Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




MELKISEDEK – SUATU TIPE KRISTUS

(KHOTBAH #61 DARI KITAB KEJADIAN)

(MELCHISEDEC – A TYPE OF CHRIST)
(SERMON #61 ON THE BOOK OF GENESIS)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 16 Juni 2011

“Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Maralinga. Lalu ia memberkati Abram, katanya: ‘Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.’ Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya” (Kejadian 14:17-20).

Sekarang buka Ibrani 7:1-3.

“Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya” (Ibrani 7:1-3).


Biarkan Alkitab Anda tertap terbuka di bagian ini. Kejadian 14 mulai dengan catatan perang pertama yang ditekankan di dalam Alkitab. Ketika Abraham tahu bahwa keponakannya Lot telah ditawan ia mengirim 318 hamba-hambanya yang terlatih untuk membebaskan Lot, “Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu, serta harta bendanya dibawanya kembali, demikian juga perempuan-perempuan dan orang-orangnya” (Genesis 14:16). Arthur W. Pink berkata,

      Pada poin ini seseorang yang sangat terhormat di bawa ke hadapan kita, yaitu Melkisedek… Dalam kata-kata “dijadikan sama dengan Anak Allah (Ibrani 7:3) kita memiliki kunci misteri yang berpusat di sekitar Melkisedek. Melkisedek adalah suatu tipe dari Kristus (A. W. Pink, Gleanings in Genesis, Moody Press, 1981 edition, hlm. 159).

I. Pertama, Melkisedek adalah tipe dari Kristus menurut namanya.

Melkisedek berarti “Raja kebenaran.” Bacalah Ibrani 7:2.

“Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera” (Ibrani 7:2).

Melkisedek pertama adalah “Raja kebenaran” dan, kedua adalah “Raja Salem,” yang berarti “Raja damai sejahtera.” Ini menunjukkan kepada kita apa yang Kristus, antitipe dari Melkisedek, lakukan bagi orang berdosa. Tuntutan kebenaran dari taurat harus dipenuhi sebelum seorang berdosa dapat memiliki damai sejahtera dengan Allah. Ini ditunjukkan dalam Roma 3:21-26,

“Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus” (Roma 3:21-26).

Di kayu Salib Yesus telah mencurahkan Darah-Nya untuk memuaskan kebenaran murka Allah terhadap dosa kita. “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus” (Roma 5:1). Lagi, kita membaca, “Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus” (Kolose 1:20).

Melkisedek adalah “Raja kebenaran” dan “Raja damai.” Ini menunjukkan bahwa ia adalah suatu tipe, atau gambaran, dari Tuhan Yesus Kristus. Sebagaimana tertuang dalam hime ini,

Anak Domba Paskah, oleh penetapan Allah, semua dosa kami diletakkan padaMu
   Oleh kasih yang Mahatinggi mengurapi, Engkau berikan penebusan penuh;
Semua umatMu diampuni, Melalui Darah-Mu yang mahal,
   Pintu Sorga terbuka, Perdamaian dibuat antara manusia dan Allah
(“Hail, Thou Once-Despised Jesus!” by John Bakewell, 1721-1819).

II. Kedua, Melkisedek adalah suatu tipe Kristus menurut asal-usulnya.

Bacalah Ibrani 7:3 dengan lantang.

“Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya” (Ibrani 7:3).

Melkisedek, seperti Kristus, “tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah”, juga tidak memiliki awal, ataupun akhir kehidupan.”

Ini bukan berarti bahwa Melkisedek adalah pribadi supranatural. Itu hanya berarti bahwa ia ditekankan dalam Kitab Kejadian tanpa bersisilah, dan tanpa menekankan kematiannya. A. W. Pink berkata, “Keterdiaman [Kitab Kejadian] berhubungan dengan asal-usulnya memiliki tujuan penting. Seluruh penghilangan semua referensi tentang garis keturunan, kelahiran atau kematian Melkisedek, diperintahkan oleh Roh Kudus… supaya mempresentasikan tipe sempurna dari Tuhan Yesus” (ibid., hlm. 160). Benjamin Keach [1640-1704] berkata, “Ia memiliki bapa dan ibu, dan garis keturunan… Namun Allah dengan sengaja merahasiakan ini, sehingga ia dapat mengekspresikan tipe Kristus, yang benar-benar tanpa bapa, dalam kemanusiaan-Nya, atau natur manusia; dan tanpa ibu dalam ke-Allah-an-Nya” (Benjamin Keach, Preaching From the Types and Metaphors of the Bible, Kregel Publications, 1972 reprint, hlm. 973).

