Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




YESUS DITIKAM, DIREMUKKAN DAN DIPUKUL

(KHOTBAH NOMER 6 DARI YESAYA 53)
JESUS WOUNDED, BRUISED AND BEATEN
(SERMON NUMBER 6 ON ISAIAH 53)
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 23 Maret 2013

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5).


Dua kata Yunani dalam Roma pasal satu mungkin digunakan untuk menunjukkan perbedaan antara pengetahuan tentang sesuatu dan memiliki pengetahuan penuh tentang hal itu. Kita diberitahu di dalam Roma 1:21 bahwa orang-orang zaman dulu “telah mengenal Allah.” Kata Yunani untuk “mengenal” ini adalah “gnosis.” Ini berarti bahwa mereja tahu tentang Allah. Namun Roma 1:28 mengatakan bahwa mereka tidak “mengakui Allah.” Kata untuk “mengakui” di sini adalah “epignosis.” Kata ini mendenotasikan suatu bentuk kekuatan dari gnosis [pengetahuan] itu, ekspresi pengetahuan penuh dengan pengaruh yang lebih kuat lagi (lihat W. E. Vine, An Expository Dictionary of New Testament Words, Revell, 1966, volume II, p. 301). Walaupun orang-orang zaman dulu mengenal tentang Allah [gnosis], mereka tidak memiliki pengenalan pribadi tentang Dia [epignosis].

Ketika kita melaksanakan ordinansi Perjamuan Tuhan, saya pikir dua kata Yunani dalam Roma pasal pertama ini mendeskripsikan beberapa dari Anda yang menyaksikan kita mengambil Perjamuan Tuhan, namun tidak dapat berpartisipasi untuk diri Anda sendiri karena Anda belum diselamatkan. Secara lahiriah dan secara mentalitas Anda tahu apa arti dari Perjamuan Tuhan, namun Anda tidak mengetahui maksudnya melalui pengalaman dengan mengalami Kristus yang dilambangkannya. Anda memiliki “pengetahuan” tentang itu (“gnosis” tentang itu), namun Anda tidak memiliki pengetahuan penuh (epignosis) tentang Kristus. Anda tidak mengenal Kristus itu sendiri.

Demikian juga halnya dengan ayat kita ini. Anda mengetahui bentuk lahiriah dari kata-kata ini dan apa artinya, namun Anda belum meresapi arti batiniahnya, pemahaman penuh tentangnya, agar dengan cara demikian ayat ini memiliki “pengaruh yang kuat” terhadap diri Anda (ibid). Oleh sebab itu, inilah tujuan saya, yaitu untuk menarik perhatian Anda untuk memahami ayat ini lebih mendalam, dengan harapan agar pengetahuan mental Anda tentang ayat ini diperdalam untuk memiliki pengalaman pribadi dengan Yesus Kristus.

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5).

Ini adalah ayat yang harus menguasai hati Anda jika Anda berharap untuk dipertobatkan. Saya berdoa kiranya ayat ini akan menggerakkan Anda dari sekedar pengetahuan di kepala saja kepada percaya yang sungguh-sungguh di dalam Yesus Kristus – yang telah mati di kayu salib untuk membayar dosa-dosa Anda. Ada tiga poin utama dalam ayat ini.

I. Pertama, Kristus tertikam oleh karena pemberontakan kita, diremukkan oleh karena kejahatan kita.

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita….” (Yesaya 53:5).

Kata pertama “tetapi” menunjukkan kontras antara ide palsu yang dijelaskan dalam ayat empat, bahwa Kristus mati sebagai akibat dari dosa-dosa dan kebodohan-Nya sendiri, dan fakta yang sebenarnya adalah bahwa Ia mati untuk membayar dosa-dosa kita. Dr. Edward J. Young adalah mantan ahli Perjanjian Lama. Beliau adalah sahabat dekat pendeta saya, Dr. Timothy Lin, yang juga mantan ahli Perjanjian Lama yang tersohor. Dr. Young berkata, “Penekanan yang lain ditemukan dalam kata ganti orang dia yang ditempatkan di bagian pertama, sehingga menunjukkan itu, dalam kontras untuk orang-orang yang sesungguhnya harus atau layak menerima penghukuman itu, dengan Ia yang menanggung dosa-dosa dan kesalahan. (Edward J. Young, Ph.D., The Book of Isaiah, William B. Eerdmans Publishing Company, 1972, volume 3, hal. 347).

