Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




HARGA UNTUK MENJADI MURID

THE COST OF DISCIPLESHIP
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 2 Juni 2013

“Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:33).


Dietrich Bonhoeffer adalah seorang pendeta muda Lutheran di Jerman sebelum Perang Dunia II. Ketika Hitler berkuasa Bonhoeffer lari dari Jerman. Bagaimanapun, setelah menghabiskan waktu di Inggris dan Amerika Serikat, ia merasa bahwa Allah menginginkan dia untuk kembali ke Jerman dan berkhotbah kepada bangsanya sendiri, yang mana kemudian ia melakukannya. Tahun 1943 ia ditangkap oleh Gestapo dan dimasukkan ke dalam penjara Nazi. Beberapa hari sebelum Pasukan Sekutu membebaskan Jerman dari Hitler, Nazi mengambil Dietrich Bonhoeffer, memborgolnya, mengikat lehernya dengan senar piano, dan menggantungnya. Ia baru berumur tiga puluh Sembilan tahun ketika ia mati sebagai seorang martir. Buku Bonhoeffer yang paling terkenal adalah The Cost of Discipleship. Saya tidak setuju dengan Bonhoeffer dalam beberapa hal, sejak ia adalah seorang Lutheran. Saya juga tidak setuju dengan pandangan Barthian-nya tentang Kitab Suci. Namun Bonhoeffer melampaui latar belakang liberalnya dan menghasilkan buku klasik Kristen yang terkenal, The Cost of Discipleship. Saya meminjam judul buku ini sebagai judul khotbah ini Kiranya Allah memberkati Anda sementara Anda mendengarnya! Namun sebelum khotbah, Mr. Griffith akan maju ke depan dan bernyanyi untuk kita. (Mr. Griffith menyanyikan, “Anak Allah Maju dan Berp'rang” oleh Reginald Heber, 1783-1826).

Mari kita membaca Firman Allah.

“Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:33).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Saya suka dengan kejujuran dan keterus-terangan Yesus. Para pengkhotbah modern sering berpikir bahwa mereka dapat membuat jemaat untuk menjadi orang-orang Kristen yang baik dengan proses perlahan-lahan. Pertama memimpin mereka untuk membuat “keputusan.” Kemudian mengajar Alkitab kepada mereka tahun demi tahun. Para pengkhotbah ini berpikir bahwa itu adalah cara untuk membentuk para murid yang kuat, orang-orang Kristen yang baik. Namun itu bukan cara Tuhan Yesus Kristus mendapatkan murid-murid-Nya!

Dalam perikop yang beberapa saat yang lalu dibacakan oleh Mr. Prudhomme, mengatakan,

“Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka…” (Lukas 14:25).

Jadi ini adalah apa yang Tuhan Yesus Kristus katakan kepada orang-orang terhilang itu, kepada orang-orang yang belum pernah diselamatkan, yang belum menjadi murid-murid-Nya. Pada saat itu juga, hal pertama yang Kristus katakan kepada orang banyak itu adalah ini:

“Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” Lukas 14:26, 27).

Wow! Dapatkah Anda membayangkan seorang pengkhotbah modern seperti Joel Osteen, atau bahkan Franklin Graham mengatakan itu?

Namun ada sesuatu yang menyegarkan tentang metode Kristus – sesuatu yang bersih dan menyegarkan. Mengomentari ayat ini, Dr. J. Vernon McGee berkata,

Ayat-ayat ini dengan sederhana mengatakan bahwa kita seharusnya mengutamakan Allah dulu. Penyerahan diri orang percaya kepada Yesus Kristus harus seperti itu, dengan perbandingan, seolah-olah segala hal yang lain dibenci (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, volume IV, hlm. 311; catatan untuk Lukas 14:25-27).

Dengan cara yang sama, teks utama kita mengatakan,

“Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:33).

Ini bukan berarti bahwa Anda harus pergi dan tinggal di gua tanpa pakaian. Ini berarti bahwa Anda harus menyerah tanpa syarat kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda. Ini berarti bahwa Anda harus bersedia untuk meninggalkan apapun bila Kristus meminta Anda untuk meninggalkannya. Prinsip ini diberikan oleh Yesus dalam Khotbah di Bukit ketika Ia berkata, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya” (Matius 6:33).

