Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




MENGAPA KITA BERPUASA

WHY WE FAST
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 7 Oktober 2012


Mari bersama saya membuka Alkitab Anda dari Yesaya 58:6. Marilah kita berdiri bersama untuk pembacaan Firman Allah ini.

“Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk” (Yesaya 58:6).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Orang-orang yang pada hari berpuasa dengan tidak makan selama periode waktu. Di awal perikop Kitab Suci ini Allah mengatakan kepada Yesaya mengapa Ia menolak puasa umat itu. Bukan puasa itu sendiri yang ditolak oleh Allah. Alkitab memberikan kepada kita banyak contoh yang baik tentang orang-orang yang sedang berpuasa. Namun saat ini mereka sedang berpuasa untuk alasan-alasan yang salah. Itu hanya bentuk lahiriah dari agama mereka. Mereka bercekcok dan bertengkar sementara sedang berpuasa. Mereka mengabaikan kebaikan dan kasih terhadap sesamanya. Keagamaan mereka dingin dan tak berperasaan. Mereka sedang berpuasa, namun mereka hanya melakukannya sebagai suatu ritual semata. Mereka tidak memikirkan apa yang berkenan di hadapan Allah sementara mereka berpuasa.

Tuhan Yesus Kristus menghakimi macam puasa yang seperti ini. Kristus berkata,

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya” (Matius 6:16).

“Upah” mereka adalah dilihat oleh orang lain, menunjukkan kepada orang lain betapa baiknya diri mereka. Mereka tidak mengharapkan sesuatu dari Allah ketika mereka sedang berpuasa. Mereka hanya melakukannya untuk pamer, untuk membuat orang-orang berpikir bahwa mereka relijius.

Namun perhatikan bahwa Kristus tidak menghakimi semua puasa. Ia berkata kepada Murid-murid-Nya, “Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik ….” Lagi Yesus berkata,

“Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Matius 6:17-18).

Kristus tidak menghakimi semua puasa. Namun Ia menjelaskan kepada kita tentang bagaimana melakukan itu, “apabila kamu berpuasa,” “apabila engkau berpuasa.” Kekristenan sejati merupakan hubungan pribadi dengan Kristus. Dan puasa sejati seharusnya juga bersifat personal dan pribadi. Tak seorangpun harus pergi ke sana kemari sambil menyombongkan diri bahwa mereka sedang berpuasa!

Sayangnya, kebanyakan anggota gereja Amerika tahu sedikit, jika ada, tentang puasa. Saya pernah menjadi anggota dari gereja Baptis Selatan selama enam tahun tanpa pernah mendengar satu katapun tentang puasa. Itu datang seperti suatu wahyu baru bagi saya ketika saya bergabung dengan gereja Baptis Tionghoa dan mendengar tentang masalah puasa untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Gembala saya di gereja Tionghoa itu, Dr. Timothy Lin, sering berbicara tentang puasa. Dan beberapa orang sedang berpuasa dan berdoa ketika Allah mengirimkan kebangunan rohani agung bagi gereja itu. Kemudian saya belajar bahwa puasa dan doa adalah sangat umum di antara gereja-gereja rumah di China. Saya percaya bahwa ini adalah salah satu alasan utama Allah untuk mengirimkan kebangunan rohani yang penuh kuasa bagi gereja-gereja rumah di Republik Rakyat China. Secara literal jutaan orang sedang menjadi Kristen di China hari ini. Saya yakin bahwa kebangunan rohani luar biasa yang sedang mereka alami telah datang dari Allah sebagai jawaban dari doa-doa dan waktu-waktu puasa mereka. James Hudson Taylor, seorang misionaris pelopor terkenal ke China pernah berkata,

      Di Shansi saya menemukan orang-orang Kristen Tionghoa yang terbiasa menghabiskan waktu untuk berpuasa dan berdoa. Mereka mengaku bahwa puasa ini, yang kebanyakan orang tidak suka, yang membutuhkan iman di dalam Allah, karena itu membuat seseorang merasa lemah dan miskin, benar-benar merupakan cara ilahi untuk mendatangkan anugerah.

