Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




MISINTERPRETASI PERUMPAMAAN ANAK YANG HILANG

(KHOTBAH NOMER 2 TENTANG PERUMPAMAAN ANAK YANG HILANG)
MISINTERPRETING THE PRODIGAL SON
(SERMON NUMBER 2 ON THE PRODIGAL SON)
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Malam, 25 Agustus 2013

“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria” (Lukas 15:24).


Perumpamaan tentang Anak yang Hilang adalah salah satu dari kisah-kisah dalam Alkitab yang paling disukai. Namun perumpamaan ini juga menjadi salah satu yang paling disalahfahami hari ini. Saya memberikan catatan singkat tentang perumpamaan ini, dan kemudian saya akan menjelaskan kepada Anda bagaimana perumpamaan ini diputar-balikkan dan disimpangkan, bahkan oleh para pengkhotbah yang dikenal baik.

Ketika saya membawakan khotbah malam ini, saya akan menjelaskan perumpamaan ini dalam dua cara. Pertama, saya akan menunjukkan bagaimana perumpamaan ini telah disimpangkan oleh “decisionisme.” Kedua, saya akan menunjukkan apa arti sebenarnya dari perumpamaan ini. Kemudian saya akan menunjukkan bagaimana mengaplikasikan perumpamaan ini untuk Anda. Namun kita akan mulai dengan melihat keseluruhan dari perumpamaan ini.

Yesus berkata bahwa ada seseorang yang memiliki dua orang putra. Si bungsu datang kepada bapanya, dan meminta bagian warisannya, selagi bapanya masih hidup. Sang bapa menyetujuinya, dan memberikan kepada si bungsu bagian warisannya. Si bungsu mengambil semuanya dan pergi meninggalkan rumah. Ia pergi ke negeri yang jauh dan menghambur-hamburkan seluruh warisannya dan hidup penuh dosa.

Ketika ia telah menghabiskan semua kekayaannya, terjadi kelaparan dan ia mengalami kelaparan. Ia pergi kepada warga kota tersebut yang kemudian mengirimnya ke kandang untuk memberi makan babi-babi. Ia begitu lapar sehingga ia ingin makan ampas makanan babi-babi tersebut, namun tak seorangpun memberinya sesuatu untuk dimakan.

Kemudian ia sadar bahwa para hamba di rumah bapanya memiliki cukup roti untuk dimakan, sementara di sana ia mengalami kelaparan. Ia memutuskan untuk pulang ke rumah bapanya dan berkata kepadanya, “Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.” Kemudian ia bangkit dan pulang kepada bapanya. Sementara ia masih di kejauhan, ayahnya berlari dan memeluknya serta menciumnya. Ayahnya memberikan jubah yang mahal untuk dikenakannya, sebuah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya. Sang bapa menyembelih lembu dan membuat pesta besar. Sang bapa berkata,

“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria” (Lukas 15:24).

Itulah garis besar perumpamaan itu. Sekarang, saya akan kembali dan menunjukkan bagaimana perumpamaan ini telah disalahtafsirkan pada zaman kita ini, kemudian saya akan menunjukkan apa arti perumpamaan ini yang sebenarnya.

I. Pertama, cara perumpamaan ini disalah-tafsirkan oleh banyak pengkhotbah modern.

Saya benci untuk berkata bahwa Dr. J. Vernon McGee salah menafsirkan perumpamaan ini, namun kenyataannya memang ia salah. Dr. McGee berkata, “Ini bukanlah gambaran dari orang berdosa yang beroleh selamat… dalam kisah ini Tuhan kita menjelaskan tidak pernah ada pertanyaan seperti apakah anak itu seorang putra atau bukan… Ia tetaplah anak untuk selama-lamanya…. Satu-satunya orang yang ingin pergi ke rumah Bapa adalah anak; dan suatu hari anak itu akan berkata, “Aku akan bangkit dan pulang ke rumah Bapaku’” (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, volume IV, hlm. 314, 315; catatan atas Lukas 15:11-19).

