Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




ROB BELL DAN ‘SYAIR KEJADIAN’

(ROB BELL AND THE ‘GENESIS POEM’)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Malam, 22 Mei 2011

“Oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman”
(Roma 5:18).


Saya harus kembali lagi ke buku Rob Bell, Love Wins (HarperOne, 2011), karena ini telah menyebabkan semacam keresahan beberapa minggu yang lalu. Inti sari dari buku ini terlihat ketika Bell berkata, “Kasih Allah dengan cepat akan melelehkan bahkan hati yang paling keras” (hlm. 108), dan ketika ia mengacu kepada “sejumlah orang yang mengatakan bahwa sejarah tidaklah tragis, nereka tidaklah kekal, dan kasih, pada akhirnya, menang dan semua orang diperdamaikan dengan Allah” (hlm. 109). Orang-orang yang diacu termasuk di dalamnya adalah Origen (185-254 M), seorang pengajar Katolik mengebiri dirinya sendiri, dan percaya bahwa semua orang di Neraka, termasuk Iblis, suatu hari akan diselamatkan. Origen kemudian dikutuk sebagai bidat oleh Gereja Katolik karena pengajaran-pengajarannya. Mr. Bell berkata ia telah belajar banyak dari Origen (Love Wins, hlm. 107).

Namun akar pengajaran-pengajaran sesat Bell terletak dalam fakta bahwa ia telah salah memahami Kitab Kejadian, dan tafsiran Kejadian yang diberikan dalam Roma 5 dan I Korintus 15. Jika Anda memiliki pandangan yang salah tentang Kejadian, segala sesuatu lainnya yang Anda ajarkan akan menjadi salah. Berikut ini adalah apa yang Rob Bell katakan tentang Kitab Kejadian,

Dalam syair Kejadian yang memulai Alkitab, kehidupan adalah suatu realtias yang berdenyut, progesif, berkembang, dinamis… karena semua hal, pada aras yang paling fundamental, menuju ke suatu tempat (Love Wins, ibid., hlm. 44).

Betapa ini sangat aneh, menggambarkan Kejadian dengan cara menyimpang! Hanya sebuah “syair,” pikirkan itu. Bukan sejarah yang nyata. Bukan deskripsi tentang peristiwa-peristiwa nyata. Hanya “syair Kejadian.” Saya yakin ia telah belajar istilah itu di Fuller Theological Seminary yang telah menjadi liberal, di mana ia memperoleh gelar Magister beberapa tahun yang lalu. Namun, terlebih, Rob Bell berkata bahwa di dalam Kejadian “kehidupan adalah suatu realtias yang berdenyut, progesif, berkembang [?], dinamis” (ibid). Saya melihat uraian itu menggelikan. Sungguh saya tertawa terbahak-bahak di kantor saya ketika saya membacanya! Mengapa, karena Kitab Kejadian sama sekali tidak seperti itu! Sesungguhnya, Kejadian adalah salah satu kitab yang paling menyedihkan, kitab yang sangat tidak berpengharapan yang pernah ditulis. Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, dan diusir dari Taman itu ke dalam dunia yang telah rusak. Putra pertamanya membunuh adiknya. Putra Kain membangun sebuah kota yang didasarkan pada pembalasan dendam dan pembunuhan. Adam mati. Set mati. Enos mati. Kain mati. Mahalalel mati. Yared mati. Henokh diangkat. Metusalah mati. Lamekh mati. Kemudian, “dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5). Kemudian Allah mendatangkan air bah untuk menghancurkan “atas dunia orang-orang yang fasik” (II Petrus 2:5). Nuh dan anak-anaknya berdosa. Manusia membangun Menara Babel sebagai pemberontakan melawan Tuhan, dan “mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu” (Kejadian 11:8). Nenek moyang Abraham hidup dan mati. Tuhan memanggil Abraham, yang telah melalui serangkaian kegagalan. Sodom dan Gomora dihanguskan dengan api. Lot melakukan hubungan seksual dengan putrid-putrinya. Sara, istri Abraham mati. Abraham mati. Dua putra Ishak adalah orang-orang yang penuh dosa. Ishak mati. Yakub menyebabkan putra-putranya sepakat melakukan kejahatan dengan menjual saudara mereka, yaitu Yusuf, sebagai budak ke Mesir. Yakub mati. Dan Kitab Kejadiaan berakhir dengan kata-kata menyedihkan ini,

“Kemudian matilah Yusuf, berumur seratus sepuluh tahun. Mayatnya dirempah-rempahi, dan ditaruh dalam peti mati di Mesir” (Kejadian 50:26).

