Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




ALLAH YANG MAHABESAR DAN DAHSYAT – BAGIAN II

(THE GREAT AND TERRIBLE GOD – PART II)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 5 Pebruary 2012

“Allah yang maha besar dan dahsyat” (Nehemia 1:5).

“Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat” (Daniel 9:4).


Lagi, khotbah ini diadaptasi dari “The Great and Terrible God” oleh Dr. John R. Rice (Sword of the Lord, 1977, hlm. 7-38).

Ayat ini menyebut Allah sebagai Allah yang mahabesar, mengerikan dan menakutkan. Itu mungkin bukan Allah Anda. Namun itu adalah Allah yang disingkapkan di dalam Alkitab. Entah Anda percaya atau tidak, Allah kita adalah “Allah yang mahabesar dan menakutkan.” Allah yang dinyatakan di dalam Kitab Suci membuat orang-orang terguncang dengan rasa takut.

Setelah ia berdosa terhadap Allah, Adam berkata, “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut” (Kejadian 3:10). Ketika Allah menegaskan janji-Nya kepada Abram, pada larut malam, “Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan” (Kejadian 15:12). Ayub berkata,

“Apabila aku berpikir: Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, dan tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku, maka Engkau mengagetkan aku dengan impian dan mengejutkan aku dengan khayal” (Ayub 7:13-14).

Setelah Allah memperingatkan dia tentang datangnya Air Bah, Nuh “digerakkan oleh rasa gentar” (Ibrani 11:7 - ILT). Ketika Allah menyatakan diri-Nya sendiri kepada Yakub di Bethel, Alkitab berkata, “ia takut” (Kejadian 28:17). Pemazmur berkata, “Badanku gemetar karena ketakutan terhadap Engkau, aku takut kepada penghukuman-Mu” (Mazmur 119:120). Ketika Allah membuat kehendak-Nya diketahui oleh Daniel, nabi ini berkata, “terkejutlah aku dan jatuh tertelungkup” (Daniel 8:17). Habakuk berkata, “TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti!” (Habakuk 3:2). Allah berbicara kepada Kornelius melalui seorang malaikat, dan “Ia menatap malaikat itu dan dengan takut” (Kisah Rasul 10:4). Dan kita diberitahu bahwa Kornelius adalah seorang “yang takut akan Tuhan” (Kisah Rasul 10:22). Dan ketika Rasul Petrus berbicara kepada keluarga Kornelius ia berkata, “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya” (Kisah Rasul 10:34-35). Allah yang dinyatakan Alkitab adalah Allah yang membuat manusia terguncang oleh rasa takut.

Dr. John R. Rice berkata, “Kita harus takut akan Allah yang menakutkan dan mengerikan. Takut akan Tuhan ditegaskan di seluruh Alkitab, seperti salah satu yang terbesar dari semua kebajikan. Ini adalah fondasi dari karakter orang Kristen dan orang kudus. Ini diperlukan untuk dapat masuk ke dalam pertobatan sejati” (John R. Rice, D.D., “O Great and Terrible God,” The Great and Terrible God, Sword of the Lord Foundation, 1977 edition, hlm. 14).

Allah adalah “Allah yang maha besar dan dahsyat” (Daniel 9:4). Allah adalah “Allah yang maha besar dan dahsyat” (Nehemia 1:6). Hubungan Allah dengan seluruh umat manusia menunjukkan bahwa Ia adalah Allah yang mahabesar, dahsyat dan menakutkan.

Laki-laki dan wanita pertama hidup di firdaus yang indah tanpa adanya penyakit, kesia-siaan, kesusahan, dengan setiap kebutuhan mereka telah tersedia. Tidak ada binatang buas yang akan memangsa. Tidak ada penyakit. Tidak ada semak duri. Dan Allah sendiri berjalan di taman itu dan memiliki persekutuan yang sempurna dengan manusia yang telah Ia ciptakan menurut gambar dan rupa-Nya. Namun Adam memberontak dan melakukan dosa pertama terhadap Allah. Dan segera Allah mengusir laki-laki dan perempuan itu keluar dari Taman Eden dalam murka-Nya. Allah mengumumkan kematian atas umat manusia. Adam dan Hawa telah mati secara rohani, dan selanjutnya mereka harus bertobat atau pergi ke Neraka untuk selama-lamanya, jauh dari hadapan Allah.

