Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




JAWABAN-JAWABAN ALKITAB TERHADAP PERTANYAAN-PERTANYAAN TENTANG SORGA

BIBLE ANSWERS TO QUESTIONS ABOUT HEAVEN
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 12 Mei 2013

“Tetapi seperti ada tertulis: ‘Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.’ Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah” (I Korintus 2:9-10).


Ayat-ayat tersebut tentu menyertakan referensi tentang Sorga! Ini nampak mengherankan bagi saya bahwa beberapa komentator menyangkal itu. Mata manusia belum melihat Sorga. Telinga manusia tidak mendengar siapapun yang berbicara dari Sorga. Hati manusia tidak dapat membayangkan kemuliaan Sorga. Dr. Henry M. Morris berkata bahwa ayat tersebut berbicara tentang Sorga dan,

Kemuliaan “langit baru dan bumi baru” (Yesaya 66:22) melampaui imajinasi manusia, karena semuanya “dipersiapkan” bagi kita oleh Kristus sendiri (Yohanes 14:2, 3). [Namun] beberapa dari kemuliaan sorgawi tersebut sungguh telah dinyatakan kepada kita melalui Rasul Yohanes, Wahyu 21:22 (Henry M. Morris, Ph.D., The Defender’s Study Bible, World Publishing, 1995, hlm. 1256; catatan untuk I Korintus 2:9, 10).

Dr. R. C. H. Lenski berkata teks ini

...sering digunakan dengan mengacu pada sorga dan dengan referensi pada berkat yang menanti kita dalam kehidupan yang akan datang. Penggunaan ini adalah sah, sungguh... (R. C. H. Lenski, Ph.D., St. Paul’s First and Second Epistles to the Corinthians, Augsburg Publishing House, 1963 edition, hlm. 104; komentar atas I Korintus 2:9).

Belum ada mata duniawi yang pernah melihat kemuliaan Sorga. Belum ada telinga duniawi yang pernah mendengarkan para malaikat menyanyi di sana. Hal-hal di Sorga, di antara realitas-realitas rohani lainnya, hanya dapat diketahui melalui wahyu khusus Allah. Sehingga, di dalam ayat 10, kita membaca, “Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh…” (I Korintus 2:10). Alkitab menyatakan kepada kita apa yang kita tidak pernah dapat temukan di dalam cara yang lain. Dan ketika Allah menerangi pikiran kita, kita akan percaya apa yang Ia telah nyatakan dalam Kitab Suci tentang hal-hal rohani tersebut, termasuk tentang Sorga. The Applied New Testament Commentary (Kingsway Publications, Ltd., 1997) memberikan komentar yang masuk akal,

Paulus di sini mengutip Yesaya 64:4. Apa yang Allah telah siapkan bagi orang-orang yang mengasihi Dia – namun yang telah disembunyikan dari orang-orang yang tidak mengasihi Dia? Itu adalah keselamatan, hidup yang kekal, dan kemuliaan; itu adalah apa yang Allah telah persiapkan bagi orang-orang yang mengasihi Dia. Dan apa yang Allah telah persiapkan bagi mereka yang mengasihi Dia lebih besar dan lebih mengagumkan dari pada yang dapat kita bayangkan (ibid., hlm. 631; catatan atas I Korintus 2:9).

“Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh...” (I Korintus 2:9-10).

Roh Kudus telah menyatakan di dalam Alkitab hal-hal tentang Sorga yang kita dapat pelajari di dalamnya bukan dengan cara lain. Di sini ada beberapa hal tersebut yang Alkitab nyatakan tentang apa yang akan terjadi pada orang-orang Kristen di masa depan.

I. Pertama, apa yang terjadi ketika orang Kristen mati?

Alkitab menjawab,

“Hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan” (II Korintus 5:8).

