Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




BANGSA YAHUDI DALAM NUBUATAN ALKITAB

(THE JEWS IN BIBLE PROPHECY)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 1 Juli 2012

“Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu” (Yehezkiel 36:24).


Teks kita berisi suatu janji yang Allah ulangi kembali bagi orang-orang Yahudi lagi dan lagi dalam Alkitab. Dalam Perjanjian Lama saja paling sedikit ada 25 janji yang jelas bahwa Allah akan mengumpulkan kembali orang-orang Yahudi ke tanah air mereka, salah satunya seperti yang diberikan dalam teks kita,

“Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu” (Yehezkiel 36:24).

Penggenapan dari nubuatan ini adalah salah satu bukti terbesar dari keakuratan Alkitab dan kesetiaan Allah. Pernahkah Anda menjumpai orang Babel, atau orang Het, atau orang Filistin, atau orang Amalek? Pada masanya semua bangsa itu adalah bangsa yang besar. Hari ini mereka telah punah. Namun orang Yahudi masih ada hari ini sebagai suatu bangsa modern, dengan memiliki negara mereka sendiri, yaitu Israel.

Namun orang-orang Yahudi pernah mengalami penyiksaan terbesar dari semua bangsa di muka bumi ini hampir 2,000 tahun. Pada tahun 70 M pasukan Roma memasuki Yerusalem di bawah Titus dan membunuh 1,300,000 orang Yahudi, dan mengangkut mereka yang masih hidup ke dalam pembuangan. Yerusalem telah dibajak seperti sebuah ladang. Ini menandai permulaan dari terseraknya bangsa Yahudi.

Pada abad pertama dan kedua, ratusan ribu orang Yahudi berkumpul di Babilon. Sebelum tahun 200 M, diperkirakan ada 2 juta orang Yahudi di sana.

Pada masa kekaisaran Roma, Kaisar Constantine mengucilkan orang-orang Yahudi, mengerat telinga mereka, dan menyerakkan mereka sebagai para gelandangan. Pada abad ke-5 dan ke-6 banyak pembatasan yang ditempatkan atas orang-orang Yahudi, dan mereka dilarang untuk memegang jabatan publik. Banyak komunitas Yahudi diserang dan ribuan orang Yahudi dibunuh.

Pada abad ke-6 sekitar 60,000 orang Yahudi dibunuh, dan ribuan lainnya dijual sebagai budak. Pada bad ke-8 di Spanyol mereka disiksa dan dianiaya dengan sangat mengerikan. Di Francis ribuan orang Yahudi dibakar hingga mati.

Pada tahun 622 Mohammad mendirikan agama Islam. Ketika orang Yahudi menolak untuk bergabung dengan agama baru ini, kebanyakan dari mereka yang berada di Arabia dibunuh. Islam menyebar ke Afrika Utara, melintasi Eropa Barat sampai ke Spanyol. Orang-orang Muslim akan mengambil seluruh Eropa jika mereka tidak dipukul mundur oleh Charles Martel dan pasukannya pada peperangan yang dikenal sebagai the Battle of Tours pada tahun 732 M.

Pada abad ke-8, pemimpin Muslim El Hakim memerintahkan orang-orang Yahudi untuk menggunakan lonceng, untuk menghindarkan diri mereka dari penyiksaan.

Pada Abad Pertengahan negara Jerman menganggap orang Yahudi sebagai para budak Kaisar, dan mereka dibebani pajak yang sangat berat dan dianiaya. Di kebanyakan negara Eropa mereka dilarang untuk memiliki hak atas tanah milik sendiri, dan mereka tidak diijinkan untuk belajar di kebanyakan sekolah dan universitas. Semua orang Yahudi pernah dihalau dari Inggris pada tahun 1020. Pada zaman Perang Salib orang-orang Katolik berkata, “Bunuhlah seorang Yahudi dan itu akan menyelamatkan jiwamu.”

