Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PRESBYTERIAN DAN BAPTIS
MENYINGKIRKAN LAGU PUJIAN POPULER

(KHOTBAH INI DIKHOTBAHKAN PADA MINGGU REFORMASI)

PRESBYTERIANS AND BAPTISTS
FIGHT OVER POPULAR HYMN
(A SERMON PREACHED ON REFORMATION SUNDAY)
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya…. bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus” (Roma 3:23-26).


Ini adalah salah satu perikop teragung dalam Perjanjian Baru. Semua manusia telah berdosa. Kita hanya dapat dibenarkan karena kasih karunia Allah. Kita hanya bisa diselamatkan oleh Kristus. Allah telah mengutus-Nya ke kayu Salib untuk memuaskan keadilan-Nya sendiri, dan kita diselamatkan melalui iman di dalam Darah Kristus. Allah mengutus Yesus untuk mencurahkan darah-Nya dan mati menggantikan tempat kita sehingga Dia dapat adil, dan pada saat yang sama membenarkan orang berdosa. Itu adalah jantung dari Injil! Tetapi itu adalah Injil yang secara teologis ditolak oleh Kristen liberal. Dalam bukunya yang terbit tahun 1934 dengan judul, The Kingdom of God in America, Dr. H. Richard Niebuhr menggambarkan teologi liberal Protestanisme dalam kata-kata terkenal ini, “Allah tanpa murka membawa manusia tanpa dosa ke dalam kerajaan tanpa penghakiman melalui pelayanan Kristus tanpa salib.” Niebuhr sendiri cukup liberal, namun ia melihat inkonsistensi dan kekosongan dari liberalism ekstrim yang telah memakan jantung Protestanisme arus utama sebelum pertengahan tahun 1930-an. Dan Dietrich Bonhoeffer membuat poin yang sama ketika ia berkata bahwa di Amerika Anda memilki “Protestanisme tanpa Reformasi!”

Protestan Liberal menginginkan doktrin dungu sehingga manusia modern mau menerimanya. Mereka tidak menyukai kata-kata “dosa,” “penghakiman”, “salib”, dan, terutama, mereka sangat tidak menyukai kata “murka Allah.” Mereka berpikir kata-kata seperti itu yang membuat orang-orang tidak percaya justru berpaling dan menjauh dari gereja. Robert H. Schuller, seorang pendeta TV liberal, mengatakan seperti ini,

Kita tidak bisa berbicara dengan strategi “Beginilah firman Tuhan” ketika kita berbicara dengan orang-orang yang tidak peduli tentang Tuhan! Kita tidak bisa mulai dengan “Apa yang teks ini katakan?” jika kita sedang berbicara dengan orang-orang yang tidak respek dengan ... “teks ini” (Robert H. Schuller, D.D., Self-Esteem: The New Reformation, Word Books, 1982, hlm. 13).

Kebanyakan itu hanya omong kosong, bualan kosong, omong kosong lisan! Saya telah ada dalam pelayanan selama 55 tahun. Selama waktu itu saya telah berbicara dengan orang-orang non-Kristen, dan memenangkan mereka bagi Kristus. Terakhir Senin malam lalu saya dan istri saya sedang makan malam di sebuah restoran. Seorang pria Tionghoa berjalan ke arah kami dan mengatakan kepada saya bahwa saya telah menuntunnya kepada Kristus 48 tahun yang lalu. Dulu dia adalah seorang bocah laki-laki yang sedikit liar yang berlarian di Pecinan. Mereka membawanya ke gereja Baptis Tionghoa kami. Ia menjadi seorang Kristen ketika ia mendengar saya berkhotbah di camp musim panas kami. Itu terjadi pada tahun 1965. Sekarang dia adalah seorang dokter berusia lima puluh delapan tahun. Dia ingat bagaimana saya berkhotbah dan ia datang dengan gemetar untuk percaya Kristus.

