Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




MENGAPA BERGANTUNG PADA DOA AKAN MENGIRIM
ANDA KE NERAKA

(WHY DEPENDING ON PRAYER WILL SEND YOU TO HELL)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Malam, 22 Agustus 2010

“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad…” (II Tesalonika 2:3).


Kata “falling away” dalam Alkitab bahasa Inggris (KJV) dan “murtad” dalam Alkitab bahasa Indonesia adalah terjemahan dari kata Yunani “apostasia.” Saya yakin bahwa penyesatan hari ini telah dimulai terutama oleh dua orang. Johann Semler (1725-1791), di Jerman mulai mengajar kritik terhadap Alkitab, yang memimpin kepada liberalisme di seminari-seminari dan sekolah Alkitab, menyebabkan para pengkhotbah kehilangan kepercayaan mereka terhadap Kitab Suci. Yang lain terutama yang bertanggung jawab atas penyesatan hari ini adalah C. G. Finney (1792-1875). Finney menyerang hampir setiap doktrin Reformasi. Ia mengajarkan bahwa seseorang dapat menyelamatkan dirinya sendiri oleh tindakan kehendaknya sendiri (lebih buruk dari synergism – Finney mengajarkan Pelagianisme murni). Ia menolak kenyataan kerusakan total manusia (total depravity) dan keselamatkan oleh anugerah. Ia mengingkarai karya penggantian penebusan Kristus bagi orang-orang berdosa di kayu Salib. Finney mengajarkan doktrin yang hampir sama dengan orang-orang dari Roma Katolik mula-mula yang disebut Pelagius (354-420) – bahwa seseorang menyelamatkan dirinya sendiri dengan sebuah “keputusan” dari kehendaknya sendiri. Banyak penginjil dan gembala yang mengikuti “decisionisme” Pelagianis Finney. Hari ini “decisionisme” adalah kepercayaan utama dari banyak orang evangelical dan fundamentalis, bahkan di antara orang yang menolak “sitem undangan,” walaupun mereka belum menyadarinya. Walter Chantry berkata,

Orang-orang Evangelikal tahu bahwa semua tidak sehat di gereja-gereja kita… bahwa gereja memiliki sedikit kuasa di dalam penginjilan… para pemimpin gereja gelisah dan sangat tidak puas dengan pengalaman mereka hari ini dan hasil dari usaha-usaha mereka (Walter J. Chantry, Today’s Gospel: Authentic or Synthetic? Banner of Truth Trust, 2009 edition, hal. 1).

Leonard Ravenhill berkata,

Allah menolong bangsa-bangsa, merusak dengan agama buatan manusia… dan menghukum dengan doktrin buatan manusia! Pernahkah ada waktu yang jahat seperti itu? (Leonard Ravenhill, Why Revival Tarries, Bethany House Publishers, 2004 reprint, hal. 156).

Alasan utama “kerusakan” dan “penghukuman” dari gereja-gereja kita adalah karena mereka dipenuhi dengan anggota-anggota yang belum bertobat. Termasuk anak-anak, orang dewasa, bahkan orang-orang yang memiliki peran kemimpinan di dalam gereja. Dan alasan mengapa begitu banyak anggota gereja yang belum bertobat adalah karena kita telah mengadopsi berbagai macam metode “decisionis” untuk memperoleh orang “diselamatkan.” Salah satu dari banyak metode yang mematikan ini adalah “Mengundang Kristus masuk ke dalam hati Anda.” Seseorang yang mengundang Kristus masuk ke dalam hatinya, dan bergantung pada doa undangan, tanpa diragukan ia akan pergi ke Neraka pada saat kematiannya. Tidak seorangpun yang bergantung pada doa itu yang akan pergi ke Sorga. Apakah ini terlalu keras? Saya tidak berpikir demikian. Ini mungkin bahkan tidak cukup keras! Seseorang yang bergantung pada “undangan Yesus masuk ke dalam hatinya” akan pergi ke Neraka! Mengapa? Karena itu bukan cara untuk bertobat menurut Kitab Suci.

