Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




MENDERITA DAN MEMERINTAH

SUFFERING AND REIGNING
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 29 September 2013

“Jika kita menderita, kita juga akan memerintah bersama dengan Dia: jika kita menyangkal Dia, Dia juga akan menyangkal kita” (II Timotius 2:12) - KJV.


Di sini kita akan membahas kembali! Saya duduk untuk menulis khotbah ini dan saya menemukan bahwa kata “menderita” di sini diterjemahkan sebagai “bertekun” dalam semua terjemahan modern. Namun Alkitab Geneva Bible of 1599 dan 1611 KJV menerjemahkannya “menderita” (suffer”). Ketika saya mempelajari ayat ini lebih dalam, saya menemukan bahwa kata Yunani ini dapat diterjemahkan sebagai “menderita” ataupun “bertekun.” Jadi bisa keduanya.

Oleh sebab itu konteksnya harus dipertimbangkan. Dalam ayat 11 dan 12 Rasul sedang berbicara tentang persatuan orang Kristen dengan Kristus. Dalam ayat 11 ia mengatakan, “Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia.” Ini mengacu kepada orang Kristen yang menyangkal dunia dan mati bagi dosa dan diri sendiri. Jadi, ayat 11 berbicara tentang persatuan Kristen sejati dengan Kristus dalam kematian-Nya (lih. Roma 6:1-3). Kemudian ayat 12 berbicara tentang persatuan orang Kristen dengan Kristus dalam “penderitaan”-Nya. Oleh sebab itu terjemahan “menderita” adalah kata yang disukai dan digunakan oleh para penerjemah tersohor dari Alkitab Geneva Bible dan Alkitab King James untuk menerjemahkan kata tersebut. Mereka bukan para penerjemah yang bodoh. Mereka adalah para sarjana Yunani terbesar di Inggris. Mereka tahu bahwa seluruh konteks pasal dua mengarah untuk “menderita,” bukan hanya sekedar “bertekun.” Pasal ini menggambarkan seorang Kristen sejati sebagai seorang prajurit, yang berpuncak pada kata-kata menantang ini,

“Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia…’

Jika kita mengikuti Yesus dalam kematian-Nya, kita akan hidup bersama Dia. Jika kita mengikuti Yesus dalam penderitaan-Nya, kita akan memerintah dengan-Nya! Sederhana! Mengapa membuat rumit dengan mengubah kata “menderita” menjadi “bertekun,” seperti yang semua terjemahan modern lakukan? Anda tidak perlu menjadi seorang sarjana Yunani untuk mengetahui alasannya! Karena banyak anggota gereja modern tidak ingin menderita! Jadi, para penerjemah modern tersebut telah melemahkan ayat itu sebisa mungkin untuk menyenangkan para pembaca evangelikal lunak mereka. Ini sesederhana itu!

Juga, para penerjemah yang lebih tua memiliki pandangan yang jauh lebih tinggi tentang Kitab Suci bahkan daripada sarjana yang paling konservatif saat ini. Jadi, mereka menerjemahkan teks kita dalam terang Roma 8:17, yang mengatakan,

“…if so be that we suffer with him, that we may be also glorified together” (KJV) (… jika demikian bila kita menderita dengan dia, maka kita juga akan dipermuliakan bersama-sama dengan Dia).

Dan saya memberikan di sini bagaimana NIV menerjemahkannya,

“…if indeed we share in his sufferings in order that we may share in his glory” (NIV) (“... jika memang kita berbagi dalam penderitaan-Nya agar kita dapat berbagi dalam kemuliaan-Nya).

Kata yang diterjemahkan “menderita” dalam Roma 8:17 jelas berarti “untuk mengalami rasa sakit,” “menderita dengan itu.” Karena kata dalam teks kita memiliki ide penderitaan dan ketekunan, para penerjemah Alkitab yang lebih awal menerjemahkannya dalam terang Roma 8:17. Inilah yang disebut Luther “analogi dari Kitab Suci.”

Alasan sebenarnya untuk perubahan ini oleh para penerjemah modern karena ada alasan lain. Mereka tahu bahwa para pembaca modern tidak ingin menderita! Jadi mereka menggunakan kata yang lebih lembut untuk mengakomodasi orang-orang evangelikal yang lemah hari ini! Saya sering mengatakan, “Alkitab King James Bible melemparkan banyak ketidak-tegasan pada terjemahan modern!”