Karena dosa mereka, mereka mulai menua. Kematian telah bekerja di dalam tubuh mereka. Mereka mulai merasakan lelah. Kemudian rambut ubanpun tumbuh di kepala mereka. Persekutuan mereka mulai gersang. Kematian menjalar kepada seluruh umat manusia. Hawa mengandung, namun di dalam penderitaan ia melahirkan putranya yang pertama. Dan anak itu adalah seorang pendosa yang jahat, dan menjadi seorang pembunuh dan pelarian.

Kemudian mereka tidak dengan mudah memetik buah dari pohon. Adam kemudian harus bekerja keras, dengan peluh di wajahnya, berusaha menumbuhkan makanan dari tanah yang gersang. Binatang-binatang kemudian menjadi musuh-musuh manusia. Kemudian tumbuh duri yang mengores mereka dan serangga yang menggigit mereka. Kemudian ada badai dan banjir, dengan panas yang membakar pada suatu waktu, kemudian dingin yang membekukan di waktu yang lain. Marilah kita menghadapi fakta bahwa dunia ini berada di bawah kutuk! Allah yang mahabesar dan menakutkan telah memandang dengan wajah murka terhadap dunia dan terhadap umat manusia!

Ketika Adam pertama melihat Hawa di Taman itu ia sangat mencintainya. Hawa diberikan Allah untuk membahagiakan Adam. Ada senyum dan ketulusan yang luar biasa dan kecantikan di wajahnya. Namun kemudian Adam kecewa melihat wajah Hawa yang mulai dilapisi dengan kerut di wajahnya oleh penderitaan dan kesusahan. Segera mereka berdua terguncang atas terbunuhnya putra mereka, yaitu Habel. Segera hati mereka dihancurkan oleh dosa dan pemberontakan putranya yang lain, yaitu Kain.

Dan tentu Alkitab benar, Allah Sendiri bertanggungjawab atas diturunkannya semua kutuk ini, air mata ini, usia uzur dan kebinasaan serta kematian yang datang sebagai akibat dari dosa yang tak dapat dielakkan ini. Allah membenci dosa! Murka-Nya dicurahkan atas orang-orang berdosa yang tidak mau bertobat! Adalah benar bahwa benih dari kematian ada di dalam dosa, namun Allah harus menghukum dosa. Adalah Allah yang menghukum, memastikan bahwa orang-orang berdosa dihukum. Oh, betapa Allah yang mahabesar dan menakutkan menghalau Adam dan Hawa keluar dari Taman itu, dan menghunus pedang murka-Nya terhadap mereka karena melakukan dosa! Oh, Allah yang mahabesar dan menakutkan, Allah yang sangat mengerikan, yang mengirim kematian kepada seluruh umat manusia karena dosa!

Kami tidak berani berpikir bahwa ada kekuatan di dunia ini yang Allah tidak dapat kendalikan. Tidak ada satu kekuatan seperti itu di sini. Kami tidak berani berpikir bahwa ada peristiwa-peristiwa yang Allah tidak dapat kendalikan. Tidak ada peristiwa di luar kendali-Nya. Kemudian kita dapat melihat perang dalam sejarah dan berkata bahwa semua itu membuktikan murka Allah yang dengan adil murka terhadap dosa dan membawa penghukuman atas dosa. Semua darah yang telah tumpah, semua air mata, semua kebinasaan, semua kematian di dalam dunia ini membuktikan bahwa ada Allah yang menakutkan dan sangat mengerikan, dan bahwa murka-Nya tercurah atas dosa. Oh Allah yang sangat menakutkan! Oh Allah yang mahabesar dan menakutkan!

Minggu berikutnya kita akan melihat bagaimana Allah yang menakutkan dan dahsyat itu menghukum dosa Israel. Namun kita akan mengakhiri malam ini dengan memikirkan tentang Neraka yang mengerikan dan sangat menakutkan yang disiapkan Allah. Allah lebih sering dibenci karena doktrin tentang Neraka lebih dari pada alasan yang lain. Seorang atheis seperti Voltaire, Thomas Paine, H. G. Wells, dan Robert Ingersoll membenci gagasan tentang Neraka dan menghujat Allah karena Neraka. Namun bukan hanya para atheis saja yang membenci Neraka. Setiap orang dari bidat-bidat modern menolak Neraka kekal yang dibicarakan dalam Alkitab. Pikirkanlah itu! Setiap bidat modern – Mormon, Saksi Yehova, Christian Science, Gerakan Zaman Baru, mereka semua, tanpa terkecuali, sangat membenci gagasan tentang Neraka dan Allah yang mengirim orang ke sana!