Pada tahun 1298 ribuan orang Yahudi dibunuh di Eropa. Kemudian pada tahun 1350, Wabah Hitam (Black Plague) menelan Eropa, dan membunuh seperempat penduduk. Orang Yahudi dipersalahkan atas terjadinya wabah itu, dan separuh dari orang Yahudi di Eropa dibunuh.

Pada tahun 1353 semua orang Yahudi dihalau dari Francis. Spanyol dan Portugal juga menolak mereka masuk ke Negara mereka. Jerman menghalau semua orang Yahudi dari Prague pada tahun 1560. Pada tahun 1492 Spanyol mamaksa 800,000 orang Yahudi terjun ke laut. Kebanyakan dari mereka mati tenggelam.

Pada tahun 1411 gereja Roma Katolik menetapkan Inquisisi. Puluhan ribu orang Yahudi mati pada masa Inquisisi iu. Mereka tidak dianggap sebagai manusia.

Diperkirakan ada lima juta orang Yahudi di Rusia pada zaman Czars (Kaisar Rusia). Pada tahun 1881 kepala Gereja Rusia memulai suatu kebijakan yang olehnya sepertiga dari orang Yahudi mati, sepertiga lainnya diusir keluar dari Rusia, dan sepertiga sisanya dipaksa bergabung menjadi anggota Gereja Rusia.

Pada zaman Perang Dunia I orang-orang Yahudi menahan derita yang lebih besar. Rusia mengirim ribuan orang Yahudi ke Siberia sebagai para kriminal. Pembunuhan berencana terhadap orang-orang Yahudi terjadi di Polandia, Rumania, Hungaria dan di Ukraina.

Kebanyakan dari orang Yahudi di dunia tinggal di Eropa Timur pada waktu berkecamuknya Perang Dunia II. Adalah tujuan Hitler untuk melenyapkan semua orang Yahudi di Eropa. Selama pemerintahan Hitler enam juta orang Yahudi dibantai, dengan ratusan ribu orang Yahudi dimasukkan ke dalam ruang gas sampai mati di kamp-kamp konsentrasi Hitler. Pada zaman Hitler setiap enam dari sepuluh orang Yahudi di Eropa dibunuh.

Namun, kendati selama berabad-abad penganiayaan paling mengerikan dalam sejarah dunia terhadap orang Yahudi, pada tahun 1948 orang Yahudi mendirikan negara Israel! Perdana Menteri Israel pertama, Golda Meir berkata, “Jutaan orang telah dibinasakan [pada perang Dunia II], banyak orang Yahudi telah dikubur hidup-hidup, dibakar sampai mati. Namun tak seorangpun pernah dapat mematahkan semangat orang-orang ini. Kami hanya menolak untuk lenyap. Tidak peduli seberapa kuat dan brutal dan bengis kekuatan yang menyerang kami, di sini kami berada.”

J. A. Clark berkata, “Di Musium di Kairo ada sebuah batu granit berwarna hitam dengan sebuah inskripsi di sisinya. Itu dibuat pada waktu putra Ramses Kedua, sekitar tahun 1400 S.M. Firaun menghubungkan berbagai kemenangannya dengan batu itu. Inskripsi diakhiri dengan kata-kata ini, ‘Israel dibasmi. Israel tidak akan memiliki keturunan.’ Namun Firaun yang sombong itu tidak tahu bahwa Allah telah berkata bahwa umat-Nya akan tetap tinggal menjadi para saksi-Nya sepanjang masa! Para Firaun itu telah lenyap berabad-abad yang lalu, namun orang-orang Yahudi masih terus hidup” (sumber: Paul Lee Tan, Th.D., Encyclopedia of 7,700 Illustrations, Assurance Publishers, 1979, hlm. 635-637).

