Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




DESKRIPSI TENTANG PENEBUSAN

(KHOTBAH NOMER 9 DARI YESAYA 53)
A DESCRIPTION OF THE ATONEMENT
(SERMON NUMBER 9 ON ISAIAH 53)
(Indonesian)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles Pada Kebaktian Pagi, 7 April 2013

“Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? [dalam KJV, and who shall declare his generation?] Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah” (Yesaya 53:8).


Dalam ayat sebelumnya Yesaya menjelaskan kepada kita tentang keterdiaman atau kebungkaman Kristus,

“Dia seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu [diam] di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya” (Yesaya 53:7).

Dr. Edward J. Young berkata, “Setelah menekankan kesabaran Kristus yang tetap diam dalam penderitaan-Nya, selanjutnya nabi memberikan deskripsi yang lebih detail tentang penderitaan itu” (Edward J. Young, Ph.D., The Book of Isaiah, Eerdmans, 1972, volume 3, hal. 351).

“Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? [dalam KJV, and who shall declare his generation?] Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah” (Yesaya 53:8).

Ayat ini secara alami dapat dibagi ke dalam tiga poin deskripsi tentang (1) penderitaan Kristus, (2) generasi pada zaman Kristus, dan (3) penebusan Kristus bagi dosa-dosa kita.

I. Pertama, ayat ini memberikan deskripsi tentang penderitaan Kristus.

“Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil… Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup” (Yesaya 53:8).

Kristus ditangkap di Taman Getsemani. Ia dibawa oleh orang-orang itu kepada para imam kepala. Mereka membawa Dia ke hadapan Kayafas, imam besar, dan ke hadapan Sanhedrin, mahkaman agama Yahudi. Ia dihakimi dalam pengadilan ini berdasarkan kesaksian-kesaksian palsu. Yesus berkata,

“Mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit” (Matius 26:64),

Maka imam besar itu berkata,

“Bagaimana pendapat kamu?" Mereka [anggota Sanhedrin itu) menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati!" Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia” (Matius 26:66-67).

“Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus” (Matius 27:1).

Namun mereka tidak memiliki otoritas resmi di bawah hukum Romawi untuk melakukan itu, sehingga,

“Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri [Romawi] itu” (Matius 27:2).

Setelah Pilatus menanyai Yesus,

“Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan”
       (Matius 27:26).

Jadi, bagian dari ayat kita ini telah tergenapi,

“Sesudah penahanan dan penghukuman [dihadapan imam besar, dan kemudian di hadapan Pilatus] ia terambil… Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup [melalui kematian-Nya di kayu Salib]” (Yesaya 53:8).

Penahanan Yesus oleh orang-orang Yahudi dan oleh Pilatus telah menggenapi perkataan-perkataan ini, “Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil.” Penghakiman di hadapan Kayafas, dan kemudian di hadapan Pilatus, telah menggenapi frase ini, “sesudah penghukuman.” Ia diambil dari penahanan atau penjara dan dari penghakiman untuk dibawa ke sebuah bukit yang bernama Kalvari, tempat di mana Ia disalibkan dan mati di atas kayu Salib, jadi ini menggenapi frase ini, “Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup.”

Dr. Gill berkata,

Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil; itu adalah, hidup-Nya diambil secara kejam, di bawah pengadilan yang tanpa bukti; sedangkan [yang sebenarnya] adalah ketidak-adilan terburuk telah dijatuhkan atas-Nya; tuduhan yang tidak benar dilontarkan kepada Dia, para saksi palsu [yang disuap untuk mengucapkan sumpah palsu, selanjutnya mengucapkan sumpah palsu melawan Dia], dan hidup-Nya terambil oleh tangan-tangan orang jahat [seperti yang dijelaskan] dalam Kisah Rasul 8:32, [“Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya”]. Dalam kehinaan Ia terambil dari penghukuman-Nya; Pengadilan yang tidak seperti pada umumnya diperlakukan atas Dia (John Gill, D.D., An Exposition of the Old Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, volume V, hal. 314).