Kita dapat mengharapkan orang-orang atheis dan anggota bidat saja yang membenci dan menolak Neraka. Namun sesungguhnya ada banyak orang Kristen palsu hari ini yang juga menolak Neraka kekal dan menolak Allah yang mengirim orang-orang berdosa ke sana. Sangat sulit meyakinkan anggota gereja untuk percaya bahwa banyak seminari injili menolak Neraka kekal. Saya tamat dari seminari Southern Baptist dan sebuah seminari Presbyterian di mana Allah Alkitab yang mahabesar dan dahsyat ditolak, dan di mana api kekal Neraka ditertawakan dan ditolak. Rob Bell belajar menolak apa yang Alkitab ajarkan tentang Neraka di Fuller Theological Seminary, yang berlokasi di Pasadena, California. Ketika saya kuliah di Golden Gate Baptist Theological Seminary pada permulaan tahun 1970-an, para professor meminta kami untuk membaca dan mempelajari Interpreter’s Bible. Dr. George A. Buttrick yang adalah editor dari buku tafsiran Alkitab itu adalah orang yang menyerang setiap doktrin penting dari iman Kristen. Ia berkata, “Allah seperti itu, yang kita percayai, memperoleh julukan dari seorang skeptis Francis [Voltaire]: ‘Allahmu adalah Iblisku.’” Jadi orang liberal ini, ahli tafsir Alkitab yang menolak Alkitab ini berani memanggil Iblis kepada Allah Alkitab yang mahabesar dan mengerikan! Dr. G. Bromely Oxnam, seorang bishop Methodis liberal dari Washington, D.C., menyebut Allah Alkitab yang mahabesar dan dahsyat “pemarah sadis.” Saya pernah mendengar orang-orang liberal yang belum diselamatkan mengatakan hal-hal seperti ini berulangkali di seminari Southern Baptist dan Presbyterian yang menolak Alkitab tempat dimana saya pernah kuliah. Mula-mula saya berpikir bahwa para professor ini bingung dan dapat diyakinkan dan dimenangkan dengan pandangan Alkitabiah. Namun akhirnya saya menyadari fakta bahwa mereka tidak pernah lahir baru. Setan, illah dari dunia ini, telah “membutakan pikiran mereka yang tidak percaya” (II Korintus 4:4).

Ambil contoh kasus yang aneh dari Daniel P. Fuller. Ayahnya adalah seorang penginjil yang sangat terkenal, yaitu Charles E. Fuller. Namun ayahnya adalah seorang “decisionis.” Putranya sendiri telah mengangkat tangannya, berdoa menerima Yesus dan dibaptis di usia dini, tanpa pertobatan sejati. Ketika Fuller Seminary mulai, Charles Fuller sangat mencintai putranya lebih dari Firman Allah. Ia membiarkan putranya pergi ke Basel, Switzerland untuk belajar di bawah orang-orang liberal seperti Karl Barth. Daniel Fuller kembali, bergabung dengan para dosen di seminari ayahnya, dan secara terbuka menjadi seorang liberal. Dan itu adalah Fuller Seminary dimana Rob Bell belajar menolak penghukuman kekal Nereaka (lihat Harold Lindsell, Ph.D., “The Strange Case of Fuller Theological Seminary,” The Battle for the Bible, Zondervan Publishing House, 1976, hlm. 106-121).

“Satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik” (Pengkhotbah 9:18).

Liberalisme dari Fuller Seminary memiliki akarnya dalam pikiran Daniel P. Fuller yang telah dibutakan. Seseorang yang belum direndahkan dan diinsafkan dan dipertobatkan oleh Allah akan mudah dipimpin ke dalam liberalism, penolakan terhadap ketanpasalahan Kitab Suci, dan membenci terhadap Allah yang mahabesar dan dahsyat yang mengirim orang-orang berdosa ke dalam Lautan Api. Oleh sebab itu kita seharusnya tidak membiarkan anak-anak muda di gereja kita “disahkan” sebagai para petobat sebelum mereka direndahkan oleh Allah, diinsafkan akan dosa, dilahirbarukan oleh Roh Kudus untuk iman yang hidup di dalam Tuhan Yesus Kristus!