Dr. J. Vernon McGee berkata, “Inilah caranya Kitab Kejadian ini berakhir. Ini mulai dengan Allah menciptakan langit dan bumi, dan ini berakhir dengan sebuah peti mati di Mesir. Apa yang telah terjadi pada umat manusia? Dosa telah merasuk ke dalam ciptaan Tuhan” (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1981, volume I, hlm. 198; komentar atas Kejadian 50:26).

Bagaimana mungkin Mr. Bell dapat menyebut Kitab Kejadian sebagai sebuah “syair” yang indah di mana kehidupan “semakin maju, berkembang… menuju ke suatu tempat”? (Love Wins, hlm. 44). Kehidupan tidak semakin maju, namun justru mundur! Kehidupan tidak berkembang, namun justru merosot! Dan satu-satunya tempat bagi kehidupan adalah “menuju” ke kuburan! Kitab Kejadian berakhir dengan seseorang yang mati “Mayatnya dirempah-rempahi.. dalam peti mati di Mesir”!

Dan itulah di mana letak kesalahan Mr. Bell. Ia benar-benar tidak memahami makna Kitab Kejadian! Pesan dari Kitab Kejadian adalah menyedihkan, suram, dan tak berpengharapan. Dan itu semua mulai dengan Adam yang melayangkan tinjunya ke wajah Tuhan dan oleh kehendaknya sendiri dan dengan sengaja menantang Tuhan yang telah menjadikannya. Dan jika Anda tidak memahami kebenaran ini, Anda tidak dapat memahami seluruh Alkitab.

“Oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman”
       (Roma 5:18).

Rob Bell melakukan kesalahan itu, dan itulah sebabnya mengapa seluruh isi bukunya salah! Rob Bell tidak memahami bahwa “dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut” (Roma 5:12). Mr. Bell tidak memahami bahwa “Oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman” (Roma 5:18). Mr. Bell tidak memahami bahwa “oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa” (Roma 5:19). Mr. Bell tidak memahami bahwa “semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam” (I Korintus 15:12). Itulah sebabnya mengapa Mr. Bell tidak percaya bahwa manusia “telah mati oleh kesalahan-kesalahan” (Efesus 2:5). Tidak heran bila Bell berpikir seluruh umat manusia memiliki kemampuan, bahkan mereka yang ada di Neraka, untuk membuat suatu “keputusan” yang akan menyelamatkan mereka. Rob Bell tidak percaya bahwa umat manusia telah jatuh di dalam Adam. Ia tidak percaya bahwa semua manusia adalah “orang-orang yang harus dimurkai” (Efesus 2:3). Ia tidak percaya bahwa umat manusia berada di bawah kutuk dosa, bahwa manusia begitu buta dan bobrok dan rusak sehingga ia tidak akan pernah mencari Tuhan.

“Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah” (Roma 3:11).

Tidak ada seorangpu! Tidak ada seorangpu di muka bumi, dan tidak ada seorangpun di Neraka! Tidak ada seorangpun! Masa! Paragraf! Akhir dari kisah!

“Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah” (Roma 3:11).

Yesus berkata, “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku” (Yohanes 6:44).

Mr. Bell berpikir bahwa manusia sebebas burung untuk “memilih” (kata favorit dia). Ia berkata, “Kita memiliki semacam kebebasan, semacam kebebasan memilih” (Love Wins, hlm. 72). Ia berpikir kita “memiliki semacam kebebasan” karena ia tidak percaya Kitab Kejadian. Baginya kitab ini hanya sebuah “syair” (Love Wins, hlm. 44).

