Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




DARAH – BIASA ATAU BERHARGA?

THE BLOOD – COMMON OR PRECIOUS?
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 17 November 2013


Pagi ini saya ingin Anda melihat dua frase dalam Perjanjian Baru yang menjelaskan Darah Kristus. Mari yang pertama kita membuka Ibrani 10:29. Frase yang menjelaskan Darah itu ada di tengah ayat tersebut,

“yang menganggap najis” (Ibrani 10:29).

Kemudian bukalah I Petrus 1:19. Di sini Darah dijelaskan sebagai,

“darah yang mahal, yaitu darah Kristus” (I Petrus 1:19).

Tolong biarkan Alkitab Anda tetap terbuka pada bagian ini.

Saya sedang memikirkan tentang frase-frase tersebut beberapa malam yang lalu. Dalam perenungan saya terhadap frase-frase tersebut, saya menemukan bahwa seluruh dunia dapat dibagi ke dalam dua kelompok: (1) Orang-orang “yang menganggap najis” Darah Kristus, dan (2) orang-orang yang menganggap “darah yang mahal, yaitu darah Kristus.” Yang mana di antara dua frase tersebut yang menjelaskan pandangan Anda tentang Darah Yesus?

I. Pertama, apakah Anda “menganggap najis” Darah Kristus?

Jika Anda membaca seluruh bagian dari Ibrani 10:26-31, perikop yang telah dibacakan oleh Mr. Prudhomme beberapa saat yang lalu, Anda akan melihat bahwa itu mengacu kepada mereka yang melakukan “dosa dengan sengaja” dan yang menerima penghakiman Allah, seperti yang kita lihat dalam ayat kita pagi ini, yang datang dari dua ayat setelah kalimat, “yang menganggap hina.” Lihatlah Ibrani 10:31.

“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Dr. J. Vernon McGee berkata tentang ayat tersebut demikian,

     Penghakiman Allah adalah bagi setiap orang “yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian....” Saudaraku, jika Anda membenci apa yang Kristus telah lakukan bagi Anda di kayu salib, tidak ada yang di depan Anda, selain penghakiman. Anda tidak memiliki harapan apapun (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, Volume V, hlm. 578; catatan atas Ibrani 10:31).

Anda mungkin berkata, “Saya tidak menganggap najis darah Yesus. Saya hanya berpikir itu sama seperti darah manusia pada umumnya. Tidak ada sesuatu yang istimewa tentang darah Yesus.” Nah, jika Anda berpikir demikian, Anda salah - karena kata Yunani yang diterjemahkan “najis” di sini adalah “koinos,” dan itu berarti “umum” (Strong, nomor 2839). George Ricker Berry mengatakan itu berarti “umum, yaitu, sama seperti darah kebanyakan orang pada umumnya.” Itulah apa arti dari kata “najis” di sini. Ini berarti bahwa Darah Yesus adalah umum - sama seperti darah orang pada umumnya, “umum, yaitu, sama seperti darah kebanyakan orang pada umumnya.” seperti yang ditekankan oleh George Ricker Berry.

Nampak bagi saya bahwa Dr. John MacArthur hampir menyebut Darah Kristus sebagai “sesuatu yang umum” ketika ia berkata, “Darah-Nya tidak memiliki nilai untuk keselamatan” (MacArthur Study Bible , catatan atas Ibrani 9:7). Dalam catatannya atas kata-kata “darah Kristus” dalam Ibrani 9:14 , Dr. MacArthur mengatakan, “Darah digunakan sebagai kata pengganti untuk kematian” ( ibid. , catatan atas Ibrani 9:14). Dalam pandangan teologinya (ibid., hlm. 2.192). Dr. MacArthur mengatakan bahwa Alkitab “secara verbal diinspirasikan kata per kata.” Tetapi kata Yunani dalam Ibrani 9:14 adalah “haima,” dan secara harfiah itu berarti “darah.” Dengan mengatakan bahwa “darah” sebagai kata pengganti untuk kematian, itu berarti menyangkal bahwa ayat ini “secara verbal diinspirasikan kata per kata.” Ketika Dr. MacArthur berkata, “Darah-Nya tidak memiliki nilai untuk keselamatan,” bagi saya itu lebih dekat dengan menyebut Darah Kristus sebagai “sesuatu yang umum” [atau biasa-biasa saja] (Ibrani 10:29 ). Dan Ibrani 10:29 memberikan peringatan keras menentang anggapan seperti itu! Tidak ada kehidupan dalam pengajaran tersebut. Saya pikir pengajaran itu kering dan mematikan . Dr. Martyn Lloyd-Jones berkata,

