Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PARA MALAIKAT ADA BERSAMA KITA!

(THE ANGELS ARE WITH US!)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 8 Januari 2012

“Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa” (Wahyu 5:11).


Saya tidak pernah mendengar seorang pendeta mengkhotbahkan satu khotbah secara utuh tentang malaikat. Namun para malaikat begitu menonjol dalam seluruh Alkitab. Teks yang kita buka dalam Wahyu 5:11 menjelaskan kepada kita bahwa ada banyak malaikat jumlah mereka “berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa” (Wahyu 5:11).

Para malaikat nampak di seluruh Alkitab. Ketika Abraham mengutus hambanya untuk mencarikan istri bagi putranya, yaitu Ishak, ia memberitahu hamba itu bahwa Allah akan mengirim seorang malaikat menyertainya, untuk menolongnya (Kejadian 24:7). Ketika Yakub sedang melakukan perjalanan ia dijumpai oleh “para malaikat Tuhan.” Dr. John Gill (1697-1771) berkata bahwa para malaikat dibagi ke dalam dua kelompok untuk melindungi dia. Satu kelompok malaikat berjalan di depannya, dan kelompok lainnya berjalan di belakang dia, untuk menjaga dia (Kejadian 32:1-2). Ketika Lot dan keluarganya ada dalam bahaya di kota Sodom yang akan dibinasakan, para malaikat membawa mereka keluar dari kota terkutuk itu (Kejadian 19:15-17). Ketika Daniel dilemparkan ke gua singa, Allah mengirim seorang malaikat untuk “menutup mulut-mulut singa itu” (Daniel 6:22). Ketika Rasul-Rasul dimasukkan ke dalam penjara karena memberitakan Injil, “waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar” (Kisah Rasul 19:15-17). Ketika Rasul Petrus dimasukkan ke dalam penjara karena memberitakan Injil, seorang malaikat datang dan membuka pintu penjara dan melepaskan dia (Kisah Rasul 12:7-10).

Para malaikat memelihara kehidupan Kristus ketika baru dilahirkan dengan menampakkan diri kepada Yusuf dan memerintahkan kepadanya untuk melarikan diri ke Mesir bersama dengan Anak itu (Matius 2:13-14). Setelah Iblis mencobai Kristus di padang gurun, “Para malaikat datang dan melayani Dia” (Matius 4:11). Seorang malaikat datang menguatkan Kristus ketika ia diremukkan oleh dosa-dosa kita, berpeluhkan darah, di Taman Getsemani (Lukas 22:43-44). Seorang malaikat menggulingkan batu penutup kubur Kristus, dan berkata kepada para perempuan yang datang ke sana bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati (Matius 28:2, 5-6). Ribuan malaikat menyertai Kristus ketika Ia naik ke Sorga (Mazmur 68:17-18; Efesus 4:8). Dan para malaikat suci itu akan turun bersama Kristus pada saat Kedatangan-Nya yang kedua (Lukas 9:26; II Tesalonika 1:7). Lihat Dr. John Gill, A Body of Doctrinal Divinity, The Baptist Standard Bearer, n.d., volume I, hlm. 262-268.

Lagipula, pekerjaan para malaikat untuk umat Tuhan dengan begitu jelas disingkapkan dalam Alkitab. Mereka melindungi dan menyelamatkan umat Allah. Mazmur 91:11-12 berkata, “Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.” Daniel 3:28 berkata bahwa Allah “mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya.” Ibrani 1:14 mengatakan bahwa Allah mengutus para malaikat untuk “melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan.” Lihat Dr. Henry C. Thiessen, Introductory Lectures in Systematic Theology, Eerdmans Publishing Company, 1971 edition, hlm. 205.

Sejak pekerjaan para malaikat disingkapkan dengan begitu jelas (dan begitu sering) dalam Alkitab, mengapa kita tidak mendengarkan satu khotbah yang utuh tentang para malaikat pada hari ini? Saya belum pernah mendengar pendeta manapun yang mengkhotbahkan satu khotbah lengkap tentang para malaikat. Pernahkah Anda? Mengapa itu yang terjadi pada hari ini? Saya pikir ada beberapa alasan. Yang pertama, banyak pendeta belum bertobat. Kedua, banyak orang yang telah bertobat tidak dipanggil oleh Tuhan. Pendeta yang menjadi gembala saya dalam waktu yang lama di First Chinese Baptist Church of Los Angeles berkata, “Kehancuran gereja di akhir zaman bukan berkaitan dengan tiadanya para pendeta, namun begitu banyaknya pendeta yang melayani tanpa [panggilan] Allah dan tanpa diutus oleh Allah. Sejak mereka tidak diutus oleh Allah, bagaimana mereka dapat mengharapkan Allah menyertai mereka dan menetapkan pesan-Nya untuk mereka sampaikan?” (Timothy Lin, Ph.D., The Secret of Church Growth, First Chinese Baptist Church, 1992, hlm. 21-22).

