Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




TAHTA PUTIH PENGHAKIMAN YANG BESAR

(THE GREAT WHITE THRONE JUDGMENT)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 11 Maret 2012

“Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu” (Wahyu 20:12).

“Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Wahyu 20:15).


Pada tahun 1962 saya membacara buku sains fiksi berjudul 1984 oleh George Orwell. Kembali melihat ke tahun 1984 nampak sudah lewat jauh. Namun waktu cepat berlalu. Tahun 1984 datang dan pergi. Kembali ke tahun 1960-an Hong Kong masih berada di bawah pemerintahan Inggris. Kendali mereka atas Hong Kong tidak akan berakhir sampai tahun 1997. Itu nampak sudah jauh di belakang ketika saya memandang ke belakang. Namun Hong Kong dikembalikan ke Cina limabelas tahun yang lalu. Tahun 1997 datang dan pergi. Waktu cepat berlalu. Pada tahun 1982 istri saya bersama saya mengunjungi Roma, dalam perjalanan kembali dari Israel. Kami berdiri di Sistine Chapel, melihat lukisan Michelangelo “The Last Judgment.” Penghakiman terakhir bagi orang-orang mati yang belum diselamatkan mungkin nampak jauh bagi Anda pada pagi ini. Namun waktu cepat berlalu.

Lebih cepat dari yang Anda pikir, Penghakiman Terakhir akan segera datang. Pada hari itu semua umat manusia akan berdiri di hadapan Tahta Putih yang Besar. Orang-orang mati, besar maupun kecil, akan berdiri di hadapan Allah. Lalu dibuka semua “kitab”, dan orang-orang mati yang belum diselamatkan akan dihakimi menurut kitab-kitab Allah.

Waktu berlalu dengan cepat. Lebih cepat dari yang Anda pikirkan, Penghakiman Terakhir akan datang! Pada hari khidmat itu ada dua hal yang akan terjadi.

I. Pertama, orang-orang mati yang belum diselamatkan akan dihakimi menurut perbuatan mereka.

Rasul Yohanes melihatnya datang dalam suatu penglihatan. Ia berkata,

“Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya” (Wahyu 20:12-13).

Orang-orang terhilang sering berpikir bahwa ini akan menjadi waktu ketika Allah menimbang perbuatan baik dan perbuatan jahat mereka. Mereka berpikir demikian, jika mereka telah melakukan perbuatan baik lebih banyak dari pada perbuatan jahat, maka mereka akan diizinkan masuk ke dalam Sorga. Namun tidak ada penjelasan seperti itu di dalam Alkitab, dan pastinya tidak ada dalam perikop Kitab Suci ini! Dr. John R. Rice berkata,

Tidak ada belas kasihan di sini. Tidak ada dikatakan tentang pengampunan, tentang anugerah Allah, tentang penebusan. Semua ini telah dicemooh [dihinakan dan ditolak]; sekarang hanya penghakiman yang adil sedang diterapkan. Orang-orang pergi ke Neraka karena mereka harus pergi. Mereka layak untuk Neraka… Amsal 29:1 berkata, “Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.” Dosa harus dibayar. Orang-orang yang menolak pengorbanan Kristus… harus membayar hutang mereka sendiri untuk selama-lamanya, tidak akan pernah dapat bertobat lagi, tidak akan pernah ada pengampunan dosa (John R. Rice, D.D., Behold, He Cometh! A Verse-by-Verse Commentary on the Book of Revelation, Sword of the Lord Publishers, 1977, hlm. 304-305; komentar Kitab Wahyu 20:12).

Di St. George Chapel di Westminster Abbey di Inggris ada empat buku berisi nama-nama dari 60,000 orang yang terbunuh dalam pemboman di London pada masa Perang Dunia II. Salah satu dari buku-buku ini dibiarkan terbuka dan sebuah cahaya diarahkan ke atas nama-nama yang tercatat pada halaman-halaman itu. Setiap hari satu halam baru terbuka.