Sang pahlawan doa Andrew Murray berkata,

Puasa membantu mengungkapkan, memperdalam, dan mengkonfirmasi resolusi bahwa kita telah siap untuk mengorbankan apapun, bahkan diri kita sendiri, untuk mencapai apa yang kita cari bagi kerajaan Allah.

Para Reformis Luther, Calvin dan Knox sering berpuasa. Semua pengkhotbah Methodis mula-mula diminta berpuasa dua hari dalam seminggu. Leluhur Baptis kita John Bunyan sering berpuasa sebelum ia berkhotbah. David Brainerd, seorang misionari mula-mula bagi orang-orang Indian Amerika, berkata,

Saya mengkhususkan hari ini untuk puasa dan doa... dalam persiapan untuk pemberitaan injil.

Brainerd telah melihat kebangunan rohani yang penuh kuasa di antara orang-orang Indian ketika ia berkhotbah.

Saya telah memiliki hak istimewa untuk menjadi saksi mata atas tiga pencurahan Roh Allah yang sungguh tidak biasa dalam kebangunan rohani. Dua dari kebangunan rohani yang luar biasa itu datang pada saat puasa dan doa. Kebangunan Rohani Pertama juga datang dalam cara ini. John Wesley, salah satu pemimpin tersohor dalam kebangunan rohani itu, berkata,

Sudahkah Anda menetapkan hari-hari untuk berpuasa dan berdoa? Gelombang tahta kasih karunia, dan bertahan di dalamnya, dan rahmat akan turun.

Wesley sendiri berpuasa dua hari setiap minggunya selama beberapa tahun selama musim kebangunan rohani.

Kita sekarang sedang hidup pada periode yang sangat kering di gereja-gereja Amerika dan dunia Barat. Gereja-gereja kita sedang bergumul. Secara literal jutaan orang sedang meninggalkan gereja-gereja itu. Banyak yang berpaling kepada Buddhisme, meditasi Timur, dan ide-ide palsu lainnya. Dalam pidato pelantikannya tiga setengah tahun yang lalu, Presiden Obama berkata bahwa Amerika bukan lagi bangsa Kristen. Setiap tanda nampak menunjukkan bahwa apa yang ia katakan benar.

Bagaimana ini terjadi? Ini terjadi sebagian besar karena keduniawian dari begitu banyak pendeta Amerika. Mereka telah membawa musik sampah masuk ke dalam gereja-gereja itu. Mereka telah memberikan “eksposisi” bertele-tele ayat per ayat, daripada khotbah-khotbah riil, seperti para pengkhotbah besar masa lalu. Kebanyakan dari mereka telah menutup ibadah Minggu malam mereka. Dan lebih banyak lagi yang telah meniadakan kebaktian doa mereka, mengubah ibadah tengah minggu mereka dengan “eksposisi” Alkitab lagi. Persekutuan doa model lama hampir punah. Mereka membiarkan jemaat datang ke gereja dengan mengenakan pakaian seperti mereka sedang pergi ke pantai. Musik drum dan bahkan tarian ditampilkan di kebanyakan apa yang disebut “ibadah penyembahan.” Terlalu banyak pendeta yang tidak tahu bagaimana memimpin jemaat ke dalam pertobatan sejati. Hanya satu cara bagaimana mereka menambahkan anggota bagi gereja mereka yaitu dengan memikat orang lain untuk meninggalkan gereja lain dan bergabung dengan mereka. Satu-satunya cara yang mereka tahu bagaimana menambah anggota bagi gereja mereka adalah dengan “mencuri domba” dari gereja-gereja lain.

