Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




KAPAL TITANIC

(TITANIC)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 13 Mei 2012

“Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu” (Lukas 12:20).


Bulan lalu menandai 100 tahun peringatan tenggelamnya Kapal Titanic. Itu adalah kapal terbesar yang pernah dibangun. Mereka menyebutnya sebagai “kapal yang tidak dapat tenggelam.” Namun kapal itu tenggelam pada pelayarannya pertama, membunuh lebih dari 1,500 penumpang yang tenggelam di perairan es. Seratus tahun kemudian orang-orang masih terpesona dengan kisah tersebut. Empat film utama diproduksi, dengan begitu banyak documenter dan buku-buku yang tak terhitung jumlahnya yang telah diproduksi berhubungan dengan kisah itu sehingga kita akrab dengan tragedi itu. Film tahun 1997 tentang tenggelamnya kapal itu dipruduksi kembali dalam 3D bulan lalu.

Khotbah ini berisi materi yang diambil dari sebuah khotbah Dr. Greg Dixon (“Sinking of the Titanic” in Prize-Winning Evangelistic Sermons, disunting dan diedit oleh Dr. John R. Rice, Sword of the Lord Publishers, 1976, hlm. 11-23). Dr. Dixon berkata,

Ketika saya mulai mempelajari catatan kisah tenggelamnya kapal yang katanya tidak dapat tenggelam ini, saya sampai pada suatu kesimpulan bahwa ini hampir sama seperti setiap orang yang berkata kepada Allah, “Kami sekarang telah menjadi tuan dari nasib kami sendiri, menjadi kapten dari nasib kami sendiri. Tidak ada lagi yang akan membuat kami takut; kami tidak akan lagi takut akan samudera dan lautan yang gelap dan dalam; namun melalui kecerdasan dan kebijaksanaan dan pengertian kami, sekarang kami dapat menaklukkan alam semesta menjadi milik kami”… Para pemilik, para pembangun, para perancang, kapten, awak kapal, berita-berita media, semuanya telah mengumumkan ke seluruh dunia bahwa kapal ini tidak dapat tenggelam. Ini sama seperti orang yang berkata, “Tuhan, kami tidak membutuhkan Engkau lagi. Kami telah membangun kapal yang tidak dapat tenggelam! Jadi kami tidak membutuhkan perlindungan-Mu. Kami tidak membutuhkan pertolongan-Mu.” Bagaimanapun, hal yang aneh terjadi. Kapal itu tenggelam pada pelayaran perdanya, dan itu dijadikan tontonan bagi seluruh dunia bahwa ternyata setelah semua ini kita masih membutuhkan Tuhan (ibid., hlm. 11).

“Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia” (Mazmur 60:11).

Itu seperti Allah yang sedang berkata,

“Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu” (Lukas 12:20).

Amerika adalah bangsa besar, namun ia sedang tenggelam seperti Titanic. Ketika saya melihat apa yang sedang terjadi di negeri kita, rasanya seperti kita sedang menata kursi geladak Titanic. Khotbah ini didasarkan pada tenggelamnya kapal Titanic, dan berbagai peristiwa seputar ini.

Di malam tanggal 14 April 1912, pukul 11.40 malam, bencana maritime terbesar terjadi di dalam sejarah. Kapal Titanic yang besar itu [kapal laut terbesar yang pernah dibangun saat itu] meluncur ke gunung es sekitar 800 mil dari pantai Newfoundland. Ada sekitar 2,340 jiwa [dalam kapal tersebut]. 705 orang diselamatkan dan 1,635 binasa bersama kapal tersebut.
      Itu adalah pelayaran perdananya dan telah dipublikasikan ke seluruh dunia, bukan hanya sebagai kapal terbesar dan termewah di dunia, namun juga sebagai kapal teraman dari semua ancaman samudera. Belum pernah ada kapal yang memiliki awal kapal dan para penumpang yang begitu aman dalam mengarungi lautan (ibid., hlm. 12).

Namun, bagi banyak orang di kapal Titanic tersebut, seakan Tuhan berkata demikian kepada mereka,

“Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu” (Lukas 12:20).

Sudahkah engkau menghitung harganya, jika jiwamu harus terhilang,
   Walau engkau miliki seluruh dunia ini?
Bahkan sekarang mungkin garis itu telah memisahkanmu,
   Sudahkah engkau menghitung, sudahkah engkau menghitung harganya?
(“Have You Counted the Cost?” oleh A. J. Hodge, 1923).