Jadi Dr. McGee salah ketika berkata bahwa anak muda ini telah diselamatkan baik sebelum maupun setelah hilang. Ia telah memberontak dan pergi ke dalam kehidupan yang penuh dosa, namun ia masih tetap diselamatkan. Kemudian ia bertobat dari dosanya dan menyerahkan kembali hidupnya.

Saya sedih untuk mengatakan bahwa ini menunjukkan bagaimana Dr. McGee telah dipengaruhi oleh “decisionisme” modern. Itulah caranya banyak pengkhotbah modern, seperti Billy Graham, telah menafsirkan perumpamaan itu. Mengapa mereka melakukan itu? Mereka melakukannya karena ada puluhan ribu orang yang telah membuat “keputusan” dan kemudian kembali ke dalam dosa. Satu-satunya cara para pengkhotbah ini menjelaskan itu adalah dengan mengatakan bahwa mereka itu sama seperti Anak yang Hilang, dan suatu hari mereka akan sadar dan menyerahkan hidup mereka kembali. Anda mendengar mereka berkata bahwa ada pecandu alcohol walaupuan sebenarnya “sudah diselamatkan,” ada pecandu narkotika walaupun mereka “telah diselamatkan,” bekerja sebagai tuna susila walaupun “sudah diselamatkan.” Sejak 88% “anak-anak yang tumbuh digereja” pergi meninggalkan gereja mereka dan “tidak pernah kembali” (Barna) dan mereka semua pernah membuat “keputusan,” para pendeta memberikan pengharapan palsu kepada orangtua mereka dengan mengatakan bahwa mereka hanyalah seperti anak yang hilang, sudah diselamatkan yang kemudian murtad. Mereka berkata bahwa semua orang ini, yang sekarang hidup dalam dosa yang dalam dan tidak mau pergi ke gereja, masihlah orang yang “telah diselamatkan.” Mereka semua harus kembali dan menyerahkan hidup mereka kembali pada suatu waktu nanti. Namun bahkan jika mereka tidak melakukan itu, mereka masih tetap diselamatkan. Sebagaimana dikatakan oleh Dr. McGee, “Tidak pernah ada pertanyaan seperti apakah anak itu seorang putra atau bukan. Ia tetaplah anak untuk selama-lamanya.” Jadi, Bill Clinton, seorang Baptis, adalah “seorang anak” bahkan walaupun ia telah melakukan hubungan seksual di Oval Office dengan Monica Lewinsky. Demikian juga, seorang Baptis lainnya, Jimmy Carter, adalah “seorang anak” bahkan ketika ia menyangkal ketanpa-salahan Alkitab dan berkata bahwa Mormon adalah orang-orang Kristen sejati! Beberapa tahun yang lalu seorang wanita yang mengepalai rumah prostitusi di sini di Los Angeles berkata bahwa ia adalah seorang “Kristen lahir baru.” Seorang pendeta evangelical berkata kepada saya, “Jangan menghakimi dia.” Kegilaan apa ini! Merk membingungkan dari evangelikalisme ini disebut “antinomianisme,” dan ini datang dari kepercayaan bahwa seseorang dapat hidup dalam kandang babi dosa dan pada saat yang sama ia adalah anak Allah juga. Mereka menyebutnya “orang-orang Kristen duniawi. Namun Dr. Martyn Lloyd-Jones berkata, “Adalah tafsiran yang salah [dari Roma 8:5-8] dengan mengatakan bahwa ‘mereka yang hidup menurut daging’ disebut orang-orang Kristen ‘duniawi;’ karena kita melihat Rasul mengatakan sesuatu tentang mereka yang membuat sama sekali tidak mungkin bahwa mereka adalah orang-orang Kristen… Kekristenan, sebagaimana Rasul sering jelaskan kepada kita adalah suatu perubahan sempurna dan radikal dalam natur manusia” (D. Martyn Lloyd-Jones, M.D., Exposition of Romans 8:5-17, “The Sons of God,” The Banner of Truth Trust, 2002 reprint, hlm. 3).

