Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




BERJALAN-JALAN DALAM API BERSAMA ANAK ALLAH!

WALKING THROUGH THE FIRE WITH THE SON OF GOD!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 29 Desember 2013

“Katanya: ‘Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa [Anak Allah dalam KJV]!’” (Daniel 3:25).


Saya akan memulai khotbah ini dengan cara yang salah. Kami diajarkan di seminari untuk memberikan sesuatu yang dramatis, untuk menangkap perhatian orang, pada awal khotbah. Tetapi saya akan melanggar semua aturan homiletika itu dan memberikan pelajaran hermeneutika kepada Anda. Homiletika dan hermeneutika - Anda tidak tahu istilah-istilah ini, namun dengan risiko membosankan Anda, saya akan mendefinisikan keduanya. Homiletika mengacu pada studi tentang bagaimana berkhotbah. Ini adalah studi tentang persiapan dan penyampaian khotbah. Hermeneutika adalah studi tentang bagaimana menafsirkan Alkitab - aturan menafsirkan Kitab Suci. Dr M. R. DeHaan (1891-1965) memberikan tiga aturan hermeneutika:

(1) Seluruh Kitab Suci memiliki satu tafsiran utama.
(2) Seluruh Kitab Suci memiliki beberapa aplikasi praktis.
(3) Sebagian besar perikop Kitab Suci juga memiliki penyataan nubuatan
(M. R. DeHaan, M.D., Daniel the Prophet, Kregel Publications, 1995 reprint, hlm. 73).

Saya akan menggunakan tiga aturan hermeneutika dalam menafsirkan Alkitab dari Dr. DeHaan ini sebagai garis besar khotbah ini.

I. Pertama, seluruh Kitab Suci memiliki satu tafsiran utama.

Nebukadnezar adalah raja Babel. Pada abad keenam sebelum kelahiran Kristus, Nebukadnezar mengirim pasukannya untuk mengepung Yerusalem. Prajuritnya menangkap raja Yehuda dan menawannya dan mendeportasinya ke negeri mereka. Mereka mengobrak-abrik Bait Suci orang Yahudi dan mengambil perkakas-perkakas di rumah Allah itu dan membawanya pulang ke Babel. Raja juga memerintahkan pasukannya untuk menawan sebagian dari orang-orang Yahudi untuk dibawa ke dalam pembuangan ke Babel sebagai budak. Tetapi Nebukadnezar memerintahkan hamba-Nya Aspenas untuk mengambil orang-orang muda cerdas dan terbaik dan mengajari mereka bahasa Kasdim dan ilmu pengetahuan orang Babel, sehingga mereka bisa berdiri di istana raja sebagai pelayan khusus. Keempat orang itu bernama Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Tuhan memberkati keempat pemuda Yahudi dengan cara yang khusus. Ketika Nebukadnezar, raja itu, menanyai mereka,

“didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya” (Daniel 1:20).

Sang raja belajar untuk mempercayai penilaian mereka dan mengandalkan mereka sebagai penasehat. Bahkan, raja mengangkat Daniel sebagai wakilnya, penguasa atas seluruh wilayah Babel, orang kedua setelah raja itu sendiri. Raja juga memberi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego pekerjaan tertinggi dalam pemerintahan, di bawah kepemimpinan Daniel.

Selanjutnya raja membuat patung emas yang besar dengan ukuran sembilan puluh meter, dan memerintahkan agar semua orang menyembahnya. Semua pemimpin Babel datang ke sana pada hari tertentu. Bentara raja dengan keras menyatakan bahwa setiap orang yang tidak sujud dan menyembah berhala itu “akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala” (Daniel 3:11). Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menyembah Tuhan Allah, TUHAN, Allah Israel. Jadi mereka tidak sujud menyembah barhala raja itu.

Para ahli jampi orang Kasdim sudah menaruh rasa iri kepada tiga orang Yahudi itu. Sehingga mereka menghadap raja dan berkata,

“Orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan” (Daniel 3:12).

