Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




YESUS KRISTUS SENDIRI

(JESUS CHRIST HIMSELF)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Calvary Road Baptist Church, Monrovia, California
Kamis Malam, 5 Agustus 2010

“Kristus Yesus sendiri” (Efesus 2:20).


Yesus Kristus sendiri adalah tema khotbah ini. Iman Kristen tidak berisi sesuatu yang begitu indah selain Yesus Kristus itu sendiri. Belum pernah ada dan tidak akan pernah ada seseorang yang seperti Yesus Kristus. Ia mutlak istimewa di dalam sejarah manusia. Yesus Kristus adalah Allah-manusia. Yesus Kristus sendiri turun dari Sorga dan tinggal di antara manusia. Yesus Kristus sendiri telah menderita, mencurahkan darah-Nya dan mati untuk dosa-dosa kita. Yesus sendiri telah bangkit secara fisikal dari antara orang mati untuk pembenaran kita. Yesus Kristus sendiri telah naik ke Sorga dan duduk di sebelah kanan Allah untuk menjadi pendoa syafaat bagi kita. Dan Yesus Kristus sendiri akan datang kembali untuk mendirikan Kerajaan-Nya di bumi ini selama seribu tahun. Itu adalah Yesus Kristus sendiri! Mari kita berdiri dan menyanyikan refren ini!

Yesus saja, biarkanku memandang,
   Yesus saja, hanya Dia yang menyelamatkan
Laguku akan selalu untuk –
   Yesus! Yesus saja!
(“Jesus Only, Let Me See” by Dr. Oswald J. Smith, 1889-1986).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Tema tentang Yesus Kristus sendiri begitu mendalam, begitu luas, dan begitu penting sehingga kita tidak pernah dapat menjelaskan semuanya di dalam satu khotbah. Kita hanya dapat menyentuh beberapa poin malam ini berhubungan dengan Yesus Kristus sendiri.

I. Pertama, Yesus Kristus sendiri dihina dan ditolak oleh umat manusia.

Yesaya sang nabi penginjil membuat itu jelas ketika ia berkata,

“Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan” (Yesaya 53:3).

Dr. Torrey berkata, “Kegagalan untuk memiliki iman di dalam Yesus Kristus bukanlah kemalangan, itu adalah dosa, dosa yang sangat menyedihkan, dosa yang mengerikan, dosa yang layak dihukum” (R. A. Torrey, D.D., How to Work for Christ, Fleming H. Revell Company, n.d., hal. 431). Nabi Yesaya menggambarkan dosa menghina dan menolak Kristus, kebobrokan batiniah yang menyebabkan Anda menutup muka Anda dari Kristus. Bukti terbesar bahwa Anda adalah manusia yang rusak total (total depravity) adalah ketika Anda berpikir sangat sedikit tentang Yesus Kristus itu sendiri. Bukti terbesar bahwa Anda layak menerima penghukuman kekal di dalam lautan api adalah karena Anda dengan sengaja dan terbiasa menutup muka Anda dari Dia.

Dalam kondisi yang belum terbangun Anda menghina Yesus Kristus itu sendiri. Dalam keadaan kerusakan total Anda, Anda tidak mengakui Yesus Kristus itu sendiri. Kecuali hati nurani Anda ditusuk, kecuali Anda merasakan ancaman mengerikan karena dosa dosa Anda, dan penghukuman kekal yang mengerikan, Anda akan terus menerus menghina dan menolak Yesus Kristus itu sendiri.

Di dalam gereja-gereja kita, kami melihat itu secara terus menerus. Ketika kami mendengarkan pengakuan Anda di ruang pemeriksaan (inquiry room) setelah pemberitaan firman Tuhan selesai, kami mendengarkan Anda menjelaskan berbagai hal. Anda berbicara tentang ayat-ayat Alkitab. Anda berbicara tentang “menyadari” hal ini atau hal itu. Anda menjelaskan kepada kami tentang apa yang Anda rasakan dan apa yang telah Anda lakukan. Anda akhirnya berkata, “Kemudian saya datang kepada Yesus.” Setelah itu kami meminta Anda untuk menjelaskan kepada kami sedikit lagi. “Jelaskan kepada kami sedikit tentang datang kepada Yesus,” pinta kami. Anda tidak memiliki sesuatu pun untuk dikatakan tentang Yesus Kristus itu sendir!.

Spurgeon yang tersohor berkata, “Ada kecenderungan jahat di antara orang-orang yang meninggalkan Kristus itu sendiri di luar dari Injil” (C. H. Spurgeon, Around the Wicket Gate, Pilgrim Publications, 1992 reprint, hal. 24).

