Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PENGANGKATAN SEBAGAI ANAK!

ADOPTION!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Pagi, 3 November 2013

“Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"” (Galatia 4:6).


Doktrin Trinitas adalah mendasar. Orang-orang Kristen sejati menolak semua pengajaran yang menyangkalnya. Doktrin Trinitas adalah fondasi Kekristenan. Dan di sini, dalam teks kita, kita memiliki tiga Pribadi dari Trinitas dalam satu ayat ini. Kita diberitahu bahwa Allah Bapa adalah pemrakarsa keselamatan. Kita diberitahu bahwa Ia mengutus Roh Kudus Anak-Nya ke dalam hati kita ketika kita dipertobatkan. Kita mungkin tidak sepenuhnya memahami Ketritunggalan Allah. Namun kita melihat Dia sebagaimana disingkapkan dalam Kitab Suci. Sehingga kita menerima Trinitas dengan iman.

Teks ini menunjukkan bahwa semua tiga Pribadi itu adalah Allah. Dua kali Allah Bapa disebutkan dalam teks ini - sekali sebagai “Allah” dan lagi sebagai “Bapa.” Teks ini menunjukkan bahwa Kristus adalah Allah. Ia dilahirkan secara fisik dari seorang wanita. Tetapi Dia digambarkan sebagai “yang diutus” - dan karena itu Dia sudah ada sebelum Ia dilahirkan. Juga Ia disebut “Anak” - yang dalam Kitab Suci berarti Dia memiliki kehidupan (atau esensi) yang sama dengan Bapa. Ini membuktikan keilahian Kristus. Kemudian, Roh Kudus melakukan sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh Allah. Dia tinggal di hati anak-anak-Nya. Jadi kita memiliki ketiga nama Pribadi Trinitas – “Allah Bapa,” “Roh,” dan “Anak-Nya”.

Orang-orang Kristen sejati tahu bahwa semua dari Tiga Pribadi tersebut diperlukan bagi keselamatan kita. Kita mengasihi Bapa karena Dia telah memilih kita untuk menjadi anak-anak-Nya. Kita mengasihi Anak karena Ia telah mencurahkan Darah-Nya di kayu salib untuk membersihkan dosa kita. Kami mengasihi Roh Kudus karena Ia menginsafkan kita akan dosa, dan menarik kita kepada Kristus. Itulah sebabnya kami menyanyikan dua lagu pendek dalam setiap kebaktian. Pertama, kita menyanyikan Doxology, yang ditulis oleh Thomas Ken pada abad ke-17.

Puji Allah Bapa Putra
Puji Allah Rohul Kudus
KetigaNya yang Esa
Pohon s'lamat, sumber berkat. Amin
      (“The Doxology” oleh Thomas Ken, 1637-1711/ terjemahan PPK No. 16).

Dan kita juga menyanyikan “Gloria Patri,” yang ditulis oleh penulis yang tidak dikenal pada permulaan abad ke-2.

Hormat dib'ri, bagi Bapa,
   Anak dan Roh Kudus
Dari mula sampai s'karang,
   dan seterusnya, termulia.
Amin, amin
   (“Gloria Patri,” sumber tidak diketahui, permulaan abad ke-2/
      Terjemahan PPK No. 3).

Kedua himne singkat kita nyanyikan dalam setiap kebaktian pada hari Minggu - karena mereka memuji, meninggikan dan memuliakan Tritunggal Kudus, karena Dia adalah Allah kita!

Mormon mengatakan ada tiga allah yang terpisah. Tetapi mereka salah. Hanya ada satu Allah, dalam tiga Pribadi. Saksi Yehova menyangkal keilahian Yesus. Tetapi mereka salah. Yesus adalah Allah, Pribadi Kedua dari Trinitas. Ada tiga Pribadi dalam diri Allah. Teologi liberal Protestan, pada dasarnya, menolak semua tiga Pribadi, seperti halnya Unitarian modern - membuat kedua kelompok agnostik lebih tepat disebut, atau sering keluar menjadi para atheis. Teologi Liberal, entah yang lebih lembut seperti Fuller Seminary, atau yang keras kepala seperti Claremont Graduate School, memperlakukan Trinitas sebagai peninggalan dari masa lalu, atau teologi sesat. Ini, tentu saja, berarti bahwa pandangan-pandangan liberal tentang Allah selalu memimpin menuruni lereng licin menuju Unitarianisme - dan, pada akhirnya, ateisme, di mana Allah ditolak mentah-mentah.

