Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




BUKTI KESELAMATAN YANG TAK MUNGKIN SALAH

(AN INFALLIBLE PROOF OF SALVATION)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 22 Juli 2012

“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut” (I Yohanes 3:14).


Ketika saya mulai menyusun khotbah saya hampir selalu mulai dengan pertama-tama menemukan teks yang tepat, dan kemudian yang kedua menemukan himne yang cocok yang akan dinyanyikan oleh Mr. Griffith, solois kita, yang menyanyi sebelum khotbah. Dalam kasus teks ini saya dipaksa untuk meminta dia menyanyi “Blest Be the Tie that Binds” (versi Indonesia Nyanyian Pujian berjudul “Indahlah Ikatan”). Saya ingin memilih himne yang lain, namun saya tidak dapat menemukan yang lain yang mengekspresikan secara memadai kasih orang-orang Kristen antara satu dengan yang lain! Saya menemukan dari pencarian saya dengan kesedihan dan rasa sakit yang mendalam dalam hati saya. Saya berpikir, “Bagaimana ini bisa terjadi di mana begitu sedikit lagu pujian tentang kasih dan persekutuan orang Kristen dinyanyikan di gereja-gereja kita hari ini?” Ketika saya memikirkan itu, nampak bahwa Roh Allah membawa ke dalam pikiran saya nubuatan dari perkataan-perkataan Yesus,

“Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (Matius 24:12).

Kristus memberikan ini sebagai salah satu tanda dari “kesudahan dunia” (Matius 24:3). Apakah kita sedang berada dalam periode sejarah itu sekarang? Apakah kita sedang hidup dekat dengan kesudahan zaman ini, tepat sebelum penghakiman dijatuhkan? Setiap tanda nampak menunjukkan bahwa kita sedang ada dalam periode itu – bahwa murka Allah sedang dijatuhkan atas generasi yang jahat ini. Murid-murid bertanya, “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” (Matius 24:3). Di antara tanda-tanda yang Kristus berikan kepada mereka adalah jawaban di dalam pertanyaan itu yaitu,

“Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (Matius 24:12).

Jangan membuat kesalahan di sini, kata yang diterjemahkan “kasih” dalam Matius 24:12 dan kata yang diterjemahkan “kasih” dalam teks kita keduanya berasal dari kata Yunani “agape.” George Ricker Berry berkata bahwa ini mengacu kepada “kasih yang timbul dari perasaan, kasih sayang naluriah yang hangat” (Greek-English New Testament Lexicon). Kata agape digunakan dalam Perjanjian Baru untuk mengekspresikan kasih Allah kepada manusia, dan untuk mengekspresikan kasih orang-orang Kristen antara satu dengan yang lain. Agape berbicara tentang kasih orang Kristen dan persekutuan orang Kristen.

Mantan pendeta saya, Dr. Timothy Lin, adalah seorang ahli bahasa-bahasa Alkitab, seorang professor seminari, dan kemudian pernah menjadi rektor sebuah seminari di Taiwan. Berbicara tentang agape, Dr. Lin berkata, “Kasih antara satu dengan yang lain dan percaya di dalam Tuhan kita Yesus adalah sama pentingnya. Percaya di dalam Tuhan kita haruslah suatu kemutlakan, dan kasih antara satu dengan yang lain juga haruslah suatu kemutlakan… Kiranya gereja di hari-hari terakhir ini berpikir tiga kali tentang hal ini” (Timothy Lin, Ph.D., The Secret of Church Growth, First Chinese Baptist Church of Los Angeles, 1992, hlm. 28, 29).

Apa yang Dr. Lin katakan sungguh benar! Iman yang menyelamatkan di dalam Kristus, dan kasih terhadap orang-orang Kristen sejati lainnya, adalah sama pentingnya, karena keduanya tak terpisahkan dalam teks kita,

“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut” (I Yohanes 3:14).

Dalam teks ini ada dua pikiran utama. Berpindah dari dalam maut ke dalam hidup dibuktikan oleh kasih untuk saudara, dan orang yang tidak mengasihi saudaranya menunjukkan bahwa mereka masih tetap di dalam maut. Kemudian saya akan menambahkan poin ketiga tentang apa yang harus terjadi pada Anda untuk memiliki hidup. Marilah kita melihat ini lebih dekat.

