Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PENGHAKIMAN ALLAH – HAL YANG MENAKUTKAN

GOD’S JUDGMENT – A FEARFUL THING
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 17 November 2013


Lagu yang baru saja dilantunkan oleh Mr. Griffith ditulis oleh Dr. John R. Rice. Itu adalah sebuah lagu yang dibutuhkan oleh gereja-gereja kita. Hari ini sulit sekali menemukan lagu tentang penghakiman, dan tidak ada satupun yang saya tahu lagu tentang Neraka. Orang-orang Puritan menyanyikan lagu tentang Neraka. Namun orang-orang evangelical hari ini berpikir bahwa mereka terlalu cerdas dan bijaksana untuk melakukan itu. Tokoh Peri jahat dalam karya Shakespeare berkata, “Betapa bodohnya manusia-manusia fana ini.” Ia mengatakan itu tentang kaum evangelical progresif dan new-evangelikal hari ini. Mereka umumnya berumur sekitar 40 tahun di balik mode dunia terhilang. Orang-orang terhilang mengenakan jenggot Van Dyke empat puluh tahun yang lalu. Hari ini banyak pengkhotbah evangelical “progresif” mengenakan jenggot itu – hanya saja mereka tidak cukup cerdas untuk menyebut mereka “Van Dykes.” Dalam sikap sok bijaksana mereka ragu untuk menyebut jenggot mereka sebagai “jenggot kambing.”

Sekitar empatpuluh tahun yang lalu dunia memulai suatu kampanye anti-rokok. Orang-Orang pintar di dunia tidak lagi merokok. Benar-benar, kaum new-evangelical “progresif” sekarang mulai merokok, seolah-olah merokok adalah suatu tanda intelektual dan sok bijak. Wheaton College, di mana Billy Graham menamatkan pendidikannya dan di mana enam putri Dr. John R. Rice menamatkan kuliahnya, sekarang mengijinkan dosen dan mahasiswanya untuk merokok. Dan apakah Anda tahu bahwa bulan lalu Moody Bible Institute di Chicago meniru dan menghapuskan larangan merokok di perguruan tinggi tersebut? Dan isu dari Christianity Today belakangan ini menampilkan gambar pipa rokok yang sangat besar pada halaman sampulnya – sebuah isyarat bahwa merokok adalah tanda intelektual dan kebijaksanaan – seperti C. S. Lewis, yang sedang merokok dengan sebuah pipa. Atas nama hikmat duniawi orang-orang new-evangelikal mengadopsi kebiasaan merokok – empat puluh tahun setelah dunia mulai menyerah!

Bagi mereka menyanyikan himne-himne di gereja saat ini sudah ketinggalan zaman. Mereka menyanyikan satu refren yang diulang-ulang dan diulang-ulang – sampai setiap orang hampir berada dalam semi hipnotis yang membingungkan. Itu diharapkan dapat “mempersiapkan” mereka untuk mendengar khotbah. Itu justru lebih tepat untuk mempersiapkan mereka untuk tidur, yang mana kebanyakan dari mereka menyampaikan “studi Alkitab” ringan. Dan oleh sebab itu tak seorangpun menyanyikan lagu tentang Neraka pada gereja-gereja kita hari ini. Peringatan tentang Neraka ada di seluruh Alkitab – namun orang-orang evangelikal duniawi itu tidak ingin menyanyikan lagu tentang peringatan-peringatan tersebut – dan mereka pasti tidak ingin berkhotbah kepada mereka! Sehingga Dr. Rice melakukan pelayanan yang luar biasa dengan menulis lagu itu dengan judul Penghakiman Terakhir,

Jadi, apa yang kan kau katakan kepada Yesus,
   Ketika engkau menghadapi semua yang mungkin terjadi,
Dan telah lama kau tolak sang Penebus dan tahun-tahunpun berlalu?
   Bagaimana engkau akan menjawab pada hari itu,
Ketika sang Hakim dalam segala kekuasaan-Nya,
   Engkau hadapi catatan dosamu dan harus menjawab dengan air matamu?
Apa yang akan engkau katakan? Apa yang akan engkau katakan?
   Jika tanpa pengampunan engkau menghadapi [Tuhan] pada hari itu?
Apa yang akan engkau katakan? Apa yang akan engkau katakan?
   Menghadapi Tuhan yang telah engkau hina pada hari itu?
(“What Will You Say Then?” oleh Dr. John R. Rice, 1895-1980).

