Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




SANDEMANIANISME

SANDEMANIANISM
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 7 Juli 2013

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:39-40).


Selama dua ribu tahun ini ada ketidak-sepakatan mengenai apakah kata kerja Yunani yang diterjemahkan “menyelidiki” ini dalam modus imperatif atau indikatif. Apakah Yesus menjelaskan kepada mereka untuk menyelidiki Kitab-kitab Suci, atau Ia sedang menjelaskan fakta bahwa mereka telah menyelidikinya? Bagi saya ini adalah pertanyaan yang tidak penting karena ini bukan poin utama yang Kristus sedang buat. Saya pikir itulah sebabnya mengapa Roh Kudus tidak memberikan modus dari kata kerja tersebut – karena Ia ingin kita fokus pada bagian kedua dari ayat tersebut. Selanjutnya saya pikir Kristus sedang menjelaskan apa yang orang-orang Farisi sedang lakukan. Mereka menyelidiki Kitab-kitab Suci – dan melakukannya secara terus-menerus! Kristus tentu tidak perlu meminta mereka untuk menyelidiki Kitab-kitab Suci! Dalam tafsiran Dr. Gaebelein mengatakan demikian, “Mereka berusaha menyelidiki PL [Perjanjian Lama] untuk mengekstrak arti yang paling tepat dari setiap kata, karena mereka percaya bahwa penyelidikan itu sendiri akan membawa hidup bagi mereka” (Frank E. Gaebelein, D.D., editor, The Expositor’s Bible Commentary, Zondervan, 1981, volume 9, hlm. 68; catatan atas Yohanes 5:39).

Dengan tidak memberikan modus kata kerja yang diterjemahkan “menyelidiki” ini Roh Allah sedang mengarahkan perhatian kita kepada poin yang lebih penting – bahwa mereka berpikir memiliki hidup kekal melalui menyelidiki dan percaya pada Kitab-kitab Suci… “Kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal,” Matthew Henry berkata, “Mereka mencari [hidup kekal] dengan membaca dan menyelidiki Kitab Suci. Itu adalah hal yang umum namun adalah salah ketika mereka mengatakan, ‘Ia yang memiliki perkataan-perkataan dari hukum Taurat memiliki hidup kekal’; mereka berpikir bahwa mereka pasti ke sorga jika mereka dapat mengatakan dengan hati…. setiap perikop Kitab Suci ketika mereka diajar oleh tradisi para tua-tua” (Matthew Henry’s Commentary on the Whole Bible, Hendrickson Publishers, 1996 edition, volume 5, hlm. 753; catatan atas Yohanes 5:39).

Mereka bersedia untuk menyelidiki Kitab-kitab Suci dan mempercayai Kitab-kitab Suci, namun mereka tidak mau datang kepada Yesus. Mereka menggantikan keharusan untuk datang kepada Kristus dengan percaya di dalam ayat-ayat Alkitab! Itulah sebabnya mengapa teks ini mengajar – dan ini pelajaran yang sungguh sangat penting!

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:39-40).

Dan itu membawa kita kepada penyesatan yang mencelakakan jiwa dari Sandemanianisme, suatu penyesatan yang telah memenuhi gereja-gereja kita dengan ribuan orang-orang yang belum diselamatkan yang membayangkan bahwa diri mereka adalah orang-orang Kristen, ketika, pada kenyataannya, mereka adalah anak-anak Iblis, yang sedang berjalan menuju api Neraka kekal. Apakah Sandemanianisme itu? Itu adalah pengajaran yang untuk pertama kalinya diajarkan oleh John Glas (1695-1773) seorang pendeta dari Gereja Skotlandia, dan kemudian dipopulerkan oleh menantunya yang bernama Robert Sandeman (1718-1771). Pengajaran utamanya adalah ini – bahwa Anda menerima apa yang Alkitab katakan tentang Kristus dengan pikiranmu, dan hanya itu yang diperlukan. Untuk diselamatkan, Anda hanya percaya saja apa yang Alkitab katakan tentang Kristus. Itu sungguh merupakan kesesatan yang sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang Farisi yang berkata, “Ia yang memiliki perkataan-perkataan [dari Alkitab] memiliki hidup kekal.” Dr. Lloyd-Jones berkata, “Anda menerima itu dengan pikiran Anda, dan hanya itu yang diperlukan… Itu sendiri secara dingin menjauhkan dari menunjukkan perasaan-perasaan dalam menjalankan kehidupan religius. Sekarang itulah inti permasalahannya” (Martyn Lloyd-Jones, M.D., “Sandemanianism,” in The Puritans: Their Origins and Successors, The Banner of Truth Trust, 1996 edition, hlm. 175).

