Print Sermon

Tujuan dari situs ini adalah untuk menyediakan manuskrip dan video khotbah gratis kepada para pendeta dan misionaris di seluruh dunia, terutama Dunia Ketiga, di mana hanya ada sedikit sekolah seminari teologi atau sekolah Alkitab.

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 46 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net. .




DIA YANG MEMENANGKAN JIWA-JIWA ADALAH ORANG BIJAK

(HE THAT WINNETH SOULS IS WISE)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Sabtu Malam, 28 Agustus 2010

“Dia yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak” – ILT
(Amsal 11:30).


Itulah khotbah kita malam ini. Ini adalah paruh kedua dari parallel Ibrani dalam Amsal 11:30. Mari membaca ayat ini dengan lantang, “Dia yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak.” Saya akan memberikan kepada Anda versi singkat dari khotbah luar biasa dari Dr. John R. Rice atas ayat ini (John R. Rice., D.D., “He That Winneth Souls is Wise,” in The Bible Garden, Sword of the Lord Publishers, 1982 edition, hal. 333-335; lihat versi lengkap dalam The Soul Winner’s Fire by Dr. Rice, Sword of the Lord Publishers, n.d., hal. 9-22).

Adalah orang bijak yang berpikir jangka panjang – yang memikirkan tentang masa depan. Abraham adalah orang bijak dan Lot adalah orang bodoh. Yakub adalah orang bijak dan Esau adalah orang bodoh. Setiap hari saya melihat orang-orang bodoh yang hanya berpikir jangka pendek – dan tentang hidup hari ini – dengan sedikit memikirkan masa depan. Hikmat teragung di dalam dunia ini tidak ditunjukkan oleh seorang banker, negarawan, pendidik, atau miliarder. Hikmat teragung di dunia ini ditunjukkan oleh kerendahan hati seorang pemenang jiwa. Juruselamat sendiri menunjukkan bahwa satu jiwa lebih berharga dibandingkan dengan seluruh dunia (Markus 8:36-37).

Ada hal-hal penting yang membantu kita melihat nilai dari memenangkan jiwa. Saya ingin Anda tahu mengapa memenangkan jiwa itu sangat penting, mengapa itu benar bahwa “dia yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak.”

I. Pertama, mengingat realitas tentang Neraka.

Fakta yang paling mengerikan di seluruh duni ini adalah realitas tentang Neraka. Doktrin tentang Neraka sangat ditonjolkan dalam Alkitab. Yesus sendiri sering berbicara tentang realitas Neraka. Alkitab mengajarkan bahwa Neraka adalah tempat yang pasti dalam beberapa perikop seperti misalnya dalam Lukas 16:19-31 dan Wahyu 20:10-15.

Ada banyak program dan aktivitas di gereja-gereja untuk menolong orang, namun tak satupun dari antaranya yang lebih penting dari pada memenangkan jiwa, karena hanya memenangkan jiwa yang dapat menghindarkan orang berdosa dari penghukuman api kekal.

Tidak heran bila orang-orang liberal dan orang-orang evangelikal duniawi tidak menghabiskan waktu untuk memenangkan jiwa, karena mereka juga tidak percaya pada Alkitab atau tidak memandangnya dengan serius. Mereka tidak cukup bijak untuk memenangkan jiwa karena mereka tidak memandang serius apa yang Alkitab katakan tentang Neraka.

“Dia yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak” – ILT
       (Amsal 11:30)

Dan hanya “dia yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak”!

II. Kedua, mengingat kekecewaan dan ketidak-bahagiaan dari dunia ini.

Banyak keluarga telah gagal. Ini dibuktikan dengan meningkatnya angka perceraian. Sekolah-sekolah telah gagal. Penjara penuh dengan anak-anak muda, membuktikan kegagalan ini. Pemerintah telah gagal. Presiden menjanjikan “perubahan” – namun kita tidak melihat perubahan apapun yang menolong anak-anak muda dan semua orang lainnya. Di segala tempat orang sedih dan hidup dengan tragedi. Injil Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan bagi orang-orang untuk menemukan damai dengan Allah dan pengharapan untuk masa depan. Ini adalah alasan kuat untuk memenangkan jiwa. Kedamaian jiwa, kelegaan yang riil bagi yang letih dan berbeban berat, hanya dapat ditemukan di dalam Yesus Kristus! Orang-orang yang bijak memenangkan jiwa bagi Kristus, yang berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). Ini adalah alasan baik untuk memenangkan jiwa, dan bukti bahwa “dia yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak.”

III. Ketiga, mengingat penderitaan Kristus.

Apakah alasan penting untuk memenangkan jiwa! Barangkali yang paling kuat dari semua alasan untuk memenangkan jiwa adalah ini – penderitaan Kristus membuktikan betapa berharganya kekekalan dari jiwa.

Ia yang percaya Alkitab harus melihat dari penderitaan Yesus betapa besar Ia menilai jiwa-jiwa yang terhilang. Ia disiksa oleh tentara Roma, dicambuk punggung-Nya, dan mati di kayu Salib untuk membayar dosa, agar jiwa-jiwa yang terhilang dapat diselamatkan dari murka Allah.

