Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




ULAR TEMBAGA

(THE SERPENT OF BRASS)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 26 Pebruari 2012

“Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup” (Bilangan 21:9).


Ketika Israel berjalan melalui pada gurun mereka tidak sabar dan memberontak. Mereka mulai berbicara melawan Allah dan melawan Musa. Mereka berkata, “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak” – manna yang Allah kirim untuk mereka makan (Bilangan 21:5). Matthew Henry berkata, “Bahkan sampai mereka baru memperoleh kemenangan yang luar biasa atas Kanaan… namun mereka bersungut-sungut tentang apa yang telah Allah lakukan bagi mereka dan penuh curiga terhadap apa yang Tuhan akan lakukan… mereka memiliki cukup roti dan bahkan untuk berbagi; namun mereka bersungut-sunggut seakan mereka tidak memiliki roti.” Mereka memiliki banyak air, namun mereka masih bersungut-sungut melawan Allah! (Matthew Henry’s Commentary on the Whole Bible, volume I, Hendrickson Publishers, 1996 reprint, hlm. 519; komentar untuk Bilangan 21:4-9).

Karena ketidakpercayaan dan pemberontakan mereka, Allah mengirimkan ular tedung untuk menggigit dan membunuh mereka. Ular itu disebut “ular api” [dalam bahasa Inggris] karena warnanya, dan karena gigitannya menyebabkan tubuh langsung seperti terbakar, “menyebabkan demam tinggi seketika” (Henry, ibid.).

“Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu” (Bilangan 21:7). Kemudian Allah berkata kepada Musa untuk membuat ular tembaga dan meninggikan pada sebuah tiang. Musa kemudian memberitahukan kepada bangsa itu untuk memandang ular yang ditinggikan pada tiang itu agar mereka hidup. “Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup” (Bilangan 21:9).

Dr. John R. Rice berkata, “Lihatlah ular-ular berbisa, mematikan yang sedang melata di rerumputan! Allah telah membawa Israel keluar dari Mesir dengan menunjukkan mujizat-mujizat yang paling luar biasa yang pernah disaksikan di bumi ini. Dan betapa berkat-berkat yang Allah telah berikan menunjukkan kasih kemurahan-Nya: manna, air dari batu karang, penyelamatan dari bangsa Amalek. Namun di sini kita dikejutkan dengan menemukan bahwa tidak ada puji-pujian yang keluar dari mulut… orang banyak ini. Di sini ada dosa dan Juruselamat dinyatakan di padang gurun itu!” (John R. Rice., D.D., The Bible Garden, Sword of the Lord Publishers, 1982, hlm. 212).

Dalam kisah ini ada tiga pelajaran – penyebab dari penghukuman, puncak dari penghukuman, dan penyelamatan dari penghukuman.

I. Pertama, penyebab dari penghukuman.

“Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir?” (Bilangan 21:5). Sungut-sungut mereka adalah hasil dari ketidakpercayaan. Mereka tidak percaya Allah, ataupun kepada hamba-Nya Musa!

“Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun? Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka” (Ibrani 3:17-19).

“Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba” (I Korintus 10:9-11).

Saya tahu bahwa ada beberapa orang berdosa di sini pada malam ini yang sedang bersungut-sungut melawan Allah. Beberapa dari Anda berpikir bahwa Allah tidak cukup melakukan sesuatu untuk Anda, atau bahwa Ia membuat keselamatan terlalu berat untuk diperoleh. Di dalam hati Anda, Anda bersungut-sungut. “Mengapa saya harus percaya Yesus, kepada siapa yang tidak dapat saya lihat?” kata Anda. “Mengapa saya harus datang kepada Yesus tanpa perasaan apa-apa, tanpa bukti apa-apa?” Dan beberapa dari Anda berkata, “Mengapa saya harus berpaling dari dosa-dosa yang tersembunyi untuk percaya kepada Kristus?” Namun sungut-sungut tersebut jahat dan penuh dosa. Sungut-sungut itu datang dari hati yang jahat dari ketidakpercayaan. Rasul Paulus berkata, “Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular” (I Korintus 10:9).

Saya memperingatkan Anda malam ini, jika Anda menolak untuk datang kepada Yesus Kristus Anda akan mati di dalam dosa-dosa Anda. Jika Anda terus bersungut-sungut dan menolak Juruselamat, “maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka” (Ibrani 10:26-27). Penghakiman akan turun atas Anda. Jika Anda dengan sengaja dan sadar terus menolak Yesus Kristus, Ia tiba-tiba akan datang, “mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita” (II Tesalonika 1:8). Anda akan “menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya” (II Tesalonika 1:9).