Selain itu, saya telah merintis dua gereja dari awal di tempat-tempat yang sangat sekuler seperti Marin County, utara San Francisco, dan di jantung Civic Center di pusat kota Los Angeles. Saya selalu berkhotbah, “Beginilah firman TUHAN.” Saya selalu mulai khotbah saya dari teks dalam Alkitab. Dan saya tidak pernah “memangkas” kata-kata dari khotbah untuk membuat orang-orang berdosa sekuler bahagia. Saya mungkin tidak memiliki gereja sebesar gereja Schuller - tetapi, sekali lagi, ia tidak memiliki gereja sama sekali! “Crystal Cathedral” miliknya sekarang menjadi Gereja Katolik Roma! Mantan jemaatnya tersebar ke segala mata angin! Kedua gereja yang saya rintis masih akan kuat. Jadi saya pikir cara saya langsung berbicara dengan orang-orang berdosa lebih baik dari silat-lidah liberal.

Sulit untuk membuat orang liberal melihat itu. Panitia penyusun himne untuk sebuah Gereja Presbyterian baru (U.S.A.) menghilangkan himne modern yang populer, “In Christ Alone” (“Hanya di dalam Kristus”), karena penulis himne menolak untuk mengubah frase tentang pemuasan murka Allah. Itu adalah lagu yang Mr. Griffith yanyikan beberapa saat yang lalu. Ungkapan yang mereka tidak inginkan mengatakan,

Hingga pada salib itu keti Yesus mati,
Murka Allah dipuaskan.

Beberapa bulan sebelumnya, Konvensi Baptis Selatan telah menerbitkan buku nyanyian baru dengan lagu ini. Tetapi Baptis Selatan mengubah baris nyanyian rohani itu dari “Murka Allah dipuaskan” menjadi “Kasih Allah diperbesar.” Baptis Selatan telah mengubah kata-kata tersebut tanpa izin penulis, yang telah menolaknya ketika Presbyterian meminta itu.

“Murka Allah dipuaskan” telah diubah menjadi “Kasih Allah diperbesar.” Segera setelah saya membaca itu saya menduga bahwa seorang feminis liberal telah terlibat di dalamnya. Tentu saja, namanya adalah Mary Louise Bringle, seorang profesor agama yang mengepalai komite himne tersebut. Dia mengubah bait tersebut dari frase maskulin, “Murka Allah dipuaskan” dengan frase yang lebih lembut, “Kasih Allah diperbesar.” Leon J. Podles pernah menulis tentang feminisasi Kekristenan dalam bukunya yang tajam dengan judul The Church Impotent (Spence Publishing Company, 1999). Dan David Murrow telah membuat kasus yang kuat bahwa feminisasi adalah alasan penting mengapa orang-orang dan anak-anak muda lari dari gereja – dalam bukunya yang terkenal, Why Men Hate Going to Church (Thomas Nelson Publishers, 2004).

Ketua Komite Perempuan yang menyingkirkan lagu pujian tersebut adalah Miss Mary Louise Bringle. Dia berkata, “Pandangan bahwa salib terutama adalah tentang kebutuhan Tuhan untuk meredakan kemarahan Allah akan memiliki dampak negatif pada pendidikan jemaat .” Betapa pernyataan tersebut adalah omong kosong belaka! Kata-kata dalam lagu tersebut berada dalam harmoni yang sempurna dengan pemahaman tentang karya pendamaian Kristus di segala abad! Nyanyian rohani itu dengan benar mengatakan,

Hingga pada salib itu Yesus mati,
Murka Allah dipuaskan.
Karena setiap dosa ditanggungkan atas-Nya –
Di sini dalam kematian Kristus aku hidup.

Miss Bringle dan orang-orang liberal pada komitenya berkata bahwa “teori pemuasan” dari penebusan Kristus di kayu Salib diciptakan oleh teolog yang bernama Anselmus pada abad ke-11. Namun mereka salah. Dalam Perjanjian Lama, lebih dari 700 tahun sebelum Kristus, nabi Yesaya berkata,

“Sesudah kesusahan jiwa-Nya, Ia [Allah Bapa] akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul” (Yesaya 53:11).