Kematian Kristus membuktikan bernilainya jiwa. Jika Anda ingin menjadi seperti Yesus, Anda harus memenangkan jiwa, karena itu adalah beban terbesar-Nya. Ia berkata,

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10).

Rasul Petrus berkata bahwa Kristus telah “meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya” (I Petrus 2:21). Yesus datang “untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Tidak peduli betapa menderitanya kita untuk memenangkan jiwa, kita tidak dapat jujur berkata mengikuti Kristus kecuali jika kita menjadikan usaha memenangkan jiwa sebagai prioritas utama, sebagaimana Ia membayar harga yang sangat besar dan menderita demi menyelamatkan jiwa. Adalah bijak dengan mengikuti teladan Kristus tentang membayar harga. Pekerjaan utama-Nya adalah memenangkan jiwa.

“Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa” (I Timotius 1:15).

Karena itu adalah tujuan utama Kristus, maka itu juga harus menjadi tujuan utama kita.

“Dia yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak” – ILT
       (Amsal 11:30)

IV. Keempat, mengingat kemulian Sorga.

Pemenang jiwa memiliki banyak upah dalam hidup ini, misalnya kehadiran Roh Kudus dan jawaban dari doa. Namun pemenang jiwa juga akan memperoleh upah yang kekal,

“Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya” (Daniel 12:3).

Berpikirlah jangka panjang! Pikirkanlah tentang upah yang akan Anda terima dalam kekekalan karena memenangkan jiwa-jiwa.

Orang yang bekerja siang dan malam sampai masa mudanya berlalu demi memperoleh kekayaan, mungkin terbangun dan menemukan kekayaannya telah lenyap di tengah malam. Bahkan jika ia dapat menggenggamnya dalam tangannya yang telah lumpuh, akhirnya kematian membawanya pergi, dan kekayaannya akan terlepas dari jari-jarinya yang menggigil. Manusia tidak membawa kekayaan mereka ke dalam kubur!

Kemuliaan dunia ini begitu sulit untuk diperoleh namun begitu mudah menghilang. Pada waktu pemilihan atas dirinya untuk yang kedua kalinya, Presiden Nixon menang dengan memperoleh paling banyak suara dari semua yang pernah terjadi. Namun beberapa bulan kemudian ia dipaksa mundur dari jabatannya oleh musuh-musuhnya, dan harus pergi ke pengasingan selama bertahun-tahun. Kemuliaan dari dunia ini sulit untuk diperoleh namun mudah menghilang.

Pikirkanlah jangka panjang! Dr. Rice, dalam salah satu lagu gubahannya yang begitu indah, berkata,

Harta benda dari dunia ini, oh, betapa sia-sianya dan betapa cepat berlalu;
   Semuanya lenyap seperti kabut dan layu seperti dedaunan’
Namun jiwa-jiwa yang dimenangkan dengan air mata dan perjuangan kita
   Akan tinggal untuk tuaian kita di sana.
Suatu harga kebangunan rohani, harga dari memenangkan jiwa
   Terbayar kembali pada tuaian di sana!
(“The Price of Revival” by Dr. John R. Rice, 1895-1980;
     last two lines altered by the Pastor).

“Dia yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak” – ILT
      (Amsal 11:30)

Berikut ini adalah syair yang ditulis oleh Dr. Oswald J. Smith, yang kita nyanyikan dengan lagu “And Can It Be?” oleh Charles Wesley. Ini adalah lagu terakhir pada lembar lagu Anda. Mari kita berdiri dan menyanyikannya!

Berikan kami semboyan pada saat ini, kata yang menggentarkan, kata yang penuh kuasa,
Seruan perang, semangat membara untuk menyerukan menang atau mati.
Kata tuk bangunkan gereja dari ketertiduran, Tuk penuhi amanat Tuhan
Panggilan yang diberikan, bangunlah, semboyan kami adalah, Beritakan Injil!

Sukacita malaikat bergema s’karang, Seluruh bumi memuji, dalam nama Yesus;
Kata ini bergema sampai ke langit: Beritakan Injil! Beritakan Injil!
Manusia yang sekarat, umat yang telah jatuh, Buatlah mereka mengenal anugerah Injil;
Dunia yang sekarang ada dalam kegelapan, Beritakan Injil! Beritakan Injil!
   (“Evangelize! Evangelize!” by Dr. Oswald J. Smith, 1889-1986;
      to the tune of “And Can It Be?” by Charles Wesley, 1707-1788).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here)
or you may write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015.
Or phone him at (818)352-0452.

GARIS BESAR KHOTBAH

DIA YANG MEMENANGKAN JIWA-JIWA ADALAH ORANG BIJAK

(HE THAT WINNETH SOULS IS WISE)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

“Dia yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak” – ILT
(Amsal 11:30).

(Markus 8:36-37)

I.   Pertama, mengingat realitas tentang Neraka, Lukas 16:19-31;
Wahyu 20:10-15.

II.  Kedua, mengingat kekecewaan dan ketidak-bahagiaan dari dunia
ini, Matius 11:28

III. Ketiga, mengingat penderitaan Kristus, Lukas 19:10; I Petrus
2:21; I Timotius 1:15.

IV. Keempat, mengingat kemulian Sorga, Daniel 12:3.