Ini menunjukkan bahwa pada saat orang Kristen mati rohnya menetap bersama Kristus. Rasul Paulus berbicara tentang “ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus” (Filipi 1:23). Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa orang-orang Kristen akan pergi untuk menetap bersama Kristus sebagai roh. Mereka tidak akan berpulang dengan tubuh mereka sebelum hari Pengangkatan (Rapture). Namun kita akan dikenali, seperti roh Abraham dan Lazarus (Lukas 16:22-25). Pangakuan Iman Westminster berkata, “Setelah kematian, tubuh manusia kembali menjadi debu, dan diserahkan kepada kebinasaan; namun jiwa mereka (yang tidak mati dan tidak juga tidur) berwujud tidak dapat mati dan langsung kembali kepada Allah yang telah mengaruniakannya. Pada waktu itu, jiwa orang-orang benar akan disempurnakan dalam kekudusan dan akan diterima…. Dalam cahaya dan kemuliaan sambil menantikan pelepasan sepenuhnya tubuh mereka” (32:1).

Jiwa-jiwa yang mati pergi ke tempat perhentian sementara. Mereka tidak masuk ke dalam “jiwa yang tertidur” seperti yang secara salah diajarkan oleh orang-orang Adven Hari Ketujuh. Lukas 16:22-26 menyatakan bahwa “Hades” (P.L. “Sheol”) dibagi menjadi dua bagian sebelum kenaikan Kristus ke sorga. Ada tempat untuk orang selamat dan terhilang. Orang kaya ada di bagian Hades yang dikenal sebagai tempat “siksaan. Lazarus berada di bagian Hades yang lain yang Yesus sebut sebagai “Firdaus.” Lazarus dan orang kaya keduanya sepenuhnya dalam keadaan sadar, yang membantah pengajaran orang Adven Hari Ketujuh.

Ketika Yesus naik ke Sorga Ia membawa “firdaus,” dan semua jiwa yang telah diselamatkan yang ada di dalamnya, ke “ke tingkat yang ketiga dari sorga… ke Firdaus” (II Korintus 12:2, 4). Efesus 4:8 dan 9 menjelaskan transisi ini. Kristus “membawa tawanan-tawanan” – “Ia telah naik” setelah “Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah.” Kristus tidak pergi ke tempat siksaan seperti yang secara salah diajarkan oleh Frederick K. Price dan beberapa orang Pentakosta lainnya. Kristus telah turun ke dalam bagian “firdaus” dari Hades dan membawa semua jiwa yang telah diselamatkan di sana bersama Dia ketika Ia naik kembali kepada Allah, naik ke “tingkat yang ketiga dari sorga.”

Hari ini orang-orang yang masih terhilang langsung masuk ke tempat “siksaan” di dalam Hades ketika mereka mati. Hari ini, orang-orang yang telah diselamatkan langsung bersama Kristus di “tingkat yang ketiga dari sorga” (II Korintus 12:2; 5:6).

“Hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan” (II Korintus 5:8).

Alkitab Scofield Study Bible memberikan penjelasan yang baik tentang semua ini dalam tafsirannya atas Lukas 16:23 (hlm. 1098, 1099).

John MacArthur melecehkan deskripsi tentang “firdaus” ini dalam Perjanjian Lama, menyebutnya “sebuah kompartemen khusus” atau sebuah “holding tank.” Seperti yang ia lakukan terhadap subyek-subyek lain, seperti Darah Kristus, Dr. MacArthur menggunakan istilah untuk mengutuk pandangan ayahnya sendiri yang berkotbah dari Alkitab Scofield Study Bible. Dalam tafsirannya atas I Petrus 3:18, 19 Dr. MacArthur mengakui bahwa roh Kristus “pergi kepada roh-roh setan yang diikat dalam jurang maut atau neraka dan memproklamirkan bahwa Ia telah menang atas mereka.” Namun apakah semua itu yang Kristus lakukan di sana? Efesus 4:9 juga mengatakan bahwa Ia turun ke sana, dan dalam Efesus 4:8 kita diberitahu bahwa “Ia membawa tawanan-tawanan.” MacArthur berkata bahwa ia telah “membantah” teori yang salah dari Alkitab Scofield dengan Kitab Suci, namun ia belum berhasil membantahnya. Ia hanya menggunakan sebutan dan kutipan dari Wilbur M. Smith yang diambil keluar dari konteks dan menyimpangkan aplikasinya (John MacArthur, D.D., The Glory of Heaven, Crossway Books, 1996, hlm. 70).