Jadi “pemuasan” telah diajarkan dalam Alkitab paling tidak 1,800 tahun sebelum Anselmus mengajarkan itu! Dan pendamaian, istilah yang hampir sama dengan pemuasan, diajarkan dalam Perjanjian Baru dalam beberapa bagian seperti Roma 3:25; I Yohanes 2:2, dan I Yohanes 4:10. Pada abad ke-5, Agustinus menyatakan fakta itu bahwa Kristus telah memenuhi keadilan Allah di kayu Salib. Dan Anselmus sendiri tidak harus ditolak. Christianity Today mengatakan, “Anselmus adalah sekontemporer – dan berkat bagi kaum evangelical.” Dalam bab yang berjudul “Satisfaction and Substitution Outlined,’ teolog besar Puritan, John Owen (1616-1683) mengutip ayat-ayat berikut ini,

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (II Korintus 5:21).

“Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita” (Galatia 3:13).

“Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (I Petrus 3:18).

Owen kemudian berkata, “Semua ekspresi ini tak dapat disangkal memperlihatkan [dengan jelas menampilkan] penggantian Kristus ketika menderita menggantikan mereka yang untuknya Ia datang untuk menyelamatkan. Hal ini, secara umum, adalah apa yang kita maksudkan dengan pemuasan-Nya, yaitu bahwa Ia dibuat “menjadi dosa karena kita,” yaitu, menggantikan kita agar kita bisa diselamatkan dari murka yang akan datang ... maka, pada bagian Allah itu menegaskan bahwa “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua” (Roma 8:32)... [Kristus] menanggung dosa-dosa mereka, atau hukuman karena dosa-dosa mereka... sehingga keadilan Allah diredakan dan hukum terpenuhi, mereka bisa bebas atau dibebaskan dari murka yang akan datang, dan jika di dalamnya juga Dia telah membayar harga yang benar-benar memuaskan bagi penebusan mereka, maka Dia membuat pemuasan kepada Allah atas dosa. Ini adalah hal-hal yang kita maksudkan dengan ekspresi pemuasan tersebut” (John Owen, D.D., “Satisfaction and Substitution Outlined,” The Works of John Owen, vol. 2, The Banner of Truth Trust, 2004 reprint, hlm. 419).

Saya tahu bahwa itu adalah kalimat yang sulit untuk dicerna, dan sulit dimengerti. Dr. Owen adalah seorang teolog, bukan seorang pendeta. Oleh karena itu saya akan memberikan penjelasan sederhana tentang pendamaian, yang menyoroti kata-kata dari nyanyian ini,

Hingga pada salib itu Yesus mati,
Murka Allah dipuaskan.

Dr. Thomas Hale berkata,

Karena Allah adalah adil dan benar, Dia harus menghukum dosa. Itu untuk menunjukkan keadilan-Nya sehingga Allah menghukum Kristus untuk menanggung dosa-dosa kita. Tetapi itu juga karena kasih-Nya bagi kita sehingga Dia menghukum Kristus menggantikan kita. Dalam menghukum Kristus, Allah, dalam kenyataannya, mengambil hukuman itu sendiri. Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Thomas Hale, D.D., The Applied New Testament Commentary, Kingsway Publications, 1997, hlm. 538; catatan untuk Roma 3:25).

Miss Bringle berkata bahwa ia dan komitenya ingin mengeluarkan kata-kata, “murka Allah dipuaskan” karena ini mengacu pada pandangan teologis yang mereka tolak. Itu mungkin benar, tetapi saya tidak berpikir bahwa itu adalah kebenaran sepenuhnya. Saya pikir dia tidak menyukai kata-kata maskulin “murka Allah.” Jadi dia ingin menggantinya dengan kata-kata yang lebih feminin, “kasih Allah telah diperbesar.”

