Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




SASARAN! OBYEK! PRIBADI!

THE TARGET! THE OBJECT! THE PERSON!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. R. L. Hymers, Jr

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 18 Augustus 2013

“Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” (II Timotius 3:15).


Seperti biasanya banyak anggota jemaat dari gereja kita yang pergi liburan musim panas ini. Seperti biasanya, mereka menghadiri kebaktian di gereja-gereja Baptis yang percaya Alkitab di mana mereka berada. Dan, seperti biasanya, mereka kembali dengan sebuah laporan buruk. Itu bukan karena mereka terlalu kritis, namun karena mereka peduli. Satu keluarga membawa anak-anak mereka dan pergi ke lima gereja Baptis yang berbeda ketika kembali ke timur. Sang istri berkata kepada saya, “Dr. Hymers, tidak ada satupun dari antara para pendeta itu yang berbicara tentang Kristus dan menjelaskan Injil.” Putra saya dan istrinya juga menghadiri di dua gereja yang berbeda, jauh di sebelah Barat. Ia berkata kepada saya, “Papa, para pendeta itu mengajar Alkitab seolah-olah semua orang yang datang telah diselamatkan. Namun mereka tidak mengatakan apa-apa tentang Yesus atau Injil.” Tolong fahami bahwa saya tidak sedang membicarakan ini hanya sekedar untuk mencari-cari kesalahan. Saya sedang membicarakan ini untuk mendorong para pendeta yang masih muda untuk lebih banyak berbicara tentang Yesus dalam khotbah-khotbah mereka. Ini adalah kebutuhan besar di waktu yang gelap ini – Yesus Kristus dan Dia yang disalibkan!

Jemaat kita telah diajar oleh saya bukan untuk terlalu kritis terhadap gereja-gereja lain. Namun mereka kuwatir bila Yesus sendiri hampir tidak ditekankan. Mereka bukan hanya peduli karena mereka tidak mendengar Injil – bahkan tidak “ditambahkan” di akhir banyak khotbah ini! Salah satu dari jemaat kita berkata kepada saya, “Bagaimana para pendeta itu tahu bahwa setiap orang telah diselamatkan? Ada banyak pengunjung lain di sana. Bagaimana para pendeta itu tahu bahwa mereka adalah orang-orang Kristen?” Seorang yang lain berkata kepada saya, “Pendeta, saya sungguh rindu mendengar Anda berkhotbah tentang Yesus.”

Teori tentang khotbah saya sendiri cukup sederhana – “Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (I Korintus 2:2). Sekarang itu bukan berarti bahwa saya menghindari untuk mengkhotbahkan tema-tema yang lain. Sama sekali tidak! Misalnya, malam ini dalam khotbah saya saya akan berbicara tentang pandangan-pandangan yang berbeda dari para psikolog seperti Freud dan Jung tentang asal usul agama. Kemudian saya akan memberikan apa yang Alkitab katakan tentang itu. Saya juga akan berbicara tentang pembaharuan bangsa Yahudi, dan teologi anugerah. Namun semua yang saya bicarakan akan mengarah kepada pesan sentral tentang Kristus dan Salib itu! Sebagaimana Rasul Paulus berkata,

“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan." Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah… supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan” (I Korintus 1:18-24, 29-31).

Itu adalah fokus dari khotbah kita!

“Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (I Korintus 2:2).

“Namun jika Anda melakukan itu, Anda akan memiliki orang-orang Kristen yang lemah,” kata beberapa pengkhotbah modern! Tidak mungkin! Saya berani menempatkan jemaat kita untuk membandingkannya! Semua jemaat kita datang setiap Minggu pagi dan Minggu malam. Kita memiliki tiga kebaktian doa utama sepanjang minggu. Setiap orang menghadiri paling tidak salah satu dari jadwal kebaktian doa tersebut, dan banyak yang menghadiri kebaktian doa tersebut lebih dari satu kali dalam seminggu. Semua jemaat kami pergi untuk memenangkan jiwa. Mereka semua memberi persepuluhan. Mereka semua begitu antusias dalam menghidupi kehidupan Kristen! Jadi saya setuju dengan Spurgeon yang berkata, “Bukankah Kristus dan Dia yang disalibkan adalah hal yang untuk itu kita hidup atau mati?... Ketika seseorang tertekan kemana ia akan memandang? Jika ia menjadi seorang Kristen, kemana ia akan terbang? Kemana selain sungguh kepada Yesus yang disalibkan?” (C. H. Spurgeon, “The Man of One Subject,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1971 reprint, volume XXI, p. 647).