Wilbur Smith tidak menyerang posisi Scofield Study Bible dalam bab yang MacArthur telah kutip. Dr. Smith hanya menyerang pengajaran sesat tentang api penyucian dan jiwa yang tertidur di dalam bab itu. Tidaklah jujur, bila Dr. MacArthur menggunakan kutipan dari Wilbur Smith untuk membuktikan posisi Scofield ketika Dr. Smith tidak mengacu pada posisi Scofield sama sekali, tidak ada di manapun dari bab yang MacArthur kutip (Wilbur M. Smith, D.D., The Biblical Doctrine of Heaven, Moody Press, edisi 1977, hlm. 155-170).

Oleh sebab itu kita biarkan posisi Scofield berdiri sebagai penjelasan yang kredibel dan dapat dipercaya tentang apa yang Alkitab ajarkan berhubungan dengan apa yang akan terjadi terhadap orang Kristen ketika ia mati. Pengajaran dasar dari Scofield Study Bible juga telah diberikan oleh beberapa tokoh lainnya. Lihat J. Dwight Pentecost, Th.D., Things to Come, Zondervan Publishing House, 1964 edition, hlm. 558. Lihat Henry M. Morris, Ph.D., The Defender’s Study Bible, World Publishing, 1995 edition, catatan atas Efesus 4:8, 9. Lihat Dr. W. A. Criswell (W. A. Criswell, Ph.D., Paige Patterson, Ph.D., Heaven, Tyndale House Publishers, 1991, hlm. 60). Lihat juga Henry C. Thiessen, Ph.D., Introductory Lectures in Systematic Theology, Eerdmans Publishing Company, 1963 edition, hlm. 488, 489). Dr. Thiessen berkata,

P.B. [Perjanjian Baru] mengindikasikan bahwa ada dua kompartemen di Hades: satu untuk orang jahat dan satu untuk orang baik. Satu untuk orang benar yang disebut firdaus. Satu untuk orang jahat yang tidak dinamai, namun digambarkan sebagai tempat siksaan… Setelah kebangkitan Kristus… orang-orang percaya dipresentasikan seperti masuk ke dalam hadirat Kristus pada saat mati… Mereka pergi ke firdaus, namun firdaus yang sekarang di atas (2 Kor. 12:2-4)…. Ketika Kristus bangkit, Ia membawa bersama-Nya… jiwa-jiwa semua orang benar di Hades (Efesus 4:8; Mazmur 68:18). Selanjutnya semua orang percaya pergi ke dalam hadirat Kristus pada saat mati, sementara orang-orang tidak percaya pergi ke Hades, seperti pada zaman P.L. [Perjanjian Lama] (Thiessen, ibid., p. 489).

Itulah apa yang terjadi pada jiwa orang Kristen ketika ia mati.

II. Kedua, kapan orang Kristen akan menerima tubuh kebangkitannya?

Rapture atau hari Pengangkatan lebih dikenal sebagai masa antara, sehingga saya akan menghabiskan sedikit waktu untuk membahas ini. Perhatikan I Tesalonika 4:15-17.

“Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangki; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (I Tesalonika 4:15-17).

Dr. John F. Walvoord berkata,

      Perikop utama tentang hari Pengangkatan adalah I Tesalonika 4:13-18. Paulus menggambarkan adegan ketika Tuhan datang secara jasmani dari sorga ke angkasa di atas bumi ini, dan mengeluarkan bunyi panggilan sangkala yang akan menjadi tanda bagi orang-orang Kristen yang telah mati untuk dibangkitkan. Sesaat kemudian, orang-orang Kristen yang masih hidup juga akan diangkat bersama dengan mereka yang telah dibangkitkan untuk berjumpa Tuhan di angkasa. Sekali mereka berjumpa Tuhan di angkasa, mereka pergi ke sorga dalam pemenuhan nubuatan tentang pergi ke rumah Bapa (Yohanes 14:2-3). I Korintus 15 menyingkapkan lagi tentang hari Pengangkatan ini, mengatakan bahwa tubuh manusiawi dari baik [orang-orang Kristen] yang telah mati dan mereka yang masih hidup diubahkan dalam sekejab ke dalam tubuh yang sesuai untuk sorga, 15:51-52 (John F. Walvoord, Ph.D., The Rapture, Prophecy Study Bible, AMG publishers, 2000, hlm. 1152).

