Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PENANGKAL PENYESATAN

THE ANTIDOTE FOR APOSTASY
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 23 Maret 2014

“Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” (II Timotius 3:14-15).


Saya meminjam judul ini, “Penangkal Penyesatan” dari Dr. J. Vernon McGee. Dr. McGee adalah salah satu guru Alkitab saya selama beberapa tahun. Saya bergabung dengan First Chinese Baptist Church of Los Angeles pada bulan Januari 1961, ketika saya berusia 19 tahun. Saya mempunyai dua guru Alkitab yang luar biasa, Dr. Timothy Lin, yang adalah seorang sarjana Perjanjian Lama - dan mengajar di sekolah pascasarjana Bob Jones University, Talbot Theological Seminary, dan Trinity Evangelical Seminary, di Deerfield, Illinois. Saya belajar banyak dari Dr. Lin, yang menjadi pendeta saya selama bertahun-tahun. Guru saya yang lain adalah Dr. J. Vernon McGee, yang adalah pendeta dari gereja besar Church of the Open Door, di 550 South Hope Street di pusat kota Los Angeles, tidak jauh dari gereja Tionghoa di mana saya anggota jemaat.

Selama tiga tahun saya mendengar Dr. McGee mengajarkan Alkitab dua kali setiap hari – pada program siaran radionya “Thru the Bible,” dan juga program siarannya “High Noon”, yang membahas tentang bagian-bagian Kitab Suci yang berbeda dari “Thru the Bible.” Saya terus mengikuti siaran “Thru the Bible” setiap hari selama tujuh tahun berikutnya. Dari kedua orang brilian tersebut saya telah belajar untuk memiliki keyakinan yang lengkap dalam setiap kata dari Alkitab, Kitab Suci ini.

Dr. Lin dan Dr. McGee, keduanya menghabiskan banyak waktu untuk mengajarkan tema-tema tentang nubuatan Alkitab. Meskipun saya sekarang memfokuskan sebagian besar khotbah saya pada masalah “soteriologi” (keselamatan), ini dilakukan dalam terang nubuatan Alkitab, khususnya mengenai kemurtadan atau penyesatan pada hari-hari terakhir. Dr. McGee benar mengatakan bahwa II Timotius pasal tiga memberikan “gambaran tentang hari-hari terakhir sebelum pengangkatan gereja. Sekarang apa yang bisa anak Allah lakukan di hari yang seperti ini? Satu-satunya penangkal dari penyesatan adalah Firman Allah” (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, hlm. 472; catatan untuk II Timotius 3:14-15).

II Timotius pasal tiga tentu saja memberikan kepada kita suatu gambaran yang mengerikan dan menakutkan dari penyesatan atau kemurtadan di hari-hari terakhir. Dan setiap tanda itu menunjukkan bahwa kita sekarang sedang hidup di tengah-tengah penyesatan yang mengerikan itu! Kata “penyesatan” berarti “pembelotan atau pemberontakan, meninggalkan atau murtad dari agamanya” (Webster’s Dictionary, Unabridged, Collins World, 1975). Namun teks kita memberikan kepada kita suatu penangkal, obat penawar, untuk penyesatan itu,

“Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” (II Timotius 3:14-15).

Mari kita melihat lebih dekat pada teks ini dan kita akan melihat beberapa hal.

I. Pertama, fokus pada kata “tetapi.”

Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini…” (II Timotius 3:14).

Ini bisa diterjemahkan “namun.” Orang-orang jahat dan penipu akan bertambah buruk dan lebih buruk lagi, mereka terus menipu dan ditipu, “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini…” Tidak peduli seberapa buruk mereka, Anda harus tetap berpegang pada kebenaran yang telah Anda terima dan Anda yakini. Itulah apa yang Rasul Paulus nasehatkan kepada Timotius muda - dan juga kepada kita.

