Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN KETIKA PINTU DITUTUP?

(WHAT WILL YOU DO WHEN THE DOOR IS SHUT?)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Minggu Pagi 16 Mei 2010

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.” (Lukas 13:24-25).


Teks kita sangatlah serius malam ini. Yesus mengatakan perkataan serius ini kepada orang-orang di sekeliling-Nya. Kita mungkin menyebutnya sebagai ”perkataan-perkataan yang menakutkan.”

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

Ia mengatakan kepada mereka untuk “Berjuang masuk melalui pintu yang sesak.” Pintu yang sesak itu adalah Yesus Sendiri. Ia berkata, dalam Matius 7:13-14,

“Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya” (Matius 7:13-14).

Dalam Yohanes 10 Yesus menggunakan gambaran “pintu” kata lain dari “gerbang.” Keduanya mengacu kepada Dia. Dalam Yohanes 10:9, Ia berkata,

“Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat…” (Yohanes 10:9).

Sehingga, dalam teks kita, Yesus berkata, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak” – berjuang untuk masuk ke dalam Dia – “barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat” (Yohanes 10:9). Namun Yesus berkata bahwa Anda harus “berjuang untuk masuk” kepada Dia, atau Anda tidak akan diselamatkan. Kata Yunani yang diterjemahkan “berjuanglah” di sini adalah “agonizesthe.” Ini adalah kata yang sering digunakan oleh orang Yunani dalam perjuangan militer, dan dalam perjuangan atletik atau perlombaan. Ini berarti perjuangan sungguh-sungguh, bahkan ”bertempur.” Kita dapat mengatakan, “Berjuanglah dengan sungguh-sungguh, bahkan bertempurlah, untuk masuk” ke dalam Kristus, “rebutlah” kesempatan untuk masuk ke dalam Kristus! Buatlah segala usaha untuk masuk ke dalamnya! Seorang Puritan John Trapp berkata, “Berjuanglah bahkan sampai menderita… seperti yang mereka lakukan untuk sebuah karangan bunga pada perlombaan Olimpiade [pada zaman Romawi]... namun jangan berpikir [ia dapat] menari dengan setan sepanjang hari dan kemudian bersama Kristus pada malam harinya – [atau pergi] ke sorga di tempat tidurnya” (John Trapp, Commentary on the Old and New Testaments, Transki Publications, 1997 reprint, volume 5, ha. 326; komentar untuk Lukas 13:24). Matthew Henry bahkan mengatakan itu lebih kuat lagi.

Semua orang yang akan diselamatkan harus masuk melalui pintu sesak itu, harus mengalami perubahan dari keseluruhan kemanusiaannya, sama seperti tidak kurang dari menjadi lahir kembali… orang yang mau masuk ke dalam pintu yang sesak harus berjuang untuk masuk. Ini adalah hal berat untuk sampai ke sorga, dan… tidak akan diperoleh tanpa banyak mengalami kesusahan, kesulitan dan ketekunan. Kita harus berjuang bersama Allah di dalam doa, bergulat seperti Yakub, berjuang menghadapi dosa dan Setan. Kita harus… berjuang dengan segenap hati kita. Agonizesthe – “Menjadi menderita; berjuang seperti mereka yang berlari demi sebuah hadiah; menyemangati dan mengerahkan diri sendiri sampai titik penghabisan” (Matthew Henry’s Commentary on the Whole Bible, Hendrickson Publishers, 1996 reprint, volume 5, ha. 586; catatan untuk Lukas 13:24).

Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang” (Lukas 13:24-25).

Oh, betapa banyak orang yang hanya “berusaha untuk masuk.” “Berusaha” adalah kata yang lebih lemah dari pada “berjuang.” Kata Yunaninya adalah “zeteō.” Kata ini berarti “belajar atau bertanya dengan santai,” sekedar coba-coba, belajar sedikit di sana dan belajar sedikit di sini, tanpa benar-benar semangat atau berjuang mati-matian untuk masuk ke dalam Kristus! Oh, betapa menyedihkan nasib yang menunggu orang-orang yang hanya coba-coba ini, orang-orang yang kurang peduli ini, yang hanya bermain-main, yang hanya ingin belajar sedikit tentang keselamatan, namun tidak memiliki kerinduan untuk berjuang masuk ke dalam Kristus! Mereka coba-coba dan bermain agama – dan sekedar “berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat”! Mereka hanya “bermain” agama!

Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang” (Lukas 13:24-25).

Dr. B. H. Carroll (1843-1914) adalah mantan Rektor Suthwestern Baptist Theological Seminary. Dr. Carroll berkata,

…berjuanglah sekarang untuk masuk melalui pintu sesak, karena banyak orang berusaha masuk dan tidak akan dapat ketika tuan rumah itu bangun dan menutup pintu itu. Jadi pikirkanlah ini: bahwa ada batas waktu; bahwa… ada waktu ketika segala usaha yang dilakukan seseorang di dunia ini tidak akan membuat perbedaan sama sekali. Yang pasti adalah pikirkanlah Juruselamat kita di sini. Inilah yang ditekankan oleh Yesaya:

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” (Yesaya 55:6).

…Ini adalah pikiran [utama] dalam perumpamaan tentang sepuluh gadis. Lima gadis bodoh mencoba untuk masuk, berusaha keras untuk masuk, dan mengetok pintu serta berkata, ”Tuan, Tuan, bukakan kami pintu” (Matius 25:11)... Ketidakmampuan mereka disebabkan oleh karena mereka berjuang setelah semuanya menjadi sangat terlambat untuk berjuang, saat tidak ada hal baik yang dapat dilakukan untuk memperolehnya, ketika pintu telah ditutup, ketika kesempatan telah berlalu. Kemudan mereka bangun; mereka terkejut, dan dengan mata terbuka lebar mereka [melihat] pemandangan yang mengerikan, pentingnya kekekalan, perasaan bahwa di luar adalah kegelapan dan kematian dan pembuangan, dan bahwa di dalam adalah hidup dan kemuliaan. Menyadari betapa pentingnya keselamatan pribadi kemudian mereka mencari Dia, mereka berusaha, mereka berjuang, mereka mengetuk pintu dan berdoa, namun semuanya sia-sia. ”Sudah sangat terlambat; sangat terlambat; Anda tidak dapat masuk sekarang”... Apa yang dimaksud dengan ketidakmampuan manusia masuk [ke dalam] Kristus? Itu… mudah untuk kita fahami. Allah memberikan kepada kita di sini di bumi ini suatu kesempatan; Menurut ukuran Dia kesempatan yang diberikan [sudah cukup lama]. Kita tidak dapat mengukurnya sendiri. Allah sendiri yang mengukurnya. Berapa [lama kesempatan waktu untuk] seseorang hanya Dia yang tahu. Ia mungkin memberikan kesempatan kepada seorang gadis selama tiga minggu [dan menurut ukuran-Nya itu sudah cukup]. Ia mungkin memberikan ukuran bagi orang jahat enam puluh tahun. Saya tidak tahu. Itu sepenuhnya, secara mutlak, [hanya diketahui oleh Tuhan]. Ini ada dalam kedaulatan Tuhan. Ini yang kita tahu” ada waktu di mana Kristus mungkin untuk ditemui, dan ada waktu dimana Ia tidak dapat ditemui. Karena itu saya berkata, “Tekanlah diri Anda sendiri, carilah Tuhan selagi Ia dapat ditemui…” Perikop yang saya kutip di sini menunjukkan bahwa orang-orang ini sedang mencoba untuk masuk [ke dalam] Kristus, namun Kristus telah menarik diri. Pintu telah ditutup, kita tahu, dan pintu itu akan tertutup selamanya. Jika kematian menemukan Anda ada di luar Kristus, maka tidak akan ada lagi kesempatan lain [bagi] kita... kita tahu bahwa pintu kemudian ditutup. [Namun] Juruselamat kita memberikan contoh kasus di mana pintu itu ditutup sebelum waktu [kematian]. Ia berkata bahwa jika seseorang yang menghujat Roh Kudus telah melakukan dosa kekal yang tidak akan pernah diampuni, baik dalam hidup ini atau pun hidup yang akan datang, yang bararti bahwa sementara orang itu masih hidup, sebelum [tubuh mereka mati] mereka mungkin menemukan pintu telah ditutup, dan tertutup selamanya, dan walaupun mereka mungkin hidup cukup lama setelah waktu itu, pintu tertutup selamanya bagi mereka. Bangun pagi-pagi, bangun terlambat, mengetok pintu siang dan malam, menangis seperti Esau, mereka tidak akan pernah dapat menemukan tempat untuk bertobat (B. H. Carroll, D.D., The Four Gospels, Baker Book House, 1976 reprint, volume I, hal. 131-135; catatan untuk Lukas 13:24-25).

