Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




UPAH SEORANG PEMENANG JIWA

(THE SOUL WINNER’S REWARD)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Malam, 30 Januari 2011

“Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya” (Daniel 12:2-3).


Ayat ini berbicara tentang dua kebangkitan yang akan datang. Orang-orang Kristen sejati akan dibangkitkan “untuk mendapat hidup yang kekal” (Daniel 12:2a) pada saat hari pengangkatan (rapture). Rasul Paulus dengan jelas membicarakan hal ini ketika ia berkata,

“Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan”
     (I Tesalonika 4:16-17).

Kemudian ada kebangkitan yang kedua, yaitu kebangkitan dari orang-orang yang bukan Kristen sejati, yang akan dibangkitkan dari kematian “untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal” (Daniel 12:2b). Ini adalah kebangkitan untuk menerima penghukuman pada saat Penghakiman Terakhir terhadap orang-orang mati yang belum diselamatkan. Rasul Yohanes berbicara tentang itu ketika ia berkata,

“Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Wahyu 20:12-15).

Orang-orang yang dibangkitkan pada Penghakiman Terakhir dibangkitkan, seperti dikatakan oleh Daniel, “untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal” di Neraka.

Namun, kemudian, dalam Daniel 12:3 kita diberitahu bahwa akan ada pembedaan antara orang-orang Kristen yang rajin memenangkan jiwa dan orang-orang yang tidak memiliki minat untuk melakukannya,

“Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya” (Daniel 12:3).

Berhubungan dengan ayat ini, Dr. John R. Rice berkata,

      Pada kebangkitan [pertama] banyak orang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir menjadi yang terdahulu, seperti yang telah dikatakan oleh Yesus. Kemudian akan ada pergeseran besar dalam perkiraan dan penilaian manusia. Dan siapakah yang akan menjadi yang terdahulu? Siapakah mereka yang sekarang mungkin diperhitungkan sebagai yang terakhir, namun dalam kemuliaan kekal di Sorga akan diperhitungkan sebagai yang terdahulu? Daniel 12:3 menunjukkan kepada kita dalam perkataan ini… “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.”
      Oh, orang bijaksana memenangkan jiwa! Orang yang mau berjuang dan melakukan hal utama sekarang atas nama Yesus akan menemukan itu suatu hari ketika ia akan menjadi terkenal. Suatu hari ia akan “bangkit dan bercahaya!” Banyak laki-laki atau wanita biasa dan yang tidak dikenal saat ini yang “akan bercahaya seperti cahaya cakrawala” pada hari itu. Dan para pemenang jiwa ini yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran akan bersinar “seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya,” kata Firman Allah yang suci ini!
      Kita sebaiknya mengarahkan pikiran kita kepada urusan lain di samping urusan dunia ini! Kita sebaiknya menetapkan hati kita pada hal-hal yang tidak mudah berkarat…
      Saya tidak heran bila Amsal 11:30 mengatakan, “siapa yang memenangkan jiwa adalah bijaksana” (KJV). Ya, pemenang jiwa adalah orang yang bijaksana dengan hikmat kekal yang mengarahkan pandangannya [ke masa depan]! Betapa bodohnya memboroskan waktu dan usaha serta energi kita untuk hal-hal yang sifatnya sementara dengan upah yang tidak tetap… orang yang berusaha [memenangkan jiwa-jiwa] adalah orang yang akan menjadi besar di dunia yang akan datang! (John R. Rice, D.D., The Golden Path to Successful Personal Soul Winning, Sword of the Lord Publications, 1961, hal. 302-303).

Lagi, Dr. Rice berkata,

      Orang yang percaya di dalam Kristus telah memiliki hidup kekal menurut Yohanes 3:36; Yohanes 2:24, dan banyak bagian lainnya dalam Kitab Suci. Namun di Sorga, upah kita berbeda menurut pekerjaan kita. Oh, kiranya Allah akan memberikan kepada kita anugerah untuk memenangkan upah kekal yang akan diberikan kepada para pemenang jiwa! “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya” (Dr. Rice, ibid., hal. 305).