Posisi Bell memiliki sebuah nama. Ini disebut Pelagianisme, setelah abad keempat seorang rahib yang bernama Pelagius. Para Unitarian Universalis mengajarkan pandangan-pandangan umumnya. Teori Pelagius mempertahankan bahwa “dosa Adam hanya berefek pada dirinya sendiri; bahwa setiap jiwa manusia… diciptakan sebagai tanpa dosa… dan bahwa satu-satunya efek dari dosa Adam bagi keturunannya adalah contoh yang buruk” (H. C. Thiessen, Ph.D., Introductory Lectures in Systematic Theology, Eerdmans Publishing Company, 1963 edition, hlm. 260).

Pelagianisme juga mengajarkan bahwa manusia memiliki kemampuan di segala waktu untuk memilih Kristus dan diselamatkan, melalui pilihan yang ia buat. Ini jelas apa yang Rob Bell percaya, bahwa seseorang dapat diselamatkan di mana saja, kapan saja, bahkan di Neraka, dengan membuat “pilihan” atau “keputusan.” Ini adalah bentuk ekstrim dari “decisionisme.” Sesungguhnya, Pelagianisme benar-benar nama lain untuk “Decisionisme.” Ini telah menginfeksi dan sangat merugikan gereja-gereja kita. “Decisionisme” pada akhirnya memimpin kepada universalisme, seperti dalam kasus Bell, atau memimpin kepada annihilationisme, seperti halnya Saksi Yehova. Klik di sini untuk membaca khotbah saya yang berjudul, “Rob Bell and the Jehovah’s Witnesses Compared. Klik di sini untuk membaca buku kami tentang “decisionisme” – yang berjudul, Today’s Apostasy: How Decisionism is Destroying Our Churches.

Bell berkata, “Kita memiliki semacam kebebasan, semacam kebebasan untuk memilih” (Love Wins, hlm. 72). Itu adalah Pelagianisme semata-mata. Itu bukan apa yang Alkitab ajarkan. Itu bukan yang diajarkan oleh para Reformator, kaum Puritan, Bunyan, Whitefield, Wesley, ataupun Spurgeon. Pelagianisme tidak pernah dipertahankan oleh bapa leluhur Protestan maupun Baptis kita. Mereka berkhotbah menentang Pelagianisme dan Universalisme sampai akhir hidup mereka – demikian juga seharusnya kita!

“Oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman”
       (Roma 5:18).

Dengarkan betapa jelas dan Alkitabiah ketika Dr. Isaac Watts menjelaskan Roma 5:18 dalam salah satu himne-nya dari Kebangunan Rohani Pertama (First Great Awakening),

Dari Adam mengalir darah ternoda kita,
   Racun memerintah di dalamnya;
Membuat kita menentang apa yang baik
   Dan mau menjadi budak dosa.

Kita hidup terpisah, jauh dari Tuhan,
   Dan mencintai keterpisahan itu;
Kita dengan cepat berlari pada jalan bahaya
   Yang memimpin kepada dosa dan neraka

Tiap hari kita melanggar hukum Tuhan yang suci,
   Dan menolak anugerah-Nya
Terikat dalam kekejaman Setan
   Melawan wajah Tuhan yang suci
(“Our Unregenerated State” oleh Dr. Isaac Watts, 1674-1748;
     menala “O Set Ye Open Unto Me”).

Pernahkah Anda merasakan itu? Pernahkah Anda merasakan bahwa Anda mewarisi “darah ternoda” dari Adam? Pernahkah Anda merasakan “racun [dari dosa] memerintah di dalam” Anda? Pernahkah Anda merasakan bahwa Anda “mau menjadi budak dosa”? Pernahkah Anda merasakan bahwa Anda lebih suka jauh dari Tuhan, bahwa Anda sungguh tidak ingin Tuhan melihat Anda atau dekat dengan Anda? Apakah Anda “mencintai keterpisahan itu”?

