Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




ALLAH YANG MAHABESAR DAN DAHSYAT – BAGIAN IV

(THE GREAT AND TERRIBLE GOD – PART IV)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 12 Pebruari 2012

“Allah yang maha besar dan dahsyat” (Nehemia 1:5).

“Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat” (Daniel 9:4).


Dalam tiga khotbah sebelumnya saya telah menunjukkan bahwa Allah dari Alkitab adalah Allah yang mahabesar, dahsyat dan menakutkan. Khotbah-khotbah ini telah diadaptasi dari sebuah khotbah dari Dr. John R. Rice yang berjudul, “O Great and Terrible God!” (John R. Rice, D.D., The Great and Terrible God, Sword of the Lord Publishers, 1977 edition, hlm. 7-38).

Dr. Rice berkata, “Ketika Harry Emerson Fosdick, dalam bukunya yang berjudul The Modern Use of the Bible, berkata bahwa masyarakat modern tidak dapat menerima standard-standard moral yang dianggap berasal dari Allah dalam Perjanjian Lama, ia hanya mengulang sungut-sunggut [orang-orang tidak percaya] yang membenci Allah selama bertahun-tahun…. Fosdick… merepresentasikan kembali semua orang-orang kafir dan tidak bermoral sepanjang masa yang membenci Allah yang menghakimi, Allah yang menghukum dosa, Allah yang menawarkan pertobatan” (ibid., hlm. 9). Harus diingat bahwa Fosdick menganggap penginjil China tersohor, yaitu Dr. John Sung sedang gila ketika ia bertobat. Itu menunjukkan berapa banyak Harry Emerson Fosdick membenci Allah dari Alkitab! (Klik di sini untuk membaca, “Pertobatan Sejati Dr. John Sung.”)

Selama bertahun-tahun orang-orang tidak percaya seperti Fosdick menyerang dan mencemooh doktrin Alkitab tentang penebusan Kristus di kayu Salib, menyebutnya sebagai “agama penjagal.” Seperti orang-orang berdosa yang suka menentang lainnya ia membenci gagasan bahwa Kristus benar-benar mati untuk dosa-dosa umat manusia. Rasul Paulus berkata, “mereka adalah musuh-musuh salib Kristus” (Filipi 3:18). Ia menulis kepada jemaat-jemaat di Galatia tentang “serangan terhadap salib” (Galatia 5:11). Ia berkata, “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa” (I Korintus 1:18). Bahkan banyak orang yang mengaku sebagai orang-orang percaya Alkitabiah, tahun-tahun belakangan ini telah berbicara menyerang doktrin keselamatan melalui Darah Kristus!

Dalam beberapa hal, salib adalah bukti yang paling mengerikan dari murka Allah terhadap dosa. Ketika Allah memberikan Anak-Nya untuk mati dalam kematian yang mencurahkan darah, kejam dan tidak adil di kayu salib, itu adalah tindakan mengerikan dari Allah yang menakutkan dan mengerikan!

Kilas balik melewati abad-abad Allah mensyaratkan umat-Nya untuk mencurahkan darah binatang, yang menunjuk kepada kematian Yesus di kayu Salib, ketika Ia mencurahkan Darah-Nya untuk menebus dosa manusia. Selama 1,500 tahun, antara Keluaran dan Penyaliban Kristus, secara rata-rata paling sedikit dua ratus ribu anak domba disembelih setiap tahunnya. Itu akan mencapai total lebih dari 300 juga anak domba yang disembelih setiap tahunnya pada perayaan Paskah. Namun itu tidak termasuk berbagai persembahan korban lainnya, korban persembahan pagi dan malam, korban persembahan lembu jantan, kambing jantan, lembu betina merah, burung tekukur, dan burung merpati yang disembelih. Oh, betapa itu merupakan sungai darah! Itu adalah darah yang tidak bersalah, tercurah untuk mengingatkan manusia bahwa Allah yang suci dan menakutkan harus menghukum dosa! Itu adalah suatu peringatan bahwa hanya melalui pencurahan darah yang dapat menyucikan dosa. Sungai darah itu, mengalir turun ke sepanjang abad, sebagai peringatan bagi setiap orang Israel tentang murka Allah terhadap dosa. Setiap kali korban darah dibuat, itu berbicara tentang Allah yang menghukum dosa. Oh Allah yang mahabesar dan menakutkan! Oh Allah yang mahabesar dan mengerikan!

