Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




KERUSAKAN DAN KELAHIRAN KEMBALI MANUSIA YANG
TELAH JATUH KE DALAM DOSA

(ON THE RUIN AND REGENERATION OF FALLEN MAN)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Pagi, 6 Maret 2011

“Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali” (Yohanes 3:6-7).


“Daging” itu datang dari Adam. Kelahiran kembali datang dari Roh Allah. Namun mengapa kita perlu kelahiran-kembali? Pertanyaan ini tidak cukup dapat dijawab jika kita tidak memahami kejatuhan manusia ke dalam dosa – dan kondisinya saat ini sebagai orang berdosa yang telah rusak. Khotbah ini disampaikan untuk menunjukkan apa yang Alkitab ajarkan tentang subyek ini. Kebanyakan orang tidak akan mulai merasakan kebutuhannya akan kelahiran-kembali jika mereka tidak terlebih dahulu merasakan kerusakan mereka yang penuh dosa. Itulah sebabnya Alkitab menjelaskan kepada kita tentang Kejatuhan manusia dan keadaan manusia duniawi.

I. Pertama, keadaan umat manusia pada mulanya.

Laki-laki dan perempuan pertama diciptakan suci, dan selama waktu melayani Allah tanpa dosa.

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kejadian 1:27).

Manusia diciptakan menurut “gambar” Allah. Ini berarti bahwa manusia diciptakan seperti Allah. Allah adalah roh. Jiwa manusia adalah roh. Sifat hakiki dari roh adalah memiliki intelek (akal), sensibilitas (hati nurani), dan kehendak. Dr. Charles Hodge berkata, “Allah adalah Roh. Sifat-sifat hakiki dari roh adalah memiliki akal, hati nurani, dan kehendak… Oleh sebab itu, dalam menjadikan manusia menurut gambar-Nya sendiri, Allah memberkati dia dengan sifat-sifat itu yang mana memiliki naturnya sendiri sebagai roh… Jika kita tidak seperti Allah, kita tidak dapat mengenal Dia. Kita akan menjadi seperti binatang buas yang binasa” (Charles Hodge, Ph.D., Systematic Theology, Eerdmans, 1946, volume II, hlm. 97).

Oleh sebab itu, manusia pada mulanya memiliki kebenaran maupun kesucian. Pengkhotbah 7:29 menegaskan ini, “Allah telah menjadikan manusia yang jujur.” Ini juga ditunjukkan oleh Kejadian 1:31,

“Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik”.

“Inilah manusia, dan tidak benar jika manusia tadinya telah [penuh dosa atau] memiliki ketidak-sempurnaan moral” (Henry C. Thiessen, Ph.D., Introductory Lectures on Systematic Theology, Eerdmans, 1949 edition, hlm. 221). W. G. T. Shedd berkata bahwa manusia diciptakan suci, “Kesucian yang melebihi dari ketanpa-dosaan (innocence)… manusia bukan hanya secara negatif tidak berdosa (innocent), namun secara positif kudus. Kondisi manusia yang telah dilahir-barukan adalah suatu pembaharuan kembali kepada keadaan aslinya [sebelum kejatuhan]… ‘yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya,’ Efesus 4:24” (W. G. T. Shedd, Ph.D., Dogmatic Theology, Scribners, 1889, volume II, hlm. 96). Dr. John L. Dagg berkata, “Berapa lama [laki-laki dan perempuan] pertama terus ada dalam keadaan mula-mula mereka yang tidak berdosa [kudus] kita tidak memiliki cara untuk mengetahui; namun bahwa mereka terus berada dalam kondisi demikian untuk suatu waktu, adalah [jelas di dalam Kitab Kejadian]. [Persekutuan] yang bebas dengan [Allah] pernah ada… Kita bisa diberkati ketika melihat ke belakang kepada keadaan kudus dan bahagia yang pernah dimiliki oleh orang tua kita yang pertama yang datang dari tangan sang Pencipta; dan kita boleh, dan baik bagi kita, mengingat dari mana kita mengalami kejatuhan. [Berpikir tentang] subyek ini akan [membantu kita menerima] rencana anugerah dari pembaharuan yang [Kristus berikan sebagai] Adam [terakhir]” (John L. Dagg, D.D., A Manual of Theology, Southern Baptist Publication Society, 1858, hlm. 141, 143-144).

“Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan” (I Korintus 15:45).

