Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




SEGALA PENDERITAAN KRISTUS

(THE SUFFERINGS OF CHRIST)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Calvary Road Baptist Church, Monrovia, California
Kebaktian Minggu Pagi, 26 Desember 2010

“Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu” (I Petrus 1:10-11).


Rasul Petrus menjelaskan kepada kita bahwa para nabi Perjanjian Lama menulis oleh Roh Kristus. Ini adalah salah satu dari banyak pernyataan dalam Alkitab yang sedang menjelaskan bahwa Perjanjian Lama diberikan melalui inspirasi dari Allah. Para nabi menulis banyak hal yang mereka sendiri bahkan tidak mengerti. Mereka menyelidiki arti atau maksudnya dengan tekun. Yesaya 54 dan Mazmur 22, dan banyak bagian Kitab Suci Perjanjian Lama lainnya, berbicara secara propetis tentang “segala penderitaan yang akan menimpa Kristus” (I Petrus 1:11).

Sekarang saya ingin Anda melihat lebih dekat empat kata di akhir ayat sebelas ini, “segala penderitaan yang akan menimpa Kristus,” “ta eis christon pathemata,” “pathemata” yang akan menimpa Kristus. Kata Yunani ini berarti “segala kesakitan” atau “segala penderitaan.” Ini bentuknya jamak – lebih dari satu kesakitan, lebih dari satu penderitaan. “Segala penderitaan yang akan menimpa Kristus.”

Rasul Petrus sedang berbicara tentang segala penderitaan yang Kristus alami pada waktu penderitaan-Nya, di akhir hidup-Nya di bumi ini. Ia melewati banyak penderitaan untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.

I. Pertama, penderitaan-Nya di Taman Getsemani.

Malam sebelum Ia disalibkan segala penderitaannya telah dimulai. Itu adalah sekitar tengah lama ketika Perjamuan Malam berakhir. Yesus membawa para murid-Nya keluar dari rumah itu. Melalui pekatnya kegelapan mereka pergi. Mereka menyeberang anak sungai Kidron dan menaiki Bukit Zaitun, dan masuk ke dalam kemuraman mendalam dari Taman Getsemani. Yesus berkata kepada depalan murid-Nya, “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa” (Matius 26:36). Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes masuk lebih dalam ke Taman itu. Kemudian Ia meninggalkan ketiga orang itu dan sedikit lebih maju lagi, di bawah pepohonan zaitun, di mana Ia berdoa sendirian kepada Allah.

Di sinilah “segala penderitaan Kristus” telah mulai (I Petrus 1:11). Tandai, tak seorang pun telah menyentuhnya. Tandai, segala penderitaan-Nya mulai ketika Ia sendirian dalam kegelapan itu, di bawah ranting-ranting pohon zaitun di Getsemani. Di sana, di taman itu, semua beban dosa umat manusia diletakkan di atas Dia, yang mana Ia akan memikul “di dalam tubuh-Nya sendiri,” ke kayu Salib pada paginya (I Petrus 2:24). Kemudian Yesus berkata,

“Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya… Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku” (Matius 26:38, 39).

Interpretasi pada umumnya dari doa ini adalah bahwa Yesus sedang meminta untuk diselamatkan dari kayu Salib. Namun saya tidak menemukan Kitab Suci membenarkan pandangan itu. Saya percaya bahwa Dr. John R. Rice dan Dr. J. Oliver Buswell memberikan interpretasi yang benar tentang ini. Baik penginjil Dr. Rice maupun teolog Dr. Buswell berkata bahwa doa Kristus, “biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku,” berarti “cawan” kematian dari penderitaan di bawah beban dosa – di sana di Getsemani!

Yesus sendiri mengalam keadaan yang sangat terguncang bahwa Ia akan mati di Taman itu. Dr. Buswell berkata bahwa Yesus berdoa “untuk diselamatkan dari kematian di Taman itu, supaya Ia dapat memenuhi tujuan-Nya di kayu Salib” (J. Oliver Buswell, Ph.D., A Systematic Theology of the Christian Religion, Zondervan, 1971, part III, hal. 62). Dr. Rice mengatakan hal yang sama, “Yesus berdoa agar cawan kematian akan berlalu dari-Nya malam itu sehingga Ia dapat hidup untuk mati di kayu Salib pada hari berikutnya (John R. Rice, D.D., Litt.D., The Gospel According to Matthew, Sword of the Lord Publications, 1980, hal. 441). “Tanpa kekuatan supranatural dari tubuh-Nya, Kristus pastilah sudah mati di Taman itu malam itu” (Rice, ibid., hal. 442). Beban dosa Anda telah dapat membunuh Dia di Getsemani.

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44).