Tidak ada tempat di dalam Alkitab yang menjelaskan kepada Anda untuk “meminta Yesus masuk ke dalam hati Anda.” Namun cara keselamatan palsu ini secara ekstrim kita kenal dengan baik hari ini. Minggu malam yang lalu saya bertanya kepada jemaat kami berapa banyak dari mereka yang telah mendengar tentang ini. Hampir setiap tangan terangkat – termasuk tangan-tangan dari orang-orang yang baru pertama kali ibadah di gereja kami, beberapa dari mereka belum pernah menghadiri gereja Kristen! Metode ini begitu dikenal dengan baik dan populer bahwa banyak dari orang-orang berpikir bahwa itu ada diajarkan dalam Alkitab! Namun sesungguhnya tidak. Kadang-kadang untuk mendukung pemikiran itu mereka mengacu kepada Efesus 3:17. Namun ayat itu diberikan kepada “orang-orang kudus di Efesus” (Ef. 1:1), bukan kepada orang-orang yang belum selamat – sehingga ayat itu tidak mengajarkan untuk “meminta” Yesus masuk ke dalam hati! Kadang-kadang seseorang menggunakan Yohanes 14:23 untuk mendukung itu, namun (sama seperti Efesus 3:17) ayat ini mengacu kepada Roh Kudus, bukan manusia Kristus Yesus. Ini mengacu kepada “Roh Allah,” bahkan “Roh Kristus” (Roma 8:9) – bukan manusia Yesus Kristus, yang diberitahukan kepada kita, pada lima belas ayat di dalam Perjanjian Baru, “terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah” (Kolose 3:1). Lima belas kali Perjanjian Baru menjelaskan kepada kita bahwa Kristus yang telah bangkit naik ke Sorga, duduk di sebelah kanan Allah. Manusia Kristus Yesus tidak turun ke dalam hati orang berdosa ketika ia menaikan doa undangan. Ia tetap ada di Sorga di sebelah kanan Allah!

I. Pertama, Wahyu 3:20 tidak berbicara tentang “hati.”

Ayat utama yang digunakan oleh para pengkhotbah yang percaya bahwa “keselamatan adalah dengan mengundang Yesus masuk” adalah Wahyu 3:20. Silahkan buka Alkitab Anda dan bacalah dengan lantang.

“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku” (Wahyu 3:20).

Sama seperti yang saya katakan Minggu lalu, kata “hati” tidak pernah ada dalam ayat ini. Ayat ini berbicara tentang “Roh Kristus” yang mengetuk pintu nurani Anda. Cara utama Ia mengetuk adalah melalui pendengaran akan khotbah tentang Taurat dan Injil. Ini digambarkan oleh kesaksian dari salah seorang anak muda di gereja kami yang sangat mengharapkan pertobatan belum lama ini. Ia berkata,

Ketika kebaktian mulai dan Dr. Hymers mulai berkhotbah saya berusaha melawan Allah, namun ketika khotbah telah disampaikan saya dapat merasakan dosa-dosa saya menekan hati saya. Sementara menit terus berjalan rasa sakit dan beban dari dosa-dosa saya menjadi semakin meningkat dan tak tertahankan lagi... Saya terus sadar bahwa saya adalah orang berdosa, dan natur saya membenci Allah, tidak ada pertanyaan tentang itu, namun pada saat itu saya tidak dapat lari darinya... Saya tidak dapat bertahan dengan kekuatan saya sendiri. Segala sesuatu tentang saya nampak begitu mengerikan yang saya rasakan adalah bahwa Allah sungguh benar jika Ia akan mengirim saya ke Neraka… Tiba-tiba saya ingat kata-kata dari khotbah sebelumnya… Kata-kata itu adalah, “Pandanglah Yesus! Pandanglah Yesus!” terus bergema dalam pikiran saya. Bagaimanapun kehendak saya masih belum dihancurkan; saya masih terus melawan Kristus. Yesus telah mencurahkan darah-Nya dan mati bagi saya namun saya belum berhenti menolak Dia. Rasa bersalah saya ini semakin dalam dari pada yang saya rasakan sebelumnya. Saya tidak dapat mempertahankan dosa saya lebih lama lagi. Saya harus lari kepada Kristus. Pada saat itu saya lari kepada Kristus dan datang kepada Dia. Pada saat itu saya melepaskan semua keraguan dan pikiran-pikiran yang menghalangi saya dari genggaman saya, dan saya datang kepada Yesus. Saya berpaling dari dosa-dosa saya dan diri saya sendiri… kepada Juruselamat yang telah bangkit, melalui iman… Berhenti menolak Dia adalah masalah saya. Datang kepada Kristus adalah mudah… Hanya oleh anugerah Allah saya diinsafkan akan dosa, dan oleh Anak-Nya dosa-dosa saya dihapuskan dari semua kitab di Sorga. Segala kemuliaan hanya bagi Dia!... Harapan saya adalah di dalam Yesus… Di dalam Yesus jiwa saya dimeteraikan, dan saya harus di dalam segala kekudusan dan hidup dalam pengharapan bagi Dia.