Spurgeon pernah menggembalakan gereja Baptis terbesar di dunia pada zamannya. Dan hampir semua khotbahnya adalah khotbah penginjilan – dan setiap dari khotbahnya menjelaskan kepada orang-orang berdosa bagaimana diselamatkan oleh Yesus. Khotbah-khotbahnya selalu berpusatkan pada Kristus! Saya berharap kepada Tuhan kiranya kita dapat memiliki lebih banyak gereja yang seperti itu pada hari ini! Dr. W. A. Criswell, seorang pendeta tersohor dari Dallas, Texas, berkata,

Tidak mungkin ada berkat rohani dan khotbah yang lebih besar untuk generasi hari ini daripada penerbitan kembali [khotbah-khotbah Spurgeon]. Spurgeon adalah salah satu dari para pengkhotbah yang paling tersohor di segala masa, dan khotbah-khotbahnya masih relevan untuk segala generasi (W. A. Criswell, Ph.D., jacket cover of The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, volume VII, 1986 reprint).

Apa yang membuat khotbah-khotbah Spurgeon “masih relevan untuk segala generasi”? Itu adalah penekanannya yang terus-menerus tentang iman di dalam Tuhan Yesus Kristus – dan Dia yang disalibkan!

Keselamatan melalui iman di dalam Yesus harus ditekankan, dan diulang secara terus menerus dari mimbar ini. Itu adalah satu-satunya cara untuk memiliki gereja yang sehat. Orang-orang Kristen harus mendengar Injil berulang kali atau jika tidak mereka akan menjadi patah semangat dan tersesat. Tidak ada yang lebih mengangkat hati dan menyenangkan jiwa orang Kristen selain ketika ia mendengar khotbah tentang “Yesus Kristus, dan Dia yang disalibkan”! Dan orang-orang terhilang perlu mendengar Injil dikhotbahkan, bisanya di banyak kesempatan, sebelum mereka benar-benar diselamatkan. Saya pernah berbicara dengan ratusan orang injili dan Baptis selama lima puluh lima tahun pelayanan saya. Saya sering heran dengan ketidak-tahuan mereka tentang bagaimana diselamatkan. Banyak anggota gereja besar tidak tahu bagaimana diselamatkan, dan orang-orang ini biasanya memiliki pemikiran-pemikiran yang salah yang telah dicekokkan kepadanya.

Salah satu alasan untuk ini adalah kebutaan rohani dari orang yang masih terhilang. Kitab Suci berkata,

“Tetapi manusia duniawi [orang yang belum diselamatkan] tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani” (I Korintus 2:14).

Alasan lain atas kebingungan ini adalah karena para pengkhotbah tidak fokus pada keselamatan. Mereka tidak menekankan soteriologi (doktrin keselamatan). Mereka memperlakukan hal yang paling penting dari semua subyek ini dengan cemoohan dan penolakan. Mereka tidak mau menjelaskan Injil kepada guru Sekolah Minggu yang belum terlatih dan belum berpengalaman, sementara mereka menganggap diri mereka sendiri sebagai para guru yang telah “diselamatkan” – bahkan walaupun banyak dari antara mereka yang berpikir sudah diselamatkan namun pada kenyataannya masih terhilang! Saya tahu bahwa kita semua para pengkhotbah harus menekankan Injil lebih lagi!

