Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




KESELAMATAN OLEH TRINITAS –
SEBUAH KHOTBAH NATAL

SALVATION THROUGH THE TRINITY –
A CHRISTMAS SERMON
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 15 Desember 2013

“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. Amin” (II Korintus 13:14).


Selasa malam yang lalu saya pergi ke gedung olah raga untuk berelaksasi dan berenang. Pada saat saya berada di kolam renang itu, hari sudah gelap. Lalu saya melihat seorang pria yang saya kenal menuju ke ruang ganti. Dia menatap lurus ke depan dan tidak melihat saya. Setelah beberapa menit saya meninggalkan kolam renang dan menuju ruang ganti bersama dengan dia. Hanya ada dua orang, yaitu kami di sana karena itu adalah malam yang dingin. Ketika kami sedang berbicara, saya merasa bahwa dia merasakan kesepian yang mendalam. Dia adalah seorang pensiunan dan memiliki banyak uang di bank. Dia berusia sekitar enam puluhan dan belum pernah menikah. Dia datang ke sini beberapa dekade yang lalu dari East Coast, jadi dia tidak mempunyai keluarga di sini. Dia tidak mempunyai teman baik. Saya bisa melihat kesedihan di wajahnya saat dia berkata bahwa dia akan sendirian saat Natal. Dia mati-matian mencoba untuk mengisi waktunya dengan mengambil kelas kuliah. Dia sedang mengambil program gelar Master, yang tentu saja sebenarnya tidak ia perlukan. Dia meninggalkan gerejanya lebih dari empat puluh tahun yang lalu. Dia sangat kecewa dan marah terhadap Kekristenan. Dia benar-benar sendirian di dunia ini - tanpa kasih karunia, tanpa kasih, tanpa persekutuan - dengan Allah, atau dengan sesama manusia lainnya. Saat saya mendengarkan dia, dia mengatakan kepada saya bahwa dia tidak tahu kepada siapa dia akan meninggalkan semua uangnya ketika dia meninggal dunia nanti. Saya merasa sedih untuknya. Saya telah mengundang dia untuk datang ke gereja kita berkali-kali, dan dia benar-benar datang, sekali, pada waktu pernikahan anak saya. Tetapi dia melesat pergi segera setelah pernikahan itu berakhir. Saya belum bisa mendapatkan dia untuk datang kembali. Betapa dingin, cara menakutkan untuk hidup - terutama pada saat Natal!

Di situlah setiap kehidupan berakhir dalam budaya otonom kita yang rigit. Setiap kehidupan yang tidak berpusat pada Kristus dan gereja berakhir dalam penderitaan tanpa pengharapan. Itu karena alternatif kepada Kristus dan gereja hanyalah kekosongan. Ini mungkin tidak tampak demikian pada awal kehidupan, tetapi akan selalu begitu pada akhirnya. Saya sudah memikirkan hal ini selama lebih dari lima puluh tahun. Saya tahu melalui observasi bahwa hal itu benar

Salah satu paman saya bekerja untuk Chrysler, pabrik perakitan mobil. Dia menyimpan banyak uang dan membeli sebuah rumah di San Clemente, sebuah daerah pinggiran pantai yang mahal, dekat San Diego. Dia meninggal sendirian di kamar tidur rumah itu. Mereka tidak melihat dia selama seminggu - sampai tetangga melihat bahwa kotak suratnya meluap dan mencium bau busuk dari daging yang membusuk. Paman saya yang lain, yang istrinya telah meninggal, mengalami stroke di kamar tidurnya dan berbaring di sana dalam keadaan lumpuh selama seminggu sebelum seorang pria di pondok Masonik itu menyadari bahwa ia merindukan pertemuan yang biasanya dihadiri. Mereka harus mendobrak pintu ke kamar tidurnya, karena itu terkunci dari dalam. Ada dia di tumpukan urine dan kotoran dengan pistol di tangannya - karena ia takut kalau ada pencuri masuk rumahnya. Seorang wanita tetangga terdekat memiliki seorang putri yang mengatakan kepada mereka di rumah sakit untuk berhenti memberi makan ibunya dan membiarkan dia mati. Cerita berlanjut dan terus berlanjut. Setiap orang yang hidupnya difokuskan pada dunia ini hidup dan mati tanpa pengharapan dan tanpa Allah!

