Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




ANGGOTA-ANGGOTA JEMAAT YANG JAHAT PADA
HARI-HARI TERAKHIR

(EVIL CHURCH MEMBERS IN THE LAST DAYS)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebakitan Minggu Pagi, 27 Mei 2012

“Sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan” (II Timotius 3:13).


Dr. Harold Lindsell adalah seorang editor dari majalah “Christianity Today” sejak tahun 1968 sampai dengan 1978. Ia adalah seorang penulis buku terkenal yang berjudul The Battle for the Bible, dan pernah menjadi editor dari dua studi Alkitab. Ia adalah salah satu pendiri dari Fuller Theological Seminary, ketika seminari itu belum menjadi liberalism. Ia juga seorang sahabat pribadi yang sering berbicara di gereja kami, dan menyampaikan khotbah pada waktu pernikahan saya dan istri saya pada tahun 1982.

Dr. Lindsell menulis sebuah buku yang berjudul The Gathering Storm: World Events and the Return of Christ (Tyndale House Publishers, 1980). Dalam bukunya ini ia berkata,

Kondisi yang ada di antara gereja yang penuh dengan orang yang belum lahir baru menunjukkan kedatangan kedua Yesus, bagi Gereja di dunia telah secara signifikan menyekularisasi ... tidak ada lagi seorang Kristen. Orang-orang Kristen telah begitu dicuci otak oleh sekularisme sehingga mereka tidak berpikir lagi seperti orang Kristen. Dunia mereka dan pandangan hidup berakar tidak begitu banyak dari dalam Alkitab sebagai dalam agenda yang ditetapkan oleh dunia (ibid., hlm. 70).

Ia juga mengutip II Timotius 3:1-7 dan memberikan komentar berikut ini,

Amerika telah menghasilkan generasi egois, anak-anak muda yang mementingkan diri sendiri, tidak simpatik, tidak beragama, tidak patriotik dan tidak berkarakter ... Manusia berhenti menjadi manusia, kehilangan karakteristik manusia dan meninggalkan segala dunia yang layak dan pandangan hidup yang pernah membedakan manusia dari babi dan kuda (ibid., hlm. 66-67).

Dr. Lindsell memberikan komentar ini langsung setelah mengutip II Timotius 3:1-7.

Perikop dalam II Timotius tiga mulai dengan perkataan, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar” (II Timotius 3:1). Dr. J. Vernon McGee berkata Rasul Paulus sedang menjelaskan kepada kita dalam II Timotius 3, “apa yang akan terjadi dengan masa depan gereja – ini bukanlah masa depan yang cerah bagi gereja terorganisir. ‘Hari-hari terakhir’ adalah istilah teknis… itu berbicara tentang hari-hari terakhir dari gereja” (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, volume V, hlm. 469; catatan untuk II Timotius 3:1). Dr. McGee selanjutnya berkata,

“Akan datang masa yang sukar,” yang berarti masa-masa mendatang yang menyedihkan atau putus asa. Bukankah itu tidak terlihat seperti suatu pertobatan dunia?... Bukankah Alkitab tidak mengajarkan bahwa itu akan terjadi? Itu adalah mimpi dari... banyak orang yang telah hidup seperti burung unta yang menyembunyikan kepalanya di dalam pasir dan tidak pernah menghadapi kenyataan. Sebaliknya, perhatikan apa yang akan datang di hari-hari terakhir. Kita memiliki sembilan belas deskripsi yang berbeda yang diberikan dalam beberapa ayat berikutnya [Dalam II Timotius 3]. Itu adalah keadaan yang tidak menyenangkan, tetapi kami ingin melihatnya karena itu menyajikan gambaran alkitabiah terbaik dari apa yang terjadi hari ini. Saya percaya, kita sedang bergerak menuju hari-hari terakhir dari gereja ... Saya tidak berpikir Anda pernah menyadari bahwa periode waktu yang digambarkan tersebut begitu terwujud sebagaimana nampak nyata pada hari ini. Saya percaya kita sekarang dalam "bahaya" dari hari-hari yang diuraikan dalam bagian ini. Saya tidak tahu berapa lama akan berlangsung, tetapi saya yakin itu akan menjadi lebih buruk, dan bukan menjadi lebih baik (ibid., hlm. 469-470).

Mari kita berdiri dan membaca ayat 1 sampai 4.

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah” (II Timotius 3:1-4).