Robert Sandeman berkata bahwa setiap orang yang memahami kematian dan kebangkitan Kristus, dan percaya bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi sebagaimana dicatat di dalam Alkitab, diselamatkan (Lloyd-Jones, ibid., hlm. 174). Hari ini Sandemanianisme adalah kesesatan utama di gereja-gereja kita. Pengajaran itu telah mengirim jutaan orang ke Neraka. Ada orang-orang yang ada di sini pagi ini yang percaya kesesatan mematikan ini! Oleh sebab itu, perhatikan dengan seksama khotbah ini, karena mungkin Anda adalah salah satu dari antara mereka!

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:39-40).

Kita belajar dua hal utama dari teks ini.

I. Pertama, percaya di dalam Alkitab tidak akan menyelamatkan Anda.

Orang-orang Yahudi yang kepada mereka Kristus berbicara, mereka percaya Alkitab. Namun mereka tidak mau datang kepada Yesus. Ada beberapa orang di sini pagi ini yang percaya Alkitab. Anda percaya apa yang Alkitab katakan tentang Yesus. Anda percaya bahwa Ia telah turun dari Sorga. Anda percaya bahwa Ia dilahirkan dari anak dara. Anda percaya bahwa Ia telah memikul dosa-dosa Anda atas-Nya. Anda percaya bahwa Dia telah menderita di bawah beban dosa Anda di Taman Getsemani, di mana “Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44). Anda percaya bahwa punggung-Nya telah dicambuk. Anda percaya bahwa orang-orang berdosa disembuhkan oleh bilur-bilur-Nya. Anda percaya bahwa Ia telah dipakukan di kayu salib. Anda percaya bahwa Ia telah menanggung dosa-dosa kita di sana. Anda percaya bahwa Ia telah mati demi menebus dosa di kayu salib itu. Anda percaya bahwa Ia telah bangkit secara jasmani dari antara orang mati. Anda percaya bahwa Ia telah naik ke Sorga, duduk di sebelah kanan Bapa. Anda percaya bahwa Ia sedang berdoa untuk orang-orang berdosa sekarang. Anda percaya bahwa Ia akan datang kembali untuk mengangkat milik-Nya pada hari Pengangkatan. Anda percaya bahwa Ia akan datang kembali melalui awan-awan untuk memerintah kerajaan seribu tahun di bumi. Bahkan Anda percaya bahwa tak seorangpun dapat diselamatkan selain datang kepada Yesus. Namun, bahkan walaupun Anda percaya semua hal itu, Kristus masih berkata tentang Anda demikian,

“Namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:40).

Beberapa dari antara Anda bingung. Anda bertanya-tanya bagaimana Anda dapat percaya semua kebenaran berharga dalam Alkitab ini namun tidak diselamatkan. Anda belum memahami fakta bahwa tak seorang diselamatkan dengan percaya Kitab-kitab Suci. Rasul Paulus berkata kepada Timotius,

“...dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” (II Timotius 3:15).