Jangan ceritakan tentang Scrooge. Itu tidak pernah terjadi. Tidak ada yang pernah berubah seperti Scrooge dalam Dickens’ “A Christmas Carol.” Tidak ada yang pernah berubah ketika terpisah dari Kristus dan gereja. Tidak seorangpun!

Saya ingat pernah melihat sebuah film, sekitar enam puluh tahun yang lalu, di mana seorang pria tenggelam perlahan-lahan ke dalam lubang pasir hisap. Semakin kuat ia berjuang semakin cepat lumpur hisap itu menghisap dia. Dia menjerit dan berteriak, tetapi tidak ada yang datang. Akhirnya hanya kepalanya saja yang tersisa. Dia melakukan satu gerakan lagi. Kemudian pasir hisap itu menariknya ke bawah. Saya hanyalah seorang anak kecil ketika saya melihat film itu. Hal itu membuat hati saya begitu takut. Saya mencengkeram tenggorokan. Tangan saya berkeringat saat saya membayangkan tenggelam dalam lubang pasir hisap itu!

Apakah Anda akan tersedot ke bawah, dan tenggelam, dalam kehidupan tanpa harapan? Atau akankah Anda menyelamatkan diri? Seperti yang sering saya katakan, hampir tidak ada yang lolos setelah usia tiga puluh tahun - hampir tidak ada satupun! Ibu saya menyelamatkan diri pada usia 80 - tetapi itu sangat luar biasa, bahwa itu sama dengan terbelahnya Laut Merah - atau beberapa keajaiban yang benar-benar mustahil lainnya!

Jika Anda ingin menyelamatkan diri dari pasir hisap kehidupan, hanya ada satu cara yang mungkin Anda lewati. Perhatikan apa yang saya katakan! Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan diri dari pasir hisap kehidupan - hanya ada satu cara! Dan tidak ada cara yang lain! Itu adalah ini –

“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. Amin” (II Korintus 13:14).

Jemaat di Korintus waktu itu berada dalam keadaan yang buruk. Ada perpecahan gereja, pertengkaran dan perpecahan, ajaran sesat, dosa seksual, dan banyak anggota gereja yang masih terhilang (13:5, 6). Paulus memberikan salam berkat yang indah ini untuk mereka semua, di akhir suratnya, “menyertai kamu sekalian.” Ini adalah doanya untuk mereka semua karena ia tahu bahwa tidak ada lagi yang bisa menarik mereka keluar dari pasir hisap kehidupan tanpa pengharapan. Ini adalah apa yang Anda butuhkan juga.

I. Pertama, Anda membutuhkan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus.

Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus… menyertai kamu sekalian” (II Korintus 13:14).

Dia sedang berbicara tentang Trinitas di sini. Dia berbicara tentang Yesus Kristus, dan Allah, Bapa, dan Roh Kudus. Dan dia berdoa kiranya “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus” menyertai mereka semua. Itu adalah hal pertama yang Rasul doakan, karena itu adalah hal pertama yang kita butuhkan. Ini adalah sebuah doa untuk keselamatan oleh Trinitas.

Perhatikan bahwa sang Rasul mengatakan “kasih karunia” Kristus sebelum “kasih Allah.” Perhatikan juga bahwa gelar lengkap dan nama Kristus diberikan di sini, “Tuhan Yesus Kristus.” Hal ini menunjukkan sifat ilahi-Nya, untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan kita. Hal ini menunjukkan sifat manusia-Nya, untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Yesus. Ini menunjuk jabatan-Nya, sebagai Kristus, untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Mesias. Dia adalah Tuhan Yesus Kristus. Adalah kasih karunia dari pribadi ilahi dan manusia ini yang kita butuhkan. Dan itu adalah pribadi ini, Tuhan Yesus Kristus, yang memberikan kasih karunia kepada kita. Setiap orang yang telah diselamatkan tahu betul bahwa ia diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus

Mereka yang masih terhilang tidak melihat kebutuhan akan Tuhan Yesus Kristus. Mereka menginjak-injak atau menghina Dia (Ibrani 10:29). Mereka menghina dan menolak Dia, dan menyembunyikan wajah mereka dari-Nya (Yesaya 53:3). Mereka menolak untuk datang kepada-Nya (Yohanes 5:40). Mereka membenci-Nya dan menghina-Nya (Yesaya 49:7).