Oh, betapa sering Alkitab memberikan ilustrasi tentang orang yang telah ditunggu terlalu lama – dan kemudian Allah menutup pintu – dan mereka tidak pernah diselamatkan. Bahkan walaupun mereka hidup lama setelah Allah menutup pintu bagi mereka. Dalam Alkitab kita membaca kasus demi kasus. Saya hanya dapat memberikan beberapa dari antaranya malam ini.

Kain cemburu terhadap saudaranya Habel, karena Allah menerima korban Habel yang mencurahkan darah, namun menolak korban Kain dari sayur-sayuran. Kain menjadi marah. Allah berkata kepada dia, “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?” [atau terjemahan dalam King James Bible, “Jika engkau berbuat baik, tidak akankah engkau diterima?”] (Kejadian 4:7). Namun Kain menolak untuk bertobat dan datang kepada Tuhan dengan korban yang mencurahkan darah. Waktu atau kesempatan telah berlalu untuk Kain. Hari dan jam yang Tuhan berikan kepada Kain sudah lewat. Pikirannya telah gelap, dan ia membunuh Habel. Kain hidup selama bertahun-tahun setelah itu, namun itu sudah sangat terlambat bagi dia untuk diselamatkan. Tuhan telah menutup pintu bagi dia! Ia telah melakukan dosa tak terampunkan!

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).

Pada zaman Nuh, Tuhan berfirman,

“Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja” (Kejadian 6:3).

Hari-hari telah berlalu. Halaman-halaman kalender telah dirobek dan dibuang. Dekade-dekade telah berlalu – namun orang-orang tidak bertobat dan mencari Tuhan. Tahun-tahun telah berlalu. Akhirnya, hari terakhir setelah 120 tahun itu datang. Nuh telah berkhotbah cukup lama dan cukup keras kepada mereka tentang akan datangnya penghakiman – namun mereka menuruti jalan hidup mereka, seakan tidak ada bahaya, “makan dan minum,” tanpa ada rasa takut, “sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera” (Matius 24:38). Tandailah kata-kata ini! – “sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera”! Oh hari itu, “TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh” (Kejadian 7:16). Kemudian, pada hari itu, mereka bangun dan mencoba untuk masuk – namun itu sudah sangat terlambat! Allah telah menutup pintu bagi mereka. Mereka telah melakukan dosa yang tak terampunkan! Mereka hidup selama tujuh hari sebelum Air Bah datang (Kejadian 7:10), namun itu sudah sangat terlambat bagi mereka untuk masuk ke dalam Bahtera – sudah sangat terlambat bagi mereka untuk diselamatkan! Semua orang tenggelam dalam Air Bah. Allah telah mendatangkan “air bah atas dunia orang-orang yang fasik” (II Petrus 2:5). Sangat terlambat! Sangat terlambat! Mereka sebelumnya telah bermain-main, dan coba-coba, dan mempermainkan agama – sampai “tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu” (Lukas 13:25).

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang” (Lukas 13:24-25).

Esau “menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan” kepada adiknya (Ibrani 12:16). Ia berkata, “Apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?” (Kejadian 25:32). “Ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu” (Kejadian 25:34). Tahun-tahun berlalu dengan cepat. Akhirnya Esau melihat bahwa hak keselungannya begitu penting setelah itu. Namun sekarang sudah sangat terlambat. Ia telah melakukan dosa yang tak terampunkan selama empat puluh tahun sebelumnya! Kemudian ia menangis dan meraung-raung – namun semuanya telah sangat terlambat!

“Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata” (Ibrani 12:17).