Seperti teks kita berkata,

“Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil… Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup…” (Yesaya 53:8).

II. Kedua, ayat ini memberikan deskripsi tentang generasi pada zaman Kristus.

Di tengah-tengah ayat ini ada kalimat yang agak sukar untuk dijelaskan,

“Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? [dalam KJV, and who shall declare his generation?] Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup…” (Yesaya 53:8).

“Tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?” [dalam KJV “and who shall declare his generation?”] Dr. Gill berkata bahwa frase ini berbicara “tentang zaman [atau generasi pada zaman Ia hidup], dan orang-orang yang hidup pada zaman-Nya itu, orang-orang yang berlaku barbar terhadap Dia, dan kejahatan mereka seperti tidak bisa dijelaskan [sepenuhnya] dengan mulut, atau [sepenuhnya] dapat dijelaskan dengan pena manusia” (Gill, ibid.). Ini membuat mata kita terkesimak, dan membuat hati kita menangis, ketika kita membaca tentang kekejaman dan ketidak-adilan yang mereka jatuhkan terhadap Anak Allah yang tidak membahayakan siapapun! Seperti Joseph Hart meletakkannya dalam lagunya yang penuh kesedihan,

Lihat betapa tenangnya Yesus berdiri,
   Terhina di [tempat yang sangat mengerikan ini]
Orang-orang berdosa telah membelenggu tangan Yang Mahakuasa
   Dan meludahi wajah Pencipta mereka

Dengan duri menusuk dan melukai kepala-Nya
   Mengalir darah dari setiap luka itu;
Punggung-Nya yang penuh dengan luka cambukan,
   Namun cambuk yang lebih tajam menusuk jantung-Nya.

Dipakukan di kayu terkutuk dalam keadaan telanjang,
   Menjadi tontonan bumi dan sorga,
Tontonan luka menganga dan darah,
   Luka dari keajaiban kasih!
(“His Passion” oleh Joseph Hart, 1712-1768;
   untuk lagu “‘Tis Midnight, and on Olive’s Brow”).

John Trapp (1601-1669) berkata, “Siapa yang dapat menjelaskan atau menguraikan generasi pada zaman-Nya? [Siapa yang dapat menjelaskan] kejahatan orang-orang yang hidup pada zaman Dia” (John Trapp, A Commentary on the Old and New Testaments, Transki Publications, 1997 reprint, volume 3, hal. 410).

Dengan terminologi manusia, sulit untuk menjelaskan ini, mengapa para pemimpin Yahudi ingin menyalibkan Yesus, dan mengapa para prajurit Romawi, “memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya... Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan” (Markus 15:19-20).

“Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh” (Kisah Rasul 13:28).

Sebagaimana dikatakan oleh John Trapp, “Siapa yang dapat menjelaskan atau menguraikan generasi pada zaman-Nya?... kejahatan orang-orang yang hidup pada zaman Dia”

“Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? [dalam KJV, and who shall declare his generation?] Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup…” (Yesaya 53:8).

Dr. Young berkata, “Kata kerja ini [menyatakan] menyiratkan suatu perenungan atau memikirkan sesuatu dengan serius… Mereka seharus mempertimbangkannya [arti kematian-Nya], namun mereka tidak melakukan itu (Young, ibid., hal. 352).

Bagaimana ini bisa berbeda dengan kondisi hari ini? Jutaan manusia telah mendengar tentang kematian Yesus di kayu Salib tanpa memikirkannya dengan serius arti kematian itu. “Mereka seharus mempertimbangkannya, namun mereka tidak melakukan itu.” Siapa yang memikirkan tentang penyaliban Yesus dengan mendalam? Apakah itu Anda? Apakah Anda menghabiskan waktu untuk berpikir tentang kematian Kristus dan apa artinya itu bagi Anda?