Saya benar-benar benci untuk mengoreksi Dr. McGee. Ia telah mengajar saya kebenaran-kebenaran agung dari Alkitab pada tahun 1960-an dan awal tahun 70-an, ketika saya mendengarkan siaran khotbah radionya setiap hari. Saya benar-benar sedih harus mengoreksi pemikirannya tentang perumpamaan Anak yang Hilang ini. Namun saya tidak memiliki pilihan. Dr. McGee berkata bahwa ia sendiri telah diselamatkan ketika seorang “penginjil di Oklahoma selatan bertahun-tahun yang lalu menggunakan perumpamaan ini untuk memberitakan injil… suatu malam ia berkhotbah tentang perumpamaan Anak yang Hilang ini, dan itu adalah malam ketika saya maju ke depan” (ibid., hlm. 314). Namun kemudian Dr. McGee berkata, “Perumpamaan ini bukanlah bagaimana seorang berdosa beroleh selamat” (ibid.). Ia berkata bahwa perumpamaan ini “terutama” berbicara tentang bagaimana Allah membawa “kembali anak-anak yang telah kembali jatuh ke dalam berbagai dosa.”

Dr. McGee tidak memperoleh pemikiran ini dari pengkhotbah tempo dulu yang memimpinnya kepada keselamatan di Oklahoma. Tidak, ia memperoleh pemikiran itu dari para pengkhotbah neo-evangelikal baru seperti Billy Graham, yang memanggil orang untuk “rededikasi” daripada untuk mengalami pertobatan. Cara “baru” dalam melihat perumpamaan ini telah menghasilkan lautan penuh dengan apa yang disebut “orang-orang Kristen murtad” yang belum pernah benar-benar bertobat. Sebagaimana Dr. Lloyd-Jones berkata, adalah “sama sekali tidak mungkin untuk mengatakan bahwa mereka itu adalah orang-orang Kristen.”

Baru-baru ini saya membaca sebuah artikel yang ditulis oleh seorang penginjil yang berkata,

Saya tinggal di Carolina Selatan, dan saya mencintai Selatan, dan saya tidak mengejek siapapun di sana, namun nampak seperti setiap orang di sana berkata bahwa ia telah diselamatkan!... Di negara-negara bagian Selatan, ada sebuah gereja hampir di setiap sudut jalan. Bahkan para politisi kita dan para bintang film berkata bahwa mereka telah diselamatkan… Namun kami memiliki banyak pembunuhan, pemerkosaan, narkoba, pornografi, perceraian, penipuan dan pencurian lebih dari pada yang pernah ada sebelumnya… Jadi apa yang salah? Mengapa gereja-gereja lokal kita menurun dalam pertumbuhan dan penjangkauan?... Apa masalahnya? (Jerry Sivnksty, “Gospel Soaked or Gospel Thirsty?”, Frontline Magazine, July/August 2013, p. 38).

Saya akan mengatakan kepada Anda apa masalahnya – kita memiliki puluhan ribu orang yang telah membuatkeputusannamun belum bertobat! Itulah masalahnya! Dan bukankah itu yang sedang terjadi di Selatan. Itu yang sedang terjadi di seluruh Amerika! Belakangan ini seorang pengkhotbah berkata kepada saya bahwa hampir setiap pintu yang ia ketuk dalam penginjilan, orang-orang itu memintanya untuk pergi karena mereka telah diselamatkan! Ia berkata bahwa mereka tidak mau pergi ke gereja dan mereka tidak mau bertobatkarena mereka berpikir bahwa mereka telah diselamatkan! Itu adalah hasil dari beberapa dekadedecisionismedan pengajaran sesat bahwa “anak-anak yang hilangini adalah orang-orang Kristen sejati! Saya berkata, “Jauhi ajaran injil palsu seperti itu! Itu benar-benar telah meruntuhkan Amerika!” Buang itu! Lempar itu! Pengajaran itu telah membuat jutaan jiwa terkutuk, membuat gereja-gereja kita lumpuh, dan membawa kehancuran rohani bangsa kita! Saya tidak peduli siapa yang mempromosikannya – Dr. McGee, Billy Graham, Paus Francis, atau Antikristus – itu adalah pengajaran neraka, penuh dengan racun Setan! Yang membawa kita kembali kepada teks kita,

“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria” (Lukas 15:24).

