Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




MENGAPA BANYAK ORANG TIDAK DATANG
KEPADA KRISTUS

WHY MEN DO NOT YIELD TO CHRIST
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 26 Mei 2013

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah”
(Roma 8:7).


Matthew Henry berkata,

Jiwa kedagingan adalah jiwa yang mati, jiwa yang mati semati-matinya. Itu [juga] adalah perseteruan terhadap Allah, dan ini lebih buruk dari sebelumnya. Sebelumnya berbicara tentang orang berdosa duniawi sebagai manusia yang mati, yang buruk; namun ini [ayat 7] berbicara [tentang] dia [sebagai] seorang iblis dari seorang manusia. Ini bukan hanya musuh, namun permusuhan itu sendiri. Ini bukan hanya keterpisahan jiwa dari Allah, namun permusuhan dari jiwa itu terhadap Allah; ini memberontak melawan otoritas-Nya, menolak rancangan-Nya, menentang kehendak-Nya, meludahi wajah-Nya, menolak kasih-Nya. Adakah perseteruan yang lebih besar dari ini?... Orang-orang yang hidup dalam keadaan kedagingan yang belum dilahirkan kembali, berada di bawah kuasa dosa yang memerintah, tidak dapat melakukan hal-hal yang berkenan kepada Allah (Matthew Henry’s Commentary on the Whole Bible, Hendrickson Publishers, 1996 reprint, vol. 6, hlm. 335).

“Jiwa kedagingan adalah jiwa yang mati, jiwa yang mati semati-matinya.” “Ini bukan hanya musuh, namun permusuhan itu sendiri.” Ini adalah gambaran dari orang-orang baik pria maupun wanita yang belum bertobat, “Orang-orang yang hidup dalam keadaan kedagingan yang belum dilahirkan kembali, berada di bawah kuasa dosa yang memerintah.”

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7).

The Geneva Bible of 1599 menerjemahkan “duniawi” sebagai “daging” – dan berkata, “Menurut daging yang ia maksudkan adalah orang yang belum lahir baru, “ seseorang yang belum bertobat, yang masih dalam kondisi terhilang. Dan Spurgeon berkata,

Para penerjemah zaman dulu menerjemahkan bagian ini demikian: “Keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah,” itu mengatakan, pikiran alami, yang jiwa kita warisi dari nenek moyang kita, yang diwariskan bersama kelahiran kita…. Keinginan daging, [berbicara tentang apa yang dalam teks Yunani asli sebagai] phronema sarkos… telah tersesat jauh dari Allah dan menjadi perseteruan terhadap Dia… Perhatikan betapa kuat Rasul mengekspresikan ini. “Keinginan daging,” ia berkata, “adalah PERSETERUAN terhadap Allah.” Ia menggunakan kata benda, bukan kata sifat [atau deskripsi]. Ia tidak mengatakan ini sekedar menentang Allah, namun ini merupakan perseteruan sejati. Ini bukan hitam, namun kelam; ini bukan bermusuhan, namun permusuhan itu sendiri; ini bukan merusak, namun kerusakan; ini bukan memberontak, ini pemberontakan; ini bukan jahat, ini kejahatan itu sendiri…. Ini bukan memusuhi, ini perseteruan kekal (C. H. Spurgeon, “The Carnal Mind Enmity Against God,” The New Park Street Pulpit, Pilgrim Publications, 1981 reprint, volume I, hlm. 150).

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7), adalah menentang Allah.

Kata kuncinya adalah “perseteruan.” Kata Yunaninya adalah “echthra” – “permusuhan,’ “oposisi” (Strong’s Exhaustive Concordance, Number 2190). Baik NIV maupun NASV menerjemahkan “echthra” dengan “hostile” (“bermusuhan”), namun kedua versi terjemahan ini dengan salah menerjemahkan itu sebagai “is hostile” (“bermusuhan”). Itu salah. Terjemahan yang benar seharusnya adalah,

“Keinginan daging adalah permusuhan terhadap Allah” (Roma 8:7),

sebagaimana ditekankan oleh Rienecker (F. Rienecker, A Linguistic Key to the Greek New Testament, Zondervan Publishing House, 1980, hlm. 365). R. C. H. Lenski, seorang ahli tafsir Alkitab yang setia bagi Luther, juga berkata,

Seluruh pikiran [dari orang yang masih terhilang], kata Paulus, adalah [echthra], yang berarti dendam pribadi…. Ketidaksukaan, dan oposisi langsung terhadap Allah (R. C. H. Lenski, The Interpretation of St. Paul’s Epistle to the Romans, Augsburg Publishing House, 1961 reprint, hlm. 506).