I. Pertama, apa yang tidak membuktikan Anda memiliki hidup.

Menghadiri kebaktian di gereja tidak membuktikan bahwa Anda memiliki hidup. Ribuan orang yang menghadiri gereja setiap Minggu belum memiliki hidup. Berpindah dari dalam maut ke dalam hidup mengacu kepada regenerasi, kelahiran baru. Dr. Gill dengan tepat berkata bahwa berpindah dari dalam maut ke dalam hidup mengacu pada kelahiran baru, “yang mana itu merupakan penghidupan kembali orang-orang berdosa yang mati di dalam dosa, suatu kebangkitan mereka dari kematian karena dosa itu karena [memperoleh] anugerah dan kehidupan yang ditanamkan dalam diri mereka… dan perpindahan ini bukanlah karena mereka sendiri, itu bukan karena tindakan mereka; tidak ada manusia yang dapat menghidupkan dirinya sendiri, atau membangkitkan dirinya sendiri dari antara orang mati… kita dihidupkan kembali oleh Allah Bapa, yang menyelamatkan kita dari kuasa kegelapan, dan kematian, dan membawa kita masuk ke dalam kerajaan Anak-Nya yang terkasih, yang adalah terang dan hidup… orang yang telah mati di dalam dosa, ia sekarang hidup; dan di antara banyak hal yang menandainya adalah ini, karena kita mengasihi saudara kita; ini bukan yang menyebabkan kita berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, namun itu adalah dampak darinya, dan juga suatu bukti darinya… dan apa yang nampak segera di dalam seseorang yang telah dilahirbarukan; tidak ada seorangpun yang dapat mengasihi orang-orang kudus, sebagai saudara-saudara di dalam Kristus, kecuali ia telah dilahirkan kembali… untuk mengasihi dia sebagai anak Allah… tidak ada seorangpun yang dapat melakukan itu, kecuali ia telah menerima anugerah Allah [di dalam kelahiran kembali]” (John Gill, D.D., An Exposition of the New Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, volume III, hlm. 640; note on I John 3:14).

Jadi, saya ulangi lagi, bergabung menjadi anggota gereja dan menghadiri gereja tidak membuktikan bahwa Anda memiliki hidup, tidak membuktikan bahwa Anda telah lahir baru. Karena alasan ini ribuan anggota gereja di hari-hari terakhir ini saling tidak menyukai antara satu dengan yang lainnya, dan bahkan saling bertengkar antara satu dengan yang lainnya. Dan kebanyakan dari mereka bahkan membenci pendeta mereka. Akar dari masalah ini terletak di dalam kenyataan bahwa mereka belum pernah dilahirkan kembali!

“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut” (I Yohanes 3:14).

Pada kenyataannya, orang yang saling membenci antara satu dengan yang lainnya di gereja-gereja mereka terhitung sama dengan para pembunuh dalam pandangan Allah, karena Rasul Yohanes berkata,

“Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya” (I Yohanes 3:15).

Kemudian, juga, mengetahui dan percaya Alkitab juga tidak membuktikan bahwa Anda telah lahir baru, telah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup. Iblis tahu “jalan keselamatan” dan mengetahuinya dengan sangat baik. Tidak ada yang lebih jelas dari pada sejumlah kisah tentang iblis yang diberikan di dalam empat Injil. Mereka mengenal siapakah Yesus. Mereka tahu tentang Penghakiman Terakhir. Setan bahkan dapat mengutip Kitab Suci yang telah dihafalnya, sebagaimana ia lakukan ketika ia mencobai Kristus di padang gurun. Kenyataannya iblis lebih bijak dari banyak anggota gereja. “Setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar” (Yakobus 2:19). Berapa banyak anggota gereja yang “gemetar”? Jadi, iblis memiliki wawasan rohani lebih banyak dari kebanyakan orang yang menyebut dirinya orang Kristen! Jadi, mengetahui dan percaya Alkitab dan jalan keselamatan bukan jaminan bahwa Anda telah diselamatkan.

