Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .

MANFAAT BERJUANG

(THE BENEFIT OF STRIVING)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan Dr Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Malam, 30 Mei 2010

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

Semua pemimpin Kristen mengetahui bahwa ada suatu penurunan serius di gereja-gereja Eropa dan Amerika. Solusi populernya adalah menjadi “progresif” – untuk “meng-update” pelayanan pujian, membawa masuk terjemahan-terjemahan baru Alkitab, memiliki pendeta yang melepas dasinya, dan membiarkan orang-orang datang ke gereja dengan mengenakan pakaian pesta pantai. Semua ini dilakukan karena mereka berpikir bahwa manusia “modern” di abad kedua puluh satu telah berubah, dan kita harus menjadi “progresif” untuk menarik dia dan membuat Kristen hilang darinya.

Sekarang, tentu saja, seakan itu adalah alasan yang masuk akal. Dr. Lloyd-Jones pernah mengatakan bahwa ini adalah suatu kesalahan serius karena,

Manusia tidak berubah sama sekali. Semua perubahan yang nampak pada orang-orang sombong itu hanya bersifat eksternal. Di dalam diri orang itu sendiri tidak berubah, namun hanya sekedar dalam mode dan aktivitasnya, lingkungannya... Orang itu sebagai manusia tidak berubah sama sekali. Ia masih tetaplah orang kacau yang sama sejak Kejatuhan (D. Martyn Lloyd-Jones, M.D., Truth Unchanged Unchanging, James Clark Publishers, 1951, pp. 110, 112).

Jadi, ketika kita sampai pada teks ini, Lukas 13:24, mari jangan berpikir bahwa orang-orang ini berbeda dari kita. Penampilan luar mereka berbeda, namun mereka sendiri adalah sama seperti halnya kita – “orang kacau yang sama [orang yang selalu menjadi seperti itu] sejak Kejatuhan,” seperti yang Dr. Lloyd-Jones tuliskan. Dan seperti beberapa orang dari antara Anda malam ini, mereka telah mendengar banyak khotbah Injil yang agung. Seperti yang saya tekankan Sabtu malam yang lalu, mereka telah mendengar khotbah di banyak kesempatan baik dari Yohanes Pembaptis maupun Kristus sendiri. Mereka dapat dengan jujur berkata kepada Kristus, “Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami” (Lukas 13:26). Namun mereka masih belum diselamatkan setelah semua khotbah agung yang mereka telah dengar. Walaupun keselamatan adalah apa yang Yesus bicarakan kepada mereka! Ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Dan Ia berpaling dari orang itu dan berkata kepada kerumunan orang banyak itu,

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

Sehingga saya mengambil ini, sejak natur manusia tidak pernah berubah, dan Injil tidak pernah berubah, dan Kristus sendiri tidak pernah berubah – kata-kata ini langsung diarahkan kepada Anda yang ada di sini malam ini yang telah mendengarkan Injil dikhotbahkan lagi dan lagi namun belum diselamatkan. Jangan salah dengan itu. Melalui ayat Kitab Suci ini, Kristus sedang berbicara kepada Anda!

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

Ayat itu membawa saya untuk bertanya kepada Anda satu pertanyaan yang sangat penting – apakah Anda masih berjuang, atau Anda telah menyerah? Apakah Anda masih berjuang untuk masuk ke dalam Kristus, atau Anda hanya menghabiskan waktu, duduk di gereja, dengan tidak berpikir bahwa Anda perlu diselamatkan? Saya sungguh berharap kiranya itu tidak benar! Saya berharap dan berdoa kiranya Anda mau mentaati perintah Kristus,

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!”
     (Lukas 13:24).

Kata Yunani yang diterjemahkan “berjuanglah” di sini adalah “agonizesthe.” Ini berarti “berjuang dengan sungguh-sungguh,” bahkan “bertarung.” Kita dapat menerjemahkan ini, “Berjuanglah dengan sungguh-sungguh, bahkan bertarung, untuk masuk” melalui Kristus, yang mana Dia sendirilah “pintu yang sesat itu.” Ini berarti membuat usaha keras untuk masuk ke dalam Dia, untuk berjuang masuk ke dalam Kristus.

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!”
     (Lukas 13:24).