Frederick II hidup dari tahun 1712 sampai 1786. Sebagai Raja Prusia ia menjadi dikenal sebagai Frederick yang Agung. Ia hidup di zaman ketidakpercayaan terhadap Alkitab. Suatu malam ia memanggil orang-orang ke istananya, “Dapatkah seseorang memberikan argumentasi yang solid tentang bukti keberadaan Allah?” Pendeta raja menjawab, “Orang-orang Yahudi itu, Yang Mulia! Orang-orang Yahudi adalah bukti terbesar tentang keberadaan Allah.” Jawaban pendeta itu benar-benar memberikan bukti agung tentang keberadaan Allah. Allah telah memelihara janji-Nya kepada orang-orang Yahudi. Pemeliharaan terhadap orang-orang Yahudi, dan negara Israel modern, adalah bukti terbesar tentang keberadaan Allah yang berkata,

“Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu” (Yehezkiel 36:24).

Saya ulangi lagi, pernahkah Anda melihat orang Babel, atau orang Het, atau orang Filistin, atau orang Amalek? Pada masanya bangsa-bangsa itu adalah bangsa yang besar. Namun hari ini mereka telah musnah. Sementara orang-orang Yahudi masih ada hari ini sebagai bangsa modern, dengan negara milik mereka sendiri yaitu negara Israel! Saya pernah berada di Yerusalem dan saya tahu bahwa itu benar!

Yerusalem! Yerusalem! Bernyanyilah di saat malam! Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya! Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!
   (“The Holy City” oleh Frederick E. Weatherly, 1848-1929).

Nyanyikan ini bersama dengan saya!

Yerusalem! Yerusalem! Bernyanyilah di saat malam! Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya! Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!

Dr. M. R. DeHaan berkata bahwa kembalinya orang-orang Yahudi ke Israel adalah salah satu bukti terbesar tentang Kedatangan Kristus yang Kedua. Dr. DeHaan berkata,

Selama dua ribu lima ratus tahun mayoritas Israel, dan sembilan ratus tahun terakhir hampir semua orang Israel, telah terserak ke empat penjuru dunia. Orang Israel telah dibenci dan dianiaya, difitnah dan dihimpit. Berbagai usaha pemusnahan terhadap mereka telah dicoba berulangkali, dari zaman Haman sampai hari ini. Kendati semua usaha ini dilakukan, namun mereka tidak pernah dapat dibinasakan. Mereka tidak terhilang di antara bangsa-bangsa, mereka mempertahankan identitas mereka sebagai bangsa, yang tak dapat dibinasakan dan kekal sebagaimana janji Allah. Sekarang [sejak tahun 1948] bangsa ini, yang telah terserak di antara bangsa-bangsa, secara tiba-tiba lahir kembali dan mendirikan di tanah air kuno mereka sebagai bangsa yang merdeka…. Selama ribuan tahun orang-orang berkata, “Allah telah melupakan Israel, orang-orang Yahudi tidak akan pernah kembali menjadi suatu bangsa lagi di tanah Palestina.” Mereka semua terbukti salah, karena hanya Allah yang dapat menjadi benar. Semua ini telah membuktikan nubuatan berabad-abad dan millennium-millenium sebelumnya oleh para nabi Perjanjian Lama (M. R. DeHaan, M.D., “The Sign of the Jew,” in Signs of the Times, Kregel Publications, 1996 edition, hlm. 25-26).

Dalam ayat-ayat seperti ini, Allah berkata,

“Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu” (Yehezkiel 36:24).

Pada tahun 1864, hampir seratus lima puluh tahun yang lalu, ketika mengkhotbahkan Yehezkiel 36:1-10, Spurgeon yang agung berkata,