Kemiripan Melkisedek dengan Kristus menunjukkan apa yang ingin ditekankan dalam Kitab Kejadian, bukan tentang Melkisedek itu sendiri. Ibrani 7:3 juga salah satu ayat yang membuktikan “Anak dari inkarnasi” (“incarnational Sonship”). Kristus adalah Anak Allah yang “harinya tidak berawal.” Ia selalu Anak Allah!

III. Ketiga, Melkisedek adalah tipe Kristus menurut keimamatannya.

Melkisedek telah “dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya” (Ibrani 7:3). Pemazmur berkata,

“TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek” (Mazmur 110:4).

Lagi, Kitab Ibrani berkata,

“Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek” (Ibrani 5:6).

Melkisedek adalah tipe atau gambaran dari Yesus Imam Besar kita. Dr. McGee berkata, “Dari nubuatan yang diberikan dalam Mazmur 110 kita melihat bahwa Melkisedek adalah gambaran dari Kristus…. [Kristus] adalah seorang imam karena Ia adalah Anak Allah, dan Ia adalah imam untuk selama-lamanya. Sehingga, selama Ia menjadi imam – tidak akan ada yang berubah di dalam keimamatan-Nya karena Ia kekal” (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, volume V, hlm. 552; catatan untuk Ibrani 7:3).

Melkisedek hidup lama sebelum keimamatan Harun ditetapkan di bawah Musa. Keimamatan Harun berakhir dengan penghancuran Bait Suci oleh Romawi pada tahun 70 M. Namun Yesus, Anak Allah yang kekal, juga adalah imam yang kekal. Benjamin Keach memberikan perbandingan antara Melkisedek dan Kristus ini: “Melkisedek adalah seorang imam, bukan menurut peraturan Harun; Ia tidak diurapi dengan minyak materi, juga tidak menerima keimamatannya dari orang lain, namun hanya dideklarasikan oleh mulut Allah. Keimamatannya tidak dilanjutkan oleh orang lain; karena ia menerimanya juga bukan dari orang lain, sehingga ia tidak menyerahkannya kepada orang lain; atau juga tidak ada yang… menggantikan dia: demikian juga Kristus [sebagai penggenapan dari Melkisedek yang adalah tipe] menerima keimamatan-Nya bukan dari orang lain namun dari Allah sendiri, dan tidak diurapi dengan minyak materi.. dan [Kristus] tidak menerima jabatan keimamatan-Nya dari orang lain, sehingga Ia juga tidak menyerahkan jabatan itu kepada orang lain; [Kristus] tidak memiliki seseorang yang dapat menggantikan Dia, namun [tetap] menjadi imam untuk selama-lamanya di… Sorga” (Benjamin Keach, ibid., hlm. 973).

Sebagai imam kita, Yesus telah mempersembahkan korban sempurna untuk dosa-dosa kita. Ia telah menanggung dosa-dosa kita di kayu Salib, di mana ia telah mencurahkan Darah-Nya yang mahal. Kitab Ibrani berkata,

“Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -- dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup?” (Ibrani 9:11-14).

“Ia telah masuk satu kali” ke dalam Sorga dengan Darah-Nya.

Gereja Katolik memiliki “para imam” sebagai para pelayan. Namun tidak ada dasar Alkitabiah untuk hal itu. Perjanjian Baru tidak pernah menyebut para pendeta dengan “imam.” Orang Baptis maupun Prostestan selalu percaya bahwa hanya ada satu imam, yaitu Tuhan Yesus Kristus! Dan kita tidak mengorbankan Kristus kembali pada “Misa.” “Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal bagi kita” (Ibrani 9:12) . Tidak perlu korban baru pada “Misa” lagi. Kristus telah mati dan telah mencurahkan Darah-Nya yang mahal, untuk menebus dosa-dosa kita sekali untuk selama-lamanya!

“Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya” (Ibrani 9:25-26).

“Sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban” (Ibrani 7:27).

