Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




KELAPARAN AKAN FIRMAN!

A FAMINE OF THE WORD!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 3 Pebruari 2013

“‘Sesungguhnya, waktu akan datang,’ demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya. Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus” (Amos 8:11-13).


Amos berasal dari Tekoa, sebuah desa kecil dekat Laut Mati. Ia berasal dari padang gurun dari kerajaan Selatan, Yehuda. Namun Allah mengutusnya jauh ke utara, ke Kerajaan Israel, yang telah memisahkan diri dari Yehuda. Raja mereka, Yerobeam I, telah mendirikan rumah ibadah palsu di Betel. Amazia adalah imam dari tempat ibadah penyembahan berhala itu. Amos berkata bahwa penghakiman Alllah akan jatuh atas Yehuda. Khotbahnya yang berapi-api menyebabkan imam palsu Amazia itu menegornya. Charles L. Feinberg berkata,

Proklamasi langsung dari kehendak dan tujuan Allah seperti itu [selalu] tidak menyenangkan bagi orang yang belum dilahirbarukan dan manusia yang tidak mengenal Tuhan. Demikian juga yang terjadi pada zaman Amos. Firman Allah tidak disampaikan tanpa tantangan. Amazia, yang menjadi imam besar dari anak lembu emas di Betel, mendakwa nabi itu di hadapan [raja] Yerobeam… Amazia yang fasik itu mulai mendakwa dengan muatan tak berdasar tentang pengkhianatan dan termasuk kata peringatan bahwa revolusi atau provokasi akan muncul dari perkataan-perkataan nabi itu… Amazia mendistorsi perkataan-perkataan Amos sehingga itu tampak menjadi masalah pribadi melawan raja itu… Kemudian Amazia… menasehati nabi itu untuk melarikan diri ke negerinya sendiri, yaitu Yehuda… agar ia tidak bernubuat lagi di Betel… karena kota itu merupakan pusat agama dari kerajaan itu dan juga tempat tinggal sang raja (Charles L. Feinberg, Th.D., Ph.D., The Minor Prophets, Moody Press, 1982 edition, hlm. 113, 114).

Amos memberi jawab kepada imam kafir itu, dan berkata kepadanya,

Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel. Maka sekarang, dengarlah firman TUHAN! Engkau berkata: Janganlah bernubuat menentang Israel, dan janganlah ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak. Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan” (Amos 7:14-17).

Pada masa itu, nubuatan itu nampak begitu luar biasa. Bangsa itu sedang berada di puncak kemakmuran dan kekuatan. Namun Amos menyampaikan Firman Tuhan. Ia memberitakan empat penghukuman yang akan datang dari Allah. Penghukuman pertama atas Israel adalah bahwa mereka akan pergi ke dalam pembuangan sebagai budak.

“’Dan Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan jauh ke seberang Damsyik,’ firman TUHAN, yang nama-Nya Allah semesta alam” (Amos 5:27).

Penghukuman kedua dari Allah atas Israel adalah bahwa Israel akan menjadi reruntuhan.

“Bukit-bukit pengorbanan dari pada Ishak akan dilicintandaskan dan tempat-tempat kudus Israel akan diruntuhkan, dan Aku akan bangkit melawan keluarga Yerobeam dengan pedang” (Amos 7:9).

Penghukuman ketiga dari Allah adalah bahwa akan ada kematian di setiap tempat.

“Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu," demikianlah firman Tuhan ALLAH. "Ada banyak bangkai: ke mana-mana orang melemparkannya dengan diam-diam” (Amos 8:3).

Kematian akan ada di mana-mana. Sedikit orang yang tersisa akan melempar bangkai-bangkai mereka keluar kota dengan diam-diam. Namun penghukuman yang keempat dari Allah sangatlah berbeda dari yang lainnya. Perhatikan penghukuman keempat ini lagi.

“"Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya. Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus” (Amos 8:11-13).

Pikirkanlah tentang itu! Di akhir dari peringatan-peringatan tentang perbudakan, kehancuran dan kematian – klimaks dari penghukuman Allah akan menjadi suatu kelaparan akan mendengarkan firman Tuhan. Namun, dalam arti yang sangat riil, itu benar-benar penghukuman terburuk dari semua itu! Perbudakan, kehancuran, dan kematian dapat ditahankan. Namun hilangnya Firman Allah menghapus semua harapan.