“Siapa yang dapat menjelaskan atau menguraikan generasi pada zaman-Nya?... kejahatan orang-orang yang hidup pada zaman Dia,” kata John Trapp. Namun orang-orang yang menyalibkan Yesus sugguh sangat mirip dengan orang-orang yang belum bertobat hari ini. Orang-orang hari ini tidak ingin memikirkan tentang pentingnya kematian Kristus dengan serius. Ketika film “The Passion of the Christ” diputar di bioskop banyak komentator berita berkata bahwa film itu akan memiliki dampak yang mendalam bagi orang-orang yang menontonnya. Mereka mengatakan bahwa itu akan memicu kebangkitan kembali minat terhadap Injil. Beberapa dari mereka mengatakan itu akan menyebabkan banyak sekali anak muda kembali datang ke gereja.

Film itu tayang di tahun 2004. Itu sudah Sembilan tahun yang lalu. Kita telah memiliki banyak waktu untuk melihat apakah yang pernah dikatakan oleh para komentator itu benar. Realitas penderitaan Kristus yang sangat mengerikan yang digambarkan dalam film itu memang telah memiliki dampak psikologis bagi banyak orang yang menontonnya. Namun kita dapat melihat sekarang bahwa itu tidak membuat kesan abadi pada orang-orang yang menontonnya. Mereka kembali ke dalam kehidupan mereka yang egois dan penuh dosa.

Anda lihat, itulah esensi dosa. Orang-orang yang belum bertobat hanya dapat mengalami sedikit kesedihan atas penderitaan Kristus. Namun, itu hanya penyesalan yang sangat sementara. Mereka kembali “berselancar di dunia maya” selama berjam-jam, demi kerakusan mereka untuk mendapatkan banyak uang, kehidupan tanpa Tuhan, permainan games tiada akhir, tidak ada waktu datang ke gereja pada hari Minggu, berpikir sangat sedikit tentang Allah yang telah menciptakan mereka, dan Kristus yang telah menderita di kayu Salib untuk menyelamatkan mereka. “Tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?” Mengapa, orang-orang yang hidup pada waktu Yesus disalibkan hampir sama seperti orang-orang pada generasi Anda ini! Mereka adalah sekelompok orang yang mencintai diri sendiri, orang-orang jahat yang tidak mengenal Allah, yang hidup untuk hal yang tidak lebih dari pada kesenangan yang penuh dosa. Dan bukankah itu merupakan gambaran sempurna dari generasi Anda juga? Dan jika Anda benar-benar jujur dengan diri Anda sendiri, bukankah itu juga merupakan gambaran sempurna tentang diri Anda sendiri? Setelah semua, berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk memikirkan tentang Allah? Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk berdoa setiap hari? Seberapa banyak pencurahan darah Kristus di kayu salib berdampak bagi kehidupan Anda setiap hari? Jika Anda jujur dengan diri Anda sendiri, saya pikir Anda seharusnya berkata bahwa Anda sesungguhnya tidak berbeda dengan orang-orang yang menolak Kristus, menyalibkan Dia, dan menjalani hidup menuju kehidupan yang mementingkan diri sendiri. Itu adalah esensi dosa. Itu adalah natur dosa. Itu adalah bukti bahwa Anda seorang berdosa, dan bahwa Anda sama bersalahnya seperti orang-orang pada zaman Kristus. Bahkan walaupun Anda datang ke gereja setiap Minggu, Anda hanya “secara lahiriah menjalankan ibadah” (II Timotius 3:5). Bukankah itu kebenaran tentang Anda? Bukankah benar bahwa Anda “telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”? (Roma 3:23). Dan karena semua hal ini adalah kebenaran tentang Anda, bagaimana Anda dapat lari dari murka dan penghakiman Allah yang Mahakuasa? Rev. Iain H. Murray, dalam buku barunya yang membahas tentang kehidupan Dr. Martyn Lloyd-Jones, berkata,

      Bagi Dr. Lloyd-Jones mengkhotbahkan bahaya riil dari kesalahan-kesalahan manusia di hadapan Allah berarti telah memberitakan kepastian dari murka ilahi, murka yang telah berada di atas orang-orang yang belum bertobat dan yang belum masuk ke dalam penghukuman dosa di nereka… tempat mereka di mana ‘ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam’ (Iain H. Murray, The Life of Martyn Lloyd-Jones, The Banner of Truth Trust, 2013, hlm. 317).