(Klik di sini untuk membaca khotbah lain yang telah saya khotbahkan tentang perumpamaan Anak yang Hilang ini, dengan judul “Pola Dasar Pertobatan.” Anda harus membacanya bersama dengan khotbah ini).

II. Kedua, perumpamaan ini diberikan oleh Kristus untuk menunjukkan bagaimana orang-orang berdosa yang terhilang, mati di dalam pelanggaran-pelanggaran dosa dosa, diselamatkan!

Saya pernah mengenal seorang pria yang pergi meninggalkan istrinya dan kemudian lari dengan perempuan lain. Kemudian ia merampok sebuah bank dengan senjata, dan ditangkap serta dimasukkan ke dalam penjara selama beberapa tahun. Ia adalah seorang pezinah, seorang pencuri, dan seorang perampok bank. Namun ia berkata bahwa ia telah diselamatkan selamanya (baik sebelum maupun setelah melakukan kejahatannya itu)! Saya bertanya kepadanya apa yang akan terjadi jika hari pengangkatan (rapture) tiba ketika ia sedang merampok bank dengan bersenjata itu. Dengan wajah tak berdosa ia menjawab, “Pistol ini akan jatuh ke lantai ketika saya diangkat bertemu Tuhan di sorga!” Saya berkata kepadanya bahwa ia salah, bahwa sebenarnya ia belum pernah mengalami pertobatan. Ia mencoba membandingkan dirinya dengan Anak yang Hilang, dan memberikan tafsiran yang salah seperti yang telah saya jelaskan tadi, bahwa ia tetaplah seorang “anak” untuk selamanya. Saya membuka Alkitab. Saya memegang jari telunjuknya dan menempelkan ujung jarinya pada Lukas 15:24. Saya berkata, “Bacalah.” Saya harus berkata tiga atau empat kali sebelum ia akhirnya membacanya dengan terbata-bata,

“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali...” (Lukas 15:24).

Ia menatap saya dengan tatapan matanya yang liar, seperti ia telah tertangkap! Kemudian ia berseru, “Namun itu bukan apa maksudnya perumpamaan ini!” Saya menjawab, “Saya tidak mengatakan kepada Anda apa maksudnya ini. Saya hanya meminta Anda untuk membacanya.” Kemudian saya membacakannya untuknya,

“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali...”

Kemudian saya berkata, “Bapa dari anak ini berkata bahwa ia telah ‘mati.’ Bapa dari anak ini berkata bahwa ia telah ‘hilang.’ Jika bapanya sendiri berkata demikian, siapa Anda hingga Anda mau membantahnya?” Ngomong-ngomong, jika Anda melihat tafsiran Dr. McGee, Anda akan melihat bahwa ia tidak memberi komentar apapun tentang Lukas 15:24! Ia tidak dapat melakukannya! Itu akan meruntuhkan teori salahnya secara sempurna! Dalam Lukas 15:24 bapa itu berkata bahwa putranya telah “mati” – bahwa, “telah mati dalam berbagai pelanggaran dan dosa” (Efesus 2:1, 5). Kemudian bapa itu berkata, “ia telah hilang.” Apa mungkin ada yang lebih jelas dari ini? Anak yang Hilang itu adalah gambaran dari orang berdosa yang terhilang!