Saya akan membahas ini dalam tiga cara: pertama, apa yang harus Anda perjuangkan; kedua, mengapa Anda harus menyerah untuk berjuang; dan ketiga, bagaimana perjuang itu mempersiapkan Anda untuk masuk ke dalam Kristus. 

I. Pertama, apa yang harus Anda hadapi dalam perjuangan.

Ada aspek negatif dari perjuangan ini. Jelas tidak akan ada yang perlu untuk ”diperjuangkan” jika tidak ada tantangan yang harus diperjuangkan! Tidak akan ada yang membuat Anda perlu bertarung atau berjuang jika Anda tidak memiliki sesuatu yang harus dihadapi dalam perjuangkan atau pertarungan itu!

Ini bukanlah perjuangan biasa. Ini adalah pertarungan yang tidak kelihatan, perjuangan yang terjadi di dalam pikiran dan hati Anda yang paling dalam. Terlalu sedikit penekanan yang diberikan pada aspek pertobatan ini dalam khotbah modern. Ini adalah perjuangan batiniah.

Ini adalah perjuangan melawan Setan sendiri. Sudah lupakah Anda tentang Setan? Apakah Anda berpikir bahwa ia akan berdiri dengan tenang dan membiarkan Anda masuk ke dalam Kristus tanpa bertarung terlebih dahulu dengannya? Spurgeon mengkhotbahkan dua khotbah dari Lukas 9:42,

“Setan itu membantingkannya ke tanah dan menggoncang-goncangnya” (Lukas 9:42).

Tidak ada yang berubah. Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, Anda tidak berbeda dengan orang-orang pada zaman Alkitab. Iblis membanting dan menggoncang-gincang anak muda itu, untuk menahannya agar tidak datang kepada Yesus. Spurgeon berkata,

Mengapa [iblis] membanting jiwa itu dan menggoncang-goncangkannya?… karena ia tidak mau kehilangan dia… caranya adalah dengan membanting Anda… supaya ia dapat menahan Anda agar tidak datang kepada Kristus, dan menangkap Anda dengan jaringnya, di mana ia benar-benar dapat membinasakan Anda (C.H. Spurgeon, “The Comer’s Conflict With Satan,” The New Park Street Pulpit, Pilgrim Publications, 1981 reprint, volume II, hal. 373).

Setan adalah musuh terbesar bagi jiwa Anda. Ia adalah

“…roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka” (Efesus 2:2).

Itulah dia yang

“…telah membutakan pikiran mereka yang tidak percaya”
     (II Korintus 4: 4).

Itu adalah,

“… Iblis [yang] lalu mengambil firman itu dari dalam hati [Anda], supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan” (Lukas 8:12).

Sehingga, saya berkata kepada Anda malam ini, Anda harus “berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak itu,” karena Iblis akan melakukan segala yang ia dapat lakukan untuk menahan Anda agar tidak datang kepada Kristus! Ia akan mengatakan kepada beberapa dari Anda bahwa itu sudah sangat terlambat – ketika sebenarnya itu belumlah terlambat bagi Anda. Ia akan mengatakan kepada beberapa dari Anda bahwa ini tidak nyata – bahwa tidak ada pertobatan seriil itu. Ia akan menaruh segala macam pertanyaan dan keraguan di dalam hati Anda untuk menahan Anda agar tidak datang kepada Kristus. Spurgeon berkata, ”Banyak kali ketika jiwa datang kepada Kristus, Setan menyiksa pikiran orang tidak percaya itu.... Dia bekerja untuk menyuntikkan pikiran-pikiran menghujat dan kemudian menjelaskan kepada kita bahwa itulah milik kita” (Spurgeon, ibid., hal. 372).