Mengetahui rencana keselamatan tidak dapat menyelamatkan Anda! Mempelajari banyak tentang Alkitab tidak dapat menyelamatkan Anda! Mendengarkan banyak khotbah tidak dapat menyelamatkan Anda! Bahkan merasakan kesedian yang mendalam karena dosa-dosa Anda tidak menyelamatkan Anda! Tidak ada apapun yang dapat menolong Anda kecuali Anda berhenti menghina dan menolak Dia – kecuali Anda berhenti menutup muka Anda dari Dia – kecuali Anda ditarik kepada Yesus Kristus itu sendiri! Mari kita berdiri dan menyanyikan ini kembali!

Yesus saja, biarkanku memandang,
   Yesus saja, hanya Dia yang menyelamatkan
Laguku akan selalu untuk –
   Yesus! Yesus saja!

Anda dipersilahkan duduk kembali.

II. Kedua, Yesus Kristus sendiri adalah tema sentral dari keseluruhan Alkitab.

Apakah masuk akal bagi kami untuk menjelaskan kepada Anda bahwa Yesus Kristus sendiri harus menjadi sentral dalam pemikiran Anda? Tidak, itu sangat masuk akal. Mengapa, pikirkan itu, Yesus Kristus sendiri adalah tema terbesar dari keseluruhan Alkitab – mulai dari Kitab Kejadian sampai Wahyu! Setelah Kristus bangkit dari antara orang mati menjumpai dua murid yang sedang melakukan perjalanan menuju Emaus. Apa yang Ia katakan kepada mereka cocok juga untuk kita,

“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (Lukas 24:25-27).

Mulai dari lima kitab Musa, dan sampai Kitab terakhir, Kristus menjelaskan kepada mereka “tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci.” Apa ada yang lebih jelas dari ini? Tema utama dari keseluruhan Alkitab adalah Yesus Kristus itu sendiri! Sejak Yesus Kristus sendiri adalah tema utama dari Alkitab, bukankah ini masuk akal bagi Anda untuk menjadikan Yesus Kristus itu sendiri menjadi tema utama dari pemikiran Anda dan dari hidup Anda? Saya berkata kepada Anda, pikirkanlah lebih mendalam malam ini tentang Yesus Kristus itu sendiri! Mari menyanyikan ini!

Yesus saja, biarkanku memandang,
   Yesus saja, hanya Dia yang menyelamatkan
Laguku akan selalu untuk –
   Yesus! Yesus saja!

III. Ketiga, Yesus Kristus sendiri adalah esensi, elemen sentral, jantung dari Injil.

Di sini lagi nabi Yesaya berbicara tentang Yesus Kristus sendiri sebagai jantung dari Injil,

“Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:6).

“TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.” Kristus mati untuk menggantikan kita dan menebus kita, menempati posisi kita, membayar harga dan menderita menerima murka Allah menggantikan tempat Anda – itu adalah jantung Injil! Yesus Kristus sendirilah yang menanggung dosa-dosa Anda dalam kegelapan Getsemani. Yesus Kristus sendirilah di Taman itu, yang berkata,

“Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya”
       (Markus 14:34).

Yesus Kristus sendirilah yang,

“makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44).

Yesus Kristus itu sendirilah yang ditangkap di Taman Getsemani itu. Yesus Kristus itu sendirilah yang diseret ke hadapan Sanhedrin, ditinju wajah-Nya, dihina dan dipermalukan. Mereka meludahi wajah Yesus Kristus itu sendiri! Mereka menarik janggut Yesus Kristus itu sendiri. Yesus Kristus itu sendirilah yang dibawa ke hadapan Pontius Pilatus, dicambuk punggung-Nya dengan cambukan Romawi, dimahkotai dengan mahkota duri, Darah mengalir deras dari dahi-Nya menutup wajah Yesus Kristus itu sendiri, wajah yang sebelumnya telah dipukuli melampaui apa yang dapat kita bayangkan,

“Begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi” (Yesaya 52:14).

“Dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5).

Yesus Kristus itu sendirilah yang dibawa dari pengadilan Pilatus, memikul salib-Nya ke tempat eksekusi. Yesus Kristus itu sendirilah yang dipakukan di atas kayu terkutuk itu. Yesus Kristus itu sendirilah yang telah menderita bukan hanya karena paku yang menembus kedua tangan dan kaki-Nya – namun yang mengalami penderitaan terbesar ketika Allah “menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:6). Yesus Kristus itu sendiri “telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib” (I Petrus 2:24). Dr. Watts berkata,

Lihatlah pada dahi-Nya;
   Duka dan kasih tercurah.
Dahsyat mahkota duri-Nya:
   Yang hina jadi yang mulia.
(“When I Survey the Wondrous Cross” by Isaac Watts, D.D., 1674-1748).