      Israel saat ini tersembunyi dari peta bangsa-bangsa; putra-putranya terserak ke mana-mana; putri-putrinya berkabung di pinggir semua sungai di dunia ini… Namun ia akan dipulihkan “seperti dari antara orang mati.” Ketika putra-putranya menyerah untuk berharap untuknya, maka Allah menampakkan kepadanya…Ia dipulihkan kembali…. Akan ada pemerintahan orang asli kembali…. sebuah negara Israel akan bersatu…. “Aku akan membawa kamu kembali ke tanahmu.,” adalah janji Allah kepada mereka… mereka ada untuk memiliki kemakmuran nasional yang akan membuat mereka terkenal….
      Jika ada makna di dalam kata-kata ini harus menjadi makna dari pasal ini [Yehezkiel 37]. Saya tidak pernah ingin belajar seni untuk menyobek maksud Allah keluar dari perkataan-perkataan-Nya sendiri. Jika ada sesuatu yang jelas dan terang, arti literal dari sebuah makna dari perikop ini --- subuah makna tidak untuk dirohanikan – harus menjadi bukti bahwa… sepuluh suku Israel akan dipulihkan bagi tanah mereka sendiri… jika ada makna di dalam kata-kata, Israel akan dipulihkan (C. H. Spurgeon, “The Restoration and Conversion of the Jews,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1991 reprint, volume X, hlm. 428-429).

Spurgeon mengatakan perkatan-perkataan ini pada tahun 1864, delapan puluh empat tahun sebelum kembalinya orang Yahudi dan pemulihan bangsa Israel pada tahun 1948. Bagaimana Spurgeon mengetahui apa yang akan terjadi? Ia mengetahuinya karena ia percaya pada kebenaran harfiah dari teks kita,

“Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu” (Yehezkiel 36:24).

Studi Alkitab Scofield memberikan suatu nubuatan yang mirip dengan Spurgeon pada tahun 1917. Scofield berkata, “Israel sekarang masih… terserak, yang mana mereka akan dipulihkan” (The Scofield Study Bible, 1917, Oxford University Press; note on the Abrahamic Covenant in Genesis 15:18, hlm. 25). Tiga puluh satu tahun kemudian, pada tahun 1948, Bangsa Israel dipulihkan, persis seperti yang Alkitab nubuatkan!

Ketika saya sedang kuliah di seminari Baptis Selatan yang liberal yang tidak kenal Tuhan di sebelah selatan San Francisco pada permulaan tahun 70-an, dua dari para professor mengajar bahwa janji-janji tentang pemulihan itu hanya untuk masa lalu, bahwa semua itu mengacu pada pemulihan orang-orang Yahudi dari pembuangan mereka di Babel, dan tak satupun janji yang mengacu pada pemulihan Israel pada tahun 1948. Berikut ini beberapa alasan yang menunjukkan bahwa mereka salah:

1.  Para professor di Golden Gate Baptist Seminary itu salah karena Perjanjian Lama menubuatkan pemulihan Israel sering dengan menggunakan frase “hari-hari kemudian.” Sebagai contoh, nubuatan tentang pemulihan Israel dalam Yehezkiel 37 langsung diikuti dalam pasal 38 dengan frase, “pada hari yang terkemudian engkau akan datang di sebuah negeri yang dibangun kembali sesudah musnah karena perang, dan engkau menuju suatu bangsa yang dikumpul dari tengah-tengah banyak bangsa” (ay. 8). Ini bahkan lebih dipersempit dalam ayat 16, di mana kita diberitahu “Pada hari yang terkemudian akan terjadi hal itu.” Jadi nubuatan ini adalah untuk hari-hari terkemudian dari tahun-tahun terkemudian – dengan kata lain, pada hari-hari sebelum Kedatangan Kristus yang Kedua. Contoh lain yang lebih jelas lagi bacalah Hosea 3:4-5,

“Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim. Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir” (Hosea 3:4-5).

2.  Para professor liberal di Golden Gate Baptist Seminary salah karena perikop-perikop ini biasanya mengatakan bahwa orang-orang Yahudi akan kembali sebelum mereka bertobat, yang mana hal itu tidak dapat mengacu pada kembalinya mereka dari Babel, namun kepulangan terakhir, sebelum kedatangan Kristus yang kedua. Sebagai contoh Yehezkiel 36:24-27 berkata,

“Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya” (Yehezkiel 36:24-27).

Sejak ayat 26 dan 27, berhubungan dengan kelahiran kembali, belum pernah digenapi, nubuatan ini harus mengacu pada tuaian akhir di akhir sejarah.