III. Ketiga, akankah orang-orang Kristen diadili?

Ya, orang-orang Kristen akan diadili untuk pekerjaan mereka. Perhatikan II Korintus 5:10-11.

“Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu” (II Korintus 5:10-11).

Dr. Erwin Lutzer berkata,

Juruselamat kita akan memperhatikan yang benar dan adil, namun tidak akan mengedipkan mata pada ketidaktaatan kita… Jika kita mengambil perkataan Paulus tentang penilaian, kita harus menghadapi kemungkinan teguran serius oleh Kristus dan kehilangan upah atau hak istimewa kita… Orang-orang yang setia akan memiliki hak istimewa untuk memerintah bersama Kristus (Wahyu 3:21); orang-orang yang tidak akan ditegur dan diberikan tanggung jawab yang lebih rendah [dalam Kerajaan di bumi]… semua akan menikmati keadaan kekal dan berkontribusi bagi kehormatan dan pujian Tuhan kita (Erwin Lutzer, D.D., The Judgment Seat of Christ, Prophecy Study Bible, ibid., hlm. 1247).

IV. Keempat, apa yang akan orang-orang Kristen lakukan pada zaman Kerajaan itu?

Silahkan membuka Wahyu 20:1-7.

“Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya. Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya” (Wahyu 20:1-7).

Perikop ini mengajarkan faham premillennial. Orang-orang Kristen mula-mula benar dengan mengatakan bahwa Wahyu 20:1-7 ini adalah harfiah. Kristus akan datang kembali ke dunia ini dan mendirikan Kerajaan-Nya di Yerusalem, mendirikan tahta Daud. Orang-orang Kristen sejati akan mengikut Kristus turun dari Sorga ketiga untuk mendirikan Kerajaan-Nya di bumi selama 1,000 tahun. Ini dijelaskan dalam Zakharia 14:4-9.

Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan. Maka tertutuplah lembah gunung-gunung-Ku, sebab lembah gunung itu akan menyentuh sisinya; dan kamu akan melarikan diri seperti kamu pernah melarikan diri oleh karena gempa bumi pada zaman Uzia, raja Yehuda. Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia. Maka pada waktu itu tidak akan ada lagi udara dingin atau keadaan beku, tetapi akan ada satu hari--hari itu diketahui oleh TUHAN--dengan tidak ada pergantian siang dan malam, dan malampun menjadi siang. Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem; setengahnya mengalir ke laut timur, dan setengah lagi mengalir ke laut barat; hal itu akan terus berlangsung dalam musim panas dan dalam musim dingin. Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya” (Zakharia 14:4-9).

Kitab Wahyu berkata,

“Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi” (Wahyu 5:10).

V. Kelima, apa yang akan terjadi setelah Kerajaan 1,000 tahun Kristus di bumi?

Di akhir Kerajaan Kristus di bumi, dunia dan alam semesta ini akan binasa dalam api. Perhatikan
II Petrus 3:10-13.

“Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran” (II Petrus 3:10-13).

Pada waktu itu Allah akan menciptakan Langit baru dan bumi baru. Bukalah Wahyu 21:1.

“Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi” (Wahyu 21:1).

Kemudian Kota Suci, Yerusalem Baru, akan turun. Itu akan menjadi ibu kota dari Kerajaan Kristus di bumi. Bukalah kembali Wahyu 21:16 untuk ukuran dari Yerusalem Baru.

“Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama” (Wahyu 21:16).