David Murrow adalah seorang penatua di Gereja Presbyterian (AS), yang sedenominasi dengan Miss Bringle. Dia dan komitenya benar-benar harus membaca buku Murrow, Why Men Hate Going to Church (Nelson, 2004). Murrow mengatakan, “... kepemimpinan dalam gereja membutuhkan keseimbangan antara semangat maskulin dan semangat feminin” (hlm. 152). Tetapi tesis bukunya adalah bahwa gereja-gereja kita telah banyak didominasi oleh nilai-nilai dan program perempuan. Secara pribadi, saya pikir dia benar sekali. Dengarkan ini. Murrow mengatakan,

     Para pria berfantasi tentang bagaimana menyelamatkan dunia dengan melawan rintangan yang mustahil. Para wanita berfantasi tentang memiliki hubungan dengan pria yang luar biasa ...
     Tetapi sedikit model gereja-gereja yang memiliki nilai-nilai laki-laki: risiko dan imbalan, prestasi, pengorbanan heroik, aksi dan petualangan. Setiap orang yang mencoba untuk menghidupi nilai-nilai ini akan menemukan dirinya dalam kesulitan dengan dewan gereja dalam waktu singkat. Itulah sebabnya [pria benci] untuk pergi ke gereja (ibid., hlm. 15).

Apakah saya telah keluar terlalu jauh dari argumen atas bait pada himne, “Hanya di dalam Kristus saja”? Saya rasa tidak. Saya pikir pengubahan kata-kata tersebut adalah mikrokosmos yang mengungkapkan makrokosmos - detail kecil yang mengungkapkan masalah yang lebih besar dari feminisasi di gereja-gereja kita. Dengarkan bait aslinya,

Hingga pada salib itu Yesus mati,
Murka Allah dipuaskan.

Itu adalah aslinya, yang ditulis oleh dua orang. Kemudian ini adalah versi yang telah diubah, yang diusulkan oleh Miss Bringle dan komiternya,

Hingga pada salib itu Yesus mati,
Kasih Allah diperbesar.

Yang mana yang maskulin? Yang mana yang akan menarik bagi para pria? Jelas, salah satu dari dua yang dimaksudkan oleh orang yang menulis himne aslinya! “Murka Allah dipuaskan .” Itu adalah karakteristik Allah yang membuat para pria hormat - Allah yang menenggelamkan seluruh peradaban yang tidak taat kepada-Nya dan yang terus menerus hidup dalam dosa, Allah yang membuka tanah atau bumi sehingga sekelompok pemberontak jatuh terjerembab ke neraka, Allah yang menghancurkan Firaun yang jahat dan tentaranya di perairan Laut Merah, Allah yang berada di sisi Gideon dan beberapa laki-laki untuk melenyapkan orang-orang Midian, Allah yang menyelamatkan tiga pemuda Ibrani dari tungku perapian tanpa cidera untuk menunjukkan kuasa-Nya kepada raja yang jahat, Allah yang masuk ke bait suci, bukan sekali tetapi dua kali, dan menjungkir-balikkan meja-meja jualan, dan mencambuk para penukar uang hingga ketakutan dan berhamburan ke jalanan, Allah yang membuka pintu penjara dan memungkinkan Petrus melarikan diri, dan kemudian memimpinnya untuk berkata kepada para pemimpin agama, “Kami harus taat kepada Allah dan bukan kepada manusia,” Allah yang mematikan seorang pria dengan istrinya yang rebah karena telah berbohong kepada Petrus, Allah yang “menyerahkan menurut maksud dan rencana-Nya” Yesus ke “tangan bangsa-bangsa durhaka” dan disalibkan dan dibunuh (Kisah Para Rasul 2:23 ), Allah yang “telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:6 ); Allah yang “berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan… dan ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah… Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas” (Yesaya 53:10, 11 ) - itu adalah Allah yang dikatakan dalam himne tersebut,

Hingga pada salib itu Yesus mati,
Murka Allah dipuaskan!!!