Yesus telah mengalami kengerian yang luar biasa ketika dosa-dosa Anda diletakkan dalam tubuh-Nya malam itu. Kesengsaraan-Nya begitu limpahnya sehingga “gumpalan” peluh darah keluar dari kulit-Nya. Nabi Yesaya berkata,

“Penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya” (Yesaya 53:4).

“TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:6).

Secara cepat mari kita membaca Yohanes 3:16,

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…”
       (Yohanes 3:16)

untuk mengalami kesakitan, dan penderitaan, dan terror dari Getsemani! Betapa sedikitnya kita berpikir tentang kesakitan yang sangat mengerikan yang Yesus lewati dengan memikul dosa kita malam itu! Joseph Hart berkata,

Pandanglah penderitaan Anak Allah
   Rintihan, erangan, peluh darah!
Kasih Allah yang tak terhingga
   Yesus, kasih yang engkau miliki!
(“Thine Unknown Sufferings” by Joseph Hart, 1712-1768).

“Segala penderitaan yang akan menimpa Kristus”
       (I Petrus 1:11).

Saya sering berpikir bahwa penderitaan pertama adalah yang terbesar, di sana di Getsemani. Belum ada tangan manusia yang menyentuh Dia. Ini adalah ketika dosa Anda diletakkan atas Dia oleh Allah, sehingga pikiran-Nya benar-benar menderita, dan Darah mengalir dengan bebas dari pori-pori kulit-Nya! William Williams berkata,

Betapa besarnya kesalahan manusia,
   Yang ditanggung sang Juruselamat
Dengan mengenakan kemalangan, Ia
   Agar orang berdosa diselamatkan
Agar orang berdosa diselamatkan.
    (“Love in Agony” by William Williams, 1759;
     to the tune of “Majestic Sweetness Sits Enthroned”).

“Segala penderitaan yang akan menimpa Kristus”
       (I Petrus 1:11).

Pertama, penderitaan-Nya di Taman Getsemani.

II. Kedua, penderitaan-Nya karena direndahkan.

“Segala penderitaan yang akan menimpa Kristus” telah mulai. Kemudian banyak lagi penderitaan yang menghampiri Dia. Para pengawal datang dengan membawa obor ke Taman Getsemani. Mereka menangkap Yesus dengan tuduhan palsu. Mereka menyeret Dia ke hadapan imam besar.

“Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?”
     (Matius 26:67-68).

“Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka-Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-Nya: ‘Hai nabi, cobalah terka!’ Malah para pengawalpun memukul Dia”
     (Markus 14:65).

Joseph Hart berkata,

Lihat betapa tenangnya Yesus berdiri,
   Terhina di [tempat yang sangat mengerikan ini]
Orang-orang berdosa telah membelenggu tangan Yang Mahakuasa
   Dan meludahi wajah Pencipta mereka
(“His Passion” by Joseph Hart, 1712-1768; to the tune of
     “‘Tis Midnight, and on Olive’s Brow”).

“Kemudian serdadu-serdadu membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dan memanggil seluruh pasukan berkumpul. Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya” (Markus 15:16-19).

Yesus berkata, melalui nabi Yesaya,

“Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi” (Yesaya 50:6).

Nabi Mika berkata,

“Dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel engan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel” (Mika 5:1).

“Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!" Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya” (Matius 27:27-30).

Tiada mahkota perak atau emas untuk Dia,
   Tiada mahkota untuk Dia dipegang;
Namun darah menghiasi kening-Nya dan segala dosa Ia tanggung
   Dan orang-orang berdosa memberikan mahkota tuk dikenakan-Nya
Salib kasar menjadi tahta-Nya,
   Kerajaan-Nya ada di dalam hati;
Ia menuliskan kasih-Nya dalam darah,
   Dan mengenakan mahkota duri di kepala-Nya
(“A Crown of Thorns” by Ira F. Stanphill, 1914-1993).

“Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia” (Yohanes 19:1).

Yesus berkata, melalui nabi Yesaya,

“Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku” (Yesaya 50:6).

Mereka memukul punggung-Nya hingga hancur. Itu sangat mengerikan. Banyak orang mati dari siksaan seperti itu. Anda dapat melihat tulang-tulang rusuk-Nya (oleh karena kulit dan dagingnya telah robek). Mereka menghancurkan atau merobek punggung-Nya hingga ke tulang itu.

Dengan duri menusuk dan melukai kepala-Nya
   Mengalir darah dari setiap luka itu;
Punggung-Nya yang penuh dengan luka cambukan,
   Namun cambuk yang lebih tajam menusuk jantung-Nya.
(“His Passion” by Joseph Hart, 1712-1768; to the tune of
    “‘Tis Midnight, and on Olive’s Brow”).

“Segala penderitaan yang akan menimpa Kristus”
       (I Petrus 1:11).