“Keinginan daging adalah perseteruan [permusuhan, dendam, ketidaksukaan, oposisi] terhadap Allah” (Roma 8:7).

Dari teks ini kita dapat menarik beberapa poin yang sangat penting, dan yang dapat digunakan untuk menunjukkan orang-orang berdosa yang terhilang mengapa mereka tidak datang kepada Kristus; mengapa mereka menolak Kristus, dan lebih memilih untuk tetap tidak mau bertobat,

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7).

I. Pertama, perseteruan terhadap Allah adalah universal.

Saya tahu bahwa rata-rata orang tidak percaya itu hari ini. Kita telah dipengaruhi oleh psikologi abad dua puluh. Kita berpikir bahwa beberapa orang adalah “baik” sementara yang lainnya “jahat.” Saya pernah bertanya kepada seorang muda mengapa ia berpikir saudaranya telah bertobat namun ia tidak. Ia berkata bahwa saudaranya memiliki “hati yang baik.” Itu adalah psikologi “popular” modern.

Namun, Anda lihat, itu bukan yang ada di dalam Alkitab. Alkitab mengajar bahwa semua umat manusia bersalah di dalam Adam. Alkitab mengajarkan bahwa

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23).

Alkitab berkata,

“Tidak ada yang benar, seorangpun tidak” (Roma 3:10).

Alkitab berkata,

“Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup” (Pengkhotbah 9:3).

“Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5).

Itulah sebabnya mengapa ini adalah kebenaran dari setiap orang bahwa,

“Orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan” (Yesaya 53:3),

dan

“Tidak ada seorangpun yang mencari Allah” (Roma 3:11).

Mengapa?

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7).

Dr. Gill berkata,

Perseteruan ini adalah universal, ini ada di dalam semua orang yang belum lahir baru, baik secara langsung maupun tidak langsung, tersembunyi maupun lebih terbuka… ini secara alami dan mendalam berakar di dalam pikiran, dan tak terdamaikan tanpa kuasa dan anugerah Allah (John Gill, D.D., An Exposition of the New Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, volume II, hlm. 483).

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7).

II. Kedua, perseteruan terhadap Allah ditunjukkan dalam cara yang berbeda-beda.

Alkitab berkata,

“Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih” (Pengkhotbah 7:29).

Itu berarti manusia memiliki berbagai cara yang berbeda dalam mengekspresikan permusuhan mereka terhadap Allah. Nabi Yesaya berkata,

“Masing-masing kita mengambil jalannya sendiri” (Yesaya 53:6).

Permusuhan terhadap Allah mengambil banyak bentuk di dalam umat manusia, dan itu bersifat universal.

Kadang-kadang perseteruan ini dimanifestasikan melalui pemberontakan lahiriah. Ada orang-orang di dunia ini yang membenci Yesus Kristus. Ada orang-orang yang melakukan hal-hal mengerikan terhadap orang Kristen, di berbagai belahan dunia, sehingga menunjukkan secara lahiriah ketidak-sukaan dan permusuhan mereka terhadap Kristus. Seorang Tionghoa setelah mendorong saya keluar dari toko kelontongnya, mencoba untuk memukul kepala saya dengan sapu, karena saya datang menjemput anaknya untuk pergi ke gereja. Saya bisa tertawa mengingat hal itu sekarang, namun itu sangat menakutkan pada saat itu. Orang-orang Farisi berencana untuk membunuh Kristus dan orang-orang Yunani mencoba melempari Paulus dengan baru sampai mati. Kadang-kadang perseteruan manusia terhadap Allah ditunjukkan melalui pemberontakan lahiriah seperti ini.

Di waktu yang lain orang-orang menunjukkan permusuhan mereka terhadap Allah melalui ketidakpedulian atau sikap dingin. Ini adalah kebalikan dari pemberontakan lahiriah – namun ini berasal dari sumber yang sama. Seorang anak laki-laki duduk mendengar khotbah demi khotbah, dengan tidak memikirkan keadaan jiwanya, adalah menentang Kristus sama seperti seorang beragama yang membunuh seorang Kristen. Sikap dingin dari hatinya mengungkapkan bahwa ia sama seperti musuh Allah lainnya, tidak ada bedanya dengan kebanyakan orang di kota ini.

Contoh tentang ketidakpedulian dan sikap dingin yang sangat jelas adalah gubernur Pontius Pilatus. Ia kelihatannya tidak melawan Kristus. Ia tidak mengambil sikap memusuhi Dia. Ia hanya mencuci tangannya dan pergi – dingin dan acuh. Namun oleh karena ketidakpeduliaannya ia menunjukkan permusuhan batiniahnya,

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7).