Raja Nebukadnezar marah. Dalam marahnya ia memerintahkan untuk membawa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menghadap. Dia mengatakan kepada mereka jika mereka tidak menyembah berhalanya dia akan melemparkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala. Jawaban mereka kepada raja adalah klasik. Diaken kami Mr. Mencia tahu betapa saya menyukai jawaban mereka, jadi dia membuat sebuah plakat dengan kata-kata mereka di atasnya, yang telah berada di meja saya di sini di gereja ini selama beberapa tahun. Mereka mengatakan,

“Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu” (Daniel 3:17, 18).

Allah kami dapat menyelamatkan kami, namun jika tidak kami tetap tidak akan mau menyembah berhala tuanku!

Raja sangat marah kepada mereka karena menjawab dia seperti itu. Dia memerintahkan kepada para pegawainya untuk membuat perapian itu menjadi jauh lebih panas. Dia memerintahkan prajuritnya untuk mengambil tiga orang Yahudi itu dan melemparkan mereka ke dalam nyala api. Akhirnya raja melihat ke perapian itu. Dia sangat heran apa yang dilihatnya! Dia mengatakan,

“Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa [Anak Allah dalam KJV]!” (Daniel 3:25).

Raja memerintahkan mereka untuk keluar dari perapian itu. Ia memuji Allah mereka, Allah Israel. Ia berkata bahwa Allah telah mengutus “malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya” (Daniel 3:28). Selain itu, Nebukadnezar mengembalikan tiga pemuda itu ke posisi pekerjaan lama mereka. Raja juga membuat keputusan bahwa tidak ada yang boleh berbicara melawan Allah Israel, dan dia berkata, “Tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu” (Daniel 3:29).

Itulah satu tafsiran utama dari ayat tersebut. Namun masih ada lagi!

II. Kedua, Seluruh Kitab Suci memiliki beberapa aplikasi praktis.

“Satu tafsiran, namun beberapa aplikasi” – itu adalah aturan hermeneutika – ilmu menafsir Alkitab. Saya dapat berpikir tentang beberapa aplikasi penting dari catatan peristiwa ini.

Aplikasi pertama, tentu saja, adalah bagi orang-orang Yahudi lainnya yang dibawa ke pembuangan di Babel. Mereka tergoda untuk berasimilasi, untuk berbaur dengan budaya penyembahan berhala di sekitar mereka, dan berhenti menjadi umat Allah. Catatan-catatan peristiwa tentang Daniel di kandang singa, dan tiga pemuda Ibrani dalam perapian menyala-nyala itu, pertama-pertama disampaikan untuk mengajar orang Yahudi di Babel agar mereka tidak harus menyerah dalam mempertahankan warisan dan iman mereka.

Namun catatan peristiwa ini juga berlaku bagi orang-orang Kristen. Kita hidup pada waktu meningkatnya penyesatan di gereja-gereja injili kita. Saya telah menyaksikan, dalam hidup saya sendiri, sebagaimana gereja-gereja kita telah menyerah dalam mempertahankan kebaktian doa pada pertengahan minggu mereka, dan menutup kebaktian malam mereka. Saya telah melihat khotbah penginjilan, pada kenyataannya setiap jenis khotbah sejati, menghilang dari hampir semua gereja-gereja kita. Orang-orang memberikan pelajaran Alkitab dengan sedikit lembut, daripada berkhotbah, bahkan di gereja-gereja fundamental kita. Saya telah menyaksikan gereja-gereja telah melempar keluar buku-buku nyanyian himne, dan himne agung dari iman kita. Saya telah melihat mereka membawa lagu-lagu kontemporer pendek yang dangkal yang tidak memberi makanan bagi jiwa. Saya telah melihat para pendeta membuang dasi mereka, memakai baju santai di atas mimbar, dan meminta orang untuk memanggil mereka dengan nama pertama mereka. Kekuatan dan martabat mimbar telah menjadi sesuatu dari masa lalu. Saya telah melihat mereka membiarkan orang-orang muda mereka mengembara ke dalam gereja, anak-anak dengan pakaian T-shirt, dan gadis-gadis dengan pakaian rok mini. Orang-orang muda di gereja-gereja kita sekarang terlihat lebih seperti mucikari, dan perempuan tuna susila, dan pecandu narkoba daripada orang Baptis fundamental! Kita sedang berasimilasi. Kita sedang ditelan oleh dunia. Kita menjadi begitu mirip dengan dunia sehingga Anda tidak bisa lagi membedakan antara orang injili dan penyembah berhala! Ya, itu sangat buruk! Tiga pemuda Ibrani dalam Kitab Daniel mengatakan kepada kita, “Kami tidak akan berasimilasi. Kami akan bekerja dengan dunia, dan pergi ke kampus bersama dengan dunia, dan bersikap sopan kepada dunia. Tetapi kami hanya akan melangkah sejauh ini - dan tidak lebih jauh - tidak peduli apapun resikonya!”

“Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami… tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu” (Daniel 3:17, 18).

Kami akan berdiri dan membela Alkitab ketika ini diserang. Kami akan menjawab para profesor yang mencoba untuk mencekokkan teori evolusi dan atheisme ke dalam kerongkongan kami. Kami tidak akan menghadiri Rose Parade, kami tidak akan menonton bahkan walau hanya 5 menit selama mereka menempatkan propaganda anti-Kristen di salah satu pelampung mereka. Kami tidak akan pernah lagi menonton Rose Parade selama mereka menghadirkan propaganda yang menyerang dan menolak dasar dari iman Alkitab kami! Dan jika itu membuat kami dalam kesulitan – biarlah itu terjadi!

“Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu” (Daniel 3:18).

Dan kami katakan kepada dunia yang masih terhilang, “Kami tidak akan menghadiri tarian di sekolah Anda! Kami tidak akan menghisap ganja Anda, bahkan walaupun itu legal! Kami tidak akan melihat pornografi Anda! Kami tidak akan mengikuti teladan Anda dengan menggugurkan bayi kami! Kami tidak akan melewatkan untuk pergi ke gereja demi pergi ke pesta Anda! Tidak pernah! Tidak pernah! Tidak pernah! Kami tidak akan pernah melakukan hal-hal itu!”

“Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami… tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang [kamu] dirikan itu”.

Tidak pernah! Tidak pernah! Tidak pernah! Tidak pernah! Tidak pernah! Tidak pernah!

Iman umatMu hidup t'rus,    Walau sengsara dan pedang; Girang hatiku yang tulus,    Karna imannya yang menang
Iman umatMu imanku!    Ya sampai maut setiaku!
(“Faith of Our Fathers” oleh Frederick W. Faber, 1814-1863/
      Terjemahan Nyanyian Pujian No. 167).

Kami akan berjalan-jalan dalam perapian menyala-nyala bersama dengan Anak Allah! Kami akan berjalan-jalan dalam perapian itu bahkan walaupun Allah mengijinkan kami untuk terbakar! Kami tidak akan sujud kepada seks, pornografi, obat-obatan dan materialisme yang menjadi tuhan Anda. Kami akan berjalan dalam perapian bersama dengan Anak Allah!

Iman umatMu imanku!    Ya sampai maut setiaku!

Kemudian, juga, ada aplikasi untuk orang-orang Kristen yang sedang mengalami pencobaan berat. Jangan dengarkan jika seseorang memberitahu Anda bahwa kehidupan seorang Kristen sejati selalu mudah. Kristus menjelaskan kepada kita,

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Matius 16:24).

Dan Rasul Paulus berkata, “bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara” (Kisah Rasul 14:22). Jika Anda adalah seorang murid Kristus yang sejati, Anda akan hidup melalui banyak pencobaan. Namun Yesus berkata,

“Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu” (Matius 5:11-12).