Sudah sangat terlambat bagi Esau – selama-lamanya! Dan Allah berfirman,

“Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau” (Roma 9:13).

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang” (Lukas 13:24-25).

Saya tidak dapat mengingat di mana saya membaca kisah ini. Ini ada dalam salah satu buku Dr. John R. Rice. Saya menulis ini, namun saya tidak dapat mengingat di mana saya pernah membacanya. Saya akan memberikan ini kepada Anda seperti yang saya tuliskan beberapa tahun yang lalu.

Suatu kali Dr. Rice menceritakan tentang seseorang yang datang untuk mendengarkan dia berkhotbah selama beberapa malam kebaktian penginjilan. Orang itu duduk di belakang sambil mentertawakan dan mencemooh khotbah-khotbahnya. Setelah kebaktian penginjilan itu selesai dan penginjil ini pergi, tahun-tahun pun terus berlalu namun orang itu tidak pernah diselamatkan.

Suatu malam Dr. Rice berbicara dengan saudara perempuannya melalui telepon. Saudari itu berkata, “John, apakah kamu ingat Mr. (yang itu)?” Ia menjawab, “Ya. Saya ingat ia pernah datang di kebaktian itu, namun ia tidak diselamatkan. Ia mengejek dan mencemooh dan mentertawakan khotbah-khotbah itu.”

Kemudian saudara perempuan Dr. Rice itu menjelaskan kepadanya apa yang terjadi pada orang itu. Ia sakit perut dan mereka membawanya ke dokter. Dokter berkata, “Ini sudah sangat terlambat. Tidak ada yang dapat saya lakukan. Pulanglah. Anda tidak akan hidup lama.”

Di musim panas yang sangat panas di Dallas. Itu sebelum mereka memiliki AC. Mereka membiarkan pintu jendela terbuka dan membiarkan angin sepoi-sepoi masuk. Orang itu terbaring di rumahnya dalam keadaan sekarat selama beberapa minggu. Tak seorangpun dapat menghibur dia. Mereka mengirim pendeta Baptis, namun ia tidak dapat memimpin orang itu kepada Kristus. Orang sekarat itu sudah sangat terlambat, ia telah ditunggu terlalu lama. Mereka berkata Anda dapat mendengar rintihannya sampai beberapa blok di musim panas sepanjang malam di Dallas. Mereka berkata Anda dapat mendengar ia merintih dan meraung, ”Oh Tuhan, aku butuh waktu! Oh Tuhan, aku belum siap untuk mati! Oh, Tuhan, aku belum siap untuk mati! Aku belum siap untuk mati! Aku belum siap untuk mati!” Itu sudah sangat terlambat. Ia telah melakukan dosa yang tak terampunkan. Ia mati seperti itu, sambil meraung, “Oh, Tuhan, aku belum siap untuk mati!”

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang” (Lukas 13:24-25).

Jangan menunggu! Jangan menunda terlalu lama! Kristus telah mati di kayu salib untuk membayar penghukuman dosa Anda. Datanglah kepada Dia dan Ia akan menyucikan dosa-dosa Anda dengan darah-Nya, dan mengenakan pakaian kebenaran-Nya kepada Anda. “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat” (Yesaya 55:6). “Berjuanglah untuk masuk” kepada Kristus sekarang, ketika Ia dekat – sebelum pintu keselamatan ditutup bagi Anda untuk selama-lamanya! Dr. Rice berkata,

Engkau telah menunggu dan terus menolak Juruselamat,
   Semua peringatan-Nya begitu sabar, semua permohonannya begitu baik
Namun engkau makan buah terlarang, engkau percaya janji Setan
   Namun hatimu telah mengeras, dosa telah membutakan pikiranmu
Kemudian betapa sedihnya menghadapi penghakiman, engkau akan menyadari tanpa kemurahan
   Engkau berdiam dan bertahan sampai Roh pergi’
Engkau akan meratap, ketika kematian menemukanmu tanpa pengharapan
   Engkau berdiam dan bertahan dan menunggu terlalu lama
(“If You Linger Too Long” by Dr. John R. Rice, 1895-1980).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Khotbah Indonesia.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Lukas 13:24-28.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“If You Linger Too Long” (by Dr. John R. Rice, 1895-1980).