Itulah di mana kesesatan-kesesatan Anda terletak. Anda percaya apa yang Alkitab katakan tentang Yesus tanpa “iman kepada Kristus Yesus” itu sendiri. Dengan kata lain, Anda seperti orang-orang Yahudi yang tentang mereka Yesus berbicara ketika Ia berkata,

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:39-40).

Saya harus berkata kepada Anda lagi, setegas mungkin – percaya di dalam Alkitab tidak akan menyelamatkan Anda kecuali Anda datang kepada Yesus Sendiri! Sekedar percaya Alkitab, sebagai tujuan akhirnya, adalah pengajaran mematikan dari Sandemanianisme!

Dr. A. W. Tozer berbicara menentang ajaran tersebut secara konstan. Dalam satu bab yang berjudul, “Bible Taught or Spirit Taught?”, Dr. Tozer berkata,

Ini mungkin mengejutkan para pembaca dengan menunjukkan bahwa ada perbedaan antara yang diajarkan Alkitab dan yang diajarkan Roh. Namun begitulah….
     Kebanyakan dari kita mengenal gereja-gereja yang mengajarkan Alkitab kepada anak-anak mereka dari usia paling dini, memberikan pelajaran panjang dalam katekismus [atau kelas Alkitab] namun tidak pernah menghasilkan Kekristenan yang hidup di dalam mereka ataupun kesalehan yang kuat. Para anggota jemaat mereka tidak menunjukkan bukti telah berlalu dari kematian kedalam hidup. Tak satupun [tanda] keselamatan dengan begitu jelas sebagaimana ditunjukkan dalam Kitab-kitab Suci itu ditemukan di antara mereka. Kehidupan religius mereka benar dan bermoral, namun sepenuhnya mekanis dan sama sekali tidak bercahaya…
     Orang-orang seperti itu tidak dapat dianggap sebagai orang munafik. Kebanyakan dari mereka secara menyedihkan serius dengan semua itu. Mereka hanya buta. Karena tidak memiliki Roh mereka dipaksa untuk menunjukkan penampilan lahiriah dari iman saja, sementara sepanjang waktu hati mereka yang paling dalam lapar akan realitas rohani dan mereka tidak tahu apa yang salah dengan mereka… Yesus Kristus adalah Kebenaran itu sendiri, dan Ia tidak dapat dibatasi hanya dengan perkataan-perkataan… (A. W. Tozer, D.D., “Bible Taught or Spirit Taught?”, The Root of Righteousness, Christian Publications, 1986 edition, hlm. 35, 36, 37).

Dengan demikian Dr. Tozer menelanjangi pengajaran sesat dari Sandemanianisme. Dr. Lloyd-Jones berkata bahwa Sandemanianisme “...adalah masalah yang sangat kontemporer. Sungguh, saya lebih jauh mengatakan bahwa ini adalah salah satu dari masalah-masalah utama sebelum kita sampai pada saat ini” (ibid., hlm. 177).

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:39-40).

II. Kedua, Anda harus diguncang keluar dari kelesuan Anda.

Kadang kita harus membaca keseluruhan pesan yang Kristus khotbahkan kepada orang-orang yang belum percaya di dalam Yohanes pasal lima. Ia berkata kepada mereka,

“Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya” (Yohanes 5:37, 38).

Itu adalah khotbah yang kuat. Itu adalah jenis khotbah yang didengar para pendahulu kita pada waktu Kebangunan Agung Pertama (First Great Awakening). Whitefield dan Edwards dan Wesley, Howell Harris, dan para pengkhotbah tersohor lainnya waktu meletakkan kapak ke akar pohon. Dan karena itu Robert Sandeman membenci mereka! Dr. Lloyd-Jones berkata,

Orang-orang yang mempertahankan pandangan-pandangan Sandemanian selalu menentang khotbah yang membakar, khotbah emosioanl, dan khotbah yang akan memiliki dampak membawa para pendengarnya kepada perasaan… dari fakta bahwa mereka adalah orang-orang berdosa, dan teror hukum Taurat, dan bahwa mereka sedang berhadapan dengan Allah yang suci, dan bahwa mereka harus menjadi suci sebelum mereka dapat menghadap Dia…. Christmas Evans [seorang penginjil Baptis tersohor] menekankan bagaimana [Sandemanians] selalu menentang ‘khotbah yang membakar.’ Mereka tidak menyukainya. Anda lihat [Sandemanian berkata] Anda harus menunjukkan bukti... (ibid., hlm. 185).