Itu mengingatkan saya tentang “kitab-kitab” yang Allah akan buka pada Penghakiman Terakhir. Ketika kitab-kitab ini dibuka, nama-nama dari setiap orang berdosa yang terhilang akan nampak di sana, demikian juga daftar dari setiap dosa yang pernah mereka lalukan. Alkitab berkata, ,

“Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi...” (Pengkhotbah 12:14).

Dan Yesus berkata,

“Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman” (Matius 12:36).

Setiap dari ”segala sesuatu yang tersembunyi” yang orang-orang terhilang telah lakukan tercatat dalam kitab-kitab penghakiman ini. Setiap “kata sia-sia” yang mereka pernah ucapkan tercatat, dan semua itu “harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.” Yesus berkata,

“Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui” (Lukas 12:2).

Setiap orang berdosa yang terhilang akan dikonfrontasi dengan dosa-dosa dari hidupnya pada waktu Penghakiman Terakhir ketika “Allah akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia” (Roma 2:16).

“Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu”
       (Wahyu 20:12).

Dr. Rice berkata,

Orang-orang akan dihakimi menurut perbuatan mereka. Ini maksudnya, kemudian, bahwa penghakiman akan lebih berat bagi seseorang dibandingkan dengan yang lainnya. Neraka akan menjadi lebih ringan bagi seseorang dibandingkan dengan yang lainnya, tergantung pada perbuatan-perbuatan mereka. Semua orang yang menolak Kristus akan pergi ke Neraka, namun beratnya hukuman Neraka tidak akan menjadi sama bagi semua orang (Rice, ibid., hlm. 305).

Yesus berkata,

“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu” (Matius 11:21-24).

Kita melihat dalam ayat-ayat ini bahwa ada tingkatan penghukuman di Neraka. Seseorang yang mendengar Injil Minggu demi Minggu, namun tidak pernah datang kepada Kristus, akan memiliki tempat yang lebih buruk di Neraka dari pada orang-orang Sodom. “Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu” (Matius 11:24). “Mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya” (Wahyu 20:13). “Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Wahyu 20:15).

Nabi Daniel berkata bahwa orang-orang yang tidak diselamatkan “akan bangun… untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal” (Daniel 12:2). Betapa mengerikan untuk dipikirkan! Anda akan mati, namun itu bukan akhir – bukan sama sekali! Setelah Anda mati Anda “akan bangun… untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.” Dr. John Blanchard, seorang penulis Inggris, berkata,