Kemudian, juga, dapat “bersaksi” bukan bukti keselamatan. Simon si tukang sihir cukup pintar untuk membodohi Filipus, sang penginjil itu dengan kesaksiannya (Kisah Rasul 8:13). Namun Rasul Petrus lebih bijaksana dari pada Filipus. Ketika ia datang ke Samaria, Petrus berkata kepada Simon, “Hatimu tidak lurus di hadapan Allah” (Kisah Rasul 8:21). Walaupun Simon dapat memberikan kesaksian yang begitu menyakinkan sehingga kemudian Filipus membaptiskan dia, namun ia belum memiliki hati yang telah dipertobatkan. Hatinya yang belum diselamatkan menyebabkan ia ingin memiliki “kuasa” untuk memanipulasi dan mengendalikan orang banyak (Kisah Rasul 8:19). Banyak pengkhotbah yang belum diselamatkan yang seperti itu hari ini. Mereka tidak memiliki kasih agape kepada jemaat mereka. Mereka hanya ingin memanipulasi mereka dan memperalat mereka untuk keuntungan pribadi mereka. Mereka dapat memberikan “kesaksian,” seperti Simon si tukang sihir itu, namun itu akan menyebabkan hal buruk pada hari Penghakiman. Walaupun mereka berkata, “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu?” – namun Kristus akan berkata kepada mereka, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan” (Matius 7:22-23). Jadi, kita melihat bahwa kesaksian akan keselamatan bukanlah bukti yang pasti bahwa seseorang diselamatkan.

Juga, berpikir bahwa Anda telah diselamatkan bukan bukti bahwa Anda telah berpindah dari maut ke dalam hidup dalam pengalaman sejati dari lahir baru. Pergi dan susurilah jalanan kota ini dan bertanyalah kepada orang-orang di sana apakah mereka telah diselamatkan, atau apakah mereka akan pergi ke Sorga ketika mereka mati. Hampir semua orang yang bukan atheis (yang mana hampir setiap orang) akan mengatakan kepada Anda bahwa mereka telah diselamatkan. Hampir setiap orang kulit hitam akan berkata bahwa ia telah diselamatkan. Hampir setiap orang Hispanik injili akan mengklaim bahwa mereka telah diselamatkan. Demikian juga dengan kebanyakan orang-orang Asia injili. Dan akan sangat jarang orang kulit putih yang tidak berpikir bahwa ia telah diselamatkan! Menurut jajak pendapat Gallup 74% orang Amerika mengklaim telah membuat komitmen bagi Kristus. Ini membuktikan apa? Mengapa, ini membuktikan bahwa kebanyakan dari mereka tertipu – ini membuktikan itu! Alkitab berkata,

“Sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan” (II Timotius 3:13).

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga telah tertipu? Tak satupun dari hal-hal yang telah saya tekankan di atas membuktikan bahwa Anda telah memiliki hidup, bahwa Anda telah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup di dalam kelahiran baru.

II. Kedua, apa yang membuktikan Anda memiliki hidup.

Ketika Anda bertanya kepada diri sendiri pertanyaan ini, “Apakah saya telah memiliki hidup?” bagaimana Anda menjawabnya? Beberapa orang akan menunjuk pada doanya yang dijawab, berpikir bahwa doa yang dijawab itu adalah bukti bahwa mereka telah lahir baru. Namun sebenarnya tidaklah demikian. Saya sendiri telah memperoleh jawaban dari doa-dosa saya sebelum saya diselamatkan. Seseorang yang berkata, “Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa” (Yohanes 9:31), ia sendiri masih terhilang. Ia hanya mengulangi kepercayaan dari orang-orang Farisi. Ia tidak diselamatkan sebelum ia percaya kepada Kristus dan “sujud menyembah-Nya” (Yohanes 9:38). Jika Allah tidak pernah mendengar doa-doa orang terhilang, maka tak satupun orang yang dapat diselamatkan oleh seruannya kepada Tuhan untuk memohonkan belas kasihan.

“Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan” (Roma 10:13).

Namun ada bukti kehidupan yang lain, dan salah satunya diberikan di dalam teks kita yang sangat kuat ini,

“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut” (I Yohanes 3:14).