Para pendeta yang tidak bertobat, dan orang yang tidak dipanggil Allah, tidak akan melihat alasan untuk “memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu” (Kisah Rasul 20:27). Saya berpikir bahwa itulah alasan kedua mengapa kita mendengarkan sedikit sekali khotbah tentang para malaikat, atau tentang roh-roh jahat, di mimbar-mimbar kita hari ini. Pada kenyataannya, kita mendengar sangat sedikit khotbah tentang Yesus Kristus sendiri! Hampir semua khotbah hari ini berpusatkan pada manusia dan bersifat motivasional – bukan berpusatkan pada Allah dan rohani.

Bertahun-tahun yang lalu saya pernah mengkhotbahkan khotbah tentang para malaikat di suatu gereja di California selatan. Saya hanya memberikan beberapa poin tentang para malaikat dari buku teologi sistematika Dr. Thiessen (ibid). Saya mengakhiri dengan undangan kuat bagi yang terhilang untuk datang kepada Kristus. Banyak orang meresponi undangan itu. Namun hari berikutnya pendeta gereja itu menyerang saya di depan beberapa penatuanya, berkata bahwa khotbah saya “sesat” dan dapat memimpin kepada “penyembahan malaikat” (Kolose 2:18). Tentu saja itu tidak mungkin. Ketika tipe tertentu dari orang yang cemar dan jahat dikonfrontasi dengan dosa mereka dalam suatu khotbah, mereka sering menyebut itu “sesat”! Saya meninggalkan gereja itu. Sekitar dua tahun kemudian penginjil terkenal Billy Graham menerbitkan buku yang berjudul Angels: God’s Secret Agents (Doubleday and Company, 1975). Buku Billy Graham berisi banyak tentang apa yang pernah saya khotbahkan, khotbah yang disebut pendeta itu sebagai “sesat.” Saya mengirimkan kepadanya buku Billy Graham itu dengan sebuah catatan yang mengatakan, “Apakah buku ini sesat?” Ia tidak pernah menjawab saya. Tidak lama setelah itu pendeta ini diusir dari gerejanya karena ia melakukan hubungan seksual dengan beberapa wanita di jemaat itu. Orang yang bereaksi terhadap gaya khotbah saya yang kuat dan ksatria tidak akan menemukan kesalahan tentang apapun yang saya katakan!

Walaupun saya tidak setuju dengan Billy Graham pada sejumlah isu, saya menemukan bahwa ada sedikit ketidak-setujuan saya dengan dia dalam bukunya tentang malaikat itu. Dalam buku itu Billy Graham berkata bahwa “Alkitab Allah telah memberitahu kita masalah besar. Untuk alasan ini, para teolog di sepanjang masa secara universal menyetujui tentang pentingnya doktrin tentang malaikat atau ‘angelology’ (suatu pernyataan dari kebenaran alkitabiah tentang para malaikat). Mereka menilainya layak untuk dimasukkan dalam banyak buku teologi sistematika” (ibid., hlm. 18).

Martin Luther, seorang Reformator yang agung berkata, “Malaikat adalah mahkluk rohani tanpa tubuh yang diciptakan oleh Allah untuk pelayanan Kekristenan dan gereja” (Graham, ibid., hlm. x). John Calvin, dalam volume I dari bukunya yang berjudul Institutes of the Christian Religion, berkata, “Para malaikat adalah para pelaksana dan pengurus dari [kemurahan] Tuhan bagi kita. Mereka menjaga keamanan kita, membentengi pertahanan kita, mengarahkan langkah kita, dan terus menerus [menjaga] agar tidak ada malapetaka yang menimpa kita” (Graham, ibid.). Spurgeon yang tersohor, “rajanya para pengkhotbah,” berkata, “’Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu’… Ini mengajarkan kita bahwa setiap orang kudus dilindungi secara pribadi. Allah memperhatikan secara pribadi setiap pejalan kaki di sepanjang jalan itu, dan menugaskan para malaikat-Nya untuk menjaganya” (C. H. Spurgeon, “Angelic Protection in Appointed Ways,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1978 reprint, volume 52, hlm. 20).