Spurgeon berumur dua puluh tahun ketika ia mengkhotbahkan khotbah ini, “The Comer’s Conflict With Satan.” Ia dengan jelas mengingat bagaimana Setan memenuhi pikirannya dengan pikiran-pikiran jahat sebelum ia bertobat. Tujuh tahun sebelumnya, pada waktu ia berusia lima belas tahun, ia berkata, “… tiba-tiba seolah nampak seperti pintu neraka telah dibuka… sepuluh ribu roh jahat nampak membanjiri otaknya… Hal-hal yang tidak pernah saya dengar atau pikirkan sebelumnya segera merasuk ke dalam pikiran saya, dan saya sulit menolak pengaruhnya… Namun jika Anda takut bahwa pikiran-pikiran ini adalah pikiran Anda, Anda boleh berkata, ‘Saya akan pergi kepada Kristus, dan walaupun hujatan-hujatan ini adalah milik saya… Saya tahu bahwa segala perbuatan dosa dan hujatan saya akan diampuni [oleh Dia]’” (Spurgeon, ibid., hal. 372-373). Anda harus berjuang melawan pikiran-pikiran Setan untuk masuk ke dalam Kristus!

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!”
     (Lukas 13:24).

Namun ada musuh lain yang untuk melawannya kita harus berjuang. Anda harus berjuang melawan pikiran kedagingan Anda sendiri,

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8: 7).

Kecuali Anda mulai menyadari itu, karena Kejatuhan, seluruh hubungan Anda dengan Allah adalah salah, Anda tidak akan memahami bahwa musuh terbesar Anda adalah diri Anda sendiri. Hati Anda sendiri salah. Dosa “terutama bukan soal tindakan-tindakan,” kata Iain H. Murray, “Kebejatan adalah masalah yang terukir dari dosa. ‘Pikiran kedagingan adalah musuh Allah’… Kecuali seseorang mengenal kebenaran tentang dirinya sendiri ia tidak pernah dapat memahami Injil di dalam roh kebenaran. Tanpa pengenalan diri sendiri ia mungkin dapat melakukan penyelidikan, diskusi dan berdebat namun tidak akan bermanfaat sama sekali baginya” (Iain H. Murray, Lloyd-Jones: Messenger of Grace, The Banner of Truth Trust, 2008, hal. 74).

Anda akan memungkiri, “kekuatan ibadah” (II Timotius 3:5) kecuali Anda menyadari bahwa hati Anda penuh dosa. Semua yang Anda dapat lakukan adalah bertanya, seperti Nikodemus. Yesus berkata, “Kamu harus dilahirkan kembali” (Yohanes 3:7). Semua yang dapat Nikodemus katakan adalah, “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” (Yohanes 3:9). “Bagaimana mungkin saya dilahirkan kembali?” “Bagaimana mungkin saya dapat datang kepada Kristus?” – semua pertanyaan seperti yang menunjukkan bahwa Anda masih percaya pengertian akal Anda sendiri. “Saya dapat melihat ini tidak masuk akal. Jika saya dapat memiliki sedikit informasi lagi saya dapat memahami bagaimana datang kepada Dia.” Seseorang dapat saja terus seperti itu selama bertahun-tahun, berputar-putar, tanpa pernah bertobat. Seperti yang Iain Murray katakan, “ia mungkin dapat melakukan penyelidikan, diskusi dan berdebat namun tidak akan bermanfaat sama sekali baginya.” Dari pada berdiskusi dan berdebat terus, Anda seharusnya

“Berjuanglah untuk masuk” (Lukas 13:24).

Berjuanglah menghadapi kesombongan diri Anda sendiri, keengganan diri Anda sendiri untuk tunduk kepada Kristus. Berjuanglah melihat diri Anda sendiri sebagai orang berdosa yang terkutuk, yang hatinya tidak mau percaya kepada Kristus, yang bangga dengan usaha memahami apa yang manusia penuh dosa tidak dapat fahami, yang seluruh pendekatannya hanyalah “belajar lebih” – dari pada melihat dirinya sendiri karena sebenarnya ia adalah – musuh Allah. Pernahkah Anda mengakui diri Anda sendiri bahwa Anda adalah seorang pemberontak yang melawan Dia? Pernahkah Anda mengakui pada diri Anda sendiri bahwa Anda merasa tahu banyak tentang ini dari pada Dia? Jika belum, Anda tidak akan pernah dapat mengalami pertobatan sejati. ”Berjuanglah untuk masuk.” Berjuanglah menghadapi pikiran dan hati Anda sendiri, sampai Anda dapat dengan jujur dan terus terang berkata, dengan kata-kata dari syair lagu ini,

Ku serahkan diriku, dan apa yang ku tahu,
Sekarang sucikanku, dan aku akan menjadi seputih salju
    (“Whiter Than Snow” by James Nicholson, 1828-1896).

