sini, “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita.” Mereka tampak seolah-olah mereka adalah anak-anak Allah yang sejati, tetapi mereka sebenarnya bukan anak Allah (J. Vernon McGee., ibid.).

Anda harus dilahirkan kembali untuk menjadi termasuk pada “kita,” seperti yang ditunjukkan oleh Dr. McGee. Anda harus bergabung dengan Kristus. Ini terjadi ketika Anda benar-benar dilahirkan kembali. Yesus berkata,

“Kamu harus dilahirkan kembali” (Yohanes 3:7).

Obat untuk kemurtadan adalah kelahiran baru! Ini terjadi ketika Anda mengakui dosa-dosa Anda dan datang kepada Kristus. Ketika Anda datang kepada-Nya, Dia akan menerima Anda dan membasuh dosa Anda dengan Darah-Nya. Anda dapat mengandalkannya, karena Dia berkata,

“Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yohanes 6:37).

Ketika Anda datang kepada Kristus, dan bergabung dengan-Nya, Anda menerima kelahiran baru. Dosa Anda dihapuskan, dan Anda menjadi anak Allah. Hanya ketika Anda dilahirkan kembali yang dapat membuat Anda benar-benar menjadi anggota gereja lokal yang hidup. Eksistensialisme dihapuskan ketika Anda datang kepada Kristus dan dilahirkan kembali. “Kesepian mendasar manusia dalam dunia yang tanpa Tuhan” diatasi dan disembuhkan ketika Anda bertemu dengan Kristus yang telah bangkit, dan menjadi bagian yang hidup dari gereja lokal sebagai hasilnya. Yesus berkata,

“Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yohanes 6:37).

Mengapa membiarkan diri terhilang? Pulanglah - kepada Yesus Kristus, Anak Allah!

Charles Spurgeon memberikan sebuah khotbah berjudul “Kehidupan yang Dibuktikan oleh Kasih” (“Life Proved by Love”). Khotbah tersebut didasarkan pada I Yohanes 3:14,

“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita” (I Yohanes 3:14).

Spurgeon berkata,

Sebelum Anda dilahirkan kembali, Anda tidak akan pernah mengerti arti dari kasih karunia Allah. Anda harus mendapatkan hidup yang baru, beralih dari kematian ke dalam hidup, atau Anda tidak dapat mengetahui hal-hal ini… “Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita.” Jadi, saudara-saudara, jika kita dapat mengatakan bahwa kita mengasihi umat Allah, sebagai umat Allah, karena mereka adalah umat Allah, itu adalah tanda bahwa kita telah melewati dari kematian kepada kehidupan (C. H. Spurgeon, “Life Proved by Love,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1976 reprint, volume XLIV, hal. 80-81).

Ketika kita telah berpindah dari dalam maut kedalm kehidupan melalui pertobatan, kita akan mengasihi saudara-saudara di gereja lokal!

Jika Anda menghargai persahabatan yang telah Anda buat di gereja ini, pastikan Anda mengalami pertobatan. Adalah penting bahwa Anda harus diselamatkan. Kristus adalah “perekat” yang merekatkan persekutuan jemaat lokal!


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Jack Ngann:
“Blest Be the Tie that Binds” (oleh John Fawcett, 1740-1817).


GARIS BESAR KHOTBAH

ALKITAB DAN PARA PENGKHIANAT JEMAAT LOKAL

THE BIBLE AND TRAITORS TO A LOCAL CHURCH

Khotbah ini ditulis oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
dan dikhotbahkan oleh Rev. John Samuel Cagan

“Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita” (I Yohanes 2:19).

I.   Pertama, apa yang mereka lakukan,
Kisah Rasul 2:47; II Timotius 4:10-11.

II.  Kedua, mengapa mereka melakukannya, Lukas 8:13.

III. Ketiga, bagaimana cara memperbaikinya,
Yohanes 3:3, 7; 6:37; I Yohanes 3:14.