Dr. Henry C. Thiessen, seorang teolog, berkata hal sama seperti Dr. Rice,

Tuhan telah memberikan kepada umat-Nya kesempatan untuk mengumpulkan harta di sorga… Sebagai satu tanggung jawab atas jiwa orang lain, orang percaya akan diberikan upah sesuai dengan berapa banyak orang yang telah ia pimpin kepada kebenaran. “Dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya,” (Daniel 12:3) (Henry C. Thiessen, Ph.D., Introductory Lectures in Systematic Theology, Eerdmans Publishing Company, 1949 edition, hal. 456-457).

Dr. Rice mengatakan ini dengan baik dalam salah satu lagu gubahannya yang sangat indah,

Waktu tinggal sangat sedikit! Tuaian akan berlalu.
   Penuaian kita harus segera dilakukan, hai para penuai yang bersantai
Laporkan pekerjaanmu kepada Yesus, Tuhan pemilik tuaian,
   Dan berharaplah Ia akan tersenyum dan berkata, “Baik sekali pekerjaanmu”
Hari ini kita menuai, atau kehilangan tuaian emas kita!
   Hari ini diberikan kepada kita jiwa-jiwa terhilang untuk dimenangkan.
Oh selamatkanlah orang-orang terkasih dari api itu.
   Hari ini kita akan pergi dan membawa masuk banyak orang berdosa.
(“So Little Time” by Dr. John R. Rice, 1895-1980; chorus altered by the Pastor.)

Pastor Richard Wurmbrand, pendiri dari “The Voice of the Martyrs,” memberikan ilustrasi yang baik tentang apa yang akan terjadi di Sorga kepada orang-orang yang tidak memperoleh upah berdasarkan kerajinannya dalam kehidupan Kristen mereka, dalam memenangkan jiwa dan aktivitas lainnya untuk Kristus. Tom White, director dari “The Voice of the Martyrs” saat ini, memberikan saduran dari khotbah yang pernah ia dengar dikhotbahkan oleh Pastor Wurmbrand,

... ia berkata, mungkin ketika kita dibawa ke sorga dan Yesus memimpin kita melalui gerbang itu, Ia akan berhenti dan memperkenalkan kepada kita jiwa yang bercahaya dan mulia yang menerima penghormatan besar. Dengan penasaran kita akan bertanya kepada Yesus, “Siapa orang itu? [Ia] pastilah luar biasa. Apa yang telah [ia] lakukan dalam hidupnya?” Kemudian Yesus akan berpaling kepada kita dengan air mata menetes dari mata-Nya dan berbisik… “Ini adalah apa yang seharusnya kamu dapat miliki” (The Voice of the Martyrs magazine, February, 2011, p. 2).

Tom White berkata,

      Saya... pernah mengunjungi seorang gadis Tionghoa dari Vietnam Pusat yang masuk penjara ketika ia masih berusia 14 tahun. Kejahatan yang tuduhkan kepadanya adalah karena ia mengajar anak-anak di desanya tentang Yesus. Wanita muda ini tidak kehilangan apa yang seharusnya ia dapat miliki. Pada usia 14 tahun, ia melayani Yesus dalam penjara, dan tujuh tahun kemudian ia terus menjadi seorang saksi. Ini sama dengan kesaksian dari Gao Feng. Setelah orang Kristen Tionghoa ini kembali dari penjara selama tiga tahun, teman-temannya menyayangkan “waktunya yang terhilang.” Gao menjawab, “Saya justru lebih suka berada di penjara selama tiga tahun untuk melakukan sesuatu demi Yesus dari pada duduk di rumah dan tidak melakukan apapun untuk Dia”... Jangan puas [menerima] jalan yang paling mudah… untuk tidak menjangkau seorangpun karena Anda merasa “layak” untuk beristirahat…
      Sebelum Richard Wurmbrand meninggal 10 tahun yang lalu, ia meninggalkan kepada kami dengan suatu tantangan… itu adalah dua kata yang sangat sederhana: “Jadilah agresif.” (VOM, ibid.).

Itulah apa yang kita perlukan! “Jadilah agresif!” Pergi bersama kami untuk memberitakan Injil di kota ini setiap Sabtu malam! “Jadilah agresif!” Jadilah seperti gadis Tionghoa yang bersedia masuk penjara karena memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus! Jadilah seperti Gao Feng yang bersedia menghabiskan tiga tahun dalam penjara Cina dari pada berhenti memenangkan jiwa. “Jadilah agresif.” Jangan biarkan ini dikatakan untuk Anda di Sorga, “Ini adalah apa yang seharusnya dapat kami miliki!”

