Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




MENGAPA YERUSALEM MENJADI BATU BEBAN UNTUK
DIANGKAT BAGI PRESIDEN OBAMA

(WHY JERUSALEM IS A BURDENSOME STONE
FOR PRESIDENT OBAMA)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 12 Juni 2011

“Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung. Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya” (Zakharia 12:2-3).


Dr. Ed Dobson berakata, “Keberadaan Negara Israel membawa bersama nubuatan Alkitab dan sejarah modern seperti belum pernah terlihat sejak masa Perjanjian Baru. Pengumpulan kembali orang-orang Yahudi ke Israel dan keberadaan mereka sebagai bangsa adalah peristiwa prophetik yang paling penting sejak Yesus naik ke Sorga” (Ed Dobson, Ph.D., The End, Zondervan Publishing House, 1997, hlm. 44).

Nabi Amos berbicara tentang pengumpulan terakhir dari orang-orang Yahudi di akhir zaman ketika ia berkata,

“Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu” (Amos 9:15).

Dr. James O. Combs, pembantu rektor Louisiana Baptist University and Theological Seminary, memberikan garis besar ini tentang restorasi atau pemulihan Israel:

1814 – John MacDonald seorang pendeta Presbyterian di Albany, New York, mulai mengkhotbahkan nubuatan Alkitab dan pemulihan Israel, menunjukkan suatu ketertarikan terhadap tafsiran kaum literalis tentang nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama tentang Israel.

[1864 – C. H. Spurgeon pernah mengkhotbahkan dan menerbitkan khotbah terkenalnya yang berjudul “The Restoration and Conversion of the Jews” (“Pemulihan dan Pertobatan Orang-orang Yahudi”) yang didasarkan pada Yehezkiel 37:1-10, yang mana Spurgeon berkata, “Ada pemulihan politik orang-orang Yahudi…. [Israel] sedang diorganisir kembali… Akan ada pemerintahan bangsa ini kembali; akan ada lagi bentuk pemerintahan politis, suatu negara akan dibentuk kembali… ‘Aku akan menempatkan engkau di negerimu sendiri,’ adalah janji Allah kepada mereka… Israel akan dipulihkan kembali,” C. H. Spurgeon, “The Restoration and Conversion of the Jews,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1991 reprint, volume X, hlm. 428-429].

1878 – Buku W. E. Blackstone yang berjudul, Jesus is Coming, yang pernah diterbitkan, memprediksikan dan memberikan harapan tentang kembalinya orang-orang Yahudi sebagai penggenapan nubuatan.

1881-1900 – Aliyah Pertama [kembali ke Israel] terjadi dan ada sekitar 30,000 orang Yahudi di bawah penganiayaan di Rusia pindah ke Palestina.

1897 – Kongres Zionis Pertama, berkumpul di Basel, Switzerland, diadopsi Zionisme sebagai program, dan menyatakan, “Usaha Zionisme adalah untuk membangun kembali bagi orang Yahudi suatu tanah air di Palestina dengan hukum publik.

1904-1914 – Aliyah Kedua [kembali] berjumlah 32,000 orang Yahudi yang pindah ke Palestina yang disebabkan oleh penganiayaan orang Rusia.

[1917 – The Scofield Study Bible diterbitkan, dengan catatan-catatannya tentang pemulihan Israel sebagai tanah air bagi orang-orang Yahudi. Ketenaran popularitas dari Scofield Study Bible, masih sampai hari ini, telah menyakinkan sejumlah besar orang Kristen untuk mendukung Israel sebagai rumah yang sah bagi orang-orang Yahudi].

1917 – The [British] Balfour Declaration, sebagian mengatakan: “Pemerintahan Rajanya memandang baik menetapkan Palestina sebagai rumah nasional bagi orang-orang Yahudi.”

1924-1939 – Aliyah Ketiga [kembali], ketika 78,000 orang Yahudi Polandia pindah ke Palestina [untuk melarikan diri dari munculnya anti-Semitisme di Polandia].