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita….” (Yesaya 53:5).

Kata “tertikam” [dalam bahasa Inggris “wounded”] ini sangat menarik dan penting. Dr. Young berkata bahwa kata Ibrani untuk kata ini berarti “menusuk”, dan pada umumnya pikiran ini berbicara tentang menusuk sampai mati” (Young, ibid). Kata Ibrani ini berarti “menusuk,” “melubangi” (ibid). Itu juga yang nampak dalam Zakharia 12:10,

“Mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam” (Zakharia 12:10).

Ini adalah nubuatan tentang Kristus yang begitu jelas, yang kepala-Nya tertusuk mahkota duri, yang tangan serta kaki-Nya ditusuk oleh paku di kayu Salib, yang lambung-Nya ditikam dengan tombak Romawi. Seperti yang Rasul Yohanes jelaskan kepada kita,

“Seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air… supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci…. yang mengatakan: Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.” (Yohanes 19:34, 36, 37).

Dan, kemudian, ayat kita berkata, “dia diremukkan oleh karena kejahatan kita” (Yesaya 53:5). Kata Ibrani untuk “diremukan” [dalam bahasa Inggris “bruised”] di sini berarti “menghancurkan” [dalam bahasa Inggris “crushed”] (Young, ibid). Kristus dibuat memar dan remuk mulai di Taman Getsemani, malam sebelum Ia ditangkap, ketika Yesus

“sangat ketakutan…dan peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44).

Di Taman Getsemani, Kristus diremukkan di bawah beban dosa kita, yang ditimpakan atas Dia di sana.

Beberapa jam kemudian, Kristus diremukkan dan dihancurkan oleh pukulan dan hukuman cambuk. Setelah Ia menerima itu Ia langsung dipakukan di kayu Salib, dan kemudian lambungnya ditusuk dengan tombak. Namun arti yang lebih mendalam dari tikaman dan peremukan ini adalah bahwa beban dosa yang begitu besar ditimpakan atas-Nya, seperti yang Rasul Petrus katakan,

“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib…” (I Petrus 2:24).

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita….” (Yesaya 53:5).

Dr. Isaac Watts membuat itu jelas dalam lagu pujian yang ia ciptakan,

Sungguhkah karna dosaku
   Tersalib Almasih?
Betapa agung dan penuh
   Rahmat-Nya tak terpri!

Tak heran pudar sang surya
   Dan bumipun kelam
Di saat mati Khaliknya
   Mengganti yang kejam.
(“Alas! And Did My Saviour Bleed?”
      oleh Isaac Watts, 1674-1748/ Terjemahan Nyanyian Pujian No. 68).

II. Kedua, Kristus dihukum menggantikan kita.

Mari kita membaca kalimat ketiga dari ayat kita ini,

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya …” (Yesaya 53:5).

Saya membaca ayat itu selama bertahun-tahun tanpa memahami maksudnya dengan pasti. Dr. Delitzsch menerjemahkan ini, “penghukuman yang mendatangkan damai sejahtera kita” (C. F. Keil and F. Delitzsch, Commentary on the Old Testament, Eerdmans Publishing Company, 1973 reprint, volume VII, hal. 319). “Ini adalah damai sejahtera kita… kesejahteraan kita pada umumnya, keadaan kita yang terberkati, yang mena berbagai penderitaan ini…. menjamin keamanan” (ibid). Kata “ganjaran” ini berarti “penghukuman.” Dr. Young berkata, “Seseorang tidak memahami ayat ini jika ia menyatakan bahwa ganjaran [penghukuman] yang dijatuhkan atas [Kristus] adalah untuk tujuan pendamaian” (Young, ibid., hal. 349). Keadilan Allah yang dijatuhkan atas Kristus – mendamaikan dan menenangkan murka-Nya atas dosa. Dr. Gill berpikir lebih dalam yang banyak ahli tafsir modern takut memikirkan sampai di sana, namun ia melakukan yang benar, ketika ia berkata,

Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya; itu adalah, penghukuman karena dosa-dosa kita ditimpakan ke atas Dia, dengan cara demikian perdamaian dan rekonsiliasi kita dengan Allah telah dilakukan oleh Dia… dengan cara demikian murka Allah ditenangkan, keadilan Allah dipuaskan, dan perdamaian dibuat (John Gill, D.D., An Exposition of the Old Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, vol. I, hal. 312).