Mari menyanyikan ini! Sekarang nyanyikan refren kita!

Yesus saja, biarkanku memandang,
   Yesus saja, hanya Dia yang menyelamatkan
Laguku akan selalu untuk –
   Yesus! Yesus saja!

Anda dipersilahkan duduk kembali.

IV. Keempat, Yesus Kristus sendiri adalah satu-satunya sumber sukacita kekal kita.

Mereka menurunkan tubuh Yesus yang telah mati dari kayu Salib dan menguburkannya di kuburan yang disegel. Namun pada hari ketiga, Ia bangkit secara fisikal dari antara orang mati! Kemudian Ia datang kepada para murid dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” (Yohanes 20:19).

“Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan” (Yohanes 20:20).

“Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan” (Yohanes 20:20). Yesus Kristus itu sendiri yang memberikan sukacita “ketika mereka melihat Tuhan.” Anda tidak pernah dapat memahami dalamnya damai sejahtera, dan sukacita dari Tuhan, kecuali Anda mengenal Yesus Kristus itu sendiri!

Oh, saya menjelaskan kepada Anda malam ini – saya dapat mengingat momen ketika saya percaya kepada Yesus Kristus itu sendiri! Betapa itu adalah pengalaman yang suci! Seluruh jiwa saya memandang Yesus, naik dan tinggi, di sebelah kanan Bapa! Saya bergegas datang kepada Dia! Atau, sebaliknya, nampak bahwa Dia bergegas datang kepada saya. Saya telah disucikan oleh Darah-Nya yang mahal! Saya telah dibuat hidup oleh Anak Allah! Mari menyanyikan refren ini!

Yesus saja, biarkanku memandang,
   Yesus saja, hanya Dia yang menyelamatkan
Laguku akan selalu untuk –
   Yesus! Yesus saja!

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Oh, orang berdosa, janganlah menunggu hari lain lagi! Janganlah menunggu jam yang lain lagi! Jangan menunggu kesempatan lain! Datanglah kepada Yesus Kristus itu sendiri! Jangan tinggalkan Dia di luar kesaksian Anda. Jangan melakukan apa yang Spurgeon sebut “kecenderungan jahat… dengan meninggalkan Kristus sendiri di luar dari Injil.” Jangan! Jangan! Datanglah sekarang kepada Yesus Kristus sendiri. Perhatikanlah dengan seksama kata-kata ini ketika kita menyanyikannya.

Sebagaimana adaku,
   Kau rela mati bagiku;
Panggilan suara-Mu merdu;
   Ya Yesus, s’karang ku datang.
(“Just As I Am” by Charlotte Elliott, 1789-1871).

Nyanyikan kata-kata ini dengan lembut.

Sebagaimana adaku,
   Kau rela mati bagiku;
Panggilan suara-Mu merdu;
   Ya Yesus, s’karang ku datang.

Maukah Anda datang kepada Yesus Kristus itu sendiri? Ia akan mengampuni dosa-dosa Anda. Ia akan memberikan damai sejahtera dengan Allah dan hidup kekal kepada Anda. Maukah Anda datang kepada Yesus Kristus sendiri? Saya berdoa kiranya Anda mau melakukannya. Di dalam nama Yesus, Amin!

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik “Khotbah Indonesia.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Yesaya 53:3-6.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Jesus, Only Jesus” (by Dr. John R. Rice, 1895-1980)/
“Jesus Only, Let Me See” (by Dr. Oswald J. Smith, 1889-1986).


GARIS BESAR KHOTBAH

YESUS KRISTUS SENDIRI

(JESUS CHRIST HIMSELF)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Kristus Yesus sendiri” (Efesus 2:20).

I.   Pertama, Yesus Kristus sendiri dihina dan ditolak oleh
umat manusia. Yesaya 53:3.

II.  Kedua, Yesus Kristus sendiri adalah tema sentral dari
keseluruhan Alkitab, Lukas 24:25-27.

III. Ketiga, Yesus Kristus sendiri adalah esensi, elemen sentral,
jantung dari Injil, Yesaya 53:6; Markus 14:34; Lukas 22:44;
Yesaya 52:14; 53:5; I Petrus 2:24.

IV. Keempat, Yesus Kristus sendiri adalah satu-satunya sumber
sukacita kekal kita, Yohanes 20:19, 20.