III. Ketiga, perseteruan terhadap Allah hanya dapat diatasi oleh anugerah Allah di dalam Kristus.

Orang yang begitu rusak total di dalam Adam, melalui Kejatuhan, ia ditinggalkan di dalam kesengsaraan, kondisi yang memushi Allah, benar-benar rusak, terputus dari semua persekutuan dengan Allah, dengan hatinya dalam permusuhan sempurna terhadap sang Penciptanya. Selain itu, manusia di dalam kondisinya yang penuh dosa ini, tidak memiliki keinginan, atau juga tidak memiliki kemampuan untuk berkontribusi sama sekali bagi keselamatannya. Dr. Lenski berkata,

Dengan produk pikirannya sendiri keinginan daging orang [yang belum bertobat] memisahkan dirinya sendiri dari kehidupan dan dari damai sejahtera karena seluruh pikirannya (dan juga semua tindakannya) adalah perseteruan [permusuhan] terhadap Allah, satu-satunya sumber kehidupan dan damai sejahtera. Bagaimana sesuatu dapat [dilakukan] selain kematian ditinggalkan [bagi dia]? Maksud dari perseteruannya [permusuhannya] ia yang berorientasi pada daging [memilih] kematian [bagi] dirinya sendiri (R. C. H. Lenski, ibid., hlm. 506).

The London Baptist Confession of Faith of 1689 berkata,

Dari kerusakan asali [yang diwariskan dari Adam dalam Kejatuhan] kita benar-benar sakit, tidak berdaya dan memusuhi semua yang baik, dan sepenuhnya cenderung jahat semata-mata (The London Baptist Confession of Faith of 1689, Chapel Library, n.d., hlm. 11).

Bukankah ini merupakan pernyatan yang kuat dari teks kita, yang diberikan oleh para leluhur Baptis kita tahun 1689?

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7).

Pengakuan Iman Baptis London berkata bahwa orang yang belum bertobat “benar-benar sakit, tidak berdaya dan memusuhi semua yang baik, dan sepenuhnya cenderung jahat semata-mata” (ibid.). Dengan kata-kata tersebut para leluhur Baptis kita telah menjelaskan teks kita ini,

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7).

Bagaimana jiwa yang terhilang dapat lari dari kondisinya yang mati dan menyedihkan dari permusuhan dan perseteruan terhadap Allah? Hanya dengan intervensi dari anugerah Allah di dalam Kristus Yesus.

Namun bagaimana anugerah mengintervensi dan mengubah status orang berdosa yang menentang Allah dalam kedalaman hatinya? Luther memiliki penjelasan yang baik tentang bagaimana anugerah Allah dapat mempertobatkan jiwa yang menurut naturnya memusuhi Allah. Mengenai apa yang terjadi dalam jiwa pada waktu pertobatan, Luther berkata,

Hal ini diperlukan, jika Anda ingin dipertobatkan, bahwa Anda menjadi [tidak tenang], yaitu bahwa hati nurani Anda diperingatkan dan gemetar. Kemudian, setelah kondisi ini tercipta, Anda harus memahami penghiburan yang datang bukan dari usaha pekerjaan pekerjaan Anda sendiri, namun dari karya Allah. Ia mengutus Anak-Nya, Yesus ke dalam dunia ini untuk menyatakan kepada orang-orang berdosa yang ketakutan akan belas kasihan Allah. Inilah cara pertobatan. Semua cara yang lain adalah cara yang palsu (Martin Luther, Th.D., What Luther Says, Concordia Publishing House, 1994 reprint, Number 1014, hlm. 343).

Saya sepenuhnya setuju dengan Luther,

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7).

tidak ada cara lain bagi orang berdosa yang memberontak untuk diubah menjadi orang Kristen sejati. Kita harus mengalami pertobatan seperti dikatakan oleh Luther. “Semua cara yang lain adalah cara yang palsu.” Saya sungguh-sungguh setuju dengan Luther dalam hal ini. Tidak ada cara lain bagi orang terhilang, yang memusuhi Allah, untuk diselamatkan kecuali melalui pertobatan radikal kepada Kristus Yesus, yang berkata,

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat… kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Oleh sebab itu saya membagi penjelasan Luther tentang pertobatan ke dalam beberapa subpoin berikut ini.

1.  Pernyataan Luther didasarkan pada fakta bahwa orang berdosa yang terhilang telah menghidupi kehidupannya tanpa memikirkan Allah, menurut jalannya sendiri. Allah tidak ada di dalam pikirannya, bahkan walaupun ketika ia berada di gereja. Ia tidak memiliki pengalaman akan Allah secara riil.

