Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




BERTANDINGLAH DALAM PERTANDINGAN
IMAN YANG BENAR

FIGHT THE GOOD FIGHT OF FAITH
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr. diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 19 Mei 2013

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal” (I Timotius 6:12).


Saya telah dan masih membaca artikel yang menarik yang menyerang teologi Reformed modern. Penulis itu berkata bahwa orang-orang tidak secara alami menjadi Reformed, namun harus “dididik ke dalam”nya. Saya berpikir dia benar, namun itu tidak menyangkal pengajaran para Reformis. Itu sebenarnya menguatkan posisi mereka. Ada banyak hal yang kita tidak mengerti ketika pertama kali kita diselamatkan. Ada banyak hal yang mana kita harus “dididik ke dalam,” seperti tentang pentingnya jemaat lokal dan doa. Tak seorangpun memahami semua pengajaran Alkitab pada hari ketika mereka bertobat. Penulis itu melanjutkan dengan berkata bahwa “beberapa” orang Reformed “dimotivasi oleh kemalasan.” Lagi, saya berpikir ia benar sekali. Saya telah melihat beberapa orang Reformed membunuh gereja-gereja mereka dengan menolak menyampaikan penginjilan kepada setiap anggotanya. Lagi, penulis itu berkata bahwa orang-orang yang percaya kepada para Reformis menolak “menyucikan kehidupan Kristen.” Ini tentu benar di antara banyak orang modern yang mengaut teologi Reformasi. Namun kemudin penulis itu dengan tepat berkata bahwa kelonggaran dan sikap apatis terhadap penginjilan bukan kebenaran tentang orang-orang Reformed “pada generasi-generasi sebelumnya.” Setelah membaca apa yang penulis ini katakan, saya sadar bahwa semua argumennya dapat berlaku juga pada orang-orang Armenian modern! Bukankah kita mengenal beberapa orang Armenian yang malas dalam hal penginjilan? Bukankah kita mengenal beberapa orang Armenian modern yang “menolak menyucikan kehidupan Kristen”? Misalnya pikirkan tentang apa yang terjadi di Hammond. Harap mengerti bahwa saya tidak mendukung Calvinisme modern. Tidak sama sekali! Namun saya berdiri bersama dengan para pendahulu seperti John Knox, George Whitefield, William Carey, Adoniram Judson, Dr. David Livingstone, dan C. H. Spurgeon.

C. H. Spurgeon adalah seorang Reformed yang dengan kuat menekankan masalah kekudusan dan penginjilan. Dan ia tentu tidak dimotivasi oleh kemalasan, atau ia juga tidak mendukung kemalasan dan kelalaian di gerejanya. Dr. John R. Rice menyebut Gereja Spurgeon sebagai “suatu perangkap jiwa.” Perhatikan apa yang Spurgeon katakan tentang teks kita ini,

“Rebutlah hidup yang kekal.” Perhatikan bahwa pernyataan ini didahului dengan pernyataan lainnya – “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar.” Orang-orang yang merebut hidup yang kekal harus bertanding untuknya.” Cara dari kehidupan rohani tidak ada yang mudah: Kita harus [berjuang] di setiap langkah dari jalan itu… itu adalah [perjuangan] melawan dunia, kedagingan, dan iblis. Jika kita hidup bagi Allah kita harus berperang dalam peperangan rohani setiap hari, dan menginjak-injak kuasa kematian dan neraka (C. H. Spurgeon, “Eternal Life Within Present Grasp,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Number 1,946; February 6, 1887).

Apa yang Spurgeon katakan menekankan pelajaran dari teks kita,

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal” (I Timotius 6:12).

Saya akan menerapkan ayat ini dalam dua cara – pertama bagi orang-orang yang telah diselamatkan, dan kemudian bagi orang-orang yang masih terhilang.

I. Pertama, teks ini berbicara kepada orang-orang yang telah diselamatkan.

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal” (I Timotius 6:12).

Kata “bertandinglah” di sini diterjemahkan dari kata Yunani “agonizomai.” Kata “agonize” dalam bahasa Inggris [yang berarti menderita] datang dari kata ini. Kehidupan Kristen adalah suatu pertandingan dari awal sampai akhir. Tensis atau bentuk waktu kekinian yang imperatif (present imperative tenses) dari kata Yunaninya menunjukkan bahwa ini adalah suatu bertandingan yang terus menerus, peperangan yang tidak pernah berakhir dalam kehidupan ini. Ini bukan pertempuran sembarang. Ini disebut “pertandingan iman yang benar.” Rasul Paulus menjelaskan kepada Timotius yang masih muda (dan kita) kebenaran agung ini. Ini adalah kebenaran yang banyak orang Kristen tidak fahami. Dalam II Timotius 2:3 sang Rasul berkata,

“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” (II Timotius 2:3).