     Anda akan menemukan dalam setiap periode kebangunan rohani, tanpa kecuali, telah terjadi penekanan yang luar biasa pada darah Kristus. Hampir semua himne yang telah dinyanyikan pada periode kebangunan rohani, telah menjadi himne tentang darah. Saya bisa mengutipnya bagi Anda dalam beberapa bahasa. Tidak ada yang lebih berkarakteristik daripada ini. Kami menemukan bahwa Rasul telah menempatkan bagi kita dalam Kolose 1 – “Ia mengadakan pendamaian” – bagaimana Ia mengadakan pendamaian? “…oleh darah salib Kristus” (ay. 20).

     Tentu saja saya tahu betul ketika saya mengatakan hal seperti itu saya mengatakan sesuatu yang tidak biasa dan sangat tidak populer pada saat ini. Ada banyak pengkhotbah Kristen yang berpikir bahwa mereka menjadi pintar dalam menuangkan ejekan atas teologi tentang darah ini. Mereka menolaknya dengan cemoohan ... Dan itulah sebabnya mengapa Gereja menjadi seperti ini. Namun pada periode kebangunan rohani, gereja memuliakan salib, gereja hanya bermegah di dalam darah itu. Karena sebagaimana penulis surat Ibrani katakan, hanya ada satu cara di mana kita bisa masuk dengan berani ke dalam tempat mahakudus, dan itu adalah dengan darah Yesus, lihat Ibrani 10:19 (Martyn Lloyd-Jones, M.D., Revival, Crossway Books, 1994 edition, hlm. 48).

Saya harus mengatakan kebenaran kepada Anda. Jika Darah Yesus tampak tidak penting bagi Anda, Anda adalah orang yang masih terhilang, yang akan pergi ke tempat siksaan yang kekal. Anda bukan orang Kristen yang sejati dalam arti sebenarnya.

Berikut ini adalah bagian dari kesaksian dari seorang wanita muda pada usia dua puluhan yang menghadiri gereja kita. Dia mengatakan,

Saya [dulu] berkubang dalam keputusasaan dan tanpa pengharapan. Secara mental saya tahu bahwa saya adalah orang berdosa, tetapi saya terlalu sibuk dengan mengasihani diri sendiri dengan menyadari dosa-dosa saya. Akhirnya Roh Kudus menginsafkan saya akan dosa masa lalu saya. Semua itu menghantui saya dan saya tidak pernah bisa menjauh darinya. Saya bertanya-tanya, “Bagaimana aku bisa melakukan dosa-dosa itu? Bagaimana aku bisa tenggelam begitu dalam di dalam dosa?” Roh Kudus menyingkapkan kepada saya bahwa dosa-dosa ini datang dari kejahatan, hati licik, dan ucapan serta kerusakan total dari naturku. Saya tidak bisa sepenuhnya menggambarkan bagaimana rasanya dibuat sadar dan melihat gelap dan anehnya hati Anda. Saya merasa jijik dan malu dari apa yang saya tahu Allah melihat. Saya merasa seperti makhluk keji di hadapan Allah yang melihat semuanya, Allah yang tahu pikiran dan niat saya, Allah yang tahu semua yang saya lakukan, bahkan bekerja di gereja, yang berakar pada dosa mementingkan diri sendiri. Setiap kali saya pergi ke gereja saya merasa seperti seorang penderita kusta di antara orang-orang Kristen bersih. Tetapi saya belum percaya Kristus. “Yesus” hanyalah sebuah kata, sebuah doktrin, atau seseorang yang saya tahu pernah ada tetapi begitu jauh. Saya bersikap dingin untuk Kristus [saya tidak menginginkan Kristus]. Alih-alih berjuang [menemukan] Kristus, saya sedang mencari keselamatan dari perasaan, atau semacam “pengalaman” untuk [membuktikan] iman saya.

Wanita muda itu sangat menderita. Dia menutupi itu cukup baik. Kebanyakan orang tidak tahu betapa ada perjuangan yang mengerikan yang terjadi di dalam dirinya. Tetapi dalam hatinya, ia mengalami penderitaan besar, seperti yang pernah dialami oleh John Bunyan.