2.  Namun, selanjutnya, anugerah Allah datang kepadanya dan [mengganggu] dia berhubungan dengan kondisinya yang terhilang. Ia mengalami itu hari demi hari. Namun sekarang ia melihat kekekalan. Ia melihat penghukuman! Ia melihat kematiannya sendiri! Ia melihat dirinya sendiri berdiri di hadapan murka Allah pada Penghakiman Akhir. Ia takut kepada Alah. Perasaan ini hanya dapat dihasilkan oleh anugerah Allah.

3.  Ia melihat bahwa Ia telah melawan Allah, dan bahwa ia telah menolak Allah, bahwa ia tidak mengasihi Allah, bahwa ia telah menyingkirkan Allah keluar dari pikiran dan hidupnya.

4.  Ia melihat bahwa ia tidak dapat melakukan hal yang baik untuk menyamarkan dosanya. Ia menyadari tak ada yang ia katakan, tak ada yang ia pelajari, yang dapat menyamarkan dosa yang telah ia lakukan, karena mempelajari Alkitab dan berdoa tidak dapat menghapuskan dosa. Hanya Yesus yang dapat melakukan itu.

5.  Akhirnya, ketika semua kelit dan trik telah gagal, ia akhirnya dapat berpaling kepada Yesus – karena semua yang lain telah gagal. Perhatikan bahwa orang-orang berdosa yang memusuhi Allah tidak akan berpaling kepada Yesus kecuali mereka dipaksa untuk melakukannya oleh Allah. Dr. Cagan berkata, “Saya telah bergumul sepanjang malam tanpa tidur selama berbulan-bulan setelah Allah menjadi nyata bagi saya. Saya hanya dapat menjelaskan periode dari kehidupan saya ini sebagai dua tahun penderitaan mental. Saya ditarik ke sana kemari selama masa… pergumulan batin ini… Namun saya terus berjuang dalam hati untuk melawan Yesus. Saya tidak menginginkan [Yesus] karena saya merasa bahwa Ia lebih tinggi dan lebih besar dari saya. Saya terlalu sombong untuk [datang kepada] Dia (C. L. Cagan, Ph.D., From Darwin to Design, Whitaker House, 2006, hlm. 41, 19).

Pemberontakan hati Dr. Cagan harus dihancurkan oleh hukum Taurat, dan ia harus dipertobatkan oleh Yesus, Anak Allah. Sekarang lagu yang tadi dinyanyikan oleh Mr. Griffith dengan sempurna menggambarkan apa yang Dr. Cagan rasakan. Nyanyikan ini kembali, Mr. Griffith.

Bukan apa yang tangan ini telah lakukan
Yang dapat menyelamatkan jiwa berdosa ini;
Bukan apa yang daging ini telah kerjakan
Yang dapat membuat jiwaku utuh
Bukan apa yang aku rasakan atau lakukan
Yang dapat memberikanku damai dengan Allah
Bukan karena semua doa, ketaatan dan air mataku
Yang dapat menanggung beban beratku
Hanya oleh pekerjaan-Mu, Oh Kristus,
Yang dapat menghilangkan beban dosa ini;
Hanya oleh Darah-Mu, Oh Anak Domba Allah,
Yang dapat memberikan damai di dalamku
(“Not What These Hands Have Done” oleh Horatius Bonar, 1808-1889).

Tak seorangpun selain Yesus yang dapat menyelamatkan orang berdosa yang terhilang dari penghukuman Allah yang Mahakuasa. Saya meminta Anda untuk datang kepada Yesus dan diselamatkan!

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Roma 8:5-9.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Not What These Hands Have Done” (oleh Horatius Bonar, 1808-1889).


GARIS BESAR KHOTBAH

MENGAPA BANYAK ORANG TIDAK DATANG
KEPADA KRISTUS

WHY MEN DO NOT YIELD TO CHRIST

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah”
(Roma 8:7).

I.   Pertama, perseteruan terhadap Allah adalah universal, Roma 3:23, 10; Pengkhotbah 9:3; Kejadian 6:5; Yesaya 53:3; Roma 3:11.

II.  Kedua, perseteruan terhadap Allah ditunjukkan dalam cara yang berbeda-beda, Pengkhotbah 7:29; Yesaya 53:6.

III. Ketiga, perseteruan terhadap Allah hanya dapat diatasi oleh anugerah Allah di dalam Kristus, Roma 8:7; Matius 18:3.