Ini bukan hanya berbicara kepada para pendeta, walaupun ini termasuk para pendeta yang setia. Paulus berkata,

Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya” (II Timotius 2:4).

“Tidak seorangpun” – termasuk semua orang Kristen yang sejati. Setiap orang Kristen sejati harus “Bertanding dalam pertandingan iman yang benar” selama ia hidup di dunia yang jahat dan yang telah jatuh ke dalam dosa ini. Seperti yang dikatakan oleh Spurgeon, “Kita harus [berjuang] di setiap langkah dari jalan itu… kita harus berperang dalam peperangan rohani setiap hari.”

Mantan pendeta saya Dr. Timothy Lin menekankan fakta bahwa kehidupan Kristen adalah suatu peperangan. Itu adalah peperangan yang terus menerus dengan dunia, kedagingan, dan Iblis. Saya ingin setiap pendeta akan membuat ini jelas bagi para petobat baru bahwa mereka sedang masuk ke dalam kehidupan konflik. Lagi dan lagi, Kristus berkata kepada tujuh jemaat dalam Kitab Wahyu, pasal dua dan tiga, bahwa mereka harus menjadi para pemenang (Wahyu 2:7; 2:11; 2:17; 2:26-29; 3:5-6; 3:12-13; 3:21-22). Misalnya, Wahyu 2:10-11 berkata,

“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua” (Wahyu 2:10-11).

Ayat-ayat tersebut telah difahami secara harfiah dan begitu serius oleh orang-orang Kristen mula-mula bahwa mereka secara harfiah “setia sampai mati” dicabik-cabik oleh binatang-binatang buas di arena penyembah berhala Roma. Pada zaman modern, di China, orang-orang Kristen secara serius menang layaknya orang-orang Kristen zaman dulu seperti Perpetua (181-203). Ia dicabik-cabik oleh binatang buas karena imannya. Mr. Griffith, tolong nyanyikan lagu tersohor dari Reginald Heber, “Almasih Maju dan Berp'rang.”

DikorbankanNya diriNya
   Sebagai jaminan,
Supaya oleh BapaNya,
   Kita dis'lamatkan.
Pembunuh pun didoakan
   Dengan penuh cinta,
Agar dapat pengampunan;
   Siapa ikut serta?

Setiap rasul Almasih
   Tidak mengindahkan
Pedang dan salib yang pedih,
   Karna keyakinan;
Walau dibakar dan hancur,
   Dibuang ke singa,
Tiada juga mau undur;
   Siapa ikut serta?

Tentara Yesus yang menang,
   Berkumpul di surga,
Menyanyi ramai dan riang,
   Sekitar takhtaNya;
Mereka sudah bertahan
   Dalam aniaya;
B'ri kami kuasa, ya Tuhan,
   Untuk ikut serta!
(“Almasih Maju dan Berp'rang” oleh Reginald Heber, 1783-1826/
    terjemahan Nyanyian Pujian No. 258).

Dan Frederick W. Faber berkata,

Iman umatMu hidup t'rus,
Walau sengsara dan pedang;
Girang hatiku yang tulus,
Karna imannya yang menang
Iman umatMu imanku!
Ya sampai maut setiaku!

Iman umatMu yang teguh
   Yang menangkan dunia,
Dan kebenaran FirmanMu
   Yang memerdekakan s'mua.
Iman umatMu imanku!
   Ya sampai maut setiaku!
(“Faith of Our Fathers”/ “Iman Umat Tuhan”
   oleh Frederick W. Faber, 1814-1863/ terjemahan Nyanyian Pujian No. 167).

Dan kemudian ada lagu oleh Henry F. Lyte yang mengaduk-aduk jiwa, yang Dr. John R. Rice cintai melebihi semua himne lainnya,

Yesus, salibku kuangkat, Ku hendak mengikutMu;
   S'karang dunia tak mengikat, Hanya Kaulah milikku.
Hilanglah segala nafsu, Yang menyombongkan hati;
   Tuhan dan surga bagiku, Sungguh kaya ku kini!

Biar orang lain menghina, Dan meninggalkan aku;
   Tuhan Yesus pun dihina; Juru S'lamatku teguh.
Walau dibenci lawanku, Dan ditipu kawanku,
   Namun bahagia aku, Karna Yesus Tuhanku.
(“Jesus, I My Cross Have Taken”/ “Yesus, Salibku Kuangkat”
   oleh Henry F. Lyte, 1793-1847/ Terjemahan Nyanyian Pujian No. 180).

Itu adalah apa yang Rasul Paulus maksudkan ketika ia berkata,

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal” (I Timotius 6:12).