Mari bersama dengan saya membuka Alkitab Anda dari Ibrani 10:31 – dan mari kita berdiri ketika membaca Firman Allah ini.

“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31).

Anda dipersilahkan untuk duduk kembali.

Itu adalah ayat yang penting, khususnya pada zaman kita. Alkitab berkata, “Rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu” (Roma 3:18). Kami tidak pernah menjumpai seseorang yang takut akan Allah! Tidak pernah! Tanpa terkecuali! “Rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu.” Namun, teks kita berkata, “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31). Jadi Alkitab bertentangan dengan manusia modern, dan hikmatnya yang palsu, pandangan yang menyangkal Allah. Alkitab berkata, dengan lantang dan jelas,

“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31).

Meskipun manusia modern tidak memiliki “rasa takut kepada Allah,” ia salah – benar-benar salah. Dan saya akan mengambil waktu beberapa menit malam ini untuk membuktikan dengan pikiran rasional bahwa sungguh, “ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.” Saya tidak akan menarik emosi Anda. Khotbah ini akan memberikan argumentasi logis dan masuk akal akan fakta bahwa “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.”

I. Pertama, ini dibuktikan oleh siapa Allah itu.

Perhatikan bahwa teks ini mengatakan “ngeri benar” jatuh ke tangan “Allah yang hidup.” Kita semua tahu ada allah-allah “mati”. Saya dan istri saya berjalan menyusuri Temple of Karnak di Mesir. Ini adalah sebuah bangunan yang indah untuk hari ini. Tetapi semua orang tahu bahwa gambar-gambar para dewa yang ada pada dinding kuil kuno itu adalah para illah atau dewa yang mati. “allah” dari Protestanisme liberal juga merupakan allah yang mati. Dr. Edward John Carnell adalah seorang profesor terkenal di Fuller Theological Seminary. Dia pernah menjadi presiden dari Fuller, dan kemudian menjadi profesor di sana. Pada tahun 1959 Dr. Carnell menulis sebuah buku berjudul “The Case for Orthodox Theology.” Bukunya menunjukkan bahwa Fuller Seminary sudah hancur sebelum tahun 1959. Bukunya mengajarkan evolusi dari satu spesies ke spesies lain, buku itu mengajarkan bahwa tidak semua bagian Alkitab diinspirasikan, dan buku itu juga menyerang pandangan pramilenial Kedatangan Kedua Kristus, dan buku itu juga mempromosikan Alkitab liberal RSV yang rusak dan banyak kesalahan dalam terjemahannya. Satu setengah tahun kemudian saya mendengar Dr. Charles Woodbridge berkhotbah. Dr. Woodbridge baru saja meninggalkan pekerjaannya sebagai dosen di Fuller Seminary dengan alasan karena serangan Carnell atas Alkitab. Dr. Woodbridge berkhotbah menentang pandangan liberal Carnell itu. Saya diselamatkan ketika Dr. Woodbridge menyampaikan khotbah itu. Saya tahu bahwa “allah” dari Edward John Carnell bukanlah Allah saya. Dr. Carnell bunuh diri beberapa tahun kemudian di sebuah kamar hotel di Oakland, California. “allah” dia bukan Allah saya! Allah saya adalah “Allah yang hidup.”

“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31).