Rasul Paulus berbicara tentang Kristus sebagai “pendamai” murka Allah ketika ia menulis,

“Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya” (Roma 3:24-25).

Albert Midlane menjelaskan apa yang Rasul Paulus maksudkan dengan “pendamai” dalam lagu pujian yang tadi telah dinyanyikan oleh Mr. Griffith sebelum khotbah ini,

Tiada lidah yang dapat mengungkapkan murka yang Ia tanggung,
   Murka yang oleh karena aku;
Beban dosa; Ia tanggung semuanya,
   Tuk membebaskan orang berdosa.

Tak satu tetespun tinggal’
   “Sudah selesai,” adalah seruan-Nya;
Anggur asam campur empedu, Ia minum
   Cawan murka sungguh kering
(“The Cup of Wrath” by Albert Midlane, 1825-1909).

Kristus telah dihukum menggantikan kita, demi memuaskan keadilan murka Allah atas dosa-dosa Anda.

“Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya “ (Yesaya 53:5).

III. Ketiga, Kristus menyembuhkan dosa oleh bilur-bilur-Nya.

Mari kita berdiri dan membaca ayat ini dengan lantang, dan perhatian dengan teliti kalimat terakhir ini, “Dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5).

Silahkan duduk kembali.

“Dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Kata untuk “bilur-bilur” ini dalam bahasa Ibrani berarti “luka-luka” (Strong). Rasul Petrus mengutip ayat ini dalam I Petrus 2:24. Kata Yunani yang digunakan Petrus diterjamahkan “bilur-bilur.” Ini berarti “bekas-bekas tanda pukulan” (Strong). Saya percaya bahwa kalimat ini, “dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh,” dalam Yesaya 53:5 dan I Petrus 2:24 terutama berhubungan dengan bekas cambukan yang diterima Yesus, yang dilakukan oleh para prajurit, atas perintah Pilatus, wali negeri Roma di Yudea, beberapa saat sebelum Kristus disalibkan. Alkitab berkata,

“Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia” (Yohanes 19:1).

“Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan” (Matius 27:26).

Mengomentari kata Yunani yang diterjemahkan “disesah” ini, W. E. Vine berkata bahwa ini berbicara tentang “hukuman cambuk yang ditanggung oleh Kristus dan yang dilaksanakan atas perintah Pilatus. Di bawah penghukuman cambuk Romawi, orang itu ditelanjangi dan diikat dengan badan membungkuk di suatu tiang… Cambukannya dibuat dari kulit, dan ujungnya di beri kepingan-kepingan tulang yang tajam, yang mencabik atau merobek daging bagian punggung dan dada. Eusebius (Chronicles) mencatat apa yang telah ia saksikan berhubungan dengan penderitaan para martir yang mati di bawah penghukuman seperti itu” (W. E. Vine, An Expository Dictionary of New Testament Words, Fleming H. Revell Company, 1966 reprint, volume III, hal. 327, 328). Kata “disesah” juga digunakan oleh Yesus dalam nubuatan-Nya berhubungan dengan penderitaan-Nya yang akan segera datang, ketika Ia berkata,

“Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan…” (Matius 20:18-19).

Spurgeon memberikan komentar berhubungan dengan penyesahan Kristus ini:

Berdirilah, dan kemudian, lihat [Yesus] yang diikat di tiang Romawi, dan dicambuk dengan sangat kejam. Dengarkanlah suara pukulan yang sangat mengerikan [suara cambuk] itu, dari bekas luka-luka itu mengalir darah, dan lihatlah bagaimana Ia menjadi kesakitan yang menimpa tubuh-Nya yang terberkati. Kemudian perhatikan bagaimana jiwa-Nya juga tercambuk [terpukul]. Dengarkanlah bagaimana cambuk itu mencambuk roh-Nya, hingga hati-Nya yang paling dalam terluka oleh sisksaan itu, nyaris tak tertahankan, yang mana Ia menanggung semua itu untuk kita… renungkanlah tema khidmat ini, tanpa membiarkan pikiran mengembara, dan saya berdoa agar Anda dan saya mungkin dapat memikirkan bersama penderitaan [Yesus] yang tiada bandingnya ini sampai hati kita masing-masing meleleh di dalam diri kita untuk mengasihi Dia dengan sepenuhnya (C. H. Spurgeon, “Christopathy,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1976 reprint, volume XLIII, p. 13).