Pertama, penderitaan-Nya di Getsemani. Kedua, penderitaan-Nya karena direndahkan.

III. Ketiga, penderitaan-Nya di kayu Salib.

Setelah mencucurkan gumpalan darah di Taman Getsemani, Yesus ditinju wajah-Nya. Kemudian Dia dicambuk sampai daging punggung-Nya hancur lepas. Kemudian mahkota duri dengan kejamnya ditekan dan menusuk kepala-Nya, menyebabkan darah mengalir menutupi mata-Nya.

Ia telah setengah mati ketika mereka membawa Dia untuk disalibkan,

“Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak… Dan di situ Ia disalibkan” (Yohanes 19:17-18).

Mereka memaku kedua tangan dan kaki-Nya, di kayu Salib. Mereka menaikan Salib itu dan Yesus tergantung di sana dalam kesakitan dan penderitaan. Joseph Hart berkata,

Dipakukan di kayu terkutuk dalam keadaan telanjang,
   Menjadi tontonan bumi dan sorga,
Tontonan luka menganga dan darah,
   Luka dari keajaiban kasih!

Dengarkanlah! Betapa memilukan jeritan-Nya
   Para malaikat turut merasakan, ketika mereka melihatnya;
Para sahabat-Nya meninggalkan Dia malam itu
   Dan kini Allah-Nya meninggalkan Dia juga!
(“His Passion” by Joseph Hart, 1712-1768; to the tune of
      “‘Tis Midnight, and on Olive’s Brow”).

“Berserulah Yesus dengan suara nyaring: ‘Eli, Eli, lama sabakhtani?’ Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46).

Pikiran kita ini tidak dapat mengukurnya. Luther berkata itu tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata manusia. Kita tidak mungkin dapat sepenuhnya memahaminya, Bapa meninggalkan Anak – dan Yesus mati untuk membayar harga dosa-dosa kita sendirian!

“Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah…” (I Petrus 3:18).

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5).

Itu adalah doktrin penebusan yang agung – Kristus mati di kayu Salib untuk menebus dosa-dosa manusia. Dia telah mati menggantikan tempat Anda, untuk membayar dosa-dosa Anda! Alkitab berkata,

“Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci” (I Korintus 15:3).

Orang yang penuh d’rita.
   Julukan Anak Allah,
Penebus manusia,
   Haleluya, Juruselamat!

Kita yang penuh dosa;
   Dia yang tak bernoda,
Rela menebus kita
   Haleluya, Juruselamat!

Di salib di Golgota,
   Seruan-Nya: “Genap sudah!”
Kini mulia di Sorga
   Haleluya, Juruselamat!
(“Hallelujah, What a Saviour” by Philip P. Bliss, 1838-1876).

Apakah Anda ingin diselamatkan dari kesalahan dan hukuman dosa Anda? Maka Anda harus datang kepada Yesus dalam iman sederhana. Datanglah kepada Dia yang sekarang duduk di sebalah kanan Allah di Sorga. Saya mendorong Anda dengan segenap hati dan jiwa saya, Datanglah kepada Yesus dalam iman yang sedernana. Bersandarlah pada Dia. Percayalah kepada Dia. Ia akan menyucikan setiap dosa Anda. Ia akan memberikan catatan bersih kepada Anda. Ia akan menyelamatkan jiwa Anda untuk selama-lamanya, dan selama-lamanya – dunia tanpa akhir. Anda! Ya, Anda! Anda dapat diselamatkan dari dosa dan hukuman dosa melalui “segala penderitaan Kristus” (I Petrus 1:11). Datanglah kepada Yesus. Ia akan menyucikan dosa Anda dan menyelamatkan jiwa Anda. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here)
or you may write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015.
Or phone him at (818)352-0452.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Yesaya 53:1-6.
Persembahan Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“A Crown of Thorns” (by Ira F. Stanphill, 1914-1993)/
“Love in Agony” (by William Williams, 1759).


GARIS BESAR KHOTBAH

SEGALA PENDERITAAN KRISTUS

(THE SUFFERINGS OF CHRIST)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu” (I Petrus 1:10-11).

I.   Pertama, penderitaan-Nya di Taman Getsemani, Matius 26:36;
 I Petrus 2:24; Matius 26:38, 39; Lukas 22:44; Yesaya 53:4, 6;
 Yohanes 3:16.

II.  Kedua, penderitaan-Nya karena direndahkan, Matius 26:67-68;
Markus 14:65; Markus 15:16-19; Yesaya 50:6; Mika 5:1;
Matius 27:27-30; Yohanes 19:1.

III. Ketiga, penderitaan-Nya di kayu Salib, Yohanes 19:17-18;
Matius 27:46; I Petrus 3:18; Yesaya 53:5; I Korintus 15:3.