Orang-orang di kapal Titanic tersebut adalah gambaran dunia hari ini dalam empat cara.

I. Pertama, mereka memiliki keamanan yang palsu.

Mereka berpikir bahwa Titanic itu adalah sebuah “kapal yang tidak dapat tenggelam.” Lagi pula, panjang kapal itu 882 ½ kaki, kira-kira tiga setengah blok kota panjangnya. Jangkarnya seberat 15 ½ ton. Kapal itu memiliki dua dasar 5 sampai 6 kaki yang menjamin keamanan. Kata “titanic” berarti “raksasa,” “besar,” “besar sekali,” dan “kuat.” Titanic adalah besar dan kuat. Itu disebut sebagai “kapal yang tidak dapat tenggelam.” Ada 15 kompartemen kedap air. Mereka sangat yakin bahwa kapal itu tidak dapat tenggelam sehingga hanya tersedia 20 sekoci. Setiap sekoci hanya mampu menampung 58 orang. Itu berarti hanya 1,160 orang yang dapat diselamatkan, dari 2,340 orang dalam kapal tersebut jika setiap sekoci diisi penuh. Sekoci yang ada tidak cukup untuk menyelamatkan 1,180 orang pada kapal tersebut. Mengapa hanya ada sekoci yang begitu sedikit? Karena mereka berpikir bahwa mereka tidak akan pernah membutuhkannya! Mereka berpikir bahwa 50,000 ton Titanic tidak akan mungkin dapat tenggelam!

Betapa ini merupakan gambaran dari keamanan palsu yang dimiliki banyak orang hari ini! Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda telah siap menghadapi penghakiman Allah? Apakah Anda telah siap untuk mati jika itu terjadi secara tiba-tiba? Atau apakah Anda seperti orang yang berpikir bahwa ia masih memiliki banyak tahun untuk hidup? Ia berkata kepada dirinya sendiri, “beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah” (Lukas 12:19).

“Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu”
       (Lukas 12:20).

Pada kapal Titanic itu ada John Jacob Astor IV, salah satu dari orang terkaya di dunia, yang memiliki kekayaan senilai $150,000,000, yang akan mejadi sepuluh kali lebih besar dari uang saat itu. Ia tidak memiliki apa-apa lagi di dunia ini ketika ia kembali dari perjalanan ke Mesir dengan pengantinnya yang berusia 19 tahun – pada Titanic itu! Di sana juga ada Benjamin Guggenheim, pemimpin perusahaan American Smelting and Refining Company. Ia memiliki kekayaan senilai $95,000,000. Di sana juga ada Isadore Straus, pemilik perusahaan yang memproduksi Levis. Ia memiliki kekayaan senilai $50,000,000. Di sana ada Jay Bruce Ismay, pemimpin perusahaan International Mercantile Marine Company. Ia memiliki kekayaan senilai $40,000,000. Satu untai mutiara istrinya seharga $250,000. Seuntai mutiara terbaik di dunia.

Orang-orang ini berjalan tenang di atas dek kapal Titanic, sedang berpikir akan memiliki jutaan kekayaan lagi, tanpa menyadari bahwa mereka akan tenggelam dalam perairan es dari Samudera Atlantic itu.

Multi-jutawan John Jacob Astor IV adalah orang yang paling kaya di kapal itu. Saat Titanic itu menabrak gunung es yang menyebabkan kapal itu tenggelam, Astor berkata kepada istrinya bahwa kerusakannya tidaklah serius. Ketika kapal itu tenggelam ia berdiri di dek kapal dengan tenang sambil menghisap rokok. Setengah jam kemudian kapal itu menghilang tertutup air, membawa orang kaya itu ke dalam kubur lautan. Dua minggu kemudian tubuhnya yang telah mengembung ditemukan dan teridentifikasi berdasarkan inisial yang terdapat pada jaketnya. Orang tidak dapat melupakan apa yang Alkitab katakan,

“Pada hari kemurkaan harta tidak berguna” (Amsal 11:4).

“Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu” (Lukas 12:20).

II. Kedua, mereka tidak siap.

Tidak ada kapal saat ini yang semewah Titanic. Kapal itu memiliki lapangan tenis, ruangan-ruangan untuk bermain bola dan bahkan ada banyak lift, yang tidak pernah terdengar ada di banyak kapal hari ini. Kelas yang paling mahal seharga $4,300, yang mana itu adalah uang yang besar sekali di tahun 1912. Itu adalah akomodasi termahal yang ditawarkan. Namun tidak ada cukup sekoci! John Jacob Astor IV dan istrinya bermain dengan kuda-kuda mekanik di gimnasium mewah setelah kapal itu menabrak gunung es. Namun sementara mereka bermain kapal itu mulai tenggelam. Dan tidak ada cukup sekoci!

