Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




MENGHITUNG BIAYA – DAN BERJUANG UNTUK MASUK!

(COUNTING THE COST – AND STRUGGLING TO ENTER IN!)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Malam, 6 Juni 2010

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).


Ingatlah bahwa Kristus di sini sedang membicarakan isu keselamatan. Seseorang berkata kepada Dia, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” (Lukas 13:23). Yesus berpaling kepada orang banyak dan mengatakan kepada mereka apa yang harus mereka lakukan untuk diselamatkan, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu.” “Pintu yang sesak” di sini adalah Kristus sendiri. Kata “berjuang” di sini berasal dari bentuk jamak dari kata Yunani “agonizōmai.” Danker Bauer (Danker Bauer, A Greek-English Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature, University of Chicago Press, 2000, hal. 17) menunjukkan bahwa kata ini aslinya adalah kata yang mengacu kepada perjuangan dalam perlombaan olah raga, namun kemudian, pada zaman Perjanjian Baru, digunakan untuk menjelaskan tentang pertandingan dan perjuangan. Kata ini digunakan dalam pengertian itu oleh Rasul Paulus ketika ia berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (II Timotius 4:7).

Jadi kata “agonizōmai” berbicara tentang pertandingan dan perjuangan – dan, di dalam teks kita, kata ini mengacu kepada pertempuran dan perjuangan masuk ke dalam Kristus, yang adalah “pintu yang sesak itu.” Dr. Lenski berkata, “Kita memiliki kata kerja yang kuat “berjuang” [agonizesthe] yang mana kita harus ‘menderita’… Kita harus mengerahkan seluruh kemampuan kita untuk masuk… ini adalah kebalikan dari ketidakpedulian… acuh tak acuh, atau hidup dalam keamanan yang palsu” (R. C. H. Lenski, D.D., The Interpretation of St. Luke’s Gospel, Augsburg Publishing House, 1961 reprint, hal. 747; catatan untuk Lukas 13:23). Dr. Lenski menerjemahkan ayat kita ini demikian, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu sesak itu” (ibid., hal. 746). Dr. Lenski lebih lanjut berkata,

Ketika itu sudah sangat terlambat, mereka bangun dan “berusaha” masuk namun tidak dapat “berhasil”… karena pintu telah ditutup. Oleh sebab itu kita memiliki tensis masa depan (future) “will seek” [dalam KJV atau “berusaha masuk” dalam IndTB), dan “tidak akan dapat.” Keduanya menunjukkan pada saat pintu akan ditutup… Pertobatan… kemudian akan menjadi mustahil (R. C. H. Lenski, D.D., ibid., hal. 748).

Ada sebuah nyanyian lama yang mengatakan itu semua

Sudahkah engkau menghitung biayanya, jika jiwamu harus terhilang
   Sekalipun engkau memperoleh seluruh dunia?
Sekarang bahkan itu mungkin engkau telah menyeberang,
   Sudahkah engkau menghitungnya, sudahkah engkau menghitung biayanya?
(“Have You Counted the Cost?” by A. J. Hodge, 1923).

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

Saya telah menunjukkan kepada Anda Minggu malam yang lalu apa yang harus Anda perjuangkan untuk masuk ke dalam Kristus – Anda harus berjuang melawan Setan, Anda harus berjuang melawan natur Anda sendiri yang telah rusak – kesombongan dan keengganan Anda untuk tunduk kepada Kristus. Dr. Martyn Lloyd-Jones berkata, “Tidak seorangpun pernah menjadi Kristen tanpa berhenti memandang dirinya sendiri” (Iain H. Murray, Lloyd-Jones: Messenger of Grace, The Banner of Truth Trust, 2008, hal. 212). Saya bertanya kepada Anda, Sudahkah Anda pernah melihat diri Anda sendiri sebagai orang berdosa yang layak dihukum? Pernahkah Anda menghadapi pertanyaan tentang pemberontakan Anda melawan Kristus? Pernahkah Anda mengakui kepada diri Anda sendiri bahwa Anda berpikir Anda tahu banyak tentang ini dari pada yang Dia tahu? Pernahkah Anda mengakui kepada diri Anda sendiri bahwa Anda memberontak melawan Dia, bahwa Anda tidak menghendaki Dia, dan menolak kasih-Nya, dan berusaha mengusir Dia dari kehidupan Anda selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun? Pernahkah Anda mengakui semua itu di hadapan-Nya – dan kepada diri Anda sendiri? Jika belum, Anda tidak akan pernah dapat masuk ke dalam Dia, Anda tidak akan pernah dapat bertobat, Anda tidak akan pernah bergerak dari hanya sekedar “selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran” (II Timotius 3:7).

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

Mari kita berdiri dan menyanyikan refren lagu pujian ini kembali!