Iman yang menyelamatkan di dalam Kristus adalah mahkota permata dari khotbah, poin yang paling penting dari pelayanan kita. Iman di dalam Kristus adalah yang paling penting. Ini adalah subyek yang sangat sederhana, namun sangat kompleks. Saya berharap ini akan membantu setiap orang dari antara Anda untuk mendengar khotbah ini tentang subyek iman yang menyelamatkan di dalam Kristus. Dan itu membawa kepada teks kita,

“Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” (II Timotius 3:15).

Di sini Rasul Paulus sedang berkata kepada seseorang yang bernama Timotius, dan kita juga, bahwa Kitab Suci dapat digunakan Allah untuk memberi hikmat dan menuntun kita kepada keselamatan – dan keselamatan itu datang kepada kita ketika kita beriman di dalam Kristus Yesus. Yesus. Obyek iman yang menyelamatkan adalah Kristus Yesus.

Kita biasanya menyebut Yesus, atau Yesus Kristus, namun di sini Rasul meletakkan Kristus yang pertama – Kristus Yesus – atau “Mesias Yesus.” Ini memiliki makna. Saya pikir ia meletakkan “Kristus” yang pertama untuk menekankan posisi agung yang Yesus pegang, sebagai Juruselamat yang diurapi bagi orang-orang berdosa. Dan juga, Rasul berkata bahwa kita diselamatkan oleh “iman yang ada di dalam Kristus Yesus” – bukan iman di dalam Alkitab, namun iman di dalam Kristus Yesus. Dan Tujuan dari Alkitab adalah “memberi hikmat kepada kita,” untuk menuntun kita kepada keselamatan “oleh iman kepada Kristus Yesus.”

Oleh “iman” yang ia maksudkan adalah percaya, menggantungkan diri. Kata Yunani yang diterjemahkan “iman” di sini adalah bentuk dari kata “pistis,” yang berarti “menggantungkan diri pada Kristus.” “Obyek yang saya maksudkan adalah sasaran, hal yang harus Anda tuju, “hal” yang harus Anda percaya dan tempat menggantungkan diri. Dan “hal” itu, sasaran itu, obyek itu adalah seorang pribadi – Yesus Kristus. Yesus adalah satu-satunya obyek atau sasaran, atau pribadi yang dapat menyelamatkan kita – bukan Alkitab itu sendiri, bukan Roh Kudus, bukan doa, namun Yesus – hanya Yesus! Itulah pengajaran dari seluruh Alkitab. Dalam Yesaya kita mendengar Kristus berkata,

“Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan” (Yesaya 45:22).

“Ku” di dalam ayat itu adalah pra-inkarnasi Kristus. “Berpalinglah kepada-Ku” – Yesus adalah obyek yang harus Anda pandang dengan iman. “Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan.” Tidak ada keselamatan lain di manapun juga. Yesus satu-satunya obyek iman dan kepercayaan yang menyelamatkan. “Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan.” Lagi, pra-inkarnasi Yesus berkata,

“Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (Yeremia 29:13).

“Aku.” “Aku.” “Aku.” “Mencari Aku.” “Menemukan Aku.” Anda lihat, Yesus adalah obyek dari iman yang menyelamatkan! Atau ambilah teks Perjanjian Baru yang sangat terkenal ini,

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Kisah Rasul 16:31).

Lagi, Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya untuk dipercaya. Kristus adalah obyek dari iman yang menyelamatkan. Lagi, Yesus berkata,

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28).

Yesus meminta Anda untuk memiliki iman di dalam Dia, “Marilah kepada-Ku.” Ia adalah obyek dari iman yang menyelamatkan. Hanya satu-satunya!

“Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum” (Yohanes 3:18).

Itu diajarkan di seluruh Alkitab – seperti di dalam teks kita, “…keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” Obyek itu, dan satu-satunya obyek yang dapat menyelamatkan Anda adalah Yesus. Dan Anda hanya dapat diselamatkan oleh iman, oleh percaya, di dalam obyek iman yang menyelamatkan, yang adalah Yesus Kristus sendiri.