Robert Sandeman dan para pengikutnya benar-benar membenci khotbah dari Whitefield, Wesley, Howell Harris, Daniel Rowland, Christmas Evans dan para pengkhotbah lainnya yang dipenuhi Roh yang berkhotbah dengan kekekalan yang tertera pada alis mereka pada Kebangunan Agung Pertama.

Seorang pendeta pengikut Sandeman percaya ia dapat “mengajar” orang untuk diselamatkan. Pendeta seperti itu tidak berpikir perlunya khotbah yang “keras” tentang dosa dan hukum Taurat. Orang-orang seperti itu berpikir bahwa khotbah yang kuat tentang “hukum Taurat” hanya mengganggu orang yang tidak perlu. Seorang pendeta mengatakan itu kepada saya, dan saya bertanya kepadanya, “Dapatkah Anda ‘mengajar’ seekor kambing untuk menjadi seekor domba?” Itu adalah pemikiran baru baginya. Ia menunduk menatap ke lantai dan tidak menjawab saya. Namun itu adalah sebuah pertanyaan yang baik. “Dapatkah Anda ‘mengajar’ seekor kambing untuk menjadi seekor domba?” Setelah lima puluh tahun di dalam pelayanan saya menjawab pertanyaan itu dengan tegas “TIDAK!!!” Anda dapat “mengajar” Injil sampai wajah Anda membiru dan kambing akan tetap menjadi seekor kambing. Dibutuhkan mujizat agar seekor kambing menjadi seekor domba! Dan mujizat pertobatan biasanya menyertai khotbah hukum Taurat yang dipenuhi Rohtentang dosa dan penghakiman, dan tanpa pengharapan tanpa Kristus! Dr. Lloyd-Jones, ketika berbicara tentang Sandemanianisme, berkata, “Anda dapat berkhotbah secara mekanis, Anda dapat berkhotbah dengan dingin, Anda dapat berdoa secara mekanis, Anda dapat berdoa dengan dingin. Dampak dari pengajaran ini atas Christmas Evans adalah merampasnya dari kehangatan dan perasaan dan urgensi yang ia pernah kenal, dan memperkenalkan keadaan dingin yang mengerikan ini ke dalam dirinya” (Lloyd-Jones, ibid., hlm. 186-187).

Beberapa waktu yang lalu seorang pendeta yang tidak pernah berteriak dan tidak pernah menangis ketika ia berdoa atau menyampaikan khotbah menegur Mr. Lee karena doanya terlalu keras. Masalahnya bukan ada pada Mr. Lee, namun ada pada pendeta itu, yang mengutip President Theodore Roosevelt, berdoalah dan berkhotbahlah seperti “jiwa-jiwa yang dingin dan malu-malu entah waktu menang atau kalah.” Saya meminta Mr. Lee untuk tidak mempedulikan pendeta itu karena jelas bahwa ia tahu sangat sedikit tentang doa yang tulus, hati yang remuk dan menderita. Yang ia tahu hanyalah doa yang dingin dari Sandemanian yang tanpa kehidupan yang ia telah dengar di gereja-gereja Baptis pada zaman kita ini. Sungguh kasihan! Ia tidak pernah melihat suatu kebangunan rohani! Betapa tiada kehidupan, dan betapa menyedihkan!