Kiranya setiap orang Kristen di sini pagi ini bertahan dalam pertandingan sampai akhir hidup! Betapa kami berdoa kiranya Anda tidak akan menjadi seperti orang-orang “yang jatuh dalam semak duri,” dan yang “dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang” (Lukas 8:14). Betapa kami berdoa kiranya Anda tidak akan membiarkan pernikahan, atau anak-anak, atau karir, atau uang, atau kesenangan dari hidup ini menghalangi Anda untuk mentaati teks kita ini,

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal” (I Timotius 6:12).

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar” ketika Anda masih bujangan. Tetaplah memperjuangkannya ketika Anda menikah. Tetaplah memperjuangkannya ketika Anda memiliki anak. Dan jangan berhenti bertanding dalam pertandingan iman yang benar ketika Anda sudah tua dan beruban! Tensis kekinian, imperatif dari kata Yunani untuk kata “bertandinglah” ini menunjukkan bahwa pertandingan ini tidak akan pernah ada akhirnya di dunia ini! John S. B. Monsell berkata,

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dengan segenap kekuatanmu:
   Kristus adalah kekuatanmu, Kristus adalah hakmu;
Rebutlah hidup, dan itu akan menjadi
   Sukacita dan mahkota kekalmu.
(“Fight the Good Fight With All Thy Might”
   oleh John S.B. Monsell, 1811-1875).

Dalam bukunya, What it Costs to Be a Good Christian, Dr. John R. Rice berkata,

Gereja kita saat ini sebagian besar diisi dengan orang-orang yang hanya kadang-kadang menghadiri kebaktian, tanpa ada keringat dan kerja keras untuk membuat orang-orang beroleh selamat… Ingatlah bahwa sang Juruselamat berkata dalam Lukas 10:2, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Allah menuntut kerja keras dan waktu Anda. Pikiran terbaik Anda, kekuatan terbaik Anda, waktunya tinggal sedikit sekali untuk memberikan tuaian kepada Tuhan Yesus yang telah membeli Anda dan membayar untuk Anda dengan darah-Nya sendiri (John R. Rice, D.D., What It Costs to Be a Good Christian, Sword of the Lord, 1952, hlm. 23, 24).

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal” (I Timotius 6:12).

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar! Lakukanlah! Lakukanlah! Lakukanlah! Amin!

II. Kedua, teks ini berbicara kepada orang-orang yang masihterhilang.

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal” (I Timotius 6:12).

Seperti yang telah saya katakan, kehidupan Kristen adalah suatu pertandingan dari awal hingga akhir. Jika Anda mengharapkan kehidupan kekal, Anda harus merebutnya sekarang ini! Ingat apa yang Spurgeon katakan, “Mereka yang merebut hidup yang kekal harus berjuang untuknya” (ibid.).

Karena Anda diberitahu untuk merebutnya, ini menunjukkan bahwa “hidup kekal” berada di luar Anda. Kata Yunani yang diterjemahkan “hidup yang kekal” ini adalah “zoe aionia.” Ini mengacu kepada kehidupan Kristus, bukan mengacu pada panjangnya hidup Anda sendiri. Whitefield dibangunkan ketika membaca buku yang berjudul The Life of God Within the Soul of Man. Itu adalah “zoe aionia” – hidup yang kekal dari Kristus. Spurgeon berkata, “Jika kehidupan ilahi dimasukkan ke dalam Anda, itu adalah kekal, suatu benih yang hidup dan tidak fana yang tetap tinggal untuk selama-lamanya. Itu adalah kehidupan Kristus di dalam Anda…. Tanpa Roh yang menghidupkan Anda akan tetap dalam kematian rohani untuk selama-lamanya” (Spurgeon, ibid.).

Alkitab berkata, “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh [present tense] hidup yang kekal” (Yohanes 3:36). Pada saat Anda percaya Yesus, kehidupan kekal-Nya mengalir ke dalam Anda. Zoe aionia itu “dimasukkan” ke dalam roh Anda yang sudah mati dan Anda dilahirkan kembali! Perhatikan bahwa Spurgeon menggunakan “dimasukkan” dengan cara yang berbeda dari penggunaannya oleh Katolik Roma. Mereka mengacu pada “pembenaran” yang dimasukkan sedikit demi sedikit, melalui tindakan-tindakan “penebusan dosa.” Spurgeon tidak sedang berbicara tentang pembenaran, namun tentang kehidupan kekal – yang dimasukkan ke dalam roh yang mati dari orang-orang yang terhilang, memberikan kepada mereka kelahiran kembali. Spurgeon berkata, “Infus kehidupan baru adalah kelahiran baru… kita dihidupkan dan dibangkitkan dari antara orang mati. Para pendengar yang terkasih, apakah Anda tahu perubahan ini melalui pengalaman pribadi?” (Spurgeon, ibid.).

