Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




ANDA DAPAT MENEMUKAN ALLAH!
KOMUNIS-KOMUNIS ITU TIDAK DAPAT MEMBUNUH DIA!

YOU CAN FIND GOD!
THE COMMUNISTS HAVE NOT KILLED HIM!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 21 Oktober 2012

“Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (Yeremia 29:12-13).


Ini adalah kata-kata yang Allah firmankan kepada umat-Nya melalui nabi Yeremia. Musa mengatakan hal yang hampir sama,

“Dan… engkau mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu” (Keluaran 4:29).

Daud juga berkata, “Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu” (I Tawarikh 28:9).

Tiga perikop ini menunjukkan bahwa Anda harus membuat usaha menemukan Allah. Itu adalah kondisi yang atasnya janji dibuat. Allah berjanji untuk menyatakan diri-Nya sendiri kepada Anda – namun hanya pada kondisi ketika Anda mencari Dia “dengan segenap hati Anda.” Dalam Perjanjian Baru kita menemukan pikiran yang sama. Yesus berkata, “Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya” (Lukas 16:16). Yesus Kristus menjelaskan kepada kita bahwa Anda harus berusaha untuk masuk kerajaan Allah. Kata “berebut memasukinya” dalam bahasa aslinya, yaitu dalam bahasa Yunani memiliki makna yang sangat kuat – “mengerahkan segenap usaha Anda untuk masuk” ke dalam hadirat Allah. Kristus juga membuat ini menjadi jelas ketika Ia berkata, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” (Lukas 13:24). Kata Yunani yang diterjemahkan “berjuanglah” di sini berarti “berjuang” atau “bertarung.” Kata Yunaninya adalah “agonizomai.” Kita memperoleh kata “agony” dalam bahasa Inggis dari kata ini. Jadi, Yesus berkata bahwa kita harus “mengerahkan segenap usaha Anda untuk masuk, berjuang atau bertarung untuk masuk, untuk menemukan Allah dan Anak-Nya. Allah berfirman,

“Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (Yeremia 29:13).

Itu adalah alasan begitu sedikit orang Amerika dan Eropa benar-benar mengenal Allah. Mereka tidak mau mencari Dia “dengan segenap hati mereka.” Mereka tidak mau mengerahkan segenap usaha mereka untuk masuk, dan berjuang untuk menemukan Allah dan Kristus. Sehingga, karena alasan ini, begitu banyak mayoritas orang Amerika dan Eropa hanya mempunyai gagasan yang belum jelas atau samar-samar tentang Allah – namun mereka tidak mengenal Dia. Mereka mengetahui beberapa fakta tentang Dia, namun mereka tidak mengenal Dia secara pribadi. Dan banyak yang lain di sini di dunia Barat yang bahkan tidak percaya akan keberadaan Allah. Sangat sedikit orang Amerika atau Eropa memiliki pengetahuan vital, hidup dan dinamis tentang Allah. Allah mereka hanyalah suatu teori – dan bahkan bukan teori yang sangat penting bagi kebanyakan dari mereka. Dan sejumlah besar dari antara mereka bahkan tidak percaya Allah secara teoritik. Empat puluh tahun yang lalu, sejak pemberontakan kaum Hippie pada tahun 1960-an semakin banyak orang Amerika sekarang yang berkata bahwa mereka tidak percaya Allah sama sekali. Secara spitirual mereka juga begitu malas untuk mencari Dia. Mereka tidak ingin berusaha untuk “mencari [Dia] dengan segenap hati [mereka].” Mereka tidak ingin melewati kesusahan dalam usaha mencari jalan masuk mereka. Mereka tidak ingin membuang energi yang dibutuhkan untuk “berjuang masuk” ke dalam mana Allah berada, dan di mana Kristus berada. Itu terlalu menyusahkan bagi orang-orang Amerika dan Eropa yang secara rohani malas. Mereka lebih suka menonton bioskop tentang penumpahan darah, menghisap ganja, atau bermain video games selama berjam-jam, daripada “mencari Tuhan,” atau “mencari [Dia] dengan segenap hati [mereka].”

