Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PERANG OBAMA ATAS ISRAEL

(OBAMA’S WAR ON ISRAEL)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Mingu Malam, 29 Mei 2011

“Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat"” (Kejadian 12:1-3).


Dalam khotbah yang singkat sulit untuk memberikan semua fakta berhubungan dengan konfrontasi pada hari Jum’at yang lalu (20 Mei 2011) antara Presiden Obama dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ini dimulai ketika Presiden Obama mengeluarkan pernyataan pada hari itu sebelum ia berjumpa dengan Mr. Netanyahu. Dalam pernyataannya, Obama berkata bahwa Israel harus menyerahkan semua tanah yang Israel menangkan pada tahun 1967 dari orang Palestina dan sekutu teroris mereka, pada Perang Enam Hari (Six Day War). Ini adalah pernyataan yang mengejutkan oleh karena dua alasan: (1) pertama, tidak ada Presiden Amerika Serikat lain yang pernah meminta Israel untuk menyerahkan tanah sebanyak itu kepada musuh-musuh mereka; (2) kedua, ini tidak dapat dijadikan panutan bagi Presiden Amerika Serikat untuk membuat pernyataan seperti itu sebelum bertemu dengan perdana menteri Israel. Dick Morris menyebut konfrontasi menyedihkan antara dua pemimpin ini adalah permulaan “Perang Obama atas Israel.”

OneNewsNow melaporkan (5/23/11) bahwa “Ribuan aktivis pro-Israel [terganggu oleh Obama] pada hari Minggu yang mana ia [mengulangi] komentar-komentar yang ia buat sebelumnya pada minggu itu tentang Israel untuk kembali ke perbatasan sebelum tahun 1967.” Di antara yang hadir adalah Laurie Cardoza-Moore, yang berkata bahwa “Sementara Obama mengklaim dukungan terhadap Israel, banyak orang ragu apakah mereka dapat percaya apa yang presiden itu katakan ketika ia berusaha untuk mengklarifikasi komentar-komentarnya pada hari kamis” (ibid.).

Pengacara Jordan Sekulow, analis pertahanan nasional, berkata bahwa Presiden Obama telah menunjukkan anti-Israel, di samping berusaha untuk menjelaskannya. Sekulow berkata, “Kalian memiliki anggota kongres Demokrat dari New Jersey, Robert Andrews – yang bukan seorang moderat dan liberal – mengatakan bahwa Obama condong ke Hamas, organisasi teroris yang telah diakui.”

Dalam jajak pendapat yang diselenggarakan oleh OneNewsNow, lebih dari 93%, ketika mereka ditanya bagaimana mereka menggambarkan sikap Presiden terhadap Israel, dan menjawab “menunjukkan sikap permusuhan, anti-Israel” (Chad Groening, “Obama’s Schizophrenic Policy,” OneNewsNow, 5/27/11).

Majalah Liberal Time, dengan sekuat tenaga menyerang Perdana Meneteri Netanyahu, menyebut dia sebagai “kasar,” “provokatif,” “buruk,” dan “rendah diri” untuk mempertahankan perbatasan-perbatasan negerinya (Time, June 6, 2011, hlm. 25). Namun Governor Mitt Romney berkata, “Obama telah melempar Israel ke bawah bus” (ibid.).

Seorang komentator berita Dick Morris, ia sendiri adalah seorang Yahudi, berkomentar lebih jauh. Dalam sebuah artikel yang berjudul “Perang Obama atas Israel” (Obama’s War on Israel),” Morris berkata,