1933-1939 – Aliyah Keempat [kembali], ketika 230,000 orang Yahudi melarikan diri dari penganiayaan [Hitler] di Jerman dan Eropa tengah.

1940-1948 – Aliyah Kelima [kembali], ketika 95,000 orang Yahudi melarikan diri dari Eropa tengah. Banyak orang Yahudi masih menetap di Eropa, dan lebih dari enam juta orang [dibantai] pada masa Holocaust yang dipimpin oleh Adolf Hitler dan Nazi Jerman.

1948 – Agensi Yahudi (the Jewish Agency), dalam apa yang akan menjadi bangsa baru dari Israel memproklamirkan status bangsa. Pada 14 Mei 1948, administrasi Presiden Amerika Serikat Harry Truman membuat pengumuman: “Amerika Serikat mengakui pemerintahan sementara sebagai pemerintahan de-facto dari Negara Israel baru.”

1967 – Perang Enam Hari (the Six Day War), [disebabkan] oleh invasi Arab, telah menghasilkan Israel menaklukkan Yerusalem dan West Bank.

1973 – Suatu serangan oleh orang-orang Arab dipukul mundur, dan kemenangan di pihak Israel [dengan bantuan dari President Nixon].

1978-2000 – Mesir mengakui Israel; gerakan penolakan dari orang-orang Arab-Palestina mulai, berbagai negoisasi, perjanjian, dan ketegangan berlanjut.

(“Israel in Two Centuries” by James O. Combs, D.Min., Litt.D., in the Tim LaHaye Prophecy Study Bible, AMG Publishers, 2000 edition, hlm. 874).

2011 – Pada 19 Mei 2011 Presiden Barack Obama mengeluarkan pernyataan meminta Israel untuk menyerahkan semua tanah yang Israel menangkan pada tahun 1967, dalam Perang Enam Hari kepada orang-orang Palestina dan sekutu teroris mereka. Hari berikutnya (20 Mei 2011) suatu konfrontasi terjadi di Gedung Putih antara perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Obama, yang mana Netanyahu menolak garis besar yang dirancangkan oleh Obama untuk menerima perbatasan sebelum perang tahun 1967 “sebagai titik awal negoisasi.” Netanyahu berkata bahwa dengan menyetujui itu akan sangat beresiko terhadap keamanan Israel dan memaksanya untuk berunding degan “orang-orang Palestina versi Al Qaeda” (Los Angeles Times, Saturday, May 21, 2011, hlm. A1).


Ini membawa kita kembali ke teks kita dalam Zakharia 12:2-3,

“Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung. Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya” (Zakharia 12:2-3).

Dr. W. A. Criswell berkata tentang ayat ini,

Suatu koalisi bangsa-bangsa melawan Yerusalem tidak terjadi pada zaman Nebukhadnezar [Penaklukan Babel], ataupun pada periode Makkabean, ataupun pada masa perang Romawi [tahun 70 M, penghancuran oleh Romawi]. Bagaimanapun, ini [koalisi bangsa-bangsa melawan Israel] secara unik telah ada pada dekade-dekade belakangan ini… dan kelihatannya ini akan terus berlanjut dan semakin intensif ketika waktu Tuhan dari penggenapan ini semakin dekat (W. A. Criswell, Ph.D., The Criswell Study Bible, Thomas Nelson Publishers, 1979, hlm. 1069; note on Zechariah 12:2-3).

Bahkan hari ini, Allah telah membuat Yerusalem “piala kegentaran” bagi bangsa-bangsa yang mengelilingi Israel, dan banyak bangsa-bangsa lainnya. Mereka hanya tidak dapat luput dari Israel, atau mengambil semua dari Yerusalem, tidak peduli betapa kerasnya mereka mencoba. Dan Allah sedang membuat “Yerusalem menjadi batu beban untuk diangkat bagi segala bangsa,” secara literal “suatu batu berat, batu beban, berat untuk mengangkatnya” (Merrill F. Unger, Ph.D., Unger’s Commentary on the Old Testament, volume II, Moody Press, 1981, hlm. 2037; catatan untuk Zakharia12:2-3).