Seluruh bagian ini mengacu kepada gereja di hari-hari terakhir. Kita tahu ini karena kita diberitahu bahwa gereja akan “secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka” (ayat 5) dan “yang walaupun selalu ingin diajar [tetapi] iman mereka tidak tahan uji” (ayat 7, 8). Dr. McGee berkata, “’Hari-hari terakhir’ adalah istilah teknis yang digunakan di beberapa tempat dalam Perjanjian Baru, ini berbicara tentang hari-hari terakhir dari gereja” (ibid., hlm. 469). Saya yakin dia benar. “Pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.” Itu berarti masa yang menyedihkan, masa keputus-asaan. Kata Yunani yang diterjemahkan “sukar” di sini adalah dari kata “chalepos.” Ini adalah kata yang muncul hanya satu kali dalam kesempatan lain dalam Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani. Dalam Matius 8:28 digunakan untuk menggambarkan orang Gerasa yang kerasukan setan yang “sangat berbahaya.” Jadi, kita diberitahu bahwa masa yang berbahaya, masa di mana orang-orang kerasukan setan akan muncul di gereja-gereja pada hari-hari terakhir. Kemudian Rasul memberikan sembilan belas deskripsi yang berbeda dari anggota gereja di hari-hari terakhir. Sekali lagi, Dr. McGee berkata, “Jika Anda melihat kembali ke belakang dalam sejarah gereja, Anda pasti dapat menemukan beberapa hal ini sebagai bukti, tetapi saya tidak berpikir Anda pernah dapat menemukan suatu periode di mana semuanya itu begitu diwujudkan seperti mereka adalah hari ini. Saya percaya kita sekarang ada pada hari-hari ‘berbahaya’ seperti yang diuraikan dalam bagian ini” (ibid.). Berikut ini adalah sembilan belas deskripsi dari banyak anggota gereja di zaman kita,

1.

1.  Mencintai dirinya sendiri (egois) 2. Menjadi hamba uang (hamba uang, materialis). 3. Mereka akan membual 4. Mereka akan menyombongkan diri 5. Mereka akan menjadi pemfitnah 6. Mereka akan berontak terhadap orang tua (seluruh generasi dibesarkan dengan cara ini dan sekarang merusak seluruh masyarakat kita). 7. Tidak tahu berterima kasih 8. Tidak mempedulikan agama (tidak mempedulikan masalah kesusilaan) 9. Tidak tahu mengasihi (tidak memiliki hati) 10. Tidak mau berdamai (mereka tidak pernah mau memaafkan dan
tidak ingin dimaafkan) 11. Suka menjelekkan orang (suka mengosip) 12. Tidak dapat mengekang diri (tanpa kontrol diri) 13. Garang (brutal) 14. Tidak suka yang baik (membenci orang-orang Kristen yang baik) 15. Suka mengkhianat (tidak dapat dipercaya) 16. Tidak berpikir panjang (sembrono dan gegabah) 17. Berlagak tahu (sok tahu) 18. Lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah 19. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada
hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya

Ini adalah orang-orang Kristen palsu dalam gereja-gereja dan seminari-seminari sesat. Mereka secara lahiriah nampak sebagai hamba Allah, tetapi sesungguhnya mereka benar-benar hamba Iblis.

Mereka adalah orang-orang “yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran” (ayat 7). Dan orang-orang seperti ini memenuhi gereja-gereja kita hari ini. Beberapa pengalaman yang paling mengerikan yang pernah saya miliki disebabkan oleh anggota-anggota gereja – malah sesungguhnya lebih buruk daripada yang saya alami dari orang-orang dunia yang bukan anggota gereja.

Saya telah melihat orang-orang Baptis saling menarik rambut sampai tercabut, saling mengutuk satu sama lain dengan bahasa yang paling kotor, dan saling melempar buku nyanyian satu sama lain - pada hari Minggu pagi pada pukul 11:00 pada suatu kebaktian gereja. Saya telah melihat seorang pemimpin paduan suara dilempar ke bawah, ditendang sampai wajahnya berdarah, sakunya diperiksa untuk mengambil kunci gereja. Hal ini dilakukan oleh orang-orang yang disebut “diaken” gereja. Itu terjadi pada tahun 1950-an sebelum orang bisa saling menggugat ke persidangan untuk hal-hal seperti itu. Itu terjadi di sebuah gereja Baptis di Huntington Park, California.

Setelah itu saya juga telah melihat para pemimpin gereja melakukan percabulan dengan anak-anak kecil, mencuri uang dari kas gereja, menarik kepala pendeta, sementara pria lain memukul perut pendeta itu, saling memfitnah di Internet, dan berbagai kekejaman lain yang terlalu mengerikan untuk disebutkan. Orang yang mengajar saya di Sekolah Minggu merampok bank dengan menodongkan senjata. Para Profesor Baptis di seminari saya mengatakan bahwa anjing-anjing telah memakan tubuh Yesus, tidak ada kedatangan Kristus yang kedua, hampir semua kitab dalam Alkitab adalah pemalsuan, tidak ada tokoh riil seperti Musa, Keluaran dari Mesir tidak pernah terjadi, dan banyak pengajaran sesat lainnya. Salah satu profesor saya melakukan bunuh diri, dengan menembak kepalanya sendiri.