Adam pertama membawa umat manusia ke dalam dosa. Kristus, “Adam yang akhir,” telah datang untuk menebus umat-Nya dari dosa.

II. Kedua, Kejatuhan umat manusia.

Manusia pertama melanggar hukum Allah, dan membawa kematian bagi dirinya sendiri dan semua keturunannya. Hukum Allah telah diberikan, dengan suatu hukuman bagi yang melanggarnya,

“Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kejadian 2:16-17).

Dr. Dagg berkata, “Jangan sesat, Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Ia yang menolak Allah, menolak pemerintahan-Nya; Allah melihat itu. Ujian dari ketaatan [yang diberikan] kepada Adam ringan; dan fakta ini membuat pelanggaran [dia] semakin tidak dapat dimaafkan. Ini menunjukkan kebesaran iman Abraham, bahwa [ia] lulus menghadapi ujian ketika ia diminta untuk mempersembahkan anaknya, Ishak; dan ini membuktikan besarnya dosa Adam, bahwa ini dilakukan, ketika ia dapat dengan mudah menghindarinya” (Dagg, ibid. hal. 146). Sesungguhnya, Adam melayangkan tinjunya ke wajah Allah. Dr. Dagg berkata, “Tidak ada kejahatan yang lebih besar [yang dapat dilakukan oleh Adam] dari pada ketika ia makan buah terlarang itu” (Dagg, ibid.). Ia membelakangi Allah, mendengarkan ular itu, menantang Allah, merusak jiwanya sendiri, dan jiwa semua keturunannya.

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang...” (Roma 5:12).

“Sebab upah dosa ialah maut” (Roma 6:23).

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar” (Roma 5:19).

The Geneva Bible of 1599 memberikan catatan kaki untuk Roma 5:19, “Dua orang ini [Adam dan Kristus] ditetapkan sebagai dua… akar, sehingga yang keluar dari yang satu, dosa oleh karena natur, keluar dari yang lain, kebenaran oleh anugerah yang tercurah pada orang lain. Jadi dosa masuk ke dalam diri kita bukan hanya karena mengikuti teladan dari nenek moyang kita [Adam], namun kita menerima kerusakan itu dari dia sebagai warisan.”

III. Ketiga, keadaan umat manusia saat ini.

Dr. Dagg berkata, “Kejahatan [yang merupakan konsekuensi yang datang dari] ketidak-taatan orang tua kita yang pertama tidak terbatas pada mereka secara pribadi, namun [telah diturunkan dari mereka] atas semua keturunannya juga. Adam telah diciptakan menurut gambar Allah; namun ketika gambar itu [dirusak oleh dosa], ia menurunkan seorang anak laki-laki menurut rupanya sendiri (Kejadian 5:3). Jadi semua keturunan [Adam] karena telah lahir membawa gambaran dari [nenek moyang mereka yang telah jatuh], dan telah menjadi seperti dia, bukan hanya dalam karakter, namun dalam kondisi” (Dagg, ibid., hlm. 150).

Jadi semua orang di segala masa dan bangsa telah melanggar hukum Allah. Mengapa? Karena, sebagai keturunan Adam, mereka “menurut naturnya adalah orang-orang yang harus dimurkai” (Efesus 2:3),

“Dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka” (Efesus 4:18).

“Karena tidak ada manusia yang tidak berdosa”
      (II Tawarikh 6:36).

“Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu." Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.” (Roma 3:9-19).

Dalam kondisinya saat ini, sebagai keturunan dari Adam, manusia sekarang berada “di bawah dosa” (Roma 3:9), yaitu bahwa, ia berada di bawah dominasi dosa, yang dikatakan dengan sangat jelas dalam Roma 3:9-19. Seperti yang Rasul Paulus tuliskan, manusia “mati di dalam dosa” (Efesus 2:5).

Bagaimana keturunan Adam yang telah jatuh ini dapat diselamatkan dari perbudakan dan kerusakan dosa? Jawabannya adalah ini – “Kamu harus dilahirkan kembali” (Yohanes 3:7). Di dalam kelahiran pertama Anda, Anda lahir sebagai anak Adam, mati di dalam dosa. Anda harus dilahirkan-kembali untuk memiliki hidup sekarang dan dalam kekekalan.

