Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




KRISTUS – DITOLAK OLEH MASSA

(KHOTBAH NOMER 3 DARI YESAYA 53)

CHRIST – REJECTED BY THE MASSES
(SERMON NUMBER 3 ON ISAIAH 53)
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Pagi, 10 Maret 2013

“Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya” (Yesaya 53:1-2).


Nabi Yesaya menjelaskan kepada kita bahwa hanya sedikit orang yang akan percaya pada beritanya tentang hamba Allah yang menderita itu dan hanya sedikit orang yang akan mengalami anugerah-Nya. Rasul Yohanes mengutip Yesaya 53:1 untuk menjelaskan ketidakpercayaan dari kebanyakan orang Yahudi pada zaman Kristus.

“Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: ‘Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan’” (Yohanes 12:37-38).

Rasul Paulus juga mengutip ayat ini 30 tahun setelah Kristus kembali naik ke Sorga, untuk menunjukkan bahwa mayoritas orang non Yahudi bahkan lebih sedikit lagi yang meresponi Tuhan Yesus Kristus dibandingkan dengan orang-orang Yahudi. Paulus berkata,

“Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya…. Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: ‘Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?’” (Roma 10:12, 16).

Tuhan Yesus Kristus sendiri menjelaskan kepada kita hal yang sama. Ia menjelaskan kepada kita bahwa jumlah orang yang percaya kepada-Nya untuk diselamatkan akan menjadi sangat sedikit,

“Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya” (Matius 7:14).

Kristus membuat poin yang sama ketika Ia berkata,

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

Orang-orang di dunia pada umumnya percaya bahwa hampir setiap orang akan menemukan jalan mereka ke Sorga. Namun Yesus berkata sebaliknya,

“Sedikit orang yang mendapatinya” (Matius 7:14).

“Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

Ini menjelaskan kebenaran yang dikumandangkan dalam ratapan Yesaya yang begitu menyedihkan,

“Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?” (Yesaya 53:1).

Kita mungkin bertanya mengapa itu demikian. Orang-orang Yahudi menantikan seorang penguasa yang luar biasa dan penuh kuasa, seorang raja yang perkasa dan mulia, untuk menjadi Mesias mereka, dan orang Yunani tidak menantikan Mesias sama sekali! Jadi, kita melihat bahwa umat manusia pada umumnya tidak mengharapkan Kristus untuk datang menjadi seorang Hamba yang lemah dan menderita, yang mati dalam kehinaan di kayu Salib untuk membayar dosa-dosa mereka.

Dalam Kisah Rasul pasal delapan, Sida-Sida dari Etiopia seperti dibutakan oleh fakta ini sama seperti para imam dan Farisi Yudaisme. Ia sedang membaca Yesaya pasal lima puluh tiga ini ketika penginjil Filipus menumpang di keretanya dalam perjalanan,

“Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu? Jawabnya: Bagaimanakah aku dapat mengerti…” (Kisah Rasul 8:30-31).

Orang Afrika ini telah sungguh-sungguh bertobat ke agama Yudaisme. Ia sangat mengenal Kitab Suci Perjanjian Lama, namun ia sama butanya seperti ahli-ahli Taurat Yahudi ketika ia membaca bagian dari Kitab Suci ini.

Saya melihat sepertinya banyak orang yang menolak berita ini seharusnya dapat melihat dari perikop ini bahwa Mesias, ketika Ia datang, tidak akan menjadi orang yang kaya dan terkenal, yang dikelilingi oleh kemegahan dan kemuliaan manusia, namun Ia akan datang sebagai “seorang yang penuh kesengsaraan,” menjadi orang yang “dihina dan dihindari orang.” Namun, walaupun kebenaran ini dengan jelas tertulis pada halaman Alkitab,

“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya [orang-orang Yahudi], tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya” (Yohanes 1:11).

Bangsa Israel, pada umumnya, tidak menerima Mesias mereka bahkan walaupun Ia dengan begitu sempurna dijelaskan di dalam nubuatan Alkitab ini. Dan nabi ini memberikan alasan kepada kita mengapa mereka menolak Dia di dalam ayat dua,

“Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya” (Yesaya 53:2).

