Print Sermon

Tujuan dari situs ini adalah untuk menyediakan manuskrip dan video khotbah gratis kepada para pendeta dan misionaris di seluruh dunia, terutama Dunia Ketiga, di mana hanya ada sedikit sekolah seminari teologi atau sekolah Alkitab.

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 46 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net. .




BERDOA KEPADA ALLAH

PRAYING TO GOD
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 26 Juni 2016
A sermon preached at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Lord’s Day Evening, June 26, 2016

“Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah” (Kisah Para Rasul 12:5).


Rasul Petrus dimasukkan ke dalam penjara oleh Herodes Agripa I, cucu dari Herodes Agung. Dia “mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat” (ay. 1). Dia memenggal kepala Yakobus, saudara Yohanes. Ketika ia melihat bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi yang tidak percaya, ia menangkap Petrus, dan memasukkan dia ke dalam penjara. Petrus dimasukkan ke dalam penjara, dan tak diragukan lagi bahwa ia akan dieksekusi juga. Herodes menempatkan empat regu tentara di penjara itu untuk menjaga Petrus. Setiap regu terdiri dari empat tentara. Ada empat regu, berarti sama dengan ada 16 tentara. Empat regu, empat tentara untuk masing-masing regu, yang digilir untuk terus berjaga-jaga selama Petrus ada dalam sel penjara itu. Setiap saat dua penjaga dirantai dengannya dalam sel itu, sementara dua orang lainnya berjaga-jaga di luar pintu sel penjara. Petrus ditahan di penjara ini rencananya sampai setelah perayaan Paskah, dan kemudian akan dieksekusi. Bagi manusia tidak ada kemungkinan ia bisa melarikan diri.

“Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah” (Kisah Para Rasul 12:5).

Kita harus melihat empat hal dalam teks ini yang akan membantu kita belajar berdoa seperti orang-orang Kristen mula-mula.

I. Pertama, mereka berdoa untuk sesuatu yang tidak mungkin terjadi.

Maksud saya kelihatannya doa-doa mereka itu tidak mungkin dapat dijawab. Mereka hanya sekelompok kecil yang dianggap sebagai sampah masyarakat Yahudi yang percaya kepada Kristus. Mereka kalah jumlah dengan tentara Herodes. Menurut pikiran manusia tidak ada cara bagi mereka untuk melepaskan dia dari penjara.

Saya pikir itu baik ketika orang-orang Kristen memasuki situasi seperti itu. Selama kita pikir kita bisa melakukan sesuatu, kecenderungan kita adalah ingin bergantung pada kekuatan diri kita sendiri. Jadi Allah sering menempatkan kita di tempat di mana kita tidak memiliki kemungkinan untuk berhasil. Di saat-saat seperti itu, ketika kita dipaksa oleh keadaan untuk berbalik kepada Allah, maka kita melihat Allah bergerak secara ajaib. Meskipun situasi Petrus tidak ada harapan, mereka tahu bahwa Allah dapat melakukan hal-hal yang mustahil! Jadi, mereka menyerahkan diri mereka kepada Allah dalam doa,

“Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah” (Kisah Para Rasul 12:5).

Kadang-kadang pekerjaan penginjilan tampaknya tidak ada harapan. Semua orang yang belum diselamatkan “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” (Efesus 2:1). Tidak ada yang kita katakan atau lakukan yang dapat membantu mereka melarikan diri dari penjara dosa. Iblis telah membelenggu mereka, dan mereka juga tidak mampu untuk melarikan diri sama seperti Petrus. Apa yang bisa kita lakukan? Kita bisa melakukan apa yang orang-orang Kristen mula-mula lakukan!

“Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah” (Kisah Para Rasul 12:5).

Walaupun hal yang mereka doakan seperti tampak mustahil, tetapi mereka tetap berdoa.

II. Kedua, mereka berdoa kepada Allah.

Doa yang dijawab dalam kuasa adalah doa “kepada Allah.” Doa yang memiliki kuasa adalah doa yang dipanjatkan “kepada Allah.”

Banyak dari apa yang kita sebut doa tidak “kepada Allah.” Agar doa menjadi benar-benar dicurahkan kepada Allah, harus dengan penuh kesadaran dan kepastian mendekatkan diri kepada Allah ketika kita berdoa. Kita harus memiliki kesadaran sungguh bahwa Allah benar-benar mendengarkan kita ketika kita sedang berdoa. Seringkali pikiran kita begitu penuh dengan apa yang kita butuhkan sehingga kita tidak fokus pada Allah itu sendiri. Sebaliknya pikiran kita mengembara ke sana- ke mari, dan kita tidak fokus pada Allah itu sendiri. Tidak ada kuasa dalam doa seperti itu karena,

“Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibrani 11:6).

Saya menyukai lagu rohani yang dikarang oleh Paul Rader,

Hanya percaya, hanya percaya,
Semua hal menjadi mungkin,
Hanya percaya.

Itu adalah lagu pendek yang menjelaskan segalanya. Kita harus benar-benar percaya pada Allah. Kita harus memaksa pikiran kita untuk fokus pada Allah. Allah adalah sumber dari semua kuasa. Kita harus fokus kepada Allah dalam doa jika kita mengharapkan jawaban.

