Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




APA YANG ANDA RASAKAN KETIKA ANDA
MEMANDANG SALIB ITU?

WHAT DO YOU SEE WHEN YOU LOOK AT THE CROSS?
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 13 April 2014
A sermon preached at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Lord’s Day Morning, April 13, 2014

“Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia” (Matius 27:36).


Ketika saya masih remaja saya akan sesenggukan dengan air mata mengalir dari mata saya ketika saya mendengar tentang penyaliban meskipun saya belum diselamatkan. Saya hampir bisa merasakan bagaimana rasanya paku yang menembus tangan dan kaki Kristus. Ketika saya mendengar lagu yang baru saja dinyanyikan oleh Mr. Griffith saya selalu menangis. Saya harus menundukan kepala dalam-dalam karena itu membuat saya malu. Saya bisa merasakan rasa sakit yang Kristus rasakan. Saya sedih oleh karena penderitaan-Nya. Ini bukan berpura-pura. Tidak ada kepura-puraan itu. Saya merasakan nyeri di perut saya ketika saya berpikir tentang Kristus yang menderita di kayu Salib.

Saya tidak pernah mendengar dari orang-orang muda yang merasakan hal seperti itu hari ini selama ibadah hari Minggu. Dan saya kadang-kadang bertanya-tanya mengapa demikian. Mengapa begitu sulit bagi orang untuk merasakan empati terhadap penderitaan Kristus? Empati berarti merasakan rasa sakit yang orang lain rasakan. Kebanyakan orang saat ini tampaknya tidak tergerak oleh perasaan kasihan, kesedihan atau kasih sayang terhadap seseorang yang menderita. Saya ingat beberapa tahun yang lalu saya kaget sekali ketika sekelompok anak muda tertawa saat mereka menyaksikan anjing kecil ditendang perutnya. Tawa mereka yang begitu lepas membuat saya ngeri. Tidak perlu dikatakan lagi, setiap satu dari mereka telah meninggalkan gereja kita. Butuh sebuah keajaiban yang nyata agar orang-orang yang keras hati itu dapat menjadi orang-orang Kristen!

Saya percaya penyebab dari hati mereka yang keras ini dapat ditelusuri melalui apa yang orang-orang muda itu tonton di TV, dan film-film, dan dalam budaya kita pada umumnya. Universitas Michigan merilis sebuah studi pada tahun 1999 yang menunjukkan bahwa orang-orang muda menonton lebih dari 16.000 pembunuhan di TV pada usia 18 - sekitar 900 pembunuhan setiap tahunnya di TV. Dan itu hanya TV! Ini tidak menghitung tontonan tentang para pembunuh dan pembunuhan yang mereka lihat di film-film, video game, dan di berita-berita tentang pembunuhan! Di atas semua hal mengerikan dan pembunuhan itu, orang-orang muda sangat menyadari bahwa 3.000 bayi meninggal oleh pisau aborsi setiap hari di negeri ini! Ya, 3.000 per hari - satu seperempat juta setiap tahunnya! Banyak pembantaian ini, dituangkan ke dalam pikiran orang-orang muda dan telah mempengaruhi emosi mereka. Saya yakin itu telah membuat generasi ini mengeras dan secara emosional kurang sensitif terhadap perasaan dari mereka yang sedang menderita.

Pagi ini saya meminta Anda untuk mencoba dan merasakan penderitaan Kristus yang mengerikan menuju kayu Salib. Apa yang Anda lihat ketika Anda melihat Salib Kristus? Pada hari Kristus menderita, ada banyak orang di dekat salib-Nya. Teks kita berkata bahwa prajurit yang memakukan Dia di kayu Salib duduk dan “menjaga Dia” (Matius 27:36). Banyak orang lain yang ada di sana menonton-Nya juga. Manakah dari antara orang-orang ini yang sama seperti Anda? Pikirkanlah tentang hal ini. Apa yang Anda lihat ketika Anda memandang Kristus di kayu Salib?

I. Pertama, para imam dan tua-tua melihat Dia sebagai musuh yang harus mati di kayu Salib.

“Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: ‘Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah’” (Matius 27:41-43).

Mereka mengejek dan mengolok-olok Dia pada saat Dia menderita di kayu Salib. Mereka melihat-Nya sebagai musuh, dan mereka senang untuk menyingkirkan-Nya. Ada orang-orang seperti itu hari ini. HBO benar-benar membayar orang seperti Bill Maher untuk mengejek Allah dan membuat lelucon untuk Kristus. Orang-orang seperti Richard Dawkins dan Christopher Hitchens telah membuat hidup makmur dengan menyerang Kristus dan Alkitab dan Allah itu sendiri! Mereka telah menjadi imam dan tua-tua ateisme. Madalyn Murray O'Hair, seorang ateis yang telah membuat doa dan pembacaan Alkitab dilarang di sekolah-sekolah kita, berkata,

“Yang terbaik dari semua kemungkinan bagi dunia ini jika setiap orang adalah atheis.”