      Tidak ada orang Yahudi Amerika yang menilai keberadaan bangsa Israel memainkan perannya sendiri lebih lama lagi. Presiden Obama melawan negara Yahudi. Pidatonya pada hari Kamis secara terbuka mendukung posisi Palestina dan dirancang untuk memaksa Israel untuk menyerahkan dominasi mereka.
       Bagaimana kita bisa menafsirkan tawaran agar Israel kembali ke perbatasan tahun 1967-nya dan bahwa ini menjadi titik poin untuk negoisasi-negoisasi lebih lanjut?... Perbatasan tahun 1967 dapat ditempuh dalam waktu empat jam dengan jalan kaki dan kurang dari lima belas menit dengan mengendarai kendaraan. Hanya satu menit terbang dengan jet.
       Memaksa Israel untuk tidak mempertahankan perbatasan-perbatasan itu tidak membuka solusi. Ini adalah pembukaan modern yang setara dengan Solusi Akhir [Hitler] – penghancuran Israel dan tujuh juta orang Yahudi yang hidup di sana.
       Siapa yang dapat menganggap penyusutan Israel akan memenangkan orang-orang Arab dibandingkan dengan pemisahan Czechoslovakia memenangkan Hitler?... Dengan singkat.. akan mengusir keluar orang-orang Yahudi yang tinggal di sana lebih dari enam puluh tahun – tidak ada kompromi yang mereka akan terima…
       Konsekuensi bagi orang-orang Yahudi pendukung Demokrat dan Obama sangat dalam. Setiap mereka sekarang harus membuat pilihan, dengan tegas dan tanpa ruang untuk kebohongan, antara dukungan mereka terhadap Obama dan dukungan mereka terhadap Israel. Ini bukan Israel atau Partai Republic yang telah memaksa pilihan atas mereka. Ini adalah Presiden sendiri yang anti-Israel yang belum pernah seribut ini.
       Ketika Presiden Obama meminta bantuan dana dari orang-orang Yahudi Amerika, marilah kita semua mengingat keluarga kita, teman-teman, dan teman sebangsa kita di Israel dan menghormati mereka dengan berkata tidak. Ini adalah saat bagi orang Yahudi Amerika untuk memilih. Seperti inilah pada tahun 1938 (DickMorris.com, “Obama’s War on Israel,” May 23, 2011).

Walaupun saya tidak selalu setuju dengan Dick Morris, saya pikir ia benar dalam hal ini. Ini adalah saatnya bagi semua orang Amerika untuk memilih – memilih untuk berdiri demi Israel dan berkata, “Jangan pernah lagi” bagi para teroris yang berusaha membasmi orang-orang Yahudi ini. Jangan pernah lagi! Marilah kita mengirim telegram kepada Presiden dan menelpon Gedung Putih. Marilah kita mengatakan kepadanya untuk menarik kembali apa yang telah ia katakan, dan memberikan dukungan penuh kepada teman dan sekutu kita, Negara Israel, dan kepada orang-orang Yahudi di sana!

Dan marilah kita mengucap syukur kepada Tuhan karena Perdana Menteri Netanyahu menantang Mr. Obama. Los Angeles Times berkata,

      Memperingatkan presiden Amerika Serikat pada televisi internasional, Netanyahu menolak rancangan yang diusulkan oleh Obama yang akan menggunakan perbatasan-perbatasan sebelum tahun 1967… perang sebagai titik awal untuk negoisasi-negoisasi, mengatakan bahwa melakukan itu akan sangat beresiko terhadap keamanan Israel dan memaksa ini ke negoisasi dengan “Al Qaeda versi Palestina.”
       “Satu-satunya perdamaian yang akan bertahan adalah satu yang didasarkan pada kenyataan, fakta-fakta yang tak tergoyahkan,” kata Netanyahu, yang ditujukan kepada Obama (Los Angeles Times, Saturday, May 21, 2011, hlm. A1).

Bagus! Terimakasih Perdana Menteri Netanyahu! Terimakasih berdiri teguh demi Israel. Tuhan memberkati Anda! Anda adalah pahlawan dan teman kami! Kami berdoa untuk Anda. Kami “Berdoa untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa” (Mazmur 122:6).

Selanjutnya, mengapa kita, sebagai orang-orang Kristen yang percaya Alkitab, begitu kuat mendukung Israel, dan orang-orang Yahudi pada umumnya? Beberapa orang mungkin berpikir bahwa kami memiliki motif tersembunyi – bahwa kami sungguh mendukung Israel karena kami ingin mempertobatkan orang-orang Yahudi. Itu tidak benar. Ya, kami memberitakan Injil Kristus kepada setiap orang, baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi.

“Sebab aku tidak menjadi malu akan Injil Kristus, karena Injil itu adalah kuasa Elohim untuk keselamatan bagi setiap orang yang percaya, baik pertama-tama bagi orang Yahudi, maupun bagi orang Yunani” (Roma 1:16) – ILT.

Kami tidak malu akan Injil Kristus. Kami akan memberitakannya kepada setiap orang yang mau mendengarnya.

Namun alasan utama kami mendukung Israel dan orang-orang Yahudi adalah karena Alkitab mengajarkan kita untuk melakukan itu. Rasul Paulus berkata, “mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang” (Roma 11:28). Jadi, kami mengasihi Israel dan orang-orang Yahudi entah mereka percaya Yesus atau tidak. Bahkan walaupun mereka menolak Yesus, kami mengasihi mereka dan mendukung mereka. “Mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang.” Tak seorang pun dari kita mengenal Tuhan jika itu bukan karena nenek moyang orang Yahudi. Yesus sendiri berkata, “sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi” (Yohanes 4:22). Kita tidak akan mengenal Tuhan jika bukan karena orang-orang Yahudi. Kita tidak akan memiliki Alkitab jika bukan karena orang Yahudi. Semua kitab dari Alkitab ini – baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru – telah dituliskan melalui tangan-tangan orang Yahudi. Mesias kita, Yesus, adalah seorang Yahudi. Ini adalah beberapa alasan mengapa kami mengasihi Israel dan orang-orang Yahudi, entah mereka percaya kepada Yesus atau tidak. Allah tahu itu benar. “Mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang.”