“Ya,” Anda berkata, “Itu baik! Mr. Lee meletakkan seluruh hatinya ke dalam doa-doanya. Itu baik!” Namun bolehkah saya bertanya kepada Anda? Apakah Anda telah meletakkan seluruh hati Anda untuk menemukan Kristus? Atau apakah Anda sedingin dan tanpa kehidupan dalam pencarian Anda akan Kristus seperti orang itu dalam doa-doanya? Saya berkata Anda tidak berada dipihak Mr. Lee sama sekali! Saya berkata Anda berada pada pihak yang sama seperti pendeta Sandemanian itu! Anda ada di pihak Sandemanian. Pencarian Anda bagi Kristus tidak bergairah dan tidak sungguh-sungguh. Anda tidak sungguh-sungguh dan secara emosial terlibat di dalam pencarian bagi Kristus bukan? Saya melihat tidak ada air mata di mata Anda ketika Anda dengan lesu memasuki ruang pemeriksaan. Saya berkata bahwa Anda sedingin dan pemalu seperti pengkhotbah yang terlalu takut untuk menaikkan suaranya ketika berkhotbah dan berdoa – karena ia takut pada beberapa perempuan “penting” di gerejanya! “Ya,” Anda berkata, “Seorang laki-laki seperti itu takut pada beberapa perempuan di gerejanya! Baiklah, siapa yang Anda takuti? Mengapa kita tidak pernah mendengar jeritan yang keras atau doa yang kuat dari Anda? Karena Anda adalah Sandemanian itu sendiri, itulah sebabnya! Anda sendiri adalah Sandemanian yang dingin dan mati!

Anda pergi ke ruang pemeriksaan dengan lemah dan berkata, “Saya percaya bahwa Yesus telah mati bagi saya.” Anda percaya bahwa Ia telah mati bagi Anda! Betapa imut dan sopannya Anda! Anda tidak dapat dengan tegas dan berkata, “Ia telah mati bagi saya.” Oh, tidak! “Saya percaya bahwa Ia telah mati bagi saya.” Sebuah doktrin! Sebuah doktrin! “Bahwa” Ia telah mati bagi saya! Anda percaya doktrin – dan bukan kepada Kristus itu sendiri! Anda belum merekonstruksi Sandemanian! Anda berbicara lembut, Sandemanian lembut! Anda Sandemanian yang telah dibutakan oleh Iblis! Anda tidak akan percaya Yesus itu sendiri! Oh, tidak! Anda terlalu imut untuk itu! Percayalah kepada Yesus sendiri? Oh, tidak! Itu terlalu berantakan. Anda mungkin menangis atau meratap! Anda mungkin mendapatkan sedikit Darah-Nya pada pakaian Anda! Anda berkata, “Anda tidak dapat mengharapkan saya lebih dekat kepada-Nya! Saya akan berdiri di sini dengan manis dan percaya bahwa Dia telah mati bagi saya!’ “Oh, itu sedikit terlalu radikal! Itu bisa membuat ku menangis. Tidak, saya tidak mau langsung datang kepada Dia. Saya akan berdiri dengan manis di sini dan hanya percaya Dia untuk menyucikan dosa-dosa saya. Saya berharap Anda mengerti.”

Ya, saya mengerti. Saya mengeri bahwa Anda lemah, “jangan mengotori tangan saya” Sandemanian. “Namun,” Anda berkata, “ini terlalu sulit memahami!” Tidak!!! Kami memiliki anak-anak yang telah berada di sini dalam waktu yang singkat yang telah datang kepada Kristus dan diselamatkan. Kami memiliki anak-anak yang telah percaya kepada Kristus sendiri dan diselamatkan, setelah berada di sini dalam waktu yang tidak lama. Jin dan Robert dan Barry dan Jackie semua telah percaya kepada Yesus baru-baru ini. Jadi Anda tidak memiliki alasan! Tidak ada alasan apapun untuk sengaja menolak untuk percaya kepada Yesus Kristus sendiri. Dan Yesus tahu apa yang busuk, bahwa Anda adalah orang berdosa yang memberontak, bahwa Anda menolak untuk datang kepada Anak Allah yang penuh kasih. Dan oleh sebab itu Ia berkata,

“Namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:40).