Kelahiran kembali (regeneration) adalah istrilah teologis yang Kristus sebut lahir baru (Yohanes 3:3, 7). Dr. John L. Dagg (1794-1884), seorang teolog Baptis Selatan, berkata bahwa kelahiran kembali (lahir baru) menghasilkan suatu “perubahan karakter,” suatu “perubahan hati.” Ia berkata, “Begitu besar perubahan yang dihasilkan, sehingga orang itu disebut suatu ciptaan baru” (John L. Dagg, D.D., A Manual of Theology, Southern Baptist Publication Society, 1858, hlm. 277). Kemudian Dr. Dagg mengutip ayat ini,

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru”
       (II Korintus 5:17).

Penginjil terkenal yang pernah dididik di Universitas Oxford George Whitefield (1714-1770) berkhotbah tentang kelahiran baru secara terus menerus kepada kerumunan orang banyak di lapangan-lapangan terbuka di Wales, Inggris, Scotlandia dan Amerika pada masa Kebangunan Rohani Agung Pertama (the First Great Awakening). Khotbah kedua yang ia pernah sampaikan, ketika ia masih berumur dua puluh dua tahun, adalah dari ayat ini, dan diterbitkan pada bulan Agustus 1737. Sekarang saya akan memberikan kepada Anda versi yang telah saya edit dan persingkat dari khotbah Whitefield (dengan beberapa komentar saya sendiri) dari khotbahnya yang berjudul, “Regeneration” (“Kelahiran Kembali” (George Whitefield, Sermons, Pietan Publications, 1994 edition, volume III, hlm. 107-118). Ayatnya adalah,

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru”
       (II Korintus 5:17).

Whitefield berkata bahwa doktrin kelahiran kembali (lahir baru) adalah salah satu doktrin Kekristenan yang paling fundamental. Ini adalah subyek yang mana di atasnya keselamatan kita bersandar. Ini juga poin yang katanya semua orang Kristen evangelical, semua denominasi mereka setujui. Namun kelahiran baru jarang dikhotbahkan, dan banyak orang evangelikal tidak mengalaminya hari ini. Kebanyakan orang yang menyebut diri mereka sendiri Kristen tidak sebanyak yang telah mendengar hal-hal seperti masalah kelahiran kembali. Jadi, kita sekarang ada dalam kondisi menyedihkan yang sama dengan yang terjadi pada gereja-gereja ketika Whitefield mulai berkhotbah.

Adalah benar bahwa banyak orang di gereja kita berkata bahwa mereka percaya Alkitab. Namun jika Anda menjelaskan kepada mereka bahwa mereka harus dilahir-barukan, dilahirkan-kembali, diperbaharui dalam pikiran mereka yang paling dalam sebelum mereka dapat memanggil dengan sungguh-sungguh Kristus “Tuhan,” atau dapat memiliki pengharapan akan keselamatan oleh darah-Nya; mereka siap berseru seperti Nikodemus, “Bagaimana mungkin hal ini terjadi?” atau seperti orang-orang Atena, “Apakah yang akan dikatakan oleh si peleter ini?” Jika kita menjelaskan kepada para anggota gereja bahwa mereka masih terhilang, dan bahwa mereka harus dilahir-barukan, kebanyakan dari mereka akan berpikir bahwa kita sedang mengkhotbahkan doktrin yang asing, karena kita mengkhotbahkan Kristus kepada mereka, dan mengkhotbahkan kelahiran baru! Banyak pengkhotbah sendiri takut mengkhotbahkan doktrin kelahiran kembali ini di mimbar mereka – sebagian karena mereka takut kehilangan anggota jemaat, dan bahkan karena beberapa dari pengkhotbah ini sendiri belum mengalami kelahiran kembali. Kepada mereka, dan banyak sekali orang yang belum bertobat di dalam jemaat mereka, kita harus berkata, seperti Rasul Paulus

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru”
       (II Korintus 5:17).

Namun kita juga harus berkata, jika seseorang tidak di dalam Kristus, ia bukan ciptaan baru, bukan orang Kristen sejati, namun sebaliknya mereka adalah orang berdosa yang masih terhilang yang sedang menuju kepada nyala api Neraka yang kekal!

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru”
       (II Korintus 5:17).

Berikut ini khotbah Whitefield,

IV. Keempat, kebutuhan manusia untuk berada di dalam Kristus.

Ayat kita berkata, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus.” Apakah maksudnya itu? Itu bukan berarti bahwa Anda telah “membuat keputusan” bagi Kristus! Itu bukan berarti bahwa Anda telah “maju ke depan” dan telah dibaptis. Jutaan orang telah dibaptis yang hanya sebagai orang-orang Kristen KTP – orang-orang yang namanya saja Kristen – namun tidak “di dalam Kristus”! Jika Anda tidak “di dalam Kristus,” pada Penghakiman Akhir Ia akan melemparkan Anda ke dalam lautan api Neraka, katanya,

“Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (Matius 22:13).