Namun kita tidak harus menghakimi orang-orang Yahudi yang telah menolak Dia lebih kasar dari orang-orang non Yahudi, karena lebih banyak orang non Yahudi yang telah menolak Dia. Seperti yang Spurgeon katakan,

Ingat bahwa kenyataan orang Yahudi sama halnya dengan non Yahudi. Injil Kristus adalah hal yang paling sederhana di dunia ini, namun tak ada orang yang dapat memahaminya kecuali ia diajar [oleh] Allah… Dosa telah menyebabkan ketidakmampuan mental umat manusia untuk memahami hal-hal rohani… Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda buta juga?... Apakah Anda buta juga? Oh, jika benar demikian, kiranya [Allah] menuntun anda ke dalam iman di dalam Yesus (C. H. Spurgeon, “A Root out of Dry Ground,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1971 reprint, volume XVIII, pages 565-566).

Sekarang, kembali ke teks kita dalam ayat dua, kita akan melihat tiga alasan mengapa Yesus ditolak. Mari kita membaca ayat ini dengan lantang,

“Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya” (Yesaya 53:2).

I. Pertama, Kristus ditolak karena Ia nampak bagi manusia sebagai taruk, penghisap.

Sedikit orang yang percaya kepada Yesus karena fakta itu.

“Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN…” (Yesaya 53:2).

Atau, seperti Dr. Gill berkata, “Seperti taruk kecil, sepertinya kata ini menjelaskan tentang tunas yang bertumbuh dari akar atau cabang sebuah pohon… yang tidak diperhatikan atau tidak dipedulikan, atau juga sesuatu yang tidak diharapkan, dan gambaran ini mendenotasikan penampilan Kristus yang begitu [rendah] dan tidak menjanjikan pada saat [kelahiran]-Nya; dan inilah yang menjadi alasan mengapa orang-orang Yahudi pada umumnya tidak percaya, menolak dan menghina Dia” (John Gill, D.D., An Exposition of the Old Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, volume I, hal. 310-311).

“Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN…” (Yesaya 53:2).

Ini berarti bahwa Kristus dilahirkan dan tumbuh “di hadapan” Allah Bapa, yang memperhatikan Dia dan menguatkan Dia. Namun Dr. Young berkata, “Bagi manusia, bagaimanapun juga, hamba itu [Yesus] nampak sebagai suatu tunas... Manusia biasanya memotong tunas-tunas [yang tumbuh pada akar atau cabang pohon], karena tunas-tunas itu menghisap kehidupan dari pohon itu dan dalam pemandangan manusia itu harus dipangkas.” (Edward J. Young, Ph.D., The Book of Isaiah, William B. Eerdmans Publishing Company, 1972, volume 3, hal. 341-342).

Bukankah benar bahwa itu adalah alasan para imam kepala dan orang-orang Farisi ingin menyingkirkan Yesus? Mereka berkata,

“Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita” (Yohanes 11:48).

“Manusia biasanya memotong tunas-tunas [yang tumbuh pada akar atau cabang pohon], karena tunas-tunas itu menghisap kehidupan dari pohon itu dan dalam pemandangan manusia itu harus dipangkas.” (Young, ibid.). Mereka takut kalau mereka akan kehilangan identitas mereka sebagai bangsa Yahudi jika mereka percaya di dalam Dia. Sebagai “tunas,” tunas yang tumbuh pada akar atau cabang pohon, membuat mereka takut bila Ia akan “menghisap kehidupan dari pohon” bangsa mereka.

Dan bukankah itu sesungguhnya adalah alasan yang sama mengapa Anda menolak Dia? Pikirkanlah dengan mendalam tentang hal itu! Bukankah ini benar-benar berbicara tentang Anda – bahwa Anda takut kehilangan sesuatu yang nampak bagi Anda adalah sesuatu yang penting – jika Anda datang kepada Dia dan percaya kepada Dia? Bukankah benar bahwa Anda takut bila Kristus akan “mengambil kehidupan dari pohon itu,” bahwa Ia akan menyingkirkan sesuatu yang sangat penting bagi Anda?