Akhirnya Yesus, Anak Allah, melewati penderitaan yang sangat mengerikan demi menggenapi tipe-tipe dalam Perjanjian Lama tentang pencurahan darah ini. Orang-orang jahat itu meludahi wajah Yesus. Mereka menarik janggut-Nya. Mereka memukuli Dia sampai setengah mati. Daging-Nya tercabik sampai ke tulang dan Darah mengalir dengan derasnya dari punggung-Nya ke lantai. Mereka menancapkan mahkota duri menembus kepala-Nya hingga berdarah-darah. Mereka melepaskan pakaian-Nya dan memaksa Dia memikul salib itu ke tempat penyaliban. Mereka memakukan kedua tangan dan kaki-Nya di kayu salib itu. Yesus tergantung di sana, dalam penderitaan yang luar biasa. Mereka memandangi Dia yang tersalib dalam keadaan telanjang, tubuh yang berlumuran darah. Mereka mentertawakan dan mencemooh Dia. Di sana, di kayu salib Darah-Nya perlahan-lahan menetes dari luka-luka pada tubuh-Nya. Hingga akhirnya Ia mati dalam kematian yang sangat mengerikan di kayu salib. Oh Allah, mengapa Yesus harus melalui penghinaan, kesengsaraan, siksaan seperti itu? Mengapa? Mengapa?

Betapa Allah yang menakutkan telah merencanakan Yesus mati seperti itu! Itu semua telah direncanakan oleh Allah. Orang-orang jahat melakukannya, namun Allah yang telah merencanakannya. Rasul Petrus berkata, “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka” (Kisah Rasul 2:23). Luka di tangan dan kaki-Nya, luka tombak di lambung-Nya, terkutuk karena tergantung di kayu salib – semua itu telah direncanakan dan ditentukan oleh Allah dan telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Oh, betapa Allah yang menakutkan dan mengerikan mensyaratkan Yesus Kristus melewati penderitaan seperti itu untuk membayar dosa-dosa kita!

Namun itu belum semuanya. Ketika Yesus Kristus tergantung di kayu salib, langit menjadi gelap. Karena Allah Bapa memalingkan wajah-Nya dari Anak-Nya. Yesus dibiarkan mati dalam kesendirian di kayu salib.

Sendiri, sendiri, Ia menanggung semuanya sendiri;
   Ia menyerahkan hidup-Nya ‘tuk selamatkan milik-Nya;
Ia menderita, berdarah dan mati, sendiri, sendirian.
   (“Alone” oleh Ben H. Price, 1914).

Seruan Yesus, telah dinubuatkan dalam Mazmur 22:1, diucapkan oleh Dia di kayu salib, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46). Allah meninggalkan Yesus. Allah memalingkan wajah-Nya. Jika Allah tidak memalingkan wajah-Nya dari Yesus, sang Juruselamat tidak dapat mengambil tempat orang-orang berdosa yang terpisah dari Allah.

Sendiri di kayu salib Ia tergantung, Agar orang lain Ia selamatkan;
   Ditinggalkan oleh Allah dan manusia, Sendiri, Ia berikan hidup-Nya.
Sendiri, sendiri, Ia menanggung semuanya sendiri;
   Ia menyerahkan hidup-Nya ‘tuk selamatkan milik-Nya;
Ia menderita, berdarah dan mati, sendiri, sendirian.

Mari nyanyikan refren ini,

Sendiri, sendiri, Ia menanggung semuanya sendiri;
   Ia menyerahkan hidup-Nya ‘tuk selamatkan milik-Nya;
Ia menderita, berdarah dan mati, sendiri, sendirian.

Yesus tentu merasakan penderitaan yang luar biasa ketika mereka menarik jenggot-Nya. Ia tentu merasa lebih menderita ketika mereka memukul Dia dengan tongkat, dan ketika mereka menancapkan mahkota duri di kepala-Nya. Saya tahu bahwa cambukan, ketika cambuk-cambuk itu merobek punggung-Nya membentuk bilur-bilur, tentu telah menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Kebanyakan orang mati di bawah penghukuman cambuk itu. Tentu bahwa paku-paku yang menembus kedua tangan dan kaki-Nya menyebabkan Dia mengalami kesakitan yang tak terkatakan. Saya yakin bahwa cemoohan orang banyak di sekeliling salib itu telah menghancurkan hati-Nya.

Yudas telah mengkhianati Dia. Petrus menyangkal Dia. Semua murid meninggalkan Dia dan melarikan diri. Orang-orang yang pernah ia sembuhkan dan beri makan sekarang mencemooh Dia. Orang-orang yang untuk mereka Ia datang untuk menyelamatkan mereka justru yang telah membunuh Dia. Sikap mereka yang tidak tahu terimakasih itu pastilah telah menyebabkan dukacita yang luar biasa bagi Dia.

Namun tidak ada penderitaan yang melebihi kenyataan bahwa Allah Bapa memalingkan muka daripada Dia dan meninggalkan Dia sendirian di kayu Salib. Oh Allah yang mengerikan! Betapa besar murka-Mu dalam menghukum Putra-Mu sendiri demi menggantikan tempat kami! Oh Allah yang menakutkan, yang mensyaratkan harga seperti ini untuk membayar dosa-dosa kita!