Yesus memberikan tiga perumpamaan dalam Lukas pasal lima belas untuk menjawab orang-orang Farisi. Mereka mengeluhkan tindakan-Nya makan bersama dengan orang-orang berdosa (Lukas 15:2). Ia memberikan tiga perumpamaan ini untuk menunjukkan bagaimana Allah bersukacita ketika seorang berdosa beroleh selamat! Setiap dari tiga perumpamaan ini menunjukkan bahwa Allah akan menerima dan mengampuni orang-orang berdosa yang terhilang. Ia memberikan perumpamaan tentang domba yang hilang dalam ayat 3 sampai 7. Ia memberikan perumpamaan tentang dirham yang hilang dalam ayat 8 sampai 10. Dan kemudian Ia memberikan perumpamaan tentang anak yang hilang dalam ayat 11 sampai 32. Poin utama dalam seluruh perumpamaan ini adalah bahwa Allah sangat bersukaria atas “satu orang berdosa yang bertobat” (Lukase 15:7, 10, 24). Sungguh aneh, bahkan Dr. Ryrie tidak setuju dengan Dr. McGee dan Billy Graham. Dr. Ryrie menafsirkan ini dengan benar. Dalam tafsirannya atas Lukas 15:4, ia berkata, “Hilang. Delapan kali dalam pasal ini keterhilangan manusia ditekankan, ayat 4 [dua kali], 6, 8, 9, 17, 24, 32” (Charles C. Ryrie, Th.D., Ph.D., The Ryrie Study Bible, Moody Press, 1978, hlm. 1576; catatan atas Lukas 15:4). “Keterhilangan manusia ditekankan.” Tepat sekali!

Dr. McGee terlalu menekankan kenyataan bahwa Anak Durhaka ini disebut “seorang anak.” Dalam perumpamaan ini “anak” tidak berarti bahwa ia telah diselamatkan. Dr. John MacArthure benar pada poin ini ketika ia berkata bahwa perumpamaan ini “menggambarkan semua orang berdosa (yang dihubungkan dengan Allah Bapa melalui penciptaan) yang menghabiskan hak-hak pontensial mereka dan menolak hubungannya dengan Dia [Allah], dan sebaliknya justru memilih hidup yang bergelimang dosa” (John MacArthur, D.D., The MacArthur Study Bible, Word Bibles, 1997, hlm. 1545; catatan atas Lukas 15:12).

Dr. MacArthur juga benar ketika berkata bahwa Anak yang Hilang ini “adalah seorang calon untuk keselamatan” ketika ia “menyadari dirinya” (ibid., catatan atas Lukas 15:17). Ini menunjukkan bahwa MacArthur benar berkata bahwa Anak Durhaka itu telah hilang. Saya berdiri di samping Dr. McGee menentang Dr. MacArthur pada banyak isu, khususnya pengajaran tentang Darah Kristus. Dr. McGee benar tentang subyek penting tersebut, dan John MacArthur salah. Namun tentang pertobatan dari Anak yang Hilang ini, teks kita memaksa saya untuk setuju dengan John MacArthur,

“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali...” (Lukas 15:24).

Ngomong-ngomong, semua buku tafsir kuno berkata bahwa Anak Durhaka ini telah hilang, dan kemudian bertobat dalam perumpamaan ini. Tak satupun dari antara para ahli tafsir zaman dulu yang berkata bahwa ia “merededikasikan” hidupnya dan tetap diselamatkan sebelum maupun sesudahnya! Matthew Poole (1624-1679) bertakata tentang teks ini, “Jiwa yang penuh dosa adalah jiwa yang mati… Pertobatan dari seorang berdosa adalah seperti kebangkitan dari antara orang mati. Juga tidak ada kemampuan jiwa untuk benar-benar bergirang, sebelum ia diperdamaikan dengan Allah melalui darah Kristus” (catatan atas Lukas 15:24; A Commentary on the Holy Bible, The Banner of Truth Trust, 1990 reprint, volume III, hlm. 247).

Matthew Henry (1662-1714) berkata, “Perumpamaan ini merepresentasikan Allah sebagai Bapa secara umum bagi semua umat manusia, bagi semua keluarga Adam….” Matthew Henry selanjutnya berkata bahwa Anak yang Hilang ini merepresentasikan “seorang berdosa, setiap dari kita dalam keadaan duniawi kita… kondisi dari kedurhakaan… merepresentasikan kita suatu keadaan yang penuh dosa, keadaan yang menyedihkan ke dalam mana manusia telah jatuh.” Kemudian Matthew Henry memberikan Sembilan cara bahwa anak durhaka itu menggambarkan seseorang yang terhilang (Matthew Henry’s Commentary on the Whole Bible, Hendrickson Publishers, 1996 reprint, volume 5, hlm. 599-600).