Perhatikan bahwa Kristus berbicara tentang harga untuk menjadi seorang murid kepada orang banyak yang mengikuti-Nya. “Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka” tentang harga menjadi seorang murid (Lukas 14:25). Tujuan Kristus bukan untuk mengumpulkan orang banyak dari antara orang-orang yang tidak komit. Tujuan-Nya adalah mengumpulkan sekelompok orang yang berkomitmen tinggi – memuridkan orang-orang yang mau mengambil resiko hidup mereka untuk membawa pesan-Nya sampai ke ujung bumi! Dr. John R. Rice berkata,

Seluruh Alkitab adalah ajaran serius ini, bahwa orang-orang yang mau melayani Tuhan harus membayar harga. Semua orang yang mau menjadi hamba-hamba Yesus Kristus yang baik, pendeta ataupun misionaris, atau para pemenang jiwa juga orang-orang Kristen awam, semua orang harus memberikan kesaksian yang baik, harus memberi dan menderita dan bersusah payah dan dianiaya…Jika Anda mengharapkan sesuatu “berjalan dengan baik, engkau hamba yang baik dan setia,” ketika Anda berjumpa dengan sang Juruselamat, Anda harus siap untuk menderita bagi Dia. Jenis pelayanan yang tidak membayar harga apapun tidak memiliki arti apapun dan tidak akan menerima upah ketika Anda berjumpa dengan sang Juruselamat! (John R. Rice, D.D., What It Costs to Be a Good Christian, Sword of the Lord Publishers, 1952, hlm. 10).

“Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:33).

Paling sedikit ada tiga aplikasi dari teks ini.

I. Pertama, Kristus harus dikasihi lebih dari keluarga Anda.

Mungkin Anda tidak diperhadapkan harus memilih antara Kristus dan keluarga Anda. Namun beberapa orang harus melakukan itu. Banyak anak muda yang harus meninggalkan keluarga mereka untuk mengikut Kristus. Banyak anak muda Yahudi Orthodoks yang harus memilih antara keluarga mereka dan Yesus. Seseorang, ketika ia masih remaja, diusir dari rumah Yahudi Orthodoksnya karena percaya Yesus. Ia tidak bertemu orangtuanya selama bertahun-tahun. Akhirnya ia mendengar bahwa ibunya sedang sekarat. Dengan hati yang berat ia pergi untuk melihat ibunya di rumah sakit. Ketika sang ibu melihat dia datang memasuki kamar itu ia berteriak kepadanya, “Keluar! Keluar bersama Kristus kamu!” Ia tidak pernah melihat ibunya lagi. Saya mengenal orang baik ini. Ia menjadi orang Kristen yang luar biasa. Namanya adalah Moishe Rosen – dan ia tampil pada upacara pernikahan kami. Betapa senang keluarga saya dan saya dapat makan siang bersama dengannya, dan memiliki persekutuan yang indah bersama dia, beberapa waktu sebelum ia meninggal dunia! Ratusan anak muda Yahudi telah diselamatkan melalui pelayanan Jews for Jesus yang ia dirikan. Namun ia membayarnya dengan diusir oleh orangtua yang disayanginya untuk menjadi seorang Kristen!