Semua orang tersebut telah dibesarkan di gereja-gereja Baptis Selatan. Semuanya pernah “maju ke depan” dan mengucapkan “doa orang berdosa” sebelum mereka dibaptis. Untuk waktu yang lama saya sangat bingung, bertanya-tanya bagaimana orang-orang Kristen bisa mempercayai hal-hal seperti ini dan bertindak seperti itu. Ketika saya berbicara menentang hal-hal ini, saya diperingatkan bahwa saya akan dicap sebagai “pembuat masalah” dan tidak akan pernah dipanggil untuk menjadi pendeta gereja Baptis Selatan. Kemudian saya menulis sebuah buku yang mendokumentasikan ajaran-ajaran sesat itu. Buku itu berjudul “Inside the Southern Baptist Convention.”

Setelah saya lulus dari seminari Southern Baptist saya dipindahkan ke seminari Presbyterian untuk menyelesaikan doktor saya. Seminari Presbyterian itu bahkan lebih buruk! Ada satu profesor yang adalah seorang ateis, dan membual tentang hal itu! Saya menyadari bahwa para profesor di kedua seminari tersebut tidak pernah dilahirkan kembali, tidak pernah mengalami pertobatan sejati, dan bukan orang Kristen sama sekali. Saya tahu beberapa dari Anda yang pernah mendengar hal ini akan berpikir bahwa saya berlebihan, tetapi saya jamin di hadapan Allah bahwa tidak ada satu kata berlebihan atau dilebih-lebihkan dalam apa yang saya katakan.

Saya telah melihat dengan mata kepala saya sendiri setiap deskripsi dari sembilan belas deskripsi tentang para anggota gereja yang masih terhilang pada hari-hari terakhir ini. Ini menggambarkan kemurtadan atau penyesatan dari “hari-hari terakhir.” Dan semua ini terjadi di setiap denominasi dan persekutuan di seluruh dunia. Saya tahu banyak orang muda yang telah tersapu dan kalah dengan melihat kedagingan dan ketidakpercayaan dari orang-orang Kristen murtad pada hari-hari yang jahat ini. Saya ingat satu pengkhotbah muda baik yang penuh semangat untuk penginjilan ketika ia datang ke seminari Baptis Selatan. Dia berhenti pelayanan setelah hanya satu semester. Sebelum ia pergi dia mengatakan kepada saya, “Apa gunanya semua ini? Ini adalah apa yang mereka ajarkan kepada para pendeta kita. Mereka tidak percaya apa pun.”

II. Kedua, fokus pada kalimat selanjutnya dari ayat empatbelas.

“Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu” (II Timotius 3:14).

Apa yang dapat dilakukan oleh orang Kristen di hari-hari yang jahat dari zaman penyesatan ini? Penangkal untuk penyesatan ini adalah Alkitab, Firman Allah yang hidup. Rasul Petrus menyebut Alkitab, “pelita yang bercahaya di tempat yang gelap” (II Petrus 1:19)

Hal yang membuat saya tidak menyerah di seminari itu, dan berhenti pelayanan sama sekali adalah “tetap berpegang pada kebenaran yang telah [saya] terima dan [saya] yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepada [saya]” (II Timotius 3:14). Timotius muda telah mempelajari Kitab Suci dari neneknya, ibunya, dan dari Rasul Paulus sendiri (lihat II Timotius 1:2, 5). Saya telah belajar Alkitab, termasuk nubuat-nubuat tentang penyesatan, dari Dr. McGee dan Dr. Lin. Bahkan, khotbah yang saya dengarkan pada hari saya bertobat adalah khotbah Dr. Charles J. Woodbridge, yang berbicara menentang liberalisme di Fuller Theological Seminary, dari mana ia mengundurkan diri karena masalah itu dua tahun sebelumnya. Dr. Woodbridge berbicara tentang “para pengejek” di “hari-hari terakhir” dari II Petrus pasal tiga tepat pada hari saya diselamatkan (lihat II Petrus 3:3). Jadi saya tahu apa penyesatan itu sebelum saya pergi kuliah di seminari liberal. Saya telah belajar untuk mengandalkan sepenuhnya pada Alkitab, daripada percaya pemikiran-pemikiran dosen yang belum bertobat. Saya telah belajar dari Dr. Woodbridge, Dr. Lin, dan Dr. McGee untuk mempercayai Firman Tuhan. Teks saya selama tahun-tahun di seminari sesat itu adalah Mazmur 119:99,

“Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu [Alkitab] kurenungkan” (Mazmur 119:99).

Orang-orang muda, saya tahu apa yang mereka ajarkan di perguruan tinggi Anda. Saya lulus dari Los Angeles City College dan California State University di Los Angeles (BA, 1970). Saya tahu bagaimana mereka menyerang kekristenan. Saya tahu bahwa mereka mengejek orang Kristen dan memfitnah Yesus. Saya tahu bahwa bahkan sulit untuk berdiri teguh bagi Allah pada hari ini dibandingkan dengan waktu ketika saya masih kuliah dulu. Dan saya tahu bahwa segala sesuatu sedang menyerang orang-orang muda di hari-hari penyesatan yang jahat ini. Bahkan Presiden sedang melawan kita. Tetapi saya juga tahu bahwa orang-orang yang percaya Alkitab dapat mengatakan bersama dengan Pemazmur ini,

“Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh” (Mazmur 119:130);

dan,

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119:105).

“Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci” (Mazmur 119:128).

Dengarkan kembali setiap kata dari lagu yang baru saja dinyanyikan oleh Mr. Griffith,

Di tengah badai keraguan dan ketidakpercayaan, kami takut,
Membela kitab kekal yang [kami harus] pertahankan;
Melewati zaman gelisah itu tetap sama,
Kitab Allah ini, dan Alkitab adalah namanya!
Kitab Kuno dan Iman Kuno ini adalah batu karang di mana ku berdiri!
Kitab Kuno dan Iman Kuno ini adalah benteng negeri!
Melewati badai dan tekanan ‘kan tetap bertahan,
Dalam setiap iklim dan bangsa terberkati;
Kitab Kuno dan Iman Kuno ini
Adalah harapan setiap negeri!    (“The Old Book and the Old Faith” oleh George H. Carr, 1914).

III. Ketiga, fokus pada ayat limabelas.

“...Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” (II Timotius 3:15).

Dr. Martyn Lloyd-Jones berkata, “Saya tidak memiliki pengetahuan tentang Allah selain dari apa yang Alkitab beritahukan kepada saya” (Great Doctrines of the Bible (1), hlm. 36). Ia bekarta,”Tidak ada kitab lain yang adalah suara Allah” (Evangelistic Sermons, hlm. 25).

“Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” (II Timotius 3:15).

Alkitab mengarahkan kita kepada Kristus. Ketika seseorang mendengarkan Alkitab, dan benar-benar percaya apa yang dikatakan Allah di dalamnya, ia akan ingin mengenal Kristus. Keyakinan dalam Alkitab tidak akan menyelamatkan Anda. Firman Allah yang tidak mungkin salah ini mengarahkan Anda kepada Kristus. Bagaimana keselamatan dapat diperoleh? Keselamatan hanya dapat diperoleh melalui iman dalam Kristus Yesus! B. B. McKinney, seorang Baptis Selatan zaman dulu, menulis,

Ku tahu, ku tahu, ku tahu Alakitab adalah benar, Seluruhnya telah diinspirasikan oleh Allah Ku tahu Alkitab adalah benar.    (“I Know the Bible is True” oleh Dr. B. B. McKinney, 1886-1952).

Namun, Anda dapat percaya bahwa Alkitab adalah benar dan Anda masih tetap terhilang! Untuk diselamatkan, Anda harus mematuhi Alkitab, yaitu dengan percaya kepada Kristus Yesus. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa dosa-dosa kita dapat didamaikan “karena iman, dalam darah-Nya” (Roma 3:25). Alkitab mengatakan, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat” (Kisah Rasul 16:31). Tetapi Anda hanya dapat memiliki “keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” (II Timotius 3:15). Dr. A. W. Tozer berkata,

Iman adalah anugerah Allah bagi jiwa yang menyesal dan tidak ada sama sekali hubungannya dengan indra atau data yang mereka mampu usahakan. Iman adalah sebuah mujizat, itu adalah kemampuan yang Allah berikan kepada kita untuk percaya kepada Anak-Nya” (A. W. Tozer, D.D., Man: The Dwelling Place of God, Christian Publications, 1966, hlm. 33).

Ketika Anda sakit karena dosa Anda, dan sangat ingin menyingkirkannya, maka (tetapi bukan sebelum itu) Allah akan memberikan iman untuk percaya kepada Yesus Kristus.

Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang hal itu, silahkan tinggalkan tempat duduk Anda dan berjalan ke bagian belakang auditorium ini. Dr. Cagan akan membawa Anda ke ruangan lain di mana kita bisa berdoa dan berbicara. Dr. Chan, silahkan berdoa kiranya seseorang mau percaya Yesus malam ini. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Timotius 3:1-7, 12-15.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Old Book and the Old Faith” (oleh George H. Carr, 1914).


GARIS BESAR KHOTBAH

PENANGKAL PENYESATAN

THE ANTIDOTE FOR APOSTASY

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” (II Timotius 3:14-15).

I.   Pertama, fokus pada kata “tetapi,” II Timotius 3:14a, 5, 7, 8.

II.  Kedua, fokus pada kalimat selanjutnya dari ayat empatbelas,
II Timotius 3:14b; II Petrus 1:19; 3:3; Mazmur 119:99, 130, 105, 128.

III. Ketiga, fokus pada ayat limabelas, II Timotius 3:15; Roma 3:25;
Kisah Rasul 16:31.