Tidak ngeri jatuh ke tangan allah yang mati dari Fuller Theological Seminary! Oh, tidak! Rob Bell tamat dari Fuller – dan ia adalah orang yang menulis buku Love Wins (HarperOne, 2011). Dalam bukunya itu Rob Bell berkata bahwa doktrin Alkitab tentang “penghukuman di neraka” kekal adalah “sesat dan racun” (hlm. viii). Ia telah mempelajari itu di Fuller. allah dia bukan Allah saya! allah dia bukan “Allah yang hidup.”

“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31).

II. Kedua, ini dibuktikan dengan apa yang pernah Allah lakukan di masa lalu.

Karakter dari Allah yang hidup dinyatakan oleh penghakiman-Nya di masa lalu. Spurgeon berkata, “Allah Abraham, sebagaimana dinyatakan dalam Perjanjian Lama, berbeda dari Bapa universal dari apa yang oleh [orang-orang liberal] modern impikan solah-olah Dia adalah Apollo atau Bachus” (C. H. Spurgeon, “Future Punishment a Fearful Thing”).

“Allah yang hidup” dari Alkitab pernah membinasakan seluruh umat manusia yang penuh dengan dosa dengan menenggelamkan mereka ke dalam Air Bah. Alkitab berkata,

“Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata…. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi” (Kejadian 6:5, 7).

Lagi, Rasul Petrus menjelaskan kepada kita bahwa Allah pernah membinasakan Sodom dan Gomora. Lagi, Allah pernah membunuh semua anak sulung di Mesir dalam satu malam. Lagi, Allah pernah membinasakan Firaun dan seluruh pasukannya ke dalam Laut Merah. Lagi, Orang-orang Hewi, Yebus, dan bangsa-bangsa lain jatuh oleh ujung pedang atas perintah Allah. Dan Musa berkata,

“Tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang” (Ulangan 7:10).

Lagi dan lagi Alkitab mengajar,

“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31).

III. Ketiga, ini dibuktikan dengan apa yang Yesus sendiri katakan.

Alkitab mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, Allah yang berinkarnasi. Itu adalah sebuah fakta bahwa tidak ada pribadi lain dalam Alkitab yang pernah mengatakan hal yang sangat mengerikan tentang Neraka seperti yang pernah dikatakan oleh Tuhan Yesus Kristus. Berikut ini beberapa hal yang Yesus pernah katakan berhubungan dengan penghakiman kekal.

“Takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka” (Matius 10:28).

Lagi, Yesus berkata,

“Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi” (Matius 13:49-50).

Lagi dalam Matius pasal duapuluh dua, Yesus menjelaskan kepada kita bahwa Allah [Raja itu] akan berkata,

“Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (Matius 22:13).

Kemudian, dalam Markus pasal 9, Yesus mengatakan tiga kali bahwa Neraka adalah suatu tempat,

“Di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam” (Markus 9:44).

Lagi,

“Di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam” (Markus 9:46).

Namun lagi,

“Di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam” (Markus 9:48).

Saya hanya memberikan beberapa ayat saja di mana Yesus berbicara tentang Neraka, untuk mengkonfirmasi fakta bahwa,

“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31).

Yesus telah membuat itu menjadi sangat jelas ketika ia memberikan kisah tentang orang kaya dan Lazarus dalam Lukas pasal enam belas. Orang kaya itu mati,

“Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas” (Lukas 16:23).

Dan lagi, Yesus berkata bahwa orang kaya itu berseru,

“Aku sangat kesakitan dalam nyala api ini” (Lukas 16:24).

Saya berharap Anda menyadari bahwa Yesus itu sungguh baik, lembut dan penuh kasih. Itulah alasan mengapa Ia memberikan peringatan sekeras itu tentang Neraka. Itu keluar dari belas kasihan dan kasih-Nya sehingga Yesus memperingatkan kita tentang penghakiman yang akan datang, karena,

“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31).