Saya telah memberikan konseling kepada anak-anak muda usia sekolah dan mahasiswa selama lebih dari lima puluh tahun. Saya telah menemukan bahwa banyak dari mereka - sangat banyak dari mereka - memiliki ketegangan dan ketakutan dan kebingungan - seperti wanita muda itu. Banyak dari mereka beralih ke obat-obatan atau alkohol untuk menumpulkan rasa sakit batin mereka. Lainnya bermain video game tak ada habisnya untuk mengosongkan pikiran mereka. Beberapa menjadi kecanduan pornografi. Jika pikiran mereka sibuk dengan seks, itu mengalihkan pikiran mereka dari betapa mengerikan dan menyedihkannya keadaan mereka. Baru-baru ini saya membaca bahwa kasus bunuh diri meningkat dari peringkat nomor dua menjadi nomor satu sebagai penyebab kematian di kalangan usia mahasiswa. Mereka menjadi begitu sangat tertekan, dan begitu tidak bahagia, sehingga mereka melakukan bunuh diri. Satu orang muda meninggalkan catatan sebelum melakukan bunuh diri yang mengatakan, “Saya tidak bisa memikirkan cara lain untuk mematikan pikiran saya dan membuat saya lupa.”

Saya telah menemukan bahwa usia antara 15 sampai 25 tahun adalah masa yang paling sulit bagi kebanyakan orang di dunia saat ini. Teman-teman berpaling dari Anda. Kekasih menghancurkan hati Anda dan meninggalkan Anda sendirian. Tugas sekolah begitu berat, dan Anda mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi. Seakan tidak ada jalan keluar!

Allah telah menyediakan cara untuk menyingkirkan dosa-dosa Anda – tetapi itu tidak masuk akal bagi Anda. Allah mengutus Anak-Nya untuk mati di kayu Salib dan mencurahkan Darah-Nya untuk menyucikan dosa-dosamu. Tetapi itu tidak masuk akal bagi Anda. Beberapa dari Anda berpikir, “Bagaimana Darah seseorang yang hidup 2.000 tahun yang lalu menghapuskan dosa saya hari ini?” Sehingga Anda pergi dalam kesakitan, penderitaan seperti itu wanita muda saya baru saja saya bacakan kesaksiannya.

Seorang wanita muda di gereja kita mengajar empat mata kuliah di perguruan tinggi. Dia mengatakan kepada ayahnya bahwa kaum muda di kelasnya tahu bahwa ada sesuatu yang salah. Dia mengatakan bahwa mereka tahu bila politisi tidak bisa memperbaiki keadaan. Mereka tahu bahwa dunia semuanya kacau - dan tidak ada harapan yang nyata. Tetapi apa yang mereka lakukan? Mereka mengalihkan pikiran mereka kepada video game, atau memati-rasakan otak mereka dengan obat-obatan dan ganja. Beberapa dari mereka menjadi pecandu kerja, menenggelamkan diri dengan mengambil banyak waktu untuk bekerja demi melupakan masalah mereka. Semakin banyak di antara mereka yang melakukan bunuh diri. Betapa itu adalah kesia-siaan yang mengerikan! Kalau saja mereka mau melihat bahwa dosalah yang telah menghancurkan mereka! Kalau saja mereka mau percaya bahwa “darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” (I Yohanes 1:7). Tetapi seperti kebanyakan orang di dunia yang berdosa ini, mereka berpikir bahwa Darah Yesus adalah sesuatu yang biasa-biasa saja - tidak cukup penting untuk dipikirkan. Dan itu membawa kita ke poin kedua.

II. Kedua, apakah Anda perpikir bahwa Darah Kristus adalah “berharga”?

Rasul Petrus berpikir demikian. Ia berkata, “kamu telah ditebus… bukan dengan barang yang fana… melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus” (I Petrus 1:18, 19). Dia tahu bagaimana rasanya menjadi orang berdosa. Dia tahu bagaimana rasanya kehilangan semua teman-temannya. Dia tahu bagaimana rasanya menjadi sendirian dengan hati nurani yang tertekan. Dia tahu bagaimana rasanya kehilangan iman kepada Allah. Dia tahu bagaimana rasanya mengkhianati sahabatnya, sendirian dalam gelap, menangis karena dia tidak tahan sendirian. Dia tahu bagaimana rasanya menjadi orang berdosa!