Itulah apa yang Wahyu 3:20 bicarakan! “Roh Kristus” mengetuk dan mengetuk pintu nurani sampai jiwa lari kepada Kristus. Kemudian nampak mudah untuk menerima “Roh Kristus” dan ditarik kepada manusia Kristus Yesus. Kehendak harus dilembutkan dan dihancurkan sebelum Roh Kudus menarik orang berdosa yang terhilang kepada sang Juruselamat.

II. Kedua, Yohanes 1:12 tidak berbicara tentang “hati.”

Ayat kedua yang disalah-tafsirkan adalah Yohanes 1:12. Silahkan membuka Alkitab Anda dan bacalah dengan lantang,

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12).

Kata yang diterjemahkan “menerima” ini adalah kata kuncinya. Para pengkhotbah yang mengajarkan “keselamatan melalu dosa” berkata “menerima” berarti meminta manusia Kristus Yesus masuk ke dalam hati seseorang. Namun sama sekali itu bukan apa yang dimaksudkan kata itu dalam bahasa Yunaninya! Kata Yunaninya berarti “menghubungi” atau “to get hold of” (Strong #2983). Ini bukan ide Gnostik tentang menerima Dia ke dalam diri seseorang. Ini berarti “mendapatkan” atau “menghubungi” Kristus. Ini tidak dapat mengacu kepada apa yang dimaksud dengan menerima manusia Kristus Yesus masuk ke dalam hati seseorang, karena Yohanes sedang menulis tentang orang-orang yang hidup pada waktu itu, pada waktu yang sama ketika Kristus ada di dunia ini. Akan menjadi absurb berpikir tentang orang-orang yang hidup pada zaman Kristus menerima Dia masuk ke dalam hati mereka! Itu tidak mungkin, demikian juga maksudnya untuk hari ini. Menerima Kristus berarti “menghubungi” Kristus. Kita “menghubungi” Kristus ketika kita dilahir-barukan, seperti yang dijelaskan pada ayat tiga belas kepada kita. Bacalah ini dengan lantang.

“Orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah” (Yohanes 1:13).

William MacDonald menjelaskan ini dengan cara yang sederhana:

Ayat ini menjelaskan kepada kita tiga cara yang mana kelahiran baru tidak mengambil tempat, dan satu cara yang mana kelahiran baru mengambil tempat. Pertama, tiga cara yang mana bukan dengan cara itu kita dilahir-barukan. Bukan dari darah. Ini berarti bahwa seseorang tidak menjadi Kristus karena lahir dari orang tua Kristen. Keselamatan tidak diturunkan dari orang tua kepada anak melalui aliran darah. Bukan dari daging. Dengan kata lain, seseorang tidak memiliki kekuatan di dalam dagingnya sendiri untuk menghasilkan kelahiran kembali… Bukan oleh kehendak manusia (KJV). Tidak ada orang lain yang dapat menyelamatkan seseorang. Seorang pendeta, misalnya, mungkin sangat semangat dan rindu melihat orang-orang tertentu dilahir-barukan, namun ia tidak memiliki kuasa untuk melahir-barukan. Bagaimanapun, lalu, bagaimana kelahiran baru ini mengambil tempat? Jawabannya ditemukan dalam kata-kata melainkan dari Allah. Ini berarti bahwa kuasa yang melahirbarukan tidak bersandar pada apapun atau siapapun selain bersandar pada Allah (William MacDonald, Believer’s Bible Commentary, Thomas Nelson Publishers, 1995 edition, hal. 1467-1468; catatn dari Yohanes 1:13).

Pandangan ini, yang adalah pandangan Alkitabiah, adalah pandangan monergisme – Allah adalah yang melahir-barukan dan mempertobatkan, bukan manusia. Karena Allah, dan bukan manusia, yang menghasilkan kelahiran kembali, manusia pastilah tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri melalui tindakan berdoa mengundang Kristus masuk ke dalam hatinya! – atau dengan doa yang lain! Tidak seorangpun orang-orang Kristen agung dalam sejarah yang pernah mengundang Yesus masuk ke dalam hati mereka – Luther tidak melakukannya, Bunyan tidak melakukannya, Whitefield tidak melakukannya, Wesley tidak melakukannya, Spurgeon tidak melakukannya. Pada kenyataannya, tidak seorangpun para petobat terkenal itu memanjatkan doa sama sekali ketika mereka bertobat! Mereka semua bertobat dengan iman di dalam Kristus saja – tanpa doa!