“Jika kita menderita, kita juga akan memerintah bersama dengan Dia: jika kita menyangkal Dia, Dia juga akan menyangkal kita” (II Timotius 2:12) - KJV.

Ayat yang serupa dalam Roma 8:17 membuat ayat ini sangat jelas bahwa orang-orang Kristen sejati “adalah ahli waris… bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia” (Roma 8:17).

I. Pertama, “Jika kita menderita, kita juga akan memerintah bersama dengan Dia.”

Dr. J. Vernon McGee memberikan komentar yang sangat baik tentang itu. Dia mengatakan,

“Jika kita menderita, kita juga akan memerintah bersama dengan Dia”... Saya percaya bahwa ayat ini mengacu kepada mereka yang menderita bagi-Nya ... Dalam dunia Romawi pada zaman Paulus ada banyak orang Kristen yang mati sebagai martir - lima juta dari antara mereka, menurut Foxe - karena mereka menolak untuk menyangkal Kristus.
     “Jika kita menyangkal Dia, Dia juga akan menyangkal kita.” Ini adalah bahasa yang sangat kuat. Bagaimanapun, Ini mengungkapkan bahwa Paulus percaya bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:17). Anda lihat, Paulus dan Yakobus tidak pernah bertentangan satu sama lain. Yakobus berbicara tentang pekerjaan iman, dan Paulus mengatakan bahwa iman yang sejati akan menghasilkan perbuatan (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, volume V, hlm. 466; catatan atas II Timotius 2:12).

“Jika kita menderita, kita juga akan memerintah bersama dengan Dia: jika kita menyangkal Dia, Dia juga akan menyangkal kita” (II Timotius 2:12) - KJV.

Dalam gereja mula-mula semua orang Kristen diajarkan bahwa mereka harus hidup melewati berbagai pencobaan dan penderitaan. Kita bisa melihat ini dengan jelas dalam Kisah Para Rasul 14:22, di mana Paulus dan Barnabas berada di Listra, Ikonium dan Antiokhia,

“Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara” (Kisah Rasul 14:22).

“Untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” Kata Yunani yang diterjemahkan “sengsara di sini adalah “thlipsis.” Ini berarti “berbagai tekanan, penderitaan, kesulitan, penderitaan” (Strong).

Orang-orang Kristen mula-mula cukup kuat untuk “mengacaukan seluruh dunia” (Kisah Rasul 17:6) karena mereka telah diajar bahwa adalah hal biasa untuk menyangkal diri mereka sendiri dan memikul salib mereka setiap hari, sebagaimana Kristus “berkata kepada mereka semua,”

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Lukas 9:23).

“Untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara [berbagai tekanan, penderitaan, kesulitan, penderitaan]” (Kisah Rasul 14:22).

“Jika kita menderita, kita juga akan memerintah bersama dengan Dia: jika kita menyangkal Dia, Dia juga akan menyangkal kita” (II Timotius 2:12) - KJV.

Dalam khotbahnya tentang “Menderita dan Memerintah Bersama Kristus,” Spurgeon yang tersohor, “rajanya para pengkhotbah,” berkata,

     Ketika Marcus Arethusus (362 M) diperintahkan oleh Julian si Penyesat itu, untuk [memberikan uang untuk] membangun kembali kuil penyembah berhala yang umatnya telah ditarik kepada pertobatan mereka menjadi Kristen, ia menolak untuk mematuhi, dan meskipun ia adalah seorang pria berusia, dia ditelanjangi, dan kemudian ditusuk-tusuk dengan [tombak] dan pisau. Orangtua itu masih kuat. Jika dia mau memberikan [beberapa sen] untuk pembangunan kembali kuil [pagan] itu, Ia akan bebas ... [Tetapi] dia tidak mau. Dia diolesi dengan madu, dan sementara luka-lukanya yang [masih] berdarah, lebah dan tawon datang kepadanya dan menyengatnya sampai mati. Dia bisa mati, tetapi ia tidak bisa menyangkal Tuhannya. Arethusus masuk ke dalam sukacita Tuhan, karena ia menjadi mulia karena menderita bersama dengan Dia (C. H. Spurgeon, “Suffering and Reigning with Jesus,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, 1991 reprint, volume X, hlm. 11).