“Saya seorang atheis karena agama hanyalah tongkat penopang dan hanya orang lumpuh yang membutuhkan tongkat penopang.”

“Saya akan melakukan aktivitas sek dengan laki-laki manapun dan di manapun suka-suka saya.”

Itulah yang para imam besar ateisme pikirkan! Itulah yang banyak dipikirkan oleh dosen Anda, di sekolah-sekolah sekuler. Mereka menolak Allah, seperti Dia benar-benar ditolak oleh orang-orang fasik di kaki Salib itu. Tuhan berfirman, “Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah"” (Mazmur 14:1). Apakah Anda seperti mereka? Apa yang Anda rasakan ketika Anda memandang Salib itu?

II. Kedua, para prajurit Roma melihat jubah-Nya dan mengundinya di kaki Salib itu.

“Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia” (Matius 27:35-36).

Orang-orang ini sangat materialistis sehingga yang mereka bisa pikirkan hanyalah jubah Kristus. Itu layak diuangkan, dan pikiran mereka begitu mengeras sehingga yang dapat mereka pikirkan hanya tentang bagaimana mendapatkan uang dengan mengundi serta memperebutkan jubah Kristus! Dimana pikiran Anda terfokus? Apa yang Anda lihat ketika Anda memandang Salib itu?

Banyak mahasiswa takut jika mereka menjadi Kristen itu akan mengganggu sekolah mereka, dan mereka tidak akan mendapatkan pekerjaan yang baik ketika mereka lulus nanti. Uang! Uang! Uang! Itu saja yang banyak dipikirkan oleh anak-anak muda China di sini. “Ada uang yang harus hilang kalau saya menjadi orang Kristen,” kata mereka.

Dulu, ketika saya masih menjadi anggota gereja Tionghoa, saya telah membuat keputusan yang mengubah hidup. Saya memutuskan bahwa saya akan mengikut Kristus tidak peduli apapun harganya! Yesus mengajukan pertanyaan besar ketika Ia berkata,

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?” (Markus 8:36).

Warren Buffett adalah salah satu dari lima orang terkaya di seluruh dunia. Tetapi dia memberikan jutaan dolar setiap tahun untuk Planned Parenthood, untuk membantu memusnahkan bayi tak berdaya di dalam rahim ibu mereka. Apa yang akan terjadi dengan jiwanya ketika dia meninggal dunia nanti? Dia berumur lebih dari 80 tahun sekarang. Apa gunanya bagi dia dengan memiliki begitu banyak uang, tetapi ia kehilangan jiwanya sendiri di dalam perut Neraka untuk selama-lamanya?

Para prajurit Romawi itu hanya melihat apa yang dapat mereka uangkan dari jubah Kristus. Apakah yang Anda lihat ketika memandang Salib Kristus?

III. Ketiga, salah satu penjahat yang disalibkan bersama dengan Kristus memandang Dia sebagai orang yang gagal di kayu Salib.

Ada dua penjahat, yang dipaku di kayu salib di kedua sisi Yesus. Yang pertama memandang Yesus dan berpikir bahwa Dia hanyalah seorang kriminal sama dengan dirinya. Dia berpikir bahwa Yesus hanyalah orang gila yang percaya bahwa Dia adalah Anak Allah. Dia memandang Kristus sebagai seorang fanatik agama, dan ia berpaling untuk mengolok-olok dan mengejek Kristus.

Beberapa tahun yang lalu saya mempunyai seorang teman yang baik. Saya selalu menyukainya. Suatu malam saya mengajaknya untuk datang ke gereja bersama dengan saya untuk mendengar Injil. Dia berkata , “Tidak.” Kemudian ia berkata, “Masing-masing saja, Robert. Masing-masing saja.” Saya tidak akan pernah melupakan dia mengatakan itu selama saya hidup. Yang ia maksudkan adalah bahwa saya boleh ke gereja dan ia boleh pergi bersama dengan teman-temannya untuk minum bir. Apa yang baik bagi saya berbeda dari apa yang baik baginya. “Masing-masing saja, Robert. Masing-masing saja.” Saya memandang ke dalam peti mati beberapa tahun kemudian. Dia belum memiliki sehelai rambut putihpun di kepalanya. Dia belum memiliki kerut di wajahnya. Dia masih berusia empat puluhan. Entah bagaimana ia tahu itu akan berakhir seperti itu. Meskipun ia dalam keadaan sehat, ia dulu pernah memberitahu saya, “Aku tidak akan pernah mencapai umur lima puluh tahun, Robert. Aku tidak akan pernah mencapai umur lima puluh.” Dia berumur empat puluh delapan tahun ketika ia tiba-tiba terjatuh dan meninggal dunia di rumahnya. Saya menatap dia dalam peti mati itu dan kata-kata yang pernah diucapkannya melintas kembali dalam pikiranku, “Masing-masing saja, Robert. Masing-masing saja.” Saat saya memimpin pemakamannya, saya tidak bisa memberikan satu kata pengharapan pun kepada keluarga dan teman-temannya - tidak satu kata harapan pun! Saya hanya bisa memberitakan Injil kepada mereka yang ia tinggalkan.