Spurgeon berbicara tentang seorang pendeta yang bertanya kepada sekelompok orang bagaimana seseorang dapat diselamatkan,

Laki-laki tua itu menjawab, “Kami akan diselamatkan jika kami bertobat, dan mengakui dosa-dosa kami, dan berpaling kepada Allah.” “Ya,” kata seorang wanita setengah baya, “dan dengan hati yang benar juga.” ”Ya,’ kata orang ketiga, ”dan dengan doa”; dan, orang keempat menambahkan, ”Ini harus menjadi dosa dari hati”... Jadi, setiap orang dalam kelompok itu memberikan tambahan sedikit-sedikit... mereka semua menjawab pertanyaan pendeta itu; namun semua itu menimbulkan rasa kasihan yang mendalam pada diri pendeta itu: pendeta itu harus mulai dari awal, dan memberitakan Kristus kepada mereka. Pikiran orang yang belum bertobat selalu merencanakan jalannya sendiri untuk dapat berusaha dan menjadi luar biasa; namun cara Tuhan sungguh justru kebalikannya (C. H. Spurgeon, Around the Wicket Gate, Pilgrim Publications, 1992 reprint, hal. 25).

Yesus telah melakukan semua pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyelamatkan Anda. Ia mati menggantikan tempat Anda; untuk membayar dosa-dosa Anda. Ia mencurahkan darah-Nya yang mahal untuk menyucikan dosa Anda dari catatan dosa-dosa Anda dalam kitab-kitab Allah. Ia bangkit dari antara orang mati untuk memberikan hidup kepada Anda. Kemudian Ia berkata kepada Anda,

“Marilah kepada-Ku” (Matius 11:28).

“Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap” (Lukas 14:17).

Sama seperti yang anak muda tadi katakan, dalam kesaksian yang saya bacakan dalam permulaan khotbah ini, “Berhenti menolak Kristus adalah masalahku. Datang kepada Kristus adalah mudah.” “Kata-kata itu adalah, ’Pandanglah Kristus! Pandanglah Kristus!’ terus bergema dalam pikiran saya. Bagaimanapun kehendak saya masih belum dihancurkan; saya masih terus melawan Kristus. Yesus telah mencurahkan darah-Nya dan mati bagi saya namun saya belum berhenti menolak Dia. Rasa bersalah saya ini semakin dalam dari pada yang saya rasakan sebelumnya. Saya tidak dapat mempertahankan dosa saya lebih lama lagi... Pada saat itu saya lari kepada Kristus dan datang kepada Dia.” Berhentilah bergantung pada doa! Bergantunglah pada Yesus Kristus sendiri. Doa tidak dapat menyelamatkan Anda! Hanya Kristus yang dapat menyelamatkan Ana!

Larilah kepada Kristus! Serahkan kepada Kristus! Menyerahlah kepada Kristus! Berikan hidupmu kepada Dia. Sujudlah di depan Dia. Hanya Dia yang dapat menyelamatkan Anda. Jangan meminta Dia melakukan apapun. Jika Anda “meminta” Anda pasti akan bersandar pada doa itu! Itu akan membinasakan Anda! Anda harus bersandar di dalam Kristus – bukan di dalam doa! Tidak! Tidak! Larilah kepada Dia tanpa meminta! Datanglah kepada Dia tanpa doa!

“Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!” (Yesaya 55:1).

Oh, betapa sungai rahmat sedang mengalir.
   Turun dari Juruselamat manusia yang tersalib,
Darah yang mahal yang Ia curahkan demi menebus kita,
   Anugerah dan pengampunan bagi semua dosa kita
(“Oh, What a Fountain!” by Dr. John R. Rice, 1895-1980).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik “Khotbah Indonesia.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Efesus 2:1-9.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Oh, What a Fountain!” (by Dr. John R. Rice, 1895-1980).
 

GARIS BESAR KHOTBAH

MENGAPA BERGANTUNG PADA DOA AKAN MENGIRIM
ANDA KE NERAKA

(WHY DEPENDING ON PRAYER WILL SEND YOU TO HELL)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad…” (II Tesalonika 2:3).

(Efesus 3:17; 1:1; Yohanes 14:23; Roma 8:9;
Markus 16:19; Kolose 3:1)

I.   Pertama, Wahyu 3:20 tidak berbicara tentang “hati,” Wahyu 3:20.

II.  Kedua, Yohanes 1:12 tidak berbicara tentang “hati,” Yohanes 1:12, 13;
Matius 11:28; Lukas 14:17; Yesaya 55:1.