Apa yang Daniel katakan kepada kita tentang emosi orang-orang berdosa di Neraka? Tidak ada alat yang dikenal manusia untuk mengukur rasa sakit yang disebabkan oleh rasa bersalah; dan tidak ada pikiran manusia yang dapat membayangkan kesengsaraan di Neraka yang disebabkan oleh hati nurani yang menuduh yang memiliki ingatan total dan tidak mungkin untuk diam ... Oleh dosa mereka, dengan kehidupan yang berpusat pada diri mereka telah mengatakan kebohongan tentang Tuhan, telah memfitnah Pencipta mereka. Di Neraka, mereka akan menyadari arti penuh dan tingkat kejahatan mereka. Paling tidak, mereka akan terpaksa mengakui bahwa meskipun Tuhan telah memberikan mereka “hidup dan nafas dan segala hal lainnya” ... mereka telah menyia-nyiakan kemurahan hati-Nya dengan hidup untuk diri mereka sendiri. Tidak heran Daniel mengatakan bahwa mereka akan mengalami rasa malu.
       Namun ia juga berbicara tentang “kehinaan”, yang mana ini adalah terjemahan kata Ibrani deraon. Satu-satunya tempat lain dalam Alkitab yang menggunakan kata ini adalah di mana Yesaya mengatakan bahwa mereka dikutuk ke neraka akan [“kengerian bagi segala yang hidup”]. Orang-orang berdosa di neraka tidak akan memiliki teman dan tidak memiliki simpati. Semua orang di sana akan dibenci oleh orang lain, yang akan menambah tekanan maupun rasa malu mereka. Penghuni neraka akan terjebak dalam [pusaran air] dari tuduhan dan rasa bersalah, tuduh-menuduh dan penyesalan, malu dan kehinaan...
       Kita diberitahu bahwa [mereka] akan [“disiksa dalam api dan belerang”] dan [“asap yang menyiksa mereka naik ke atas sampai selama-lamanya”], Wahyu 14:10-11. Dalam satu bentuk kata “siksaan” muncul lima belas kali dalam Perjanjian Baru. Kadang-kadang mengacu pada penderitaan parah yang disebabkan oleh sakit atau penyakit, dan paling tidak tersiksa, tetapi tanpa kecuali kata ini disertai dengan makna yang parah, penderitaan nurani. Dalam kasus penderitaan akibat siksaan neraka ini akan berlangsung selamanya. Lebih dari 1.500 tahun yang lalu John Chrysostom [berkata], “Orang yang dihukum akan menderita suatu akhir tanpa akhir, suatu kematian tanpa kematian, suatu peluruhan tanpa peluruhan ... mereka akan mendapat hukuman tanpa belas kasihan, kesengsaraan tanpa belas kasihan, kesedihan tanpa penghiburan, menangis tanpa penenangan, tersiksa tanpa henti” (John Blanchard, D.D., Whatever Happened to Hell? Evangelical Press, edisi 2005, hlm. 145-146, 154).

“Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu” (Wahyu 20:12).

“Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Wahyu 20:15).

II. Kedua, orang-orang yang namanya ditemukan dalam Kitab Kehidupan akan terlepas dari penghakiman ini.

“Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Wahyu 20:15).

Nabi Daniel berbicara tentang “kitab kehidupan” ketika ia berkata, “Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu” (Daniel 12:1). Yesus berkata, “Bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga” (Lukas 10:20). Dan Rasul Paulus berbicara tentang rekan kerjanya di Filipi, “yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan” (Filipi 4:3).

“Kitab kehidupan” berisi nama-nama dari semua orang yang telah dipilih Allah untuk diselamatkan. Semua orang yang memiliki hidup kekal dicatat namanya dalam “kitab kehidupan.” Jika Anda bertobat maka nama Anda akan ada dalam “kitab kehidupan.” Jika Anda tidak bertobat pada saat Anda mati nama Anda dan dosa-dosa Anda dicatat dalam “kitab-kitab.” Apakah nama Anda ada dalam “kitab kehidupan,” atau ada dalam “kitab-kitab”? Jika nama Anda ada dalam “kitab-kitab” Anda akan dikirim ke dalam lautan api. Dr. John F. Walvoord berkata, “Kegagalan untuk memiliki nama dalam Kitab Kehidupan adalah dasar untuk dilempar ke dalam lautan api, karena dosa-dosa orang itu tidak diampuni dan ia tidak masuk dalam perhentian Allah” (John F. Walvoord, Th.D., Major Bible Prophecies, Zondervan Publishing House, 1991, hlm. 411).

Jika nama Anda ada dalam “kitab kehidupan” Anda akan bersama dengan Kristus di Sorga untuk selama-lamanya. Lagu yang dinyanyikan Mr. Griffith sebelum khotbah ini mengatakan demikian,

Tuhan, ku tak peduli pada kekayaan,
   Juga dengan emas atau perak;
Ku mau memastikan Sorga,
   Ku mau masuk ke sana.
Dalam kitab kerajaan-Mu,
   Dengan halaman-halamannya yang bersih,
Beritahu aku, Yesus, Juruselamat ku,
   Apakah nama ku tertulis di sana?
Apakah nama ku tertulis di sana,
   Pada lembaran putih dan bersih itu?
Dalam kitab kerajaan-Mu
   Apakah nama ku tertulis di sana?
(“Is My Name Written There?” oleh Mary A. Kidder, 1820-1905).