IV. Keempat, ini dibuktikan dalam suara hati nurani orang berdosa yang telah dibangunkan.

Yang pasti, sebagian besar orang menolak apa yang Alkitab katakan tentang Allah yang menghukum. Mereka juga menolak catatan Alkitab tentang penghakiman Allah di masa lalu. Dan mereka menolak hal-hal yang pernah dikatakan Tuhan Yesus Kristus tentang penghakiman Allah.

Memang benar bahwa orang-orang dalam keadaan alami mereka menolak semua bukti-bukti dan peringatan ini. Mereka tidak akan berubah sampai Roh Allah datang dan mulai membangunkan hati nurani mereka! Sampai saat itu hati nurani orang berdosa tidak bekerja dengan benar. Alkitab berbicara tentang

“...suara hati mereka membakar dengan besi panas” – KJV (I Timotius 4:2).

Dosa telah membakar hati nurani mereka berulang-ulang. Sekarang telah menyengat begitu banyak kali sehingga hati itu tertutup, sehingga tidak dapat berfungsi dengan benar.

Dengan demikian, mereka membuat alasan untuk memaklumi dosa mereka. Mereka bersembunyi di balik alasan psikologis dan sosiologis atas dosa mereka. Mereka menyalahkan orangtua mereka untuk memaklumi dosa mereka. Mereka menyalahkan lingkungan mereka untuk memaklumi dosa mereka. Mereka mencari setiap alasan yang bisa mereka pikirkan untuk menjadi alasan memaklumi dosa mereka yang mengerikan atas catatan dosa-dosa mereka dalam kitab-kitab penghakiman Allah.

Tetapi jika Allah telah memilih mereka, Dia akan mengirimkan Roh-Nya untuk menginsafkan mereka akan dosa mereka. Kemudian Roh Allah, “akan menginsafkan [mereka] akan dosa” (Yohanes 16:8). Kemudian mereka akan mulai merasa seperti wanita muda yang saya kutip pagi ini. Ingat ketika dia mengatakan bahwa dosa-dosanya

... Semua itu menghantui saya dan saya tidak pernah bisa menjauh darinya. Saya bertanya-tanya, “Bagaimana aku bisa melakukan dosa-dosa itu” … dosa-dosa ini datang dari kejahatan, hati licik… Saya merasa seperti makhluk keji di hadapan Allah yang melihat semuanya, Allah yang tahu pikiran dan niat saya, Allah yang tahu semua yang saya lakukan, bahkan bekerja di gereja, yang berakar pada dosa mementingkan diri sendiri. Setiap kali saya pergi ke gereja saya merasa seperti seorang penderita kusta…. Saya bersikap dingin untuk Kristus [saya tidak menginginkan Kristus].

Saya tahu bahwa orang-orang yang masih terhilang di dunia ini berpikir bahwa pikiran suram seperti itu tidaklah normal dan tidak wajar. Dalam arti itu, mereka benar. Dalam keadaan “alami” dan “normal” pikiran orang tidak pernah merasa seperti itu. Alkitab mengatakan, “manusia duniawi” tidak menyadari dosanya. Dibutuhkan karya supernatural dari Allah untuk membangunkan orang seperti itu! Keinsafan pikiran hanya datang ketika kasih karunia Allah membuka hati Anda untuk melihat bagaimana dosa Anda yang sebenarnya. Dalam himnenya, “Sangat Besar Anugerah-Nya,” John Newton berkata, “Oleh anugerah hilanglah segala takutku.” Orang-orang Kristen pada masa kebangunan rohani menyebut ini “kebangkitan” (awakening). Ketika Anda terbangun untuk melihat hati Anda yang penuh dosa, hati nurani Anda akan setuju bahwa,

“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31).