Anda dipersilahkan duduk kembali. Mengapa begitu banyak orang di gereja-gereja kita yang seperti itu? Karena selama bertahun-tahun para pendeta telah membaptiskan orang-orang yang terhilang tanpa menguji kesaksian mereka dengan hati-hati. Itulah sebabnya mengapa gereja-gereja sekarang penuh dengan orang-orang terhilang. Mereka dipenuhi dengan orang-orang yang belum diselamatkan sebagai hasil dari penerimaan setiap orang sebagai seorang Kristen yang hanya sekedar membuat “keputusan” dangkal.

Dalam II Timotius 3:1-4 kita diberikan 19 kata atau frase yang menggambarkan orang-orang ini di gereja-gereja kita pada “hari-hari terakhir” ini.

1.  “Manusia akan mencintai dirinya sendiri.” Orang-orang terhilang di gereja-gereja saat ini mencerminkan dunia dengan mencintai diri sendiri daripada Kristus. Mencintai diri sendiri begitu menonjol sehingga banyak anggota gereja bahkan tidak datang pada kebaktian Minggu Malam lagi. Mereka mencintai diri mereka sendiri sehingga kebanyakan dari mereka tidak mau pergi untuk kunjungan atau memenangkan jiwa sekarang. Ini adalah karena kita telah memadati gereja-gereja dengan orang-orang yang belum diselamatkan.

2.  ““Menjadi hamba uang.” Sesungguhnya ini berarti “orang-orang yang mencintai uang.” Natur kedagingan manusia adalah senang memiliki banyak uang untuk dihabiskannya, karena itu mengasihinya lebih dari pada Kristus. Alkitab berkata, “Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan” (I Timotius 6:10). Banyak orang-orang muda yang masih terhilang bertahan di gereja selama orangtua mereka masih mencukupi segala kebutuhannya. Namun segera setelah mereka memperoleh pekerjaan dan bisa menghasilkan uang sendiri, mereka pergi. Itulah apa yang dimaksud dengan “menjadi hamba uang” di sini!

3.  “Mereka akan membual.” Kata Yunani untuk kata ini hanya ditermukan di sini dan dalam Roma 1:30, di mana ini digunakan untuk menggambarkan kondisi dunia penyembah berhala. Ketika kita mendengar apa yang disebut “kesaksian-kesaksian” hari ini, kesaksian-kesaksian itu seringkali tidak lebih dari serangkaian “bualan-bualan” tentang betapa buruknya mereka dulu dan betapa baiknya mereka sekarang – dengan sangat sedikit penekanan tentang Kristus. Seolah-olah mereka telah menyelamatkan diri mereka sendiri oleh perbuatan reformasi diri! Mereka tidak memuliakan dan membesarkan Kristus karena mereka belum pernah diselamatkan. Mereka memberikan kisah panjang tentang betapa buruknya mereka sebelumnya, dan kemudian berkata, “Saya telah diselamatkan.” Di mana Yesus di dalamnya? Itu hanyalah bualan belaka!

4.  “Menyombongkan diri” – dipenuhi dengan keombongan, tidak rendah hati. Betapa ini adalah gambaran dari para anggota gereja yang masih terhilang pada “hari-hari terakhir” ini.

5.  “Mereka akan menjadi pemfitnah,” secara literal berarti “para pencerca.” Ketika orang-orang yang baru datang ke gereja melihat mereka sering menjadi tersandung ketika mereka melihat orang-orang yang disebut Kristen mencerca orang lain dalam jemaat itu. Ini merefleksikan tuduhan-tuduhan atau fitnahan yang dunia bawa untuk menyerang orang-orang Kristen yang saleh. Generasi Hippi selalu mencerca atau memfitnah (Hippi adalah seseorang yang menolak standard-standard sosial pada umumnya - penerjemah). Itu adalah salah satu dari karakteristik mereka yang paling umum. Lihatlah “Occupy Wall Street.” Dan ketika mereka datang ke gereja mereka tetap dicerca!

6.  “Mereka akan berontak terhadap orangtua.” Bagaimanakah orang-orang seperti itu dapat dikatakan sebagai orang-orang yang telah menyerahkan diri mereka kepada Tuhan? Seharusnya mereka tidak dapat demikian! Orang-orang yang berontak terhadap orangtua akan memberontak melawan otoritas di dalam gereja, sebagaimana mereka melakukannya di dunia. Bagaimana gambaran generasi Hippi dan keturunan mereka! Saya pikir ini adalah jelas yang dibicarakan dalam ayat ini. Tidak heran mereka menyebabkan perpecahan satu demi satu gereja!