Sudahkah engkau menghitung biayanya, jika jiwamu harus terhilang
   Sekalipun engkau memperoleh seluruh dunia?
Sekarang bahkan itu mungkin engkau telah menyeberang,
   Sudahkah engkau menghitungnya, sudahkah engkau menghitung biayanya?

Anda dipersilahkan duduk kembali.

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

I. Pertama, pikirkanlah tentang apa yang akan terjadi pada diri Anda jika Anda tidak berjuang untuk masuk.

“Dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita” (II Tesalonika 1:7-8).

Dr. W. G. T. Shedd menekankan bahwa,

Penghukuman yang tiada akhir adalah rasional… karena itu didukung oleh kesaksian hati nurani manusia. Hati nurani manusia berdosa sendiri akan “memberikan kesaksian” dan menyetujui kalimat kutukan ini “pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus” (Roma 2:16)... Katekismus Besar Westminster 89 [mengatakan] bahwa “orang-orang jahat…berdasarkan bukti-bukti yang nyata, sementara mereka dinyatakan bersalah total oleh hati nurani mereka sendiri, keputusan yang adil, yang menghukum mereka, akan diucapkan atas mereka” (W.G.T. Shedd, Ph.D., Dogmatic Theology, P and R Publishing, 2003 edition, hal 920).

Sebagaimana Frederick W. Faber tuliskan,

Oh pikiran takut! Satu tindakan karena dosa
Yang terkandung di dalamnya
Kuasa dari kebencian tiada akhir oleh Allah
Dan binasa selama-lamanya
   (Frederick W. Faber, 1814-1863).

Nyanyikan refren ini kembali!

Sudahkah engkau menghitung biayanya, jika jiwamu harus terhilang
   Sekalipun engkau memperoleh seluruh dunia?
Sekarang bahkan itu mungkin engkau telah menyeberang,
   Sudahkah engkau menghitungnya, sudahkah engkau menghitung biayanya?

Anda dipersilahkan duduk kembali. Dr. Shedd menjelaskan kepada kita,

Dosa adalah tindakan bunuh dari kehendak manusia. Seseorang tidak dipaksa untuk membunuh dirinya sendiri; namun jika ia melakukan itu, ia tidak dapat mengembalikan hidupnya kembali. Dan seseorang tidak dipaksa untuk berdosa, namun jika ia melakukannya, ia tidak dapat mengembalikan dirinya sendiri kembali ke tempat sebelum ia berdosa. Ia tidak dapat kembali menjadi orang yang tidak memiliki dosa (innocency). [Ia menjadi budak dosa]. “Sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa,” (Yohanes 8:34); (Shedd, ibid., hal. 923-924).

Lagi, Dr. Shedd menjelaskan kepada kita,

…bahwa penghukuman yang tiada akhir itu dapat diterima akal yang dibuktikan oleh preferensi orang jahat itu sendiri. Roh ketidak-tundukan, pemberontak, penentang dan tidak tahu menyesal lebih suka neraka dari pada sorga. Milton dengan benar merepresentasikan Setan ketika berkata… “Lebih baik memerintah di neraka dari pada melayani di sorga”… Orang jahat akan lebih bahagia di neraka dari pada di sorga… Orang fasik lebih menyukai… kebebasan untuk berdosa.. dari pada kesucian masyarakat Kristen (Shedd, ibid., hal. 926).

“Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak” (Yohanes 3:19-20).

Nyanyikan ini kembali!

Sudahkah engkau menghitung biayanya, jika jiwamu harus terhilang
   Sekalipun engkau memperoleh seluruh dunia?
Sekarang bahkan itu mungkin engkau telah menyeberang,
   Sudahkah engkau menghitungnya, sudahkah engkau menghitung biayanya?

Anda dipersilahkan duduk kembali. Yesus berkata,

“Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (Matius 25:30).

“Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal” (Matius 25:41).

Alkitab berkata,

“Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya… semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua” (Wahyu 21:8).

Pikirkanlah, pikirkanlah! Pikirkanlah apa yang akan terjadi pada diri Anda jika Anda tidak mentaati perintah Kristus!

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

Nyanyikan ini kembali!

Sudahkah engkau menghitung biayanya, jika jiwamu harus terhilang
   Sekalipun engkau memperoleh seluruh dunia?
Sekarang bahkan itu mungkin engkau telah menyeberang,
   Sudahkah engkau menghitungnya, sudahkah engkau menghitung biayanya?