Untuk berada “di dalam Kristus” berarti lebih dari sekedar penampilan lahiriah dari Dia. Berada di dalam Dia berarti ikut serta menerima berkat penderitaan dan kematian-Nya di kayu Salib. Berada di dalam Kristus adalah datang kepada Dia dan dipersatukan secara mistis kepada Dia melalui iman. Berada di dalam Kristus berarti, “telah dihidupkan… bersama-sama dengan Kristus… dan… dibangkitkan… diberikan tempat bersama-sama dengan Kristus Yesus di sorga… itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:5, 6, 9). Jika Anda tidak ditarik kepada Kristus Anda masih adalah orang berdosa yang terhilang. Anda tidak benar-benar ciptaan baru.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru”
       (II Korintus 5:17).

V. Kelima, apakah artinya bagi seseorang untuk menjadi ciptaan baru.

Ayat ini berkata, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru” (II Korintus 5:17). Ini bukanlah perubahan fisikal. Nikodemus dalam ketidak-tahuannya berpikir kelahiran baru itu seperti itu. Ia berkata kepada Kristus, “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” (Yohanes 3:4). Bahkan jika Anda dapat melakukan itu, bagaimana itu dapat membantu Anda menjadi ciptaan baru? Karena “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging” (Yohanes 3:6), Anda tetap akan menjadi manusia yang telah jatuh yang sama, orang yang telah rusak seperti halnya Anda sekarang.

Tidak, “ciptaan baru” berarti bahwa hati Anda sepenuhnya telah diubahkan. Scofield memusatkan perhatiannya pada ‘r’ kedua untuk kata “creature” (“mahkluk”) berasal dari kata Yunani “creation” (“ciptaan”). “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.” Ia masih manusia yang sama secara esensinya, namun hati yang baru (apa yang ia kasihi dan benci) dan pikiran yang baru (apa yang ia pikirkan) telah diciptakan di dalam dia. Seperti Daud berdoa,

“Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah” (Mazmur 51:10).

Atau, seperti yang Allah janjikan dalam Yehezkiel,

“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat”
     (Yehezkiel 36:26).

Itu adalah kelahiran kembali! Itu adalah lahir baru! Itu adalah apa yang membuat Anda menjadi “mahkluk baru,” ciptaan baru!

Sulit untuk menjelaskan kelahiran baru kepada orang-orang berdosa. Cukup untuk berkata bahwa kecuali Allah memberikan kepada Anda kelahiran baru itu Anda tidak akan pernah dapat lepas dari penghukuman bagi dosa Anda, dan Anda tidak akan pernah masuk ke dalam kerajaan Allah. Kristus berkata, “Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3:30. Berikut ini beberapa bukti dari pernyataan Rasul,

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru”
      (II Korintus 5:17).

Banyak ayat yang dapat dikutip dari Perjanjian Lama untuk membuktikan kelahiran baru, bagaimana Pemazmur memohon kepada Allah untuk memberikan kepadanya “hati yang baru,” dan menempatkan “roh yang baru ke dalam dirinya” (Mazmur 51:10), bagaimana para nabi mengingatkan umat bahwa mereka membutuhkan “hati yang baru” untuk berbalik kepada Tuhan Allah mereka.

Dalam Perjanjian Baru, Kristus berbicara panjang lebar tentang kelahiran baru dalam Yohanes 3:3-8. Kristus menunjukkan bahwa kebutuhan akan kelahiran baru sangat jelas ketika Ia berkata, “Kamu harus dilahirkan kembali” (Yohanes 3:7). Rasul Paulus juga berbicara tentang kelahiran kembali (lahir baru) ketika ia berkata kita harus “dihidupkan” (Efesus 2:5), dan ketika ia berkata bahwa kita “diselamatkan… oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Titus 3:5). Jika tidak ada ayat lain di dalam Alkitab, saya pikir bahwa ayat ini saja sudah cukup membuktikan bahwa Anda harus dilahirkan kembali!

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru
       (II Korintus 5:17).

Semua ayat ini menunjukkan kebutuhan mutlak akan perubahan hati yang riil dan sepenuhnya!