Tidak peduli apa pencobaan dan penderitaan yang Anda alami, Yesus berkata, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5). Ingat bahwa ada orang keempat dalam perapian yang menyala-nyala bersama dengan tiga pemuda Ibrani itu, “dan yang keempat itu rupanya seperti Anak Allah” (Daniel 3:25). Yesus, Anak Allah, ada bersama dengan mereka dalam perapian menyala-nyala itu! Yesus, dalam bentuk pra-inkarnasi-Nya, membuat mereka tidak terluka dalam perapian yang menyala-nyala itu. Percayalah kepada-Nya, dan Dia akan membawa Anda dengan aman melalui api pencobaan dari kehidupan ini. Sebuah himne agung tentang iman kita menempatkan kata-kata ini ke dalam mulut Yesus, dan memang demikian!

Di kala cobaan membayangimu,
   Ketika bencana menindih kalbu,
Rahmatku cukup, jangan kau mengeluh:
   Hidupmu teruji, imanmu teguh
(“How Firm a Foundation” oleh seorang penulis yang tidak dikenal/
      Terjemahan Nyanyian Pujian No. 245).

Namun Dr. DeHaan memberikan kita satu poin hermeneutika lagi.

III. Ketiga, sebagian besar perikop Kitab Suci juga memiliki suatu penyataan nubuatan.

Dr. DeHaan dengan benar mengatakan bahwa “Tiga pemuda Ibrani ini adalah suatu gambaran tentang orang Israel di antara bangsa-bangsa. Dilemparkan ke dalam tungku penderitaan dan penganiayaan sehingga menurut semua ukuran manusia seharusnya mereka sudah binasa, tetapi secara ajaib mereka dipelihara, bahkan dalam api pembakaran ras kebencian [anti-Semitisme] dan penganiayaan, karena mereka adalah umat perjanjian Allah dan akhirnya dengan mengagumkan akan diselamatkan dan ditinggikan di antara bangsa-bangsa” (DeHaan, ibid., hlm. 73-74).

Setiap bangsa bukan Yahudi pernah menganiaya orang-orang Yahudi. Mesir, Babilonia, Yunani, Romawi, Spanyol, Perancis, Rusia, dan Jerman - setiap dari mereka telah menganiaya orang-orang Yahudi, dan telah mencoba untuk memusnahkan mereka. Tetapi mereka semua telah gagal karena Israel adalah umat Allah yang kekal! Allah selalu bersama dengan Israel dalam tungku penderitaan, dan Allah tidak akan gagal memelihara mereka hingga sekarang! Anda lihat, Tuhan membuat perjanjian dengan Abraham yang tidak dapat dihancurkan. Tuhan mengatakan kepada leluhur mereka bahwa tanah Kanaan telah diberikan kepada orang-orang Yahudi untuk selama-lamanya!

“Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat” (Kejadian 15:18).

“Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka” (Kejadian 17:8).

Sepanjang masa, orang-orang Yahudi telah dianiaya - sering dianiaya oleh orang Kristen palsu, karena tidak ada orang Kristen sejati yang akan pernah merugikan umat perjanjian Allah! Tetapi Yeshua (Yesus) selalu menjadi orang keempat dalam perapian menyala-nyala, menderita bersama dengan orang-orang Yahudi - dan akhirnya memberikan kemenangan besar kepada mereka atas bangsa-bangsa penyembah berhala! Pada akhirnya, nubuat Rasul Paulus benar-benar akan menjadi kenyataan. Karena ia mengatakan, “Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub” (Roma 11:26).

Sebagai kesimpulan, mari kita berpikir tentang orang keempat dalam perapian menyala-nyala yang bersama dengan tiga teman-teman Ibrani kita. Nebukadnezar mengatakan dia “malaikat” (Daniel 3:28). “Malaikat” berarti “utusan.” “Utusan Tuhan” dalam Perjanjian Lama seringkali merupakan penampakan pra-inkarnasi Yesus. Misalnya, “malaikat Tuhan” menampakkan diri kepada Manoah, ayah dari Samson. Alkitab mengatakan,

“Maka tahulah Manoah, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN. Berkatalah Manoah kepada isterinya: "Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah” (Hakim-hakim 13:21, 22).

Jadi, malaikat Tuhan itu adalah Allah, Yesus, Pribadi Kedua dari Trinitas, yang menampakkan diri dalam Perjanjian Lama sebelum inkarnasi-Nya dalam rahim Maria.