Orang-orang berbicara baik tentang Gandhi dan John Kennedy, walaupun keduanya adalah pezinah. Mereka berbicara baik tentang Che Guevara, yang adalah seorang pembunuh dan penjahat. Tetapi ketika mereka datang kepada Yesus, mereka membenci-Nya. Jika Anda berada di kampus Anda tahu bahwa apa yang saya katakan benar. Para dosen benar-benar membenci Anak Allah, Tuhan Yesus Kristus!

Mereka tidak melarang pertunjukkan jerangkong dan penyihir dan kucing hitam pada tanggal 31 Oktober. Mereka tidak melarang penggunaan kata “Halloween” di pajang di toko atau sekolah. Tetapi mereka melarang kata “Natal” dari setiap sekolah di Amerika, dan dari banyak toko, karena di dalam kata Natal (atau “Christmas”) itu ada kata “Kristus”. Mereka menyukai pertunjukkan penyihir dan jerangkong pada Halloween - tetapi mereka membenci nama Kristus. Dan mereka membenci nama “Christmas” (“Natal”). Tahun ini saya telah melihat nama “Natal” hanya sekali. Hanya satu kali di seluruh pusat kota Los Angeles! Dikatakan, “Selamat Natal” di samping “The Pantry,” sebuah restoran tua yang dimiliki oleh mantan Walikota Richard Riordan, salah satu dari sedikit tokoh masyarakat yang masih pergi ke gereja pada hari Minggu. Dulu dapat menghangatkan hati dengan melihat jendela menyala di Balai Kota Los Angeles yang membentuk salib pada waktu Natal. Tetapi sekarang tidak lagi. Sekelompok kecil ateis militan merobohkannya, dan tidak ada orang Kristen yang memiliki cukup keberanian untuk menghentikan mereka! Hari ini Tuhan Yesus Kristus ditolak, diejek, dan dibenci - bahkan pada waktu Natal! Sebuah tanda neon besar di Times Square di New York dibayar oleh “Para Ateis Amerika.” Tanda neon itu mengatakan, “Siapa yang membutuhkan Kristus pada musim Natal? Tidak ada!” Mereka akan diberi label sebagai anti-Semitik jika mereka memasang, “Siapa yang membutuhkan Israel pada perayaan Hanukkah? Tidak ada!” Tetapi tidak masalah karena secara politis mengoreksi kemunafikan untuk menghancurkan Kristus pada hari ulang tahun-Nya pada saat Natal! Bill O'Reilly, dari Fox News, benar! Benar-benar ada “perang terhadap Natal”! Benar-benar ada perang melawan agama Kristen! Manusia di dalam dosa membenci Yesus Kristus!

“Seorang yang penuh kesengsaraan,” itulah namanya
     Karena Anak Allah datang
Manusia berdoa dipulihkan dari kerusakan
     Haleluya! Juruselamat!

Menanggung malu dan hinaan keji
     Menggantikan tempat kita terkutuk Dia berdiri;
Memeteraikan pengampunan kita dengan Darah-Nya,
     Haleluya! Juruselamat!
(“Hallelujah! What a Saviour!” oleh Philip P. Bliss, 1838-1876).

Oh, betapa pedih saya rasakan ketika saya berpikir bahwa ada beberapa orang muda, yang menghadiri gereja kita ini setiap hari Minggu, tetapi tidak cukup mengasihi Yesus untuk mempercayai-Nya! Oh, bagaimana bisa Anda mengalami kasih karunia Allah jika Anda berada di pihak Iblis? Bagaimana Anda bisa diselamatkan jika Anda terus menghina Yesus, jika Anda tidak cukup mengasihi Dia untuk percaya kepada-Nya! Bagaimana Anda bisa mengalami kasih karunia dan nikmat Allah jika Anda terus menolak Tuhan Yesus Kristus? Suatu hari nanti Anda akan menjadi seperti lelaki tua di ruang ganti tadi - sendirian, dan tanpa harapan, saat Natal.

Kasih karunia adalah apa yang benar-benar dibutuhkan setiap orang berdosa yang bersalah, tercemar, dan tak berdaya! Dan tidak ada seorang pun kecuali Yesus yang memiliki kasih karunia yang Anda butuhkan. Datanglah kepada-Nya sekarang, sebelum terlambat! Kemudian Anda akan dapat mengatakan seperti yang dikatakan oleh Rasul Petrus,

“Kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan” (Kisah Rasul 15:11).