Lagi, Spurgeon berkata bahwa ini adalah oleh karena dosa kita sehingga Ia menderita sesahan dan disalibkan. Itu adalah untuk Anda dan saya sehingga Yesus mengalami luka-luka ketika Ia disesah, dan paku menembus tangan dan kaki-Nya ketika Ia disalibkan. Spurgeon berkata,

Kita pasti turut merasakan berbagai penderitaan-Nya. Oh, bahwa kita pasti sama bahwa “oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.” Anda memukul Dia, sahabatku, dan Anda melukai Dia; oleh sebab itu, jangan berhenti sampai Anda dapat berkata, “oleh bilur-bilur-Nya aku menjadi sembuh.” Kita harus memiliki [pengenalan] secara pribadi tentang penderitaan Orang [Yesus} ini jika kita mau disembuhkan [dari dosa-dosa kita] oleh bilur-bilur-Nya. Kita harus… meletakkan tangan kita di atas korban yang agung itu, dan menerimanya seperti [yang telah dilakukan bagi kita]; karena itu akan menjadi sesuatu yang malang [mengerikan] mengetahui bahwa Kristus [disesah], namun tidak mengetahui bahwa “oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh”… Tidak akan ada sesuatu yang diperlukan jika belum melihat dosa sebagai penyakit dalam pemandangan Allah (ibid., p. 14)…” Oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.” Ini bukan penebusan yang bersifat sementara; ini adalah obat yang [membawa] kepada kesehatan dan yang akan membuat jiwa [Anda] secara sempurna [sehat], hingga akhirnya, di antara orang-orang kudus di depan tahta Allah [di Sorga], orang itu akan bernyanyi bersama [banyak orang lainnya] “oleh bilur-bilur-Nya kami menjadi sembuh.” Kemuliaan hanya bagi Kristus yang telah mencurahkan darah-Nya! Segala hormat, dan kemuliaan, dan kuasa, dan pujian bagi Dia untuk selama-lamanya dan selama-lamanya. Dan marilah kita semua [yang telah diselamatkan dari dosa] berkata, “Amin dan amin” (ibid. p. 21).

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5).

Namun hanya sekedar mengetahui fakta-fakta ini tidak akan menyelamatkan Anda! Kecuali kebenaran-kebenaran tentang penderitaan Kristus dalam ayat ini memikat hati Anda, Anda tidak akan dipertobatkan! Biarkan ayat ini mencengkeram hati Anda. Biarkan kata-kata ini menggerakkan jiwa Anda.

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5).

Kiranya kata-kata ini menggerakkan hati Anda untuk percaya kepada Kristus, dan disembuhkan dari setiap dosa, sehingga Anda, juga dapat berkata, “Oleh bilur-bilur-Nya aku diselamatkan dari penghukuman dosa, sekarang dan selama-lamanya.” Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Pendeta: Yesaya 52:13-53:5.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Cup of Wrath” (oleh Albert Midlane, 1825-1909).


GARIS BESAR KHOTBAH

YESUS DITIKAM, DIREMUKKAN DAN DIPUKUL

(KHOTBAH NOMER 6 DARI YESAYA 53)
JESUS WOUNDED, BRUISED AND BEATEN
(SERMON NUMBER 6 ON ISAIAH 53)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5).

(Roma 1:21, 28)

I.   Pertama, Kristus tertikam oleh karena pemberontakan kita, diremukkan
oleh karena kejahatan kita, Yesaya 53:5a; Zakharia, 12:10;
Yohanes 19:34, 36, 37; Lukas 22:44; I Petrus 2:24.

II.  Kedua, Kristus dihukum menggantikan kita, Yesaya 53:5b;
Roma 3:24-25.

III. Ketiga, Kristus menyembuhkan dosa oleh bilur-bilur-Nya,
Yesaya 53:5c; Yohanes 19:1; Matius 27:26; 20:18-19.