Saya pernah meminta Dr. Cagan untuk mencarikan untuk saya satu salinan artikel yang pernah ditulis di The Saturday Evening Post pada bulan Oktober 1929. Itu adalah sebuah wawancara dengan seorang ahli fisika tersohor, Dr. Albert Einstein. Pewawancara bertanya kepadanya, “Apakah Anda menerima sejarah keberadaan Yesus?” Einstein menjawab, “Tidak diragukan lagi. Tak seorangpun dapat membaca Injil tanpa merasakan fakta kehadiran Yesus. Personalitas-Nya berdenyut dalam setiap kata. Tidak ada mitor yang dioenuhi dengan kehidupan seperti itu” (The Saturday Evening Post, October 26, 1929, p. 117). Einstein memiliki pandangan yang sangat tinggi tentang Kristus. Namun sungguh menyedihkan karena ia tidak pernah bertobat. Apa yang telah menghentikannya? Itu tentunya bukan masalah intelektual. Einstein adalah seorang pezinah, dan ia tidak ingin menyerahkan dosa itu. Sesederhana itu. Anda harus menyerahkan hal-hal tertentu untuk menjadi seorang Kristen yang sejati.

Sekarang, saya akan menjadi guru palsu jika saya mengatakan kepada Anda bahwa itu tidaklah benar. Jika saya mengatakan kepada Anda bahwa Anda dapat datang kepada Kristus tanpa kehilangan apa-apa, saya akan menjadi seorang pengkhotbah yang mengkhotbahkan doktrin yang palsu. Tentu ada harga yang harus dibayar untuk datang kepada Yesus! Dan hidup Andalah yang dibutuhkan untuk membayar itu! Bagaimana Kristus membuat ini menjadi lebih jelas? Ia berkata,

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Markus 8:34-37).

Bukankah ini sudah cukup jelas? Untuk datang kepada Kristus Anda harus menyangkal diri Anda sendiri, Anda harus menyerahkan ide-ide Anda sendiri, rencana-rencana, dan ambisi-ambisi anda sendiri. Anda harus membalikkan diri Anda sendiri ke atas Dia. Itulah apa artinya percaya kepada Kristys. Anda percaya kepada Dia – bukan diri Anda sendiri. Anda menyerahkan diri Anda sendiri kepada Dia – bukan kepada pikiran-pikiran dan tujuan-tujuan Anda sendiri. Anda “kehilangan” hidup Anda sendiri oleh karena menyerahkannya kepada Dia. Hanya ketika Anda kehilangan kehidupan Anda, dengan diserahkan kepada Kristus, maka hidup Anda itu diselamatkan untuk selama-lamanya.

Jadi, kata “taruk” ini menjelaskan bahwa Kristus adalah pemberi hidup dalam pemandangan Allah. Namun Ia adalah pengambil kehidupan dalam pemandangan manusia, dan oleh sebab itu banyak orang yang menolak Dia. Mereka tidak ingin Dia “mengambil” kehidupan mereka! Mereka takut menyerahkan kehidupan mereka dan membiarkan Dia mengendalikan kehidupan mereka.

II. Kedua, Kristus ditolak karena Ia nampak bagi manusia sebagai tunas dari tanah kering.

“Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering…” (Isaiah 53:2).

Waktu saya sudah hampir habis karena saya terlalu lama membahas poin pertama. Namun kita dapat dengan mudah melihat bagaimana Kristus dipandang sebagai “tunas dari tanah kering.” Dr. Young berkata,

Tanah kering mengacu kepada keadaan miskin yang melatarbelakangi hamba [Kristus] itu. Ini menegaskan sifat dari keadaan-keadaan yang sangat menyedihkan yang dialami oleh hamba itu dalam hidupnya… Tunas dari tanah kering harus berjuang untuk mempertahankan hidupnya (Young, ibid., p. 342).