II. Kedua, Anda membutuhkan kasih Allah.

“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah... menyertai kamu sekalian. Amin” (II Korintus 13:14).

Dr. Charles Hodge, seorang teolog besar abad ke-19, mengatakan, “Dalam satu pandangan [salah satu cara untuk melihatnya] kasih Allah adalah sumber penebusan. Allah menyatakan kasih-Nya di dalam mengaruniakan Anak-Nya bagi kita,

‘Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa’ (Roma 5:8).

Namun dalam pandangan lain [cara lain untuk melihatnya] kasih Allah bagi kita adalah karena kasih karunia dan karya Kristus. Artinya, manifestasi dari kasih dalam pengampunan, pengudusan dan keselamatan manusia, itu tergantung pada karya Kristus. Kita diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya. Kematiannya sebagai pemuasan bagi dosa-dosa kita diperlukan untuk menjadi benar-benar diperkenalkan kepada persekutuan kita dengan Allah dan mendapat bagian dari kasih-Nya. Oleh karena itu Rasul menempatkan kasih karunia Kristus sebelum kasih Allah, seperti, dalam penekanan arti, kondisi yang diperlukan dari manifestasinya” (Charles Hodge, Ph.D., 1 and 2 Corinthians, The Banner of Truth Trust, 2000 reprint, hlm. 689; catatan atas II Korintus 13:14).

Sebagaimana William R. Newell menuliskan,

Oh, kasih yang menarik kepada rencana keselamatan!
     Oh, kasih karunia yang dibawa turun kepada manusia!
Oh, jurang besar dengan Allah terjembatani di Kalvari
      (“At Calvary” oleh William R. Newell, 1868-1956).

Bukankah itu adalah cara kita mengalami kasih Allah? Dr. Lenski menunjukkan bahwa “urutan dari pribadi-pribadi itu sama baiknya dengan urutan karunianya adalah signifikan.” Pertama kita menerima kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kemudian kita mengalami kasih Allah. Pertama-tama kita menerima kasih karunia Kristus, maka kemudian kita mengenal kasih Allah (R. C. H. Lenski, Ph.D., The Interpretation of St. Paul’s First and Second Epistles to the Corinthians, Augsburg Publishing House, 1969 edition, hlm. 1339; catatan atas II Korintus 13:14).

Itu adalah pengalaman saya sendiri, dan itu adalah (atau akan menjadi) pengalaman Anda juga. Pertama-tama saya ditarik kepada Yesus. Hanya setelah saya mengalami kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, saya mulai mengenal dan memahami kasih Allah. Jika Anda masih terhilang, pertama-tama Anda harus datang kepada Yesus. Setelah Anda datang kepada Kristus Anda akan mulai mengenal kasih Allah! Dr. Lenski berkata, “Kasih Allah dengan tepat menempati tempat kedua dalam salam berkat ini” (ibid.). Pertama, Anda harus datang kepada Kristus. Kemudian Anda akan mengenal kasih Allah! Itu adalah cara orang-orang berdosa diselamatkan! Datanglah kepada Yesus, dan kemudian Anda akan mulai tahu betapa Allah mengasihi Anda!

Saya sedang berpikir lagi bahwa lelaki di gedung olahraga itu. Bertahun-tahun yang lalu ia menjauh dari Kristus dan gereja-Nya - dan sekarang dia sendirian di dunia pada waktu Natal - tanpa kasih Allah! Jangan biarkan hal itu terjadi pada Anda! Datanglah kepada Kristus sekarang, dan Anda akan mulai mengalami kasih Allah!

III. Ketiga, Anda membutuhkan persekutuan Roh Kudus.

“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. Amin” (II Korintus 13:14).

Kata Yunani yang diterjemahkan “persekutuan” di sini adalah kata yang hangat dan ramah yaitu koinonia. Kata ini berarti “persatuan dengan” atau “persekutuan.” Saya harus mengutip Dr. Lenski di sini lagi, karena ia mengatakan itu dengan begitu indah dan begitu baik. Dia mengatakan,

Roh Kudus membungkukkan diri kepada kita dan memeluk kita yang telah menemukan kasih karunia dan kasih dalam persekutuan-Nya. Bukan dari jauh menjangkau kita tetapi dalam sebuah kesatuan yang melampaui pemahaman kita (ibid., hlm. 1341).