Tidak heran bahwa bumi berguncang dan bergetar pada saat penderitaan, kesengsaraan yang tidak adil, harga untuk dosa yang mengerikan seperti itu. Tidak heran hingga penderitaan seperti itu nampak menghancurkan hati alam itu sendiri ketika Yesus mati di kayu salib. Oh Allah yang menakutkan dan mengerikan! Betapa Allah membenci dosa!

Namun tunggu! Ketika saya melihat Allah yang mahabesar, saya melihat Dia menangis. Saya menemukan bahwa hati Allah hancur. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…” (Yohanes 3:16). Saya telah berbicara tentang bagaimana Yesus menderita. Namun Allah Bapa juga menderita. Setiap penderitaan yang dialami oleh Putra, hati Allah Bapa juga demikian. Saya percaya bahwa penyaliban menggambarkan hati Allah yang hancur demi menyelamatkan orang-orang berdosa yang akan pergi ke Neraka! Oh, murka Allah atas dosa begitu menakutkan dan mengerikan, namun rahmat-Nya juga begitu besarnya!

Adalah benar bila Nehemia menyebut Allah “menakutkan.” Adalah benar bila Daniel menyebut Allah “sangat mengerikan.” Namun keduanya mengatakan bahwa Allah memiliki “kemurahan atas mereka yang mengasihi Dia dan kepada mereka yang memelihara hukum-hukum-Nya.” Di dalam kematian Yesus Kristus kita melihat, bukan hanya penghukuman Allah, namun juga kasih dan kemurahan yang Ia tawarkan kepada orang-orang berdosa yang tidak mengenal Allah. Allah mengasihi orang-orang berdosa seperti Anda sehingga Ia mengutus Anak-Nya untuk mati menggantikan tempat kita, untuk membayar harga bagi dosa kita di kayu salib yang teramat mengerikan itu! Oh Allah yang penuh rahmat!

Saya tidak mau mengatakan satu kata untuk memperhalus hal-hal yang sangat menakutkan seperti yang telah saya katakan tentang murka Allah terhadap dosa. Murka-Nya terhadap dosa sangatlah mengerikan. Dan hanya ada satu jalan sehingga Anda dapat menghindari murka dan kemarahan Allah terhadap dosa Anda. Itu adalah dengan datang kepada Yesus Kristus untuk pengampunan dosa Anda. Jika Anda mau bertobat dan berpaling kepada Yesus, Allah akan memberikan rahmat-Nya kepada Anda! Murka Allah akan berpaling dari Anda, dan Anda akan diselamatkan oleh pengorbanan Anak-Nya untuk dosa. Alkitab berkata, “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah” (Yohanes 3:18). Pada saat Anda percaya kepada Kristus, datang kepada Dia melalui iman, Anda tidak akan lagi dihukum! Namun jika Anda menolak Kristus Anda “sudah berada di bawah hukuman.”

Yesus adalah Juruselamat orang-orang berdosa seperti Anda! Ia telah membayar hutang dosa Anda di kayu salib! Pada saat Anda datang kepada Yesus, pada saat itu juga Anda akan memiliki damai dengan Allah. Pada saat Anda datang kepada Yesus pada saat itu juga Anda telah lepas dari penghukuman dari Allah yang mahabesar dan menakutkan!

Salah satu lagu dalam himne Dr. Asahel Nettleton memiliki kata-kata yang membantu Anda memahami karya Tuhan. Mr. Griffith telah menyanyikan lagu ini sebelum saya mengkhotbahkan khotbah ini. Saya ingin ia menyanyikannya kembali. Perhatikanlah dengan seksama setiap kata-katanya!

Datanglah orang berdoa nan hina, ke dalam pelukan-Nya
   Seribu pikiran berputar;
Datanglah, dengan kesalahanmu dan takut yang menekan
   Buatlah ketetapan hatimu yang terakhir

“Ku kan pergi kepada Yesus, walau ku penuh dosa
   “S’perti pegunungan mawar;
“Ku tahu pengadilan-Nya, ku kan masuk ke dalamnya,
   “Apapun halangannya.

“Letih lesu kan ku taruh di hadapan tahta-Nya,
   “Dan di sanalah ku akui kesalahanku,
“Ku kan katakan pada-Nya, betapa celakanya diriku
   “Tanpa anugerah-Nya.

“Ku kan binasa bila ku pergi;
   “Ku tetapkan hatiku tuk mencoba
“Kar’na bila ku tetap di jalanku,
   “Ku tahu ku harus mati selama-lamanya.
(“Resolve” oleh Edmund Jones, 1722-1765.)

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Matius 27:26-35.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Resolve” (oleh Edmund Jones, 1722-1765).