Anda mungkin mengasihi seorang Kristen karena ia telah melakukan sesuatu yang baik kepada Anda, bahkan walaupun Anda belum diselamatkan. Namun mengasihi seseorang karena ia adalah anak Allah dan anggota Kristus tidak seorangpun dapat lakukan dalam keadaan rohani yang mati.

Orang muda di gereja ini tahu bahwa ini benar. Ketika beberapa dari antara mereka bertobat dan menjadi orang-orang Kristen sejati, mereka tahu melalui pengalaman bahwa yang lain, yang belum diselamatkan, menjauh dari mereka, dan memandang mereka dengan berbeda. Seseorang yang telah bertobat tidak lagi dipercaya oleh orang-orang yang masih terhilang. Mereka tidak lagi curhat kepadanya. Ia tidak lagi berteman dekat dengan anak-anak yang masih terhilang di gereja.

Ini bukanlah hal baru. Beberapa hari yang lalu saya membaca tentang sekelompok anak muda pada masa Kebanguan Rohani Kedua, pada permulaan abad sembilan belas. Orang-orang yang diselamatkan dijauhi oleh teman-teman lama mereka yang belum tersentuh oleh kebangunan rohani itu. Orang-orang yang telah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup dianggap sedikit aneh oleh teman-teman lama mereka di gereja. Namun jika orang-orang yang cukup muda bertobat dalam sebuah jemaat, Anda akhirnya akan melihat bahwa sedikit orang yang belum memiliki hidup yang mau bergabung dalam kelompok kecil itu, mereka menghindari orang-orang yang telah diselamatkan sebisa mungkin.

Ketika seorang anak muda yang saya kenal telah diselamatkan, ia memilih untuk memisahkan dirinya sendiri dari anak-anak muda yang masih terhilang di gereja ini. Sebaliknya ia menghabiskan waktu persekutuannya dengan orang-orang yang lebih tua yang telah bertobat. Ini tidak dilakukan olehnya karena seseorang telah menyuruhnya melakukan itu. Ia melakukannya karena ia diiluminasi oleh Roh Kudus. Ia tahu secara instinktif bahwa itulah yang harus dilakukan. Seorang anak muda seperti itu tidak perlu diberitahu untuk memisahkan diri dari mereka yang masih terhilang dan duniawi. Mereka akan memisahkan diri dari orang-orang terhilang, dan orang-orang terhilang akan memisahkan diri dari mereka, dan itu sangat alami. Pemisahan akan menjadi sejelas antara Kain dan Habel.

“Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu” (I Yohanes 3:11-13).

Itu adalah suatu tanda bahwa Anda telah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup jika Anda mengasihi orang-orang Kristen terbaik di dalam jemaat, bukan karena mereka dapat melakukan sesuatu yang istimewa untuk Anda, namun Anda mengasihi mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. Itu adalah tanda nyata bahwa Anda adalah orang Kristen sejati ketika Anda mengasihi umat Allah bahkan ketika dunia membenci mereka – ketika Anda mau berdiri bersama mereka dan dicela bersama dengan mereka ketika mereka difitnah atau dianiaya. Jika Anda berkata, “Jadi, Anda menyerang orang Kristen ini? Saya adalah salah satu dari keluarga yang sama, jadi jika Anda mau memfitnah dia, fitnah jugalah saya. Saya akan berdiri di sisinya dan menerima berbagai penghinaan yang Anda lemparkan kepada anak Allah ini.” Jika Anda mengasihi orang-orang Kristen lainnya seperti itu, Anda tidak perlu takut. Hal ini sangat jelas bahwa Anda telah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup! (Terjemahan bebas dari“Life Proved by Love” oleh C. H. Spurgeon, The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1976, volume XLIV, hlm. 81-83).

Pada saat perpecahan gereja hal-hal ini sering menjadi sangat jelas. Orang-orang yang membenci orang-orang Kristen yang baik akan berada di satu sisi. Dan orang-orang yang mengasihi orang-orang Kristen yang baik akan berada di sisi yang lain. Itulah sebabnya mengapa orang-orang yang lebih tua menyebut perpecahan gereja sebagai “kembali ke pintu kebangunan rohani.” Meskipun sangat menyakitkan, orang-orang yang keluar dari pintu belakang seringkali membersihkan gereja dari para anggota yang belum bertobat. Perpecahan gereja menyingkapkan fakta bahwa banyak dari mereka yang belum pernah diselamatkan, tidak peduli apakah pengakuan iman yang mereka buat. Kebanyakan ini benar bahwa orang-orang yang belum diselamatkan akan pergi. Sebagaimana yang ditulis oleh Rasul Yohanes di sini,

“Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita” (I Yohanes 2:19).