Namun Alkitab sendiri mengajarkan bahwa Allah adalah Allah Tritunggal - dan kita harus membungkuk di hadapan satu Allah - Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Kita harus jujur pada warisan Baptis dan Protestan kita. Sebagian besar dari mereka yang menyebut diri mereka “Kristen,” termasuk Katolik dan Ortodoks, telah mengajarkan bahwa Tuhan adalah Tritunggal. Secara historis Baptis dan Injili telah memegang doktrin Trinitas.

“Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" (Galatia 4:6).

Kita telah melihat Trinitas dalam teks ini. Sekarang kita akan melihat apa yang harus disampaikan kepada kita. Ini adalah teks yang indah, dan salah satu teks yang memiliki arti yang kaya dan mendalam.

I. Pertama, teks ini berbicara tentang doktrin pengangkatan sebagai anak.

Ayat ini berkata, “kamu adalah anak.” Dan ini mengacu kepada ayat sebelumnya yang berkata, “…supaya kita diterima menjadi anak.” Adalah perlu untuk diterima sebagai anak oleh Allah karena kita secara alamiah bukan anak-anak-Nya. Alkitab berkata bahwa kita “kita berasal dari keturunan Allah” (Kisah Rasul 17:29). Namun itu hanya mengacu pada tubuh fisikal kita, yang diciptakan oleh Allah. Namun itu sangat berbeda dengan “diterima menjadi anak” sebagaimana dibicarakan dalam Galatia 4:5. Regenerasi, dikenal dengan istilah lahir baru, memberikan kita natur anak-anak Allah. Namun pengangkatan sebagai anak (adopsi) terjadi ketika kita dilahir-barukan, memberikan kita hak-hak dari anak-anak Allah.

Ayah saya pergi ketika saya berumur dua tahun. Ketika saya berumur tiga belas tahun saya tidak bisa tinggal dengan ibu saya karena tidak ada kamar. Jadi saya pergi untuk tinggal dengan kerabat lain ketika saya masih berusia 13 tahun. Tetapi ada begitu banyak minuman dan pertengkaran di sana sehingga saya pergi keluar dari pintu belakang pada sore hari, berjalan melintasi halaman rumput, memanjat pagar tua dan rusak, dan pergi ke rumah Dr. dan Mrs McGowan. Lalu saya akan bermain atau menonton TV dengan putra-putri mereka.

Saya akan selalu mengetuk pintu belakang rumah mereka, dan menunggu seseorang untuk membiarkan saya masuk. Tetapi suatu hari Mrs. McGowan berkata kepada saya, “Robert, kamu tidak perlu mengetuk lagi. Langsung masuk saja ketika kamu sampai di sini.” Sejak saat itu saya masuk, seperti salah satu anggota keluarga mereka. Dan beberapa malam dalam seminggu Mrs. McGowan akan meminta saya untuk masuk ke dapur dan makan malam dengan mereka. Itu membuat saya merasa sangat senang, hampir seperti saya adalah salah satu dari anak-anak mereka. Saya berkata “hampir” seperti salah satu dari anak-anak mereka. Selama sekitar empat tahun, dari waktu saya berumur 13 tahun sampai saya berumur sekitar 17 tahun, mereka bahkan membawa saya bersama dengan mereka ketika mereka pergi berlibur. Saya sangat berterima kasih kepada mereka, dan saya sering bilang begitu. Saya selalu mengirimnya kartu ucapan Selamat Hari Ibu, dan kartu ucapan Selamat Hari Ayah - selama mereka hidup. Saya selalu mengirim mereka hadiah Natal. Ketika ia sudah sangat tua, saya memberi Dr. McGowan kacamata mahal untuk memperbaiki degenerasi makulanya. Dia memakai kacamata itu dalam peti mati ketika saya berbicara pada saat pemakamannya. Dia sering mengatakan bahwa saya seperti anak baginya. Saya pikir dia tahu itu penting bagi saya, karena ayahnya sendiri meninggal saat ia masih kecil, dan ia memiliki ayah tiri yang sangat berarti baginya. Ya, saya hampir seperti salah satu dari anak-anak mereka - hampir - tetapi tidak sepenuhnya.