Dr. J. Vernon McGee menekankan “Yerusalem adalah tempat yang agak terisolasi, kota tua, dan sesungguhnya tidaklah begitu menarik hari ini… Namun mengapa tempat ini harus menjadi begitu penting pada hari-hari terakhir ini? Bagaimana Anda menjelaskan hal itu? Yah, kota itu bahkan hari ini telah menjadi batu beban untuk diangkat… Itu hampir menghancurkan Pasar Dunia, itu hampir merusak NATO – Yerusalem menjadi batu beban untuk diangkat. Pertimbangkanlah daftar bangsa-bangsa di dunia yang telah menaklukkan kota itu dan mencoba untuk memerintah atasnya [Mereka semua telah binasa]. Sebetulnya, saya berharap Amerika Serikat tidak terlibat terlalu banyak. Allah berfirman, ‘Jangan ikut campur. Aku adalah Orang yang akan menentukan tempat itu’” (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1982, volume III, hlm. 974; catatan untuk Zakharia 12:3).

Dr. McGee menulis itu hampir tiga puluh tahun yang lalu. Saya berpikir Presiden Obama harus mendengarkan dia. Dr. McGee, sampai hari ini, adalah pengajar Alkitab yang sangat terkenal dan terhormat di Amerika. Presiden Obama harus memperhatikan dengan seksama komentar Dr. McGee atas Zakharia 12:3, “Allah berfirman, ‘Jangan ikut campur. Aku adalah Orang yang akan menentukan tempat itu.’”

Saya berharap setiap dari Anda mau berdoa kepada Allah untuk memimpin Mr. Obama untuk tidak ikut campur masalah Israel. Saya harap agar setiap dari Anda mau “Berdoa untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa” (Mazmur 122:6).

Salah satu alasan bahwa Amerika telah diberkati oleh Allah, kendatipun banyak dosa nasional bangsa kita, sampai sekarang Amerika Serikat masih memberkati bangsa Israel. Betapa kita berdoa itu akan berlanjut! Betapa kita berdoa kiranya Allah akan mengubah pikiran President Obama!

“Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung. Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya” (Zakharia 12:2-3).

Ayat ini mengacu kepada “Perang Harmagedon” yang akan terjadi (Wahyu 16:14-16; Yoel 3:9-14). Namun langkah dunia telah ditetap melalui banyak bangsa yang berbalik melawan Israel, “dan Yerusalem dikepung” (Zakharia 12:2). Allah telah menjadikan “Yerusalem batu beban bagi segala bangsa” (Zakharia 12:3).

Mengapa ini terjadi? Karena dosa manusia. Umat manusia penuh dosa secara alami. Sejak Adam memberontak melawan Allah di Taman Eden, keturunannya telah menjadi musuh Allah, “Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7). Alkitab berkata bahwa pikiran semua orang yang belum bertobat adalah “memusuhi-Nya dalam hati” (Kolose 1:21). Alkitab berkata bahwa pikiran semua orang yang belum bertobat, pada taraf tertentu, dikendalikan oleh Setan, yaitu “roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka” (Efesus 2:2). Adalah dosa dan ketidak-taatan kepada Allah yang telah membuat “Yerusalem menjadi batu beban untuk diangkat segala bangsa” (Zakharia 12:3).

Itu bukan hanya benar bagi bangsa-bangsa yang melawan Israel ini. Ini juga kebenaran tentang Anda jika Anda belum bertobat. “Keinginan daging [Anda] adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7). Anda juga “memusuhi-Nya dalam hati” Anda (Kolose 1:21). Pikiran Anda juga dipengaruhi oleh Setan, yaitu “roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka” (Efesus 2:2). Alkitab mengajarkan bahwa Anda adalah orang berdosa “secara alami” (Efesus 2:3). Dan Alkitab mengajarkan bahwa dosa merampok damai sejahtera di dalam batin Anda,

“Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang… Tiada damai bagi orang-orang fasik itu," firman Allahku” (Yesaya 57:20-21).