7.  “Tidak tahu berterima kasih.” Kata Yunani untuk kata ini ditemukan di sini dan dalam Lukas 6:35, di mana Yesus berbicara tentang “orang yang tidak tahu berterima kasih dan… orang-orang jahat.” Tidak peduli kebaikan apa yang telah dilakukan untuk mereka, itu tidak pernah masuk ke dalam pikiran mereka untuk dapat berterimakasih! Kita pernah melihat orang-orang yang kita beri tumpangan mobil pergi ke gereja, kita traktir makan pula, dan bahkan membawa mereka ke rumah kita dan memperlakukan mereka layaknya sebagai anggota keluarga kita sendiri, namun kemudian mereka meninggalkan gereja tanpa satu kata terimakasih. Mereka begitu kebal sehingga bahkan mereka tidak dapat merasakan rasa syukur! Ibu saya pernah membawa seorang anak laki-laki ke rumahnya dan merawat dia seperti putranya sendiri. Bahkan ibu saya mengantarnya ke sekolah dan memberikan kepadanya uang untuk makan siang. Ketika ia meninggalkan gereja ia mencuri satu set pisau dan garbu perak murninya, yang mana itu sebenarnya adalah dari pemberian hadiah pernikahan ibu saya. Ia telah membuat ibu saya menangis, dan bahkan ia tidak memberikan satu kata terimakasih kepada ibu saya. Bahkan dia tidak meninggalkan pesan ketika ia pergi dari rumah. “Tidak tahu berterima kasih.” Kita telah melihat hal itu dari waktu ke waktu pada generasi jahat ini.

8.  “Tidak mempedulikan agama.” Kata ini berarti “duniawi.” Mereka menghidupi kehidupan mereka dalam pemberontakan terhadap Allah, namun berpikir bahwa meraka adalah orang Kristen! Mereka memberontak melawan semua otoritas.

9.  “Tidak tahu mengasihi.” Ini berarti bahwa mereka tidak memiliki kasih yang alami, baik terhadap darah-daging mereka sendiri, seperti yang kita lihat dalam aborsi yang mereka lakukan, atau dalam hubungan seksual yang tidak wajar. Mereka menjadi pembunuh bagi bayi-bayi mereka sediri dan mengirim orangtua mereka sendiri ke “panti jompo” yang mengerikan, dan jarang jika bukan dikatakan tidak pernah mengunjungi mereka, namun mereka masih menyebut diri mereka sendiri “orang-orang Kristen.” Sebagaimana dikatakan oleh Dr. Lindsell, mereka “tidak simpatik.” Betapa itu merupakan gambaran yang mengerikan!

10. “Tidak mau berdamai.” Ini adalah orang-orang yang tidak dapat didamaikan. Mereka menolak membiarkan Anda bergaul dengan mereka. Anda tidak dapat menyenangkan mereka tidak peduli seberapa keras Anda mencoba! Anda tidak dapat membuat damai dengan mereka.

11. “Suka menjelekkan orang.” Saudaraku, betapa mereka senang menyebarkan gosip dan berbagai serangan lainnya! Sungguh menyedihkan, ini sekarang sama benarnya di gereja maupun di dunia! Para anggota gereja yang sebenarnya masih belum diselamatkan menikmati dalam memfitnah orang lain dalam gereja.

12. “Tidak dapat mengekang diri.” Ini berarti “tanpa pengendalian diri.” Kita melihat itu sepanjang waktu pada masyarakat kita yang telah merosot. Mereka datang ke gereja, namun mereka tidak tahan lama berada di sana, karena mereka tidak memiliki pengendalian diri. Mereka seliar binatang liar. Betapa mengerikan! Mereka pergi dari satu gereja ke gereja lain. Seperti Spurgeon berkata, “Mereka adalah burung-burung yang memiliki banyak sarang.”

13. “Garang” berarti “buas” (Dr. McGee). Pada zaman kita ini jalan-jalan bahkan seringkali tidak aman bahkan pada siang hari. Dan banyak gereja tidak aman bagi orang-orang Kristen baru! Apa yang disebut sebagai “orang-orang Kristen” seringkali sebuas dunia di sekitar kita! Ini sungguh adalah “masa-masa yang sukar!” Ada seorang remaja putri mencoba untuk membunuh ibunya karena memaksakan jam malam untuk dirinya! Itu benar-benar kejadian! Saya membacanya dalam surat kabar pagi hari Kamis. Anak-anak muda sekarang ini melakukan hal-hal yang kita tidak pernah dengar bahkan pada tahun 1940-an atau 50-an!