Yerusalem Baru panjangnya seribu lima ratus mil, lebarnya seribu lima ratus mil dan tingginya seribu lima ratus mil. Jadi kota ini akan setara dengan wilayah dari pantai timur Amerika Serikat ke Sungai Misisipi di satu sisi dan dari perbatasan Kanada sampai ke Teluk Mexico di sisi lain. Selain panjang dan luas, kota ini memiliki ketinggian seribu lima ratus mil. Ini akan memiliki ratusan kisah naik ke puncaknya. Dr. Paul Lee Tan memperkirakan bahwa Yerusalem Baru akan “menampung 75 milyar penduduk” (Prophecy Study Bible, ibid.,hlmp. 751). Mr. Griffith, silahkan menyanyikan bait ketiga dari lagu “The Pearly White City.”

Tiada sakit hati dikenal di kota itu,
   Tiada air mata pernah membasahi mata,
Tiada kekecewaan di sorga,
   Tiada iri hati dan perselisihan di sorga,
Orang-orang kudus semua dikuduskan sepenuhnya,
   Mereka hidup dalam manisnya harmoni di sana;
Hatiku sekarang tertuju pada kota itu,
   Dan suatu hari berkatnya akan ku bagikan.
Di kota yang terang itu, kota putih bak mutiara,
   Aku memiliki istana, jubah dan mahkota,
Sekarang ku sedang menanti, menunggu, dan merindukan,
   Kota putih yang Yohanes lihat akan turun
(“The Pearly White City” oleh Arthur F. Ingler, 1902).

Dr. Tan juga berkata, “Ibrani 12:22-24 mendaftarkan penduduk kota itu” (ibid.). Ia berkata, “Yerusalem Baru [akan termasuk] para malaikat, Jemaat, Allah sang Hakim, Orang-Orang Kudus Perjanjian Lama, dan Yesus sang Pengantara” (ibid.). Anehnya, Dr. Tan meninggalkan hal terakhir yang ditekankan dalam daftar tersebut. Bukalah Ibrani 12:22-24. Apakah hal terakhir yang didaftar di sana? “Darah pemercikan.” Namun John MacArthur, dalam bukunya yang berjudul The Glory of Heaven, meninggalkan Yesus dan “darah pemercikan.” Dr. MacArthur berkata bahwa perikop dalam Ibrani 12 adalah suatu perikop “menarik tentang sorga.” Kemudian ia mengutip Ibrani 12:22-23. Namun ia meninggalkan semua dari ayat 24! (lihat John F. MacArthur, The Glory of Heaven, Crossway Books, 1996, hlm. 104). Saya tidak dapat mengerti mengapa seseorang harus meninggalkan “Yesus sang Pengantara” dan “darah pemercikan.” Bagi saya Yesus dan Darah-Nya ada di antara hal-hal yang paling penting di Sorga!

Apakah harapan yang kita miliki tanpa Yesus? Apakah harapan yang kita miliki tanpa Darah-Nya yang mahal? Saya hanya dapat berkata bahwa Injil tanpa Kristus dan tanpa Darah bukanlah Injil yang sejati! Spurgeon yang tersohor berkata,

Ada beberapa pengkhotbah yang tidak mengkhotbahkan darah Yesus Kristus, dan saya memiliki satu hal untuk dikatakan kepada Anda berhubungan dengan mereka – jangan pernah pergi untuk mendengarkan mereka! Jangan pernah mendengarkan mereka! Suatu pelayanan yang tidak memiliki darah di dalamnya tidak ada kehidupan, dan pelayanan yang mati tidak baik bagi siapapun (C. H. Spurgeon, “Freedom Through Christ’s Blood,” August 2, 1874).

Selama saya masih bernafas, saya akan mengkhotbahkan Injil lama tentang Kristus yang telah disalibkan dan bangkit, dan menyucikan kita dari dosa dengan Darah-Nya yang mahal! Di “Yerusalem sorgawi” kita akan bersukacita menyambut “Yesus sang Pengantara perjanjian baru” dan “darah pemercikan.” Dan untuk selama-lamanya kita akan memuji “Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya” (Wahyu 1:5).