Nubuatan ini mengacu kepada kemiskinan yang ditunjukkan dengan dari keluarga seperti apa Kristus dilahirkan. Ayah angkat-Nya hanyalah seorang tukang kayu. Ibu-Nya, Maria adalah seorang anak dara yang miskin. Ia lahir dalam kandang dan dibesarkan dalam kemiskinan, “seperti tunas dari tanah kering.” Ia melakukan pekerjaan-Nya semasa hidup-Nya di antara orang-orang miskin dan hina. Murid-murid-Nya hanyalah para penjala ikan. Ia ditolak oleh Raja Herodes, oleh gubernur Romawi, Pontius Pilatus, oleh para ahli Taurat yang terpelajar dan orang-orang Farisi, “sebagai tunas dari tanah kering.” Mereka mencambuki Dia sampai setengah mati, dan kemudian mereka memaku tangan dan kaki-Nya di kayu salib. Mereka membaringkan tubuh-Nya yang telah hancur dan mati ke dalam kubur pinjaman. Seluruh kehidupan-Nya di bumi, penderitaan-Nya dan kematian-Nya, seluruh hidup-Nya adalah “seperti tunas dari tanah kering.” Namun, Puji Tuhan, Ia telah bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga, “sebagai tunas dari tanah kering”! Seperti taruk yang tiba-tiba tumbuh setelah hujan badai yang hebat, demikian juga Kristus bertunas, hidup dari kematian, “seperti tunas dari tanah kering.” Haleluya!

Namun banyak orang tidak percaya kepada Dia. Mereka memandang Dia sebagai “penghisap kehidupan” dan “penyebab kematian orang Yahudi.”

“Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. …” (Yesaya 53:1-2).

III. Ketiga, Kristus ditolak karena Ia tidak tampan dan semarakpun tidak sehingga kita menginginkan-Nya.

Mari kita berdiri dan membaca ayat dua ini dengan suara keras.

“Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya” (Yesaya 53:2).

Silahkan duduk kembali.

Yesus “tidak tampan dan tidak memiliki semarak,” tidak memiliki penampilan luar yang agung dan mulia. Dr. Young berkata, “Ketika kita melihat hamba itu [Kristus], kita tidak menemukan ketampanan yang kita harapkan itu ada pada-Nya. Penilaian kita, dengan kata lain, adalah bahwa dari penampilan luarnya ini adalah gambaran yang menyedihkan. Hamba itu [Kristus] tinggal di tengah-tengah umat-Nya, dan di balik penampilan fisik-Nya, mata iman seharusnya melihat kemuliaan yang sesungguhnya, namun ketika melihat penampilan luar-Nya, Israel tidak menemukan ketampanan yang yang menarik mata… penampilan hamba itu [Kristus] yang seperti itu, dinilai dari persfektif yang salah, orang akan sepenuhnya salah menilai Dia” (Young, ibid.).

Penampilan luar Yesus tidak memiliki ketampanan dan kemuliaan yang dapat menarik dunia. Ia tidak menawarkan hal-hal yang menarik bagi kebanyakan orang. Ia tidak menawarkan kesuksesan atau ketenaran atau uang atau kesenangan duniawi. Sungguh sebaliknya. Di awal kebaktian kita ini Mr. Prudhomme telah membacakan bagian Kitab Suci ini yang menjelaskan kepada kita apa yang Kristus tawarkan.

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Markus 8:34-37).

Kristus menawarkan penyangkalan diri. Kristus menawarkan kehilangan kontrol atas hidup dan tujuan hidupnya sendiri. Kristus menawarkan keselamatan jiwa, pengampunan dosa, dan hidup yang kekal. Ada hal-hal yang tidak dapat diukur, hal-hal yang tidak dapat disentuh atau dilihat dengan perasaan atau penglihatan manusia, hal-hal yang bersifat rohani. Oleh sebab itu Kristus ditolak oleh orang-orang yang mata rohaninya belum dibuka oleh Allah, karena

“manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani” (I Korintus 2:14).