Kembali ke Kejadian 12:1-3 kita membaca tentang perjanjian Allah dengan Abraham, bapa leluhur kita di dalam iman.

“Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat”
       (Kejadian 12:1-3).

Tuhan memanggil Abraham untuk menuju tanah yang sekarang kita sebut Israel. Tuhan memanggilnya untuk pergi “ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Tuhan memberikan tanah Israel kepada Abraham dan keturunannya, Ishak dan Yakub, lebih dari 2,000 tahun sebelum Kristus. Orang Yahudi bukanlah penjajah. Tanah itu milik mereka! Tuhan mengatakan itu empat ribu tahun yang lalu. Kemudian, Tuhan berfirman bahwa Ia akan membuat Abraham menjadi suatu bangsa yang besar, dan bahwa Ia akan memberkati dunia melalui keturunannya. Ini yang Tuhan telah lakukan, seperti yang telah saya tunjukkan – dengan memberikan Alkitab kepada kita, iman, dan Mesias. Namun, kemudian, perhatikan Kejadian 12:3,

“Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat”
       (Kejadian 12:-3).

Allah berfirman di sana aka nada berkat bagi bangsa yang memberkati orang-orang Yahudi, keturunan Abraham. Dan juga, Allah berfirman akan ada kutuk bagi bangsa yang mengutuki orang Yahudi. Ini sungguh digenapi terhadap generasi-genarasi di sepanjang waktu. Mesir mengutuk orang-orang Yahudi dan jatuh ke dalam keruntuhan. Babel mengutuk orang Yahudi dan jatuh ke dalam keruntuhan. Demikian juga dengan Romawi. Demikian juga dengan Rusia. Demikian juga dengan Jerman. Dari zaman Mesir sampai dengan zaman modern ini, setiap peradaban yang telah mengutuk orang Yahudi telah dikutuk oleh Allah.

Salah satu alasan mengapa Amerika telah diberkati Allah, terlepas dari banyaknya dosa nasional kita, adalah karena Amerika Serikat, sampai sekarang, masih memberkati orang-orang Yahudi, dan mendukung tanah mereka yang telah diberikan Tuhan kepada Israel.

Namun jika Presiden Obama berpaling dari Israel, dan menusuk dia dari belakang, dan mendukung musuh-musuh mereka, betapa kutuk mengerikan akan turun atas Amerika sebagai suatu bangsa! Kita akan segera jatuh di bawah penghukuman Allah, seperti yang telah terjadi pada Nazi Jerman, atau seperti yang telah terjadi atas Mesir purba, Babel, Romawi, Spanyol, dna Rusia. Marilah kita berdoa kiranya Allah sendiri akan memalingkan hati Presiden kita. Marilah kita berdoa untuk kesejahteraan Yerusalem, dan kemakmuran Israel. Amin.

Kami tidak menyesal percaya di dalam Yesus. Ia telah mati di kayu Salib untuk menebus dosa umat manusia. Ia telah mencurahkan Darah-Nya yang mahal untuk menyucikan kita dari segala dosa. Ia telah bangkit secara fisikal dari antara orang mati untuk memberikan kelahiran baru dan hidup yang kekal kepada kita. Betapa saya berdoa malam ini untuk beberapa dari antara Anda yang membaca khotbah ini untuk datang kepada Yesus melalui iman, dan diselamatkan oleh Dia untuk selama-lamanya. Amin.

Semalam ku terbaring tidur, Datanglah mimpi itu
   Aku berdiri di Yerusalem kuno, Di sisi bait suci di sana.
Aku mendengar anak-anak sedang bernyanyi, dan selalu mereka bernyanyi,
   Aku pikir suara para malaikat Dari Sorga dalam jawaban tersembunyi
Aku pikir suara para malaikat Dari Sorga dalam jawaban tersembunyi
   “Yerusalem! Yerusalem! Angkatlah gerbang-gerbangmu dan bernyanyilah,
Hosana di tempat mahatinggi, Hosana bagi Rajamu!”