Kami menghormati nama-nama orang seperti Richard Wurmbrand (1909-2001), yang menghabiskan 14 tahun penyiksaan di penjara Komunis Rumania. Kami menghormati Samuel Lamb (1924-2013), yang menghabiskan lebih dari 20 tahun kerja paksa di kamp konsentrasi Komunis China. Kami menghormati Dietrich Bonhoeffer (1906-1945), yang digantung dengan kawat piano oleh Nazi dalam Perang Dunia II karena berkhotbah menentang Hitler. Kami menghormati ratusan orang yang menderita karena iman mereka kepada Kristus di negeri-negeri asing pagi ini. Tapi bagaimana dengan Anda? Apakah Anda mau menyerahkan beberapa jam berada di gereja setiap Minggu? Akankah Anda bersedia untuk hidup melewati pengorbanan kecil untuk hadir pada pertemuan doa, dan pergi penginjilan setiap minggu?

Saya miliki dalam studi saya salinan dari The Baptist Hymnal, yang diterbitkan oleh Southern Baptist Convention pada tahun 1956. Bahkan saat itu kita melihat bahwa perlunya orang Kristen untuk menderita sedang melemah. Saya melihat himne terkenal dari Reginald Heber (1783-1826), “Almasih Maju dan Berp’rang.” Hati saya tenggelam ketika saya melihat bahwa Southern Baptist telah menghapus bait yang paling kuat dari himne inspiratif tersebut. Berikut ini adalah bait yang mereka telah hapus,

Setiap rasul Almasih tidak mengindahkan
   Pedang dan salib yang pedih, Karna keyakinan;
Walau dibakar dan hancur, Dibuang ke singa,
   Tiada juga mau undur; Siapa ikut serta?
(“The Son of God Goes Forth to War”
      oleh Reginald Heber, 1783-1826/Nanyian Pujian No. 258).

Itulah bait yang memberi semangat kepada Anda! Itulah bait yang digunakan untuk menginspirasi generasi muda untuk meninggalkan kehidupan yang mudah dan pergi ke ladang misi, atau menjadi orang-orang Kristen yang rela mengorbankan diri di sini, di dalam negeri! Mengapa mereka menghapus bait itu pada tahun 1956? Saya akan memberitahu Anda mengapa! Beberapa wanita tua tersinggung oleh karena itu! Mereka tidak ingin berpikir tentang “salib dan api.” Mereka tidak ingin dihadapkan dengan gambar “pedang sang tiran.” Ini akan mengganggu mereka ketika diingatkan tentang orang-orang Kristen yang “dibuang ke singa,” atau fakta bahwa para martir “membungkuk leher mereka untuk dipenggal.” Itu terlalu berlebihan bagi mereka, sehingga mereka menghapusnya. Kita harus malu karena kepengecutan mereka! Kita harus malu karena Departemen Musik Gereja Baptis Selatan telah menodai saksi agung untuk iman martir itu! Mari kita tidak pernah malu untuk menyanyikannya. Mari kita tidak pernah malu untuk menjalaninya, dengan cara apapun yang kita bisa lakukan! Ini adalah lagu terakhir pada lembar lagu. Mari kita menyanyikannya!

Setiap rasul Almasih tidak mengindahkan
   Pedang dan salib yang pedih, Karna keyakinan;
Walau dibakar dan hancur, Dibuang ke singa,
   Tiada juga mau undur; Siapa ikut serta?

Tentara Yesus yang menang, Berkumpul di surga,
   Menyanyi ramai dan riang, Sekitar takhtaNya;
Mereka sudah bertahan dalam aniaya;
   B'ri kami kuasa, ya Tuhan, Untuk ikut serta!
(“The Son of God Goes Forth to War”
      oleh Reginald Heber, 1783-1826/ Nanyian Pujian No. 258).

Anda dipersikahkan untuk duduk kembali.