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!”
     (Lukas 13: 24).

II. Kedua, mengapa Anda mungkin menyerah untuk berjuang.

Saya tahu ini akan membuat sakit telingga beberapa orang, namun fakta sederhananya adalah bahwa masih ada pada halaman-halaman Kitab Suci. Anda mungkin menyerah untuk berjuang masuk ke dalam Kristus karena Anda bukan “orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah” (I Petrus 1:2). Siapa yang berani berkata bahwa pemilihan tidak diajarkan di dalam Kitab Suci? Entah kita memahami itu atau tidak, itu ada pada halaman-halaman Alkitab, menatap wajah Anda, “orang-orang yang terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya” (Roma 11:7).

Jika itu benar bahwa Anda bukan “orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah” maka, tentu saja, Anda tidak akan “berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak itu.” Jika itu adalah kasus Anda, Anda akan duduk dan mendengarkan khotbah tanpa kedalaman berpikir, tidak ada kekhawatiran dengan jiwa Anda, tidak ada pikiran tentang kekekalan, tidak ada kesedihan hati, kecuali “jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu” (Lukas 13:25).

“Lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu” (Matius 25:10-12).

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24),

sebelum pintu itu ditutup, dan Anda terkutuk untuk “mendapat bagian di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua” (Wahyu 21:8). Berjuanglah “untuk masuk ke dalam” sekarang, sebelum itu menjadi sangat terlambat!

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!”
     (Lukas 13:24).

III. Ketiga, bagaimana perjuangan itu mempersiapkan Anda untuk masuk ke dalam Kristus.

Tafsiran seorang Puritan Thomas Hooker, “Jika Anda terus berjuang Anda akan diselamatkan.” Yesus berkata, “Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya” (Matius 11:12). ”Hanya dengan perjuangan keras dapat menekan masuk.” (The Scofield Study Bible; Tafsiran untuk Matius 11:12). Sebagaimana Thomas Hooker tuliskan di sini, “Jika Anda terus berjuang Anda akan diselamatkan.” Di sisi lain, jika Anda tidak terus berjuang, Anda tidak akan diselamatkan!

Dr. John S. Waldrip mengatakan sesuatu kepada saya minggu lalu bahwa saya tidak pernah memikirkan itu sebelumnya. Ia berkata, “Perjuanganmu harus gagal! Manfaatnya adalah dalam kegagalan.” Apa yang ia maksudkan? Ini adalah poin yang dalam, dan layak untuk dipikirkan beberapa hari! “Manfaatnya adalah dalam kegagalan.” Anda lihat, ketika Anda berjuang dengan segenap hati dan jiwa Anda – dan gagal – itu mungkin membawa Anda, pada akhirnya, untuk mengakhiri diri Anda sendiri. Kemudian Anda mungkin berkata seperti Yunus,

“Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN” (Yunus 2:7).

Ketika jiwa Anda pingsan di bawah beban berat perjuangan mungkin akhirnya Anda menemukan bahwa Yesus benar selamanya, ketika Ia mengucapkan kata-kata yang luar biasa indahnya yang Anda telah abaikan selama ini,

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Doa sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Kisah Rasul 2:32-37.

Persembahan Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:“The Unpardonable Sin” (author unknown; sung to the tune of “O Set Ye Open Unto Me”).

GARIS BESAR KHOTBAH

MANFAAT BERJUANG

(THE BENEFIT OF STRIVING)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

(Lukas 13:26)

I. Pertama, apa yang harus Anda hadapi dalam perjuangan,
Lukas 9:42; Efesus 2:2; II Korintus 4:4; Lukas 8:12;
Roma 8:7; II Timotius 3:5: Yohanes 3:7, 9.

II. Kedua, mengapa Anda mungkin menyerah untuk berjuang,
I Petrus 1:2; Roma 11:7; Lukas 13:25; Matius 25:10-12;
Wahyu 21:8.

III. Ketiga, bagaimana perjuangan itu mempersiapkan
Anda untuk masuk ke dalam Kristus, Matius 11:12;
Yunus 2:7; Matius 11:28.