Hanya percaya, hanya percaya,
Semua hal menjadi mungkin,
Hanya percaya.

Orang-orang Kristen mula-mula dalam Kisah Para Rasul pasal dua belas ini telah percaya kepada Allah, dan telah berbalik kepada Allah, dan fokus pada Allah, dalam doa-doa mereka untuk Petrus. Dan ketika kita sedang mengharapkan agar teman-teman kita dan saudara-saudara kita yang masih terhilang untuk diselamatkan dari rumah penjara Setan, kita juga harus berbalik kepada Allah dan memfokuskan pikiran kita kepada-Nya - karena hanya Dia saja yang dapat menjawab doa-doa kita dan melepaskan kuasa-Nya, dan melepaskan teman-teman kita yang masih terhilang dari penjara rohani.

III. Ketiga, doa dipanjatkan dengan tekun untuk Petrus.

“Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah” (Kisah Para Rasul 12:5).

Rahasia doa mereka ditemukan di dalam kata “dengan tekun.” Salah satu terjemahan modern menerjemahkannya “dengan sungguh-sungguh,” “terus saja berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan untuk Petrus”. Tetapi baik “tanpa henti” maupun “sungguh-sungguh” memberikan kekuatan penuh dari teks asli Yunani. Kata ini secara harfiah berarti “tak henti-hentinya.” Ini menggambarkan seseorang yang berdoa dengan sungguh-sungguh, dengan keinginan yang kuat. “Intensity” [“intensitas”] mungkin adalah kata yang terbaik dalam Inggris untuk digunakan dalam menerjemahkan kata tersebut. Itulah yang dikatakan oleh Dr. Torrey (R. A. Torrey, D.D., How to Pray, Whitaker House, 1983 cetak ulang, hal. 25).

“Tetapi anggota-anggota jemaat terus saja berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan untuk Petrus” (Kisah Para Rasul 12:5).

Kata Yunani yang sama digunakan untuk berbicara tentang doa Yesus di Taman Getsemani, di mana dikatakan,

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44).

Kristus adalah teladan kita dalam doa, seperti dalam semua hal. Dengan kata lain, doa yang dijawab oleh Allah adalah doa yang kita panjatkan dengan segenap jiwa kita, membentangkan doa kita kepada Allah dengan keinginan yang kuat dan dengan sungguh-sungguh. Banyak doa modern kita tidak memiliki kualitas-kualitas itu. Jika kita menempatkan begitu sedikit semangat dan usaha dan kesungguhan dalam doa-doa kita, kita tidak bisa mengharapkan Allah menunjukkan kesungguhan dan semangat untuk menjawab doa-doa kita. Saya suka mendengar seorang pria atau wanita mencurahkan hati mereka dengan tekun kepada Allah. Seringkali hanya orang-orang ini yang doanya dijawab.

IV. Keempat, jemaat yang berdoa.

“Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun [dengan sungguh-sungguh] mendoakannya kepada Allah” (Kisah Para Rasul 12:5).

Ada kekuatan besar dalam doa ketika seluruh gereja mengumpulkan kesungguhan mereka berdoa untuk kebutuhannya. Yesus berkata,

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Matius 18:20).

Kita memiliki banyak doa di gereja kita, dan itu baik. Tetapi ketika para pria dan wanita yang paling bersemangat berkumpul hanya untuk berdoa, itu adalah di mana kuasa terbesar datang dari Allah.

Allah akan mendengar dan menjawab doa-doa mereka, seperti yang Ia lakukan untuk Petrus dalam Kisah 12. Belenggu-belenggu akan gugur. Mata-mata yang buta akan dibuat melihat, orang yang masih terhilang akan diselamatkan. Tidak ada yang terlalu sulit bagi Allah. Dia mengutus seorang malaikat, membuka pintu-pintu penjara, dan Petrus dibebaskan! Jika kita berdoa seperti yang mereka lakukan banyak orang yang masih terhilang akan segera dibebaskan oleh Allah dari cengkeraman Setan, dan akan segera bertobat. Hanya berdoa. Berdoa bersama bila memungkinkan. Berdoa dengan semangat! Allah akan menjawab dan kita akan segera melihat banyak orang diselamatkan. Kiranya Allah membantu Anda dalam upaya ini. Kiranya banyak yang akan berbalik dari dosa kepada Yesus dan dilahirkan kembali. Allah menjawab doa! Sekarang mari kita menyanyikan lagu pendek ini, dan kebaktian ini selesai,

Hanya percaya, hanya percaya,
Semua hal menjadi mungkin,
Hanya percaya.
   (“Only Believe,” oleh Paul Rader, 1878-1938).


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Kisah Rasul 12:1-18.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Only Believe” (oleh Paul Rader, 1878-1938).


GARIS BESAR KHOTBAH

BERDOA KEPADA ALLAH

PRAYING TO GOD
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah” (Kisah Para Rasul 12:5).

(Kisah Para Rasul 12:1)

I.    Pertama, mereka berdoa untuk sesuatu yang tidak mungkin terjadi, Efesus 2:1.

II.   Kedua, mereka berdoa kepada Allah, Ibrani 11:6.

III.  Ketiga, doa dipanjatkan dengan tekun untuk Petrus, Lukas 22:44.

IV.  Keempat, jemaat yang berdoa, Matius 18:20.