Bukankah persis seperti itukah yang terjadi pada orang-orang Israel ini yang memberontak dan menolak untuk percaya di padang gurun? Bukankah mereka digigit oleh ular-ular api? Bukankah mereka mati dan pergi ke Neraka? Bukankah mereka memberi contoh tentang apa yang akan terjadi pada Anda jika Anda dengan sengaja terus memberontak, menolak untuk datang kepada Kristus?

“Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat” (I Korintus 10:5-6).

Penyebab dari penghukuman mereka adalah dosa ketidakpercayaan dan pemberontakan mereka terhadap Allah.

II. Kedua, puncak dari penghukuman.

Pada suatu hari tertentu, dan pada jam tertentu, Allah mengirim ular-ular api untuk memagut mereka dan membunuh mereka. Matthew Henry berkata, “Padang gurun yang mereka lewati dipenuhi oleh ular api, sebagai nampak dalam Ulangan 8:15, namun [sebelum ini] Allah telah memelihara mereka dengan luar biasa agar tidak ada yang melukai mereka, sampai akhirnya mereka bersungut-sungut… [Ular-ular] ini, yang [sebelumnya] menjauhi perkemahan mereka, kemudian menyerbunya. Jelas ini membuat mereka merasakan penghukuman Allah karena tidak tahu berterimakasih atas berkat-berkat-Nya. Ular-ular ini [menyengat] tubuh mereka, membuat mereka langsung mengalami demam tinggi, merasakan kehausan yang tak pernah terpuaskan oleh air. Mereka dengan tidak tahu berterimakasih sebelumnya bersungut-sunggut katanya [tidak ada] air (ay. 5), sehingga Tuhan menghukum mereka dengan mendatangkan kehausan ini, yang mana tidak ada air yang dapat menghilangkan rasa haus mereka,” ketika mereka dipagut oleh ular-ular api ini! (Henry, ibid., hlm. 519-520).

Ular-ular ini sebelumnya menjauh dari perkemahan mereka oleh karena tangan Allah. Namun sekarang, karena dosa dan ketidakpercayaan mereka, ular-ular itu menyerbu ke tengah-tengah mereka, mengerumuni mereka, dan mendatangkan kesakitan, kematian dan siksaan kekal kepada mereka. Ular-ular ini dengan tiba-tiba mengerumuni mereka! Dan kita diperingatkan di dalam Perjanjian Baru bahwa “tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan… mereka pasti tidak akan luput” (I Tesalonika 5:3). Bukankah demikianlah kasus tentang orang kaya yang bodoh yang dibicarakan oleh Kristus? Ia berkata kepada dirinya sendiri, “Beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah” (Lukas 12:19). “Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu” (Lukas 19:20). Ia sedang memiliki waktu yang luar biasa, namun tiba-tiba jiwanya diambil dari tubuhnya. Malam itu, pada saat itu juga, jiwanya diambil dari tubuhnya dan dilemparkan ke dalam lautan api yang kekal! Bukankah nasib yang sama menimpa seseorang dalam Lukas 16? Ia tiba-tiba mati, “sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas” (Lukas 16:23).

Datangnya penghakiman mungkin diperlambat, namun ketika itu datang, itu datang secara tiba-tiba! Seperti ular-ular yang datangnya secara tiba-tiba, setelah bangsa itu terus memberontak kepada Allah, sehingga penghukuman Anda akan datang secara tiba-tiba, dan Anda tidak dapat menghindarinya!

Perhatikan bahwa ular-ular api ini merupakan suatu tipe, gambaran dari Setan dan iblis-iblisnya. Allah mungkin melindungi Anda selama bertahun-tahun dari serangan yang mematikan dari “si ular tua, yang disebut Iblis, dan Setan” (Wahyu 12:9). Namun tiba-tiba, pada suatu hari tertentu (“sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari” – Ibrani 4:7), pada “suatu hari tertentu” Allah akan melepaskan Ular, si Iblis itu atas Anda dengan penuh kegeraman – jika Anda terus memberontak kepada Tuhan Yesus Kristus. Itu adalah apa yang terjadi ketika Setan dan iblis-iblisnya menyerang orang-orang berdosa yang tidak mau bertobat dan datang kepada Kristus!

“Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula” (Matius 12:43-45).