Namun saya ingin tahu, pada pagi ini, apakah Allah mungkin sedang berbicara kepada hati Anda. Saya ingin tahu apakah Allah mungkin berkata kepada Anda, “Walaupun tidak ada ketampanan sehingga kita menginginkan-Nya, namun Aku sedang menarik kamu kepada Anak-Ku.” Sudahkah Anda merasakan itu di dalam hati Anda? Sudahkah Anda merasakan bahwa dunia menawarkan sesuatu yang tidak lebih dari sekedar kesenangan yang bersifat sementara saja atau kesuksesan sesaat? Sudahkah Anda memikirkan tetang jiwa Anda? Sudahkah Anda berpikir tentang kemana jiwa Anda menghabiskan kekekalan jika Yesus tidak menyucikan dosa-dosa Anda dengan darah-Nya? Sudahkah Anda memikirkan semua hal ini adalah masalah penting? Dan, jika Anda sudah memikirkannya, maukah Anda datang dengan iman sederhana kepada Dia yang “tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya” (Yesaya 53:2). Maukah Anda berlutut di hadapan Yesus dari Nazareth, dan percaya kepada Dia dengan segenap hati Anda? Saya berdoa agar Anda melakukannya.

Marilah kita berdiri sementara Mr. Griffith menyanyikan kembali dua bait lagu yang telah ia nyanyikan tadi sebelum khotbah ini.

Kehendakku Yesus Tuhan, ku serahkan pada-Mu;
Permintaanku serahkan, kehendak-Mu jadilah.

Kehendak-Mu Yesus Tuhan, menghiburkan hatiku;
Hatiku tenang sentosa, karma Tuhan sertaku.
Jadilah kehendak Tuhan dalam kehidupanku!
Jadikan daku saksi-Mu yang memuliakan Nama-Mu!
   (“Take the World, But Give Me Jesus”
        oleh Fanny J. Crosby, 1820-1915/Terjemahan Nafiri Rohani, No. 186).

Jika Allah telah berbicara kepada hati Anda, dan Anda telah siap meninggalkan kemuliaan dan kesenangan dunia yang sesaat ini, dan jika Anda siap untuk menyerah kepada Yesus Kristus dan datang kepada Dia melalui iman, dan Anda ingin agar dosa-dosa Anda disucikan oleh Darah-Nya, dan jika Anda ingin berbicara dengan saya atau diaken kita tentang hal ini, maukah Anda menuju ke ruang belakang sekarang? Dr. Cagan akan mengantar Anda ke tempat yang nyaman di mana kita dapat berbicara tentang semua ini. Saya berdoa kiranya Anda mau datang dan diselamatkan dengan iman yang sederhana di dalam Yesus. Dr. Chan, mohon maju ke depan dan berdoa bagi mereka yang telah berespon. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Markus 8:34-37.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Take the World, But Give Me Jesus” (oleh Fanny J. Crosby, 1820-1915).


GARIS BESAR KHOTBAH

KRISTUS – DITOLAK OLEH MASSA

(KHOTBAH NOMER 3 DARI YESAYA 53)

CHRIST – REJECTED BY THE MASSES
(SERMON NUMBER 3 ON ISAIAH 53)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya” (Yesaya 53:1-2).

(Yohanes12:37-38; Roma 10:12, 16; Matius 7:14;
Lukas 13:24; Kisah Rasul 8:30-31; Yohanes 1:11)

I.   Pertama, Kristus ditolak karena Ia nampak bagi manusia sebagai taruk, penghisap, Yesaya 53:2a; Yohanes 11:48; Markus 8:34-37.

II.  Kedua, Kristus ditolak karena Ia nampak bagi manusia sebagai tunas
dari tanah kering, Yesaya 53:2b.

III. Ketiga, Kristus ditolak karena Ia tidak tampan dan semarakpun tidak
sehingga kita menginginkan-Nya, Yesaya 53:2c; Markus 8:34-37;
I Korintus 2:14.