14. “Tidak suka yang baik.” Secara literal ini berarti “pembenci hal-hal yang baik.” Ini bertentangan dengan orang yang “suka akan yang baik” (Titus 1:8). Orang baik layak mereka benci, sementara orang jahat justru yang “keren” untuk mereka sukai. Kita melihat itu dalam pemilihan umum kita, demikian juga di gereja-gereja kita. Itu adalah salah satu karakteristik utama dari generasi ini. Mereka adalah orang-orang yang “tidak suka yang baik.”

15. “Suka mengkhianat.” Ini secara literal berarti “para pengkhianat.” Ini adalah orang-orang yang tidak dapat Anda percayai. Mereka akan mengkhianati Anda setiap saat, karena itu adalah natur alami mereka untuk melakukan itu. Menurut natur mereka adalah “para pengkhianat.”

16. “Tidak berpikir panjang” berarti “ceroboh, keras kepala dalam mengejar hal-hal yang berakhir buruk di bawah pengaruh nafsu” (Dr. Marvin R. Vincent). Ini menggambarkan orang-orang yang bertindak buru-buru dan tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Mereka tidak secepat bergabung dengan gereja, dari pada meninggalkannya! Anda tidak dapat mempercayai orang-orang ceroboh! Mereka terlalu “keras kepala” dan “ceroboh.”

17. “Berlagak tahu” berarti dibutakan oleh kesombongan. Ini adalah kata Yunani yang sama dengan yang digunakan dalam I Timotius 6:4, “Ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga.” Menurut suatu survei 89% dari antara para pendeta harus berurusan dengan orang-orang yang katanya “Kristen” seperti ini, orang-orang yang menyebabkan perpecahan gereja. Pikirkanlah itu, 9 dari 10 pendeta telah menghadapi perpecahan gereja karena orang-orang seperti itu! Mereka “dibutakan oleh kesombongan” (Dr. Vincent).

18. “Lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.” Secara harfiah “mencintai kesenangan daripada mencintai Allah” (Dr. Vincent). Dr. McGee berkata, “Belum pernah ada waktu ketika begitu banyak uang telah dihabiskan untuk memperoleh kesenangan… miliaran dollar dihabiskan untuk hiburan karena orang-orang saat ini lebih mencintai kesenangan daripada mengasihi Allah” (ibid., hlm. 471). Ini juga menjelaskan mengapa orang-orang muda yang belum diselamatkan menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain video game di komputer, namun berkata bahwa mereka tidak memiliki waktu untuk membaca Alkitab dan berdoa setiap hari! Tidak heran mereka tidak mengalami pertobatan sejati! Mereka mencintai kesenangan daripada Allah.

19. “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.” Mereka memiliki “sekedar kemiripan lahirah, yang pada realitas esensinya berbeda dengan” ibadah (Dr. Vincent). “Mereka menjalankan ritual-ritual agama namun tidak memiliki kehidupan dan realitas” (Dr. McGee). Orang-orang yang telah menjadi puas hanya karena berpikir telah maju ke depan di gereja tanpa mengenal Kristus adalah orang-orang “yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran” (II Timotius 3:7). Anda dapat memberitakan Injil kepada mereka sampai wajah Anda membiru, namun mereka akan terus puas diri karena berpikir telah “menjalankan ibadah” walaupun tanpa pernah mengalami “kekuatannya.” Sungguh menyedihkan, ada banyak orang yang seperti itu di gereja-gereja kita setiap Minggu!


Betapa suatu gambaran tentang “Generasi Hippi,” orang yang sekarang sekitar usia 45 sampai 65 tahun – dan paling tidak mereka yang telah memiliki anak dan cucu! Seperti Dr. Lindsell menggambarkan mereka, mereka adalah “orang-orang yang mementingkan diri sendiri, tidak simpatik, tidak beragama, tidak patriotik dan tidak berkarakter.” Mereka digambarkan dalam II Timotius 3:1-8.