Di Pakistan adalah melawan hukum Muslim untuk bersaksi dan memenangkan jiwa bagi Kristus. “Voice of the Martyrs” melaporkan bahwa Asia Bibi “diejek” oleh para rekan kerja Muslimnya karena ia menjadi seorang Kristen. Mereka mengatakan kepadanya bahwa ia seharusnya menjadi pengikut Muhammad. Ia akhirnya mengatakan kepada mereka,

Kristus kami telah mengorbankan hidup-Nya di kayu salib demi dosa-dosa saya. Apa yang nabi Anda telah lakukan untuk Anda? Kristus kami hidup. Nabi Anda mati (VOM, ibid., hal. 8).

Asia dihukum di bawah hukum Pakistan karena telah melakukan penghinaan, yang menyebabkan ia dipenjara hanya karena berbicara seperti itu tentang Muhammad. Setelah lebih dari 30 sidang mendengarkan para saksi, akhirnya Asia dihukum mati pada bulan November 2010. Seorang pemimpin Muslim Qari Salim menjelaskan kepada CNN bahwa ketika ia mendengar tentang hukuman mati yang dijatuhkan padanya, “Air mata mengalir dari mata saya.” Malulah padanya! Seorang lelaki yang penuh dosa ini dalam keputus-asaan hatinya membutuhkan pengampunan Kristus! Asia dijatuhi hukuman mati karena bersaksi tentang Kristus. Hari ini ia belum dieksekusi, sebagian besar karena kasusnya telah menjadi perhatian seluruh dunia, dengan ribuan orang di seluruh dunia (termasuk Paus) meminta pemerintah Paskistan untuk membebaskannya. Asia Bibi berkata dari sel penjaranya, “Yesus adalah imanku. Ia bersama dengan aku” (VOM, ibid.). Anda dapat membaca tentang dia dan orang-orang lain yang dianiaya karena usaha memenangkan jiwa di www.persecution.com.

Jadilah seperti gadis itu! Seperti yang dikatakan oleh Pastor Wurmbrand, “Jadilah agresif.” Seperti yang dikatakan oleh Dr. Rice, “pemenang jiwa adalah orang yang bijaksana dengan hikmat kekal yang mengarahkan pandangannya… orang yang berusaha [memenangkan jiwa-jiwa] adalah orang yang akan menjadi besar di dunia yang akan datang.” Seperti yang dikatakan oleh Tom White, “Jangan puas [menerima] jalan yang paling mudah… untuk tidak menjangkau seorangpun karena Anda merasa “layak” untuk beristiraha.” “Jadilah agresif.” Marilah bersama kami setiap Sabtu malam pukul 6:00 pergi ke jalan-jalan, kampus-kampus dan mall-mall untuk memberitakan Injil bagi yang terhilang dan mengajak mereka ke gereja untuk mendengar Injil dikhotbahkan! Mari bersama kami di gereja Sabtu malam yang akan datang – dan setiap Minggu malam untuk memberitakan Injil!

Mari kita berdiri dan menyanyikan lagu terakhir dari lembaran lagu kita, yang digubah oleh seorang pendeta yang berjiwa misi yang terkenal, Dr. Oswald J. Smith.

Berikan kami semboyan pada saat ini, kata yang menggentarkan, kata yang penuh kuasa,
   Seruan perang, semangat membara untuk menyerukan menang atau mati.
Kata tuk bangunkan gereja dari ketertiduran, Tuk penuhi amanat Tuhan
   Panggilan yang diberikan, bangunlah, semboyan kami adalah, Beritakan Injil!

Sukacita malaikat bergema s’karang, Seluruh bumi memuji, dalam nama Yesus;
   Kata ini bergema sampai ke langit: Beritakan Injil! Beritakan Injil!
Manusia yang sekarat, umat yang telah jatuh, Buatlah mereka mengenal anugerah Injil;
   Dunia yang sekarang ada dalam kegelapan, Beritakan Injil! Beritakan Injil!
    (“Evangelize! Evangelize!” Words by Dr. Oswald J. Smith, 1889-1986;
       sung to the tune of “And Can It Be?” by Charles Wesley, 1707-1788).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here)
or you may write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015.
Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr Kreighton L. Chan: Matius 6:19-21.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr Benjamin Kincaid Griffith:
“So Little Time” (by Dr. John R. Rice, 1895-1980).