Penjahat pertama yang tergantung di salib di samping Yesus, bergumam dengan kata-kata hujat. Dia pikir Yesus hanyalah seorang fanatik agama. Sebelum matahari terbenam hari itu orang ini telah berada di Neraka. Apa yang Anda lihat ketika Anda memandang salib Kristus?

IV. Keempat, penjahat kedua memandang Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat di kayu Salib itu.

Pria ini telah mencerca Yesus bersama dengan orang-orang yang berkerumun sepanjang pagi itu. Namun pada siang hari kegelapan aneh datang menyelimuti daerah itu. Ia mendengar Yesus berdoa bagi mereka yang menyalibkan Dia.

“Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat"” (Lukas 23:34).

Doa Yesus bagi mereka yang membunuh Dia sungguh membuat terharu hati penjahat kedua itu. Dia berhenti mengejek Yesus. Memutar kepalanya, dia memandang sang Juruselamat, dan hatinya meleleh. Dia tidak pernah tahu seseorang yang berdoa untuk musuh-musuh mereka agar diampuni.

“Bapa ampuni dosa m'reka” Ia sedang doa bagi kita
Ia rela d'rita sungguh heran, dengan kasihNya s'lamatkanku.
Juru S'lamatku! Juru S'lamatku!
Mahasuci Kau mati di salib; Darah tercurah kar'na dosaku,
Jadi tebusan penuh rahmat.
   (“Blessed Redeemer” oleh Avis Burgeson Christiansen, 1895-1985/ PPK 58).

Semua yang penjahat itu tahu adalah keganasan dari orang banyak yang berkerumun di sana, kelembutan kasih Yesus bagi mereka, dan tulisan yang dipaku di atas kepala Yesus yang mengatakan, “Inilah raja orang Yahudi” (Lukas 23:38). Tiba-tiba orang ini percaya! Dia pasti telah mendengar dari orang-orang yang disembuhkan dan dipulihkan oleh Yesus. Ia tentu telah mendengar apa yang Yesus telah khotbahkan. Kemudian itu semua datang memenuhi pikirannya. Ini adalah Raja orang Yahudi! Ini adalah Mesias! Ini adalah sang pembebas! Dia tidak memiliki semua fakta itu. Tetapi berapa banyak dari kita yang memiliki semua fakta tentang Yesus? Saya tahu saya tidak memiliki semua fakta itu – dan menurut saya, begitu juga halnya dengan orang lain. Dr. Lloyd-Jones mengatakan, “Fakta-fakta tidaklah cukup.” Ada banyak fakta yang dapat dipelajari tentang Kristus yang kita tidak akan pernah sepenuhnya fahami dengan pikiran kecil kita! Tetapi penjahat ini tahu bahwa ia adalah orang berdosa. Dia merasakan itu dalam hatinya! Dia berkata kepada penjahat yang tidak percaya, “Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah” (Lukas 23:41). Sungguh, “fakta-fakta tidaklah cukup.” Ini adalah dimana saya memikirkan beberapa saudara Reformed kita salah dalam hal itu. Dr. Lloyd-Jones benar, “Fakta-fakta tidaklah cukup.” Jika Anda mencari fakta-fakta untuk membuktikan Kristus bagi Anda, Anda akan mati dalam dosa-dosa Anda, dan tidak pernah diselamatkan. Alkitab dengan jelas mengatakan, “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan” (Roma 10:10).

Di situlah kesalahan dari banyak pengkhotbah modern. Mereka berkhotbah untuk kepala dan bukan untuk hati. Oh, ya Tuhan, jangan biarkan aku melakukan itu! Tolonglah Bapa, tolonglah saya untuk berkhotbah kepada hati mereka! “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan.” Penjahat yang sedang sekarat itu memutar kepalanya dan memandang Yesus - dan dia berkata,

“Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja” (Lukas 23:42).