Seorang pendeta Puritan yang bernama Richard Baxter (1615-1691) berkata, dan saya menyadurnya dalam bahasa Inggris modern,

Jika Anda ingin mengenal Kristus sama seperti Anda mengejar nilai bagus, atau mendapatkan lebih banyak uang, namun Anda mau menghindar dari membayar harga atau rasa sakit sampai Anda menemukan Kristus.

Sekarang, bukankah itu adalah kebenaran? Bukankah itu adalah kebenaran bahwa Anda tidak memiliki Kristus karena Anda sedang bermain-main, seperti takut, Sandemanian yang lemah? Dan bukankah benar bahwa alasan riil Anda tidak memiliki Kristus adalah karena Anda tidak menginginkan Dia? Anda ingin tetap mempertahankan dosa Anda. Anda tidak ingin kehilangan teman-teman terhilang Anda. Anda ingin terus menonton pornografi. Anda ingin tetap mengendalikan hidup Anda sendiri. Anda tidak menginginkan Kristus untuk mengendalikan hidup Anda! Bukankah itu benar? Anda adalah Sandemanian yang berkata tentang Kristus, “Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami” (Lukas 19:14). Anda berpura-pura bahwa Anda tidak dapat percaya kepada-Nya – namun kebenaranya adalah bahwa Anda menolak untuk percaya kepada-Nya, karena Anda ingin tetap hidup di dalam dosa Anda!

Anda tahu itu benar. Saya tahu itu benar. Tuhan tahu itu benar. Jadi mengapa terus berpura-pura bahwa itu tidak benar? Akui saja – Anda tidak mau percaya kepada Yesus karena Anda tidak menginginkan Dia mengendalikan hidup Anda. Sekarang bukankah itu kebenarannya? Orang-orang Farisi dalam teks ini tidak mau datang kepada Dia karena mereka tidak menginginkan Dia untuk mengubah hidup mereka. Dan Anda tidak ingin datang kepada Dia karena Anda tidak menginginkan Dia mengubah hidup Anda. Anda puas hidup di dalam dosa. Dan jika Anda terus menolak Yesus Kristus, Anda akan mati di dalam dosa-dosa Anda. Orang-orang Farisi ini mati di dalam dosa-dosa mereka, dan Anda akan mati di dalam dosa-dosa Anda. Dan itu adalah kebenaran absolut! Anda akan mati di dalam dosa-dosa Anda – seorang Sandemanian terhilang. Anda akan mati di dalam dosa-dosa Anda! Dan Yesus berkata kepada Anda, “Kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.”

Saya tidak akan mampu menjelaskan apapun kepada Anda bila Anda belum siap mendengar khotbah ini. Saya hanya dapat berkata kepada Anda bahwa Yesus akan menyucikan Anda dari segala dosa dengan Darah-Nya ketika Anda percaya Dia, ketika Anda datang kepada Dia dan menghempaskan diri Anda sendiri kepada Dia! Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang itu pergilah ke ruang belakang auditorium ini sekarang. Dr. Cagan akan membawa Anda ke ruang pemeriksaan. Dr. Chan, silahkan berdoa untuk mereka yang telah berespon. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Yohanes 5:33-40.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Wounds of Christ Are Open” (oleh Evangeline Booth, 1865-1950).


GARIS BESAR KHOTBAH

SANDEMANIANISME

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:39-40).

I.   Pertama, percaya di dalam Alkitab tidak akan menyelamatkan Anda,
Lukas 22:44; II Timotius 3:15.

II.  Kedua, Anda harus diguncang keluar dari kelesuan Anda,
Yohanes 5:37, 38; Lukas 19:14.