Pastor Richard Wurmbrand (1909-2001) menghabiskan empat belas tahun dalam penjara Komunis di Romania. Ia disiksa dan ia kehilangan segalanya – segalanya, kecuali Firman Tuhan! Dan Firman Allah telah membuatnya bertahan melalui semua penderitaan dan siksaan itu! Pendeta Wang Mingdao (1909-1991) menghabiskan dua puluh tahun dalam penjara Komunis di China. Ketika seorang wartawan bertanya kepadanya apa yang menjadi hal yang paling penting baginya selama masa ia dipenjara, Wang menjawab, “Firman itu.” Orang-orang ini memiliki setiap perkataan dari Alkitab di dalam hati mereka, dan itu telah menguatkan mereka selama bertahun-tahun ketika mereka menghabiskan waktu di penjara karena iman mereka. Tidak ada penghukuman yang lebih besar bagi seorang individu, ataupun suatu bangsa, dari pada penghukuman Allah yang mengirimkan suatu kelaparan “akan mendengar firman Tuhan” (Amos 8:11). Itulah penghukuman yang diberikan dalam teks ini.

“‘Sesungguhnya, waktu akan datang,’ demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya” (Amos 8:11-12).

Jadi kita telah melihat latar belakang teks ini, dan penjelasan singkatnya. Namun ada dua hal yang saya ingin sampaikan dari teks ini.

I. Pertama, doktrin yang kita pelajari dari teks ini.

Allah berfirman, “Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, kelaparan… akan mendengarkan firman TUHAN.” Itu tidak akan terjadi karena suatu ketidaksengajaan. Allah berfirman, “Aku akan mengirim” kelaparan itu.

Kita tidak seharusnya berpikir bahwa kelaparan akan Firman ini mengacu kepada pembacaan Alkitab saja. Mereka jelas memiliki Taurat, lima kitab pertama dari Musa. Mereka tidak memilikinya di rumah mereka, karena itu ditulis dengan tangan dalam gulungan-gulungan. Namun mereka dapat mendengar kitab itu dibacakan pada hari Sabat. Kelaparan ini adalah kelaparan akan khotbah, suatu kelaparan akan khotbah kenabian yang memukul dengan keras. Dr. Feinberg berkata,

Allah di dalam kasih-Nya yang tak terbatas bagi Israel mengirim pesan-pesan untuknya melalui hamba-hamba-Nya untuk menariknya kembali ke dalam jalan-Nya sebagai umat pilihan-Nya dan mengikuti kehendak-Nya baginya. Namun para nabi ini… ditentang; pesan-pesan mereka dicemooh; dan mereka diminta untuk [berhenti berkhotbah]. Kemudian Tuhan mengatakan kepada [Yehuda] bahwa, karena mereka membenci Firman-Nya yang disampaikan melalui para nabi itu, ia tahu [akhir] dari semua komunikasi kenabian itu. Firman Tuhan akan ditarik dari mereka (Feinberg, ibid., hlm. 118).

Ketika orang-orang tidak ingin mendengar khotbah yang penuh Roh, Allah menariknya kembali – sebagai suatu penghukuman yudisial. Ada beberapa contoh tentang ini dalam Alkitab. Raja Saul menolak perkataan-perkataan nubuatan dari Samuel, dan Allah tidak lagi mau bicara kepadanya (I Samuel 28:6). Dalam Kitab Yehezkiel kita membaca,

“Ketakutan datang, dan mereka mencari keselamatan, tetapi tidak ada. Bencana demi bencana akan datang, kabar demi kabar akan tersiar. Mereka akan menginginkan suatu penglihatan dari nabi, pengajaran hilang lenyap dari imam, dan nasihat dari tua-tua” (Yehezkiel 7:25-26).

Lagi, Mikha 3:6, 7 berkata bahwa Allah akan menghakimi Yehuda dengan menghentikan para nabi dari berkhotbah. Dr. Feinberg berkata bahwa Allah mengakhiri khotbah kenabian sebagai suatu “pembalasan ilahi karena penentangan terhadap kebenaran seperti itu” (ibid.).

Imam Amazia yang fasik itu berkata kepada Amos, “Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan” (Amos 7:13). Dan oleh sebab itu, Allah menghukum Israel dengan mengirim kelaparan “akan mendengar firman Tuhan” (Amos 8:11).

Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus Kristus meratapi kota Yerusalem dengan berkata, “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi… Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi” (Matius 23:37, 38; 24:1). Pada kesempatan yang lain, setelah Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan setan di Gadara, “keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka” (Matius 8:34). Ia meninggalkan daerah mereka. Dan Ia tidak pernah kembali lagi. Mereka menolak Dia, dan Ia membiarkan mereka mati di dalam dosa-dosa mereka. Dalam Kitab Kisah Para Rasul “Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias” (Kisah Rasul 18:5).

“Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: ‘Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain’” (Kisah Rasul 18:6).

Dalam II Tawarikh pasal terakhir kita membaca tentang tipe penghukuman seperti ini lagi.

“Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya. Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan. TUHAN menggerakkan raja orang Kasdim melawan mereka. Raja itu membunuh teruna mereka dengan pedang dalam rumah kudus mereka, dan tidak menyayangkan teruna atau gadis, orang tua atau orang ubanan--semua diserahkan TUHAN ke dalam tangannya” (II Tawarikh 36:15-17).

Jadi kita melihat dari Alkitab bahwa Allah sering menghilangkan khotbah kenabian yang kuat sebagai suatu penghukuman ketika itu ditolak. Ini adalah suatu penghukuman yudisial dari Allah. Itu adalah doktrin yang kita pelajari dari teks kita.

II. Kedua, aplikasi dari teks ini.

“‘Sesungguhnya, waktu akan datang,’ demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya. Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus” (Amos 8:11-13).

Dr. Keith M. Bailey, Sekretaris Umum dari Aliansi Kristen dan Misionaris, pernah berkata demikian,

      Saya berpikir A. W. Tozer adalah seorang nabi. Ia dapat melihat jauh melampaui kebanyakan orang dari generasinya. Ia mampu membedakan dan menganalisis apa yang telah membusukkan jantung gereja. Dalam arti kenabian, ia berani berbicara kebenaran dengan pengurapan kemampuan dan kuasa (Dr. Keith M. Bailey dalam kata pengantar untuk buku I Call It Heresy! oleh Dr. A. W. Tozer, Christian Publications, edisi 1974, hlm. 6).

Berikut ini adalah dua pernyataan propetik dari Dr. Tozer. Pertama, ia berkata,

      Iblis tidak akan menyebabkan masalah bagi seorang pengkhotbah yang takut ditentang jemaatnya dan mengkwatirkan pekerjaannya sehingga ia berkhotbah selama tiga puluh menit dan menyimpulkan apa yang ia sampaikan dengan berkata, “Jadilah baik dan Anda akan merasa lebih baik.” Anda dapat menjadi sebaik yang Anda inginkan namun pergi ke neraka jika Anda tidak meletakkan kepercayaan Anda di dalam Yesus Kristus! Iblis tidak akan membuang-buang waktu untuk memberikan kesulitan bagi pengkhotbah yang pesannya hanyalah, “Jadilah baik!” (A. W. Tozer, D.D., “Who Put Jesus on the Cross?” in The Best of A. W. Tozer, disunting oleh Warren W. Wiersbe, Baker Book House, edisi 1986, hlm. 230, 231).

Lagi, Dr. Tozer berkata,

      Seseorang dengan karunia berkhotbah hanya mendapatkan jemaat yang rata-rata saja jika ia hanya “memberi makan” mereka dan membiarkan mereka sendirian. Memberikan mereka kelimpahan akan kebenaran obyektif dan tidak pernah menunjukkan bahwa mereka salah, dan mereka akan menjadi senang. Di sisi lain, seseorang yang mengkhotbahkan kebenaran dan menerapkan kebenaran itu bagi hidup para pendengarnya akan merasakan paku-paku dan duri-duri. Ia akan menjalani kehidupan yang keras, namun mulia. Kiranya Allah membangkitkan banyak nabi seperti itu. Gereja membutuhkan mereka (ibid., hlm. 142).

Leonard Ravenhill adalah sahabat dari Dr. Tozer. Sungguh, Dr. Tozer menulis pendahuluan untuk buku Ravenhill yang terkenal, Why Revival Tarries. Dalam bukunya, America is Too Young to Die, Ravenhill berkata,

      Ada suatu kelaparan akan khotbah yang agung, suatu kelaparan akan khotbah yang menembus hati, suatu kelaparan akan khotbah yang merobek jiwa, suatu kelaparan akan khotbah seperti yang para leluhur kita kenal yang membuat orang tetap terjaga sepanjang malam agar mereka tidak jatuh ke dalam neraka. Saya ulangi lagi, “Ada suatu kelaparan akan firman Tuhan.” Ada suatu kelaparan akan berita Injil yang benar (Leonard Ravenhill, America is Too Young to Die, Bethany Fellowship, 1979, hlm. 80).

Saya pikir bahwa Dr. Tozer dan Leonard Ravenhill sepenuhnya benar. “Ada suatu kelaparan akan khotbah seperti yang para leluhur kita kenal yang membuat orang tetap terjaga sepanjang malam agar mereka tidak jatuh ke dalam neraka.” Ya, ada suatu kelaparan akan khotbah seperti itu hari ini, bahkan di setiap gereja konservatif.