Saya ingin memperingatkan Anda! Tuhan berfirman, “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia” (Kejadian 6:3). Saya memperingatkan Anda! Akan datang hari ketika Tuhan tidak lagi menginsafkan Anda dari dosa. Maka Anda dihakimi selagi Anda masih hidup! Hari itu mungkin telah ada di sini untuk beberapa dari Anda. Saya memperingatkan Anda! Tuhan berfirman, “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia.”

“Oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman”
       (Roma 5:18).

Bagaimana Anda dapat terus seperti itu? Bagaimana bisa Anda bertahan untuk hidup dengan darah yang teracuni dari Adam yang mengalir melalui nadi-nadi Anda? Bagaimana Anda bisa terus hidup sebagai budak dosa dengan sukarela? Bagaimana bisa Anda terus tidur ketika Anda tahu bahwa Anda sedang berada di atas jalan berbahaya menuju Neraka?

Ya, saya tahu Anda ingat beberapa dosa besar yang Anda telah lakukan. Satu dosa tertentu bertahan di dalam pikiran Anda. Saya tahu itu saudara bahwa kadang-kadang itu mengganggu Anda. Namun pedang Roh harus menembus lebih dalam. Anda harus dibuat merasa bahwa hati Anda penuh dengan dosa – bahwa Anda adalah orang berdosa secara alami – bahwa Anda harus mengasihi Tuhan, namun Anda tidak mengasihi Dia dan Anda tidak dapat mengasihi Dia – bahwa Anda tidak berkenan kepada Tuhan – bahwa Anda tidak dapat mengubah diri Anda sendiri. Anda harus merasakan keinsafan sejati – lebih dari sekedar tindakan-tindakan dosa– Anda memiliki suatu natur dosa. Anda harus dibuat untuk merasakan bahwa Anda membutuhkan lebih dari pada pengampunan – bahwa Anda membutuhkan suatu hati yang baru dan natur yang baru – dan bahwa Anda tidak dapat membuat ini terjadi oleh diri Anda sendiri. Anda harus dibuat merasakan apa yang pernah dirasakan oleh Daud. Anda harus digerakkan untuk berseru, seperti yang pernah ia lakukan, “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!” (Mazmur 51:10). Anda harus dibuat merasakan kebutuhan Anda akan Yesus, dan darah-Nya yang menyucikan! Anda harus ditarik kepada Kristus oleh Allah sendiri (lihat Yohanes 6:44). Anda harus dibuat merasakan apa yang Dr. Watts katakan dalam himne-nya. Saya telah mengubahnya, menggunakan kata ganti orangnya. Itu adalah nomer 8 pada lembaran lagu Anda. Mari kita menyanyikannya menala lagu “O Set Ye Open Unto Me.”

Tuhan yang agung dari kemuliaan dan anugerah, Milik kita kehinaan yang memalukan
Betapa hina ras kita yang telah rusak, Dan nama bapa pertama kita.

Dari Adam mengalir darah ternoda kita, Racun memerintah di dalamnya;
Membuat kita menentang apa yang baik Dan mau menjadi budak dosa.

Tiap hari kita melanggar hukum Tuhan yang suci, Dan menolak anugerah-Nya
Terikat dalam kekejaman Setan Melawan wajah Tuhan yang suci

Aku hidup terpisah, jauh dari Tuhan, Dan mencintai keterpisahan itu;
Aku dengan cepat berlari pada jalan bahaya Yang memimpin kepada dosa dan neraka

Aku tinggikan nama Bapa kita di tempat tinggi, Yang mengirim Roh-Nya
Untuk membawa orang berdosa yang suka melawan untuk mendekat,
      Dan berpaling dari musuh menjadi sahabat Kristus

Dan dapatkah pemberontak seperti ini dibaharui, Yang buta ini dibuat bercahaya?
Biarlah aku memandang Putra-Nya, Oh Tuhan, Dan merasakan darah ilahi-Nya
   (“Our Unregenerated State” oleh Dr. Isaac Watts, 1674-1748;
       Diubah oleh Pendeta; menala “O Set Ye Open Unto Me”).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here)
or you may write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015.
Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Roma 5:12-19.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
Lord, I am Vile, Conceived in Sin” (Dr. Isaac Watts, 1674-1748, Mazmur 51).