Agar Anda mengalami damai dengan Allah, Anda harus diremukkan dan direndahkan oleh Roh Kudus. Alkitab berkata, “Jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah” (Mazmur 51:17). Pikirkan tentang beberapa dosa besar yang telah Anda lakukan. Pikirkan tentang hati Anda, yang dipenuhi dengan dosa. Anda harus dibuat merasakan kebutuhan Anda akan Yesus Kristus untuk membenarkan Anda dalam pandangan Allah yang suci.

“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus” (Roma 5:1).

Kiranya Anda ditarik kepada Kristus. Ia datang ke dunia untuk mati di kayu Salib, untuk membayar lunas penghukuman atas dosa Anda. Ia telah mencurahkan darah-Nya untuk menyucikan Anda dari segala dosa. Ia telah naik ke Sorga, di mana Ia sedang berdoa untuk Anda. Dan kami juga berdoa untuk Anda – agar Anda mau datang kepada Yesus dan disucikan dari dosa Anda dengan Darah-Nya yang mahal! Kemudian Anda akan siap untuk masuk Kota Suci, Yerusalem Baru di Sorga! Amin.

Semalam ku terbaring tidur, Datanglah mimpi itu
   Aku berdiri di Yerusalem kuno, Di sisi bait suci di sana.
Aku mendengar anak-anak sedang bernyanyi, dan selalu mereka bernyanyi,
   Aku pikir suara para malaikat Dari Sorga dalam jawaban tersembunyi
Aku pikir suara para malaikat Dari Sorga dalam jawaban tersembunyi
   “Yerusalem! Yerusalem! Angkatlah gerbang-gerbangmu dan bernyanyilah,
Hosana di tempat mahatinggi, Hosana bagi Rajamu!”

Dan ketika aku memikirkan mimpiku telah berubah, Jalan-jalan menjadi sunyi
   Hosana sukacita terdiam, Anak-anak bernyanyi.
Matahari meredup bersama misteri, Pagi menjadi dingin,
   Ketika banyangan salib naik, Ke atas puncak kesunyian,
Ketika banyangan salib naik, Ke atas puncak kesunyian.
   “Yerusalem! Yerusalem! Dengarkan! Bagaimana para malaikat bernyanyi
Hosana di tempat maha tinggi, Hosana bagi Raja-mu.”

Sekali lagi pemandangan berubah, Bumi baru nampak kembali di sana,
   Ku melihat Kota Suci, Tanpa laut pasang;
Terang Allah pada jalan-jalannya, Gerbang terbuka lebar,
   Dan semua orang boleh masuk, Dan tak seorang pun ditolak.
Tidak perlu bulan atau bintang-bintang pada malam, atau matahari bersinar siang hari
   Itulah Yerusalem baru, Itu takkan berlalu.
Itulah Yerusalem baru, Itu takkan berlalu.
   “Yerusalem! Yerusalem! Bernyanyilah di saat malam!
Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!
   Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!
     (“The Holy City” by Frederick E. Weatherly, 1848-1929).
          Diubah oleh Dr. Hymers).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Click di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here)
or you may write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015.
Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Zakharia 12:1-10.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Holy City” (by Frederick E. Weatherly, 1848-1929).


GARIS BESAR KHOTBAH

MENGAPA YERUSALEM MENJADI BATU BEBAN UNTUK
DIANGKAT BAGI PRESIDEN OBAMA

(WHY JERUSALEM IS A BURDENSOME STONE
FOR PRESIDENT OBAMA)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung. Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya” (Zakharia 12:2-3).

(Amos 9:15; Mazmur 122:6; Wahyu 16:14-16; Yoel 3:9-14;
Roma 8:7; Kolose 1:21; Efesus 2:2, 3;
Yesaya 57:20-21; Mazmur 51:17; Roma 5:1)