Ia telah mati sekali untuk menebus dosa-dosa kita! Ia telah mencurahkan darah-Nya yang mahal sekali untuk menyucikan semua dosa kita!

Yesus bukan hanya mempersembahkan korban yang sempurna bagi dosa. Sebagai Imam Besar, Ia juga menjadi perantara bagi kita di sebelah kanan Allah di Sorga.

“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibrani 7:25).

Charles Wesley (1707-1788) berkata,

Ia hidup selama-lamanya di Sorga,
   Untuk membelaku;
Semua kasih penebusan-Nya,
   Darah-Nya yang mahal membela;
Darah-Nya menebus semua umat kita,
   Dan memerciki tahta anugerah sekarang
Dan memerciki tahta anugerah sekarang.
   (“Arise! My Soul, Arise!” by Charles Wesley, 1707-1788).

Akhirnya, Yesus adalah Imam Besar yang penuh kasih. Mari membuka Ibrani 4:14-16. Mari kita berdiri dan membaca ayat-ayat ini dengan lantang.

“Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya” (Ibrani 4:14-16).

Anda dipersilahkan duduk kembali. Dr. McGee berkata,

      “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia” Kita dapat berbicara dengan bebas kepada Tuhan Yesus Kristus. Saya dapat menceriterakan kepada Dia segala hal yang saya tidak dapat ceriterakan kepada Anda. Ia memahami saya. Ia mengetahui kelemahan saya… Saya dapat datang kepada Dia dengan kebebasan penuh. Saya dapat menceriterakan kepada Dia apa yang ada di hati saya. Saya dapat membuka hati saya untuk Dia (J. Vernon McGee, Th.D., ibid., hlm. 537; catatan atas Ibrani 4:16).

Yesus ada di sana untuk menolong setiap orang Kristen “pada waktu” mereka. Ia ada untuk Anda. Ia akan menolong Anda melalui waktu-waktu yang berat. Ketika Anda merasa depresi dan sakit hati, datanglah kepada Dia, “temukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Ia tidak akan meninggalkan Anda.

Setelah hampir 54 tahun di dalam pelayanan saya tahu itu adalah benar. Kristus tidak akan meninggalkan Anda! Tidak peduli betapa depresinya dan sakit hatinya Anda, Yesus akan selalu menolong Anda. Ia tidak akan meninggalkan Anda dalam kegagalan! Walaupun Anda melewati kepiluan hati, Kristus senantiasa menjaga Anda melalui semua itu! “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku” (Mazmur 23:4).

Melkisedek datang kepada Abraham dan menjamu dia serta memberkati dia ketika ia kelelahan setelah berperang. Demikian juga, Yesus akan datang kepada Anda, memberkati Anda dan menjamu Anda, ketika Anda kelelahan dan sedih oleh karena peperangan kehidupan Kristen!

Dan jika Anda masihlah seorang berdosa yang masih terhilang, Anda dapat datang kepada Yesus. Ia tidak akan menolak Anda. Yesus berkata, “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yohanes 6:37). Datanglah kepada Yesus. Ia akan mengampuni dosa Anda, dan menyucikan Anda dengan darah-Nya yang mahal.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here)
or you may write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015.
Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Mazmur 110:1-4.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“My Hope is in the Lord” (oleh Norman J. Clayton, 1903-1992).


GARIS BESAR KHOTBAH

MELKISEDEK – SUATU TIPE KRISTUS

(KHOTBAH #61 DARI KITAB KEJADIAN)

(MELCHISEDEC – A TYPE OF CHRIST)
(SERMON #61 ON THE BOOK OF GENESIS)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: ‘Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.’ Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya” (Kejadian 14:17-20).

“Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya” (Ibrani 7:1-3).

(Kejadian 14:16)

I.   Pertama, Melkisedek adalah tipe dari Kristus menurut namanya,
Ibrani 7:2; Roma 3:21-26; 5:1; Kolose 1:20.

II.  Kedua, Melkisedek adalah suatu tipe Kristus menurut asal-usulnya,
Ibrani 7:3.

III. Ketiga, Melkisedek adalah tipe Kristus menurut keimamatannya,
Ibrani 7:3; Mazmur 110:4; Ibrani 5:6; 9:11-14, 25-26;
Ibrani 7:27, 25; 4:14-16; Mazmur 23:4; Yohanes 6:37.