“Tentara Yesus yang menang, Berkumpul di surga, Mereka sudah bertahan dalam aniaya.” Ya! Itulah apa yang Rasul maksudkan ketika ia berkata,

“Jika kita menderita, kita juga akan memerintah bersama dengan Dia: jika kita menyangkal Dia, Dia juga akan menyangkal kita” (II Timotius 2:12) - KJV.

II. Kedua, “Jika kita menyangkal Dia, Dia juga akan menyangkal kita.”

“Jika kita menderita, kita juga akan memerintah bersama dengan Dia: jika kita menyangkal Dia, Dia juga akan menyangkal kita” (II Timotius 2:12) - KJV.

Yesus memberikan peringatan serius itu ketika Ia berkata,

“Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga” (Matius 10:33).

Rasul Paulus berkata dalam teks kita, “Jika kita menyangkal Dia, Dia juga akan menyangkal kita.” Ini adalah penyangkalan terhadap Kristus yang terjadi ketika seorang Kristen palsu dihadapkan dengan penderitaan yang diperlukan dalam pemuridan sejati. Itulah yang terjadi pada orang-orang yang digambarkan sebagai “tanah yang berbatu-batu” yang dijelaskan dalam perumpamaan tentang seorang penabur.

“Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad” (Lukas 8:13).

Dr. Rienecker berkata bahwa “murtad” di sini berarti “meninggalkan,” “mengundurkan diri” (Fritz Rienecker, Ph.D., A Linguistic Key to the Greek New Testament, Zondervan, 1980, hlm. 161; catatan atas Lukas 8:13).

Ketika “masa pencobaan” datang mereka seringkali meninggalkan gereja lokal mereka. “Mereka itu tidak berakar” yang berarti bahwa mereka tidak pernah “berakar” di dalam Kristus. Ini menunjukkan bahwa mereka belum pernah mengalami pertobatan sejati. Markus 4:17 menguatkan apa yang dimaksudkan dengan “masa pencobaan” dalam perumpamaan tersebut,

“Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.”

Orang tersebut akan ditolak oleh Yesus pada hari penghakiman. Dia akan mengatakan kepada mereka, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:23).

Orang lain yang menyangkal Kristus masih terus menghadiri beberapa gereja. Mereka pikir mereka baik-baik saja, tetapi mereka menyangkal Kristus dengan terus hidup di dalam dosa. Orang-orang ini adalah para antinomian. Saya pernah berbicara tentang orang-orang tersebut dalam khotbah saya yang berjudul Antinomianisme di Italia” (klik di sini untuk membacanya). Mereka digambarkan oleh Rasul Paulus dalam Titus 1:16,

“Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik” (Titus 1:16).

Orang-orang antinomian ini mungkin telah belajar beberapa doktrin yang benar, tetapi mereka menyangkal Tuhan dengan cara mereka hidup. The Reformation Study Bible berkata, “Perjanjian Baru mengajarkan bahwa kurangnya tindakan yang konsisten dengan perubahan hidup membuat iman seseorang di dalam Kristus diragukan ... Baik doktrin yang benar dan tindakan-tindakan yang sesuai dengan kehidupan yang telah diubahkan diperlukan bagi orang Kristen” (catatan untuk Titus 1:16). “Dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia.”

Ketika penerjemah kami ke dalam bahasa Laos membaca khotbah saya tentang “Antinomianisme di Italia,” ia menulis kepada saya dan berkata,

Ini sungguh benar bahwa banyak orang mengklaim diri mereka telah diselamatkan, namun tidak ada yang berubah dalam hidup mereka. Di negara kami, di Laos dan bahkan di Thailand orang-orang yang mengklaim bahwa mereka adalah orang Kristen menghancurkan nama Yesus. Mereka suka minum, menari, mencuri dan memberikan kesaksian yang buruk bagi tetangga-tetangga mereka.

Ia berkata ini menyebabkan orang-orang yang belum diselamatkan di Laos tidak ingin menjadi orang Kristen, “Tetapi yang terburuk adalah mereka mengatakan bahwa mereka bahkan tidak mau berteman dengan orang-orang Kristen [tersebut].”