Sekarang mengapa Anda membutuhkan Yesus? Karena Ia telah mati di kayu Salib untuk menebus dosa Anda – dan karena Ia telah bangkit dari antara orang mati untuk memberikan hidup kekal kepada Anda! Anda harus menerima pengampunan dosa-dosa Anda atau Anda tidak dapat pergi ke Sorga. Anda harus memiliki hidup kekal dari Yesus atau Anda akan binasa dalam api kekal! Obyek dari iman Anda harus ada di dalam Yesus Kristus, Dia sendiri!

Sekarang itu adalah di mana semua bidat dan agama palsu tersandung. Ambil contoh orang-orang Adven Hari Ketujuh. Apa pesan “besar” mereka? Anda harus memelihara Sabat (Sabtu) bukan Hari Tuhan (Minggu). Salah satu dari mereka datang ke sini beberapa waktu yang lalu. Kai menulis catatan dan diberikan kepada saya dan berkata, “Ia percaya segala yang ada di dalam Alkitab.” Kai pikir itu hebat, namun saya tahu lebih baik. Saya berkata kepada anak muda ini bahwa ia disambut dengan baik di gereja kita, namun ia tidak seharusnya berbicara dengan orang lain di sini tentang Sabat. Beberapa hari kemudian ia memberi tahu Dr. Chan bahwa ia tidak dapat datang, karena ia harus berbicara tentang Sabat! Itu menunjukkan apa kepada Anda? Itu menunjukkan bahwa Sabat adalah obyek utama dari imannya. Saya tidak berkeberatan ia beribadah pada hari Sabat, namun itu tidak seharusnya menjadi obyek sentral dari iman. Hanya Yesus yang harus menempati posisi itu. Yesus berkata, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Yesus tidak akan berbagi posisi-Nya sebagai obyek iman yang menyelamatkan. Itu harus menjadi iman di dalam Yesus saja!

Hanya Yesus, biarkanku memandang, hanya Yesus,
   Hanya Dia yang menyelamatkan,
Maka jiwaku selamanya akan ada di dalam – Yesus!
   Hanya Yesus!
      (“Jesus Only, Let Me See” oleh Dr. Oswald J. Smith, 1889-1986).

Dan Anda dapat melihat itu sama halnya dengan Saksi Yehova. Obyek sentral dari iman mereka adalah nama Yehova, bukan Yesus (walaupun mereka menggunakan nama-Nya). Obyek sentral dari Mormon adalah Kitab Mormon, bukan Yesus (walaupun mereka menggunakan nama-Nya). Di sinilah “petunjuk rahasia” Mormon. Akankah mereka percaya Yesus tanpa Kitab Mormon? Tidak! Mereka tidak akan mau! Mereka harus memiliki Kitab Mormon. Ini menunjukkan bahwa Kitab Mormon, bukan Yesus, yang adalah obyek sentral iman dan kepercayaan mereka! Yesus, dan hanya Yesus, yang harus menjadi obyek iman kita. Itulah sebabnya mengapa Rasul Petrus berkata,

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Rasul 4:12).

Yesus harus menjadi obyek, dan satu-satunya obyek iman kita. Hanya itu caranya untuk diselamatkan. Sebagaimana teks kita mengatakan, “Keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” (II Timotius 3:15).

Sekarang, bagaimana dengan Anda? Apa yang Anda coba untuk percaya? Apa yang Anda coba untuk percayai? Anda berkata, “Saya mau percaya jika saya merasakan ini dan itu. Saya akan percaya jika saya dapat menemukan bukti melalui perasaan tertentu di dalam diri saya.” Ah, Anda tidak akan pernah beroleh keselamatan dengan cara itu! Obyek iman Anda adalah perasaan – bukan Yesus sendiri! Anda mungkin menunggu perasaan itu sampai akhir hidup Anda – dan Anda bahkan mungkin memperoleh perasaan (dari Setan atau natur Adamik Anda) – namun jika Anda menyandarkan pada perasaan seperti itu Anda akan pergi ke Neraka! Hanya Yesus yang dapat menyelamatkan Anda! Yesus harus menjadi obyek iman Anda, bukan perasaan! Anda harus percaya di dalam Yesus saja!

Hanya Yesus, biarkanku memandang, hanya Yesus,
   Hanya Dia yang menyelamatkan,
Maka jiwaku selamanya akan ada di dalam – Yesus!
   Hanya Yesus!