Sebagaimana telah saya katakan, jika nama Anda tidak tertulis dalam kitab kehidupan Anda akan dihukum dalam siksaan kekal.

“Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Wahyu 20:15).

Apakah nama Anda telah tertulis dalam kitab kehidupan? Hanya ada satu cara agar nama Anda tertulis di sana. Yesus berkata,

“Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal” (Yohanes 6:47).

“Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum…” (Yohanes 3:17-18).

Bertobatlah – berpalinglah dari cara hidup Anda yang penuh dosa, dan percayalah kepada sang Juruselamat. Jangan hanya percaya hal-hal tentang Yesus. Namun percayalah “kepada” Yesus. Kata Yunani yang diterjemahkan “kepada” adalah “eis.” Ini berarti “masuk ke dalam” (George Ricker Berry). Terjemahan-terjemahan modern berkata “percayalah di dalam Dia.” Namun itu menyembunyikan makna. Versi King James yang terbaik berkata “on” (“kepada”). Itu jauh lebih baik. Itu menunjukkan bahwa Anda harus datang kepada Yesus, dan masuk ke dalam Dia, dan beristirahat pada Dia. “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum” (Yohanes 3:18). Anda harus percaya kepada Yesus, dan ada di dalam Dia!

Pikiran sederhana itu tidak pernah dapat ditangkap oleh manusia duniawi. Ia akan mencoba untuk memahaminya, namun gagal setiap waktu. Hanya orang-orang yang namanya ada dalam kitab kehidupan yang akan mampu datang kepada Yesus Sendiri. Hanya mereka yang akan percaya “kepada Dia.” Yesus berkata, “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman” (Yohanes 6:44).

Yesus telah mati di kayu Salib untuk membayar penghukuman dosa manusia. Yesus telah mencurahkan Darah-Nya agar manusia yang penuh dosa dapat disucikan dari semua kesalahannya. Saya berdoa kiranya Anda mau berpaling dari gaya hidup egois dan datang kepada Yesus Kristus Sendiri.

Apakah nama ku tertulis di sana,
   Pada lembaran putih dan bersih itu?
Dalam kitab kerajaan-Mu
   Apakah nama ku tertulis di sana?

Suatu hari itu akan menjadi satu-satunya hal yang paling penting bagi Anda! Apakah nama Anda ada dalam kitab kehidupan? Ingat,

“Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Wahyu 20:15).

Apakah nama Anda ada dalam kitab kehidupan? Itu terjadi bila Anda datang kepada Yesus! Yesus berkata,

“Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang”
       (Yohanes 6:37).

Datanglah kepada-Nya melalui iman pagi ini juga dan Anda akan diselamatkan dari dosa-dosa Anda selama-lamanya dan selama-lamanya! Amin dan amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Wahyu 20:11-15.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Is My Name Written There?” (oleh Mary A. Kidder, 1820-1905).


GARIS BESAR KHOTBAH

TAHTA PUTIH PENGHAKIMAN YANG BESAR

(THE GREAT WHITE THRONE JUDGMENT)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu” (Wahyu 20:12).

“Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Wahyu 20:15).

I.   Pertama, orang-orang mati yang belum diselamatkan akan dihakimi
menurut perbuatan mereka, Wahyu 20:12-13; Amsal 29:1;
Pengkhotbah 12:14; Matius 12:36; Lukas 12:2; Roma 2:16;
Matius 11:21-24; Wahyu 20:13, 15; Daniel 12:2; Wahyu 14:10-11.

II.  Kedua, orang-orang yang namanya ditemukan dalam Kitab Kehidupan
akan terlepas dari penghakiman ini, Wahyu 20:15; Daniel 12:1;
Lukas 10:20; Filipi 4:3; Yohanes 6:47; 3:17-18; 6:44, 37.