Ada orang yang telah mati selama tujuh hari sebelum akhirnya mereka menemukan tubuhnya. Saya berkata, “Tutuplah peti itu – tubuhnya sudah membusuk!” Namun keluarga itu menolak. Kami harus berjalan dengan peti mati itu sambil melihat wajahnya yang telah rusak. Giginya menonjol keluar dari bibirnya yang telah membusuk. Pikirkan tentang itu. Wajah Anda suatu hari nanti jauh lebih membusuk dari itu! Namun jiwa Anda akan tenggelam dalam lautan api selama-lamanya!

“Siapakah di antara kita yang dapat tinggal dalam api yang menghabiskan ini? Siapakah di antara kita yang dapat tinggal di perapian yang abadi ini?” (Yesaya 33:14).

Oh Tuhan! “Siapakah di antara kami yang dapat tinggal di perapian yang abadi ini?”

Nyanyikan lagu ini kembali!

Sudahkah engkau menghitung biayanya, jika jiwamu harus terhilang
   Sekalipun engkau memperoleh seluruh dunia?
Sekarang bahkan itu mungkin engkau telah menyeberang,
   Sudahkah engkau menghitungnya, sudahkah engkau menghitung biayanya?

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

Oh, jiwa, akankah engkau luput dari kengerian itu? Tidak tanpa berjuang untuk masuk – tidak tanpa berjuang dan bertempur, bahkan perjuangan, dengan seluruh kekuatan dan kemampuanmu untuk masuk ke dalam Kristus!

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

II. Kedua, bagaimana Anda harus berjuang untuk masuk.

Manusia dalam keadaan alaminya harus berjuang untuk menginsafi dosa, untuk merasakan natur dosanya – untuk mengetahui kebutuhannya akan keselamatan! Namun bagaimana manusia duniawi dapat mempersiapkan dirinya sendiri? Dr. Shedd memberikan tiga “tugas” yang ia harus lakukan – dengan semangat, dengan pengerahan tenaga, dengan intensitas:

1.  Bacalah dan dengarkan Firman Allah. “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Roma 10:17) Katekismus Besar Westminster Larger mengatakan, “Roh Allah menjadikan pembacaan dan terutama pemberitaan Firman sebagai sarana yang ampuh. Olehnya Dia menerangi dan meyakinkan orang berdosa serta membuat mereka rendah hati, mendorong mereka agar tidak lagi mengandalkan diri mereka sendiri, dan membuat mereka tertarik pada Kristus.”

2.  Aplikasi serius dari pikiran dan pengujian kebenaran supaya memahami dan merasakan kekuatannya. “Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi” (Lukas 8:18). John Owen berkata, “Jika manusia berminat dalam hal-hal rohani sama seperti minat mereka dalam hal-hal [dari kehidupan sekuler] itu akan membuat banyak perbedaan dengan mereka.” Penggunaan maksud konviksi atau keinsafan ini cenderung menghasilkan kesadaran akan syarat-syarat hukum Taurat dan kegagalan untuk mentaatinya, dan membawa jiwa terhilang itu ke bawah keinsafan akan dosa.

3.  Berdoalah untuk pekerjaan Roh Kudus yang menginsafkan dunia akan dosa. “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Lukas 11:13). Berdoalah kiranya Roh Allah menginsafkan Anda akan dosa sampai hati Anda melunak dan pikiran Anda dipenuhi dengan kengerian pada saat memikirkan dosa Anda – dan kebutuhan Anda akan Kristus untuk menyelamatkan Anda. (diringkaskan dari Shedd, ibid., hal. 774).

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

Nyanyikan satu kali lagi pujian ini.

Sudahkah engkau menghitung biayanya, jika jiwamu harus terhilang
   Sekalipun engkau memperoleh seluruh dunia?
Sekarang bahkan itu mungkin engkau telah menyeberang,
   Sudahkah engkau menghitungnya, sudahkah engkau menghitung biayanya?

Saya berdoa kiranya Anda akan diinsafkan akan dosa, dan kiranya Allah mau menarik Anda kepada Yesus, “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29). Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Khotbah Indonesia.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Lukas 13:22-28.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Unpardonable Sin” (author unknown;
sung to the tune of “O Set Ye Open Unto Me”).
 

GARIS BESAR KHOTBAH

MENGHITUNG BIAYA – DAN BERJUANG UNTUK MASUK!

(COUNTING THE COST – AND STRUGGLING TO ENTER IN!)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

(Lukas 13:23; II Timotius 4:7; 3:7)

I.   Pertama, pikirkanlah tentang apa yang akan terjadi pada diri
Anda jika Anda tidak berjuang untuk masuk,
II Tesalonika 1:7-8; Roma 2:16; Yohanes 8:34; 3:19-20;
Matius 25:30, 41; Wahyu 21:8; Yesaya 33:14.

II.  Kedua, bagaimana Anda harus berjuang untuk masuk, Roma 10:17;
Lukas 8:18; 11:13; Yohanes 1:29.