Bahwa Allah, dan bahwa hanya Allah yang seperti itulah yang membuat para laki-laki menjadi hormat, dan yang akan para laki-laki ikuti – bukan Allah yang lemah dan Allah feminism dari Miss Bringle, namun Allah dari Gunung Sinai, dan Allah dari Bukit Kalvari – “Allah yang maha besar dan dahsyat” dari Nehemia (Nehemiah 1:5) – “Allah yang maha besar dan dahsyat” dari Daniel (Daniel 9:4) – Allah yang mengorbankan Anak-Nya yang tunggal, yang dengan tangan Allah sendiri “menjadi kutuk karena kita” (Galatia 3:13) - itu adalah Allah dari Alkitab! Itu adalah Allah dan Bapa dari Kristus! Itu adalah Tuhan saya, dan itu adalah Allah saya! Saya tidak mengenal Allah Miss Bringle - dan saya tidak ingin mengenal Dia – demikian juga sebagian besar pria! Itulah sebabnya mengapa Gereja Episkopal telah kehilangan sebagian besar dari jemaat laki-laki. Itulah sebabnya mengapa Gereja Methodist telah kehilangan sebagian besar dari jemaat laki-laki. Dan, ya, gereja Miss Bringle sendiri, Presbyterian (AS) telah kehilangan sebagian besar jemaat prianya juga (Murrow, ibid., hlm. 55).

Dalam bukunya, Why Men Hate Going to Church, Mr. Morrow memiliki bab yang berjudul, “Men Aren’t the Only Ones Missing from Church.” Dia mengatakan bahwa para wanita menginginkan keamanan, tetapi laki-laki dewasa dan anak-anak muda menginginkan tantangan. Coba tebak? Wanita paling mungkin suka ada di gereja - dan laki-laki dewasa dan anak-anak muda sedikit yang suka berada di gereja! (ibid., hlm. 18). Mungkinkah ini menjadi bagian dari alasan bahwa gereja-gereja kita kehilangan 88% dari kaum muda mereka pada usia 25? Murrow mengatakan bahwa laki-laki dewasa dan anak-anak muda melihat gereja sebagai tempat bagi perempuan dan anak-anak kecil, dengan tanpa ada sesuatu yang menantang bagi mereka, sehingga mereka meninggalkan gereja!

Jika Anda melakukan pengecekan dari orang-orang muda 18 sampai 25 tahun, dan sekelompok pria dewasa, bait mana yang lebih mereka sukai – kira-kira yang mana yang Anda pikir akan mereka pilih?

Hingga pada salib itu Yesus mati,
Murka Allah dipuaskan,

atau

Hingga pada salib itu Yesus mati,
Kasih Allah diperbesar?

Bahkan walaupun keduanya benar, saya pikir Anda tahu bahwa kebanyakan laki-laki dan anak-anak muda akan memilih bait aslinya, yang telah dituliskan oleh dua orang penulis lagu tersebut, dari pada versi revisi dari Miss Bringle!

Para pria dan orang-orang muda tertarik pada Allah yang dahsyat, dan kuat, dan menakutkan – Allah dari Alkitab! Wanita paruh baya, yang belum benar-benar bertobat, lebih suka Allah yang lebih lembut dan perhatian, yang tidak pernah menantang, dan tidak pernah menghukum siapapun. Jadi gereja-gereja kita memiliki banyak wanita yang lebih tua, sementara kita kehilangan sebagian besar laki-laki, dan 88% dari orang-orang muda kita.

Gereja kita sendiri di sini didominasi oleh laki-laki. Kenapa? Saya pikir ada beberapa alasan. Pertama, saya pastikan khotbah saya terfokus pada Allah yang besar dan dahsyat dari Alkitab, dan Kristus yang kuat dan maskulin yang memimpin orang-orang-Nya untuk menaklukkan dunia. Saya selalu memberikan contoh pria dan wanita pemberani yang menyerahkan hidup mereka untuk kemuliaan Allah. Kami memasang foto dan lukisan di dinding gereja yang menggambarkan para pahlawan iman yang besar - orang-orang seperti Spurgeon, Edwards, Bunyan, Knox, Whitefield, Wesley, William Jennings Bryan, dan banyak lainnya. Malam ini adalah Minggu Reformasi. Seperti biasa, kita akan menyaksikan film hitam-putih yang luar biasa tentang Luther, sementara kita memiliki makan malam setelah kebaktian ini. Luther salah satu pahlawan kita. Sebelumnya, dalam kebaktian ini, kita telah menyanyikan himne karangan Luther yang sangat menggerakkan dan penuh kuasa, “Allah Kita Benteng Teguh.”