Tidak ada kapal yang pernah mengarungi lautan yang pernah memberikan kepada para penumpangnya kepercayaan atau keamanan seperti malam itu ketika Titanic berlayar dengan tenang melalui perairan es di Atlantik Utara. Namun tidak ada cukup sekoci! Dan sekoci yang adapun tidak memenuhi ketentuan. Pada beberapa dari sekoci tersebut tidak ada persediaan air bagi mereka. Beberapa tidak memiliki layar dan kompas. Beberapa kayu penyumbat di bagian bawah telah terlepas. Bagaimanapun, mereka berpikir bahwa sekoci-sekoci tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan! Itulah sebabnya mengapa hanya ada 20 sekoci yang dapat dipakai.

Meskipun demikian, kebanyakan dari sekoci pada kapal tersebut hanya dapat membawa 10, 12 atau 15 orang, walaupun sebenarnya sekoci tersebut dapat mengangkut hampir 60 orang. Mengapa begitu sedikit orang yang ada di sekoci-sekoci tersebut? Itu karena orang-orang itu tidak percaya bahwa kapal itu akan tenggelam! Mereka menolak untuk masuk sekoci-sekoci tersebut.

Kemudian ada serangkaian ledakan. Orang-orang menjadi ketakutan akhirnya lari ke sekoci-sekoci yang tersisa. Mereka berebut sekoci. Namun itu sudah sangat terlambat bagi mereka. Beberapa orang yang binasa itu dapat membeli Titanic itu, namun mereka tidak memiliki cukup uang untuk membeli tempat duduk pada sekoci itu! Mereka tidak siap!

Di atas dek kapal itu ada banyak laki-laki maupun perempuan yang mengenakan pakaian bulu terbaik yang dapat dibeli dengan uang. Beberapa dari mereka memiliki banyak cincin emas pada jari-jari mereka, mutiara melingkar pada leher-leher mereka, anting-anting berlian pada telinga mereka. Namun sekarang mereka tidak lebih baik dari pada para penumpang termiskin, ketakutan seperti binatang untuk mendapatkan sebuah sekoci. Namun sekoci-sekoci tersebut telah penuh. Itu sudah sangat terlambat. Mereka tidak siap! Itu adalah gambaran dari generasi ini!

“Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua” (Lukas 17:26-27).

Mereka mentertawakan Nuh ketika ia memberitahu mereka untuk bersiap-siap. Mereka berpikir bahwa penghakiman itu tidak akan pernah datang. Kemudian hujan turun dengan begitu derasnya. Ketika air terus naik mereka menggedor pintu bahtera dan berteriak-teriak demi hidup mereka. Namun itu sudah sangat terlambat. Mereka menunggu terlalu lama. Pintu bahtera itu dimeterai oleh Allah. Mereka melolong dan berteriak karena ketakutan karena Air Bah mulai menenggelamkan mereka, dan mereka tenggelam dalam kuburan air. “Demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia” (Matius 24:39).

Seseorang bertanya kepada John Jacob Astor, “Tuan, dimana pelampung keselamatan Anda?” Astor menjawab, “Saya tidak berpikir bahwa saya akan membutuhkannya.”

Suatu hari nanti Anda akan berdiri di hadapan tahta Penghakiman Allah. Anda akan ditanya, “Apa yang telah engkau perbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?” Akankah Anda berkata, “Saya tidak berpikir bahwa saya akan membutuhkan Dia”?

Anda akan membutuh Yesus nanti. Saat ini Anda mungkin tidak berpikir bahwa Anda akan membutuhkan Dia, namun Anda akan berpikir demikian nanti. Namun Anda harus menerima Kristus sekarang. Nanti itu sudah menjadi sangat terlambat untuk selamanya.

“Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Wahyu 20:15).

“Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal”
       (Matius 25:46).

Mungkin engkau [serahkan] harapanmu pada keabadian pagi
   Untuk bersenang-senang,
Untuk gemerlapnya dosa dan segala hal yang dapat engkau peroleh
   Sudahkah engkau menghitung, sudahkah engkau menghitung harganya?
Sudahkah engkau menghitung harganya, jika jiwamu harus terhilang,
   Walau engkau miliki seluruh dunia ini?
Bahkan sekarang mungkin garis itu telah memisahkanmu,
   Sudahkah engkau menghitung, sudahkah engkau menghitung harganya?