Namun janji-janji agung tentang penjagaan malaikat ini hanya berlaku bagi orang-orang pilihan. Jika Anda bukanlah salah satu dari antara mereka Anda tidak memiliki penjaga – baik dari Allah maupun dari para malaikat-Nya. Anda dibiarkan diombang-ambingkan angin tanpa keamanan. Hanya ada satu jalan untuk diselamatkan. Anda harus bertobat dan datang kepada Yesus Kristus melalui iman. Bahkan dengan penjagaan malaikat, orang-orang yang telah bertobat “hampir-hampir “ diselamatkan (I Petrus 4:18). “Jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan?” (I Petrus, ibid). Ketika ledakan penghukuman datang, Anda yang belum diselamatkan akan tersapu terbang ke dalam lautan api yang kekal! Saya meminta Anda untuk berpaling kepada Kristus sekarang. Datanglah kepada Dia dan berilah dirimu disucikan dari dosa-dosa Anda! Darah Kristus dapat menyucikan setiap dosa dari semua kitab penghakiman. Datanglah kepada Yesus dan diselamatkan dari kesalahan dan hukuman dosa! Kemudian para malaikat Allah akan menjadi para malaikat Anda, menjaga Anda “dalam segala jalanmu” – namun bukan sebelumnya! Tidak sebelumnya! Tidak sebelumnya! Jangan menunggu! Datanglah kepada Kristus sekarang juga, selagi Anda masih muda.

Martin Luther adalah seorang reformator pada umur 29 tahun, dan memulai Reformasi pada umur 33 tahun. Datanglah kepada Kristus sekarang, selagi Anda masih muda, dan Anda akan dilindungi oleh malaikat-malaikat Allah seperti halnya Martin Luther! Inilah yang dikatakan oleh Luther,

Bahwa para malaikat ada bersama kita, itu adalah hal yang sangat pasti, dan tidak seorangpun yang harus meragukannya… mereka benar-benar ada di sekitar kita dalam hidup ini, bersiap sedia memimpin urusan kita… Oleh sebab itu kita harus belajar bahwa sahabat terbaik dan setia kita adalah yang tidak kelihatan. Mereka adalah para malaikat, yang oleh kesetiaan dan kebajikan mereka dan oleh banyak sekali pelayanan mereka dalam persahabatan kita jauh melampaui para sahabat kita yang kelihatan… jika sesuatu yang baik terjadi, itu datang melalui para malaikat yang baik itu (What Luther Says, Concordia Publishing House, 1994 edition, hlm. 23; komentar atas Kejadian 24:5-7).

Banyak orang Kristen sejati telah memiliki banyak waktu dalam hidup mereka ketika mereka merasakan kehadiran dari penjagaan para malaikat. Beberapa hari yang lalu seorang pendeta Baptis fundamental, yang adalah sahabat saya, berkata kepada saya tentang pengalamannya bersama para malaikat. Ia berkata, “Saya berpikir saya akan terbunuh bila seorang malaikat tidak menjaga saya.”

Saya ingat dua kali ketika saya percaya malaikat menyelamatkan saya dari kecelakan yang sangat mengerikan di jalan tol di sini di Los Angeles. Kejadian pertama adalah ketika saya menyetir mobil untuk menghadiri kebaktian doa di First Chinese Baptist Church. Waktu itu sedang hujan rintik-rintik. Saya mendengar musik di radio. Ketika dua jalan tol bertemu seseorang yang membawa mobil di depan saya mengerem mobilnya dengan mendadak. Saya melakukan hal yang sama. Mobil saya berputar. Untung saja ada ruang yang cukup di jalur yang sempit itu. Saya dapat melihat ada ruang pada rambu garis lalu lintas ketika mobil saya berputar tiga kali. Saya tahu bahwa saya pasti mati. Namun tiba-tiba mobil itu berhenti. Mobil itu berada di jalur yang salah. Hujan turun ke atas kaca mobil depan. Radio masih menyala. Saya mematikannya. Duduk di sana selama satu menit, diam, seakan saya dapat mendengar suara sayap-sayap malaikat. Kemudian saya memutar mobil saya dan melanjutkan perjalanan menuju kebaktian doa itu. Namun saya tidak dapat berdoa ketika sampai di sana. Tangan saya masih gemetar. Saya merasa lumpuh. Namun ayat-ayat dari Kitab Suci ini memenuhi pikiran saya,

“Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu”
       (Mazmur 91:11-12).