Kita tidak memiliki “sarapan laki-laki” untuk para pria kita. Dan kita tidak memiliki “es krim sosial” bagi orang-orang muda kita! Tidak! Kita mengirim mereka keluar - ke jalan-jalan kota Los Angeles di malam hari - untuk memenangkan jiwa berdua-dua. Apakah itu menakutkan? Itu mungkin iya bagi Miss Bringle! Ini akan menggelitiknya! Tetapi itu adalah tantangan bagi para pria kita dan orang-orang muda kita - persis jenis tantangan yang mereka butuhkan - untuk menjadi para prajurit salib sejati!!!

Alkitab berkata,

“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” (II Timotius 2:3).

“Jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia” (II Timotius 2:12).

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Lukas 9:23).

“Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh” (Lukas 14:23).

Itu adalah jenis tantangan yang mendebarkan dan menantang dari Kitab Suci yang menginspirasi para pria kita, orang-orang muda kita - dan wanita kita - untuk menjalani kehidupan mereka dalam dedikasi kepada Kristus dan gereja-Nya!

Dan bagaimana dengan pertobatan? Bagi kami, pertobatan tidak membuat Anda menjadi seorang banci atau pecundang. Pertobatan adalah suatu langkah besar menuju menjadi seorang pria, jenis pria Allah yang Anda inginkan! Saya dapat mengatakan dengan pasti bahwa jika saya belum bertobat saya akan menjadi gagal dan menyedihkan dalam hidup ini. Ketika saya datang kepada Kristus, Dia memberi saya kekuatan untuk menjadi apa yang saya seharusnya saya menjadi, dan melakukan apa yang harus saya lakukan! Ayat kehidupan saya adalah ini:

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13).

“Yang memberi kekuatan kepadaku.”

Lihatlah Luther. Dia lemah, takut, dan pecundang, menyembah-nyembah di biara biara. Lalu ia percaya Kristus! Kemudian ia menjadi seorang prajurit salib yang perkasa! Spurgeon berkata bahwa Luther “dapat memerintahkan tentara.”

Ketika Anda mengakui dosa Anda, dan jatuh di kaki salib, Anda akan naik, seperti Dr. John Sung, menjadi orang Kristen yang perkasa sebagaimana Allah memaksudkan Anda untuk menjadi seperti itu! Lihatlah Petrus! Lihatlah Agustinus! Lihatlah Bunyan! Mereka semua datang kepada Kristus dalam ketakutan dan kelemahan, tetapi ketika mereka percaya Kristus mereka bangkit sebagai laki-laki milik Allah yang kuat! Lihatlah Wesley - melarikan diri dari ladang misi di Georgia, jatuh dalam kelemahan di hadapan Kristus - dan naik menjadi orang besar yang mengguncang Inggris bagi Allah! Lihatlah Whitefield, yang menangis di tempat tidurnya, “Aku haus! Aku haus!” Dan kemudian naik dari kelemahan dosa untuk mewartakan Injil di dua benua! Tidak ada yang dapat diceritakan tentang apa yang Tuhan bisa lakukan dalam hidup Anda jika Anda menolak Yesus Kristus, yang pergi ke kayu Salib dan menderita karena murka Allah sehingga membuat mungkin bagi Anda untuk menjadi jenis laki-laki- atau wanita – menjadi yang seharusnya! - Bernyanyi bersama dengan Luther,

Allah kita Benteng teguh,
   Naungan dan Perisai,
Penolong kita yang sungguh
   Di dalam ombak badai…
Walau kita mati,
   Walau anak istri
Dan harta pun musnah,
   Tuhan tak berubah:
Kekal kerajaanNya!
   (“A Mighty Fortress is our God” oleh Martin Luther, 1483-1546).

Anda dapat yakin bahwa Luther akan memilih bait yang mengatakan,

Hingga pada salib itu Yesus mati,
Murka Allah dipuaskan.

Datanglah kepada Kristus, dan lakukan sekarang, malam ini. Ia akan mengampuni dosa-dosa Anda dan memberikan kuasa untuk hidup bagi Allah!

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Roma 3:20-26.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“In Christ Alone” (oleh Keith Getty and Stewart Townend, 2001).