Dr. A. W. Tozer disebut “nabi abad dua puluh” di masa hidupnya. Apa yang Dr. Tozer katakan bahkan lebih benar lagi untuk hari ini. Ia berkata,

      Mentalitas agama dikarakteristik oleh keragu-raguan dan kurangnya keberanian moral telah memberikan kepada kita hari ini Kekristenan yang lembek, secara intelektual miskin, kusam, pengulangan-pengulangan dan bagi banyak orang besar nampak membosankan. Ini dijajakan sebagai iman dari para leluhur kita… Kita menyuapi [makanan bayi ini] cerita dangkal ini untuk anak-anak muda kita yang bertanya, membuatnya enak, membumbuinya dengan hiburan kedagingan dari dunia yang tidak percaya. Lebih mudah menghibur daripada mengajar, lebih mudah mengikuti selera publik yang rusak daripada berpikir untuk diri sendiri, sehingga terlalu banyak pemimpin injili kita membiarkan pikiran mereka tidak bekerja ketika mereka mengandalkan kelihaian mereka dalam melakukan tipu muslihat agama untuk membawa masuk orang-orang yang penasaran (A. W. Tozer, D.D., “We Need Sanctified Thinkers,” The Set of the Sail, Christian Publications, 1986, hlm. 67, 68).

Agar kebangunan rohani terjadi di gereja-gereja kita, kita membutuhkan suatu hal yang lebih baik dari pada apa yang para pengkhotbah ini tawarkan, dengan “khotbah-khotbah ekspositori” mereka yang kering seperti debu, dengan ide-ide yang tersebar yang diambil dari buku-buku tafsir modern yang ditulis oleh para penulis kontemporer yang dangkal. Kita membutuhkan sesuatu yang lebih baik dari pada “Kekristenan lembek” mereka yang tidak dapat menarik anak-anak muda di dunia ini untuk menjadi murid-murid Yesus Kristus!

Namun, ketika kita tiba pada pertanyaan itu sendiri, kita sering bertanya-tanya bagaimana kita dapat secara efektif memenangkan jiwa anak-anak muda yang terhilang dari dunia ini. Setelah melalukan pekerjaan-pekerjaan luar biasa dalam mencari jiwa dan berdoa, saya telah menjadi yakin bahwa tidak ada yang dapat kita lakukan untuk memenangkan anak-anak muda dari dunia ini tanpa campur tangan Allah sendiri. Allah berfirman kepada nabi Zakharia,

“Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam” (Zakharia 4:6).

Satu-satunya cara yang mungkin bagi kita untuk dapat memenangkan anak-anak muda yang masih terhilang bagi Kristus dan jemaatnya adalah “dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam .”

Para murid telah menyaksikan Pemuda yang Kaya itu meninggalkan Kristus, kembali kepada kehidupannya yang hanya mementingkan diri dan dosa. Para murid itu bertanya kepada Kristus, “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”

“Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah” (Markus 10:26, 27).

Di sana Anda memilikinya! Secara manusiawi tidaklah mungkin mempertobatkan Pemuda yang kaya itu, ataupun anak-anak muda lainnya! “Bagi manusia hal itu tidak mungkin.” Tidak ada program yang dapat melakukannya! Tidak ada khotbah cerdas yang dapat melakukannya! Tidak ada hiburan menarik yang dapat melakukannya! “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Ia tidak menjawab, “Itu mustahil.” Tidak, tidak! Ia berkata, “Bagi manusia itu tidak mungkin.” HANYA ALLAH YANG DAPAT MELAKUKANNYA! “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah.”

“Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam” (Zakharia 4:6).

Hanya Allah yang dapat membuat seorang muda melihat kehampaan hidup ini – dan ketanpaharapan dari dunia ini! Hanya Allah yang dapat membuat seorang muda merasa butuh berada di gereja setiap Minggu! Hanya Allah yang dapat menanggalkan rasa percaya diri mereka pada diri sendiri! Hanya Allah yang dapat membawa mereka mengalami keinsafan akan dosa! Hanya Allah yang dapat menarik mereka kepada Kristus untuk pembenaran oleh Darah-Nya! Hanya kuasa Allah yang dapat menarik mereka kepada Putra-Nya, dan membuat mereka hidup dalam pandangan-Nya!

Namun bagaimana kita dapat memiliki kuasa Allah di tengah-tengah kita? Itu membawa kita kembali ke teks kita,

“Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk” (Yesaya 58:6).