Namun itu adalah apa yang Anda butuhkan untuk didengar jika Anda belum bertobat. Orang-orang yang berdiri bersama saya di belakang mimbar ini, orang-orang seperti Dr. Chan, Dr. Cagan, Mr. Griffith, Mr. Lee, Mr. Prudhomme, Mr. Song, dan Mr. Mencia, adalah orang-orang yang telah membayar harga untuk berbicara kebenaran, kebenaran yang keras, kebenaran dari penghakiman Allah atas dosa, kebenaran yang mengharuskan Anda dilahirkan kembali, bahwa Anda harus bertobat – atau Anda akan pergi ke Neraka. Itu tidak lagi sering kita dengar hari ini. Namun itu adalah kebenaran! Tuhan Yesus Kristus berkata,

“Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal… ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya” (Matius 25:46, 41).

Kami harus memberitakan kebenaran itu kepada Anda. Kami telah dipanggil, seperti nabi Amos, untuk memberitakan kebenaran kepada Anda. Kami tidak harus menahan kebenaran. Kami dipaksa oleh Allah untuk memberitakan kebenaran itu kepada Anda! Kami dipaksa oleh Roh Kudus untuk memberitakan kebenaran itu kepada Anda! Kami ditahan oleh Tuhan Yesus Kristus untuk menyatakan kepada Anda tentang kondisi Anda yang masih terhilang di dalam pandangan Allah yang kudus! Anda adalah orang yang terhilang! Anda adalah orang yang terhilang! Anda adalah orang yang terhilang! Kristus berkata bahwa Anda ditetapkan untuk “api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya” (Matius 25:41).

Biarkan orang lain tertawa. Biarkan mereka mencemooh khotbah kita. Biarkan mereka menolak apa yang kita sampaikan, seperti imam Amazia yang jahat yang telah menolak peringatan-peringatan dari nabi Amos. Kami dipaksa untuk menyampaikan apa yang Amos katakan kepada orang yang penuh dosa itu, “Engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan” (Amos 7:17). Lebih cepat dari yang Anda pikirkan kematian akan datang menyerang Anda. Dan akan membawa turun jiwa Anda, jatuh tertelungkup dalam api yang kekal! Biarkanlah yang lain mencemooh dan tertawa, dan memfitnah kita, seperti yang nabi palsu lakukan kepada Amos. Namun kita tidak dapat menahan Firman Tuhan. Firman Tuhan! Firman Tuhan yang mengatakan kepada Anda bahwa Anda “akan masuk ke tempat siksaan yang kekal… ke dalam api yang kekal.” Itu adalah Firman Tuhan – Tuhan Yesus Kristus!

Oh, akuilah Firman-Nya! Oh, dengarkanlah Firman-Nya! Oh, perhatikanlah Firman-Nya! Oh, takutlah akan Firman-Nya! Oh, larilah kepada Yesus Kristus. Hanya Dia yang dapat menyelamatkan Anda! Hanya Dia yang dapat membersihkan dosa-dosa Anda dengan Darah-Nya yang mahal! Hanya Dia yang dapat memakaikan kebenaran-Nya kepada Anda! Hanya Dia yang dapat memastikan Anda ke Sorga – dan hanya Dia yang dapat menyelamatkan Anda dari api yang kekal! Bertobatlah, percayalah kepada Yesus, dan Darah-Nya akan menyucikan dosa Anda, dan Anda akan diselamatkan!

Saya akan menyanyikan sebuah lagu. Jika saya telah berbicara kepada hati nurani Anda, tinggalkanlah tempat duduk Anda dan pergilah ke belakang ruangan ini sementara saya bernyanyi. Dr. Cagan akan membawa Anda ke tempat yang tenang di mana kami dapat berbicara dengan Anda tentang keselamatan dan bagaimana disucikan dari dosa oleh Darah sang Juruselamat. Pergilah sekarang sementara saya bernyanyi.

Tercurah darah yang kudus,
   Di bukit Golgota
Yang mau bertobat ditebus,
   Terhapus dosanya
Terhapus dosanya,
   Terhapus dosanya,
Yang mau bertobat ditebus,
   Terhapus dosanya
   (“There Is a Fountain” oleh William Cowper, 1731-1800/
       Terjemahan Nyanyian Pujian No. 186.)

Dr. Chan, mohon memimpin kita di dalam doa.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Amos 7:10-17.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Saved By the Blood” (oleh S. J. Henderson, 1902).


GARIS BESAR KHOTBAH

KELAPARAN AKAN FIRMAN!

A FAMINE OF THE WORD!

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“‘Sesungguhnya, waktu akan datang,’ demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya. Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus” (Amos 8:11-13).

(Amos 7:14-17; 5:27; 7:9; 8:3)

I.   Pertama, doktrin yang kita pelajari dari teks ini, I Samuel 28:6;
Yehezkiel 7:25-26; Mikha 3:6, 7; Amos 7:13; Matius 23:37, 38;
Matius 24:1; 8:34; Kisah Rasul 18:5, 6; II Tawarikh 36:15-17.

II.  Kedua, aplikasi dari teks ini, Matius 25:46, 41; Amos 7:17.