Selajutnya, jika beberapa dari 19 deskripsi ini cocok dengan Anda, apa yang salah dengan Anda? Perhatikan kata “manusia atau orang.” Ini muncul tiga kali dalam perikop itu. “Manusia akan mencintai dirinya sendiri” (ayat 2). “Demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok” (ayat 8). “Sedangkan orang jahat… menyesatkan dan disesatkan” (ayat 13). Referensi ini mengacu kepada orang-orang di dalam gereja yang masih terhilang, baik pria maupun wanita.


1.  Mereka mengasihi diri mereka sendiri, tidak mengasihi Allah.

2.  Mereka menolak kebenaran.

3.  Mereka bertambah jahat.

“Sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan” (II Timotius 3:13).

Ketika orang-orang mencapai tahap itu, mereka jarang – jika bukan tidak pernah – yang bertobat karena Allah telah berhenti memberi kesempatan kepada mereka Ketika Allah berhenti memberikan kesempatan kepada Anda, itu sudah menjadi sangat terlambat untuk diselamatkan selama-lamanya. Namun jangan telalu menghibur diri sendiri. Anda dapat masih ada di gereja sementara Allah sudah berhenti memberikan kesempatan kepada Anda untuk diselamatkan. Saya telah melihat itu terjadi banyak kali. Bagaimanapun, jika hati nurani Anda mengganggu Anda karena dosa Anda itu berarti masih ada harapan bagi Anda.

Jika Anda masih terhilang, bukankah ini adalah waktunya bagi Anda menjadi sangat serius untuk mencari Kristus? Bagaimana Anda dapat berdiri saja sementara Anda menyadari bahwa Anda dapat turun ke neraka kapan saja? Bagaimana Anda dapat hidup seperti itu melewati hari-hari Anda? Yesus berkata, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” (Lukas 13:24).

Saya ingat ketika berkendaraan menuju San Jose dari San Francisco pada tahun 1972 atau 1973. Seorang Hippi muda ada di dalam mobil bersama saya. Ia berbicara sepanjang jalan pulang-pergi. Ia belum berhenti dari ketergantungan narkotika sangat lama, pikirannya nampak masih gelap. Ia berbicara terus sampai saya hampir tidak tahan! Saya mengingat ketika itu berpikir, “Tidak ada harapan bagi teman ini.” Namun saya salah. Ia akhirnya bertobat setelah semuanya itu! Hari ini ia telah menikah dan memiliki anak-anak yang sedang tumbuh, dan ia sekarang menjadi seorang pendeta sebuah gereja di Phoenix, Arizona! Ia dapat menyanyi, “Sangat Besar Anugerah-Nya yang t’tlah ku alami, sesat aku dulu kala, s’lamatlah ku kini!”

Jika Anda adalah orang yang masih terhilang ada harapan bagi Anda! Namun hanya ada satu harapan bagi Anda – dan nama-Nya adalah Yesus! Percayalah kepada Yesus dan Anda akan diselamatkan!

Dari kongkongan malam kelam,
   Yesus, Tuhan, aku datang;
Kini hidupku girang, tentram;
   Pada-Mu ku datang.
(“Jesus, I Come” oleh William T. Sleeper, 1819-1904/
     Terjemahan Nyanyian Pujian No. 131).

Jika Anda belum diselamatkan silahkan melangkah ke ruang belakang sekarang, dan Dr. Cagan akan memimpin Anda ke tempat yang tenang untuk berdoa.

Selanjutnya berikut ini adalah beberapa pesan untuk orang-orang yang telah diselamatkan dari antara Anda. Saya tahu bahwa II Timotius 3:1-8 adalah perikop Alkitab yang dapat mengecilkan hati. Ketika kita melihat orang yang penuh dosa tentu itu akan mengecilkan hati kita. Namun saya juga telah menemukan penghiburan besar dari perikop ini selama bertahun-tahun. Ini mendorong saya untuk membaca tentang kondisi dari umat manusia dalam nubuatan Alkitab. Ini membuat saya berpikir, “Yah, itulah yang sudah Alkitab katakan akan terjadi. Hal-hal yang buruk. Namun semua itu bukan tanpa kendali. Alkitab telah menubuatkan ini – dan Allah yang memberikan kepada kita perkataan-perkataan dari Kitab Suci ini masih bertahta!” Selain itu, pasal berikutnya dalam II Timotius berkata bahwa “Kristus Yesus… akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, demi penyataan-Nya…” (II Timotius 4:1). Tidak peduli betapa buruknya yang orang-orang akan alami, Yesus akan datang kembali! Pikirkanlah tentang kata-kata yang luar biasa dari lagu ini –

Kegelapan adalah malam, dosa menyerang kita;
   Betapa berat beban duka yang kita tanggung;
Namun sekarang kita melihat tanda-tanda kedatangan-Nya;
   Cahaya menerangi hati kita, piala sukacita turun dari atas!