Pengalaman kedua saya di jalan tol memenuhi pikiran saya. Itu adalah pada hari Sabtu larut malam. Mr. Gene Wilkerson dan saya berada di First Chinese Baptist Church. Ia mengetik warta sementara saya membersihkan gereja itu, sebagai Pimpinan Pelayan penyambut tamu, dan mempersiapkan khotbah saya untuk Gereja Anak esok paginya. Kemudian kami melipat warta dan saya yang mengantar Mr. Wilkerson ke apartment-nya di Pasadena, utara Los Angeles. Waktu itu saya memiliki mobil tua dan meteran bensinnya telah rusak. Saya pikir saya masih memiliki banyak bahan bakar untuk pulang, namun ternyata saya salah. Ketika saya kembali ke Los Angeles saya kehabisan bahan bakar di Pasadena Freeway, sebelah utara Dodger Stadium. Saat ini Pasadena Freeway telah menjadi jalan tol tertua di Los Angeles. Karena ini adalah jalan tol tertua, jalan ini didesain untuk kecepatan yang lebih lambat dari pada jalan tol di kemudian hari. Pasadena Freeway sangatlah terkenal bergelombang, jalannya turun-naik. Jalan ini dirancang untuk kecepatan rendah. Bahu jalan di sampingnya kecil atau tidak ada. Ini sangat sempit dan banyak bagian ruang untuk menjadi pemberhentian darurat. Saya ada di jalur selatan. Tidak ada ruang untuk sebuah mobil berhenti di pinggir jalan. Mobil saya berhenti di jalan sempit itu dan tepat di belakang saya tanjakan. Kemudian sebuah mobil muncul dari balik tanjakan itu yang akan menghantam mobil saya dari belakang. Saya panik dan melompat keluar dari mobil itu, tidak tahu apa yang terjadi. Namun segera setelah saya berhasil melompat keluar terdengar bunyi tabrakan. Seorang lelaki kurus keluar dari mobil VW Bug ke sisih yang lain pagar jalan di lintasan jalan tol itu. Kemudian ia membengkokkan kaleng untuk mengalirkan bensin keluar. Ia berkata, “Cepat, isikan bahan bakar ini.” Saya menerima kaleng itu dan mengisikannya ke mobil saya. Saya merogoh saku saya dan memberikan kepadanya uang. Ia berkata, “Jangan kuatir tentang itu. Cepatlah, ambillah mobil kamu. Jangan kuatir tentang hal iyu! Saya melakukan ini setiap malam.” Saya melompat ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan. Kemudian itu memukul saya. “Saya melakukannya setiap malam.” Saya merinding ketika membaca ayat Alkitab yang mengatakan, “Beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat” (Ibrani 13:2). Saya tidak menjamu dia, namun yang pasti ia menyelamatkan saya!

“Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu”
       (Mazmur 91:11-12).

Saya dapat menceritakan kisah seperti itu, namun saya harus mengakhiri khotbah saya sekarang.

Istri saya dapat menceritakan kepada Anda bahwa saya berdoa untuk Anda setiap malam, ketika Anda pergi memberitakan injil di kampus-kampus dan di jalanan Los Angeles. Ini adalah jalanan kota yang berbahaya. Saya selalu berdoa, “Kiranya Tuhan menjaga setiap orang yang pergi memberitakan Injil malam ini.” Kita telah mengutus orang-orang untuk memberitakan Injil di jalanan yang gelap ini selama 35 tahun. Sungguh ajaib, tak seorangpun pernah mengalami celaka!

“Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu
       (Mazmur 91:11).

Para malaikat ada bersama kita! Pergilah memberitakan Injil! Pergilah ke kampus-kampus! Pergilah ke jalan-jalan! Para malaikat ada bersama dengan kita! Tidak ada yang dapat menghentikan kita! Maka pergilah, dan taatilah Kristus yang berkata,

“Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh”
       (Lukas 14:23).

Pergilah dan beritakanlah injil kepada orang-orang terhilang! Tidak ada iblis yang dapat menghentikan Anda! Tidak ada kemarahan manusia yang dapat menghentikan Anda! Tidak ada apapun yang dapat menghentikan Anda! Para malaikat ada bersama dengan kita! Pergi dan bawalah masuk orang-orang terhilang! Tidak ada apapun yang dapat menghentikan Anda! Para malaikat ada bersama dengan kita!

Mari kita berdiri dan menyanyikan lagu terakhir pada lembaran lagu Anda, “Britakan Injil! Britakan Injil!” oleh Dr. Oswald J. Smith.

Berikan kami semboyan pada saat ini, kata yang menggentarkan, kata yang penuh kuasa,
Seruan perang, semangat membara untuk menyerukan menang atau mati.
Kata tuk bangunkan gereja dari ketertiduran, Tuk penuhi amanat Tuhan
Panggilan yang diberikan, bangunlah, semboyan kami adalah, Beritakan Injil!

Sukacita malaikat bergema s’karang, Seluruh bumi memuji, dalam nama Yesus;
Kata ini bergema sampai ke langit: Beritakan Injil! Beritakan Injil!
Manusia yang sekarat, umat yang telah jatuh, Buatlah mereka mengenal anugerah Injil;
Dunia yang sekarang ada dalam kegelapan, Beritakan Injil! Beritakan Injil!
   (“Evangelize! Evangelize!” by Dr. Oswald J. Smith, 1889-1986; diubah oleh
        Dr. Hymers; menala lagu “And Can It Be?” oleh Charles Wesley, 1707-1788).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Lukas 2:8-16.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Holy, Holy, Is What the Angels Sing” (by Johnson Oatman, Jr., 1856-1922).