III. Ketiga, ayat ini menjelaskan arti yang lebih mendalam tentang arti penderitaan Kristus.

Mari kita berdiri dan membaca Yesaya 53:8 dengan suara keras, perhatikanlah dengan seksama kalimat terakhir dari ayat ini, “Karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.”

“Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? [dalam KJV, and who shall declare his generation?] Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah” (Yesaya 53:8).

Silahkan duduk kembali.

Dr. Merrill F. Unger berkata,

Selama tujuh belas abad [interpretasi pasal ini berhubungan dengan Mesianik] hanya interpretasi di antara orang-orang Kristen [dan] para pemimpin Yahudi mengabaikan penjelasan pasal ini oleh karena penggenapan pasal ini hanya dapat dijelaskan di dalam Kristus (Unger, ibid., p. 1293).

Hari ini banyak sarjana Yahudi berkata bahwa seluruh pasal ini berhubungan dengan penderitaan orang-orang Yahudi, bukan untuk Kristus. Namun ini tidak dapat dibenarkan berhubungan dengan arti dari ayat kita ini, karena ayat ini dengan jelas berkata, “Karena pemberontakan [dosa] umat-Ku ia kena tulah” (Yesaya 53:8). Tentang kalimat ini, “Karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah,” Dr. Henry M. Morris berkata, “Ia telah mati bagi ‘umat-Ku’ – itu adalah Israel – menunjukkan bahwa [Kristus] dalam perikop ini bukan Israel, seperti sangkaan banyak orang” (Henry M. Morris, Ph.D., The Defender’s Study Bible, Word Publishing, 1995, hal. 767). Jadi, arti yang benar bukanlah bahwa orang-orang Yahudi yang kena tulah, namun sesungguhnya bahwa Kristus kena tulah menggantikan tempat mereka, karena dosa-dosa mereka, untuk membayar penghukuman bagi dosa mereka, dan karena dosa-dosa kita. Ia mati untuk membayar dosa kita!

Dr. John Gill memberikan interpretasi yang jelas, penerapan dari kalimat ini “Karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah,” untuk orang Yahudi dan juga orang-orang Kristen yang dipilih – menunjukkan bahwa Kristus kena tulah baik untuk dosa-dosa Israel maupun dosa-dosa “umat-Nya” yaitu orang-orang Kristen (Gill, ibid., hal. 314). Saya secara pribadi berpikir bahwa Dr. Gill memberikan arti yang benar tentang kalimat ini,

“Karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah” (Yesaya 53:8).

Kristus “kena tulah” di kayu Salib untuk membayar dosa-dosa umat-Nya, entah mereka adalah orang Yahudi maupun Yunani. Kematian-Nya adalah sebagai substitutionary (penggantian penebusan atau kematian menggantikan orang lain), Kristus mati untuk membayar dosa-dosa kita. Itu adalah propitiatory (pendamaian), meredakan murka Allah terhadap orang berdosa.

Namun ada suatu syarat. Karena Kristus membayar dosa-dosa Anda, maka Anda harus datang kepada Dia melalui iman dan mau dipertobatkan. Pembayaran dosa yang dilakukan Kristus tidak akan menyelamatkan orang yang gagal datang kepada Yesus melalui iman dalam pertobatans sejati. Hanya ketika Anda dipertobatkan maka dosa –dosa Anda dihapuskan dari catatan Allah oleh Darah Yesus.

Mungkin saja Anda dapat mengetahui semua fakta dalam ayat ini namun masih terhilang. Iblis memiliki pengetahuan penuh tentang fakta-fakta ini, namun itu tidak menyelamatkan mereka. Rasul Yakobus berkata, “setan-setanpun [iblis] juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar” (Yakobus 2:19). Iblis hanya memiliki “pengetahuan di kepala” tentang kematian Kristus untuk menebus dosa. Anda harus melangkah lebih jauh lagi agar diselamatkan. Anda harus mengalami suatu perjumpaan pribadi dengan Kristus yang telah bangkit. Anda harus dipertobatkan oleh tindakan anugerah Allah, atau Anda akan pergi ke Neraka bersama dengan ingatan pemikiran Anda tentang penyaliban-Nya.