Di sini Allah memberitahu kita mengapa kita harus berpuasa:


1.  Untuk membuka belenggu-belenggu kelaliman.

2.  Untuk melepaskan tali-tali kuk.

3.  Untuk memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk.


Jika Anda sedang bersama dengan kami pagi ini dan belum menjadi orang Kristen lahir baru, saya ingin Anda tahu bahwa ada banyak anak muda di sini yang telah berpuasa untuk Anda kemarin. Kami tidak menyebutkan nama-nama mereka. Namun banyak dari antara mereka yang telah berpuasa dan berdoa untuk Anda di tempat yang tersembunyi. Mereka tidak makan sepanjang hari, tidak makan sampai kami datang ke gereja ini tadi malam dan makan malam bersama. Mengapa mereka berpuasa dan berdoa untuk Anda? Mereka melakukan itu karena mereka sangat mempedulikan Anda. Mereka ingin Anda dibebaskan dari belenggu-belenggu dosa. Mereka ingin Anda dibebaskan dari beban-beban berat dan tekanan Setan. Mereka berpuasa dan berdoa sepanjang hari kemarin agar Allah turun dan membebaskan Anda dari dosa, dan menarik Anda ke dalam persekutuan penuh dengan gereja kami, dan menarik Anda kepada Kristus untuk penyucian Anda oleh Darah-Nya yang mahal. Dr. Elmer Towns dari Liberty University berkata,

      Ketika Anda berdoa dan berpuasa, Anda dapat meminta kepada Allah untuk membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat bagi orang lain… Anda dapat mengetuk pintu Sorga sehingga Allah mau menginsafkan orang-orang terhilang dari dosa dan membawa mereka kepada Yesus Kristus (Elmer L. Towns, D.Min., The Beginner’s Guide to Fasting, Regal, 2001, hlm. 124).

Kebanyakan dari jemaat kami berpuasa dan berdoa untuk Anda kemarin. Mereka berdoa kepada Tuhan untuk membuka mata Anda sehingga melihat kehampaan dari kehidupan tanpa Kristus. Mereka telah berdoa kepada Tuhan untuk menarik Anda ke dalam kehangatan dan persahabatan gereja kami. Mereka telah memohon kepada Allah untuk mengiluminasi hati Anda, sehingga Anda dapat merasakan dosa Anda, dan melihat kebutuhan Anda bagi Kristus. Mereka memohon kepada Allah untuk menunjukkan kepada Anda bahwa Yesus telah mati di kayu Salib untuk membayar penghukuman dosa Anda, dan mencurahkan Darah-Nya yang mahal untuk menyucikan Anda dari segala dosa. Mereka telah berdoa untuk Anda, agar Allah mau menunjukkan kepada Anda siapa Yesus, dalam segala keindahan-Nya, di Sorga sana, dalam dimensi lain. Mereka telah berpuasa dan berdoa kiranya Allah menarik Anda ke dalam gereja kami, dan menarik Anda kepada Kristus, sehingga Anda dapat dipertobatkan dan memiliki hidup kekal di dalam Dia. Lagu klasik, yang Mr. Griffith nyanyikan sebelum khotbah ini, mengekspresikan doa-doa mereka bagi Anda.

Ku punya Juruselamat yang setia;
   Ku dibimbing-Nya dalam kasih mesra;
Kaupun dikasihi-Nya, t’rimalah Dia
   Jadikanlah Juruselamatmu juga
Engkau ku doakan, Engkau ku doakan,
   Engkau ku doakan, Ku doakan kau

Jika Anda berdoa untuk teman-teman Anda yang belum diselamatkan, nyanyikan refren ini bagi mereka!

Engkau ku doakan, Engkau ku doakan,
   Engkau ku doakan, Ku doakan kau
(“I Am Praying for You” by S. O’Malley Clough, 1837-1910/
     Terjemahan Nyanyian Pujian No. 145).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Matius 6:16-18. .
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“I Am Praying for You” (oleh S. O’Malley Clough, 1837-1910).