Kebanyakan dari mereka pergi karena mereka belum pernah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup – dan oleh sebab itu mereka tidak dapat mengasihi saudara! Mereka belum memiliki hidup dalam diri mereka! Saya telah menyaksikan ini di beberapa perpecahan gereja, mulai tahun 1959.

III. Ketiga, apa yang harus terjadi agar Anda berpindah dari dalam maut ke dalam hidup.

“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut” (I Yohanes 3:14).

Untuk berpindah dari dalam maut ke dalam hidup adalah kebalikan dari apa yang kita harapkan. Itu bukan kematian. Itu adalah kebalikannya – itu berarti dihidupkan, dihidupkan kembali dari kematian. Rasul Paulus berbicara tentang hal ini ketika ia berkata,

“Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu”
       (Efesus 2:1).

Bagaimana “pembangkitkan” dari antara orang mati ini terjadi? Poin-poin berikut ini akan terjadi ketika seseorang dihidupkan oleh Roh Allah. Poin-poin berikut ini diadaptasi dari Robert Murray McCheyne, seorang pengkhotbah kebangunan rohani tersohor pada abad kesembilan belas dari Skotlandia (dalam Andrew A. Bonar, Memoirs of McCheyne, Moody Press, edisi 1978, hlm. 251-253).

Pertama, Roh Allah akan membuat orang-orang berdosa yang mati secara rohani melihat dan merasakan dosa-dosa yang telah ia lakukan. Sebelumnya Anda mudah melupakan dosa-dosa Anda. Setiap hari Anda menambahkan lebih banyak dosa dalam catatan kitab-kitab Allah yang melawan Anda (Wahyu 20:12). Namun Anda tidak mengingatnya. Namun ketika Roh Allah datang kepada Anda, Anda mulai mengingat dosa-dosa Anda. Dosa-dosa yang sudah lama terlupakan akan muncul dalam pikiran Anda, dan Anda akan berkata seperti Daud,

“Sebab malapetaka mengepung aku sampai tidak terbilang banyaknya. Aku telah terkejar oleh kesalahanku, sehingga aku tidak sanggup melihat; lebih besar jumlahnya dari rambut di kepalaku, sehingga hatiku menyerah” (Mazmur 40:12).

Kedua, Roh Kudus membuat Anda merasakan betapa besarnya dosa Anda. Sebelumnya dosa-dosa Anda nampak kecil, namun kemudian dosa-dosa itu nampak seperti membanjiri pikiran Anda. Anda merasakan murka Allah seperti beban yang sangat mengerikan bagi jiwa Anda. Anda tersiksa oleh ketakutan. Anda melihat dosa Anda melawan Allah yang suci, melawan kasih Allah, dan melawan Yesus serta kasih-Nya.

Ketiga, Anda mulai merasakan kerusakan di dalam hati Anda. Orang-orang yang berada di bawah keinsafan sering merasa ngeri pada dosa yang bekerja di dalam hati mereka. Seringkali pencobaan dan keinsafan akan dosa bertemu dan bersama menyiksa jiwa. Keinsafan akan dosa menembus hati, mengarahkan Anda untuk lari dari murka yang akan datang. Namun, pada saat yang sama, nafsu menggebu, atau iri hati, atau kebencian memenuhi hati Anda, mengarahkan Anda ke Neraka. Kemudian Anda akan merasakan Neraka di dalam diri Anda. Dalam Neraka akan ada campuran yang mengerikan ini karena dikuasai oleh rasa takut akan murka Allah, namun kerusakan akan membawa jiwa lebih dalam lagi dalam lautan api. Ini sering dirasakan di dunia ini oleh orang-orang yang berada di bawah keinsafan akan dosa.