Orang lain lagi berkata, “Ya, saya percaya. Saya percaya bahwa Yesus telah mati untuk saya.” Oh, oh! Kata “bahwa” adalah obyek iman Anda – bukan Yesus sendiri! Anda berkata, “Saya percaya bahwa!” Namun “bahwa” tidak pernah menyelamatkan siapapun! “Bahwa” adalah doktrin yang kering dan mati. “Bahwa” adalah Sandemanianisme! Saya bahkan bertanya-tanya apakah ada iblis yang bernama “bahwa.” Anda berkata, “Saya berkata bahwa Yesus telah mati untuk saya.” Saya berkata, “Berhentilah mempercayai bahwa! Percayalah di dalam Yesus sendiri! Berhentilah percaya pada doktrin, atau iblis yang bernama ‘bahwa.’”

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Kisah Rasul 16:31).

Saya harus kembali dan mengatakan lagi, bahwa bidat-bidat tidak pernah berfokus pada Kristus, dan apa yang Ia telah lakukan di kayu Salib! Para bidat tidak pernah berfokus secara eksklusif pada Yesus Kristus sendiri, dan apa yang Ia telah lakukan untuk membayar dosa di kayu Salib. Tidak ada agama palsu yang pernah melakukan itu. Mereka berfokus pada perasaan-perasaan dalam agama-agam Timur. Mereka berfokus pada beberapa doktrin dangkal dalam bidat-bidat Barat. Mereka tidak pernah menempatkan kepercayaan mereka secara eksklusif di dalam Yesus Kristus dan Dia yang disalibkan untuk dosa kita.

Oh, berbaliklah dari bidat-bidat itu! Percaya dan berimanlah hanya di dalam Yesus Kristus dan Dia yang telah disalibkan! Berpalinglah dari perasaan-perasaan dan doktrin-doktrin dangkal itu. “Keselamatan [adalah] oleh iman kepada Kristus Yesus” (II Timotius 3:15).

Hanya Yesus, biarkanku memandang, hanya Yesus,
   Hanya Dia yang menyelamatkan,
Maka jiwaku selamanya akan ada di dalam – Yesus!
   Hanya Yesus!

Berhentilah mencari perasaan! Pandanglah Yesus Kristus dan Dia yang telah disalibkan! Pandanglah Dia di Sorga di sebelah kanan Bapa! Berpalinglah dari perasaan-perasaan dan emosi-emosi! Pandanglah Kristus dan Dia yang telah diselamatkan! Berhentilah mempercayai “bahwa” Ia dapat menyelamatkan Anda. “Bahwa” tidak pernah menyelamatkan siapapun. Berpalinglah dari “bahwa.” “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat.” Ia ada untuk Anda. Pandanglah Dia. Datanglah kepada Dia. Percayalah di dalam Dia! Percayalah kepada Dia!

Ya Tuhan, ku dengar,
   Suara-Mu di kalbu
“T’rimalah darah Kalvari,
   Penghapus dosamu.”
Ku datang Tuhan! Datang pada Mu!
   O patutkan diriku, Menghadap pada-Mu!
Ku hina dan lemah,    Namun ku tak gentar: Tuhanku Mahakuasa    Membasuh yang cemar.
Ku datang Tuhan! Datang pada Mu!
   O patutkan diriku, Menghadap pada-Mu!
      (“I Am Coming, Lord” oleh Lewis Hartsough, 1828-1919/
         Ku Datang Tuhan Nyanyian Pujian No. 128).

Jika Anda siap untuk percaya Yesus Sendiri, tinggalkan tempat duduk Anda sekarang juga dan melangkah ke belakang auditorium ini. Dr. Cagan akan memimpin Anda ke ruang pemeriksaan. Pergilah sekarang. Dr. Chan, silahkan berdoa untuk seseorang yang percaya Yesus Kristus Sendiri. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Yohanes 3:16-18.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“I Am Coming, Lord” (oleh Lewis Hartsough, 1828-1919).