Seorang gadis Tionghoa yang lahir di Amerika berkata, “Saya memiliki terlalu banyak pekerjaan sehari-hari.” Seorang pemuda Tionghoa yang lahir di Amerika berkata, “Saya memiliki terlalu banyak pekerjaan,” sehingga ia meninggalkan gereja dan kembali bermain video games. Sungguh menyedihkan melihat bahwa mereka secara rohani telah menjadi malas seperti anak-anak muda Amerika di sekolah mereka.

Saya mengenal bahwa beberapa orang Kristen Reformed mungkin berpikir bahwa saya salah karena meminta dengan tegas untuk berusaha menemukan Allah. Namun, jika mereka mengkritik saya dengan mengatakan itu, mereka mungkin telah melupakan Filipi 2:12-13, yang mengatakan,

“Tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Filipi 2:12-13).

Jadi jika Anda benar-benar tertarik dalam mengerjakannya untuk menemukan keselamatan di dalam Allah melalui Kristus, itu berarti bahwa Allah sendiri telah mendorong Anda melakukannya. “Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu” untuk memampukan Anda “mencari [Dia] dengan segenap hatimu” (Yeremia 29:13). Sebagaimana Albert Midlane (1825-1909) menuangkannya dalam salah satu hymnenya,

Hidupkan kembali karya-Mu, Oh Tuhan!
   Ciptakan jiwa yang begitu haus akan Engkau;
Yang begitu lapar akan roti kehidupan,
   Oh, kiranya roh kami menjadi begitu!
(“Revive Thy Work” oleh Albert Midlane).

Hanya orang-orang yang Allah telah pilih yang akan menemukan bahwa Ia telah menciptakan “jiwa yang haus” akan Dia. Jika Allah tidak melakukan itu di dalam Anda, Anda akan tetap menjadi seperti ribuan anak-anak muda Amerika yang malas, tentang siapa Alkitab berkata,

“Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah” (Roma 3:11).

Jadi jika Anda memiliki suatu kerinduan, suatu “jiwa yang haus,” untuk menemukan Allah, itu adalah karena Allah sendiri telah meletakkan kerinduan itu di dalam Anda. Jika Ia tidak melakukan itu maka Anda akan hidup dan mati tanpa Allah, sebagaimana Alkitab berkata, “Tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia” (Efesus 2:12).

Betapa itu adalah hal yang mengerikan – “Tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia!” Itu sungguh merupakan hal yang mengerikan untuk hidup dan mati tanpa pengharapan. Dan tanpa Allah, apakah ada harapan di sana? Mengapa, tanpa Allah, bagaimana akan ada harapan di sana? Tanpa Allah seseorang menghidupi seluruh hidupnya hanya sekedar menunggu kematian – tanpa harapan apapun – karena jiwa yang miskin itu berpikir bahwa tidak ada apapun di balik kematian. Kehidupan seorang atheis menyedihkan sama seperti seseorang dalam penjara, sedang mengayuh menuju kematian, menanti dieksekusi. Seperti itulah, kehidupan dari seorang atheis tidak memiliki harapan seperti seorang kriminal yang telah dijatuhi hukuman, menanti para pengawal datang dan menyeretnya untuk dimasukkan ke dalam kamar gas!