Jadi kita melihat buah-buah mengerikan dari antinomianisme di Italia, Laos, dan “bahkan di Thailand.” Kita menggantung kepala kita dalam rasa malu karena kita tahu bahwa pandangan palsu Kekristenan ini sebagian besar berasal dari Amerika, dan meracuni saksi Kristus di seluruh dunia dalam hari-hari terakhir. Yesus memberikan nubuat ini,

“Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan [Yunani: anomia – tidak peduli hukum; akar dari “antinomianisme’] maka kasih kebanyakan orang akan [bertumbuh] menjadi dingin” (Matius 24:12).

Ini adalah salah satu tanda-tanda Kedatangan Kedua Kristus! Bahkan orang Kristen sejati akan menjadi kurang peduli, dan kehilangan kasih Kristen mereka, karena ada begitu banyak antinomian pada hari-hari terakhir! Tetapi jangan salah di sini – orang-orang antinomian ini sesungguhnya adalah orang-orang yang masih terhilang yang “menyangkal Dia” dengan kehidupan mereka yang penuh dosa (Titus 1:16).

Orang Kristen sejati tidak akan pernah menyangkal Kristus. Itulah apa yang Yesus maksudkan ketika Dia bekata, dalam ayat berikutnya dalam Matius 24,

“Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Matius 24:13).

Meskipun dibenci, meskipun menjadi nabi-nabi palsu, meskipun melakukan “kejahatan,” para pelanggar hukum itu, orang-orang antinomian itu mengaku bahwa diri mereka adalah orang-orang Kristen walaupun sesungguhnya bukan, namun orang yang benar-benar bertobat akan “bertahan sampai akhir” (Matius 24:9 -13). Sebagaimana sebuah himne lama mengatakan,

Kegelapan adalah malam, dosa menyerang kita;
Betapa berat beban duka yang kita tanggung;
Namun sekarang kita melihat tanda-tanda kedatangan-Nya;
Cahaya menerangi hati kita, piala sukacita turun dari atas!
Ia datang kembali, Ia datang kembali,
Yesus yang sama, yang telah ditolak manusia;
Ia datang kembali, Ia datang kembali,
Dengan kuasa dan kemuliaan agung, Ia datang kembali!
(“He is Coming Again” oleh Mabel Johnston Camp, 1871-1937).

“Jika kita menderita, kita juga akan memerintah bersama dengan Dia: jika kita menyangkal Dia, Dia juga akan menyangkal kita” (II Timotius 2:12) - KJV.

Kristus siap untuk menyelamatkan Anda dari dosa-dosa Anda. Ia telah mati di kayu Salib untuk membayar dosa-dosa Anda. Ia telah mencurahkan Darah-Nya untuk menyucikan Anda dari segala dosa. Ia telah bangkit secara fisik dari antara orang mati untuk memberikan kehidupan. Saya menantang Anda untuk berpaling dari dosa-dosa Anda! Bertobatlah, dan letakkan kepercayaan Anda pada Yesus. Dia akan menyelamatkan Anda! Dia akan menyelamatkan Anda. Dia akan menyelamatkan Anda sekarang!

Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang bagaimana diselamatkan oleh Yesus, silakan tinggalkan tempat duduk Anda sekarang, dan berjalan ke belakang auditorium ini. Dr. Cagan akan membawa Anda ke sebuah ruangan yang tenang untuk berdoa dan konseling. Pergilah ke belakang ruangan ini sekarang. Dr. Chan, tolong berdoa kiranya seseorang mau percaya kepada Yesus pagi ini. Amin!

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: II Timotius 2:3-12.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Son of God Goes Forth to War” (oleh Reginald Heber, 1783-1826).


GARIS BESAR KHOTBAH

MENDERITA DAN MEMERINTAH

SUFFERING AND REIGNING

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Jika kita menderita, kita juga akan memerintah bersama dengan Dia: jika kita menyangkal Dia, Dia juga akan menyangkal kita” (II Timotius 2:12) - KJV.

(II Timotius 2:11; Roma 8:17)

I.   Pertama, “Jika kita menderita, kita juga akan memerintah bersama dengan Dia,” Yakobus 2:17; Kisah Rasul 14:22; 17:6; Lukas 9:23.

II.  Kedua, “Jika kita menyangkal Dia, Dia juga akan menyangkal kita,”
Matius 10:33; Lukas 8:13; Markus 4:17; Matius 7:23; Titus 1:16;
Matius 24:12, 13.