Seperti itulah dengan sebagian dari Anda. Anda datang ke gereja. Anda hampir merasa bahwa Anda termasuk dalam keluarga gereja ini - hampir. Tetapi ada sesuatu yang hilang. Anda merasa bahwa Anda tidak cukup memiliki. Adopsi adalah apa yang hilang! Anda harus diadopsi oleh Allah sebagai anak-Nya, atau Anda tidak akan pernah benar-benar menjadi bagian dari gereja kita ini. Bahkan jika Anda lahir dan dibesarkan di gereja ini, Anda tidak akan pernah benar-benar puas sampai Anda diadopsi ke dalam keluarga Allah. Spurgeon berkata bahwa seseorang yang belum bertobat “berdiri dalam kondisi sebagai seorang penjahat, bukan sebagai seorang anak... pemberontak yang melawan [Allah], dan bukan anak yang sedang menikmati kasih Bapa-Nya.” Anda harus dikonversi menjadi anak Allah melalui adopsi, dan menikmati hak istimewa sebagai anak. Sebuah himne yang tidak diketahui siapa penulisnya, yang ditulis pada tahun 1777 mengatakan,

Kita adalah anak oleh pemilihan Allah,
   Orang-orang yang percaya di dalam Yesus Kristus;
Dengan ketetapan kekal,
   Anugerah berdaulat yang kita terima di sini
(Lagu Nomer 221 dalam “Our Own Hymn Book,”
      disunting oleh C. H. Spurgeon, 1834-1892).

II. Kedua, teks kita berbicara tentang tinggalnya Roh Kudus dalam hati orang-orang yang telah bertobat.

“Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita….” (Galatia 4:6).

Roh Kudus diberikan kepada kita dari Bapa. Dan Allah mengutus Roh Kudus ke dalam hati kita ketika kita diselamatkan.

Perhatikan teks ini mengatakan bahwa Allah mengutus Roh Kudus “ke dalam hati kita.” Tidak dikatakan di sini bahwa Ia mengutus Roh ke dalam otak Anda. Roh itu masuk ke dalam hati Anda. Hati Anda adalah pusat dari keberadaan Anda. Alkitab berkata, “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan” (Roma 10:10).

Ketika Anda menjadi anak-anak Allah, Anda dimeteraikan oleh Roh Kudus, yang membawa kedamaian dan kedekatan kepada Allah, dan persekutuan dengan Dia. Alih-alih berdiri di luar, seperti anak sulung, Anda datang ke dalam persekutuan dengan Allah, seperti anak yang hilang yang kemudian bertobat. Ada orang yang mengaku Kristen, namun tidak pernah mengalami ini. Mereka yang bukan anak, tidak mengetahui apapun tentang berdiamnya Roh di dalam hati. Mereka bertanya-tanya apa yang kita maksudkan dengan itu. Kadang-kadang mereka bahkan marah pada kita, karena kita mengatakan bahwa kita memiliki sesuatu yang mereka tidak miliki. Saya pikir itu adalah salah satu alasan Kain membunuh Habel. Saya pikir itulah sebabnya anak sulung marah ketika saudara bungsunya yang telah hilang kembali menikmati penerimaan oleh ayahnya dan sang ayah membuat pesta untuk anaknya itu. “Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk” (Lukas 15:28). Lalu ayahnya keluar “dan berbicara dengan dia” – dan meminta dia (Lukas 15:28). Allah meminta Anda untuk datang kepada Kristus, dan menikmati hak istimewa untuk menjadi anak adopsi-Nya! Dengarkanlah pujian tua ini,

“B’rikanku hatimu,” kata Bapa di Sorga,
   Tiada pemberian yang lebih berharga bagi-Nya selain kasih kita;
Dia berbisik dengan lembut, di manapun engkau,
   “Percayalah kepada-Ku, dam b’rikanku hatimu.”
“B’rikanku hatimu, b’rikanku hatimu,”
   Dengarkan bisikan lembut itu, di manapun engkau;
Dari dunia yang gelap ini Ia akan menarik engkau keluar;
   Berbicara dengan begitu lembut, “B’rikan-Ku hatimu.”
(“Give Me Thy Heart” oleh Eliza E. Hewitt, 1851-1920).

Ketika Anda menyerahkan hati Anda kepada Yesus, Anda akan dapat menyanyi,

Aku anak Raja, anak Raja;
Bersama Yesus Juruselamatku, aku anak Raja
   (“A Child of the King” oleh Harriet E. Buell, 1834-1910).

III. Ketiga, teks ini berbicara tentang kedekatan dan kasih yang baru bagi Allah.

“Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" (Galatia 4:6).

Perhatikan tiga kata terakhir dari teks itu, “berseru: "ya Abba, ya Bapa!"” Perhatikan bahwa adalah Roh yang berseru, “ya Abba, ya Bapa.” Itu sangat menarik. Rasul Paulus juga berbicara tentang hal itu dalam Kitab Roma. Dia mengatakan,

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"” (Roma 8:15).