Dr. John R. Rice memandang ke cara lama dari buku-buku tafsir lama. Dr. Rice tidak setuju dengan pernyataan Dr. McGee bahwa “ini bukan gambaran dari seorang berdosa yang beroleh selamat.” Dr. Rice justru berkata sebaliknya. Dr. Rice berkata, “Anak yang hilang ini menggambarkan seorang berdosa yang terhilang” (John R. Rice, D.D., The Son of Man, Sword of the Lord Publishers, 1971, hlm. 372; catatan atas Lukas 15:11-16).

C. H. Spurgeon, Rajanya para Pengkhotbah, memberikan pandangan yang sama dalam khotbahnya yang berjudul “The Prodigal’s Climax” (The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1975 reprint, volume XLI, hlm. 241-249). Teks kita berkata,

“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria” (Lukas 15:24).

Spurgeon berkata tentang teks kita demikian, “Pertobatan dari jiwa cukup membuat sukacita kekal dalam hati orang-orang benar” (ibid., Eksposisi dari pasal itu, hlm. 251). Titik berat dari semua ahli tafsir tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa Anak yang Hilang adalah seorang yang terhilang, dan perumpamaan itu menunjukkan bagaimana ia bertobat. Itu adalah pandangan yang diberikan oleh para sarjana arus utama sepanjang masa – hingga “decisionisme” dari zaman kita membuat pertobatan “kabur” dan tidak jelas!

III. Ketiga, perumpamaan ini menunjukkan apa yang harus terjadi pada Anda dalam pertobatan sejati.

Jika Anda berharap untuk dipertobatkan, dan menjadi seorang Kristen sejati, Anda akan melalui hal yang sama seperti yang dilalui oleh Anak yang Hilang ini. Jika Anda tidak melaluinya, Allah tidak akan dapat berkata kepada Anda,

“Anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali...” (Lukas 15:24).

Sekarang Anda duduk mengikuti semua penjelasan dan latar belakang ini, namun pikiran Anda melayang-layang! Tegakkan duduk Anda saudaraku! Tegakkan duduk Anda saudariku! Sekarang saya sedang berbicara tentang Anda! Anda harus melalui paling tidak beberapa dari yang telah dilalui oleh Anak yang hilang ini atau Anda akan pergi ke Neraka! Anda harus mengalami apa yang telah ia alami, atau Anda akan menghabiskan kekekalan dalam api belerang, disiksa oleh setan, dan diterkam oleh hati nurani Anda sendiri! Berikut ini apa yang Anda harus alami, setidaknya sampai batas tertentu, untuk diselamatkan. Yesus telah mati menggantikan tempat Anda, untuk membayar dosa-dosa Anda, di kayu Salib. Ia telah bangkit dari antara orang mati untuk memberikan hidup kepada Anda. Namun biasanya ada perjuangan untuk datang kepada Kristus. Poin-poin berikut ini ditarik dari perumpamaan tentang Anak yang Hilang:

1.   Mengakulah pada diri Anda sendiri bahwa hati Anda benar-benar egois dan ingin menjadi sejauh mungkin dari Allah. Kita telah mengetahui orang-orang yang masuk ke ruang pemeriksaan dan berkata bahwa mereka ingin diselamatkan, pada saat yang sama, berencana untuk meninggalkan gereja! Ini adalah penipuan terhadap diri sendiri yang mendalam! Mengapa Allah harus memberikan anugerah yang menyelamatkan kepada seseorang yang sedang berpikir ingin kembali kepada dunia? “Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu” (I Yohanes 2:15). “Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya” (Yakobus 1:8).

2.   Berdoalah kepada Allah untuk menunjukkan kepada Anda kekosongan dari dunia ini. Anda tidak harus menjadi orang jalanan di Skid Row, untuk menyadari bahwa Anda tidak seharusnya pergi ke sana! Allah dapat menunjukkan kepada Anda kesia-siaan dari gaya hidup materialistik. Mintalah kepada Allah untuk menunjukkan kepada Anda kehampaan dari kehidupan kafir itu. “Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa” (Yakobus 4:2).