Sebelum kata-kata itu meninggalkan mulutnya, penjahat kedua tersebut sudah diselamatkan! Dia tahu hanya sedikit sekali tentang doktrin. Dia tidak punya perasaan khusus, atau bukti bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Tetapi dia percaya kepada Yesus, dan “dengan hati orang percaya dan dibenarkan.” IA HANYA PERCAYA KEPADA YESUS! Hanya itu yang Allah minta!

Pada saat orang berdosa percaya,
   Dan percaya dalam Tuhan yang disalibkannya
Seketika pengampunan-Nya ia terima
   Penebusan penuh melalui Darah-Nya
(“The Moment a Sinner Believes” oleh Joseph Hart, 1712-1768).

Pencuri itu percaya kepada Yesus, dan diselamatkan pada saat itu juga! Anda tahu, itulah cara kita semua diselamatkan! Kami percaya kepada Yesus. Kita percaya kepada-Nya. Kita diselamatkan! Kata Yesus kepada penjahat yang diselamatkan itu,

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Lukas 23:43).

Pada hari itu juga penjahat itu akan mati di kayu salib dan pergi bersama Yesus ke firdaus!

Diselamatkan oleh darah Dia yang Tersalib!
Kini t’lah ditebus dari dosa dan [hidup] baru dimulai,
Nyanyikan pujian bagi Bapa dan pujian bagi Anak,
Ku diselamatkan oleh darah Dia yang Tersalib!
Diselamatkan! Diselamatkan! Semua dosa-dosa ku diampuni,
Rasa bersalah ku telah pergi!
Diselamatkan! Diselamatkan! Ku t’lah diselamatkan oleh darah Dia yang Tersalib!
      (“Saved by the Blood” oleh S. J. Henderson, 1902).

Saat Anda percaya kepada Yesus, dan mempercayai-Nya dalam hati Anda, Anda akan diselamatkan seperti penjahat yang sedang sekarat - di kayu salib di sebelah Juruselamat. Yesus menyelamatkan si penjahat itu. Yesus membasuh semua dosa manusia dengan Darah yang Dia tumpahkan di kayu Salib hari itu! Dan Darah-Nya tersedia untuk mencuci dosa-dosa Anda pagi ini! Jangan pernah percaya kepada setiap pengkhotbah yang mengatakan kepada Anda bahwa itu bukan karena darah. Dr. Lloyd-Jones berkata, “Tidaklah cukup untuk berbicara tentang salib dan kematian. Ujian itu adalah 'darah!'”

Jika Anda mau percaya Yesus pagi ini, Anda akan disucikan dari segala dosa Anda dengan Darah-Nya! Anda akan diselamatkan! Anda akan menjadi seorang Kristen sejati! Anda akan siap untuk pergi ke Surga! Anda akan memiliki kehidupan baru di dalam Kristus! Bertobat dan percayalah kepada Juruselamat sekarang!

Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang bagaimana diselamatkan dan menjadi orang Kristen sejati, silahkan tinggalkan kursi Anda dan berjalan ke bagian belakang auditorium ini sekarang. Dr. Cagan akan membawa Anda ke ruangan lain di mana kita bisa berdoa dan berbicara. Jika Anda berada di sini untuk pertama kalinya, dan Anda memiliki pertanyaan Anda ingin bertanya kepada saya tentang khotbah ini, pergilah ke belakang auditorium sekarang. Saya sendiri akan duduk bersama dengan Anda dan berbicara kepada Anda. Pergilah cepat. Dr. Chan, silahkan berdoa kiranya seseorang akan percaya Yesus pagi ini. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Matius 27:35-44.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Blessed Redeemer” (oleh Avis B. Christiansen, 1895-1985).


GARIS BESAR KHOTBAH

APA YANG ANDA RASAKAN KETIKA ANDA
MEMANDANG SALIB ITU?

WHAT DO YOU SEE WHEN YOU LOOK AT THE CROSS?

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia” (Matius 27:36).

I.    Pertama, para imam dan tua-tua melihat Dia sebagai musuh yang harus mati di kayu Salib, Matius 27:41-43; Mazmur 14:1.

II.   Kedua, para prajurit Roma melihat jubah-Nya dan mengundinya di kaki Salib itu, Matius 27:35-36; Markus 8:36.

III.  Ketiga, salah satu penjahat yang disalibkan bersama dengan Kristus memandang Dia sebagai orang yang gagal di kayu Salib.

IV.  Ketiga, salah satu penjahat yang disalibkan bersama dengan Kristus memandang Dia sebagai orang yang gagal di kayu Salib, Lukas 23:34, 38, 41; Roma 10:10; Lukas 23:42, 43.