Allah yang mahabesar dan menakutkan mengirim orang-orang berdosa yang belum bertobat ke dalam api Neraka selama-lamanya. Namun Neraka begitu menakutkan sehingga itu akan membuat setiap orang merasa ngeri dalam ketakutan. Neraka adalah tanda dari murka Allah yang menakutkan dan sangat mengerikan yang membenci dosa dan yang menghukumnya.

Dr. Rice berkata, “Adalah mengerikan bahwa Neraka adalah suatu tempat api. Saya membaca tentang suatu kecelakaan pesawat. Sang Pilot terperangkap dalam pesawat yang telah hancur dan terperangkap dalam api. Sedikit demi sediki api itu memanggang sang pilot yang mengerang dan menjerit… dan meminta orang untuk menembaknya sampai akhirnya seorang petugas [polisi] menembak kepala sang pilot untuk mengakhiri penderitaan orang itu karena mereka tidak dapat menyelamatkannya. Saya begitu ngeri mengingat penderitaan seseorang yang pernah menginap di rumah saya selama beberapa hari itu. Namun Allah yang mahabesar, menakutkan dan sangat mengerikan, apa jadinya ada dalam Neraka di mana ada lautan api dan belerang yang membakar untuk selama-lamanya!... Siksaan kekal! Api yang tidak pernah padam! Orang-orang masih mengingat kesempatan mereka yang hilang, penolakan mereka terhadap Kristus, dosa nyata mereka! Dan asap dari siksaan itu naik ke atas sampai selama-lamanya [Wahyu 14:11]. Mereka tidak pernah istirahat sepanjang hari. Malam tidak membawa damai dan terus menerus disiksa. Tidak ada pengharapan perdamaian dengan Allah, tidak ada kesempatan untuk bertobat di masa depan. Sungguh, bahkan tidak ada keinginan untuk bertobat… di dalam Neraka. Betapa Allah yang sangat menakutkan menetapkan penghukuman seperti itu untuk orang-orang berdosa yang tidak bertobat!” (Rice, ibid., hlm. 27).

Saya mengatakan kepada Anda malam ini bahwa itulah Allah Alkitab yang mahabesar dan menakutkan. Dan ini adalah Allah yang bahkan tidak sungguh-sungguh Anda pikirkan. Sesungguhnya, Anda hampir tidak pernah memikirkan tentang Dia ketika Anda seorang diri pada waktu malam. Apakah saya sedang menakut-nakuti Anda? Ya, tentu saja! Karena jika Anda tidak pernah takut akan Allah Yakub dan Musa dan Paulus, tidak ada pengharapan bagi Anda sama sekali. Alkitab berkata, “takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan” (Amsal 3:7). Kiranya takut akan Allah menggerakkan Anda untuk mencari “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya” (Roma 3:24-25). Kecuali Anda menemukan Kristus, dosa-dosa Anda tidak akan disucikan oleh Darah-Nya, dan Anda akan menghadapi murka dan kegeraman dari Allah kita yang mahabesar dan dahsyat. Seperti apa yang dituangkan dalam pujian dari Kebangunan Rohani Kedua berikut ini,

Allah yang murka – Hakim yang gusar –
   Betapa adil, betapa sucinya Tuhan!
Ketika orang Kristen berharap dengan takut,
   Biarlah orang-orang berdosa gemetar akan Firman-Nya.

Hukum-Nya menghukum orang jahat kini,
   Dan meterai [penghukuman] membuat mereka ngeri;
Namun murka itu, meski tak tampak di sini dan perlahan,
   Akan meremukkan, dan membakar kubur itu.
(“God Angry With the Wicked” by L. M. Lee, tanpa tanggal; dari
      Village Hymns for Social Worship, disunting oleh
      Dr. Asahel Nettleton, 1997 reprint, International Outreach,
      P. O. Box 1286, Ames, Iowa 50014).

Mari kita berdiri dan menyanyikan pujian nomer 4, “The Lord Hath Laid on Him,” menala “Amazing Grace.”

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Wahyu 14:9-12.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“God Angry with the Wicked” (by L. M. Lee, no date).