Namun banyak orang dari orang-orang di gereja-gereja kita tidak tahu apapun tentang perubahan hati ini. Dan ini disebabkan oleh karena mereka sedikit sekali (jika ada) mendengar khotbah-khotbah tentang pertobatan dan tentang lahir baru. Kristus berbicara tentang orang-orang yang “telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka” (Matius 13:15).

Bukti yang lain tentang kebutuhan akan kelahiran kembali (lahir baru) adalah karena kondisi manusia yang telah rusak total dalam keadaan berdosanya. Alkitab berbicara tentang manusia bahwa manusia “dikandung” dan dilahirkan dalam keadaan berdosa (Mazmur 51:5); sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik (Roma 7:18), bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa (Roma 7:14) – Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah (Romans 8:7) – sebagai manusia yang “pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka” (Efesus 4:18). Karena orang-orang yang belum dilahir-barukan ada dalam kondisi yang sangat menyedihkan, dapatkah seseorang berpikir bahwa orang yang kotor, telah rusak, dan jahat dapat hidup dengan Allah yang suci dan kudus sebelum ia diubahkan? Tidak, kita mengerti dengan baik bahwa terang tidak mungkin dapat bersekutu dengan kegelapan, atau Kristus tinggal bersama Setan! Kondisi Anda yang terhilang dan penuh dosa membuktikan tanpa diragukan lagi bahwa Anda harus dibuat menjadi ciptaan baru di dalam Kristus atau Anda tidak akan pernah didamaikan dengan Allah, juga atau Anda tidak akan pernah dapat berharap datang kepada Allah, dan berada di Sorga, ketika Anda mati. Anda harus dibuat menjadi ciptaan baru, atau Anda akan mati di dalam dosa-dosamu.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru”
       (II Korintus 5:17).

Banyak orang berpikir bahwa mereka dapat pergi ke Sorga dengan pikiran yang penuh dengan dosa, dan tiba-tiba berada di sana setelah mati. Dan mereka akan ke sana jika Sorga itu sama seperti sorganya “Agama lain” di mana mereka berkata, orang dapat menikmati berbagai kesenangan yang penuh dosa. Namun sejak sukacita Sorga yang sejati hanyalah yang bersifat rohani, dan tidak ada hal-hal yang tidak suci yang mungkin masuk ke dalamnya, ada kebutuhan mutlak bagi Anda untuk diubahkan. Anda harus mengalami pembaharuan total dari natur Anda yang telah rusak sebelum Anda dapat menikmati berbagai kesenangan Sorgawi itu. Itulah sebabnya mengapa Kristus tidak berkata, “Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak akan” – tetapi, sebaliknya, Ia berkata, “sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3:3, 5). Jika hati Anda tidak diubahkan oleh kelahiran baru Anda “tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah” (Yohanes 3:5).

Apakah musik yang sangat indah dapat membawa kenikmatan bagi seseorang yang tuli? Apakah lukisan yang sangat indah dapat membawa kesenangan bagi orang yang buta? Dapatkah seseorang yang lidahnya tidak dapat mengecap atau merasa menikmati makanan enak dalam mulutnya? Dapatkah babi yang jorok itu dibuat senang berada di kebun bunga yang indah? Tentu saja tidak! Setiap dari mereka harus diubahkan dalam natur yang dapat menikmati berkat-berkat itu. Dan itu sama halnya dengan jiwa Anda. Setelah Anda mati jiwa Anda tidak dapat diubahkan. Jika jiwa Anda di dalam Tuhan di sini di bumi ini, maka ia akan menikmati Allah di Sorga. Namun jika Anda tidak menikmati Allah, dan tidak senang berada di dalam gereja sekarang, tidak akan ada yang berubah ketika Anda mati. Jika Anda tidak diubahkan sehingga Anda tidak dapat menikmati berada di gereja sekarang, Anda tidak akan menikmati berada di Sorga setelah Anda mati. Hanya ada satu tempat untuk Anda, jika Anda tidak dilahirkan kembali – dan tempat itu adalah Neraka.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru”
       (II Korintus 5:17).