Spurgeon yang agung berkata, “Anda, mungkin pernah mendengar kisah tentang seorang martir [John Rogers, 1500-1555 A.D.], yang dibakar hidup-hidup [pada sebuah tiang] demi Kristus; dan ketika musuh-musuhnya gagal untuk membuatnya menyerah, mereka membuat satu usaha lagi agar orang baik yang sedang menuju [pembakaran] itu menyerah. Mereka membawa istri dan sebelas anaknya untuk menemui mereka; dan mereka semua menangis, dan berlutut di hadapannya, dan meminta dia untuk menyangkal imannya. Istrinya memohon, ‘Suamiku, jangan mau, jangan pergi ke tiang itu’… dan setiap anaknya [juga berkata kepadanya], ‘Ayah, hiduplah demi aku,’ ‘dan untuk aku, ayah.’ Ini adalah suatu cobaan yang tidak diharapkan oleh orang baik itu; dan ketika ia berdiri di sana, dikelilingi oleh orang-orang yang sangat dikasihinya, ia berkata, ‘Allah tahu betapa aku menyanyangi kalian semua, dan betapa bahagianya aku, karena kalian, aku mau melakukan apapun… dengan hati yang tulus, demi membuat kalian bahagia; namun dibandingkan dengan Kristus dan Injil-Nya, yang aku kasihi dengan segenap jiwa dan hatiku, aku tidak dapat memenuhi permintaan kalian…. dan aku harus pergi dan menyerahkan tubuhku untuk dibakar demi kebenaran Kristus; oleh sebab itu, jangan menangis dan menghancurkan hatiku.’ Itulah adalah keagungan dari bagiannya; dan Anda mungkin dapat memperoleh gagasan yang lebih baik dari makna teks saya dengan melihat peristiwa tersebut, dari pada saya menyampaikan kepada Anda dengan kata-kata” (C. H. Spurgeon, The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1977, volume XLV, hlm. 567).

“Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:33).

“Aku Berserah.” Nyanyikan ini!

Aku berserah, Aku berserah
   Pada Tuhan Juru S'lamat, Aku berserah
(“I Surrender All” oleh Judson W. Van DeVenter, 1855-1939/
   Terjemahan PPK No. 14).

II. Kedua, Kristus harus dikasihi lebih dari hidup kita sendiri.

Ketika Spurgeon berbicara tentang tema ini ia membaca dari tulisan Pliny the Younger (61-112 A.D.) yang menulis tentang orang-orang Kristen mula-mula. “Ia berkata ia tidak tahu apa yang harus dilakukan kepada mereka, karena mereka adalah orang-orang baik, namun mereka memiliki satu keganjilan, bahwa mereka harus berkorban segalanya demi mengikuti Kristus. Mereka benar-benar datang dengan ketenangan dan keyakinan, bahkan di depan tahta pengadilan pemerintah Roma, yang jelas-jelas tahu, jika mereka akan dihukum karena menjadi orang Kristen, mereka akan dihukum mati, dan mereka tampak seolah-olah memberi diri untuk mati, mereka begitu cemas karena kasihnya kepada Kristus sebelum pikiran agar terbebas dari rasa sakit atau menghindari kematian menguasai mereka. Siksaan apa yang akan mereka alami… saya hampir tidak berani menceritakan kepada Anda. Pikirkan tentang salah satu dari antara mereka yang dipaksa untuk duduk di atas kursi besi panas; dan yang lain diikat kakinya dan diseret oleh kuda liar, atau dilempar ke arena untuk diseruduk oleh banteng, atau diterkam binatang buas…. Namun apakah para martir itu bergeming dan menyangkal iman? Tidak, mereka berdiri teguh demi Kristus, dan menyerahkan nyawa mereka… dari pada harus menjadi para pengkhianat Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat mereka” (Spurgeon, ibid., hlm. 569).

Saya pernah membaca buku yang sangat menakutkan itu. Penulisnya berkata ia berpikir orang-orang Kristen akan melalui cobaan-cobaan seperti itu lagi – bahkan di sini di Amerika, dan di dunia Barat. Ia mungkin benar. Kita harus siap untuk itu sekarang. Orang Injili yang terlalu malas untuk pergi ke gereja pada kebaktian Minggu malam tidak akan tetap setia kepada Kristus ketika pencobaan-pencobaan seperti itu datang. Anggota gereja orang Amerika yang tidak suka menghadiri kebaktian doa tidak akan mampu berdiri di zaman yang jahat. Kristus berkata, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:26). Kiranya Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk mengikuti teladan dari para martir suci dari Gereja mula-mula – dan para martir di negeri asing hari ini. Mr. Griffith, silahkan maju ke depan untuk menyanyikan ini kembali.

Tentara Yesus yang menang, Berkumpul di surga,
    Menyanyi ramai dan riang, Sekitar takhtaNya;
Mereka sudah bertahan dalam aniaya;
    B'ri kami kuasa, ya Tuhan, Untuk ikut serta!
Setiap rasul Almasih tidak mengindahkan
    Pedang dan salib yang pedih, Karna keyakinan;
Walau dibakar dan hancur, Dibuang ke singa,
   Tiada juga mau undur; Siapa ikut serta?
(“The Son of God Goes Forth to War”
     oleh Reginald Heber, 1783-1826/Terjemahan NP No.258).