3.  Bangunlah! Sadarilah keadaan diri Anda sendiri! Berdoalah kepada Allah untuk menunjukkan bahwa Anda “binasa karena lapar,” sementara Anda bisa memiliki damai sejahtera dan sukacita! Dalam cara hidup Anda sekarang, Anda tidak memiliki kedamaian batin! Mengapa terus hidup dalam dosa ketika sebenarnya Anda dapat beroleh pengampunan oleh Kristus? “Tiada damai bagi orang-orang fasik itu," firman Allahku” (Yesaya 57:21).

4.   Pikirkanlah tentang dosa Anda. Pikirkanlah tentang dosa-dosa individual Anda, sama halnya dengan hati Anda yang penuh dosa. Pikirkanlah secara mendalam tentang dosa Anda sampai Anda dapat berkata seperti Anak yang hilang itu, “Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa” (Lukas 15:18). Pendeta saya Dr. Timothy Lin belum beroleh selamat sebelum ia menulis daftar panjang dari dosa-dosanya. Ia terus menerus mendaftar dosa-dosanya hingga Allah menginsafkan dia, dan ia tahu bahwa ia adalah seorang berdosa yang terhilang! Saya tidak berkata bahwa Anda harus melakukan itu, namun itu mungkin membantu seseorang.

5.   Hempaskan diri Anda kepada Allah Putra, “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (I Timotius 2:5). Yesus berkata, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). “Berjuanglah untuk masuk” ke dalam Kristus (Lukas 13:24). Orang-orang yang hanya secara santai berpikir tentang datang kepada Kristus tidak akan diselamatkan. Ini harus menjadi hal yang paling penting dalam hidup Anda! “Berjuanglah untuk masuk”! Ketika Anda menemukan Kristus itu akan sepadan dengan segala usaha, segala “perjuangan” itu. Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku… Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). “darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” (I Yohanes 1:7).


Kiranya himne ini menjadi doa Anda malam ini –

Ku telah berjalan jauh dari Allah,
   S’karang ku mau pulang;
Jalan dosa terlalu lama ku tapaki,
   Tuhan, ku mau pulang

T’lah ku sia-siakan tahun-tahun berharga,
   S’karang ku mau pulang;
S’karang ku bertobat dengan air mata pahit,
   Tuhan, ku mau pulang.
Pulanglah, pulanglah,
   Jangan berkeliaran lagi,
Bukalah lebar lengan kasih-Mu,
   Tuhan, ku mau pulang.
(“Lord, I’m Coming Home” oleh William J. Kirkpatrick, 1838-1921).

Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang bagaimana diselamatkan, silahkan tinggalkan tempat duduk Anda sekarang dan melangkah menuju ke belakang auditorium ini. Dr. Cagan akan membawa Anda ke tempat yang tenang untuk berdoa. Dr. Chan, mohon berdoa untuk seseorang yang percaya Kristus malam ini. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Lukas 15:21-24.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Now I Belong to Jesus” (oleh Norman J. Clayton, 1903-1992).


GARIS BESAR KHOTBAH

MISINTERPRETASI PERUMPAMAAN ANAK YANG HILANG
(KHOTBAH NOMER 2 TENTANG PERUMPAMAAN ANAK YANG HILANG)

MISINTERPRETING THE PRODIGAL SON
(SERMON NUMBER 2 ON THE PRODIGAL SON)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria” (Lukas15:24).

I.   Pertama, cara perumpamaan ini disalah-tafsirkan oleh banyak pengkhotbah modern, Lukas 15:24.

II.  Kedua, perumpamaan ini diberikan oleh Kristus untuk menunjukkan bagaimana orang-orang berdosa yang terhilang, mati di dalam pelanggaran-pelanggaran dosa dosa, diselamatkan! Efesus 2:1, 5; Lukas 15:7, 10, 24.

III. Ketiga, perumpamaan ini menunjukkan apa yang harus terjadi pada Anda dalam pertobatan sejati, I Yohanes 2:15; Yakobus 1:8; 4:2; Yesaya 57:21; Lukas 15:18; I Timotius 2:5; Yohanes 14:6; Lukas 13:24; Matius 11:28; I Yohanes 1:7.