Kelahiran kembali dikerjakan oleh Roh Allah. Yesus berkata, “sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Yohanes 3:5). Beberapa orang, seperti istri saya sendiri, bertobat secara cepat, namun cara yang biasa Roh Allah kerjakan untuk melahir-barukan pertama membuat seseorang memikirkan tentang dosa yang sangat besar yang telah ia lakukan, dosa yang ia tidak ingin ibunya mengetahuinya, dan tentu tidak ingin Allah mengetahuinya! Ketika memikirkan dosa yang besar ini, ia kemudian dipimpin untuk berpikir tentang dosa-dosa lain dalam hidupnya. Kemudian ia dipimpin untuk berpikir, “Bagaimana saya dapat melakukan hal-hal yang penuh dosa seperti itu tidak lain selain karena saya adalah orang berdosa menurut naturnya?” Kemudian Roh Allah menunjukkan kepadanya bahwa ia, sesungguhnya, penuh dosa, lahir sebagai orang berdosa, dan hatinya yang penuh dosa. Kemudian ia mungkin mencoba mengubah hidupnya dan menjadi orang yang lebih baik. Namun, tidak peduli seberapa keras ia mencoba, ia sadar bahwa ia tidak dapat mengubah hatinya sendiri. Ia menjadi putus asa untuk luput dari dosanya. Beberapa orang bahkan mulai meratapi dosa-dosa mereka (seperti yang dilakukan oleh Luther, John Bunyan, Whitefield – dan banyak orang lainnya pada masa-masa kebangunan rohani). Ia berseru, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (Roma 7:24). Jadi Roh Allah telah mempersiapkan dia untuk dilahirkan kembali. Kemudian ia dibuat merasakan kebutuhannya akan Kristus. Sekarang ia merasakan bahwa tiada lain selain Kristus yang dapat mengubah dirinya. Ia merasakan sekarang bahwa hanya Darah Kristus yang dapat menyucikan dosa-dosanya. Selanjutnya ia meyadari bahwa ia dimungkinkan untuk datang kepada Kristus . Ketika Kristus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat…” (Matius 11:28) ia menyadari bahwa ia dapat melakukannya oleh anugerah Allah. Roh Allah memampukan dia untuk datang kepada Kristus, dan ia dilahirkan kembali. Hatinya telah bertobat. Ia adalah ciptaan baru di dalam Kristus Yesus!

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru”
       (II Korintus 5:17).

Selanjutnya ia dapat menyanyikan lagu sukacita bersama dengan John Newton,

Sangat besar anug’rah-Nya! Yang t’lah ku alami!
Sesat aku dulu kala, S’lamatlah ku kini

Oleh anug’rah hilanglah, Segala takut ku;
Betapa indah anug’rah, Memb’ri berkat restu!
(“Amazing Grace” by John Newton, 1725-1807/
   Terjemahan Nyanyian Pujian No. 119).

Kami berdoa kiranya Anda segera dilahir-barukan oleh anugerah Allah Bapa, melalui kematian dan Darah Kristus, dan oleh penginsafan dan kuasa yang menarik dari Roh Kudus, satu Allah dalam tiga pribadi! Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here)
or you may write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015.
Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr Kreighton L. Chan: Yohanes 3:1-7.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr Benjamin Kincaid Griffith:
“Ye Must Be Born Again” (by William T. Sleeper, 1819-1904).


GARIS BESAR KHOTBAH

KERUSAKAN DAN KELAHIRAN KEMBALI MANUSIA YANG
TELAH JATUH KE DALAM DOSA

(ON THE RUIN AND REGENERATION OF FALLEN MAN)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali” (Yohanes 3:6-7).

I.   Pertama, keadaan umat manusia pada mulanya, Kejadian 1:27;
Pengkhotbah 7:29; Kejadian 1:31; Efesus 4:24; I Korintus 15:45.

II.  Kedua, Kejatuhan umat manusia, Kejadian 2:16-17; Roma 5:12; 6:23;
Roma 5:19.

III. Ketiga, keadaan umat manusia saat ini, Kejadian 5:3; Efesus 2:3; 4:18;
II Tawarikh 6:36; Roma 3:9-19; Efesus 2:5; Yohanes 3:7;
II Korintus 5:17.

IV. Keempat, kebutuhan manusia untuk berada di dalam Kristus,
Matius 22:13; Efesus 2:5, 6, 9.

V.  Kelima, apakah artinya bagi seseorang untuk menjadi ciptaan baru,
Yohanes 3:4, 6; Mazmur 51:10; Yehezkiel 36:26; John 3:3;
Mazmur 51:10; Yohanes 3:3-8, 7; Efesus 2:5; 4:23; Titus 3:5;
Matius 13:15; Mazmur 51:5; Roma 7:18, 14; 8:7; Efesus 4:18;
Yohanes 3:3, 5; Roma 7:24; Matius 11:28.