Sekarang saya bertanya kepada Anda pagi ini, apakah Anda sudah siap ke Sorga? Dosa-dosa Anda harus disucikan oleh Darah Yesus, atau Anda tidak akan pernah masuk ke sana untuk selama-lamanya. Anda harus percaya Yesus, “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29). Datanglah kepada Yesus dengan iman. Berpalinglah dari dosa dan percayalah kepada Yesus, Anak domba Allah. Ia akan menyucikan Anda dari segala dosa dengan Darah-Nya yang mahal! Silahkan berdiri dan menyanyikan himne nomer 6 pada lembar lagu Anda, “Are You Washed in the Blood?”

Sudahkah engkau datang kepada Yesus untuk kuasa yang menyucikan?
Apakah engkau telah disucikan di dalam darah Anak Domba?
Apakah engkau sepenuhnya percaya di dalam anugerah-Nya saat ini?
   Apakah engkau telah disucikan di dalam darah Anak Domba?
Apakah engkau telah disucikan di dalam darah, di dalam darah Anak Domba yang sucikan jiwa?
   Apakah pakaianmu tanpa noda? Apakah pakaianmu putih bagaikan salju?
Apakah engkau telah disucikan di dalam darah Anak Domba?

Ketika sang Mempelai datang sudah putihkah jubahmu?
   Apakah engkau telah disucikan di dalam darah Anak Domba?
Akankah jiwamu siap menuju istana terang itu?
   Apakah engkau telah disucikan di dalam darah Anak Domba?
Apakah engkau telah disucikan di dalam darah, di dalam darah Anak Domba yang sucikan jiwa?
   Apakah pakaianmu tanpa noda? Apakah pakaianmu putih bagaikan salju?
Apakah engkau telah disucikan di dalam darah Anak Domba?

Lepaskan pakaianmu yang ternoda oleh dosa.
   Dan berilah disucikan di dalam darah Anak Domba.
Ada mata air yang mengalir bagi jiwa yang kotor,
   Oh berilah disucikan di dalam darah Anak Domba!
Apakah engkau telah disucikan di dalam darah, di dalam darah Anak Domba yang sucikan jiwa?
   Apakah pakaianmu tanpa noda? Apakah pakaianmu putih bagaikan salju?
Apakah engkau telah disucikan di dalam darah Anak Domba?
   (“Are You Washed in the Blood?” oleh Elisha A. Hoffman, 1839-1929).

Dr. Chan, silahkan maju ke depan dan berdoa bagi mereka yang membutuhkan keselamatan.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Ibrani 12:22-24.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Pearly White City” (oleh Arthur F. Ingler, 1902).


GARIS BESAR KHOTBAH

JAWABAN-JAWABAN ALKITAB TERHADAP PERTANYAAN-PERTANYAAN TENTANG SORGA

BIBLE ANSWERS TO QUESTIONS ABOUT HEAVEN

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Tetapi seperti ada tertulis: ‘Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.’ Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah” (I Korintus 2:9-10).

(Yesaya 66:22; Yohanes 14:2, 3; Wahyu 21:22; Yesaya 64:4)

I.   Pertama, apa yang terjadi ketika orang Kristen mati? II Korintus 5:8; Filipi 1:23; Lukas 16:22-26, II Korintus s 12:2, 4; Efesus 4:8, 9; II Korintus 5:6, 8.

II.  Kedua, kapan orang Kristen akan menerima tubuh kebangkitannya?
I Tesalonika 4:15-17.

III. Ketiga, akankah orang-orang Kristen diadili? II Korintus 5:10-11; Wahyu 3:21.

IV. Keempat, apa yang akan orang-orang Kristen lakukan pada zaman Kerajaan itu? Wahyu 20:1-7; Zakharia 14:4-9; Wahyu 5:10.

V.  Kelima, apa yang akan terjadi setelah Kerajaan 1,000 tahun Kristus di bumi?
II Petrus 3:10-13; Wahyu 21:1, 16; Ibrani 12:22-24; Wahyu 1:5;
Yohanes 1:29.