Suatu hari segera Allah akan berkata kepada Anda,

“Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu” (Lukas 12:20).

III. Ketiga, mereka telah menunda-nunda.

Mereka memainkan biola dan bermain-main, dan berlambat-lambat untuk mendapatkan dan memperoleh sedikit sekoci yang ada. Kapal itu mulai tenggelam, namun banyak orang justru sedang minum-minum dan menari. Kapal itu mulai tenggelam, namun John Jacob Astor dan pengantin mudanya justru sedang bermain dengan kuda mekanik di gimnasium itu. Kapal itu mulai tenggelam, namun para pelayan seharusnya benar-benar mendobrak kabin-kabin penumpang kapal untuk membangunkan mereka yang sedang tidur. Mereka tidak dapat mempercayai bahwa kapal yang tidak dapat tenggelam ini dapat tenggelam. Apakah Anda tahu apa yang beberapa dari mereka lakukan? Ketika kapal itu mulai tenggelam mereka justru mengambil pecahan-pecahan gunung es itu dan bermain bola salju di atas dek kapal itu! Beberapa dari mereka mengambil bongkahan es dan kembali ke kamar kabin mereka. Ketika mereka ditanya mengapa, mereka menjawab, “Kami ingin membawa ini pulang ke New York City untuk menunjukkan ke teman-teman kami.” Mereka berlambat-lambat. Mereka menyingkirkan ketakutan mereka. Mereka bermain-main dan masa bodoh seperti orang-orang Sodom.

“Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua” (Lukas 17:28-29).

Saya melihat orang-orang yang sedang bermain di sini di pusat kota Los Angeles. Mereka memasukkan ke sini mobil-mobil mewah dari luar kota. Mereka membayar ratusan dollar untuk mendapatkan tempat duduk menyaksikan pertandingan basket Lakkers yang tidak bermanfaat. Mereka datang kemari sampai pukul 11:30 malam bersenang-senang, berteriak-teriak sambil minum-minum. Namun dapatkah Anda mendapatkan orang-orang ini untuk datang ke gereja kita di pusat kota ini pada Minggu pagi? Oh, tidak! Tidak mungkin! “Mengapa, saya tidak dapat turun ke pusat kota,” kata mereka. Namun mereka akan segera mendengar suara Tuhan,

“Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu” (Lukas 12:20).

“Maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa...” (Wahyu 14:10-11).

IV. Keempat, mereka mengerang saat kapal itu tenggelam.

Kebanyakan penumpang sedang minum-minum dan menari dan berjudi dan berpesta. Sekelompok penjudi menuju ke atas dek ketika mereka mendengar bahwa kapal itu menabrak gunung es. Namun mereka segera kembali ke meja judi mereka lagi. Mereka turun bersama kapal itu ketika kapal itu tenggelam. Bahkan setelah mereka diperingatkan, banyak dari mereka justru pergi ke kamar kabin untuk tidur dengan keyakinan bahwa kapal Titanik tidak akan pernah dapat tenggelam. Mereka ini juga turun bersama dengan kapal yang tenggelam itu.

Yang lain membuat lelucon tentang alat-alat pengaman. Beberapa orang benar-benar melepaskan alat-alat pengaman mereka dan menari-nari di kapal itu, sementara yang lain berdiri kembali sambil tertawa-tawa. Beberapa orang menolak untuk mengenakan pelampung karena mereka tidak ingin merusak gaun dan pakaian mahal mereka dengan “baju pelampung yang kotor.” Banyak yang didesak untuk masuk sekoci. Mereka berkata, “Mengapa kami harus masuk sekoci dan masuk ke tempat kotor itu, di malam yang dingin? Kami akan kembali beberapa menit lagi.” Mereka tertawa ketika para awak kapal dan pelayan mengatakan kepada mereka bahwa kapal mulai tenggelam.

Oh, saya tahu apa yang dunia katakan pagi ini. Saya tahu mereka mentertawakan pengkhotbah tua seperti saya. Saya tahu mereka berkata, “Jangan biarkan si tua bodoh itu menakuti kamu!” Saya tahu apa yang mereka katakan. “Teruskan dan jalani hidupmu dengan pesta pora dan dosa. Jangan menjadi bodoh! Jangan menjadi orang Baptis kuno yang picik. Makan, minum dan bersenang-senanglah!” Saya tahu apa yang mereka katakan! Namun saya juga tahu apa yang Allah katakan,

“Itulah sebabnya ia ditimpa kebinasaan dengan tiba-tiba, sesaat saja ia diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi” (Amsal 6:15).

“Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi” (Amsal 29:1).

Ada garis yang di tarik dengan menolak Tuhan kita,
   Di mana panggilan Roh-Nya tiada lagi,
Dan engkau tenang dalam segala kesenanganmu
   Sudahkah engkau menghitung, sudahkah engkau menghitung harganya?
Sudahkah engkau menghitung harganya, jika jiwamu harus terhilang,
   Walau engkau miliki seluruh dunia ini?
Bahkan sekarang mungkin garis itu telah memisahkanmu,
   Sudahkah engkau menghitung, sudahkah engkau menghitung harganya?

Namun pada akhirnya mereka mengerang ketika Titanik tenggelam ditelan ombak. Ketika sekoci sudah tidak ada lagi, mereka berkumpul, mereka menggigil ketakutan, meminta agar band itu mengganti musiknya. Beberapa menit sebelumnya mereka memainkan musik liar. Namun kemudian band itu mulai memainkan himne sedih.

Hidup lebih dekat, Ya, pada-MU!
   Walaupun saliblah Tangunganku,
Lagu ku tiap saat, Hidup lebih dekat,
   Hidup lebih dekat, Ya, pada-Mu!
(“Nearer, my God, to Thee” oleh Sarah F. Adams, 1805-1848/
     Terjemahan Nyanyian Pujian No. 209).

Ketika kapal mulai tenggelam Pdt. John Harper berlari dari satu orang ke yang lainnya di atas dek itu, meminta mereka untuk percaya kepada Kristus. Seseorang mendorong pengkhotbah itu dan memintanya untuk diam. Pdt. Harper memberikan kepada orang itu pelampung miliknya dan berkata, “Anda akan membutuhkan ini lebih dari pada saya.” Pdt. John Harper tenggelam, namun orang yang menerima pelampungnya itu hidup. Pendeta Harper menggambarkan Yesus, Juruselamat bagi orang-orang berdosa. Oh, pagi ini, Yesus menawarkan kehidupan kepada Anda. Ia telah mati di kayu Salib untuk membayar dosa-dosa Anda. Ia telah bangkit dari antara orang mati untuk memberikan hidup yang kekal kepada Anda. Maukah Anda percaya kepada Yesus pagi ini?

“Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita”
       (I Yohanes 4:10).

Maukah Anda percaya Yesus dan diselamatkan pagi ini?

Ada sidang kongres setelah tengelamnya Titanic. Saksi demi saksi datang ke hadapan para senator untuk berbicara. Akhirnya pejabat ketiga dari Titanic itu bersaksi. Salah seorang senator menanyai dia dengan pertanyaan yang aneh. Saya tidak tahu mengapa ia menanyakan itu, namun ia melakukannya. Ia berkata, “Mr. Pittman, dapatkah Anda menggambarkan jeritan dari orang-orang itu ketika kapal itu tenggelam?” Pittman menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menangis tak terkendali. Akhirnya, Mr. Pittman dapat berbicara. Ia berkata, “Tuan, Anda bertanya tentang jeritan-jeritan mereka. Jawaban terbaik yang dapat saya berikan atas pertanyaan Anda adalah ini, Tuan, itu adalah jeritan panjang silih berganti.” Seperti itu jugalah jeritan orang-orang di Neraka. “di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi” (Matius 13:42).

Saya memohon kepada Anda, seperti Pdt. John Harper lakukan kepada orang di dek Titanic itu. Saya meminta Anda, “Percayalah Kristus sebelum itu menjadi sangat terlambat.”

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Lukas 12:16-21.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Have You Counted the Cost?” (oleh A. J. Hodge, 1923).


GARIS BESAR KHOTBAH

KAPAL TITANIC

(TITANIC)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu” (Lukas 12:20).

(Mazmur 60:11)

I.   Pertama, mereka memiliki keamanan yang palsu, Lukas 12:19, 20;
Amsal 11:4.

II.  Kedua, mereka tidak siap, Lukas 17:26-27; Matius 24:39;
Wahyu 20:15; Matius 25:46.

III. Ketiga, mereka telah menunda-nunda, Lukas 17:28-29;
Wahyu 14:10-11.

Keempat, mereka mengerang saat kapal itu tenggelam, Amsal 6:15; 29:1;
I Yohanes 4:10; Matius 13:42.