Ketika kehidupan kekal hidup di dalam Anda itu menciptakan mata yang baru yang dapat melihat Dia yang tidak kelihatan. Kehidupan kekal di dalam diri Anda menciptakan telinga baru yang membuat Anda mendengar suara lirih dari Allah. Kehidupan baru ini membawa Anda ke dalam dunia yang baru. Tidak ada perubahan yang dapat dibandingkan dengan apa yang terjadi pada orang yang dihidupkan melalui dimasukannya kehidupan kekal Kristus ke dalam jiwa mereka! Ketika Anda menerima “zoe aionia” ini, kehidupan kekal ini, ke dalam jiwa Anda yang terhilang, Anda tidak akan lagi menjadi musuh Allah, namun menjadi sahabat-Nya! Anda tidak akan lagi menjadi anak yang dimurkai, namun menjadi anak Allah. Kemudian Anda akan berkenan kepada Allah. Perkenanan ini akan menarik Anda lebih dekat dan lebih dekat kepada-Nya di dalam persekutuan. Ketika Anda menerima kehidupan kekal Kristus di dalam diri Anda, Anda akan menjadi senang ke gereja. Anda akan senang memuji Tuhan. Saya tidak lagi harus meminta Anda, “Nyanyikan ini.” Tidak! Tidak! Saya mungkin harus mengatakan kepada Anda jangan menyanyikannya terlalu keras!

Rasul Paulus berkata, “Rebutlah hidup yang kekal.” Anda akan selalu ingin memelihara kehidupan Kristus di dalam Anda apapun resikonya! Itu akan menjadi sangat penting bagi Anda melebihi dari semua emas dan perak!

Sekarang, saya berkata kepada Anda yang masih terhilang, rebutlah hidup yang kekal. “Rebutlah hidup yang kekal.” Peganglah erat-erat seperti seseorang yang memegang erat-erat pelampungnya ketika akan tenggelam, dan tidak akan membiarkannya lepas! Orang yang merebut hidup yang kekal di dalam Kristus akan berkata seperti gadis Sulam ini,

“Kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia” (Kidung Agung 3:4).

Anda harus bertanding dalam pertandingan iman yang benar untuk merebut hidup yang kekal dari Kristus! Ya, ini adalah suatu perjuangan. Dalam bahasa manusia, itulah sebabnya mengapa begitu sedikit orang yang diselamatkan. Mereka tidak mau bertanding dalam pertandingan iman yang benar untuk merebut hidup yang kekal dari Kristus! Ingatlah bahwa kata “bertandinglah” di sini berasal dari bentuk “agonizomai” dalam bahasa Yunani, untuk menderita, dan berjuang, dan konsentrasi untuk menang. Perhatikan bahwa kata yang sama ini, agonizomai, dulu digunakan Kristus, ketika Ia berkata, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu” (Lukas 13:24). Anda harus berjuang untuk menemukan Kristus, Anda harus menderita untuk menemukan Kristus, Anda harus meletakkan setiap usaha ke dalamnya. Kristus ada untuk Anda. Namun Anda harus merebut Dia! Mengucapkan doa singkat tidak akan membawa Anda kepada Kristus. Anda harus menderita, dan berjuang, dan berjuang untuk masuk. Saya melihat seorang muda tepat di sana! Saya telah melihat dia menangis dan mengerang demi menemukan Kristus. Saya telah melihat dia benar-benar mencurahkan air matanya karena ia merasa terhilang. Sekarang, jika Anda bertanya kepada dia, ia akan dengan senang hati mengucapkan kata-kata berdampak ini,

“Kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia” (Kidung Agung 3:4).

Apakah Anda sudah serius dengan keselamatan Anda? Apakah Anda benar-benar sudah mencurahkan air mata, dan menderita, dan berjuang untuk masuk ke dalamnya? Apakah Anda telah menyerah kepada Kristus?

Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang masalah ini silahkan tinggalkan tempat duduk Anda dan melangkah ke belakang ruangan ini sekarang juga. Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang bagaimana menjadi orang Kristen yang sejati pergilah ke sana sekarang. Dr. Cagan akan membawa Anda ke tempat yang tenang di mana kita dapat berbicara. Dr. Chan, silahkan maju ke depan dan berdoa untuk mereka yang telah berespon. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: I Timotius 6:8-16.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
      “Fight the Good Fight With All Thy Might” (oleh John S. B. Monsell, 1811-1875).


GARIS BESAR KHOTBAH

BERTANDINGLAH DALAM PERTANDINGAN
IMAN YANG BENAR

FIGHT THE GOOD FIGHT OF FAITH

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal” (I Timotius 6:12).

I.   Pertama, teks ini berbicara kepada orang-orang yang telah diselamatkan,
II Timotius 2:3, 4; Wahyu 2:10-11; Lukas 8:14; Lukas 10:2.

II.  Kedua, teks ini berbicara kepada orang-orang yang masihterhilang,
Yohanes 3:36; Kidung Agung 3:4; Lukas 13:24.