V. Kelima, ini dibuktikan oleh penderitaan Kristus untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa.

Spurgeon yang tersohor itu berkata, “Sebagaimana penderitaan Juruselamat yang intens melampaui segala bayangan kita, [dosa] harus menjadi hal yang sangat mengerikan... jahat sehingga tidak ada cara lain bagi kita untuk melarikan diri kecuali dengan darah yang tertumpah dan kematian Allah Anak. Jika Anda menganggap sepele neraka, maka Anda juga akan menganggap sepele salib itu. Jika Anda menganggap sepele penderitaan jiwa-jiwa yang hilang, Anda akan menganggap sepele Juruselamat yang telah menyelamatkan Anda darinya” (C. H. Spurgeon, “Future Punishment a Fearful Thing,” Metropolitan Tabernacle Pulpit, number 682).

“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31).

Bukankah itu persis seperti apa yang Yesus telah lakukan untuk menyelamatkan Anda dari hukuman kekal? Bukankah Yesus jatuh ke tangan Allah yang hidup? Bukankah Yesus menanggung penghukuman yang mengerikan di kayu Salib sebagai pengganti Anda? Bukankah Allah menghukum Yesus di tempat Anda, karena dosa Anda? Pikirkan tentang ayat yang agung tentang Kristus sebagai pengganti orang berdosa ini.

“Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah” (Yesaya 53:10).

Itu adalah kehendak Allah untuk “meremukkan” Yesus “dan menyebabkan dia menderita” (terjemahan modern) untuk membuat-Nya sebagai korban untuk menebus dosa kita.

Itu adalah doktrin “pendamaian.” The Reformation Study Bible berkata, “Salib itu telah mendamaikan Allah. Artinya, itu telah memadamkan murka-Nya... di dalam penderitaan-Nya Kristus menggantikan identitas kita dan menanggung penghakiman karena kita” (hlm. 1617). John Piper berkata Kristus “menanggung murka Allah” terhadap dosa-dosa kita. Ini menunjukkan, lebih kuat dari apapun, bahwa,

“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31).

Yesus mulai jatuh ke tangan Allah di Taman Getsemani. Allah meremukkan Yesus dengan beban dosa Anda - dan dosa-dosa semua umat-Nya. Yesus diremukkan dengan begitu parahnya sehingga Dia berpeluhkan “seperti” titik-titik darah. Allah menghukum Yesus begitu kuat sehingga Dia hampir mati di Taman Getsemani. Kemudian “menurut maksud dan rencana-Nya” (Kisah Rasul 2:23), Yesus dicambuk sampai setengah mati dan paku menembus kedua tangan dan kaki-Nya - disiksa oleh Allah - untuk mendamaikan murka-Nya, dan menyelamatkan Anda dari jatuh ke tangan Allah yang menakutkan! Allah “memberikan” Yesus untuk mati di tempat Anda. Alkitab mengatakan

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

Allah harus melakukan itu karena tidak ada cara lain untuk membayar hukuman bagi orang berdosa.

Setiap rasa sakit yang dirasakan oleh Yesus - ketika mereka meninju wajah-Nya, ketika mereka mencabut jenggot-Nya hingga akarnya, ketika mereka mencambuk punggung-Nya hingga hancur dan berdarah-darah, ketika mereka menancapkan paku menembus tangan dan kaki-Nya - setiap sakit yang Kristus rasakan adalah murka Allah yang dicurahkan kepada-Nya, daripada dicurahkan pada Anda! Itu adalah pendamaian! Sebagaimana yang lagu baru ini katakan,

Hingga pada salib itu ketika Yesus mati,
   Murka Allah dipuaskan;
Setiap dosa ditanggungkan atas-Nya -
   Di sini, di dalam kematian Kristus aku hidup
(“In Christ Alone” oleh Keith Getty and Stewart Townend, 2001).