Bapa Andrew M. Greeley (1928-2013) meninggal dunia minggu lalu. Ia adalah seorang imam Katolik liberal yang menyerang moralitas tradisional dan mendasarkan pemikirannya pada sosiologi daripada Alkitab. Misalnya Greeley pernah mengatakan studi sosiologinya menunjukkan bahwa orang-orang Katolik melihat Allah sebagai “kekasih, pasangan, sahabat dan ibu,” dan ini membuatnya lebih liberal dalam pandangan politik mereka dari pada orang-orang Protestan, yang menganggap Allah sebagai, “raja, Tuhan dan Tuan” (Los Angeles Times, May 31, 2013, p. A11). Ketika saya membacanya saya berpikir, “Apakah itu menjelaskan Inkuisisi?” Saya belajar untuk mengajukan pertanyaan yang menusuk di dua seminari liberal dari mana saya menamatkan kuliah saya. Puluhan ribu orang Protestan telah dibakar pada sebuah tiang, cairan timah dituangkan ke tenggorokan mereka, dan mereka disiksa pada masa Inkuisisi, oleh orang-orang Katolik itu. Tidak terdengar bagi saya bahwa orang-orang Katolik ini melihat Allah sebagai “seorang kekasih, pasangan, sahabat dan ibu.” Juga tidak kedengaran seperti Anak Allah yang penuh kasih. Yesus tidak seperti yang mereka gambarkan! Ia menangisi orang-orang yang menolak untuk mengikut Dia, “Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya” (Lukas 19:41). “Aku Berserah.” Nyanyikan ini kembali!

Aku berserah, Aku berserah
   Pada Tuhan Juru S'lamat, Aku berserah

III. Ketiga, Kristus harus dikasihi lebih dari apapun.

“Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:25-27).

Spurgeon berkata bahwa pengajaran dari teks ini dapat disimpulkan bahwa “Kristus harus dikasihi lebih dari apapun atau kita tidak dapat menjadi murid-murid-Nya.” Jika kita diberi kesempatan untuk memilih antara seluruh dunia atau Kristus, “Terimakasih Tuhan, ada banyak dari antara kita yang tidak akan menunggu semenitpun [untuk memilih Kristus].” “Sehingga maksud dari [ayat tersebut] adalah bahwa Kristus harus memiliki hati para pelayan itu sepenuhnya; dan jika Anda datang kepada Dia untuk menjadi murid-Nya, Anda harus menyerahkan seluruh milik Anda bersama diri Anda.”

Andrew M. Greeley, seorang libral, imam sosiolog, berkata bahwa Kristus harus dilihat sebagai “kekasih, pasangan, dan sahabat.” Ia benar sejauh ini. Namun Bapa Greeley menolak Kristus sebagai, “raja, Tuhan dan Tuan” (Los Angeles Times, ibid.). Greeley salah – Kristus adalah sahabat sekaligus Raja. Namun itu mensyaratkan pemahaman Alkitabiah yang Bapa Greeley tidak pernah miliki. Hanya dalam pertobatan yang riil seseorang dapat menemukan bahwa Yesus mengasihi kita, dan bahwa Ia menuntut kesetiaan penuh kita sebagai Tuhan dan Raja kita – pada saat yang sama!

Spurgeon berkata, “Iblis cukup bersedia berbagi kerajaannya dengan Kristus… Namun Kristus tidak akan begitu; jika kita menjadi rakyatnya, Ia akan memerintah atas kita mulai dari mahkota kepala kita hingga ke telapak kaki kita, dan ia tidak akan mengijinkan Setan untuk memiliki satu bagianpun di dalam kita untuk dia akui sebagai miliknya. [Setan harus pergi dan Kristus harus bertahta atas hati kita]. Ia telah datang sebagai Raja di atas segala Raja dan Tuhan di atas segala Tuan! Mahkota ada di dahi-Nya, dan Ia juga tidak akan mengijinkan ada [saingan] bahkan walau hanya satu jam. Maka kemudian, apa yang Anda katakan? Apakah Anda sepenuh hati menyerahkan diri kepada Kristus? Jika tidak, Anda tidak akan menjadi salah satu dari murid-Nya. Perhatikan ketika saya membaca teks ini lagi, ‘Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku,’” Lukas 14:26 (Spurgeon, ibid., hlm. 570).