Gerakan Komunis dari sejak mulanya telah menentang Kekristenan dengan kejam. Karl Marx berkata, “Agama adalah candu masyarakat.” Josef Stalin telah membunuh 20 juta orang, dan melemparkan ribuan orang Kristen ke dalam penjara. Mao Tse Tung bahkan telah membunuh lebih banyak orang lagi. Enam puluh empat juta orang China dibantai oleh Mao, dan puluhan ribu dari antara mereka dibunuh atau dipenjarakan hanya oleh karena mereka adalah orang-orang Kristen. Ini adalah fakta yang sangat diketahui di sini di Barat. Namun di sekolah-sekolah yang dikendalikan oleh pemerintah di China Komunis anak-anak muda diajar bahwa Mao adalah seorang yang agung yang telah membuat China menjadi negara berkuasa di dunia. Bagaimana kita tahu bahkan China bisa saja menjadi negara yang lebih besar lagi dari sekarang seandainya saja seorang Kristen seperti Chiang Kai-Shek menjadi pemimpin mereka? Banyak orang Kristen di China dimasukkan ke dalam penjara selama 20 tahun atau lebih oleh Mao, hanya karena mereka percaya di dalam Allah kita dan Kristus-Nya. Saya mengenal seorang pendeta China yang pernah menghuni sel penjara di China selama 10 tahun karena memberitakan Injil di sebuah gereja rumah dekat Beijing. Namun Kekristenan telah menjamur di negeri China dalam 20 tahun terakhir ini. Diperkirakan ada lebih dari 120 juta orang Kristen di China sekarang ini, dan mayoritas dari antara mereka adalah anggota dari gereja-gereja rumah bawah tanah. Sekitar 700 orang setiap jamnya, siang dan malam, menjadi orang-orang Kristen di China hari ini. Saya baru saja membaca laporan bahwa pemerintah Komunis mulai retak oleh karena gerakan gereja rumah lagi, karena begitu banyak orang-orang China menjadi orang-orang Kristen yang mengkwatirkan para pemimpin pemerintahan itu. Orang-orang Komunis menyebut orang-orang Kristen evangelikal sebagai anggota “sekte jahat.” Betapa menyedihkan! Betapa butanya mereka!

Saya tahu sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi di China mengajarkan bahwa tidak ada Allah. Namun sesungguhnya tidak ada bedanya dengan di sini. Semua anak muda kita kuliah di perguruan-perguruan tinggi di mana mereka diajar untuk menolak Allah dan Alkitab. Ini tidak menghentikan anak-anak muda kita untuk menjadi orang-orang Kristen! Mereka tahu para pengajar mereka secara rohani buta. Jutaan anak muda di China juga menolak pengajaran palsu yang melawan Allah di sekolah-sekolah mereka.

David Aikman adalah seorang jurnalis yang telah menghabiskan dua puluh tahun sebagai koresponden asing bagi Majalah Time di Beijing, dan Asia Tenggara. Saya ingin setiap anak muda Tionghoa membaca bukunya, Jesus in Beijing (Regnery Publishing, Inc., 2003). Pada halaman penutup dari buku ini, Mr. Aikman berkata bahwa sekarang ada begitu banyak orang Kristen Protestan di China sehingga itu adalah salah satu dari kelompok orang Kristen terbesar di seluruh dunia. Ia mengatakan bahwa abad dua puluh satu akan menjadi abad bagi China, dan itu adalah pusat Kekristenan yang akan berpindah dari Barat ke China. Ledakan Kekristena di China ini telah terjadi meskipun pemerintah Komunis secara berkala telah menyiksa dan memenjarakan ribuan dari orang-orang Kristen di sana.

Mengapa banyak orang mau ambil resiko dalam bahaya, dan mungkin dipenjarakan, demi menjadi pengikut Kristus? Rev. Richard Wurmbrand adalah seorang pendeta Protestan yang menghabiskan waktu selama bertahun-tahun dalam penjara Komunis karena pemberitaan Injil di Romania. Ia menulis catatan tentang apa yang terjadi di penjara, dan pengasingan, dalam bukunya yang berjudul Tortured for Christ, yang sekarang telah diterjemahkan ke dalam 65 bahasa. Mendekati akhir dari buku ini Pendeta Wurmbrand memberikan kisah nyata yang menarik.