Pertama Roh sendiri yang berseru, “Ya Abba, ya Bapa.” Kemudian kita sendiri dapat berseru, “Ya Abba, ya Bapa.” Roh Kudus berseru, dan kemudian kita berseru – “Ya Abba, ya Bapa.” Roh Kudus menginspirasi kita untuk berseru seperti itu ketika kita menjadi anak-anak Allah pada saat pertobatan!

“Abba” adalah panggilan seorang anak untuk “Bapa.” Kata “Abba” datang dari kata dalam bahasa Aram untuk ayah. Ini adalah istilah untuk panggilan sayang yang menunjukkan kedekatan yang digunakan oleh anak-anak kepada ayah mereka. Kata ini bisa diterjemahkan “papa” atau bahkan “ayah.” Spurgeon berkata bahwa Abba “adalah kata yang hangat, alami, penuh cinta, cocok untuk seorang yang adalah anak kecil Allah.” Ketika Yesus menderita di Taman Getsemani, Ia merebahkan diri ke tanah dan berseru, “Ya Abba, ya Bapa… ambillah cawan ini dari pada-Ku” (Markus 14:36). Ia begitu ketakutan ketika Ia akan mati di sana di Taman itu sebelum Ia dapat pergi ke kayu Salib – sehingga Ia berseru kepada Bapa sorgawi-Nya – “Ya Abba, ya Bapa… ambillah cawan ini dari pada-Ku.” Seruan itu menunjukkan betapa dekatnya Yesus sang Allah Putra dengan Allah Bapa!

Dan ketika Anda bertobat, ketika Anda diangkat menjadi anak Allah, Anda akan dapat berdoa, seperti yang Yesus lakukan, “Ya Abba, ya Bapa!”

Berpalinglah dari dosa Anda dan percayalah kepada Yesus. Pada saat itu juga Darah-Nya akan menyucikan dosa Anda, dan kuasa kebangkitan-Nya akan membuka hati Anda, dan Anda akan diangkat menjadi anak Allah! Anda akan menjadi anak-Nya untuk selama-lama-Nya! Kemudian Anda akan dapat menyanyikan lagu pujian “Anak Raja” –

Dulu aku orang asing yang terbuang di bumi ini,
   Seorang pendosa karena pilihan, dan orang asing oleh kelahiran;
Namun aku diangkat menjadi anak, namaku telah dituliskan,
   Menjadi pewaris istana, jubah dan mahkota
Aku anak Raja, anak Raja;
   Bersama Yesus Juruselamatku, aku anak Raja
(“A Child of the King” oleh Harriet E. Buell, 1834-1910).

Dan Anda akan dapat menyanyikan lagu Charles Wesley,

Allahku didamaikan, Suara pengampunan-Nya ku dengar;
   Ia menerimaku sebagai anak-Nya, Ku tak takut lagi;
Dengan keyakinan kini ku mendekat, dan berseru, “Bapa, ya Abba, ya Bapa!”
   Dan berseru, “Bapa, ya Abba, ya Bapa!”
(“Arise! My Soul, Arise!” oleh Charles Wesley, 1707-1788).

Datanglah kepada Yesus sekarang, dengan iman. Percayalah kepada Dia dan seketika itu juga Anda akan menjadi anak Allah! Kristus akan menyucikan dosa Anda dengan Darah-Nya dan memberikan hidup kepada Anda melalui kebangkitan-Nya. Jika Anda mau berbicara dengan kami tentang bagaimana menjadi seorang Kristen sejati, silahkan tinggalkan tempat duduk Anda sekarang dan melangkah ke belakang auditorium ini. Dr. Cagan akan membawa Anda ke ruangan lain di mana kami dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda dan berdoa. Pergilah sekarang. Dr. Chan, mohon berdoa kiranya seseorang akan percaya Yesus pagi ini. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Galatia 4:3-7.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“A Child of the King” (oleh Harriet E. Buell, 1834-1910).


GARIS BESAR KHOTBAH

PENGANGKATAN SEBAGAI ANAK!

ADOPTION!

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"” (Galatia 4:6).

I.   Pertama, teks ini berbicara tentang doktrin pengangkatan sebagai anak,
Kisah Rasul 17:29; Galatia 4:5.

II.  Kedua, teks kita berbicara tentang tinggalnya Roh Kudus dalam hati orang-orang yang telah bertobat, Roma 10:10; Lukas 15:28.

III. Ketiga, teks ini berbicara tentang kedekatan dan kasih yang baru bagi Allah, Roma 8:15; Markus 14:36.