Itu sebabnya dia tahu bahwa Anda hanya dapat ditebus, Anda hanya dapat diselamatkan dari sakitnya hati karena dosa - oleh “darah Kristus” (I Petrus 1:19). “Mahal” berarti memiliki nilai yang besar! “Mahal” berarti itu lebih penting dari pada perak dan emas! Ada chorus yang mengatakan itu semua,

Lembah-lembah intan permata, dan pengunungan emas,
   Sungai-sungai perak, permata tiada tara;
Semua itu, takan dapat membeli engkau dan saya
   Damai ketika kita tidur atau hati yang tiada beban
Hati yang gembira, dan pikiran terpuaskan,
   Semua itu tak dapat dibeli dengan uang;
Jika engkau memiliki Yesus, ada kekayaan di dalam jiwamu,
   Lebih dari pada lembah-lembah intan permata, dan pegunungan emas
(“Acres of Diamonds” oleh Arthur Smith, 1959).

Atau, seperti lagu yang dinyanyikan oleh Mr. Griffith beberapa saat yang lalu,

Datanglah, kamu orang berdosa, terhilang dan tanpa pengharapan,
   Darah Yesus dapat membebaskanmu;
Karena Ia menyelamatkan yang terburuk dari antaramu,
   Ketika Ia menyelamatkan ku yang paling jahat
Dan ku tahu, ya, ku tahu,
   Darah Yesus dapat menyucikan orang yang paling berdosa.
Dan ku tahu, ya, ku tahu,
   Darah Yesus dapat menyucikan orang yang paling berdosa.

Dan ku tahu, ya, ku tahu,
   Darah Yesus dapat menyucikan orang yang paling berdosa.
Dan ku tahu, ya, ku tahu,
   Darah Yesus dapat menyucikan orang yang paling berdosa.
(“Yes, I Know!” oleh Anna W. Waterman, 1920).

Wanita muda yang saya kutip sebelumnya melanjutkan kesaksiannya dengan mengatakan ini,

     Dalamnya dosa saya seperti laut tanpa dasar. Saya tidak tahan lagi. Saya harus memiliki Kristus! Saya harus memiliki Darah-Nya! Saya berlutut dan... percaya kepada Yesus sendiri. [Saya] bebas dari pemberhalaan saya atas perasaan, psikoanalisis, dan keinginan akan jaminan... Saya membiarkan mereka pergi dan runtuh bagi sang Juruselamat... Dia membasahi dosa-dosa saya dalam Darah-Nya yang mahal; Ia mengambil beban berat dosa saya pergi!... Catatan saya distempel “Tidak Bersalah” dengan Darah-Nya sendiri!.. Saya tidak bisa sepenuhnya mengungkapkan kepuasan dan kedamaian yang datang dari dosa yang telah diampuni dan oleh karena murka Allah telah diredakan. Saya berharap semua orang, terutama mereka yang berjuang seperti saya, bisa mengalami pengampunan dari Yesus! Ia menerima kesalahan atas dosa saya. Dia membayar semuanya! Injil, “Kabar Baik,” yang sebelumnya begitu membosankan dan tak bernyawa, kemudian mendebarkan dan hati saya bersorak dengan sukacita dan rasa syukur ketika saya mendengar khotbah tentang Yesus.

Apa lagi yang bisa saya katakan? Jika Anda datang kepada Yesus, Anda tidak akan lagi memikirkan Darah-Nya sebagai “sesuatu yang biasa saja.” Oh, tidak! Kemudian Anda akan berbicara dengan sukacita dan antusiasme tentang “darah Kristus yang mahal” (I Petrus 1:19).

Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang bagaimana disucikan dari dosa Anda oleh Darah Yesus, silakan tinggalkan tempat duduk Anda dan berjalan ke bagian belakang auditorium sekarang. Dr. Cagan akan membawa Anda ke ruangan lain di mana kita bisa bicara dan berdoa. Silakan pergi ke bagian belakang auditorium sekarang. Dr Chan, silakan berdoa kiranya seseorang mau percaya Yesus pada pagi ini. Amin

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Ibrani 10:26-31.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Yes, I Know!” (oleh Anna W. Waterman, 1920).


GARIS BESAR KHOTBAH

DARAH – BIASA ATAU BERHARGA?

THE BLOOD – COMMON OR PRECIOUS?

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Yang menganggap najis” (Ibrani 10:29).

“Darah yang mahal, yaitu darah Kristus” (I Petrus 1:19).

I.   Pertama, apakah Anda “menganggap najis” Darah Kristus?
Ibrani 10:31; I Yohanes 1:7.

II.  Kedua, apakah Anda perpikir bahwa Darah Kristus adalah “berharga”?
I Petrus 1:18, 19.