      Seorang kapten Angkatan Darat Rusia mendatangi seorang Pendeta di Hongaria dan memintanya untuk bicara empat mata. Kapten muda itu sangat kurang ajar dan sangat sadar akan perannya sebagai pemenang. Ketika ia dipersilahkan masuk ke ruang pertemuan kecil dan pintu ditutup, ia mengangguk-angguk pada sebuah salib yang tergantung di dinding.         “Anda tahu bahwa benda itu adalah dusta,” katanya kepada pendeta itu. “benda itu hanyalah alat penibuan yang Anda gunakan untuk memperdaya orang Miskin supaya tetap puas dengan kemiskinannya dan memudahkan orang kaya mengabaikan mereka. Nah, sekarang, kita hanya berdua saja. Mengakulah kepadaku bahwa Anda tidak pernah benar-benar percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah!”        Pendeta itu tersenyum, “Tapi, anakku yang malang, tentu saja aku percaya demikian. Hal itu benar.”         “Aku tak akan membiarkan Anda menipuku!” teriak kapten itu. “Aku sungguh-sungguh. Jagan mentertawaiku!”        Lalu, ia mencabut pistolnya dan mengacungkannya dalam jarak yang dekat ke badan pendeta. “Kalau Anda tidak mengaku kepadaku bahwa itu dusta belaka, aku akan menembak Anda!”         “Aku tak dapat mengakui hal tersebut, karena itu tidak benar. Tuhan kami memang benar dan sungguh-sungguh Anak Allah,” kata pendeta itu.        Kapten itu membuang pistolnya ke lantai dan memeluk anak Allah itu. Air mata keluar dari matanya.         “Hal itu benar!” teriaknya, “Hal itu benar. Aku juga percaya demikian, tapi aku belum yakin kalau tidak ada orang yang mau mati karena kepercayaan ini, hingga kutemui orang tersebut. Oh, terimakasih! Anda telah menguatkan imanku. Sekarang aku juga mau mati demi Kristus. Anda telah memperlihatkannya kepadaku bagaimana caranya.”

Kemudian Pendeta Wurmbrand berkata, “Kita akan memenangkan orang-orang Komunis. Pertama, karena Tuhan ada di pihak kita. Kedua, karena pesan kita sesuai dengan kebutuhan hati yang terbesar” (Richard Wurmbrand, Th.D., Tortured for Christ, The Voice of the Martyrs, 1998 edition, hlm. 113, 114).

Ya, hati manusia menjerit akan pengampunan dan pengharapan. Atheisme tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini. Hanya Allah yang dapat memberikan pengampunan dan pengharapan! Itulah sebabnya mengapa Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk mati di kayu Salib menggantikan tempat kita, untuk membayar dosa-dosa kita, sehingga kita dapat diampuni. Itulah sebabnya mengapa Allah membangkitkan Yesus secara fisikal dari antara orang mati, memberikan pengharapan kepada kita, bahkan pengharapan hidup kekal.

Lenin telah mati. Saya telah melihat foto dari tubuhnya yang telah diawetkan, dipamerkan di Moscow. Mao Tse Tung telah mati. Saya pernah melihat foto dari tubuhnya yang telah diawetkan dan dipamerkan di Mausoleum di Tienanmen Square. Namun Allah tidak mati. Ia hidup dan ada di hati jutaan orang Kristen di seluruh dunia! Kristus tidak mati. Ia hidup dan duduk di sebelah kanan Allah di Sorga, dalam dimensi lain, di mana Ia sedang berdoa untuk Anda sekarang ini!