Oh, tak terbilang saya telah melihat kejadian-kejadian seperti itu! Seseorang akan ada di gereja, dan ingin membersihkan hidupnya, namun masih menolak Kristus dan rahmat-Nya. Pada suatu hari tertentu, dan jam tertentu, roh-roh jahat akan datang dan menyengatnya hingga mati, “maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula” (Matius 12:45). Saya dapat memberikan kisah kepada Anda tentang apa yang terjadi pada orang-orang yang telah memberontak dan menolak untuk datang kepada Tuhan Yesus Kristus!

Ini adalah kisah nyata. Ia berkata, “Saya baik-baik saja.” Namun saya melihat peti matinya dan melihat bahwa separuh kepalanya telah hancur oleh sebuah senapan berburu. Ia berkata, “Saya baik-baik saja.” Namun ia tenggelam dalam air. Air itu jauh lebih dangkal dari yang ia perkirakan. Sehingga kepalanya membentur dasar dengan kekuatan penuh. Lehernya patah, dan ia lumpuh hingga akhirnya suatu hari ia mati. Ia berkata, “Saya baik-baik saja.” Namun ketika ia berjalan di bawah pohon dan diserang oleh seorang perampok. Mereka mendengar ia berteriak. Sebelum mereka menemukan ia di sana mati bersimbah darah! Ia berkata, “Saya baik-baik saja.” Namun ia tiba-tiba dipukul jatuh dan mati dalam muntahannya. Seorang wanita berkata, “Saya baik-baik saja.” Namun mobilnya keluar jalur dan masuk selokan. Ia masih hidup ketika laki-laki itu menghampirinya, namun isi perutnya telah terurai di tangannya, ketika ia megap-megap, berjuang untuk sesaat, sebelum jiwanya terbaring di dalam api yang kekal. Ketika saya melihat laki-laki itu beberapa menit kemudian wajahnya menjadi pucat dan tangannya berguncang. Ia berkata berulangkali, “Saya tidak dapat menyelamatkannya. Saya tidak dapat menyelamatkannya. Saya tidak dapat menyelamatkannya.” Semua ini adalah kisah nyata. Allah tahu saya tidak melebih-melebihkan cerita itu! Nehemia berkata,

“Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat!” (Nehemia 1:5).

Daniel berkata,

“Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat! (Daniel 9:4).

“Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati” (Bilangan 21:6).

Seperti halnya ular-ular api itu tiba-tiba menyengat orang-orang berdosa itu, demikian juga penghukuman akan datang secara tiba-tiba kepada Anda – kecuali Anda bertobat dan memandang Kristus sebelum waktunya sangat terlambat untuk selama-lamanya!

Kita telah melihat penyebab penghukuman mereka, dan puncak dari penghukuman mereka, namun sekarang kita sampai pada poin yang terakhir.

III. Ketiga, penyelamat dari penghukuman.

Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup." Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup” (Bilangan 21:7-9).

Allah menyediakan cara agar orang-orang berdosa ini diselamatkan. “Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup” (Bilangan 21:9).

Kita tidak akan memperhatikan peristiwa ini secara istimewa jika Yesus tidak menggunakannya sebagai ilustrasi ketika Ia berbicara kepada Nikodemus, sebagaimana dicatat dalam Yohanes pasal tiga. Nikodemus adalah seorang pengajar utama Israel, namun ia belum lahir baru. Yesus mengatakan kepadanya kisah Musa dan ular tembaga ini. Sebagai seorang sarjana Alkitab, Nikodemus tahu kisah yang dicatat dalam Bilangan 21 itu dengan sangat baik. Yesus berkata kepadanya,

“Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal”
       (Yohanes 3:14-15).

Agar Anda diselamatkan dari penghukuman, tidak ada syarat lain selain memandang Yesus dengan iman, meninggikan Salib itu, seperti ular tembaga yang ditinggikan. “Jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup” (Bilangan 21:9). Yesus berkata,

“Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal”
       (Yohanes 3:14-15).

Saya pernah berbicara dengan seorang wanita muda setelah ibadah pagi. Ia berkata, “Saya pikir saya diselamatkan karena saya telah percaya Yesus tidak akan membuang saya.” Ia mengacu pada Yohanes 6:37, “barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” Saya berkata kepadanya, “Itu tidak akan terjadi. Anda percaya ayat Alkitab, Yohanes 6:37. Percaya ayat Alkitab tidak akan menyelamatkan Anda. Anda harus percaya kepada Yesus Kristus itu sendiri!” Yesus berkata,

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:39-40).

Ya, Alkitab berkata bahwa Yesus tidak akan membuang Anda jika Anda datang kepada Dia. Namun percaya ayat Alkitab tidak akan menyelamatkan Anda. Anda harus percaya kepada Yesus Kristus sendiri! Anda harus percaya kepada Yesus. Anda harus datang kepada Dia. Anda harus memandang Dia, bukan ayat Alkitab!