Perhatikanlah Dr. A. W. Tozer ketika ia berbicara menentang “decisionimse,” dan tanda pertobatan sejati. Dr. Tozer berkata,

Seluruh transaksi tentang pertobatan agama telah dibuat secara mekanik dan tanpa roh. Iman mungkin sekarang ditunjukkan tanpa getaran untuk kehidupan moral dan tanpa merasa malu untuk ego yang diwariskan Adam. Kristus mungkin “diterima” tanpa disertai dengan kasih yang sepesial bagi Dia dalam jiwa penerimanya (A. W. Tozer, D.D., The Best of A. W. Tozer, Baker Book House, 1979, hal. 14).

“Seluruh transaksi tentang pertobatan agama telah dibuat secara mekanik dan tanpa roh” – dan, Saya harus menambahkan bahwa itu sering tanpa Kristus! Para “decisionis” ingin agar Anda secara sederhana menaikkan doa singkat, dibaptis, dan selesai. Seringkali kematian dan kebangkitan Kristus jarang ditekankan. Kadang-kadang mereka mengabaikan sama sekali! Ini bukan apa yang Alkitab ajarkan. Alkitab mengajarkan bahwa Anda harus merasa bersalah atas dosa-dosa Anda, dan menemukan bahwa Anda tidak memiliki jalan untuk melarikan diri dari dosa dan konsekuwensinya selain melalui datang kepada Kristus, menyerahkan diri Anda sendiri dengan kepasrahan di hadapan Dia, dan percaya kepada Dia dengan segenap hati Anda. Dengan demikian, dan hanya dengan demikian, Anda akan mengetahui melalui pengalaman tentang apa yang nabi Yesaya maksudkan ketika ia berkata,

“Karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah” (Yesaya 53:8).

Ketika Anda menerima Yesus Kristus dengan iman, Darah-Nya menyucikan seluruh dosa Anda dan Anda dipertobatkan – namun bukan sebelum hal itu terjadi terhadap Anda. Tidak, itu tidak pernah sebelum peristiwa itu! Anda harus menerima Yesus Kristus jika Anda ingin dipertobatkan!

Mari kita berdiri bersama. Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang bagaimana percaya Yesus, silahkan tinggalkan tempat duduk Anda sekarang juga dan melangkah ke belakang ruangan ini. Dr. Cagan akan membawa Anda ke tempat yang tenang di mana kami dapat berbicara dengan Anda bagaimana menyerahkan diri kepada Kristus dan disucikan dari dosa Anda oleh Darah-Nya yang kudus! Mr. Lee, silahkan maju ke dalan dan berdoa bagi mereka yang telah berespon. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Yesaya 53:1-8.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Blessed Redeemer” (oleh Avis B. Christiansen, 1895-1985).


GARIS BESAR KHOTBAH

DESKRIPSI TENTANG PENEBUSAN

(KHOTBAH NOMER 9 DARI YESAYA 53)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? [dalam KJV, and who shall declare his generation?] Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.” (Yesaya 53:8).

(Yesaya 53:6-7)

I.   Pertama, ayat ini memberikan deskripsi tentang penderitaan Kristus,
Yesaya 53:8a; Matius 26:64, 66-67; 27:1-2, 26; Kisah Rasul 8:32.

II.  Kedua, ayat ini memberikan deskripsi tentang generasi pada zaman Kristus,
Yesaya 53:8b; Markus 15:19-20; Kisah Rasul 13:28; II Timotius 3:5;
Roma 3:23.

III. Ketiga, ayat ini menjelaskan arti yang lebih mendalam tentang arti
penderitaan Kristus, Yesaya 53:8c; Yakobus 2:19.