Elisha Hoffman berbicara tentang persekutuan dengan Roh Kudus seperti “Bersandar pada Lengan Yang Kekal.” Dengarkanlah,

Alangkah senang dan bahagia,
     Ku bersandar pada Yang kekal;
Karunia besar dib'ri olehNya,
     Ku bersandar pada Yang kekal.
Aman, nyaman, Ku bersandarkan Yang kekal;
     Aman, nyaman, Kubersandar pada Yang kekal.
(“Leaning on the Everlasting Arms” oleh Elisha A. Hoffman, 1839-1929).

Ibu saya menyukai lagu lama itu. Kami menyanyikannya bersama-sama berkali-kali setelah dia diselamatkan. Itu adalah komuni, yaitu suatu persekutuan, yang kita miliki bersama dengan Roh Kudus ketika kita diselamatkan oleh Yesus! Alangkah senang dan bahagia, Ku bersandar pada Yang kekal!

“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. Amin” (II Korintus 13:14).

Dr. Hodge berkata, “Bagian ini merupakan pengakuan yang jelas dari doktrin Trinitas, yang merupakan doktrin fundamental Kekristenan. Seorang Kristen adalah orang yang mencari dan menikmati kasih karunia Tuhan Yesus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus” (ibid., hlm. 690).

Saya merasa sangat kasihan pada lelaki tua di gedung olahraga itu ketika dia keluar dari ruang ganti dan berjalan pergi dalam kegelapan. Dia tidak memiliki sukacita akan pengenalan Trinitas Mahakudus. Pengkhotbah besar, Dr. W. A. Criswell berkata dengan baik.

Ketika seorang pria menyembah Allah yang benar, ketika dia membungkuk di hadapan Tuhan Yesus Kristus, ketika ia menerima di dalam hatinya kesaksian Roh Kudus yang menunjuk kepada anugrah keselamatan dari Yesus, orang itu ditinggikan, ia diangkat, ia diteguhkan. Segala sesuatu yang menyangkut hidupnya dikuduskan dan dibuat mulia dan suci. Ada satu Allah dan nama-Nya adalah Allah, Bapa kita, dan Allah Juruselamat kita, dan Allah di dalam jiwa kita – kasih karunia yang menggerakan dan kesaksian Roh Kudus. Amin. (W. A. Criswell, Ph.D., Great Doctrines of the Bible – Volume 2, Zondervan Publishing House, 1982, hlm. 77).

Saya berdoa kiranya Anda mau datang kepada Yesus malam ini. Dia akan menyelamatkan Anda dari kehidupan yang sia-sia dari keegoisan dan dosa. Dia akan membersihkan Anda dengan Darah-Nya yang telah Dia tumpahkan di kayu Salib. Datanglah kepada Yesus dan Anda akan mengenal atau mengalami kasih Allah, dan persekutuan mengharukan dari Roh Kudus

Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang datang kepada Yesus, silahkan tinggalkan kursi Anda sekarang dan berjalan ke bagian belakang auditorium. Dr. Cagan akan membawa Anda ke ruangan lain di mana kita bisa bicara dan berdoa. Dr. Chan, silakan datang dan berdoa kiranya seseorang mau percaya Yesus malam ini. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: II Korintus 13:11-14.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“O Little Town of Bethlehem” (oleh Phillips Brooks, 1835-1893).


GARIS BESAR KHOTBAH

KESELAMATAN OLEH TRINITAS –
SEBUAH KHOTBAH NATAL

SALVATION THROUGH THE TRINITY –
A CHRISTMAS SERMON

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. Amin” (II Korintus 13:14).

I.      Pertama, Anda membutuhkan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus,
II Korintus 13:14a; Ibrani 10:29; Yesaya 53:3; Yohanes 5:40;
Yesaya 49:7; Kisah Rasul 15:11.

II.    Kedua, Anda membutuhkan kasih Allah, II Korintus 13:14b; Roma 5:8.

III.  Ketiga, Anda membutuhkan persekutuan Roh Kudus, II Korintus 13:14c.