Angkatlah kepalamu, para musyafir yang berbeban;
   Pandanglah langit mulai cerah;
Banyangan malam telah pergi, dan Yesus datang
   Nantikan dengan penuh kerinduan hari yang semakin mendekat

Ia datang kembali, Ia datang kembali,
   Yesus yang sama, yang telah ditolak manusia;
Ia datang kembali, Ia datang kembali,
   Dengan kuasa dan kemuliaan agung, Ia datang kembali!
(“He is Coming Again” by Mabel Johnston Camp, 1871-1937).

Tidak ada yang membahagiakan hati orang-orang Kristen yang seperti karena Kedatangan Kristus yang Kedua! Saya selalu merasa demikian! Ketika saya mempersiapkan khotbah ini saya berkonsultasi dengan sebuah buku tentang nubuatan yang diedit oleh Dr. Charles L. Feinberg. Saya lupa di mana saya memperolehnya, namun pada halam depan saya membaca apa yang seorang Tionghoa muda telah tuliskan ketika ia memberikan buku itu kepada saya pada tahun 1971. Namanya adalah Ken Yee dan sekarang ia menjadi seorang pendeta. Saya mengenal dia karena saya telah menghabiskan setiap akhir minggu di misi bagi orang Tionghoa di Sacramento pada tahun pertama saya kuliah di Golden Gate Baptist Theological Seminary. Ken menuliskan kata-kata ini,

“Bob terkasih, karena teladan Anda dalam pengorbanan penuh kasih, karena kasih Anda untuk gereja ini [the First Chinese Baptist Church of Los Angeles], karena Anda mengasihi misi kita [dari gereja Los Angeles], karena visi Anda yang Anda bagikan dengan sangat antusias, dan akhirnya, karena Anda adalah Anda dan bukan yang lainnya – ini sudah lebih dari menyenangkan! Terberkatilah jiwaku! Maranatha – Tuhan datang! Kasih dalam Kristus, Ken.”

Amin! Amin! Ketika seseorang seperti Ken terbantu oleh pelayanan kita, itu membuat segala sesuatu yang kita lakukan bermanfaat. Seorang muda di gereja kita memberitahu saya bahwa ia berkecil hati karena setiap orang yang ia coba bantu murtad. Saya berkata, “Ya, namun orang berikutnya mungkin bertahan, dan itu akan memberikan Anda sukacita yang dunia tidak pernah tahu!” Orang-orang yang telah Anda pimpin kepada Kristus akan bersukacita bersama Anda ketika Yesus datang! Setiap orang Kristen yang pernah Anda tolong akan ada di sana untuk bersukacita bersama dengan Anda ketika Yesus datang! Amin! Maranatha – Yesus datang!

Langit akan terbuka, menyiapkan pintu masuk-Nya;
   Bintang-bintang akan memuji Dia dengan pujian menggemuruh.
Cahaya indah di mata-Nya akan membuat bersukacita mereka yang menanti,
   Dan kita akan memandang Dia muka dengan muka.
Dan kita akan melihat Dia, Kita akan melihat Dia,    Muka dengan muka, dalam seluruh kemuliaan-Nya Kita akan melihat Dia, Ya, kita akan melihat Dia,    
    Muka dengan muka, Juruselamat dan Tuhan kita!

Para malaikat akan menyerukan kedatangan-Nya,
   Orang-orang mati akan bangkit dari tempat mereka tertidur;
Dan orang-orang yang masih hidup akan diubah dalam sekejab,
   Dan kita akan mamandang Dia muka dengan muka.
Dan kita akan melihat Dia, Kita akan melihat Dia,    Muka dengan muka, dalam seluruh kemuliaan-Nya Kita akan melihat Dia, Ya, kita akan melihat Dia,    
    Muka dengan muka, Juruselamat dan Tuhan kita! Tuhan kita!
(“We Shall Behold Him” oleh Dottie Rambo, 1934-2008).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: II Timotius 3:1-8.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Christ Returneth” (oleh H. L. Turner, 1878).