3.  Para professor Golden Gate Baptist Seminary salah karena Kristus telah menubuatkan pemulihan Israel setelah kejatuhan Yerusalam tahun 70 M. Kristus berkata,

“Dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu” (Lukas 21:24).

Kristus berkata bahwa bangsa Israel akan “diinjak-injak” oleh bangsa-bangsa “sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu” di masa depan. Dr. Wilbur M. Smith berkata bahwa Lukas 21:24 adalah salah satu ayat yang paling jelas di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa pemulihan Israel akan terjadi ketika “zaman bangsa-bangsa” berakhir, dan Kedatngan Kristus yang Kedua terjadi. Dr. John F. Walvoord memberikan pernyataan yang mirip pada halaman 49-51 dari bukunya yang berjudul, Armageddon, Oil and the Middle East. Orang-orang Yahudi yang telah kembali ke tanah airnya menunjukkan bahwa akhir dari zaman ini dan Kedatangan Kristus yang Kedua sudah sangat dekat (lihat juga Dr. Ed Dobson, Final Signs, Harvest House, 1996, hlm. 118).

4.  Para professor di Golden Gate Seminary salah karena Tuhan Yesus Kristus menghubungkan dengan dibangunnya kembali Bait Suci dalam Matius 24:15, ketika “Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel.” Itu tidak dapat terjadi kecuali orang-orang Yahudi pertama-tama harus kembali, sebagaimana itu mulai dilakukan pada tahun 1948, dan kemudian membangun Bait Suci, yang mana mereka akan segera lakukan.


Jadi, saya yakin bahwa para professor Perjanjian Lama di Golden Gate Seminary benar-benar buta sama seperti orang-orang Farisi pada zaman Yesus yang buta secara rohani.

Saudara yang terkasih, kita dapat mengatakan dengan pasti bahwa pengajar Alkitab tersohor Dr. DeHaan sepenuhnya benar ketika ia berkata, “Sekarang, pada generasi kita… semua ini telah mulai digenapi. Kitab Suci menjelaskan kepada kita bahwa ketika itu terjadi kedatangan Tuhan sudah dekat. Jika tidak ada tanda lain tentang hari-hari terakhir, [tanda tentang pemulihan Israel] saja sudah cukup. Yesus akan datang kembali” (DeHaan, ibid., hlm. 31). Mari kita berdiri dan menyanyikan refren ini kembali.

Yerusalem! Yerusalem! Bernyanyilah di saat malam!
Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!
Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!

Selanjutnya saya menutup dengan tiga pemikiran. Pertama, pemulihan bangsa Yahudi ke tanah air mereka menunjukkan keakuratan dan reliabilitas sempurna Alkitab. Kedua, pemulihan bangsa Yahudi ke tanah air mereka menunjukkan bahwa nubuatan Alkitab secara harfiah benar. Oleh sebab itu, peringatan tentang Neraka akan membuat Anda gemetar dengan rasa takut dan mencari Kristus dengan tingkat keseriusan tinggi. Ketiga, belas kasihan Kristus kepada bangsa Yahudi akan membuat Anda merasa bahwa Yesus memiliki kemurahan atas Anda dan mau menyelamatkan Anda dari dosa Anda. Dengan kuasa besar yang sama Ia membawa kembali orang Yahudi ke tanah air mereka, Yesus dapat membawa Anda keluar dari dosa Anda, memberikan kelahiran baru kepada Anda, dan menyucikan semua dosa Anda dengan Darah-Nya yang mahal. Saya meminta Anda untuk percaya kepada Tuhan Yesus Kristus malam ini! Ia telah memberikan karunia kepada Israel, dan Ia akan memberikan karunia kepada Anda. Berserulah kepada-Nya seperti Bartimeus, “Yesus, kasihanilah aku! Yesus, kasihanilah aku!”

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Yehezkiel 36:16-24.
Persembahan Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Holy City” (oleh Frederick E. Weatherly, 1848-1929).