Berpalinglah dari diri Anda sendiri! Berpalinglah dari pikiran dan perasaan serta keraguan diri Anda sendiri! Berpalinglah kepada Yesus dan Anda akan diselamatkan! Ia berkata, “Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan” (Yesaya 45:22). Hentikan pemberontakan dan ketidakpercayaan Anda – dan pandanglah Yesus di kayu Salib, mati menggantikan Anda, membayar lunas hukuman atas dosa-dosa Anda. Pandanglah Dia di Sorga, di sebelah kanan Allah, yang sedang bersyafaat untuk Anda! Berpalinglah kepada Yesus dan percayalah kepada Dia. Seperti halnya Israel memandang ular tembaga dan diselamatkan, demikian juga saya meminta Anda untuk memandang Yesus dan diselamatkan malam ini! Mr. Griffith telah menyanyikan himne sebelum khotbah ini, “Pandanglah dan Hidup.” Saya menemukan bahwa “para decisionis” abad keduapuluh telah mengubah panggilan untuk “memandang dan hidup, Oh orang berdosa, hidup” untuk “memandang dan hidup, saudaraku, hidup.” Namun jika Anda tidak memandang Yesus, Anda tidak akan hidup saudaraku! Anda adalah orang berdosa yang terhilang yang akan pergi ke Neraka. Oleh sebab itu kita menyanyikan lagu ini dalam kata-kata orisinilnya, “Pandanglah dan hidup, Oh orang berdosa, hidup.” Perhatikanlah ini kembali. Percayalah kepada Dia yang ditinggikan di kayu Salib untuk membayar dosa-dosa kita. Berpalinglah kepada Dia dan diselamatkan dari sengatan ular itu dan dari kuasa dosa. Pandanglah Yesus dan hidup!

Aku memiliki pesan dari Tuhan, Haleluya!
   Pesan itu kan ku sampaikan padamu;
Sebagaimana tercatat dalam Firman-Nya, Haleluya!
   Hanya dengan “memandang dan hidup.”
Pandanglah dan hidup, Oh orang berdosa, hidup,
   Pandanglah Yesus sekarang dan hidup;
Sebagaimana tercatat dalam Firman-Nya, Haleluya!
   Hanya dengan “memandang dan hidup.”

Hidup ditawarkan kepadamu, Haleluya!
   Hidup kekal jiwamu kan kau miliki
Jika engkau hanya memandang Dia, Haleluya!
   Pandanglah Yesus satu-satunya Yang dapat menyelamatkan.
Pandanglah dan hidup, Oh orang berdosa, hidup,
   Pandanglah Yesus sekarang dan hidup;
Sebagaimana tercatat dalam Firman-Nya, Haleluya!
   Hanya dengan memandang dan hidup.

Aku akan bersaksi padamu bagaimana aku datang, Haleluya!
   Kepada Yesus, ketika Ia memulihkanku;
Dengan percaya Nama-Nya, Haleluya!
   Aku percaya dan Ia menyelamatkan jiwaku.
Pandanglah dan hidup, Oh orang berdosa, hidup,
   Pandanglah Yesus sekarang dan hidup;
Sebagaimana tercatat dalam Firman-Nya, Haleluya!
   Hanya dengan memandang dan hidup.
(“Look and Live” oleh William A. Ogden, 1841-1897;
     Kata-kata orisinil, 1887).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Bilangan 21:4-9.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Look and Live” (oleh William A. Ogden, 1841-1897;
Versi orisinil, 1887).


GARIS BESAR KHOTBAH

ULAR TEMBAGA

(THE SERPENT OF BRASS)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup” (Bilangan 21:9).

(Bilangan 21:5, 7)

I.   Pertama, penyebab dari penghukuman, Bilangan 21:5; Ibrani 3:17-19;
I Korintus 10:9-11; Ibrani 10:26-27; I Tesalonika 1:8, 9;
I Korintus 10:5-6.

II.  Kedua, puncak dari penghukuman, I Tesalonika 5:3;
Lukas 12:19, 20; 16:23; Wahyu 12:9; Ibrani 4:7;
Matius 12:43-45; Nehemia 1:5; Daniel 9:4; Bilangan 21:6.

III. Ketiga, penyelamat dari penghukuman, Bilangan 21:7-9;
Yohanes 3:14-15; Yohanes 6:37; 5:39-40; Yesaya 45:22.