Setelah seorang gadis menyaksikan “The Passion of the Christ” saya mendengar dia berkata, “Oh, sungguh mengerikan apa yang mereka telah lakukan kepada Yesus!” Tetapi itu tidak benar. Sebenarnya, sungguh mengerikan apa yang Allah telah lakukan kepada Yesus! Allah menghukum Yesus dengan begitu mengerikannya - karena tidak ada jalan lain bagi murka-Nya untuk “diredakan” - didamaikan – dijatuhkan pada Yesus dan bukan kepada Anda. Ya,

“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31).

Itu dibuktikan dengan hukuman Tuhan yang dicurahkan pada Yesus untuk menebus dosa-dosa kita. Wanita muda yang saya telah kutip mengatakan seperti ini,

[Daripada] memandang ke dalam diri sendiri, memeriksa perasaan saya... seperti yang saya selalu lakukan sebelumnya, saya memandang kepada Kristus dengan iman. Ada Dia! Kristus yang hidup! Dia menyelamatkan saya, Dia menyucikan dosa-dosa saya dalam Darah-Nya yang mahal. Dia mengambil dan membawa pergi beban berat dosa saya! Dia menanggung murka Allah yang seharusnya dicurahkan pada saya, dalam hidup, kematian, pada Pengadilan Terakhir dan dalam Neraka... Catatan saya distempel “Tidak Bersalah” dengan Darah-Nya sendiri! Dia adalah pembela saya, Perantara saya, pahlawan saya, dan Tuhan saya!... Saya berharap semua orang, terutama mereka yang berjuang seperti saya, bisa mengalami pengampunan dari Yesus! Ia menerima kesalahan atas dosa saya. Dia membayar semuanya!

Ya! Amin! Sebagaimana himne lama ini katakan,

Tiadalah padaku, suatu kebaikan,
   Tapi darah Tuhanku, memb’rikan kelepasan
Yesus bayar s’mua, hutang dosaku.
   Dosa bagai kirmizi, jadi putih bersih.”

Di depan tahta-Nya, s’karang ‘ku bertelut,
   ‘ku jadi anak Allah, hatiku bersyukur.
Yesus bayar s’mua, hutang dosaku.
   Dosa bagai kirmizi, jadi putih bersih.”
      (“Jesus Paid It All” by Elvina M. Hall, 1820-1889/
terjemahan Kidung Puji-Pujian Kristen, No. 124.).

Apakah Anda tertarik untuk menjadi orang Kristen sejati? Jika Anda ingin berbicara dengan kami dan berdoa bersama kami sekarang, silakan tinggalkan tempat duduk Anda sekarang dan berjalan ke bagian belakang auditorium. Dr. Cagan akan membawa Anda ke ruangan lain untuk konseling dan berdoa. Pergilah sekarang. Dr. Chan, silakan berdoa bagi seseorang untuk percaya kepada Yesus. Amin

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Ibrani 10:28-31.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“What Will You Say Then?” (oleh Dr. John R. Rice, 1895-1980).


GARIS BESAR KHOTBAH

PENGHAKIMAN ALLAH – HAL YANG MENAKUTKAN

GOD’S JUDGMENT – A FEARFUL THING

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup”
(Ibrani 10:31).

(Roma 3:18)

I.   Pertama, ini dibuktikan oleh siapa Allah itu, Ibrani 10:31; I Yohanes 1:7.

II.  Kedua, ini dibuktikan dengan apa yang pernah Allah lakukan di masa lalu, Kejadian 6:5, 7; Ulangan 7:10.

III. Ketiga, ini dibuktikan dengan apa yang Yesus sendiri katakan, Matius 10:28; 13:49-50; 22:13; Markus 9:44, 46, 48; Lukas 16:23, 24.

IV.  Keempat, ini dibuktikan dalam suara hati nurani orang berdosa yang telah dibangunkan, I Timotius 4:2; Yohanes 16:8.

V.   Kelima, ini dibuktikan oleh penderitaan Kristus untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa, Yesaya 53:10; Kisah Rasul 2:23; Yohanes 3:16.