Dan ketika aku memikirkan mimpiku telah berubah, Jalan-jalan menjadi sunyi
   Hosana sukacita terdiam, Anak-anak bernyanyi.
Matahari meredup bersama misteri, Pagi menjadi dingin,
   Ketika banyangan salib naik, Ke atas puncak kesunyian,
Ketika banyangan salib naik, Ke atas puncak kesunyian.
   “Yerusalem! Yerusalem! Dengarkan! Bagaimana para malaikat bernyanyi
Hosana di tempat maha tinggi, Hosana bagi Raja-mu.”

Sekali lagi pemandangan berubah, Bumi baru nampak kembali di sana,
   Ku melihat Kota Suci, Tanpa laut pasang;
Terang Allah pada jalan-jalannya, Gerbang terbuka lebar,
   Dan semua orang boleh masuk, Dan tak seorang pun ditolak.
Tidak perlu bulan atau bintang-bintang pada malam, atau matahari bersinar siang hari
   Itulah Yerusalem baru, Itu takkan berlalu.
Itulah Yerusalem baru, Itu takkan berlalu.
   “Yerusalem! Yerusalem! Bernyanyilah di saat malam!
Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!
   Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!
     (“The Holy City” by Frederick E. Weatherly, 1848-1929).

PERANG OBAMA ATAS ISRAEL

(OBAMA’S WAR ON ISRAEL )

oleh Dick Morris and Eileen McGann
May 23, 2011
http://www.dickmorris.com/blog/obamas-war-on-israel/#more-3142

Tidak ada orang Yahudi Amerika yang menilai keberadaan bangsa Israel memainkan perannya sendiri lebih lama lagi. Presiden Obama melawan negara Yahudi. Pidatonya pada hari Kamis secara terbuka mendukung posisi Palestina dan dirancang untuk memaksa Israel untuk menyerahkan dominasi mereka.

Bagaimana kita bisa menafsirkan tawaran agar Israel kembali ke perbatasan tahun 1967-nya dan bahwa ini menjadi titik poin untuk negoisasi-negoisasi lebih lanjut?... Perbatasan tahun 1967 dapat ditempuh dalam waktu empat jam dengan jalan kaki dan kurang dari lima belas menit dengan mengendarai kendaraan. Hanya satu menit terbang dengan jet.

Memaksa Israel untuk tidak mempertahankan perbatasan-perbatasan itu tidak membuka solusi. Ini adalah pembukaan modern yang setara dengan Solusi Akhir [Hitler] – penghancuran Israel dan jutuh juta orang Yahudi yang hidup di sana.

Siapa yang dapat menganggap penyusutan Israel akan memenangkan orang-orang Arab dibandingkan dengan pemisahan Czechoslovakia memenangkan Hitler?... Dengan singkat.. akan mengusir keluar orang-orang Yahudi yang tinggal di sana lebih dari enam puluh tahun – tidak ada kompromi yang mereka akan terima.

Dan apa yang melatar-belakangi dukungan Obama terhadap permintaan Palestina secara esensial? Ini disebabkan beberapa minggu setelah bersatunya Otoritas Palestina dan Hamas, yang sedang memutuskan untuk menghancurkan Israel. Ini adalah entitas Obama yang menginginkan Israel untuk percaya dua belas mill dari laut!

Jika berbagai revolusi di dunia Arab beberapa bulan lalu telah didemonstrasikan, ini lebih berakitan dengan demi kesejahteraan ekonomi mereka sendiri dan terlepas dari para rejim sewenang-wenang mereka dari pada tentang keadaan orang-orang Palestina.

Konsekuensi bagi orang-orang Yahudi pendukung Demokrat dan Obama sangat dalam. Setiap mereka sekarang harus membuat pilihan, dengan tegas dan tanpa ruang untuk kebohongan, atara dukungan mereka terhadap Obama dan dukungan mereka terhadap Israel. Ini bukan Israel atau Partai Republic yang telah memaksa pilihan atas mereka. Ini adalah Presiden sendiri yang anti-Israel yang belum pernah seribut ini.

Ketika Presiden Obama meminta bantuan dana dari orang-orang Yahudi Amerika, marilah kita semua mengingat keluarga kita, teman-teman, dan teman sebangsa kita di Israel dan menghormati mereka dengan berkata tidak. Ini adalah saat bagi orang Yahudi Amerika untuk memilih. Seperti inilah pada tahun 1938 (DickMorris.com, “Obama’s War on Israel,” May 23, 2011).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khobtah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here)
or you may write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015.
Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Kejadian 12:1-7.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Holy City” (by Frederick E. Weatherly, 1848-1929).