Dan saya mau mendorong kepada setiap orang yang baru percaya – di atas segalanya, jangan pernah malu karena Yesus! Anak Manusia sendiri berkata, “Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya” (Lukas 9:26).

Tidak pernah malu karena Yesus! Sahabat terkasih
Kepada-Nya semua harapanku di sorga bergantung!
Tidak; ketika saya malu, itu karena diriku,
Karena saya takut menyebut nama-Nya!
   (“Jesus, And Shall It Ever Be” oleh Joseph Grigg, 1720-1768;
        baris terakhir diubah oleh Pastor).

Berdirilah demi Kristus dimanapun Anda berada! Jangan pernah biarkan skeptis seperti “Bapa” Andrew Greeley menurunkan Kristus. Tidak! berdirilah demi Kristus! Nyanyikan ini!

Berdirilah, berdirilah demi Kristus, Kamu para pahlawan salib,
Angkatlah tinggi-tinggi panji kerajaan-Nya, Engkau tidak akan rugi;
“Engkau manusia, sekarang layanilah Dia,” Lawan musuh tak terhitung
Mari bangkit menantang bahaya, Dan semakin kuat menyerang.
   (“Stand Up, Stand Up For Jesus” oleh George Duffield, 1818-1888).

“Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:33).

Aplikasi nyata teks kita ini adalah – apakah Anda adalah seorang murid Kristus? Apakah Anda mengasihi Yesus lebih dari keluargamu sendiri dan dari hidupmu sendiri? Apakah Anda mengasihi Dia lebih dari segala yang ada di dunia ini? Sudahkah Anda menyerahkan diri Anda kepada Kristus dengan segenap hati? Apakah Anda membuktikan diri Anda sendiri setia kepada Dia dengan cara hidup yang Anda hidupi? Apakah Anda adalah seorang murid Kristus yang sejati? Jika bukan, saya mendorong Anda untuk menyerahkan diri Anda kepada Kristus! Ingatlah, Kristus berkata,

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Markus 8:34-37).

Kesampingkan segala yang tidak berkenan di hadapan Allah! Datanglah dengan segenap hati kepada Anak-Nya! Berhentilah mempercayai dunia ini, dan letakkan kepercayaan Anda dengan sempurna di dalam Yesus, yang disebut Kristus! Ia akan menyucikan Anda dari segala dosa dengan Darah yang Ia telah curahkan, ketika Ia mati menggantikan tempat Anda, untuk membayar dosa-dosa Anda, di kayu Salib.

Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang bagaimana menjadi orang Kristen sejati, murid Kristus yang sejati, tinggalkan tempat duduk Anda dan melangkah ke belakang auditorium ini sekarang. Dr. Cagan akan membawa Anda ke tempat yang tenang di mana kita dapat berbicara dan berdoa. Jika Anda berada di sini untuk pertama kalinya, dan Anda memiliki pertanyaan, tinggalkan tempat duduk Anda dan pergi ke ruang belakang sekarang juga. Dr. Chan, silahkan maju ke dapan dan berdoa bagi mereka yang telah berespon. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Lukas 14:25-33.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Son of God Goes Forth to War” (oleh Reginald Heber, 1783-1826).


GARIS BESAR KHOTBAH

HARGA UNTUK MENJADI MURID

THE COST OF DISCIPLESHIP

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:33).

(Lukas 14:25, 26-27; Matius 6:33)

I.   Pertama, Kristus harus dikasihi lebih dari keluarga Anda.

II.  Kedua, Kristus harus dikasihi lebih dari hidup kita sendiri,
Lukas 19:41.

III. Ketiga, Kristus harus dikasihi lebih dari apapun,
Lukas 14:25-27; 9:26; Markus 8:34-37.