Juga, di sini dalam Daniel 3:25, sang raja melihat ke dalam perapian menyala-nyala itu dan berkata, “yang keempat itu rupanya seperti Anak Allah.” Dr. J. Vernon McGee berkata, “Saya percaya bahwa orang keempat itu adalah Anak Allah, pra-inkarnasi Kristus” (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1982, volume III, hlm,. 547; catatan atas Daniel 3:25).

Betapa karakteristik Yesus yang datang dan berbagi penderitaan dan menerima penolakan dari orang-orang pilihan - dan pada akhirnya akan menyelamatkan mereka! Dia turun dari Surga, ke dalam rahim Perawan Maria. Dia tidak “turun” sebagai “Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja” ketika Dia dilahirkan di Betlehem pada Natal pertama. Dia akan datang sebagai Raja segala raja di masa depan - pada Kedatangan-Nya yang Kedua. Tetapi Dia datang ke dalam rahim Maria untuk menyelamatkan kita - sama seperti Dia datang ke dalam perapian menyala-nyala untuk menyelamatkan tiga pahlawan Yahudi yang gagah berani itu!

Yesus datang dari Sorga untuk menderita di dunia ini, untuk menyelamatkan umat-Nya dari perapian Neraka! Kita semua akan menghabiskan kekekalan dalam “api yang tidak akan pernah padam.” Tetapi Yesus datang untuk menderita dan mati di kayu Salib untuk membayar hukuman karena pemberontakan kita. Allah menempatkan semua dosa-dosa kita “dalam tubuh-Nya di kayu salib” - di kayu Salib (I Petrus 2:24). Jadi, Yesus menebus semua dosa umat-Nya.

Dia sudah mati, di dalam kubur, selama tiga hari. Tetapi, pada pagi-pagi benar pada Minggu Paskah yang pertama, Yesus bangkit secara fisik - daging dan tulang - dari antara orang mati. Ia naik kembali ke Surga, dan sekarang berdoa untuk Anda, duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Bila Anda mempercayai Yesus dalam hati Anda, Dia mengampuni dosa-dosa Anda dan menyucikan mereka dengan Darah-Nya. Bila Anda mempercayai Yesus dalam hati Anda, Dia menyelamatkan Anda dari dosa, dan mengangkat Anda keluar dari kehidupan yang terhilang dan tanpa pengharapan - sama seperti Dia menyelamatkan tiga pemuda Ibrani dari perapian yang menyala-nyala itu! Amin!

Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang bagaimana menjadi orang Kristen sejati, silahkan tinggalkan kursi Anda dan berjalan ke bagian belakang auditorium ini sekarang. Dr. Cagan akan membawa Anda ke ruangan lain di mana kita bisa berdoa dan menjawab setiap pertanyaan yang Anda miliki. Dr. Chan, silakan berdoa kiranya seseorang akan diselamatkan oleh Yesus hari ini! Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Daniel 3:16-25.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Faith of Our Fathers” (oleh Frederick W. Faber, 1814-1863).


GARIS BESAR KHOTBAH

BERJALAN-JALAN DALAM API BERSAMA ANAK ALLAH!

WALKING THROUGH THE FIRE WITH THE SON OF GOD!

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Katanya: ‘Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa [Anak Allah dalam KJV]!’” (Daniel 3:25).

I.   Pertama, seluruh Kitab Suci memiliki satu tafsiran utama, Daniel 1:20;
Daniel 3:11, 12, 17, 18, 25, 28, 29.

II.  Kedua, Seluruh Kitab Suci memiliki beberapa aplikasi praktis, Daniel 3:17, 18; Matius 16:24; Kisah Rasul 14:22; Matius 5:11-12; Ibrani 13:5.

III. Ketiga, sebagian besar perikop Kitab Suci juga memiliki suatu penyataan nubuatan, Kejadian 15:18; 17:8; Roma 11:26; Daniel 3:28; Hakim-Hakim 13:21, 22; I Petrus 2:24.