Keempat, Roh Allah meyakinkan Anda akan ketidakmampuan Anda untuk menyelamatkan diri sendiri. Sebelumnya Anda berpikir bahwa Anda dapat dengan mudah menyingkirkan siksaan-siksaan mengerikan yang Anda rasakan. Anda mencoba untuk mengubah hidup Anda, bertobat dan berdoa. Namun Anda segera sadar bahwa semua usaha Anda untuk menemukan damai sejahtera adalah semua usaha untuk menutupi dosa dengan kain kotor, bahwa “segala kesalehan Anda seperti kain kotor” (Yesaya 64:6). Anda mulai merasakan bahwa Anda tidak akan pernah dapat menyucikan diri. Hati Anda tenggelam dalam gelapnya keputus-asaan. Anda tersiksa setiap hati dengan pikiran-pikiran suram ini.

Kelima, Anda mulai takut bahwa Anda tidak akan pernah dapat datang kepada Kristus. Anda mendengar bahwa segala sesuatu pada Kristus menarik, sehingga Ia memanggil Anda untuk datang kepada Dia, bahwa Ia tidak akan pernah membuang orang-orang yang datang kepada Dia. Namun tak satupun dari itu yang memberikan Anda kenyamanan atau damai sejahtera. Anda takut bahwa Anda telah terlalu lama atau terlalu banyak berbuat dosa. Anda takut bahwa Anda telah berdosa jauh dari anugerah, sehingga Anda memutuskan untuk melakukan dosa yang tak terampunkan, sehingga Anda hancur.

Keenam, akhirnya Anda begitu takut sehingga Anda bersedia melakukan apapun demi menemukan damai sejahtera. Kemudian, seperti oleh suatu mujizat (karena ini memang benar mujizat) Anda dibuat dapat melihat bahwa Kristus adalah Juruselamat dari orang-orang yang tanpa pengharapan dan tidak dapat memberikan dirinya sendiri kepada-Nya. Kemudian Anda akan menemukan bahwa kasus Anda bukanlah sulit bagi Yesus. Kemudian Anda memandang Dia dan datang ke bawah kasih-Nya yang sempurna, kasih tanpa takut, kasih tanpa tersiksa, kasih Yesus yang melenyapkan semua ketakutan. Oh, kiranya Anda mau memandang Yesus malam ini! Ketakutan Anda akan sirna, dan dosa-dosa Anda akan disucikan selamanya oleh Darah-Nya yang mahal! Kemudian Anda akan berkata, “Ini sungguh Injil! Ini sungguh kabar baik bagi jiwaku yang sakit oleh dosa!” Kiranya Anda dimampukan untuk memandang Kristus sekarang, karena Ia akan menyelamatkan Anda seketika ketika Anda memandang Dia yang begitu mengasihi Anda! Kemudian Anda akan tahu apakah artinya telah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup! Kemudian Anda akan mengasihi saudara Kristen dalam cara yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya; dan Anda akan dimampukan untuk menyanyi dari hati Anda,

Indahlah ikatan
   Di dalam kasih-Nya;
Sehati di dalam Tuhan,
   Laksana di surga.
(“Blest Be the Tie that Binds” oleh John Fawcett, 1740-1817/
      Terjemahan Nyanyian Pujian No. 169).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: I Yohanes 3:11-14.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Blest Be the Tie that Binds” (oleh John Fawcett, 1740-1817).


GARIS BESAR KHOTBAH

BUKTI KESELAMATAN YANG TAK MUNGKIN SALAH

(AN INFALLIBLE PROOF OF SALVATION)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut” (I Yohanes 3:14).

(Matius 24:12, 3)

I.   Pertama, apa yang tidak membuktikan Anda memiliki hidup,
I Yohanes 3:15; Yakobus 2:19; Kisah Rasul 8:13, 21, 19;
Matius 7:22-23; II Timotius 3:13.

II.  Kedua, apa yang membuktikan Anda memiliki hidup, Yohanes 9:31, 38;
Roma 10:13; I Yohanes 3:11-13; 2:19.

III. Ketiga, apa yang harus terjadi agar Anda berpindah dari dalam maut ke
dalam hidup, Efesus 2:1; Wahyu 20:12; Mazmur 40:12; Yesaya 64:6.