Hari ini, di Kuba, Vietnam, dan RRC, ada jutaan orang Kristen yang sedang melayani Tuhan di gereja-gereja bawah tanah. Dan saya yakin masih ada orang-orang Kristen rahasia di Korea Utara, bahkan walaupun orang-orang Kristen Korea Utara dianiaya oleh orang-orang Komunis lebih keras dari pada orang-orang Kristen lainnya di dunia ini. Atheisme Komunis tidak pernah dapat menghancurkan iman mereka di dalam Tuhan, dan di dalam Anak-Nya, Yesus. Kita memiliki laporan bahkan banyak pejabat Komunis telah menjadi orang-orang Kristen “rahasia” di China! Injil Kristus memenuhi kebutuhan terdalam dari hati orang-orang itu. Komunisme Atheistik tidak menawarkan pengharapan atau pengampunan. Tidak ada kuasa di dunia ini yang dapat menghentikan Injil Kristus! Itu bahkan menembus negara-negara Muslim hari ini. Saya memiliki dalam pembelajaran saya sebuah buku yang berjudul Miraculous Movements oleh Jerry Trousdale (Thomas Nelson Publishers, 2012). Pada cover buku itu tertulis kata-kata demikian, “Ratusan ribu orang Muslim jatuh cinta dengan Yesus.” Terpujilah nama-Nya!

Pendeta Wurmbrand berkata, “Satu dari setiap lima orang di dunia ini tinggal di negara Komunis China, di mana ribuan orang-orang Kristen awam menginjili tanpa “ijin.” Penganiayaan selalu menghasilkan orang Kristen yang lebih baik, seorang Kristen yang bersaksi, seorang Kristen yang memenangkan jiwa. Penganiayaan Komunis telah meledakkan dan menghasilkan orang-orang Kristen berdedikasi dan serius, yang jarang berkata di negara-negara yang bebas. Orang-orang ini tidak dapat mengerti bagaimana seseorang dapat menjadi seorang Kristen tapi tak ingin memenangkan setiap jiwa yang mereka temui” (Wurmbrand, ibid., hlm. 116, 117).

Ya! Amin! Dan itu jugalah doa kami untuk Anda, kiranya Anda mau datang kepada Yesus dengan iman, dan disucikan dari dosa Anda oleh Darah-Nya yang mahal! Kami sedang berdoa kiranya Anda segera mau menjadi orang Kristen sejati. Ingatlah bahwa Allah berfirman, “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (Yeremia 29:13). Dan pastikan untuk kembali ke gereja Minggu depan! Mengapa tidak datang kembali dan bergabung dalam makan malam bersama kami malam ini pukul 6:30? Tuhan memberkati Anda! Amin. Mari kita berdiri dan membuka lembaran lagu Anda nomer tujuh. Dr. Chan, silahkan maju ke depan dan memimpin kita dalam doa sebelum kita menyanyi (berdoa). Sekarang mari kita nyanyikan ini!

Iman umat-Mu hidup t’rus
   Walau sengsara dan pedang;
Girang hatiku yang tulus,
   Karna imannya yang menang
Iman umat-Mu imanku!
   Ya, sampai maut setiaku!

Umat-Mu, dirantai dalam penjara-penjara gelap,
   Jiwa dan hati mereka masih bebas:
Betapa manis nasib anak-anak mereka kan menjadi,
   Jika mereka, seperti mereka, dapat mati bagi Engkau!
Iman umat-Mu imanku!
   Ya, sampai maut setiaku!

Iman umat-Mu yang teguh
   Yang memenangkan dunia,
Dan kebenaran Firman-Mu
   Yang memerdekakan s’mua
Iman umat-Mu imanku!
   Ya, sampai maut setiaku!

Iman umat-Mu yang rela
   Kasih ‘kan sobat dan set’ru:
Dan mewujudkan kasih-Nya,
   Dalam kebajikan penuh.
Iman umat-Mu imanku!
   Ya, sampai maut setiaku!
(“Faith of Our Fathers” oleh Frederick W. Faber, 1814-1863/
    Nyanyian Pujian No. 167).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Kyu Dong Lee: Yeremia 29:11-13.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“How Big Is God” (oleh Stuart Hamblen, 1908-1989).